<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Alkitab</title>
	<atom:link href="http://hkbp.wordpress.com/category/alkitab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	<description>Give The Best For GOD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hkbp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/742913894b0781f1638ee93983ee8ed7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Alkitab</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hkbp.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu HKBP Taman Mini" />
		<item>
		<title>Yesus Kristus adalah Allah; Berdasarkan Kaidah Bahasa Yunani</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah-berdasarkan-kaidah-bahasa-yunani/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah-berdasarkan-kaidah-bahasa-yunani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah-berdasarkan-kaidah-bahasa-yunani/</guid>
		<description><![CDATA[Yesus Kristus adalah Allah; Berdasarkan Kaidah Bahasa Yunani
      

&#8220;Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan&#8221;
Filipi 2:6
oV en morjh qeou uparcwn ouc arpagmon hghsato to einai isa qew
hos en morphÃƒÂª theou huparkhÃƒÂ´n oukh harpagmon ÃƒÂªgÃƒÂªsato to einai isa theÃƒÂ´
Yang walaupun dalam rupa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=175&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Yesus Kristus adalah Allah; Berdasarkan Kaidah Bahasa Yunani</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>&#8220;Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan&#8221;<br />
Filipi 2:6</p>
<p>oV en morjh qeou uparcwn ouc arpagmon hghsato to einai isa qew</p>
<p>hos en morphÃƒÂª theou huparkhÃƒÂ´n oukh harpagmon ÃƒÂªgÃƒÂªsato to einai isa theÃƒÂ´</p>
<p>Yang walaupun dalam rupa Allah, oV en morjh qeou, hos en morphÃƒÂª theou.</p>
<p>Kata Yunani morjh-morphÃƒÂª adalah bentuk sebagaimana seseorang dilihat oleh mata jasmani, penampilan lahiriah. Sebelum mengkaji makna kata ini, ada baiknya kita tinjau beberapa kata yang mengandung makna yang hampir sama yaitu schma-skhÃƒÂªma, dan idea-idea.</p>
<p>Kata Yunani schma-skhÃƒÂªma adalah pola atau patron, pembentukan fisik yang digunakan untuk membanding sesuatu dengan seseorang.</p>
<p>1 Korintus 7:31, &#8220;pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang (schma-skhÃƒÂªma) akan berlalu.&#8221;</p>
<p>kai oi crwmenoi tw kosmw toutw wV mh katacrwmenoi paragei gar to schma tou kosmou toutou</p>
<p>kai hoi khrÃƒÂ´menoi tÃƒÂ´ kosmÃƒÂ´ toutÃƒÂ´ hÃƒÂ´s mÃƒÂª katakhrÃƒÂ´menoi paragei gar to skhÃƒÂªma tou kosmou toutou</p>
<p>Filipi 2:8, &#8220;Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.&#8221;</p>
<p>kai schmati eureqeiV wV anqrwpoV etapeinwsen eauton genomenoV uphkooV mecri qanatou qanatou de staurou</p>
<p>kai skhÃƒÂªmati euretheis hÃƒÂ´s anthrÃƒÂ´pos etapeinÃƒÂ´sen heauton genomenos hupÃƒÂªkoos mekhri thanatou thanatou de staurou</p>
<p>Kata Yunani idea-idea sering dihubungkan dengan raut wajah seseorang, bukan keseluruhan fisik, kata ini hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru Yunani.</p>
<p>Matius 28:3, &#8220;Wajahnya (idea-idea) bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.&#8221;</p>
<p>hn de h idea autou wV astraph kai to enduma autou leukon wsei ciwn</p>
<p>ÃƒÂªn de hÃƒÂª idea autou hÃƒÂ´s astrapÃƒÂª kai to enduma autou leukon hÃƒÂ´sei khiÃƒÂ´n</p>
<p>Kata idea-idea semata-mata merujuk kepada penampilan luar. Baik morjh-morphÃƒÂª maupun schma-skhÃƒÂªma lebih luas. Kedua-duanya merujuk kepada penampilan luar, tetapi mencakup kebiasaan, aktivitas dan tindakan pada umumnya. Kata morjh-morphÃƒÂª juga melibatkan penampilan luar sekaligus hakekat sebelah dalam, hal ini tidak dijumpai pada kata schma-skhÃƒÂªma. morjh-morphÃƒÂª menyatakan bentuk alami sedangkan schma-skhÃƒÂªma merujuk kepada figur. Baik schma-skhÃƒÂªma maupun idea-idea berhubungan dengan bagian luar, schma-skhÃƒÂªma lebih luas ruang lingkupnya ketimbang idea-idea, sedangkan morjh-morphe berhubungan dengan bagian luar yang mencetuskan apa yang ada di dalam..</p>
<p>Kedua kata morjh-morphÃƒÂª dan schma-skhÃƒÂªma digunakan berganti-gantian dalam konteks Filipi 2:6-8. Ayat 6 dan 7 sudah dikutip, dan inilah ayat ke-8.</p>
<p>Filipi 2:7, &#8220;melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa (morjh-morphÃƒÂª) seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.</p>
<p>all eauton ekenwsen morjhn doulou labwn en omoiwmati anqrwpwn genomenoV</p>
<p>all heauton ekenÃƒÂ´sen morphÃƒÂªn doulou labÃƒÂ´n en homoiÃƒÂ´mati anthrÃƒÂ´pÃƒÂ´n genomenos</p>
<p>Kembali kepada konteks Filipi 2:6. Jelas sekali Paulus menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah secara hakekat.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/175/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/175/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=175&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah-berdasarkan-kaidah-bahasa-yunani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Kristus adalah Allah</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Yesus Kristus adalah Allah
      

JIKA kita bertanya kepada suatu panel yang terdiri atas pakar-pakar dari berbagai agama, seperti apakah Allah dan bagaimana Allah telah menyatakan diri-NYA, kita akan mendengar banyak pendapat yang berbeda-beda sebanyak jumlah anggota panel. Jawaban dari beberapa di antara mereka akan bertentangan dengan jawaban yang lain-lainnya. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=174&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Yesus Kristus adalah Allah</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>JIKA kita bertanya kepada suatu panel yang terdiri atas pakar-pakar dari berbagai agama, seperti apakah Allah dan bagaimana Allah telah menyatakan diri-NYA, kita akan mendengar banyak pendapat yang berbeda-beda sebanyak jumlah anggota panel. Jawaban dari beberapa di antara mereka akan bertentangan dengan jawaban yang lain-lainnya. Jika kita berpendapat bahwa apa yang disebut kebenaran tidaklah bersifat relatif, maka tidak mungkin jawaban mereka semua benar. Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa Allah itu suatu Pribadi dan yang lain mengatakan bahwa Allah bukan suatu Pribadi, maka pastilah seorang dari mereka salah. Siapakah yang dapat mengatakan dengan pasti, seperti apakah Allah? Satu-satunya yang dapat mengatakan dengan pasti adalah Allah sendiri.</p>
<p>Bagaimana kalau seorang anggota panel tiba-tiba berdiri dan berkata, &#8220;Untuk menjernihkan segala kebingungan tentang Allah, saya berkata kepada Anda bahwa SAYA ADALAH ALLAH! SAYA ADALAH JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP!&#8221;?</p>
<p>Pengakuan seperti itu harus dibuktikan kebenarannya. Orang itu mungkin menderita penyakit jiwa, suka berkhayal tentang kebesaran, seorang penipu ulung, atau ia benar-benar Allah.</p>
<p>Justru pengakuan seperti itulah yang dicetuskan oleh Yesus Kristus tentang diri-NYA. Jadi, mengatakan bahwa Yesus Kristus sekedar orang yang bermoral tinggi atau guru yang baik, sama sekali tidak tepat. Bukankah orang yang bermoral tinggi tidak berbohong, sengaja ataupun tidak, apalagi mengenai hal mengaku sebagai Allah Yang Mahakuasa? Orang yang bermoral tinggi tidak akan mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka patut beriman kepadanya atau patut beribadah kepadanya. Ia juga tidak akan menyebabkan banyak orang mati karena beriman kepada namanya. Mengingat semuanya itu, marilah kita menjajaki yang berikut ini untuk mengenal kebenaran tentang Allah.</p>
<p><strong>ALLAH MENYATAKAN DIRI</strong></p>
<p>Para penulis masa kini percaya bahwa Allah telah menyatakan diri-NYA dengan berbagai cara. Namun cara itu masing-masing perlu diuji secara obyektif dengan berpatokan pada Alkitab dan pribadi Yesus Kristus.</p>
<p>Pertama-tama, kita akan menyoroti Alkitab. Berbeda dengan banyak tulisan lainnya, Alkitab secara mutlak menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya adalah firman Allah. Kebanyakan orang yang menaruh perhatian yang besar tentang keilahian Kristus menerima Alkitab sebagai wahyu dari Allah. Jadi untuk tujuan ini, kita akan memandang Alkitab dapat diandalkan kebenarannya, baik secara historis maupun sebagai firman Allah kepada kita &#8212; satu-satunya tolok ukur yang benar untuk menetapkan apakah Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, atau bukan.</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa dari abad ke abad Alkitab telah menjadi semakin tidak meyakinkan keasliannya. Jadi perlu adanya wahyu-wahyu baru. Pendapat tersebut tidak dapat dibenarnya. Ada lebih dari 24.600 naskah Perjanjian Baru yang lengkap atau sebagian-sebagian. Andaikata semua naskah Perjanjian Baru lenyap pun kita masih dapat menghimpun semua tulisan Perjanjian Baru, kecuali kira-kira sebelas ayat, dari tulisan bapa-bapa gereja yang mula-mula, yang semuanya ditulis sebelum tahun 325 Masehi. Para pakar sejarah yang bukan Kristen pun harus mengakui bahwa dengan segala patokan ilmiah dan sejarah yang dipakai untuk memeriksa kebenaran dokumen kuno mana pun. Perjanjian Baru terbukti lebih dari sembilan puluh sembilan persen akurat. Orang dapat saja memperdebatkan isinya, tetapi tidak dapat memperdebatkan keabsahan sejarahnya.</p>
<p>Alkitab menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya merupakan patokan mutlak untuk menetapkan hal-hal doktrin.</p>
<p>2 Timotius 3:16-17, &#8220;Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.&#8221;</p>
<p>pasa graph&#8217; theopneustos kai &#8216;phelimos pros didaskalian pros elegkhon pros epanorth &#8217;sin pros paideian t&#8217;n en dikaiosun&#8217; hina artios &#8216; ho tou theou anthr&#8217;pos pros pan ergon agathon ex&#8217;rtismenos</p>
<p>Bagi orang-orang Kristen, setiap buku, tulisan, atau pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab haruslah ditolak. Alkitab sangat menekankan hal ini.</p>
<p>Yudas 3, &#8220;Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.&#8221;</p>
<p>agap&#8217;toi pasan spoud&#8217;n poioumenos graphein humin peri t&#8217;s koin&#8217;s s&#8217;t'rias anagk&#8217;n eskhon grapsai humin parakal&#8217;n epag&#8217;nizesthai t&#8217; hapax paradotheis&#8217; tois hagiois pistei</p>
<p>Alkitab tidak menerima ajaran-ajaran lain yang akan mengubah atau menambah isi Alkitab.</p>
<p>Galatia 1:8, &#8220;Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.&#8221;</p>
<p>alla kai ean h&#8217;meis h&#8217; aggelos ex ouranou euaggeliz&#8217;tai humin par ho eu&#8217;ggelisametha humin anathema est&#8217;</p>
<p>Jika ada sumber-sumber lain yang mengaku sebagai wahyu ilahi, sebagaimana halnya Alkitab, maka sumber-sumber itu harus diuji kebenarannya berdasarkan Alkitab. Allah tidak dapat bertentangan dengan diri-NYA sendiri. Oleh karena itu, apapun yang dinyatakan oleh seorang pembicara atau penulis yang mengaku mendapat wahyu ilahi, tidak dapat bertentangan dengan Alkitab yang kita tahu benar adanya. Jika pernyataan mereka bertentangan dengan Alkitab, maka jelaslah bahwa mereka tidak berbicara atas ilham dari Allah, baik secara lisan maupun tertulis.</p>
<p>Dalam mempertimbangkan keilahian Kristus, pokok persoalannya bukanlah apakah keilahian Kristus mudah dipercaya atau dimengerti, melainkan apakah keilahian Kristus dinyatakan di dalam firman Allah. Apabila pada mulanya gagasan tentang keilahian Kristus tampaknya tidak masuk akal atau tidak dapat dimengerti, hal itu tidak dengan sendirinya meniadakan kemungkinan bahwa keilahian Kristus itu benar adanya. Alam semesta ini penuh dengan berbagai perkara &#8212; seperti gravitasi, sifat cahaya, gelombang cahaya &#8212; yang berada di luar jangkauan akal manusia pada saat ini, tetapi sekalipun demikian, benar adanya. Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak dapat dimengerti oleh akal manusia.</p>
<p>Ayub 11:7, &#8220;Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?&#8221;</p>
<p>HAKH&#8217;QER &#8216;EL&#8217;AH TIMTS&#8221; &#8216;IM &#8216;AD-TAKHL&#8217;T SYADAY TIMTS&#8221;</p>
<p>Ayub 42:2-6, &#8220;Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.&#8221;</p>
<p>YÃƒâ€šDA&#8217;TÃƒâ€š KÃƒÂ-KHOL TÃƒâ€ºKHÃƒâ€šL VELO&#8217;-YIBÃƒâ€šTSÃƒÅ R MIMEKHA MEZIMÃƒâ€šH MÃƒÂ ZEH MA&#8217;LÃƒÂM &#8216;ÃƒÅ TSÃƒâ€šH BELÃƒÂ DÃƒâ€š&#8217;AT LÃƒâ€šKHÃƒÅ N HIGADTÃƒÂ VELO&#8217; &#8216;Ãƒâ€šVÃƒÂN NIFLÃƒâ€š&#8217;Ãƒâ€¢T MIMENÃƒÂ VELO&#8217; &#8216;ÃƒÅ DÃƒâ€š&#8217; SYEMA&#8217;-NÃƒâ€š&#8217; VE&#8217;Ãƒâ€šNOKHÃƒÂ &#8216;ADABÃƒÅ R &#8216;ESY&#8217;Ãƒâ€šLEKHA VEHÃƒâ€¢DÃƒÂ&#8217;ÃƒÅ NÃƒÂ LESYÃƒÅ MA&#8217;-'OZEN SYEMA&#8217;TÃƒÂKHA VE&#8217;ATÃƒâ€šH &#8216;ÃƒÅ YNÃƒÂ RÃƒâ€š&#8217;Ãƒâ€šTEKHA &#8216;AL-KÃƒÅ N &#8216;EM&#8217;AS VENIKHAMTÃƒÂ &#8216;AL-&#8217;Ãƒâ€šFÃƒâ€šR VÃƒâ€š&#8217;ÃƒÅ FER</p>
<p>Mazmur 145:3, &#8220;Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.&#8221;</p>
<p>GÃƒâ€šDÃƒâ€¢L YEHOVÃƒâ€šH Ãƒâ€ºMEHULÃƒâ€šL ME&#8217;OD VELIGDULÃƒâ€šTÃƒâ€¢ &#8216;ÃƒÅ YN KHÃƒÅ QER</p>
<p>Yesaya 40:13, &#8220;Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?&#8221;</p>
<p>MÃƒÂ-TIKÃƒÅ N &#8216;ET-RÃƒâ€ºAKH YEHOVÃƒâ€šH VE&#8217;ÃƒÂSY &#8216;ATSÃƒâ€šTÃƒâ€¢ YÃƒâ€¢DÃƒÂ&#8217;ENÃƒâ€º</p>
<p>Yesaya 55:8-9, &#8220;Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.&#8221;</p>
<p>KÃƒÂ LO&#8217; MAKHSYEVÃƒâ€¢TAY MAKHSYEVÃƒâ€¢TÃƒÅ YKHEM VELO&#8217; DARKHÃƒÅ YKHEM DERÃƒâ€šKHÃƒâ€šY NE&#8217;UM YEHOVÃƒâ€šH KÃƒÂ-GÃƒâ€šVHÃƒâ€º SYÃƒâ€šMAYIM MÃƒÅ &#8217;Ãƒâ€šRETS KÃƒÅ N GÃƒâ€šVHÃƒâ€º DERÃƒâ€šKHAY MIDARKHÃƒÅ YKHEM Ãƒâ€ºMAKHSYEVOTAY MIMAKHSYEVOTÃƒÅ YKHEM</p>
<p>Roma 11:33, &#8220;O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!&#8221;</p>
<p>hÃƒÂ´ bathos ploutou kai sophias kai gnÃƒÂ´seÃƒÂ´s theou hÃƒÂ´s anexereunÃƒÂªta ta krimata autou kai anexikhniastoi hai hodoi autou</p>
<p>Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita percaya tentang apa yang dikatakan Allah mengenai diri-NYA sendiri, tidak menjadi persoalan, apakah kita dapat sepenuhnya memahaminya atau tidak.</p>
<p>Mengenai penyataan diri Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, Alkitab berkata:</p>
<p>Ibrani 1:1-3, &#8220;Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,&#8221;</p>
<p>polumerÃƒÂ´s kai polutropÃƒÂ´s palai ho theos lalÃƒÂªsas tois patrasin en tois prophÃƒÂªtais ep eskhatÃƒÂ´n tÃƒÂ´n hÃƒÂªmerÃƒÂ´n toutÃƒÂ´n elalÃƒÂªsen hÃƒÂªmin en huiÃƒÂ´ hon ethÃƒÂªken klÃƒÂªronomon pantÃƒÂ´n di hou kai tous aiÃƒÂ´nas epoiÃƒÂªsen hos ÃƒÂ´n apaugasma tÃƒÂªs doxÃƒÂªs kai kharaktÃƒÂªr tÃƒÂªs hupostaseÃƒÂ´s autou pherÃƒÂ´n te ta panta tÃƒÂ´ rhÃƒÂªmati tÃƒÂªs dunameÃƒÂ´s autou di heautou katharismon poiÃƒÂªsamenos tÃƒÂ´n hamartiÃƒÂ´n hÃƒÂªmÃƒÂ´n ekathisen en dexia tÃƒÂªs megalÃƒÂ´sunÃƒÂªs en hupsÃƒÂªlois</p>
<p>Yesus Kristus adalah Firman Allah yang Hidup. Ia menyatakan Allah. Ketika seorang pengikutnya berkata, &#8220;Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami&#8221;, Yesus menjawab, &#8220;Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.&#8221; Rasul Paulus menyebut Yesus Kristus sebagai &#8220;gambar Allah yang tidak kelihatan&#8221;. Dengan demikian, sebagaimana akan dibahas di dalam tulisan ini, memandang Yesus Kristus dan mendengarkan Dia sama saja dengan memandang dan mendengarkan Allah.</p>
<p><strong>APA YANG DIPERSOALKAN?</strong></p>
<p>Apabila Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia, maka Ia adalah satu-satunya yang patut didengarkan, dihormati, dan bahkan disembah. Ini berarti bahwa Allah yang menciptakan bulan dan bintang, yang menempatkan milyaran planet di angkasa, Allah itu jugalah yang menjelma menjadi manusia, yang hidup dan melangkahkan kaki-Nya di atas muka bumi ini, dan merelakan diri-NYA mati di tangan ciptaan-NYA sendiri. Kematian-NYA mempunyai arti yang jauh lebih besar daripada kematian seorang yang baik. Dari segala masa, kematian-NYA merupakan pengorbanan terbesar, suatu penyataan kasih yang tidak terukur dalamnya. Oleh karena itu, memperlakukan Yesus sekedar sebagai manusia dalam arti makhluk ciptaan merupakan suatu penghujatan. Gagal dalam menyelaraskan kehidupan kita dengan ajaran-ajaran-NYA akan berarti kehilangan kehidupan itu sendiri.</p>
<p>Sebaliknya, apabila Yesus Kristus bukan Allah, melainkan makhluk ciptaan yang lebih rendah derajatnya, kita hanya akan merasa berterima kasih atas kehidupan, kematian, dan pengajaran-NYA, tetapi kita tidak akan menyembah Dia sebagai Allah. Bila kita menganggap Dia makhluk ciptaan Allah, lalu kita menyembah Dia sebagai Allah, itu merupakan suatu kesalahan yang sangat besar. Mengapa? Karena dengan demikian kita menjadikan Dia berhala yang menempati kedudukan Allah. Alkitab dengan tegas menentang penyembahan berhala. Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan kemuliaan-NYA kepada yang lain, dan bahwa tidak ada Allah lain selain Dia, dan bahwa kita harus menyembah Dia saja. Jadi persoalannya, Yesus betul-betul Allah atau Ia bukan Allah. Percaya kepada Dia sebagai yang lain-lainnya merupakan suatu bentuk penghujatan, suatu penyembahan berhala.</p>
<p>Pembahasan seperti ini dapat menjadi sangat rumit, bergantung pada ajaran apa yang telah diterima seseorang. Berbagai argumentasi dapat dikemukakan untuk mendukung ataupun menentang keilahian Kristus. Misalnya, jika seseorang telah diajari bahwa Allah adalah satu Pribadi dan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan, maka dalam membaca Alkitab untuk pertama kalinya, ia dapat menemukan ayat-ayat yang kelihatannya mendukung pandangan tersebut. Sebaliknya, apabila seseorang telah diajari bahwa Allah adalah Yang Mahatinggi, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bahwa Anak melepaskan kesetaraan-NYA dengan Allah untuk menjadi manusia di dalam pribadi Yesus Kristus, maka ia dapat menemukan ayat-ayat yang mendukung pandangan tersebut. Jadi pertanyaannya bukanlah apakah setiap pandangan itu dapat memberi alasannya, melainkan pandangan mana yang mempunyai bukti yang terkuat. Pandangan mana yang sebenarnya dinyatakan di dalam keseluruhan Alkitab?</p>
<p>Dalam mempertimbangkan kedua pandangan itu kita yakin bahwa kita dapat memberikan sanggahan yang mantap terhadap semua ayat yang dimanfaatkan untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus bukanlah Allah. Akan kita tunjukkan bahwa Alkitab menyebut Yesus Kristus dengan nama-nama dan sebutan-sebutan Allah. Akan kita tunjukkan dari Alkitab bahwa Yesus Kristus layak disembah dan manusia patut berdoa kepada-NYA. Kita akan memberi jawaban terhadap semua argumentasi yang menentang kebenaran bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Akan kita buktikan dari sejarah gereja &#8212; sebelum Dewan Nicene pada tahun 325 Masehi &#8212; bahwa kepercayaan akan keilahian Yesus Kristus sejak semula merupakan pandangan yang ortodoks.</p>
<p>Jelaslah bahwa pandangan-pandangan itu tidak mungkin kedua-duanya benar. Akan jauh lebih mudah kalau masalahnya hanya menyangkut soal ketulisan, tetapi tidaklah demikian halnya. Yang dipersoalkan ialah: Pandangan mana yang benar?</p>
<p>Roma 10:2, &#8220;Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.&#8221;</p>
<p>marturÃƒÂ´ gar autois hoti zÃƒÂªlon theou ekhousin all ou kat epignÃƒÂ´sin</p>
<p><strong>DEFINISI PERISTILAHAN</strong></p>
<p>Sebelum seseorang dapat memahami ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan keilahian Yesus Kristus, ia perlu diberi definisi yang memadai tentang hakekat Allah, tentang pribadi serta hakekat Yesus Kristus.</p>
<p><strong>ALLAH</strong></p>
<p>Alkitab menyatakan bahwa Allah itu suatu pribadi; Ia cerdas, penuh kasih, adil, setia, kekal, kreatif, dan berada dalam interaksi yang dinamis dengan ciptaan-NYA. Ciri-ciri Allah dapat dirangkum ke dalam dua kelompok: ciri-ciri umum dan ciri-ciri moral. Allah &#8212; menurut ciri-ciri-NYA yang umum &#8212; bersifat unik, kekal, tidak berubah, mahakuasa, mahatahu, mahahadir, roh, dan suatu pribadi. Ciri-ciri moral Allah mencakup kekudusan, keadilan, kasih, dan kebesaran-NYA. Kekristenan mengajarkan bahwa Allah berdaulat; Ia menopang dan memerintah alam raya, dan sebagaimana yang akan kita tunjukkan. Ia menjelma menjadi manusia &#8212; Yesus Kristus dari Nazaret.</p>
<p><strong>YESUS KRISTUS</strong></p>
<p>Yesus Kristus merupakan sebuah nama dan sebuah sebutan. Nama Yesus (bahasa Indonesia) dalam bahasa Yunani adalah iÃƒÂªsous; kata itu berasal dari bahasa Ibrani yehÃƒÂµsyÃƒÂ»a&#8217; atau yehÃƒÂµsyÃƒÂ»&#8217;a dari YHVH dan yasya&#8217; yang artinya &#8220;YHVH Juruselamat&#8221; atau &#8220;TUHAN menyelamatkan&#8221;. Sebutan Kristus (bahasa Indonesia) berasal dari kata Yunani khristos, bahasa Ibraninya masyiakh (Daniel 9:26), artinya &#8220;Yang Diurapi&#8221;. Dua jabatan, yaitu raja dan imam, tercakup dalam pemakaian sebutan Kristus. Sebutan itu menyatakan bahwa Yesus adalah Imam dan Raja yang dijanjikan Allah dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama.</p>
<p>Selain itu, kita percaya bahwa waktu hidup di dunia ini Yesus Kristus mempunyai dua hakekat: Ia manusia dan Ia Allah. Dengan demikian, kita mempunyai pandangan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati (pada hakekatnya), namun juga manusia sejati. Ia adalah Allah yang menyatakan diri dalam wujud manusia.</p>
<p>Alkitab menggambarkan Yesus Kristus sebagai Allah maupun manusia.</p>
<p>Filipi 2:5-11, &#8220;Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: &#8216;Yesus Kristus adalah Tuhan,&#8217; bagi kemuliaan Allah, Bapa!&#8221;</p>
<p>touto gar phroneisthÃƒÂ´ en humin ho kai en khristÃƒÂ´ iÃƒÂªsou hos en morphÃƒÂª theou huparkhÃƒÂ´n oukh harpagmon ÃƒÂªgÃƒÂªsato to einai isa theÃƒÂ´ all heauton ekenÃƒÂ´sen morphÃƒÂªn doulou labÃƒÂ´n en homoiÃƒÂ´mati anthrÃƒÂ´pÃƒÂ´n genomenos kai skhÃƒÂªmati heuretheis hÃƒÂ´s anthrÃƒÂ´pos etapeinÃƒÂ´sen heauton genomenos hupÃƒÂªkoos mekhri thanatou thanatou de staurou dio kai ho theos auton huperupsÃƒÂ´sen kai ekharisato autÃƒÂ´ onoma to huper pan onoma hina en tÃƒÂ´ onomati iÃƒÂªsou pan gonu kampsÃƒÂª epouraniÃƒÂ´n kai epigeiÃƒÂ´n kai katakhthoniÃƒÂ´n kai pasa glÃƒÂ´ssa exomologÃƒÂªsÃƒÂªtai hoti kurios iÃƒÂªsous khristos eis doxan theou patros</p>
<p>Setelah menjajaki definisi tentang Allah dan Yesus Kristus, kita akan mencoba menjawab satu pertanyaan lagi.</p>
<p>MENGAPA ALLAH MAU MENJADI MANUSIA?</p>
<p>Bagaimana manusia yang serba terbatas seperti kita ini dapat memahami Allah yang tidak terbatas? Sangat sulit bagi kita untuk memahami hal-hal abstrak seperti kebenaran, kebaikan, atau keindahan kalau kita tidak memiliki contoh-contoh yang tampak oleh mata kita. Kita dapat mengenal keindahan karena kita dapat melihat keindahan itu pada suatu benda yang indah; kita dapat mengenal kebaikan karena kebaikan itu terlihat di dalam diri orang yang baik, dan sebagainya. Tetapi bagaimana dengan Allah? Bagaimana orang dapat mengerti seperti apa Allah itu?</p>
<p>Sampai tahap tertentu kita dapat mengenal Allah kalau Allah mewujudkan diri-NYAdalam suatu bentuk yang dapat dipahami oleh manusia, yaitu dengan menjadikan diri-NYA seorang manusia. Walaupun demikian, memang dalam wujud manusia Ia tidak akan dapat menyatakan sifat-NYA yang kekal dan yang mahahadir &#8212; tidak akan ada waktu dan ruang untuk itu, tetapi IA dapat secara kelihatan menyatakan sifat-sifat-NYA.</p>
<p>Itu adalah berita yang disampaikan di dalam Perjanjian Baru. Rasul Paulus berkata bahwa di dalam Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an. Kristus menjadi manusia supaya manusia dalam batas-batas tertentu dapat memperoleh pengertian tentang Allah yang tidak terbatas.</p>
<p>Alasan kedua mengapa Allah mau menjadi manusia ialah untuk menjembatani jurang pemisah antara Allah dan manusia. Seandainya Yesus Kristus &#8220;hanyalah&#8221; seorang manusia atau makhluk ciptaan, maka jurang pemisah antara Allah dan manusia &#8212; antara yang tidak terbatas dan yang terbatas, antara Pencipta dan yang diciptakan, antara Yang Kudus dan yang tidak kudus &#8212; akan tetap ada. Supaya kita dapat mengenal Allah, maka Allah harus turun kepada kita. Tidak ada &#8220;makhluk ciptaan&#8221; yang dapat menjembatani jurang antara Allah dan manusia, seperti halnya segumpal tanah liat tidak dapat mengerti atau mencapai taraf sang penjunan. Karena kasih, Allah telah turun ke dunia ini, kepada kita. Ia membuka jalan supaya semua orang dapat mengenal Dia.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/174/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/174/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=174&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/yesus-kristus-adalah-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiada Tuhan Selain Yesus</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/tiada-tuhan-selain-yesus/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/tiada-tuhan-selain-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/tiada-tuhan-selain-yesus/</guid>
		<description><![CDATA[Tiada Tuhan Selain Yesus
      

Dalam hubungan dengan nama Allah yang dipersoalkan akhir-akhir ini, kelompok Asal Bukan Allah, selain mereka yang menjadi Pemuja Nama Yahweh (kelompok Nehemia dpp. dr. Suradi ben Abraham), ada juga Pemuja Nama Yesus (kelompok Wisma Gembala dpp. Ir. Posma Situmorang). Apakah keyakinan kelompok terakhir ini?
PEMUJA NAMA YESUS
Sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=173&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Tiada Tuhan Selain Yesus</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>Dalam hubungan dengan nama Allah yang dipersoalkan akhir-akhir ini, kelompok Asal Bukan Allah, selain mereka yang menjadi Pemuja Nama Yahweh (kelompok Nehemia dpp. dr. Suradi ben Abraham), ada juga Pemuja Nama Yesus (kelompok Wisma Gembala dpp. Ir. Posma Situmorang). Apakah keyakinan kelompok terakhir ini?</p>
<p><strong>PEMUJA NAMA YESUS</strong></p>
<p>Sama dengan Pemuja Nama Yahweh, Pemuja Nama Yesus juga memegang asumsi dasar bahwa Nama Allah adalah nama dewa air/bulan Arab masa jahiliah yang kafir, dan berdasarkan asumsi dasar itulah dibangun teologia yang menyebutkan bahwa nama Tuhan kristen adalah Yesus dan sekalipun disebut juga dalam tiga nama, ketiganya juga disebut menunjuk pada Yesus, Yesus Bapa Anak Roh yaitu Yesus yang satu itu. Jadi, dalam pandangan Pemuja Nama Yesus, Tuhan hanya satu yaitu Yesus dan kalau disebut dengan tiga nama sekalipun, ketiganya bernama Yesus pula dan ketiganya ada dalam Nama Yesus yang satu itu.</p>
<p>Berbeda dengan Pemuja Nama Yahweh yang menganggap bahwa Nama Yahweh adalah nama Tuhan satu-satunya, maka bagi Pemuja Nama Yesus, nama Yahweh hanyalah nama malaekat Tuhan (Kel.3:2;Kis.7:35) yang lebih rendah dari Yesus:</p>
<p>Y-H-W-H adalah nama TUHAN; bukan, melainkan nama malaekat-TUHAN yang menjadi sponsor bangsa israel, bangsa yang terhimpit di tengah bangsa-bangsa penyembah berhala. (Wisma Gembala: Nama Mana Rajanamanama,18)</p>
<p>Nama Yahweh dan El dianggap sama dengan berhala:</p>
<p>Tidak ada nama yang setingkat apalagi bertingkat diatas tingkat nama Yesus. Nama-nama YHWH, El, Allah, &#8230;. dll, itu semua berada di bawah nama YESUS &#8230;. Allah, Yehovah, El Roi, El Shaday &#8230; dan lain-lain, semuanya hanyalah nama-nama berhala yang menyelusup ke dalam Alkitab. (Scriptural Total Ministry: Nama Trinitas, #20,46)</p>
<p>Berlandaskan konsep demikian maka disimpulkan bahwa Yesus Kristus adalah Nama Tuhan satu-satunya yang patut disembah karena Yesus adalah nama Yang Maha Kuasa. Nama ini tidak boleh diubah maupun diterjemahkan.</p>
<p>Pengajaran Pemuja Nama Yesus juga didasarkan kenyataan bahwa para rasul membaptis dengan Nama Yesus, seperti yang dilakukan oleh Petrus (Kis.2:38;10:48), Paulus (Kis.19:5;Rm.6:3), dan Filipus (Kis.8:16). Karena itu, umat Kristen harus dibaptiskan dalam Nama Yesus, karena membaptiskan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu tidak sah karena membaptis bukan dalam nama Yesus, apalagi bila disebut dalam nama berhala Allah, namun disisi lain disebut Mat.28:19 menyebut Nama Trinitas adalah Yesus (Wisma Gembala: Gambar Tuhan Andakah Itu ??,31).</p>
<p>Pemuja nama Jahweh berpusat pada Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan berpusat pada Perjanjian Baru:</p>
<p>Para Rasul tidak direpotkan oleh nama-nama ilah-asing! Yakni nama-nama ilah yang tidak tersebut dalam Kitab Perjanjian Baru. YHWH (Yahweh/Yehovah), nama baku dalam KPLama untuk menunjuk Yang Mahapencipta, mereka singkirkan saja. &#8230; Apalagi nama-nama Adonay , El , Elohim , Elloah (dan perubahan lanjutannya: Allah ). Juga Debata , Lawolangi , Tetemanis , Tai Kamanua , dll., pasti kita akan disuruh singkirkan oleh para Rasul! Sebab semua nama-nama sesembahan lokal tidak sama dengan Mahapencipta. Mereka hanyalah Tokoh-tokoh alam-gaib yang tidak sama dengan Yesus Kristus! (Ir.Etsim: Pastikan Mitra Perjanjian Anda,16).</p>
<p>Pemuja Nama Yesus menjadikan Nama Yesus semacam mantra yang berkhasiat bila diucapkan.</p>
<p><strong>ONENESS PENTECOSTAL</strong></p>
<p>Pemuja Nama Yesus mewarisi semangat modalisme dari Oneness Pentecostal yang menyempal dari gereja Assembly of God di Amerika Serikat. Oneness Pentecostal terpengaruh faham Yahudi bahwa nama Tuhan mengungkapkan sifat alamiahnya yang benar, dan kemudian melanjutkan bahwa Tuhan itu nama-Nya Yesus.</p>
<p>Oneness Pentecostal menganggap bahwa Tuhan menyatakan diri melalui Nama Nya, dimulai dari PL, berlandaskan shema (Ul.6:4). Namun, berbeda dengan Sabelianisme yang beranggapan bahwa Tuhan itu satu tapi dalam PL menyatakan diri sebagai Bapa, dalam Injil menyatakan diri sebagai Anak , dan sejak hari Pentakosta menyatakan diri sebagai Roh Kudus secara suksesi, Oneness Pentecostal termasuk simultaneous modalism yaitu menganggap bahwa ketiga sifat itu hadir pada saat yang sama dalam diri Yesus.</p>
<p>Oneness Pentecostal bersifat Yesus sentris, yang bukan inkarnasi Bapa, tetapi dari kekal sampai kekal menyatakan diri dalam Yesus dan mengidentifikasikan dalam Nama-Nya yaitu Yesus. Nama Yesus adalah sentral dan esensial untuk mengenal Allah ( Oneness Pentecostal dalam Burgess: Dictionary of Pentecostal &amp; Charismatic Movements).</p>
<p>Sekalipun mewarisi kesatuan (oneness) dalam nama Yesus, Pemuja Nama Yesus menganggap bahwa Yahweh itu malaekat lebih rendah dari Yesus dan Roh Kudus bukanlah nama, melainkan kata-petunjuk bagi fungsi-ilahi di dalam Pribadi Tuhan (Gambar Tuhan, Andakah Itu??,29), dan Nama Roh Kudus adalah Yesus (Nama Mana Rajanamanama,19).</p>
<p><strong>NAMA ALLAH</strong></p>
<p>Membaca brosur Pemuja Nama Yesus, sekalipun menyinggung istilah teologis, terkesan awam yang digali dari buku dan kamus teologi, dan bukan merupakan studi teologis yang komprehensif &amp; sistematis, ini terlihat dari asumsi dasar yang menyebut nama Allah adalah berhala Arab jahiliah.</p>
<p>Sayang, pandangan ini terpengaruh berat sikap anti Arab/Islam yang kental. Andaikan para Pemuja Nama Yesus mau keluar dari benteng pertahanan mereka, dan mempelajari sejarah bangsa dan sesembahan Semitik dengan benar, tentu mereka akan terbuka untuk melihat bahwa asumsi dasar mereka mengenai nama Allah itu perlu dikaji ulang.</p>
<p>Seperti kita ketahui, nama Allah adalah perkembangan dalam dialek Arab untuk menyebut Il Semitik, sama halnya dengan nama El dalam dialek Ibrani, dan Alaha dalam dialek Aram-Siria. Nama-nama ini dalam bahasa Arab, Ibrani &amp; Aram sudah ada jauh sebelum masa Kristen, masa Jahiliah, dan lebih-lebih masa Islam (abad-7). Bahwa pada masa jahiliah nama itu merosot ditujukan dewa air/bulan, itu bisa terjadi dalam sejarah agama. Di Israel, nama Yahweh/El pernah ditujukan pada Anak Lembu (Kel.32:1-6;1Raj.12:28).</p>
<p>Kelihatannya fanatisme akan nama Yesus menjadikan para Pemuja Nama Yesus itu juga menolak semua nama sesembahan Yahudi yang ada dalam Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani seperti nama Yahweh, Adonai, El/Elohim/Eloah.</p>
<p><strong>NAMA YAHWEH</strong></p>
<p>Nama Yahweh yang jelas disebutkan dalam Perjanjian Lama sebagai nama diri Tuhan disamping nama El dianggap sekedar nama berhala yang menyelusup ke dalam Alkitab.</p>
<p>Petunjuk jelas bahwa kurang adanya pengkajian teologis yang sistematis bisa terlihat dari pandangannya bahwa nama Yahweh hanya sekedar nama malaekat Tuhan yang dianggap lebih rendah dari Yesus. Perlu dimengerti bahwa istilah Malaekat Tuhan dalam kitab-kitab awal Perjanjian Lama (a.l.Kej,16;18;28;32;Kel.3;Yos.5;Hak.6,13;Yes. 63:9,10), sekalipun menggunakan kata sama berbeda pengertiannya dengan malaekat dalam Perjanjian Baru seperti yang bernama Gabriel (Luk.1:19) dan Michael (Yud.1:9).</p>
<p>Malaekat adalah utusan pembawa berita (messenger) dari Tuhan kepada manusia, namun perlu disadari bahwa dalam kitab-kitab awal Perjanjian Lama, Malaekat TUHAN (Malak Yahweh) menunjuk kepada pribadi Tuhan sendiri. Beberapa petunjuk bisa kita lihat sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Malak Yahweh sering diidentikkan sebagai Yahweh (Kel.3:15) dan El sendiri (Kej.16:13);</li>
<li> Ia berfirman atas Nama-Nya sendiri (Kej.16:10), dan bukan sebagai utusan Tuhan (band. Luk.1:19 dan Yud.1:9);</li>
<li>Ia mau disembah (Yos.5; Hak.13). Ini berbeda dengan malaekat yang tidak mau disembah (Why.19:10;22:9);</li>
</ul>
<p>Sekalipun demikian, malak Yahweh juga dibedakan dengan Yahweh sebab Ia dapat diminta oleh Bapa sebagai abdi Allah (Hak.13). Ini menunjuk pada Anak Allah sebagai Allah yang menyatakan Diri dan Kehendak-Nya dalam rupa Manusia (band. Yoh.1:18), oknum kedua dari Allah tritunggal, yang berbeda pribadi namun sehakekat dengan Bapa. Yahweh adalah El (Kej.33:20, band. Yos.8:30), dan Yesus membedakan dan menyamakan diri-Nya dengan Elohim (Yoh.1:1, band.Kej.1:1) dan Yahweh ( ego eimi dalam Yoh.8:58 dan band. Kel.3:14 LXX).</p>
<p><strong>BAPTISAN DALAM NAMA YESUS</strong></p>
<p>Pemuja Nama Yesus menganggap bahwa baptisan yang sah harus dilakukan dalam nama Yesus, ini lebih didasarkan catatan praktek baptisan dalam Kisah Rasul. Sekalipun memuja Nama Yesus, namun kenyataannya, perintah agung yang diucapkan Yesus sendiri agar membaptis dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat.28:19) tidak ditaati dan dianggap adalah dalam nama Yesus sendiri.</p>
<p>Kalau kita melihat rumusan Baptisan dalam nama Yesus secara kontekstual, kita jangan sampai terpukau pada susunan kata-kata saja, tetapi esensi baptisan itu. Baptisan, dimulai dari peristiwa baptisan yang dialami Yesus sendiri dimana hadir ke-3 oknum Allah yang berbeda secara bersama sama, menunjuk kehadiran tiga oknum pribadi yang berbeda dalam keesaan Allah (Mat.3:13-17). Jadi, Mat.28:19 harus dilihat dari terang Allah yang tritunggal namun esa.</p>
<p>Baptisan yang dilakukan Petrus sekalipun diucapkan dalam nama Yesus konteksnya menunjukkan kehadiran Allah Tritunggal (Kis.2:38-39;10:44-48).</p>
<p>Baptisan yang dilakukan oleh Paulus (Kis.19:1-8) konteksnya juga menunjuk pada Kerajaan Allah dan ke159iran Roh Kudus sebagai kesatuan ketritunggalan. Mengenai ayat Rm.6:3, kita dapat melihat konteks kotbah Paulus yang tetap berbicara dalam proses pembenaran oleh Allah Tritunggal karena iman yang menghasilkan keselamatan (Rm.5). Baptisan juga digambarkan sebagai proses kematian dan bangkit dengan Kristus (Rm.6:1-14), proses ini disebutkan oleh rasul Paulus sebagai pekerjaan Roh Kudus yang memperbaharui dimana akan disusul dengan kehadiran Roh Allah yang akan mendiami umat percaya (Rm.8:1-17).</p>
<p>Baptisan yang dilakukan sekitar Filipus cukup menjelaskan kehadiran Allah tritunggal yang perlu hadir dalam pembaptisan seutuhnya. Orang-orang yang bertobat dibaptiskan dalam nama Yesus (Kis.8:16) oleh Filipus, tetapi ini oleh Petrus dan Yohanes dianggap tidak cukup, sebab mereka kemudian berdoa kepada Bapa dan memohon agar Roh Kudus turun ke atas orang-orang itu (Kis.8:14-24).</p>
<p>Jadi dari kasus-kasus pembaptisan yang dilakukan sekitar rasul Petrus, Paulus, dan Filipus, kita dapat melihat bahwa sekalipun mereka hanya menggunakan rumus baptisan dalam nama Yesus saja, itu perlu dikaitkan dalam konteks kehadiran Allah Tritunggal seutuhnya.</p>
<p>Perintah Yesus untuk membaptiskan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat.28:19) bersifat perintah yang menyeluruh dimana ketiga pribadi Allah perlu dihadirkan dalam proses pertobatan dan pembaptisan untuk menjadi bagian dari persekutuan umat percaya. Kalau kedua lainnya adalah nama lain dari Yesus sendiri, tentu Yesus tidak akan memberikan rumus baptisan tritunggal itu.</p>
<p>Namun, sekalipun demikian, dalam praktek para rasul kita melihat variasi dalam saat-saat kehadiran ketritunggalan itu. Dalam ajakan Petrus untuk bertobat dan dibaptis di hari Pentakosta, kehadiran Roh Kudus terjadi sebagai akibat pembaptisan dalam nama Yesus, dan ini disebabkan karena panggilan keselamatan Tuhan Allah (Kis.2:29-40). Namun, dalam pembaptisan Kornelius oleh Petrus, kita dapat melihat bahwa kehadiran Allah Bapa dan Roh Kudus sudah terjadi sebelum dibaptiskan dalam nama Yesus.</p>
<p>Dalam kasus pertobatan Paulus, ia yang sudah percaya Allah Bapa, kemudian perlu diperkenalkan kepada Tuhan Yesus dan penuh dengan Roh Kudus sebelum dibaptiskan dengan air (Kis.9:17-18). Sebaliknya, pembaptisan Filipus dalam nama Yesus (Kis.8:16) dianggap belum cukup dan lengkap karena belum ada kehadiran Roh Kudus, itulah sebabnya kemudian mereka ditumpangi tangan supaya beroleh Roh Kudus. Kalau nama Yesus sudah mencakup juga nama Bapa dan Roh Kudus, tentu kehadiran yang lain (yang dianggap Yesus juga) pada saat berbeda tidak perlu.</p>
<p>Pemuja Nama Yesus mewarisi keyakinan Yahudi yang beranggapan bahwa Tuhan itu Esa, dan mewarisi faham Oneness Pentecostal yang menyebut keesaan itu dalam nama Yesus , namun data-data Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa ke trinitas an itu menunjukkan adanya oknum/pribadi yang berbeda (yang ditunjukkan pada tiga oknum yang bisa hadir bersama-sama dalam peristiwa yang sama. Hk.13 dan Mat.3:13-17) namun sekaligus sehakekat (sering juga disamakan seperti: Roh Kudus = Roh Yesus = Roh Allah). Kematian Stefanus menunjuk pada peristiwa pada saat sama dimana Roh Kudus hadir dalam diri Stefanus dan ia melihat Yesus duduk di sebelah kanan Allah di surga (Kis.7:55-56)</p>
<p>Pengertian tritunggal adalah Tiga oknum/pribadi Allah yang berbeda (Bapa, Anak dan Roh Kudus) namun Esa dan Sehakekat , ini dinyatakan dalam Alkitab sejak awal kitab Kejadian (Kej.1:1-2 band. Yoh.1:1) sampai akhir kitab Wahyu (Why.21;22). Ketiganya ada sejak Alpha dan Omega (Why. 1:8;21:6;22:13) dan Arche dan Telos (Yang Awal dan Akhir, Why.1:17;2:8;21:6;22:13), ketiganya dibedakan, namun ketiganya adalah Allah yang Esa yang sama-sama bekerja dalam penciptaan, penyelamatan, dan penghakiman di Akhir Zaman.</p>
<p>Akhirnya, marilah kita mengucapkan: Amin, Haleluya (Why.19:1,3,4,6) yang artinya Terpujilah Yah (weh). Tuhan Allah Yang Mahakuasa (Why.19:6,15).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/173/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/173/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=173&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/tiada-tuhan-selain-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Septuaginta</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/septuaginta/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/septuaginta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/septuaginta/</guid>
		<description><![CDATA[Septuaginta
      

Septuaginta adalah terjemahan Tenakh ke bahasa Yunani, namun yang perlu dipertanyakan adalah mengapa Tenakh perlu diterjemahkan? Untuk mengerti ini kita harus tahu bahwa bahasa Ibrani bukanlah bahasa yang ada sejak manusia hadir di bumi dan terus bertahan sepanjang masa. Alkitab mencatat bahwa keturunan Sem (Semitik) berasal dari Mesopotamia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=172&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Septuaginta</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>Septuaginta adalah terjemahan Tenakh ke bahasa Yunani, namun yang perlu dipertanyakan adalah mengapa Tenakh perlu diterjemahkan? Untuk mengerti ini kita harus tahu bahwa bahasa Ibrani bukanlah bahasa yang ada sejak manusia hadir di bumi dan terus bertahan sepanjang masa. Alkitab mencatat bahwa keturunan Sem (Semitik) berasal dari Mesopotamia dan kemudian hijrah ke Kanaan dimana Abraham tinggal selama puluhan tahun disitu sampai meninggalnya dan mengikuti bahasa lokal Kanaan (Kej.12-25). Besan Abraham dan mertua Ishak, Bethuil (Kej.25:20), adalah orang Aram, termasuk Laban saudara isteri Ishak dan mertua Yakub juga orang Aram dan berbahasa Aram (Kej.31:47). Ketika keturunan Abraham tinggal di Mesir mereka berbicara bahasa Kanaan (Yes.19:18) dan kelihatannya masih tetap demikian ketika kembali ke Kanaan.</p>
<p>Sekitar masa kerajaan (abad-10sM) bahasa Ibrani yang disebut bahasa Yehuda tumbuh dari bahasa Kanaan dan Amorit dan menggunakan aksara Kanaan terdiri 22 huruf. Pada masa Sanherib (700sM) rakyat Israel berbahasa Yehuda dan juga kalangan terpelajar berbahasa Aram (2Raj.18:26). Mungkin karena terdiri huruf konsonan dan tidak ada vokal, bahasa Yehuda/Ibrani Kuno (Palaeo Hebrew) tidak bertahan lama, sebab pada abad-6sM bahasa ini hanya digunakan dalam menulis dan menyalin kitab agama dan sebagai bahasa percakapan digunakan Aram. Pada masa Ezra (abad-5sM), rakyat tidak lagi mengerti bahasa Ibrani sehingga perlu diterjemahkan secara lisan ke dalam bahasa Aram (Neh.8:2-9), terjemahan demikian kemudian dikumpulkan sebagai Targum, bahkan beberapa bagian kitab Ezra, Yeremia dan Daniel ditulis dalam huruf Ibrani tetapi berbahasa ucap Aram.</p>
<p>Masa abad-6 s/d 3sM, bahasa Ibrani disebut Ibrani Kitab Suci karena hanya digunakan sebagai bahasa tulis dalam penulisan dan penyalinan kitab suci. Inipun terpengaruh bahasa Aram dimana bentuk yang semula mengikuti huruf Kanani berkembang mengikuti huruf pesegi Aram. Pada akhir masa inilah Alexander (abad-4sM) raja Yunani menguasai kawasan dari Yunani, Asyur, Babilonia, sampai Mesir. Pengaruh Helenisasi dibawah Alexander di Yudea mendalam karena Alexander bisa menyesuaikan diri dengan kepercayaan lokal. Dalam perjalanan ke Mesir di Yerusalem ia mengikuti kebaktian Yahudi di Bait Allah. Di Aleksandria dibangun perpustakaan besar Yunani. Ditengah matinya bahasa Ibrani sebagai bahasa percakapan dan kuatnya bahasa Aram sebagai bahasa percakapan umum, bahasa Yunani ikut populer terutama dikalangan orang Yahudi yang mayoritasnya berada diperantauan, juga yang tinggal di Palestina yang kembali dari Babel yang berbahasa Aram.</p>
<p>Setelah kematian Alexander (323sM) dibawah penerusnya wangsa Ptolomeus di Mesir dan Seleukus di Siria dilakukan helenisasi seluruh kawasan dimana Yudea berada ditengahnya. Penduduk Yudea terpecah menjadi dua fraksi Mesir dan Siria, namun sekalipun keduanya berebut pengaruh di Yudea, mereka memiliki kesamaan yaitu bahasa Yunani yang tidak diperebutkan. Dibawah Antiochus III (192sM) kedua wangsa berdamai dan ia mencari simpati dengan cara membebaskan pajak selama 3 tahun, melepaskan tawanan Yahudi, dan membantu membangun kerusakan Bait Allah.</p>
<p>Karena bahasa Aram dan Yunani makin menjadi bahasa percakapan umum yang meluas di sekitar laut tengah yang dikuasai wangsa Yunani, Aristeas dalam suratnya kepada Philocratus melaporkan bahwa Dimetrius, penasehat raja, meminta kepada raja Ptolomeus Philadelphus (283-247sM) agar kitab suci Yahudi diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, lebih-lebih karena banyak orang Yahudi tidak lagi bisa berbahasa Ibrani. Ptolomeus kemudian meminta kepada imam besar Eliezer di Yerusalem untuk mengirimkan kitab Torat dan 72 tua-tua Yahudi untuk menerjemahkannya di Aleksandria. Terjemahan Pentateuch selesai dalam 72 hari dan disebut Septuaginta (LXX), selanjutnya dalam satu abad berikutnya semua kitab Tenakh dan kitab Apokrifa diterjemahkan juga ke dalam bahasa Yunani dan nama Septuaginta dimaksudkan seluruhnya. Septuaginta dengan cepat meluas sampai ke Yudea karena proses helenisasi berjalan mulus di Yudea selama sekitar satu-setengah abad dan makin banyak penduduk menggunakan bahasa Yunani sebagai bahasa percakapan di samping bahasa Aram dan banyak yang juga menggunakan nama Yunani.</p>
<p>&#8220;Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi di pengadilan dan bahasa pergaulan sehari-hari, seperti yang terlihat dalam tulisan-tulisan di atas papirus, surat-surat cinta, tagihan, resep, mantera, esai, puisi, biografi, dan surat-surat dagang, semuanya tertulis dalam bahasa Yunani, bahkan tetap demikian hingga masa pendudukan Romawi. &#8230; bahasa Aram menggantikan bahasa Ibrani sebagai bahasa pergaulan di Palestina, dan Helenisme mendesak Yudaisme.&#8221; (Merril C. Tenney, Survey Perjanjian Baru, h.23-24, 29).</p>
<p>Helenisasi damai terganggu ketika Antiochus IV Epiphanes berkuasa (175sM). Waktu itu Yason ingin merebut kedudukan imam besar dari Onias saudaranya, dan ia meminta izin Anthiocus untuk membangun gymnasium di Yerusalem dan menjadikannya kota Yunani. Gymnasium ditujukan untuk dewa-dewi Yunani dan pemainnya bertelanjang dada. Para imam Yahudi pun banyak yang bertelanjang dada mengikuti perlomaan dan mengabaikan tugas mereka di Bait Allah. Anthiokus IV ketika pulang perang dengan wangsa di Mesir mampir di Yerusalem (171sM) dan menajiskan Bait Allah dan merampas banyak perkakas di Bait Allah (1Mak.1:21-25; 2Mak.5:11-16;6:1-9).</p>
<p>Bukan bahasa-helenis, tetapi paganisme-helenis yang dipaksakan itulah yang mendorong keluarga Matathias memberontak (1Mak.2:1-14). Dibawah anaknya Yudas, pemberontakan mencapai puncaknya dan Bait Allah direbut kembali dan ditahbiskan (165sM) dan dirayakan sebagai Hanukkah. Anthiokus IV marah dan menyerang kembali tetapi ia keburu meninggal dan penggantinya memberi kebebasan beragama. Sekalipun Yudas ingin mengembalikan Yudaisme dan membenci pengaruh asing, ia sendiri meminta bantuan Romawi, tahun 161sM ia terbunuh dalam perang.</p>
<p>Perayaan Hanukkah memang mengembalikan kesucian ibadat di bait Allah, namun itu tidak mengusir helenisasi dalam bahasa. Yudas sendiri memakai nama panggilan Makabeus dalam bahasa Yunani dan keturunan Simon saudaranya, yang kemudian memerintah Yudea, banyak yang menggunakan nama Yunani juga seperti John Hirkanus, Aristobulus, Alexander Yanneus, dan Antigonus Matathias. Helenisasi bahasa Yunani sudah penuh di Yudea ketika Yesus hidup.</p>
<p>&#8220;Yesus berbicara juga bahasa Yunani &#8230; tetapi bahasa ibu mereka saat itu adalah bahasa Aram.&#8221; (ME Duyverman, Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru, h.16).</p>
<p>&#8220;Septuaginta &#8230; Pada masa Kristus, kitab tersebut telah tersebar luas di antara para Perserakan di wilayah Timur Tengah dan menjadi Kitab Suci Jemaat Kristen yang mula-mula.&#8221; (Tenny, h.32).</p>
<p>&#8220;Septuaginta adalah Alkitab yang digunakan oleh Yesus dan para rasul. Sebagian besar kutipan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru dikutip langsung dari Septuaginta, sekalipun itu berbeda dengan teks Masoret.&#8221; (Norman Geisler, A General Introduction to the Bible, h.254).</p>
<p>Di Sinagoga di Nazaret, Yesus membaca kitab Yesaya dari Septuaginta (Luk.4:18-19):</p>
<p>&#8220;Bagian terbesar kutipan ini berasal dari teks Yes.61:1-2 dari LXX. Merawat orang-orang yang remuk hati, adalah bagian dari sumber peninggalan naskah Lukas yang terbaik, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas berasal dari teks LXX dari Yes.58:6.&#8221; (The InterpretersÃ¯Â¿Â½ Bible, Vol.8,90-91).</p>
<p>Ada yang menyebut Josephus mengaku menderita belajar bahasa Yunani dan mendorong orang Yahudi agar tidak menyerah dan belajar bahasa asing. Nyatanya ini ucapan politis, karena faktanya ia membelot ke negara asing Romawi dan mengganti namanya dengan nama Romawi, Flavius Josephus, sehingga ia disebut penghianat oleh orang Yahudi. Kala itu Romawi berkuasa di Yudea mengalahkan wangsa Yunani namun dalam hal bahasa, bahasa Romawi tidak mampu menggantikan bahasa Yunani. Josephus menulis Ã¯Â¿Â½Jewish WarÃ¯Â¿Â½ dalam bahasa Aram yang disebut Ã¯Â¿Â½lidahnya orang Ibrani,Ã¯Â¿Â½ tetapi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, dan banyak karyanya di tulis dalam bahasa Yunani.</p>
<p>&#8220;Karya pertamanya adalah Sejarah Perang Yahudi, ditulis pertama kalinya dalam bahasa Aram untuk kepentingan orang Yahudi di Mesopotamia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Yunani.&#8221; (J.D. Douglas (ed), The New Bible Dictionary, h.660)</p>
<p>Memang bahasa Aram secara umum dan di Perjanjian Baru disebut bahasa Ibrani (hebraisti = lidah Ibrani; hebraidi dialektos = dialek Ibrani), tetapi maksudnya adalah bahasa Aram. Bruce Metzger, profesor Perjanjian Baru dari Princeton, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat ini adalah bahasa mati. &#8230; Barangkali karena rasa bangga yang salah, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa &#8220;Ibrani.&#8221; &#8230; Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi Palestina pada waktu Yesus hidup adalah &#8220;Aram&#8221; (The Language of the New Testament, dalam The InterpreterÃ¯Â¿Â½s Bible, Vol.7, 43).</p>
<p>Septuaginta menerjemahkan Yahweh/Adonai menjadi Ã¯Â¿Â½Kur55 Ã¯Â¿Â½ dan El/Elohim/Eloah dengan Ã¯Â¿Â½Theos,Ã¯Â¿Â½ namun ada yang menyebut bahwa beberapa fragmen abad-1M menunjukkan LXX aslinya tidak menerjemahkan tetragramaton dan baru pada abad-2M diterjemahkan menjadi Kurios. Melihat fragmen itu kita dapat mengetahui bahwa itu salinan yang dimiliki pemuja nama Yahweh kala itu dimana kata Kurios diganti YHWH, indikasinya ada naskah LXX yang memuat nama YHWH Ibrani kuno yang lebih dari 5 abad lebih tua, malah ada naskah Tenakh Ibrani miznah yang nama YHWHnya ditulis dalam Ibrani kuno juga. Ada juga fragmen LXX abad-1M yang didalamnya memuat nama YHWH Ibrani miznah yang semasa. Banyak juga fragmen LXX yang menunjukkan nama Kurios &amp; Theos, dan adalah tidak logis kalau itu baru ditulis pada abad-2M sebab pada tengah kedua abad-1M, kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine yang sama dan menggunakan gaya bahasa dan kosakata LXX termasuk nama Kurios &amp; Theos.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/172/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/172/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=172&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/septuaginta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seberapa Pentingnyakah Naskah-naskah Laut Mati?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/seberapa-pentingnyakah-naskah-naskah-laut-mati/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/seberapa-pentingnyakah-naskah-naskah-laut-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/seberapa-pentingnyakah-naskah-naskah-laut-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa Pentingnyakah Naskah-naskah Laut Mati?
      

Penemuan Gulungan Kitab Orang-orang Qumran dan Mesias
Juma mulai agak tegang. Beberapa ekor kambingnya memanjat tebing terlalu tinggi. Ia memutuskan untuk memanjat tebing itu sendiri dan membawa kambing-kambingnya kembali. Ketika mulai memanjat tebing itu pada bulan Januari 1947, Juma tidak menyadari bahwa ia pada akhirnya akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=171&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Seberapa Pentingnyakah Naskah-naskah Laut Mati?</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Penemuan Gulungan Kitab Orang-orang Qumran dan Mesias</strong></p>
<p>Juma mulai agak tegang. Beberapa ekor kambingnya memanjat tebing terlalu tinggi. Ia memutuskan untuk memanjat tebing itu sendiri dan membawa kambing-kambingnya kembali. Ketika mulai memanjat tebing itu pada bulan Januari 1947, Juma tidak menyadari bahwa ia pada akhirnya akan terlibat dalam suatu &#8220;penemuan arkeologi terbesar di abad keduapuluh.&#8221; Pikiran semacam itu sama sekali tidak terlintas sewaktu ia melihat dua celah kecil milik salah satu dari ribuan gua yang memenuhi tebing tandus yang mengarah ke tepian pantai sebelah barat laut dari Laut Mati. Ia melemparkan sebuah batu ke salah satu celah tersebut. Bunyi pecahan tak terduga telah mengejutkannya; ada apa di gua terpencil itu selain kemungkinan harta karun? Ia memanggil sepupu-sepupunya, Khalil dan Muhammed, yang kemudian memanjat tebing tersebut dan mendengarkan kisah yang memikat tersebut. Namun saat itu sudah terlalu sore dan kambing-kambing harus segera dikumpulkan. Besok mereka akan kembali lagi &#8211; barangkali saja masa-masa mereka harus menggembalakan kambing akan berakhir segera setelah harta karun tersebut ditemukan!<!--strong--></p>
<p>Penemuan arkeologi apa yang paling mempengaruhi Alkitab sepanjang zaman?</p>
<p>&#8220;Mungkin Gulungan-gulungan Laut Mati memberikan pengaruh paling besar pada Alkitab. Gulungan tersebut memberikan manuskrip Perjanjian Lama yang berusia 1000 tahun lebih tua dari manuskrip tertua yang kita miliki sebelumnya. Gulungan-gulungan Laut Mati memperlihatkan bahwa Perjanjian Lama disalin dengan akurat selama selang waktu tersebut. Sebagai tambahan, gulungan tersebut juga memberikan banyak informasi mengenai era menjelang dan selama kedatangan Kristus.&#8221;</p>
<p>&#8211;Dr. Bryant Wood, arkeolog, Associates for Biblical Research</p>
<p>Muhammed, yang termuda dari ketiganya, esok paginya bangun terlebih dahulu dari kedua rekannya sesama Ã¯Â¿Â½pencari harta karunÃ¯Â¿Â½ dan bergegas menuju ke gua. Lantai gua ditutupi serpihan, termasuk dari guci yang pecah. Di sepanjang dinding terdapat sejumlah guci bermulut sempit, sebagian dengan penutup berbentuk mangkok. Dengan cepat Muhammed mulai menjelajahi isi setiap guci tetapi tidak ditemukan emas&amp; hanya ada beberapa bundelan terbungkus kain kehijauan akibat terlalu tua. Setelah kembali kepada saudara-saudaranya, ia menceritakan kabar buruk itu &#8211; tidak ada harta karun.</p>
<p>Memang tidak ada harta karun! Gulungan-gulungan yang diambil anak-anak Bedouin dari gua gelap pada hari itu dan hari-hari selanjutnya akan dikenal sebagai harta karun manuskrip/naskah terbesar yang pernah ditemukan &#8211; tujuh naskah pertama dari Gulungan Laut Mati.</p>
<p>Demikianlah penemuan kelompok naskah yang berumur 1000 tahun lebih tua dari teks Alkitab Ibrani yang dikenal sebelum penemuan itu (banyak diantara naskah tersebut berasal dari masa 100 tahun sebelum kelahiran Yesus). Naskah-naskah ini segera menggemparkan dunia arkeologi yang menyiapkan satu tim penerjemah dengan tugas raksasa yang bahkan hingga hari ini belum terselesaikan.</p>
<p>Cave 4 at Qumran where approximately 15,000 fragments from some 574 manuscripts were found.</p>
<p>Kisah bagaimana gulungan-gulungan tersebut beredar dari tangan para gembala Bedouin muda tersebut sampai menjadi objek penelitian yang saksama dari para ahli internasional sendiri merupakan kisah yang lebih mencengangkan dibandingkan cerita fiksi. Meskipun tidak semua detail dari tahun-tahun pertama setelah penemuan tersebut akan pernah benar-benar terungkap, garis besar ceritanya cukup jelas. Setelah disimpan di sebuah kemah Bedouin beberapa waktu, ketujuh gulungan asli tersebut dijual kepada dua toko antik Arab di Bethlehem. Dari sana, empat gulungan dijual (dengan harga murah) kepada Athanasius Samuel, Syrian Orthodox Metropolitan di St. MarkÃ¯Â¿Â½s Monastery di Kota Tua Yerusalem. Para ahli dari American School of Oriental Research, yang menelaahnya, adalah yang pertama-tama menyadari kekunoannya. John Trever mengambil foto naskah tersebut secara detil dan ahli arkeologi terkemuka William F. Albright segera mengumumkan bahwa naskah-naskah tersebut berasal dari periode antara 200sM sampai 200M. Pengumuman pertama dimunculkan bahwa naskah tertua yang pernah ditemukan telah ditemukan di padang gurun Yudea.</p>
<p>Clay jar of the type the Dead Sea Scrolls were found in. From Qumran, now in the Citadel Museum, Jordan.</p>
<p>Tiga gulungan asli lainnya yang ditemukan oleh anak-anak Bedouin dijual kepada E.L. Sukenik, ahli arkeologi di Hebrew University dan ayah Yigal Yadin (seorang jenderal tentara Israel yang kemudian menjadi seorang ahli arkeologi terkemuka dan penggali situs Masada serta Hazor). Perlu dicatat bahwa drama peristiwa ini sangat menarik karena periode tersebut adalah saat-saat terakhir periode Mandat Inggris di Palestina dan ketegangan antara penduduk Arab dan Palestina sangat besar. Ini juga yang menyebabkan pengkajian naskah-naskah oleh para ahli sangatlah berbahaya.</p>
<p>Semua gulungan akhirnya terkumpul di Hebrew University dengan cara yang aneh pula. Setelah berkeliling Amerika dengan keempat gulungannya dan tidak menemukan seorang pun pembeli yang tertarik, Metropolitan Samuel memasang iklan di Wall Street Journal (sebuah koran bisnis terkemuka di Amerika, pen.). Secara kebetulan (atau campur tangan ilahi?) Yigal Yadin sedang mengajar di New York dan melihat iklan tersebut. Melalui para makelar, ia berhasil membeli gulungan yang tak ternilai tersebut dengan harga US$250,000. Bulan Februari 1955, Perdana Menteri Israel mengumumkan bahwa Negara Israel telah membeli gulungan-gulungan tersebut dan ketujuh gulungan (termasuk tiga yang dibeli terlebih dahulu oleh Profesor Sukenik) akan diletakkan di sebuah museum khusus di Hebrew University dan diberi nama Shrine of the Book (Kilauan Buku), dimana semuanya masih dapat dilihat sampai hari ini.</p>
<p>Tidak diragukan lagi, pengumuman awal mengenai gulungan-gulungan ini segera mendorong banyak penelitian di daerah penemuan semula. Ekspedisi arkeologi resmi dimulai tahun 1949 yang akhirnya berhasil menemukan sepuluh gua lagi di daerah sekitarnya yang juga mengandung gulungan-gulungan naskah. Para arkeolog kemudian mengarahkan perhatian mereka pada sebuah reruntuhan kecil yang disebut &#8220;Khirbet (reruntuhan) Qumran, yang sebelumnya diduga merupakan sisa sebuah benteng kuno dari zaman Romawi. Setelah enam periode penggalian secara intensif, para ahli sangat yakin bahwa gulungan-gulungan tersebut berasal dari komunitas yang muncul antara tahun 125 sM sampai 68M. Gulungan-gulungan tersebut disimpan dengan tergesa-gesa di dalam gua sewaktu komunitas di daerah tersebut melarikan diri dari serbuan tentara Romawi yang sedang berada di Yudea untuk menumpas Pemberontakan Yahudi tahun 66-70 M.</p>
<p>Reruntuhan Qumran, yang dapat dikunjungi hari ini, menyingkapkan sejumlah besar asketis Yahudi yang mendiami komunitas tersebut. Ruang penyimpanan, saluran air, pemandian ritual dan ruang pertemuan telah berhasil digali. Salah satu ruangan paling menarik yang telah digali adalah sebuah ruang kitab, dicirikan oleh dua wadah tinta yang ditemukan beserta sejumlah tempat duduk untuk para penyalin kitab. Di ruangan inilah disalin sebagian besar, kalau tidak semua, naskah yang ditemukan.</p>
<p><strong>Penjelasan Gulungan-gulungan Kitab</strong></p>
<p>Segera setelah diumumkannya penemuan gulungan-gulungan kitab, debat ilmiah tentang asal usul dan pentingnya penemuan tersebut bergulir. Debat memanas ketika isi gulungan yang menakjubkan tersebut disebarluaskan secara bertahap.</p>
<p>Ketujuh gulungan asli, yang berasal dari &#8220;Gua Pertama&#8221;, terdiri dari naskah-naskah berikut: (1) Salinan utuh dan terawat dari seluruh nubuat Yesaya &#8211; salinan kitab Perjanjian Lama tertua yang pernah ditemukan; (2) Sebagian gulungan yang berisi kitab Yesaya; (3) Tafsiran dua pasal pertama kitab Habakuk &#8211; peanfsir menjelaskan kitab tersebut secara alegoris menurut istilah yang dipakai oleh persekutuan Qumran; (4) &#8220;Manual Disiplin&#8221; atau &#8220;Aturan Komunitas&#8221; &#8211; sumber informasi paling penting tentang sekte keagamaan di Qumran &#8211; menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh mereka yang ingin bergabung dalam persekutuan tersebut; (5) &#8220;Himne Ucapan Syukur, suatu kumpulan Ã¯Â¿Â½mazmurÃ¯Â¿Â½ devosional bagi pengucapan syukur dan pujian kepada Tuhan; (6) sebuah parafrase kitab Kejadian berbahasa Aram; dan (7) &#8220;Aturan Perang&#8221; yang berisi kisah peperangan antara &#8220;Anak-anak Terang&#8221; (yaitu orang-orang Qumran) dengan &#8220;Anak-anak Kegelapan&#8221; (orang-orang Romawi?) yang akan terjadi pada &#8220;zaman akhir&#8221;, yang diyakini oleh orang-orang Qumran akan segera tiba.</p>
<p>Ketujuh gulungan pertama tersebut baru merupakan suatu awal. Lebih dari 600 gulungan dan ribuan fragmen (bagian dari kitab/gulungan, penerjemah) telah ditemukan di dalam kesebelas gua di daerah Qumran. Fragmen dari setiap kitab di Alkitab kecuali kitab Ester telah ditemukan, selain teks-teks non-Alkitab lainnya.</p>
<p>Salah satu penemuan paling menarik adalah sebuah gulungan tembaga yang harus dipotong sebelum dapat dibuka dan mengandung daftar 60 harta karun yang terletak di berbagai lokasi di Yudea (namun satupun belum pernah ada yang ditemukan)! Gulungan lainnya, yang ditemukan oleh para arkeolog Israel pada ta548 1967 di bawah lantai sebuah penjual barang antik di Betlehem, menjelaskan secara detil pandangan komunitas tersebut tentang tata ibadah Bait Suci yang rumit. Gulungan ini diberi nama &#8220;Gulungan Bait Suci.&#8221;</p>
<p>Isi gulungan-gulungan Laut Mati memberi indikasi bahwa para penulisnya adalah sekelompok imam dan orang awam yang mengejar kehidupan komunal dengan dedikasi penuh kepada Allah. Pemimpin mereka disebut &#8220;Guru Kebenaran&#8221;. Mereka memandang diri mereka sebagai satu-satunya Israel yang benar &#8211; hanya mereka yang setia kepada Hukum Allah.</p>
<p>Mereka menentang &#8220;Imam Jahat&#8221; &#8211; Imam Besar Yahudi di Yerusalem yang merepresentasikan kemapanan dan dengan berbagai cara telah menganiaya mereka. Imam jahat ini mungkin adalah salah satu pemimpin Makabe yang secara tidak sah telah mengangkat diri sebagai imam besar antara tahun 150-140 sM. Sebagian besar ahli mengidentifikasikan persekutuan Qumran dengan orang-orang Esseni, suatu sekte Yahudi pada zaman Yesus sebagaimana digambarkan oleh Josephus dan Philo.</p>
<p>Seperti apapun orang-orang Qumran, tulisan mereka memberikan kita gambaran latar belakang yang mengagumkan tentang salah satu aspek dunia religius yang didatangi Yesus. Sebagian ahli mencoba menarik kesejajaran antara tokoh-tokoh di dalam gulungan tersebut dengan Yohanes Pembaptis atau Yesus, namun penelitian objektif terhadap kesejajaran semacam itu menunjukkan bahwa perbedaannya jauh lebih besar daripada kemiripannya. Setiap hubungan antara Yesus dengan Qumran bersifat spekulatif dan sangat tidak mungkin. Pandangan bahwa Yohanes Pembaptis mungkin menghabiskan sebagian waktunya dengan komunitas Qumran mungkin saja karena kitab-kitab Injil menceritakan bahwa ia menghabiskan banyak waktu di padang gurun dekat dengan daerah dimana komunitas Qumran berada (Matius 3:1-3; Markus 1:4, Lukas 1:80; 3:2-3). Namun demikian, berita yang dibawa Yohanes sangat berbeda dengan konsep yang dikembangkan oleh persekutuan Qumran. Satu-satunya titik kesamaan adalah keduanya mengajarkan bahwa &#8220;Kerajaan Allah&#8221; sedang datang.</p>
<p>Salah satu sumbangan penting Gulungan-gulungan Laut Mati adalah banyaknya naskah Alkitab yang ditemukan. Sebelum penemuan Qumran, naskah Perjanjian Lama yang tertua disalin pada abad ke-9 dan 10 Masehi oleh sekelompok penyalin Yahudi yang disebut kaum Masoret. Sekarang kita memiliki naskah-naskah yang berumur 1000 tahun lebih tua dari sebelumnya. Kenyataan yang mengagumkan adalah bahwa naskah-naskah ini hampir identik! Inilah contoh nyata akan perhatian sungguh-sungguh yang diberikan oleh para penyalin Yahudi selama berabad-abad dalam usahanya menyalin Alkitab secara akurat. Kita dapat yakin bahwa Perjanjian Lama benar-benar menggambarkan kata-kata yang diberikan kepada Musa, Daud dan para nabi.</p>
<p><strong>DOKTRIN GULUNGAN LAUT MATI</strong></p>
<p>Orang-orang Qumran sungguh-sungguh percaya kepada doktrin &#8220;zaman akhir&#8221;. Mereka lari ke padang gurun dan menyiapkan diri untuk menghadapi penghakiman yang segera akan tiba ketika musuh-musuh mereka dihancurkan, dan mereka, umat pilihan Allah, akan diberikan kemenangan terakhir sesuai dengan ramalan para nabi. Hubungan dengan kejadian akhir zaman inilah yang memunculkan salah satu pengajaran paling menarik dari sekte ini. Pengharapan mesianis menyebar dalam pemikiran kelompok persekutuan ini. Bahkan bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya percaya akan tiga orang mesias &#8211; yang satu seorang nabi, yang kedua seorang imam dan yang ketiga seorang raja atau pangeran.</p>
<p>Dalam dokumen yang disebut &#8220;Manual Disiplin&#8221; atau &#8220;Aturan Komunitas&#8221;, dijelaskan bahwa orang beriman harus terus hidup mengikuti aturan &#8220;sampai datangnya seorang nabi dan seorang yang diurapi [mesias] dari garis Harun dan Israel&#8221; (kolom 9, baris 11). Ketiga tokoh ini akan muncul untuk menuntun memasuki zaman yang sedang disiapkan oleh komunitas tersebut.</p>
<p>Dalam dokumen lainnya yang ditemukan di Gua Empat dan dinamakan &#8220;Testimonia&#8221;, sejumlah ayat Perjanjian Lama dituliskan sebagai basis pengharapan mesianis mereka. Yang pertama adalah kutipan dari Ulangan 18:18-19 dimana Allah berkata kepada Musa:&#8221;seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini.&#8221; Berikutnya adalah kutipan dari Bilangan 24:15-17, dimana Bileam meramalkan munculnya seorang pangeran penguasa: &#8220;bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab&#8221; dsb. Yang ketiga adalah berkat yang diucapkan oleh Musa kepada suku Lewi (suku imam) di Ulangan 33:8-11. Cara bagaimana ketiga kutipan ini disatukan menandakan bahwa penulisnya melihat kedepan kepada bangkitnya seorang nabi besar, pangeran besar dan imam besar.</p>
<p>Ada tiga orang di dalam tulisan Perjanjian Lama yang diacu sebagai &#8220;orang yang diurapi&#8221; &#8211; nabi, imam dan raja (lihatlah Kel 29:29; 1 Sam 16:13, 24:6, 1Raj 19:16, Mazmur 105:15). Masing-masing dikuduskan bagi pekerjaannya oleh urapan minyak. Kata Ibrani &#8220;yang diurapi&#8221; adalah meshiach, dan dari kata itu muncullah kata Mesias.</p>
<p>Kebenaran mengagumkan dari doktrin Perjanjian Baru tentang Mesias adalah bahwa masing-masing ketiga jabatan ini digenapi dalam pribadi dan karya Yesus dari Nazaret! Orang-orang tercengang ketika Ia memberi makan orang banyak dan berkata, &#8220;Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.&#8221; (Yoh 6:14; juga Yoh 7:40; Kis 3:22, 7:37). Yesus juga seorang imam, bukan menurut peraturan Lewi tetapi peraturan Melkisedek (Maz 110:4, Ibr 7), yang memberikan Diri-Nya sebagai korban dan berdiri untuk kita di hadapan Bapa-Nya (Ibr 9:24-26; 10:11-12). Juga, Yesus disebut sebagai Seseorang yang akan menerima &#8220;takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.&#8221; (Lukas 1:32-33). Ia akan diakui sebagai &#8220;Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.&#8221; (Wahyu 19:16).</p>
<p>Jadi, kita telah menemukan titik kontak yang menarik antara Qumran dan kekristenan &#8211; titik kontak yang juga merupakan titik pemisah. Komunitas Qumran dan orang-orang Kristen awal sepakat bahwa pada hari-hari penggenapan nubuat Perjanjian Lama akan muncul seorang nabi besar, imam besar dan raja besar. Namun ketiganya merupakan tokoh yang berbeda dalam pengharapan Qumran sedangkan Perjanjian Baru memandangnya menyatu dalam pribadi Yesus dari Nazaret.</p>
<p>Satu naskah lagi yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini memberikan latar belakang yang menarik atas pengharapan mesianis Perjanjian Baru. Naskah ini telah direkonstruksi dari 12 fragmen kecil, menghasilkan tidak lebih dari dua kolom tulisan; namun idenya dapat diketahui dari isinya yang singkat. Isinya adalah ramalan kelahiran seorang Anak Ajaib, yang barangkali diambil dari Yesaya 9:6-7: &#8220;Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita&amp; dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib.&#8221; Anak ini akan menunjukkan tanda-tanda khusus pada tubuh-Nya dan akan dikenal melalui kebijaksanaan dan kepandaiannya. Ia akan mampu mengetahui rahasia semua makhluk hidup dan Ia akan memulai suatu zaman baru yang sudah sejak lama dinantikan oleh orang-orang beriman.</p>
<p>Tidakkah mengejutkan bahwa segera setelah naskah ini disusun, seorang anak dilahirkan yang menggenapi pengharapan Israel dan memulai suatu zaman baru? Meskipun orang-orang Qumran keliru dalam detil-detil mesias mereka, namun mereka mengharapkan seseorang yang ciri-ciri umumnya diilustrasikan dengan luar biasa dalam hidup Yesus dari Nazaret, Anak Allah dan Mesias. Kita tidak tahu apakah sejumlah orang Kristen membawa pesan Yesus kepada komunitas di gurun ini. Kita hanya bisa berspekulasi bagaimana caranya mereka menanggapi Anak Ajaib yang dilahirkan di Bethlehem yang adalah Nabi, Imam dan Raja Israel.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/171/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/171/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=171&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/seberapa-pentingnyakah-naskah-naskah-laut-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjanjian Baru</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/perjanjian-baru/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/perjanjian-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/perjanjian-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Perjanjian Baru
      

Bagaimana dengan Perjanjian Baru umat Kristen, dalam bahasa apakah naskahnya ditulis? Untuk memahami hal itu ada baiknya kita melihat latar belakang bahasa yang dipergunakan di Palestina pada abad pertama dimana Perjanjian Baru ditulis. Kita sudah mengetahui bahwa sejak abad-5sM (zaman Ezra, Neh.8:9), bahasa Ibrani yang terdiri hanya huruf-huruf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=170&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Perjanjian Baru</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>Bagaimana dengan Perjanjian Baru umat Kristen, dalam bahasa apakah naskahnya ditulis? Untuk memahami hal itu ada baiknya kita melihat latar belakang bahasa yang dipergunakan di Palestina pada abad pertama dimana Perjanjian Baru ditulis. Kita sudah mengetahui bahwa sejak abad-5sM (zaman Ezra, Neh.8:9), bahasa Ibrani yang terdiri hanya huruf-huruf konsonan sudah tidak dimengerti oleh umumnya orang Yahudi, dan sebagai bahasa percakapan kemudian digantikan oleh bahasa Aram.</p>
<p>Alexander (abad-4sM) raja Yunani yang menguasai kawasan dari Yunani, Asyur, Media, Babilonia, sampai Mesir, menyebabkan pengaruh helenisasi menguasai Palestina pula, lebih-lebih dibawah wangsa Ptolomeus dan Seleucus pada abad-3-1sM helenisasi khususnya bahasa makin tertanam di Palestina sehingga kitab Tenakh Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani menjadi Septuaginta di Aleksandria (abad-3-2sM). Masa itu sebagian umat Yahudi sudah tidak lagi bisa berbicara bahasa Ibrani kecuali mereka yang menjadi ahli kitab yang bertugas di Bait Allah dalam salin-menyalin kitab suci.</p>
<p>Sekalipun helenisasi sejenak tertunda pada masa pemberontakan Makabe (170-160sM), helenisasi bahasa berjalan lancar, bahkan Josephus, sejarahwan Yahudi yang pro Romawi juga menulis buku-bukunya dalam bahasa Yunani. Helenisasi telah berjalan 4 abad ketika abad-1M diisi dengan kehadiran Yesus dan ditulisnya Perjanjian Baru. Kala itu bahasa Yunani dan Aram menjadi bahasa percakapan umum di Palestina (bilingual).</p>
<p>&#8220;Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi di pengadilan dan bahasa pergaulan sehari-hari, seperti yang terlihat dalam tulisan-tulisan di atas papirus, surat-surat cinta, tagihan, resep, mantera, esai, puisi, biografi, dan surat-surat dagang, semuanya tertulis dalam bahasa Yunani, bahkan tetap demikian hingga masa pendudukan Romawi. &#8230; bahasa Aram menggantikan bahasa Ibrani sebagai bahasa pergaulan di Palestina, dan Helenisme mendesak Yudaisme.&#8221; (Merril C. Tenney, Survey Perjanjian Baru, h.23-24, 29).</p>
<p>&#8220;Bahasa Yunani, secara meluas dimengerti di Palestina, terutama di ´Galilea wilayah bangsa-bangsa lain´ seperti yang disebut dalam Mat.4:15. &#8230; agar berhasil dalam perdagangan, penguasaan bilingual adalah keharusan. Bilingualisme memiliki akar historis pada abad-2sM ketika wangsa Seleukus melakukan kebijakan helenisasi penduduk Palestina. Sekalipun reaksi Makabe menunda sejenak proses helenisasi, tanpa bisa dicegah budaya dan bahasa Yunani meresapi Palestina.&#8221; (Bruce Metzger, The Language of the New Testament, dalam The Interpreter´s Bible, Vol.7, h.43).</p>
<p>Bahasa Aram sebagai bahasa ibu diiringi bahasa Yunani koine digunakan oleh Yesus dan para Rasul dalam pemberitaan Injilnya, dan bukan Tenakh Ibrani melainkan Septuaginta Yunanilah yang digunakan oleh umat pada saat awal kekristenan. Sebagian besar kutipan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru dikutip dari Septuaginta, sisanya dari berbagai naskah Ibrani.</p>
<p>&#8220;Septuaginta &#8230; Pada masa Kristus, kitab tersebut telah tersebar luas di antara para Perserakan di wilayah Timur Tengah dan menjadi Kitab Suci Jemaat Kristen yang mula-mula.&#8221; (Tenny, h.32).</p>
<p>&#8220;Septuaginta adalah Alkitab yang digunakan oleh Yesus dan para rasul. Sebagian besar kutipan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru dikutip langsung dari Septuaginta, sekalipun itu berbeda dengan teks Masoret.&#8221; (Norman Geisler, A General Introduction to the Bible, h.254).</p>
<p>&#8220;Yesus berbicara juga bahasa Yunani &#8230; tetapi bahasa ibu mereka saat itu adalah bahasa Aram.&#8221; (ME Duyverman, Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru, h.16).</p>
<p>Di Sinagoga di Nazaret, Yesus membaca kitab Yesaya dari Septuaginta (Luk.4:18-19):</p>
<p>&#8220;Bagian terbesar kutipan ini berasal dari teks Yes.61:1-2 dari LXX. Merawat orang-orang yang remuk hati, adalah bagian dari sumber peninggalan naskah Lukas yang terbaik, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas berasal dari teks LXX dari Yes.58:6.&#8221; (The Interpreters´ Bible, Vol.8,90-91).</p>
<p>Memang bahasa Aram secara umum dan di Perjanjian Baru kala itu disebut sebagai bahasa Ibrani, itu maksudnya adalah bahasa Aram. Bruce Metzger, profesor Perjanjian Baru dari Princeton, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat ini adalah bahasa mati. &#8230; Barangkali karena rasa bangga yang salah, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa &#8220;Ibrani.&#8221; &#8230; Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi Palestina pada waktu Yesus hidup adalah &#8220;Aram.&#8221; &#8230; Secara umum sesuai angkatannya Palestina, Yesus tidak diragukan berkata-kata dalam bahasa Aram seperti bahasa ibunya, tetapi menjadi orang Galilea ia juga menggunakan bahasa Yunani.&#8221; (The Language of the New Testament, dalam The Interpreter´s Bible, Vol.7, h.43,52).</p>
<p>Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, dibawah bayang-bayang Septuaginta yang menerjemahkan Yahweh/Adonai menjadi ´Kurios´ dan El/Elohim/Eloah dengan ´Theos.´ Bahasa Yunani yang populer adalah bahasa Yunani Koine (umum) dan bukan bahasa Yunani tinggi (Attic) yang digunakan dalam kesusasteraan Yunani klasik.</p>
<p>&#8220;Pada abad pertama, Yunani Koine, telah menjadi lingua franca di seluruh kerajaan Romawi.&#8221; (The Language of the New Testament, dalam The Interpreter´s Bible, Vol.7, h.44).</p>
<p>Kitab-kitab Perjanjian Baru menggunakan bahasa Yunani Koine yang bervariasi sesuai dengan kemampuan bahasa penulisnya, misalnya kitab Lukas, Kisah dan Yakobus bahasa Yunaninya bagus tetapi bahasa Yunani kitab Wahyu kurang baik tatabahasanya.</p>
<p>Ada tradisi yang ditulis oleh Eusibius dalam bukunya ´Sejarah Gereja´ bahwa Papias menulis bahwa &#8220;Matius menulis logia dalam bahasa Ibrani (Aramaik).&#8221; Beberapa teori diusahakan untuk menunjukkan bahwa ´logia´ itu adalah ´Injil,´ namun karena tidak ada bukti peninggalannya, umumnya ´logia´ itu dimengerti sebagai ´ucapan-ucapan Yesus´ (oracles). Bila diperhatikan bahwa Injil Matius banyak menggunakan sumber Injil Markus, maka kemungkinan besar Matius menulis Injilnya sebagai saksi mata dengan menggabungkannya dengan ´logia´ Aramnya dan Injil Markus.</p>
<p>&#8220;Umumnya para ahli Perjanjian Baru percaya bahwa bukti-bukti internal menunjukkan bahwa ke-empat Injil ditulis dalam bahasa Yunani, tetapi menggunakan bahan-bahan Aramaik, baik yang lisan maupun mungkin tulisan.&#8221; (The Language of the New Testament, dalam The Interpreter´s Bible, Vol.7, h.50).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan adanya naskah-naskah dalam bahasa Aram yang ditemukan? Naskah-naskah itu adalah fragmen Injil Siria (Peshita) dalam bahasa Aram.</p>
<p>&#8220;Umumnya para ahli meragukan kalau pernah ada ´Injil Aramaik´ yang asli. Manuskrip yang biasa dikemukakan hanya sekedar copy dari naskah Siria yang terkemudian, yang diterjemahkan dari bahasa Yunani.&#8221; (Alfred M. Perry, The Growth of the Gospels, dalam The Interpreter´s Bible, Vol.7, h.68).</p>
<p>Kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani pada sekitar tengah kedua abad-1M, dan pada abad-2M diterjemahkan ke dalam bahasa Aram Siria (Old Syraic) yang dikenal sebagai Alkitab Peshitta, dan juga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin Kuno (Old Latin).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/170/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/170/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=170&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/perjanjian-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Penulis Kitab Perjanjian Lama</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/para-penulis-kitab-perjanjian-lama/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/para-penulis-kitab-perjanjian-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/para-penulis-kitab-perjanjian-lama/</guid>
		<description><![CDATA[Para Penulis Kitab Perjanjian Lama
      

Jehovis, Elohis, Priestly, Deuteronomis dalam kerangka historis-kronologis:
Bagian 1.Tradisi Yahwis dan Elohis
 
 Exodus
Pembebasan dari perbudakan di Mesir, dan Exodus menuju Kanaan, Tanah Perjanjian adalah pengalaman penting bagi bangsa Israel. Peristiwa-peristiwa tersebut membuat bangsa Israel &#8220;menemukan&#8221; Tuhan sebagai pembebas dan penyelamat. 
 Kerajaan Jerusalem (Daud dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=169&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Para Penulis Kitab Perjanjian Lama</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><em>Jehovis, Elohis, Priestly, Deuteronomis dalam kerangka historis-kronologis:</em></strong></p>
<p><strong>Bagian 1.Tradisi Yahwis dan Elohis</strong></p>
<ul><strong> </strong></p>
<li><strong> Exodus</strong><br />
Pembebasan dari perbudakan di Mesir, dan Exodus menuju Kanaan, Tanah Perjanjian adalah pengalaman penting bagi bangsa Israel. Peristiwa-peristiwa tersebut membuat bangsa Israel &#8220;menemukan&#8221; Tuhan sebagai pembebas dan penyelamat.<strong> </strong></li>
<li><strong> Kerajaan Jerusalem (Daud dan Solomo)</strong><br />
Sekitar tahun 1000SM Daud menaklukkan Jerusalem, menjadikannya sebagai ibukota kerajaan, dan menyatukan suku-suku Israel di Utara dan Selatan. Salomo, anaknya, mengorganisasikan, melengkapi, dan menyempurnakan atribut kerajaan. Pada saat kekuasaan Salomo, bangsa Israel sudah memiliki tanah, raja, dan Bait Allah (tempat Tuhan menyatakan diri-Nya kepada manusia).<strong>a. Tradisi Yahwis [J]</strong><br />
Naskah yang berasal dari tradisi ini disebut naskah Yahwis karena menggunakan kata Yahweh (YHWH) untuk menyebut Tuhan. Dalam Alkitab bahasa Inggris kata Yahweh diterjemahkan sebagai LORD (huruf besar semua), dalam Alkitab bahasa Indonesia sebagai TUHAN (huruf besar semua). Yahweh dipercaya sebagai penulis hukum Israel. Pengucapannya tidak diketahui dengan pasti karena jarang disebut-sebut. YHWH biasanya diartikan &#8220;Adalah Dia&#8221;, atau sebagai kata pertama dari nama &#8220;yahwer-ser-yihweh&#8221; yang berarti &#8220;Dia yang menciptakan segala yang diciptakan&#8221;. Ini berarti penamaanNya sebagai Sang Pencipta. Yahwist berarti pengikut Tuhan. Seorang Yahwist percaya hanya Tuhan Maha Pencipta, pencipta segala termasuk diriNya sendiri, penentu nasib, penyelamat dan penghukum umat manusia. Tradisi Yahwist sangat monoteistik, percaya bahwa Tuhan hanyalah Yahweh dan tidak ada tuhan lain. Yahwist juga berarti para penulis atau sumber awal dari alKitab (PL). Sumber-sumber ini bermasa sekitar tahun 950 SM. Tulisan-tulisan bertradisi J, lazim dikenali dari ciri tulisan yang bergaya jelas dan indah, berkonsep anthropomorfisme, pandangan positif terhadap masyarakat agraris, pemerintahan dan sistem raja.</p>
<p><strong>b. Kitab-kitab</strong><br />
Sebagian Torah (dari tradisi Yahwis [J], yaitu Kej; Kel; dan Bil). Bagian yang paling mudah dikenali terdapat dalam Kisah Penciptaan, Kitab Kejadian Pasal 2 dan 3.</p>
<p><strong> </strong></li>
<li><strong> Kerajaan Israel (utara) (935~722 SM)</strong><strong>a. Latar belakang</strong>
<ul>
<li>Situasi geografis. Kerajaan Israel terletak di perbukitan Samaria, dan dataran Sharon dan Jezreel. Semula beribukota di Tirzah yang menghadap ke Jordan, lalu dipindahkan ke Samaria pada masa Raja Omri. Sejak saat itu Israel mempunyai hubungan yang lebih mudah dengan para pangeran Kanaan di bagian Utara (sekarang Libanon dan Siria).</li>
<li>Situasi ekonomi. Keadaan ekonomi relatif bagus, berkat hubungan internasional yang mudah dan perdagangan gading dan kayu hitam, tetapi tidak memberikan keadilan sosial (Am.3:12, 5:11, 6:4).</li>
<li>Situasi religi. Penduduk Israel banyak melakukan kontak dengan kaum Kanaan, Tyre, Sidon dan Damaskus, dibandingkan dengan penduduk Jehuda. Kepercayaan Kanaan sangat menarik bagi masyarakat agraris karena berpusat pada kekuasaan dewa-dewa bumi, Baal dan Astartes, yang dipercaya memberikan kesuburan pada tanah, dan kemakmuran bagi manusia. Penduduk Israel banyak yang mempraktekkan dua kepercayaan sekaligus, menyembah Baal dan Yahweh. Karena persaingannya dengan Jehuda, Yerobeam berupaya mencegah penduduk Israel beribadah ke Bait Allah, di Jerusalem (Jehuda), dengan membangun dua patung lembu di Dan dan Bethel (Raj.12:26), seperti pedestal untuk tabernakel.</li>
<li>Situasi politik. Israel bersistem monarki, melanjutkan cara yang diterapkan Daud dan Salomo. Penduduknya dari beberapa suku Jahudi. Para rajanya bukan dari keturunan Daud, mereka bahkan berasal dari kalangan yang tidak puas dengan Salomo yang terlalu berpihak pada sukunya sendiri (Jehuda). Para rajanya bukan jaminan kebersatuan rakyat seperti di Jehuda.</li>
<li>Situasi internasional. Dalam masa kerajaan Israel, pengaruh Mesir menyurut, sementara Asiria menguat.</li>
</ul>
<p><strong>b.Tradisi Elohis [E]</strong><br />
Dalam bahasa Ibrani, &#8216;Elohim&#8217; berarti &#8220;tuhan-tuhan&#8221;, bentuk jamak. Bentuk tunggalnya &#8216;El&#8217; dapat ditemukan di Kitab Ayub, berasal dari akar kata yang berarti &#8220;tuhan&#8221;. &#8216;El&#8217; dan &#8216;Elohim&#8217; ditemukan saling bergantian dalam PL. Walaupun kadang-kadang digunakan untuk menyebut &#8220;tuhan&#8221; (dengan &#8220;t&#8221; kecil), atau dewa, atau makhluk supranatural lainnya, biasanya &#8216;Elohim&#8217; dipakai untuk menyebut Tuhan bangsa Israel, yang punya nama &#8220;pribadi&#8221; Yahweh. Penggunaan bentuk jamak (Elohim) untuk menyebut Tuhan yang Esa bangsa Israel, biasa digunakan untuk mereflesikan keagunganNya yang jamak. Cerita atau tulisan dalam PL yang menggunakan &#8216;Elohim&#8217; untuk menyebut Tuhan, lazim disebut sebagai tulisan bertradisi &#8220;E&#8221;, atau &#8220;Elohist&#8221;. &#8220;Elohist&#8221; merujuk pada koleksi tradisi lisan yang menjadi sumber penulisan kitab Yahudi, dalam cerita-cerita jaman sebelum dan semasa Musa. Tradisi Elohist berasal dari kerajaan Utara, Israel, sehingga terutama berhubungan dengan cerita yang timbul atau beredar di bagian Utara. Salah satu contohnya adalah penggunaan kata &#8220;Horeb&#8221; untuk menyebut gunung yang suci dan &#8220;Amorites&#8221; untuk penduduk asli Kanaan. Berbeda dengan tradisi lain yang menyebut &#8220;Sinai&#8221; dan &#8220;Orang Kanaan&#8221;. Tradisi Elohist terutama bertema sejarah sakral, panggilan untuk Israel, kepergian dari Mesir, pengembaraan dalam gurun, dan tanah perjanjian. Dalam tradisi ini Musa disebut sebagai nabi besar dan pencipta hukum. Tradisi Elohist menekankan kepatuhan iman dan kepatuhan pada hukum yang disebut &#8220;takut akan Tuhan&#8221;.</p>
<p><strong>c. Kitab-kitab</strong><br />
Sebagian Torah (dari tradisi Elohis [E], yaitu Kej; Kel; dan Bil); Amos; Hosea<br />
<strong>Tradisi Jehovis, Deuteronomis, Priestly</strong></p>
<p><strong> </strong></li>
<li><strong> Kerajaan Jehuda (925~587 SM)</strong><strong>a. Latar belakang</strong>
<ul>
<li>Situasi geografis. Wilayah kekuasaan Jehuda lebih kecil dibandingkan Israel. Posisinya terjepit di antara Israel di Utara, Gurun Nejeb di Selatan, Dataran Sefelah yang diikuasai Kaum Filistin di Barat. Beribukota di Jerusalem, melanjutkan kerajaan Israel bersatu di bawah Daud dan Salomo.</li>
<li>Situasi ekonomi. Perekonomian Jehuda terutama berasal dari hasil pertanian dan beternak, terutama domba. Jehuda mempunyai hubungan dagang dengan Mesir dan Arabia.</li>
<li>Situasi politik. Jehuda bersistem monarki, melanjutkan cara yang diterapkan Daud dan Salomo. Penduduknya terdiri dari suku Jehuda. Para rajanya dari keturunan Daud, dan dianggap merupakan jaminan kebersatuan rakyat, tidak seperti di Israel.</li>
</ul>
<p><strong>b. Tradisi Jehovis [JE]</strong><br />
Setelah jatuhnya Samaria, sebagian penduduk dan para imam kerajaan Israel mengungsi ke Selatan, Kerajaan Juheda, dengan membawa serta kekayaan tradisinya. Dalam masa akhir Jehuda, dilakukan penggabungan tradisi Yahwis [J] dari kerajaan Jehuda dengan Elohis [E] dari kerajaan Israel.</p>
<p><strong>c. Tradisi Deuteronomis [D]</strong><br />
Bertunas di kerajaan Israel di Utara, tetapi mencapai perkembangan puncaknya di wilayah kerajaan Jehuda, setelah jatuhnya Samaria.</p>
<p><strong>d. Kitab-kitab</strong><br />
Bagian dari Torah (bertradisi Deuteronomis [D]: Ulangan); Yosua; Hakim-hakim; 1 dan 2 Samuel; 1 dan 2 Raja-raja; Nahum; Zefanya; Habakuk; Yeremia; Yesaya-I (Yes.1-23, 28-33); Mikha; Sebagian Amsal (Ams.25-29, 22-24)</p>
<p><strong> </strong></li>
<li><strong> Pembuangan Babilonia (587~538)</strong><br />
Pada tahun 597SM, Jerusalem ditaklukkan oleh Raja Nebukadnesar dari Babelonia. Saat itu ia memperlakukan Jehuda sebagai negara taklukan, beberapa orang diasingkan ke luar Jehuda (termasuk Yehezkiel), lalu menempatkan raja boneka. Sepuluh tahun kemudian, Bait Allah dihancurkan dan Jerusalem diruntuhkan. Pada tahun 587SM dimulailah Masa Pembuangan di Babelonia. Kehidupan selama sekitar setengah abad dalam pembuangan adalah tonggak penting perjalanan reigius bangsa Jahudi. Bersamaan dengan hancurnya Bait Allah dan berakhirnya Kerajaan Jehuda dengan jatuhnya Jerusalem, bangsa Jahudi kehilangan segala-galanya: Bait Allah, tanah, dan raja. Hidup dalam pembuangan di tanah asing, di bawah kekuasan bangsa asing, memberikan kesempatan perenungan, menafsirkan kembali kekayaan tradisi selama berabad-abad, dan menemukan makna baru yang sesuai dengan tantangan jamannya. Dalam masa ini dilakukan penyusunan kitab dari tradisi Priestly [P] yang sebelumnya telah berkembang secara lisan di masa kerajaan Jehuda.<strong>a. Tradisi Pendeta/ Priestly [P]</strong><br />
Bertunas di kerajaan Jehuda di Selatan, lalu mencapai perkembangan puncaknya dalam Masa Pembuangan Babelonia, setelah jatuhnya Jerusalem. Diikuti dengan masa setelah pembuangan.</p>
<p><strong>b. Kitab-kitab,</strong><br />
Bagian dari Torah (bertradisi Priestly [P]: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan); Yehezkiel; Yesaya-II (Yes.40-55); Ratapan. Bagian yang paling mudah dikenali terdapat dalam Kisah Penciptaan, Kitab Kejadian Pasal 1.</p>
<p><strong> </strong></li>
<li><strong> Di bawah Persia (587~333 SM)</strong><br />
Pada tahun 538, Raja Cyrius dari Persia membebaskan orang-orang Jahudi dari pembuangan di Babelonia. Secara bergelombang mereka kembali ke Tanah Palestina. Pengalaman selama masa pembuangan memperkaya kekayaan batin bangsa Israel. Tiga tradisi penulisan k607b (Yahwis dan Elohis yang telah menjadi Jehovis dari masa dua kerajaan, dan Priestly dari masa Pembuangan Babelonia) digabungkan dengan tradisi Deuteronomis [D] membentuk edisi final yang kemudian disebut lima kitab Torah. Hasil perenungan orang-orang bijak juga menghasilkan penulisan berbagai mahakarya seperti Kitab Ayub, Amsal, dan Tobit (d). Dalam masa kejayaan Persia, bahasa Aram (serumpun dengan bahasa Ibrani) menjadi bahasa internasional.<strong>a. Kitab-kitab</strong><br />
Edisi lengkap Torah (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan); 1 dan 2 Tawarikh; Ezra; Nehemia; Rut; Yunus; Amsal; Ayub; Awal pembukuan Mazmur; Hagai; Maleakhi; Zakharia-I; Obaja; Yesaya-III (Yes.56-66, 25-27, 34-35).</p>
<p><strong>b. Para Nabi</strong><br />
Hagai; Zakharia-1; Yesaya-III; Maleakhi; Obaja; Yoel; Ezra; Nehemia.</p>
<p><strong> </strong></li>
<li><strong> Di bawah Yunani (333~63 SM) dan Romawi (63 SM~Abad-7M)</strong><br />
Pada tahun 333, Iskandar Agung menaklukkan Timur Tengah, mengakhiri dominasi Persia untuk memulai dominasi kebudayaan Yunani. Pada tahun 167, Raja Antiochus IV melakukan pemaksaan terhadap bangsa Jahudi untuk meninggalkan adat dan kepercayaannya, beralih pada adat dan kepercayaan Yunani. Hal ini menimbulkan pemberontakan dan martir yang kemudian dikenal sebagai Epik Makabe. Peristiwa ini menimbulkan perenungan tentang akan datangnya akhir jaman, dan pengharapan akan campur tangan Tuhan dalam penyelamatan.<strong>a. Kitab-kitab [Catatan: d=deuterokanonika]</strong><br />
Pengkhotbah, Tobit (d), Kidung Agung, Sirakh (d), Yudit<br />
(d), Tambahan Ester (d), 1 dan 2 Makabe, Daniel, Barukh<br />
(d), Kebijaksanaan Salomo (d),</p>
<p><strong>b. Para Nabi</strong><br />
Zakharia-2</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/169/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/169/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=169&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/para-penulis-kitab-perjanjian-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandangan Alkitab terhadap Allah Tritunggal</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/pandangan-alkitab-terhadap-allah-tritunggal/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/pandangan-alkitab-terhadap-allah-tritunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/pandangan-alkitab-terhadap-allah-tritunggal/</guid>
		<description><![CDATA[Pandangan Alkitab terhadap Allah Tritunggal
      

Hal pertama yang perlu kita tegaskan adalah bahwa kita tidak menemukan istilah Allah Tritunggal di dalam Alkitab.
Karena itu, ada sebagian orang yang menolak pandangan Allah Tritunggal karena menurut mereka istilah itu tidak pernah ditemukan di dalam Alkitab, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=168&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Pandangan Alkitab terhadap Allah Tritunggal</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>Hal pertama yang perlu kita tegaskan adalah bahwa kita tidak menemukan istilah Allah Tritunggal di dalam Alkitab.</p>
<p>Karena itu, ada sebagian orang yang menolak pandangan Allah Tritunggal karena menurut mereka istilah itu tidak pernah ditemukan di dalam Alkitab, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Selanjutnya, mereka itu menyatakan bahwa ajaran Allah Tritunggal hanya merupakan ciptaan dari bapak-bapak Gereja mula-mula. Benarkah demikian? Jawabnya adalah, memang istilah Allah Tritunggal tidak ditemukan, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Jika kita melihat perkembangan doktrin Tritunggal tersebut, memang hal itu tidak terlihat secara jelas dinyatakan di dalam Perjanjian Lama. Umat Allah di dalam Perjanjian Lama malah terus menerus diperingatkan bahwa Ã¢â‚¬Å“Allah itu esaÃ¢â‚¬Â (Ulangan 6:4). Hukum Taurat pertama dari sepuluh Hukum Taurat menegaskan : Ã¢â‚¬Å“Jangan ada padamu allah lain di hadapanKuÃ¢â‚¬Â (Kel.20:3). Itulah sebabnya umat Allah di dalam Perjanjian Lama hanya beribadah kepada YHWH.</p>
<p>Namun demikian, kehadiran Yesus Kristus dan Roh Kudus di Perjanjian Baru membuat pemahamaman akan keesaan Allah tersebut perlu dipikirkan ulang. Siapakah Yesus Kristus? Siapakah Roh Kudus? Apakah Yesus manusia biasa, atau sekedar seorang nabi seperti nabi lainnya di dalam Perjanjian Lama? Penulis-penulis Perjanjian Baru memberi pengajaran bahwa Yesus dan Roh Kudus adalah pribadi Allah juga. Sekalipun terjadi pro-kontra di dalam gereja mula-mula tentang pribadi Yesus, namun akhirnya, pada tahun 325 hal itu dapat diselesaikan melalui sidang &#8220;oikumene&#8221; (konsili) pertama di Necea bahwa Yesus adalah Allah. Pengakuan bahwa Yesua adalah Allah diteguhkan dalam konsili-konsili selanjutnya, seperti Konsili Efesus (431), Chalcedon (451). Demikian juga keAllahan Roh Kudus diteguhkan melalui Konsili kedua di Konstantinopel pada tahun 381. Jika d emikian halnya, apakah Alkitab mengajarkan adanya tiga Allah? Tentu saja tidak, sebab sebagaimana kita lihat pada Hukum Taurat pertama, Allah menegaskan untuk tidak menyembah Allah lain di luar Dia. Pengakuan kepada Allah yang esa merupakan pengakuan mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar (Ulangan 6:4). Di dalam Injil Perjanjian Baru, kita juga menemukan penegasan akan keesaan Allah tersebut, baik oleh Tuhan Yesus (Yoh.10:30) maupun oleh rasul-rasul (1Tim.2:5). Dari pengajaran Alkitab tersebut, kita melihat bahwa di satu sisi Alkitab menegaskan keesaan Allah, tapi di sisi lain, kita menemukan adanya kejamakan di dalam keesaan tersebut. Dari kenyataan tersebut, bapak-bapak Gereja mencoba memahami dan menjelaskannya. Tentu saja, sebagaimana kita sebutkan di atas, ada pemahaman yang tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab, seperti Sabellianisme dan Arianisme dan ada juga yang sesuai dengan ajaran Alkitab, sebagaimana diajarkan oleh Athanasius.</p>
<p>Apakah adanya sifat kejamakan di dalam Allah yang esa tersebut hanya ditemui di dalam Perjanjian Baru? Sebenarnya, jika kita meneliti Perjanjian Lama, kita juga menemukan adanya unsur kejamakan tersebut. Kejamakan tersebut dapat ditemukan ketika kita membaca kalimat pertama Perjanjian Lama. Dalam Kej.1:1 kita membaca: Ã¢â‚¬Å“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumiÃ¢â‚¬Â. Di dalam bahasa aslinya (Ibrani) kalimat tersebut berbunyi: Be reshit bara Elohim et ha shamayim ve et ha aretzÃ¢â‚¬Â. Kata Ã¢â‚¬Å“ElohimÃ¢â‚¬Â menandakan jamak (bandingkan dengan Yes.6:2 di mana banyak mahluk surgawi (serafim) melayani Allah). Salah satu oknum dari Allah Tritunggal tersebut segera disebut secara eksplisit pada ayat 2: Ã¢â‚¬Å“Roh Allah melayang-layang di atas permukaan airÃ¢â‚¬Â. Selanjutnya, kita juga dapat menemukan kejamakan tersebut dalam kisah penciptaan manusia: Ã¢â‚¬Å“Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kitaÃ¢â‚¬Â ( (Kej.1:26). Lalu bagaimana dengan Perjanjian Baru? Ketiga oknum Tritunggal dinyatakan dengan sangat jelas. Misalnya, dalam kisah pembaptisan Yesus (Mark.1:9-11), kisah pengutusan pada saat Yesus memberikan amanat agung: Mat.28:19, pada saat khotbah perpisahan (Yoh.16:4-7), juga dalam memberi berkat (2 Kor.13:13).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/168/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/168/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=168&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/pandangan-alkitab-terhadap-allah-tritunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama Yahweh</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-yahweh/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-yahweh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-yahweh/</guid>
		<description><![CDATA[Nama Yahweh
      

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Akulah TUHAN (Yahweh). Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Keluaran 6:1-2)
Ayat-ayat di atas cukup kontroversial, soalnya di situ disebutkan kepada Musa bahwa kepada para leluhurnya belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=167&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Nama Yahweh</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><strong><br />
</strong></p>
<p>Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Akulah TUHAN (Yahweh). Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Keluaran 6:1-2)</p>
<p>Ayat-ayat di atas cukup kontroversial, soalnya di situ disebutkan kepada Musa bahwa kepada para leluhurnya belum dinyatakan nama Yahweh tetapi baru El (Shadday), padahal kita membaca dalam Alkitab bahwa di kitab Kejadian, para leluhur pun ditulis sudah mengenal nama Yahweh (Dalam Alkitab terbitan LAI diterjemahkan TUHAN, atau LORD dalam Alkitab Inggeris).</p>
<p>Memang bila kita membaca teks terjemahan sekarang terbaca bahwa dalam kitab Kejadian nama Yahweh sudah ditulis sebelum Keluaran, namun bila begitu timbul masalah bahwa kenyataan itu bertentangan dengan ayat Keluaran 6:2 dalam kutipan di atas. Pemuja nama Yahweh mencoba memberikan penerjemahan baru yang berusaha membuka peluang pada penerjemahan Kel.6:1-2 sehingga bisa sesuai dengan data-data Kejadian dimana nama Yahweh sebelum Musa sudah dikenal oleh para leluhur (misalnya dalam terjemahan Hebraic Roots Version yang banyak mempengaruhi Pemuja Nama Yahweh). Penerjemahan ulang ayat-ayat itu tidaklah mudah dan terkesan dicari-cari, lebih bersifat eisegese (memasukkan penafsiran kedalam Alkitab) daripada exegese (menggali Alkitab), dan kalau sebelum Musa sudah dikenal nama itu tentu Musa tidak akan bertanya lagi kepada Allah (Kel.3:13). Tetapi kalau belum bagaimana menjelaskan nama Yahweh dalam kitab Kejadian?</p>
<p>Bila kita mempelajari sifat-sifat Tuhan El dan Yahweh , sekalipun keduanya memiliki teologi sama, dapat dilihat bahwa ada sifat baru yang ditunjukkan nama Yahweh, yaitu sebagai Tuhan yang menyelamatkan/membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir yang dikenal sebagai Keluaran, ini menunjukkan bahwa nama itu baru dikenal bangsa Israel melalui Musa. Tuhan Yahweh adalah khas Israel, Tuhan yang dinamis, yang memberikan keteguhan iman bagi Israel dan yang menyatukan mereka menghadapi penindasan perbudakan di Mesir. Tuhan yang menyatakan diri dengan nama baru khas padang gurun Sinai itu bisa kita lihat petunjuknya di banyak kitab lain dalam Alkitab Perjanjian Lama (Tanakh) yang tidak bergantung satu dengan lainnya (a.l. Hos.2;13:4; Yes.43:3; Yer.2:1 dst; Yeh.20; Am.2:10 dst; 5:25; dan yang juga dinyanyikan penyair-penyair kuno Israel yang menyanyikan nyanyian kemenangan seperti dalam Hak.5 dan Mzm.68:8 dst.).</p>
<p>Tetapi, kalau memang Yahweh adalah nama yang baru diberikan dalam keluaran bangsa Israel dari Mesir yang dinyatakan kepada Musa, bagaimana dengan ayat-ayat yang mengandung nama Yahweh dalam kitab Kejadian? Kelihatannya dalam proses penulisan dan penyalinan ada usaha intervensi teologis kaum Yahwis untuk mengubah nama El dalam sumber Kejadian dengan nama yang baru diperkenalkan itu, dimana kemudian nama Yahweh tidak sekedar disebut secara eksklusif sebagai Tuhan Israel tetapi diperpanjang sampai ke ayat Kejadian dan disebut bahwa Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN (Kej.4:26. Enos artinya manusia) untuk menunjukkan bahwa Yahweh juga Tuhan umat manusia. Bahkan keberadaan nama Yahweh itu kemudian dikaitkan dengan Penciptaan langit dan bumi (Kej.2:4-7), dan kemudian menghiasi banyak halaman kitab Kejadian (Kitab Pentateuch menurut tradisi ditulis oleh Musa yang sudah dikenalkan nama Yahweh).</p>
<p>Yahwis mempunyai pandangan lain. Menurutnya, Yahweh adalah Allah seluruh umat manusia sejak awal kejadian dunia, dan ibadat kepada Yahweh didirikan oleh Enos, sebagai wakil umat manusia pada zaman awal sekali (Kej.4:26). Pandangan yang demikian tidak sesuai dengan kepercayaan bahwa Yahweh baru bertemu dengan israel di padang gurun. Tampaknya, pandangan Yahwis itu merupakan pandangan teologis dan bukan ingatan historis. Pandangan teologis ini sesuai dengan cara pemikirannya, yaitu bahwa penyataan yahweh bersifat universal dan berlaku untuk seluruh dunia. (Th. C. Vriezen, Agama Israel Kuno, h.125).</p>
<p>Petunjuk lain bahwa Tuhan dengan nama Yahweh belum dikenal di kitab Kejadian bisa dilihat dari fakta bahwa selama berada di Kanaan, para leluhur dengan Tuhan mereka yang bernama El rukun-rukun saja berdampingan dengan orang Kanani (yang menyembah Baal), padahal sesudah Keluaran generasi Israel secara tegas dan fanatik dengan pimpinan Tuhan Yahweh membumi hanguskan orang-orang Kanani tanpa ampun. Bahwa Abraham juga belum mengenal nama Yahweh bisa dilihat dari fakta bahwa ia memberi nama kepada anaknya dengan nama El bukan Yah ,yaitu Isma el (El telah melihat. Kej.16:11). EL Shadday memberi Yakub nama baru Isra el (Kej.32:28;35:9-12), ini menyebabkan Israel membuat mezbah yang dinamai El Elohe Yisrael (Kej.33:20) dan mendirikan tugu dan menamai tempat itu Bet El (Kej.35:15). Absennya nama yang mengandung nama Yah dalam kitab Kejadian yang banyak hadir sejak kitab Keluaran seperti Abi yah , Eli yah , dan Yesa yah , tetapi hanya nama-nama yang mengandung nama El seperti a.l. Bab El (gerbang El), Mehuya el &amp; Metusa el (Kej.4:18), dan Isra el (El yang bergumul. Kej.32:28), menunjukkan bahwa memang di masa kitab Kejadian kenyataannya yang disembah Yakub adalah El Elohe Yisrael (Kej.33:20) dan Ialah El Bet El (Kej.35:7).</p>
<p>Ujian iman Abraham (yang dirayakan Islam sebagai Idul Adha ) menunjukkan bahwa nama Yahweh tidak dikenal dalam jalur bangsa Arab keturunan Ismael, bahkan Hagar menamai Tuhannya El Roi (El yang melihat). Ini memperkuat bukti bahwa nama Yahweh belum dikenal pada saat Abraham dan baru sesudah Musa keturunan Ishak-Yakub-lah nama Yahweh dikenal dalam jalur bangsa Israel. Kenyataan ini menunjukkan indikasi bahwa nama Tuhan semula adalah El dan baru dalam masa Keluaran dinyatakan nama kedua Yahweh, namun sekalipun demikian nama El masih terus digunakan sebagai sinonim Yahweh sesudah Keluaran (Bil.23:4,8,19,22-23;Mzm.85:8-9;Yes.42:5). Yesus diberi dua nama yang mengandung kedua nama itu, yaitu Imanuel (El menyertai kita. Mat.1:23) dan Yesus (Yahweh adalah keselamatan. Mat.1:21).</p>
<p>Memang ada ayat yang dikemukakan pemuja nama Yahweh bahwa nama itu adalah nama Tuhan Israel satu-satu-nya (Yes.42:8; Kel.3:15), tetapi perlu diingat bahwa dari pembahasan di atas kita sudah melihat bahwa nama dalam Kel.3:15 baru disebutkan El sehingga Musa bertanya nama-Nya yang khas Israel (kata hayah memiliki berbagai variasi arti), namun perlu juga diingat bahwa sesudah Keluaran sampai kitab Yesaya pun nama El masih tetap digunakan sejajar dengan Yahweh (Yes.40:18;43:10-12;45:14). Sekalipun kelompok Yahwis berusaha mempertahankan Yahweh sebagai nama Tuhan satu-satunya dan tidak boleh diterjemahkan, perlu disadari bahwa Imam Besar Yahudi di Yerusalem Eliezer sendirlah yang mengutus 72 tua-tua Israel ke Alexandria untuk menerjemahkan Tanakh ke dalam bahasa Yunani (Septuaginta/LXX, abad-3sM), dimana nama Yahweh diterjemahkan Kurios dan El diterjemahkan Theos.</p>
<p>Selain Tanakh yang digunakan sebagai tulisan suci di Bait Allah, LXX-lah yang digunakan umat Yahudi secara umum termasuk di sinagoge. Yesus membaca LXX ketika berkotbah di sinagoge di Nazaret (Luk.4:16-19) dan bukan naskah Tanakh (bandingkan dengan teks Yes.61:1-2 (LAI) yang diterjemahkan dari teks Ibrani Masoret). Dalam Perjanjian Baru tidak ada ayat yang menunjukkan bahwa Allah Bapa di sorga melarang LXX, padahal Yesus dan para Rasulnya menggunakan Septuaginta. Roh Kudus menerjemahkan kotbah Petrus ke dalam bahasa-bahasa asing termasuk yang didengar orang Arab (Kis.2:8-11). Adanya fragmen LXX yang dikemukakan Saksi-Saksi Yehuwa dan dikutip pemuja nama Yahweh (a.l. Kitab Ulangan &amp; Zak.8:19-21 dan 8:23-9:4) justru menunjukkan rekayasa Yahwis yang mengganti nama Kurios dengan mencangkokkan nama tetragramaton yang terlihat dari perbedaan kepekatan tintanya, besarnya font, dan kata yang terpisah dari pola kalimat (huruf Ibrani ditulis dari kanan ke kiri sedang Yunani dari kiri ke kanan, ucapan Ibrani Pujilah Yah dalam Mzm.106:1 [LXX] tidak ditulis dalam aksara Ibrani tetapi dengan kata Yunani Allelouia ).</p>
<p>Kita harus menyadari bahwa Yesus dan orang Israel dalam percakapan sehari-hari tidak menggunakan bahasa Ibrani melainkan bahasa Aram dan Yunani, dan Alkitab PB ditulis dalam bahasa Yunani koine (umum). Kalau Alkitab LAI menyebut bahasa Ibrani (seperti di atas kayu salib), itu terjemahan kata yunani hebraisti (lidah Ibrani) atau hebraidi dialektos (dialek Ibrani), yang maksudnya bahasa Aram. Bahasa Ibrani bukan bahasa surgawi yang terus-menerus dipakai dan tidak berubah. Bahasa Ibrani mengalami perkembangan, yaitu sebagai: (1) Ibrani Kuno (abad-11 s/d 6sM) yang berasal dan masih berciri bahasa Kanaan dan Amorit; (2) Ibrani Kitab Suci (abad-6 s/d 3sM) yang hanya terdiri konsonan sehingga sulit dibaca dan pada masa pembuangan mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Aram (Neh.8:4,9); (3) Ibrani Miznah (abad-3sM s/d 6M) bahasa Ibrani Kitab Suci yang dipengaruhi bahasa Aram, dalam percakapan sehari-hari digunakan bahasa Aram dan Yunani; (4) Ibrani Para Rabi (Abad-7 s/d 18M) bahasa Ibrani tulisan dipengaruhi Arab mulai diberi tanda-tanda baca dan vokal; dan (5) Ibrani Modern (Sejak abad-18) sejalan bangkitnya Zionisme mulai dipergunakan sebagai 104asa percakapan (tahun 1948 baru dijadikan bahasa nasional Israel).</p>
<p>Pemuja nama Yahweh menganggap PB ditulis dalam bahasa Ibrani (seperti Hebraic Roots Version), ini bukan fakta sejarah melainkan harapan iman fanatisme Yudaisme karena bahasa Ibrani bahasa mati kala itu dan sudah beberapa abad sejak masa Ezra tidak dikenal umum. Josephus menulis bukunya Perang Yahudi dalam bahasa Aram (hebraisti). Memang Papias (160) menyebut bahwa Matius menulis logia dalam lidah Ibrani (hebraisti yang maksudnya bahasa Aram). Logia ini bukan Injil Matius sebab Injil Matius mengambil sebagian besar sumber Markus yang berbahasa Yunani dan banyak mengutip Septuaginta. Sumber ini mungkin digabung dengan logia Aram (ucapan/oracle Yesus) oleh Matius untuk menulis Injilnya dalam bahasa Yunani.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=167&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-yahweh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama Allah</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-allah/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Nama Allah
      Akulah Allah Yang Mahakuasa [El Shadday], hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. (Kejadian 17:1b)
Nama El/Elohim/Eloah (dalam dialek Arab = Allah/Ilah), adalah nama pertama Tuhan yang tercatat dalam kitab Kejadian sebelum nama Yahweh diperkenalkan kepada Musa dalam masa Keluaran (Kel.6:1-2). El digunakan sebagai nama diri dan juga sebagai sebutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=166&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Nama Allah</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content --><em>Akulah Allah Yang Mahakuasa [El Shadday], hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. (Kejadian 17:1b)</em></p>
<p>Nama El/Elohim/Eloah (dalam dialek Arab = Allah/Ilah), adalah nama pertama Tuhan yang tercatat dalam kitab Kejadian sebelum nama Yahweh diperkenalkan kepada Musa dalam masa Keluaran (Kel.6:1-2). El digunakan sebagai nama diri dan juga sebagai sebutan untuk Tuhan, dan sekalipun Elohim lebih banyak digunakan sebagai sebutan, kadang-kadang digunakan sebagai nama diri Tuhan yang bersifat jamak, Eloah adalah bentuk tunggal dari Elohim.</p>
<p>El (baca Eel) atau Il adalah nama Tuhan rumpun Semitik (keturunan Sem), yang dalam jalur Ibrani keturunan Arphaksad disebut El/Elohim/Eloah dan dalam jalur Aram dan Arab disebut dengan dialek Ila/Elah/Eloh/Aloh/Alaha/Ilah/Allah, dll. Bangsa Ibrani melalui jalur keturunan Sem Arphaksad Eber (dari nama ini disebut bangsa Ibrani) Peleg Abraham (melalui Sara) menyebut Il Semitik sebagai El/Elohim/Eloah, sedangkan melalui keturunan Sem Aram lahir bangsa Siria yang menyebutnya Elah/Eloh/Alaha . Bangsa Arab adalah keturunan Aram Yoktan (Anak Eber) Hagar (selir Abraham) Keturah (selir Abraham), menyebutnya dengan dialek mereka sebagai Ilah/Allah.</p>
<p>Tidak dapat disangkal bahwa bangsa Ibrani, Aram, dan Arab masih berpangkal pada El/Alaha/Allah dari Abraham/Ibrahim yang sama, sebagai Tuhan pencipta langit dan bumi yang menciptakan Adam, memanggil Nuh dan kemudian memanggil Abraham/Ibrahim yang disebut sebagai Bapa Orang Beriman (atau Bapa Monotheisme) yang dalam jalur Arab secara turun-temurun oleh kaum Hanif dirayakan sebagai Idul Adha. . Sebagai imbas perceraian bahasa di Babel (Kej.11) dan situasi lingkungan yang berbeda, nama Tuhan yang sama disebut dengan dialek berbeda-beda namun masih dalam rumpun semitik (Tuhan Il/El Semitik berbeda dengan sesembahan lain seperti Brahman, Tao, atau Anatta yang dipopulerkan sebagai Yang Satu dalam inklusifisme).</p>
<p>Namun, sekalipun ketiga agama Semitik Yahudi, Kristen dan Islam menyembah Tuhan El/Allah yang sama, itu tidak berarti bahwa semua pengajaran/aqidah ketiganya sama. Pengajaran/aqidah bisa berbeda karena kepercayaan ketiganya didasarkan tradisi dan kitab suci (yang dianggap masing-masing sebagai wahyu) berbeda mengenai El/Allah yang sama itu.</p>
<p>Pada jalur Ibrani, sebutan El pernah merosot ditujukan kepada berhala Anak Lembu (Kel.32:4/1Raj.12:28/Neh.9:18), namun Musa dan para Nabi meluruskan kembali kepada El Israel (El Elohe Yisrael, Kej.33:20;46:3). Orang-orang Arab yang percaya akan Il/El Semitik/Ibrani dan juga yang menganut Kristen menyebutnya Allah dalam dialeknya. Beberapa petunjuk penggunaan pada pra-Islam dapat dilihat bahwa sejak jauh sebelum masa Kristen sudah ada bagian kitab suci Tenakh dalam bahasa Aram (Sebagian kitab Ezra, Daniel, dan Yeremia ditulis dalam bahasa Aram, a.l. Dan.2:47;5:3 mengandung nama Elah ) dan terjemahan Peshitta (Alkitab bahasa Aram) ditulis pada abad-2. Di sini El ditulis Alaha (dibaca dalam berbagai dialek seperti Elah/Eloh/Aloh/Aloho).</p>
<p>Yesus tidak menggunakan bahasa Ibrani melainkan Yunani dan Aram, dan di atas kayu salib Ia memanggil Bapa dengan nama El/Elo yang adalah bahasa Aram (Mat.27:46;Mrk.15:34). Di kalangan bangsa Arab pengikut Yesus, penggunaan nama Allah sudah terjadi sejak awal kekristenan jauh sebelum masa jahiliah Arab dan kelahiran Islam. Pada Konsili Efesus (431) wilayah suku Arab Harits dipimpin uskup bernama Abd Allah. Inskripsi Zabad (512) diawali Bism al-Ilah (Dengan nama Allah) lengkap dengan tanda salib diikuti nama-nama Kristen, demikian juga Inskripsi Umm al-Jimmal (abad-6) menyebut Allahu ghafran (Allah yang mengampuni). Inskripsi Hurran al-Lajja (568) dan inskripsi lain pra Islam dari lingkungan Kristen menggunakan nama Allah pula.</p>
<p>Pada masa Islam lahir (abad-7), dalam Al-Quran nama Allah diakui oleh Muhammad digunakan bersama baik oleh umat Islam, Yahudi, Nasrani dan Kristen, seperti dalam ayat:</p>
<p>&#8220;(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah. Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.&#8221; (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40)</p>
<p>Dari kenyataan ini kita tahu bahwa nama Allah bukanlah kata Islam melainkan kata Arab sebab sudah digunakan sejak keturunan Semitik suku Arab yang menyebut El Semitik dalam dialek mereka, dan juga digunakan orang Arab yang beragama Yahudi dan Kristen jauh sebelum kehadiran masa jahiliah dan Islam. Ulil Absar Abdala dalam seminar LAI mengakui bahwa 70% data Al-Quran berasal dari tradisi agama Yahudi dan Kristen, ini berarti Islam menggunakan istilah Allah dari kedua sumber itu dan digabungkan dengan konsep Allah nenek moyang mereka penganut agama Hanif.</p>
<p>Di negara-negara berbahasa Arab, saat ini ada empat Alkitab bahasa Arab dan keempatnya menggunakan nama Allah , dan penggunaan nama Allah bersama-sama oleh umat Islam dan Kristen di negara-negara berbahasa Arab tidak pernah menjadi masalah. Di Kairo kota lama, ada gereja Al-Mu alaqqah dimana dipintunya ditulis kaligrafi Arab yang berbunyi Allah Mahabah (Allah itu kasih), dan dipintu lainnya Ra isu al-Hikmata Makhaafatu Ilah (Permulaan Hikmat Adalah Takut kepada Allah), dan dari situ ada sinagoga Ben Ezra dimana disebut bahwa dahulu di situ Rabbi Moshe Ben Ma imun menulis buku Al-Mishnah dan Dalilat el-Hairin dalam bahasa Ibrani dan Arab dimana El/Elohim diterjemahkan Allah.</p>
<p>Dalam jalur Arab yang percaya ajaran Il/El Semitik ini tidak dapat disangkal bahwa mereka menyebut dalam dialek mereka sendiri sebagai Allah terutama untuk menunjuk Allah dari Adam, Sem (semitik), Yoktan (anak Eber, Ibranik), dan Ibrahim (Abrahamik).</p>
<p>&#8220;Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah, sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno &#8230; Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafaÃ¯Â¿Â½ (tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail . (Glasse, Ensiklopedia Islam, h.50).</p>
<p>Sekalipun pada masa jahiliah pra-Islam dimana banyak berhala asing diimpor dan juga disebut sebagai Ilah/Allah (karena bisa bersifat nama diri/sebutan), sejarah menunjukkan bahwa sudah sejak masa Abraham di kalangan suku Arab ada penganut agama Hanif yang mempercayai Allah Ibrahim (ini dikenang terus menerus melalui tradisi Idul Adha) terutama suku-suku Ibrahimiyah dan Ismaeliyah yang tidak menganut agama Israel maupun Kristen. Iman Ibrahim ini tetap terjaga ditengah kemerosotan agama masa jahiliah dan kemudian diteguhkan kembali oleh Islam.</p>
<p>Agama Islam dibawa ke Indonesia oleh orang Sufi yang berbaur dengan pribumi sejak abad-13, dan baru pada abad-16 agama Kristen masuk. Setelah 4 abad banyak kata Arab terserap ke dalam bahasa Melayu dan kemudian Indonesia (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekarang ada 1495 kata Arab menjadi kosakata bahasa Indonesia termasuk kata Allah). Sejak Kitab Injil pertama dalam bahasa Melayu karya Corneliz van Ruyl (1629) sudah digunakan nama Allah untuk menyebut El PL dan Theos PB. Corneliz tahu bahwa di negara berbahasa Arab nama Allah digunakan baik oleh orang Kristen maupun Islam, dan karena nama Allah sudah diadopsi ke dalam bahasa Melayu dan kemudian Indonesia, maka penggunaan nama itu dalam terjemahan Alkitab justru tepat, karena bukan merupakan terjemahan nama El melainkan hanya dialek yang berbeda dari nama yang sama.</p>
<p>Robert Morey dalam buku Islamic Invasion, confronting the world s fastest religion (1992) menyebut nama Allah adalah nama dewa bulan bangsa Babil. Bukunya memuat Appendix Moon God dan menyebut bahwa bangsa Arab menyembah dewa bulan ini, sebagai buktinya ditunjukkan gambar bulan sabit diatas kubah mesjid (h.50,51,218). Ia menyebut Alkitab Arab ditulis pada abad-9 dan umat Kristen dipaksa penguasa Islam menulis nama Allah dalam Alkitab Arab (h.64). Sayang, Morey kurang terbuka wawasannya tentang sejarah penggunaan nama Allah sebelum masa Islam di kalangan orang Siria dan Arab, baik yang beragama Yahudi, maupun Kristen, dan juga penggunaannya dikalangan Arab Hanif pra-Islam, dan mungkin karena fobia akan Islam ia mengabaikan fakta bahwa dalam Al-Quran, Muhamad mengaku bahwa nama Allah dipakai bersama dengan umat Yahudi, Nasrani, dan Kristen (QS.22:40), tentu mereka menggunakannya lebih dahulu.</p>
<p>Mengenai moon god yang banyak gambar inskripsinya dalam buku Morey (h.211-218), tidak jelas apa hubungannya dengan nama Allah karena pada masa kemerosotan jahiliah sebelum hadir Islam, di kawasan Arab (kecuali kaum Hanif) memang terjadi adopsi berhala-berhala asing dimana moon god disembah sebagai hubal. Bukan hanya dewa bulan hubal tetapi pada masa jahiliah berhala lain juga disebut Allah, seperti dewa air, dewa kesuburan, Al-Atta, Al-Uzza, dll. Menuduh bulan sabit sebagai bukti penyembahan dewa bulan jelas keliru, sebab lambang itu baru muncul di Turki pada abad-15 ol602penguasa Otoman yang mengadopsinya dari Byzantium, karena disana bulan sabit merupakan tanda kemenangan karena kemunculannya yang tiba-tiba menyelamatkan Byzantium dari serangan mendadak musuh di malam gelap. Bagi Islam, bulan sabit (hilal) adalah petunjuk ritme waktu. Muhamad mengatakan:</p>
<p>Wahai bulan sabit yang indah dan bulan sabit petunjuk, keyakinanku teguh kepada Dia yang telah menciptakanmu. (Glasse, Ensiklopedia Islam, h.64).</p>
<p>Dari para pemuja nama Yahweh juga sering diajukan kutipan yang menyebut bahwa nama Allah adalah nama berhala bulan/air. Kita perlu mengajak mereka agar membaca dengan benar kutipan tersebut, sebab mereka mencomot kutipan itu dari konteks ceritanya. Bila kita mempelajari konteks bacaan sekitar kutipan tersebut kita akan mengetahui bahwa penulis menyebut bahwa pada masa jahiliah nama Allah merosot ditujukan kepada berhala yang diimpor dari negeri sekeliling, namun dalam konteksnya jelas pula bahwa kemudian Islam mengembalikan kemerosotan itu kembali kepada agama hanif yang tetap mempertahankan iman agama Ibrahim. Tidak ada ayat dalam Al-Quran yang menyebut nama Allah asalnya nama berhala bulan, air atau lainnya.</p>
<p>Mengkait-kaitkan berhala moon god Babel kuno dengan nama Allah, sama halnya dengan kalau mengkaitkan berhala anak lembu yang banyak dijumpai dalam inskripsi peninggalan Babel, Kanaan, dan Mesir kuno dengan nama Elohim dan Yahweh (Kel.32:4/1Raj.12:28/Neh.9:18).</p>
<p>Para pemuja nama Yahweh mengidap Yudaisme mania dan Islam fobia dan menuduh bahwa nama Allah adalah nama berhala bulan dan baik umat Islam maupun Kristen disebut menghujat Tuhan bila menyebut nama Allah. Beberapa hal sebaiknya direnungkan oleh mereka:</p>
<ul>
<li> Di negara-negara berbahasa Arab penggunaan nama Allah selama 15 abad untuk menyebut Tuhan Semitik secara bersama tidak pernah menjadi masalah, dan selama empat abad penggunaan bersama nama itu di Indonesia juga tidak menimbulkan masalah. Adanya fanatisme penggunaan nama Allah di kalangan Islam tertentu dan fanatisme nama Yahweh (yang anti Allah) di kalangan Kristen-Yudaik baru terjadi belakangan ini yang isu-nya justru dikobarkan oleh para pemuja nama Yahweh itu;</li>
<li> Orang Arab beragama Yahudi dan Kristen sudah lebih dari 20 abad menyebut El sebagai Allah dalam dialek mereka, selama 4 abad umat Kristen di Indonesia sudah menggunakan nama Allah pula, penerjemahan nama El dan Yahweh sudah terjadi sejak zaman Ezra. Tenakh diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani (Septuaginta) dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani (Koine), maka adalah sifat bidat (yang sempit) kalau beranggapan bahwa jutaan orang Arab Kristen selama dua milenium dan puluhan juta umat Kristen Indonesia selama empat abad tidak selamat karena mereka menyebut nama Allah ;</li>
<li> Dengan menuduh orang Islam dan Kristen yang menggunakan nama Allah sebagai menghujat , bukankah fakta sejarah telah menunjukkan bahwa label tuduhan itu justru seharusnya tertuju pada mereka sendiri karena menganggap Allah sebagai dewa bulan? Menyebut nama Allah dialek Arab sebagai dewa bulan merupakan fitnah karena didasarkan sentimen Yudaisme dan kekurang-tahuan, dan kutipan sepotong yang dicomot di luar konteks. Dapat dimaklumi kalau hal itu mendatangkan amarah kalangan Islam;</li>
<li> Dengan menekankan semangat ke akar Yahudi, tidakkah mereka sadar bahwa mereka telah terpedaya mengemban misi Yudaisme yang sarat semangat anti Arab, Islam dan Kristen? (Umumnya pemuja nama Yahweh menganut faham Modalisme). Semangat mana meresahkan umat beragama dan memicu kekurang-rukunan beragama di Indonesia;</li>
<li> Perlu direnungkan roh apa yang berada di dalam diri para pemuja nama Yahweh yang anti nama Allah itu, mengingat bahwa di satu sisi mereka sangat menekankan kekudusan nama Yahweh namun di sisi lain mereka begitu saja membajak karya terjemahan LAI (yang dikritiknya) dan memaksa mengganti nama-nama di dalamnya menjadi nama Ibrani. Bila umat Kristen mengemban misi memberitakan kabar sukacita Injil Kristus yang mendamaikan manusia dengan Allah Bapa, para pemuja nama Yahweh itu menaburkan fanatisme nama Yahweh dan menjalankan misi Yudaisme yang bersifat adu domba.</li>
</ul>
<p>Akhirnya, umat Kristen perlu mendoakan para pemuja nama Yahweh itu agar mereka mau belajar dan mengerti kebenaran sejarah, dan tidak terjebak fanatisme sempit karena kekurang tahuan, dan agar Roh Kudus sendiri menerangi dan menaungi mereka dengan kebenaran Allah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=166&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/nama-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>