<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://hkbp.wordpress.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	<description>Give The Best For GOD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hkbp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/742913894b0781f1638ee93983ee8ed7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Artikel</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hkbp.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu HKBP Taman Mini" />
		<item>
		<title>Memahami Makna Natal</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2008/01/07/memahami-makna-natal/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2008/01/07/memahami-makna-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2008/01/07/memahami-makna-natal/</guid>
		<description><![CDATA[Memahami Makna              Natal 



             Oleh
             Pdt. Mangapul Sagala

Seorang pernah mengatakan: “Christmas means a different thing for a  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=472&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><b><font face="Arial" size="4">Memahami Makna              Natal </font></b></p>
<p><a href="http://hkbp.wordpress.com/2008/01/07/memahami-makna-natal/pohon-terang-2/" rel="attachment wp-att-473" title="Pohon Terang"><img src="http://hkbp.files.wordpress.com/2008/01/merry_christmas_by_dimant1.jpg" alt="Pohon Terang" /></a><br />
<font face="Arial" size="2"><br />
</font></p>
<div align="center"><b><font face="Arial" size="2">             Oleh</font><br />
<font face="Arial" size="2">             <i>Pdt. Mangapul Sagala</i></font></b></div>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Seorang pernah mengatakan: “Christmas means a different thing for a              different person”. Natal memiliki makna yang berbeda untuk orang              yang berbeda. Saya kira pernyataan tersebut tidak dapat disangkal.<br />
Saya bersyukur pernah tinggal selama kira-kira sepuluh tahun di              Singapura, yaitu sebuah negara yang sangat sekuler. Dalam kurun              waktu tersebut, saya menyaksikan bagaimana negara tersebut              sedemikian meriah dan indah pada bulan Desember. Sejak akhir bulan              November, lagu-lagu Natal sudah terdengar, baik di hotel, restoran              dan pusat-pusat perbelanjaan. Suasananya memang sangat jauh berbeda              dari bulan-bulan sebelumnya.<br />
Namun apa artinya semua itu? Menurut pengamatan saya, Natal lebih              bernuansa business daripada kerohanian.<br />
Barangkali, untuk seorang anak kecil, Natal berarti hadiah, di mana              pada saat Natal, dia selalu mendapatkan barang baru, seperti baju              baru, sepatu baru. Tanpa semua itu, rasanya, Natal belum tiba. Hal              seperti itu juga yang menjadi pengalaman penulis di masa kecil.<br />
Bagi aktivis Gereja, barangkali Natal berarti melakukan berbagai              macam kesibukan, mulai dari menghias Gereja dengan berbagai dekorasi              yang indah dan asesoris yang mahal, termasuk menghias pohon terang.              Selain itu, ada juga kesibukan paduan suara, latihan drama, latihan              menari atau berbagai jenis aktivitas lainnya. Memang, dalam              kenyataannya, aktivitas anggota jemaat meningkat tajam selama              Desember.<br />
Namun, pertanyaan kritis dapat diberikan. Apakah tanpa semua itu,              Natal menjadi tidak sah? Apakah orang-orang yang sibuk, bahkan dapat              disebut super sibuk selama Natal telah menjamin adanya Natal yang              sejati?<br />
Dalam kenyataannya, tidak demikian. Ada cukup banyak orang yang              setelah sibuk dengan berbagai kegiatan Natal, selain mengalami              kelelahan, tidak mengalami apa-apa. Segera setelah Desember lewat              dan memasuki Januari, segala kesibukan tersebut berakhir,              simbol-simbol Natal, seperti pohon terang pun tidak lagi terlihat.<br />
Namun apa yang masih sisa? Barangkali, jawabnya bisa sangat              menyedihkan. Tidak ada yang tersisa. Hati kosong, tetap kosong dan              bahkan semakin kosong. Orang-orang yang berbuat dosa, tetap berbuat              dosa! Dalam kondisi demikian, Natal bukan saja menjadi tidak              bermakna, tapi bahkan sesat makna.</p>
<p>Natal Sesungguhnya<br />
Dalam kondisi seperti di atas, Gereja dan umat harus terus-menerus              waspada agar tidak terjerat kepada kegiatan dan rutinitas semata.              Untuk itu, Gereja harus melepaskan diri dari berbagai pengaruh dunia              yang negatif serta terus-menerus kembali kepada Alkitab. Dengan              demikian, umat dapat memahami makna Natal yang sesungguhnya.<br />
Alkitab dengan sangat jelas mewartakan adanya makna Natal yang              bersifat objektif. Maksudnya, melalui kelahiran Yesus Kristus di              hari Natal tersebut, sesuatu hal yang sangat penting dan mendasar              terjadi kepada manusia berdosa.<br />
“Karena Allah sedemikian mengasihi isi dunia ini, sehingga Ia telah              memberikan AnakNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya              kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”              (Yoh.3:16). Itulah kabar baik yang sangat penting dan mendasar              diwartakan di dalam Injil Yohanes. Dengan perkataan lain, manusia              yang seharusnya binasa karena dosa, beroleh pengampunan dan              keselamatan yang pasti.<br />
Sesungguhnya, keselamatan dan hidup kekal tersebut adalah suatu              anugerah yang sangat berharga yang tidak mungkin dapat dibeli dengan              uang atau dicapai dengan kemampuan manusia. Hidup kekal tersebut,              juga tidak dapat diberikan oleh agama dan keyakinan apapun.<br />
Namun, sangat disayangkan, sekalipun berita Alkitab tersebut sangat              jelas, dalam kenyataannya, banyak orang yang setelah merayakan Natal              tetap saja tidak memiliki keyakinan akan pengampuan dosa serta              kehidupan yang kekal.<br />
Hal itulah yang pernah disaksikan oleh seorang nenek yang telah              berusia lanjut. Ketika seorang pendeta bertanya ke mana jiwanya              setelah meninggal, dengan ringan nenek tersebut menjawab: “Tidak              tahu”.<br />
Kiranya hal seperti itu tidak terjadi kepada kita semua. Sebaliknya,              kita menunjukkan bahwa sesungguhnya segala kesibukan tersebut di              atas keluar sebagai ungkapan syukur karena telah mengalami karyaNya              yang sangat ajaib tersebut.<br />
Tidak saja demikian, kehidupan seluruh umat yang telah mengalami              keselamatan tersebut, harus terus-menerus diilhami oleh teladan              Yesus Kristus yang sedemikian sempurna. Keteladanan Yesus tersebut              sangat diperlukan dalam membangun masyarakat dan bangsa yang sedang              mengalami berbagai macam krisis kehidupan.<br />
Teladan seperti apa? Teladan Yesus yang hidup mengasihi, memang              sangat diperlukan dalam dunia yang penuh kebencian dan persaingan.              Teladan Yesus yang rela berkorban dan semangatNya memberi diri bagi              kebaikan sesama, merupakan hal lain yang sangat penting dan mendesak              untuk kita miliki, khususnya di dalam dunia yang semakin egois dan              tidak perduli kepada sesama.<br />
Akhirnya, teladan kesederhanaanNya, juga sangat diperlukan dalam              zaman yang sangat menonjolkan dan membanggakan kemewahan ini. Di              tengah-tengah gaya hidup yang semakin wah dan gemerlapan, ada satu              fakta dan realita yang penting untuk direnungkan: Tuhan dan              Juruselamat dunia, lahir di dalam palungan.<br />
Seorang rekan pernah memberikan sebuah pernyataan yang sangat              mengesankan: “Satu-satunya Pribadi yang dapat memilih tempat              kelahiranNya, memilih lahir di palungan”. Jika demikian, teladan              siapa yang sedang kita ikuti? n</p>
<p><i>Penulis adalah alumnus Trinity Theological College, Singapura,              sedang melayani di Persekutuan Kristen Antar-Universitas (Perkantas).</i></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/472/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/472/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=472&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2008/01/07/memahami-makna-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hkbp.files.wordpress.com/2008/01/merry_christmas_by_dimant1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pohon Terang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta Mulai Bersemi</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/04/ketika-cinta-mulai-bersemi/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/04/ketika-cinta-mulai-bersemi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 04:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/04/ketika-cinta-mulai-bersemi/</guid>
		<description><![CDATA[

Ketika Cinta Mulai Bersemi



 
Kidung Agung 4:7-15


I.

PENDAHULUAN
Kidung Agung 4 ini berisi pujian Salomo kepada Sulamit isterinya. Ini adalah puji-pujian suami terhadap istri atau pujian bagi orang yang sudah menikah. Orang tidak boleh memuji pada saat pacaran, tetapi justru setelah menikah. Romantisme itu bukan untuk pacaran tetapi justru untuk pernikahan, karena romantisme itu membutakan “mata“.
Cinta yang sehat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=383&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table border="0" width="100%" cellPadding="3" cellSpacing="0">
<tr>
<td width="100%" class="judul"><span class="bigtitle"><font color="#24249a"><strong>Ketika Cinta Mulai Bersemi</strong></font></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<p> </p>
<p align="center" style="text-align:center;">Kidung Agung 4:7-15</p>
<table border="0" width="98%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td width="2%" vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>I.</strong></span></td>
<td width="98%" vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kidung Agung 4 ini berisi pujian Salomo kepada Sulamit isterinya. Ini adalah puji-pujian suami terhadap istri atau pujian bagi orang yang sudah menikah. Orang tidak boleh memuji pada saat pacaran, tetapi justru setelah menikah. Romantisme itu bukan untuk pacaran tetapi justru untuk pernikahan, karena romantisme itu membutakan “mata“.</p>
<p style="text-align:justify;">Cinta yang sehat adalah seperti <em>“sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon“</em>. Libanon berada di sebelah utara Israel, dan gunung yang tertinggi di Libanon adalah gunung Hermon. Di bawah gunung Hermon ada suatu tempat yang dinamakan Banias atau dalam Alkitab disebut Kaisarea Filipi. Di kaki gunung Hermon tersebut ada sumber air tawar yang mengalir ke sungai Yordan. Dari sungai Yordan mengalir ke Danau Galilea dan dari danau Galilea mengalir lagi sampai ke Laut Mati. Jadi seluruh sumber air di Israel berasal dari gunung Hermon. Jadi yang mau digambarkan oleh Alkitab bahwa kalau cinta kita sehat, hidup kita pasti benar. Dan bukan hanya dalam hal pacaran, tetapi di dalam keluargapun kalau kita memberikan cinta yang sehat kepada anak-anak, maka anak-anak kita akan menjadi luar biasa. Karena cinta yang sehat itu seimbang antara mendidik, memuji, mendisiplinkan dan melakukan yang baik. Dan kalau kita memberikan cinta yang sehat kepada suami atau isteri, maka rumah tangga kita akan menjadi rumah tangga yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>II.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>PENYEBAB JATUH CINTA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang berkata bahwa “kalau saya sampai jatuh cinta, itu karena Tuhan“, karena Allah adalah kasih. Berarti kalau saya mencintai, itu datangnya dari Tuhan. Sampai titik tertentu, pemahaman tersebut benar. Tetapi menjadi tidak benar jika ada suami atau isteri yang jatuh cinta kepada orang lain. Bagaimana membedakan, cinta yang dari Tuhan atau tidak?</p>
<table border="0" width="98%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td width="2%" vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>1.</strong></span></td>
<td width="98%" vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Nature<br />
</strong>Manusia pada dasarnya bisa saja jatuh cinta. Tetapi tidak semua jatuh cinta berasal dari Tuhan.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>2. </strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Togetherness<br />
</strong>Orang bisa jatuh cinta apabila terus bersama-sama dalam waktu yang cukup lama.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>3.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Mindset<br />
</strong>Orang juga bisa jatuh cinta karena memang orang tersebut mudah jatuh cinta. Mungkin karena pernah ditolong atau juga karena menganggap orang itu baik sekali terhadapnya. Masalahnya adalah jika ada tiga orang yang baik terhadapnya, dia bisa saja jatuh cinta terhadap ketiga-tiganya.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>4.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Opinion<br />
</strong>Orang bisa jatuh cinta juga karena opini untuk menaikkan derajatnya. Misalnya dia orang yang susah, di dalam pemikirannya dia harus mencari pasangan yang kaya supaya dapat memperbaiki ekonominya.</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>III.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>JENIS-JENIS CINTA</strong></p>
<table border="0" width="98%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td width="2%" vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>1. </strong></span></td>
<td width="98%" vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta kagum<br />
</strong>Cinta ini termasuk cinta yang berbahaya karena orang yang biasanya mencintai karena kegum, akan cenderung menjadi orang yang mudah jatuh cinta. Misalnya jika seseorang ada masalah dengan pasangannya, kemudian dia bertemu dengan orang yang dapat memberikan solusi atas permasalahannya, maka akan timbul cinta karena kagum akan orang lain yang mungkin lebih pintar, lebih gagah, lebih lembut, lebih cantik, dll. Sebenarnya jenis ini bukanlah cinta tetapi hanya kagum saja. </td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>2.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta tertolong<br />
</strong>Jenis cinta tertolong ini artinya cinta yang timbul karena merasa tertolong. Banyak contoh kasus yang terjadi karena cinta yang tertolong ini misalnya seorang <em>boss</em> jatuh cinta (selingkuh) dengan sekretarisnya, atau yang lebih parah lagi, seorang majikan yang jatuh cinta dengan baby sitter atau pembantunya.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>3.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta butuh<br />
</strong>Jenis cinta ini maksudnya adalah cinta karena merasa membutuhkan/memerlukan. Contoh kasus misalnya seorang mahasiswa yang jatuh cinta dengan dosennya, dll. </td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>4.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta terhibur<br />
</strong>Artinya cinta yang timbul karena merasa terhibur.  Contoh kasusnya, pelawak yang mempunyai banyak isteri. Jadi orang-orang yang lucu, atau orang-orang yang biasanya bergerak dalam dunia hiburan. Yang menjadi masalahnya kebanyakan orang-orang yang lucu tersebut, bila sudah di rumah menjadi tidak lucu lagi.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>5.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta kasihan<br />
</strong>Jenis yang berikut ini adalah jatuh cinta karena kasihan. Ketika seorang merasa kasihan, ini berbahaya karena bisa mendatangkan cinta yang palsu <em>(false love).</em> Banyak orang menikah dengan dasar kasihan dan biasanya cinta seperti ini tidak akan lama bertahan karena lama-kelamaan, rasa kasihan itu akan hilang.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>6.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta cocok<br />
</strong>Cinta yang didasarkan pada banyaknya kecocokan. Misalnya sama-sama hobby makan atau hobby yang lain. Atau juga merasa cinta karena kalau bercakap-cakap bisa ”nyambung”. Masalah yang timbul kemudian adalah munculnya ketidak-cocokan setelah pernikahan.</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>7.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>Cinta sejati<br />
</strong>Yang paling tepat adalah cinta sejati. Yaitu cinta yang berasal dari Tuhan, sehingga membawa kita kepada pikiran yang terbuka. Cinta tidaklah buta, tetapi menyelidiki dan mempunyai kesabaran untuk menerima pasangan apa adanya. Cinta sejati bukan tanpa masalah tetapi menghadapi setiap masalah.</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><span style="text-align:justify;"><strong>IV.</strong></span></td>
<td vAlign="top">
<p style="text-align:justify;"><strong>PENUTUP</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cinta itu menjadikan kita “kebun yang tertutup“, artinya waktu kita sudah berkomitmen maka rumah tangga harus kita tutup dengan kesetiaan. Dan cinta juga menjadikan kita “sumber air hidup“ artinya cinta itu memberikan kehidupan. Masalah dapat kita hadapi dengan cinta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Refleksi :</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari awalnya Tuhan menciptakan cinta supaya saling mengasihi sehingga manusia membangun keluarga. Cinta sejati itu menerima apa adanya, Tuhan menerima kita apa adanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Doa :</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan, berilah cinta yang sejati kepada kami supaya kami dapat membentuk keluarga yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dan bagi kami yang sudah menikah, berilah kami kemampuan agar kami dapat memelihara api cinta dalam keluarga sehingga keluarga kami dapat berkenan dan dahsyat di dalam Tuhan</p>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/383/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/383/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=383&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/04/ketika-cinta-mulai-bersemi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adakah ……yang akan mendoakan kita ?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/adakah-%e2%80%a6%e2%80%a6yang-akan-mendoakan-kita/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/adakah-%e2%80%a6%e2%80%a6yang-akan-mendoakan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/adakah-%e2%80%a6%e2%80%a6yang-akan-mendoakan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Adakah ……yang akan mendoakan kita ? 
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. 
Malaikat memulai pembicaraan, &#8220;kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=35&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Adakah ……yang akan mendoakan kita ? </p>
<p>Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. </p>
<p>Malaikat memulai pembicaraan, &#8220;kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia! </p>
<p>&#8220;Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang &#8230; &#8221; kata si pengusaha ini dengan yakinnya. </p>
<p>Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, &#8220;apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit&#8221;. </p>
<p>Dengan lembut si Malaikat berkata, &#8220;anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu&#8221;. </p>
<p>Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layer besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka&#8221;. </p>
<p>Kata Malaikat, &#8220;aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu&#8221; Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, &#8221; Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.&#8221; dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat&#8221;. </p>
<p>Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya. </p>
<p>Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya, &#8220;apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?&#8221; </p>
<p>Jawab si Malaikat, &#8221; ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah&#8221;. </p>
<p>Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.  Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu. </p>
<p>Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, &#8220;anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00&#8243;. Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. </p>
<p>Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. </p>
<p>Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. </p>
<p>Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia. </p>
<p>Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain&#8230; sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.  </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=35&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/adakah-%e2%80%a6%e2%80%a6yang-akan-mendoakan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Cried For My Brother Six Times</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/i-cried-for-my-brother-six-times/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/i-cried-for-my-brother-six-times/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/i-cried-for-my-brother-six-times/</guid>
		<description><![CDATA[I Cried For My Brother Six Times
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=34&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>I Cried For My Brother Six Times</p>
<p>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.</p>
<p>&#8220;Siapa yang mencuri uang itu?&#8221; Beliau bertanya.</p>
<p>Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, &#8220;Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!&#8221;</p>
<p>Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.</p>
<p>Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, &#8220;Ayah, aku yang melakukannya!&#8221;</p>
<p>Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, &#8220;Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? &#8230; Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!&#8221;</p>
<p>Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.</p>
<p>Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, &#8220;Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.&#8221;</p>
<p>Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.</p>
<p>Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.</p>
<p>Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya merengut, &#8220;Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik&#8230;hasil yang begitu baik&#8230;&#8221;</p>
<p>Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, &#8220;Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?&#8221;</p>
<p>Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, &#8220;Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.&#8221;</p>
<p>Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.</p>
<p>&#8220;Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan, saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!&#8221;</p>
<p>Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.&#8221;</p>
<p>Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:</p>
<p>&#8220;Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.&#8221;</p>
<p>Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.</p>
<p>Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).</p>
<p>Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, &#8220;Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!&#8221;</p>
<p>Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?</p>
<p>Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, &#8220;Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab, tersenyum, &#8220;Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?&#8221;</p>
<p>Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, &#8220;Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, &#8220;Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.&#8221;</p>
<p>Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.</p>
<p>Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.</p>
<p>&#8220;Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!&#8221;</p>
<p>Tetapi katanya, sambil tersenyum, &#8220;Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..&#8221;</p>
<p>Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya.</p>
<p>&#8220;Apakah itu sakit?&#8221; Aku menanyakannya.</p>
<p>&#8220;Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan&#8230;&#8221;</p>
<p>Di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.</p>
<p>Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, &#8220;Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.&#8221;</p>
<p>Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.</p>
<p>Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.</p>
<p>Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, &#8220;Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?&#8221;</p>
<p>Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. &#8220;Pikirkan kakak ipar&#8211;ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan menjadi buah bibir orang?&#8221;</p>
<p>Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: &#8220;Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Mengapa membicarakan masa lalu?&#8221;</p>
<p>Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.</p>
<p>Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, &#8220;Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?&#8221;</p>
<p>Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, &#8220;Kakakku.&#8221;</p>
<p>Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.</p>
<p>&#8220;Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.&#8221;</p>
<p>Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.</p>
<p>Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, &#8220;Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih kepadanya adalah adikku.&#8221;</p>
<p>Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=34&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/i-cried-for-my-brother-six-times/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PIANO</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/piano/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/piano/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/piano/</guid>
		<description><![CDATA[PIANO
Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan  putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. 
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=33&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PIANO</p>
<p>Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan  putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. </p>
<p>Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. </p>
<p>Pada hari  pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.</p>
<p>Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang  ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih  terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. </p>
<p>Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star. </p>
<p>Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara  piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia  langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, &#8220;Teruslah bermain&#8221; dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. </p>
<p>Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat  indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano  tersebut. </p>
<p>Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan  meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, &#8220;Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!&#8221; Ia lupa  bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya,  mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna. </p>
<p>Apa  implikasinya dalam hidup kita ? </p>
<p>Kadang kita bangga akan segala rencana  hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita  lakukan. Tapi kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping  kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita,  sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar  kita. Semoga kita tidak pernah<br />
lupa bahwa ada Tuhan di samping kita. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=33&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/piano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya-2/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya-2/</guid>
		<description><![CDATA[Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=32&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya</p>
<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.</p>
<p>Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : &#8220;Makanlah nak, aku tidak lapar&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA</p>
<p>Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : &#8220;Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA</p>
<p>Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :&#8221;Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&#8221; Ibu tersenyum dan berkata :&#8221;Cepatlah tidur nak, aku tidak capek&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA</p>
<p>Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : &#8220;Minumlah nak, aku tidak haus!&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT</p>
<p>Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : &#8220;Saya tidak butuh cinta&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA</p>
<p>Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : &#8220;Saya punya duit&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM</p>
<p>Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku &#8220;Aku tidak terbiasa&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH</p>
<p>Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : &#8220;Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.</p>
<p>Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.</p>
<p>Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : &#8221; Terima kasih ibu ! &#8221; Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.<br />
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata &#8220;MENYESAL&#8221; di kemudian hari. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=32&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/mengapa-sulit-mengucap-syukur/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/mengapa-sulit-mengucap-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/mengapa-sulit-mengucap-syukur/</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, &#8221; Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=31&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?</p>
<p>Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, &#8221; Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima&#8221;. </p>
<p>Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. </p>
<p>Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, &#8220;Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya&#8221;. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Adabanyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi. </p>
<p>Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. &#8220;Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih&#8221;, kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. &#8220;Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?&#8221;, tanyaku. &#8220;Menyedihkan&#8221;, Malaikat-ku menghela napas. &#8221; Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih&#8221;. &#8220;Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?&#8221;, tanyaku. &#8220;Sederhana sekali&#8221;, jawab Malaikat. &#8220;Cukup berkata, &#8220;Terima kasih, Tuhan&#8221;. </p>
<p>&#8220;Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri&#8221;, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, &#8220;Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.&#8221; </p>
<p>&#8220;Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.&#8221; </p>
<p>&#8220;Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.&#8221; </p>
<p>Juga&#8230;. &#8220;Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan &#8230; engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.&#8221; </p>
<p>&#8220;Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia&#8221;. </p>
<p>&#8220;Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan &#8230; maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.&#8221; </p>
<p>&#8220;Jika engkau masih bisa mencintai &#8230; maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.&#8221; </p>
<p>&#8220;Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.&#8221; </p>
<p>&#8220;Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali&#8221;. </p>
<p>Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.  </p>
<p>&#8220;Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, &#8216;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .&#8221; </p>
<p>Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.<br />
&#8220;Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug&#8217;rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.&#8221; </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=31&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/mengapa-sulit-mengucap-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya/</guid>
		<description><![CDATA[Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=30&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya</p>
<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.</p>
<p>Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : &#8220;Makanlah nak, aku tidak lapar&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA</p>
<p>Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : &#8220;Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA</p>
<p>Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :&#8221;Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&#8221; Ibu tersenyum dan berkata :&#8221;Cepatlah tidur nak, aku tidak capek&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA</p>
<p>Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : &#8220;Minumlah nak, aku tidak haus!&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT</p>
<p>Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : &#8220;Saya tidak butuh cinta&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA</p>
<p>Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : &#8220;Saya punya duit&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM</p>
<p>Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku &#8220;Aku tidak terbiasa&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH</p>
<p>Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : &#8220;Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan&#8221; &#8212;&#8212;&#8212;-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.</p>
<p>Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.</p>
<p>Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : &#8221; Terima kasih ibu ! &#8221; Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.<br />
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata &#8220;MENYESAL&#8221; di kemudian hari. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=30&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Alergi Hidup</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/kisah-alergi-hidup/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/kisah-alergi-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 22:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/kisah-alergi-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Alergi Hidup
Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati&#8221;.
Sang Guru tersenyum : &#8220;Oh, kamu sakit&#8221;.
&#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati&#8221;.
Seolah-olah tidak mendengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=29&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kisah Alergi Hidup</p>
<p>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati&#8221;.</p>
<p>Sang Guru tersenyum : &#8220;Oh, kamu sakit&#8221;.</p>
<p>&#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati&#8221;.</p>
<p>Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : &#8220;Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama &#8220;Alergi Hidup&#8221;. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir<br />
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita&#8221;.</p>
<p>&#8220;Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku&#8221;, kata sang Guru.</p>
<p>&#8220;Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi&#8221;, pria itu menolak tawaran sang Guru.</p>
<p>&#8220;Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?&#8221;, tanya Guru.</p>
<p>&#8220;Ya, memang saya sudah bosan hidup&#8221;, jawab pria itu lagi.</p>
<p>&#8220;Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini&#8230; Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang&#8221;.</p>
<p>Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.</p>
<p>Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut &#8220;obat&#8221; oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. </p>
<p>Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, &#8220;Sayang, aku mencintaimu&#8221;. Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. </p>
<p>Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : &#8220;Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang&#8221;. </p>
<p>Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, &#8220;Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?&#8221; Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. </p>
<p>Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : &#8220;Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu&#8221;. Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : &#8220;Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami&#8221;.</p>
<p>Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?</p>
<p>Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : &#8220;Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan&#8221;.</p>
<p>Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah<br />
sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=29&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/kisah-alergi-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Power of Praise &amp; Worship</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/the-power-of-praise-worship-2/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/the-power-of-praise-worship-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 21:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/the-power-of-praise-worship-2/</guid>
		<description><![CDATA[The Power of Praise &#38; Worship
By Dr. Dale A. Robbins.
Acts 16:23-26 “And when they had laid many stripes upon them, they cast them into prison, charging the jailor to keep them safely:
(24) Who, having received such a charge, thrust them into the inner prison, and made their feet fast in the stocks.
(25) And at midnight [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=15&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>The Power of Praise &amp; Worship</p>
<p>By Dr. Dale A. Robbins.</p>
<p>Acts 16:23-26 “And when they had laid many stripes upon them, they cast them into prison, charging the jailor to keep them safely:<br />
(24) Who, having received such a charge, thrust them into the inner prison, and made their feet fast in the stocks.<br />
(25) And at midnight Paul and Silas prayed, and sang praises unto God: and the prisoners heard them.<br />
(26) And suddenly there was a great earthquake, so that the foundations of the prison were shaken: and immediately all the doors were opened, and every one’s bands were loosed.”</p>
<p>This Bible story begins the unjust arrest of Paul and Silas. Because they had cast a spirit of divination out of a girl, the local Philippian authorities beat them and then threw them into a jail cell. Besides the trauma of the severe beating, they were fastened in stocks which clamped their arms and legs in an immobile position, causing cramps and loss of circulation. The atmosphere there was depressing. According to the standards of that day, a prison was more like the resemblance of a dungeon. A dark, damp, stench-ridden place, with no facility for waste or comforts of any kind.</p>
<p>Yet, in spite of the throbbing pain in their bodies and the disheartening atmosphere, at midnight Paul and Silas were heard praying and singing praises to God! What a strange sound this must have been to the other prisoners, who were used to only hearing the groans or cursings of those who had been beaten.</p>
<p>Then suddenly, there was an earthquake that shook the prison! The doors flung open, and amazingly, the bonds of Paul, Silas, and every other prisoner were released! What caused this mighty discharge of power?</p>
<p>Praise Elevates us into God’s Presence and Power</p>
<p>Paul and Silas knew the secret of how to lift their hearts above their troubles and enter into God’s presence and power. Through praise and worship their hearts were raised into the joyous presence and peace of God, and provided God a channel for his power to operate in their circumstances.</p>
<p>The Bible says that God inhabits in the praises of His people (Psalms 22:3). In other words, God “dwells” in the atmosphere of His praise. This means that praise is not merely a reaction from coming into His presence &#8211; Praise is a vehicle of faith which brings us into the presence and power of God! Praise and worship is the “gate-pass” which allows us to enter the sacredness of His glory. The psalmist writes, “Enter into his gates with thanksgiving, and into his courts with praise: be thankful unto him, and bless his name” (Psalms 100:4).</p>
<p>This corresponds with Jesus’ teaching, that His presence will inhabit the gathering of believers who congregate in His name: “For where two or three are gathered together in my name, there am I in the midst of them” (Matthew 18:20). A “gathering in His name” means that Jesus must be the focus, the center of the assemblage. He must be the one preached about, sung about — the one praised and worshiped. “I will declare thy name unto my brethren, in the midst of the church will I sing praise unto thee” (Hebrews 2:12). Consequently, Christ’s presence, along with His virtue and anointing, is manifested in this type of gathering.</p>
<p>Have you ever noticed when “gifts of the Spirit” operate in a church service? The power and anointing of the Holy Spirit usually becomes evident, subsequent to a time of worship and praise. Some think that worship is a response after the Holy Spirit moves upon them. However, it’s the other way around. God’s presence responds when we move upon Him with worship! Lifting up Jesus Christ through praise and worship invokes the Lord’s presence and power to flow in our midst.</p>
<p>What is Praise?</p>
<p>Praise means “to commend, to applaud or magnify.” For the Christian, praise to God is an expression of worship, lifting-up and glorifying the Lord. It is an expression of humbling ourselves and centering our attention upon the Lord with heart-felt expressions of love, adoration and thanksgiving. High praises bring our spirit into a pinnacle of fellowship and intimacy between ourselves and God — it magnifies our awareness of our spiritual union with the most high God. Praise transports us into the realm of the supernatural and into the power of God. “Blessed is the people that know the joyful sound: they shall walk, O LORD, in the light of thy countenance” (Psalms 89:15).</p>
<p>There are many actions involved with praise to God — verbal expressions of adoration and thanksgiving, singing, playing instruments, shouting, dancing, lifting or clapping our hands. But true praise is not “merely” going through these motions. Jesus spoke about the hypocrisy of the pharisees, whose worship was only an outward show and not from the heart. “This people draweth nigh unto me with their mouth, and honoureth me with their lips; but their heart is far from me” (Matthew 15:8). Genuine praise to God is a matter of humility and sincere devotion to the Lord from within.</p>
<p>Unpretentious praise and worship pleases the Lord. He delights in the love and devotion of His children. According to the scriptures, the various expressions of praise bring blessing to the Lord. He eagerly awaits the fragrance of our affections, desiring to manifest His sweet presence and power in our midst. “…the true worshipers shall worship the Father in spirit and in truth: for the Father seeketh such to worship him” (John 4:23).</p>
<p>Praise to God is a Lifestyle</p>
<p>All too often, praise to God is something that many people leave at church, an event that happens only when they come together with other Christians. However, praise should be a part of a believers lifestyle, inter-mingled as a part of their daily prayer-life. At work, in the car, at home in bed, or anywhere; praise to the Lord brings the refreshing of the Lord’s presence, along with His power and anointing. “…I will bless the LORD at all times: his praise shall continually be in my mouth” (Psalms 34:1).</p>
<p>Praise is an expression of faith, and a declaration of victory! It declares that we believe God is with us and is in control of the outcome of all our circumstances (Romans 8:28). Praise is a “sacrifice,” something that we offer to God sacrificially, not just because we feel like it, but because we believe in Him and wish to please Him. “By him therefore let us offer the sacrifice of praise to God continually, that is, the fruit of our lips giving thanks to his name” (Hebrews 13:15).</p>
<p>Praise Sends the Enemy Running</p>
<p>Since praise manifests God’s presence, we also realize that praise repels the presence of the enemy, Satan. An atmosphere which is filled with sincere worship and praise to God by humble and contrite hearts is disgusting to the Devil. He fears the power in the name of Jesus, and flees from the Lord’s habitation in praise. “Whoso offereth praise glorifieth me: and to him that ordereth his conversation aright will I show the salvation of God” (Psalms 50:23).</p>
<p>When the children of Judah found themselves outnumbered by the hostile armies of Ammon, Moab, and mount Seir, King Jehoshophat and all the people sought the Lord for His help. The Lord assured the people that this would be His battle. He told them to go out against them, and He would do the fighting for them. So what did the children of Judah do? Being the people of “praise” (Judah actually means Praise), and knowing that God manifests His power through praise, they sent their army against their enemies, led by the praisers!</p>
<p>So on they went, ahead of the army declaring, “Praise the Lord, for His mercy endureth forever!” And the scripture says, “…when they began to sing and to praise, the LORD set ambushments against the children of Ammon, Moab, and mount Seir, which were come against Judah; and they were smitten” (2 Chronicles 20:22).</p>
<p>When God’s people begin to praise His name, it sends the enemy running! I challenge you to become a person of praise, and you will experience the release of the power of God!</p>
<p>Some Biblical Expressions of Praise</p>
<p>Declaring of thanks (Heb. 13:15)<br />
Clapping hands and shouting (Psalms 47:1)<br />
Musical instruments and dancing (Psm. 150:4)<br />
Singing praise songs (Psalms 9:11)<br />
Psalms, hymns, &amp; spiritual songs (Eph. 5:19-20)<br />
Making a joyful noise (Psalms 98:4)<br />
By lifting our hands (Psalms 134:2)<br />
By being still (Psalms 4:3-5, 46:10)<br />
By being loud (Psalms 33:3, 95:1-6)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=15&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/the-power-of-praise-worship-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>