<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Doktrin</title>
	<atom:link href="http://hkbp.wordpress.com/category/doktrin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	<description>Give The Best For GOD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hkbp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/742913894b0781f1638ee93983ee8ed7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Doktrin</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hkbp.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu HKBP Taman Mini" />
		<item>
		<title>Mengapa Ada Penderitaan?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mengapa-ada-penderitaan/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mengapa-ada-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mengapa-ada-penderitaan/</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Ada Penderitaan?

Pengantar: Peristiwa yang terjadi di Aceh pada tgl 26-12-04, yaitu adanya gempa tektonik berskala 8,9 richter dan diikuti oleh gelombang besar Tsunami telah mengakibatkan bencana nasional dan regional yang sangat dahsyat, yang merupakan bencana terbesar di abad ini. Akibatnya, bukan saja terjadi kerugian materi trilyunan rupiah, tetapi juga korban jiwa ratusan ribu orang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=304&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Mengapa Ada Penderitaan?</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry"><strong>Pengantar</strong>: Peristiwa yang terjadi di Aceh pada tgl 26-12-04, yaitu adanya gempa tektonik berskala 8,9 richter dan diikuti oleh gelombang besar Tsunami telah mengakibatkan bencana nasional dan regional yang sangat dahsyat, yang merupakan bencana terbesar di abad ini. Akibatnya, bukan saja terjadi kerugian materi trilyunan rupiah, tetapi juga korban jiwa ratusan ribu orang. Di Nanggroe Aceh Darussalam saja, lebih dari 137,000 orang yang meninggal dunia. Karena itu, berbagai pertanyaan muncul ke permukaan, baik dari kalangan awam, rohaniwan maupun ilmuwan. Mengapa harus terjadi bencana yang memakan korban jiwa sebanyak itu? Berbagai pertanyaan terus muncul dan dicoba untuk mencari jawabannya. Akibatnya, tidak selamanya memberikan jawaban yang semakin jelas dan memuaskan, tetapi ada juga yang membingungkan. Mengapa demikian? Karena diskusi y! ang dilakukan tsb seringkali tidak memiliki dasar-dasar pemikiran atau keyakinan bersama. Masing-masing orang atau kelompok secara bebas memberikan pandangannya.</p>
<p>Karena hal di atas, usaha mengadakan seminar seperti ini (di GKI Perniagaan) sungguh merupakan suatu tindakan yang bijaksana. Dengan demikian, kita tidak membiarkan jemaat terus di dalam kebingungan, atau melanjutkan diskusi dan pemikiran Ã¢â‚¬â€œdisadari atau tidak- berkembang tidak terarah yang juga dapat membahayakan dan merusak iman kita.</p>
<p><strong>Apa yang dimaksud dengan theodicy?</strong></p>
<p>Dalam ilmu theologia dikenal istilah &#8220;Theodicy&#8221;. Istilah tsb yang pertama kali digunakan oleh Leibniz[1] pada thn 1710 berasal dari dua kata Yunani: &#8220;Theos&#8221; (Allah) dan &#8220;dikaios&#8221; (adil/benar). Istilah tsb dikaitkan dengan usaha kita memahami keadilan dan k! ebenaran Allah, khususnya dalam masalah dan penderitaan2 yang terjadi. Pemahaman terhadap &#8220;theodicy&#8221; berupaya untuk melihat bahwa di dalam segala kesulitan dan penderitaan yang terjadi, Allah tetap dipercayai sebagai Allah yang baik dan berdaulat. Hal itulah yang menjadi judul seminar ini: &#8220;Kalau Allah baik, mengapa ada penderitaan?&#8221;</p>
<p>Sebenarnya, tema tsb merupakan pertanyaan yang pernah kita tanyakan, baik kita ucapkan secara langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak. Beberapa dari pertanyaan tsb antara lain: &#8220;Kalau Allah baik, mengapa anak laki-laki saya satu-satunya meninggal dunia?&#8221;; &#8220;Kalau Allah baik, mengapa Dia memanggil suami saya begitu cepat?&#8221;; &#8220;Kalau Allah baik, mengapa Dia membiarkan calon suami saya meninggal dalam kecelakaan Lion Air?&#8221;; &#8220;Kalau Allah baik, mengapa Dia membiarkan kakak anak saya tertabrak kereta api hingga meninggal?&#8221;; &#8220;Kalau Allah baik, mengapa Dia membiarkan kakak saya kecelakaan dan mengalami kelumpuhan?&#8221;; &#8220;Kalau Allah baik, mengapa Dia membiarkan ayah saya terus sekarat di rumah sakit, hingga kami hidup menderita begin! i?&#8221;; &#8220;&#8230; mengapa anak saya yang masih kecil dan polos menderita leukimia yang sangat parah?&#8221;; &#8220;&#8230;mengapa saya bertahun tahun terus tidak mendapatkan pekerjaan?&#8221;; &#8220;&#8230; mengapa anak yang kami sangat harapkan untuk menolong kami, drop out dari UI?&#8221; &#8220;&#8230;mengapa doa saya tidak dijawab dan hingga sekarang tidak mendapatkan jodoh?&#8221; Jika kita lanjutkan, maka banyak sekali pertanyaan sejenis yang dapat kita tuliskan, yang benar-benar merupakan pergumulan jemaat.</p>
<p>Bagaimana kita menjawab pertanyaan tsb di atas? Apakah Allah sungguh-sunguh baik? Saya kira, kita semua yang hadir di Gereja ini dapat menjawab pertanyaan tsb di atas dengan tegas: Allah memang baik, sungguh amat baik. Sifat Allah yang sangat baik itu dapat ditemukan dalam lembaran-lembaran Alkitab, mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.</p>
<p>Pertama, kebaikan Allah dapat dilihat dari kisah penciptaan. Mengapa Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya? Jika kita perhatikan kisah penciptaan semesta alam dan segala isinya (Kej.1), maka jelas sekali jawabannya. Hal itu bukan karena Dia harus menciptakannya dalam arti ada kewajiban bagiNya yang memaksaNya untuk menciptakan. Jawabannya adalah karena Allah itu kasih adanya sebagaimana ditegaskan oleh rasul Yohanes (1 Yoh.4:16).</p>
<p>Kedua, jika kita mengamati manusia yang diciptakan Allah tsb, kita juga melihat bagaimana baiknya Allah terhadap manusia. Allah menempatkan manusia di sebuah taman yang sangat indah, yang dikenal sebagai taman Eden. Taman itu bukan saja indah dan segar karena ditanami dengan berbagai-bagai pohon yang menarik, tetapi juga sejuk karena sekitarnya dialiri oleh aliran-aliran sungai (Kej.2). Bukan saja demikian, Allah yang baik tsb menyerahkan semua, ya segala ciptaanNya itu kepada manusia untuk dinikmati secara GRATIS! Kita membaca dalam Alkitab: &#8220;Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka&#8230; berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung burung di udara dan atas segala binatang&#8230;(Kej.1:28) Selanjutnya kita membaca: &#8220;Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya de! ngan bebas&#8221; (Kej.2:16). Bukankah firman tsb di atas sungguh menunjukkan betapa baiknya Allah itu? Saya tidak tahu berapa besar kesadaran kita akan kebaikan Allah tsb dan berapa besar syukur kita kepadaNya. Satu hal yang pasti, Daud telah mengungkapkan itu dalam mazmurnya. Pemazmur mengagumi Allah yang baik tsb dan memuji Dia atas segala kebaikanNya kepada manusia. &#8220;Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya? &#8230; Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; segala-galanya telah kau letakkan di bawah kakinya, kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung burung di udara, dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. Ya Tuhan, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi&#8221; (Maz.8:5-10). Sebagaimana saya tulis di atas, tidak ada yang memaksa Allah untuk melakukan kebaikan seperti itu kepada manusia ciptaanNya. Namun itulah yang dilakukanNya.</p>
<p>Ketiga, di samping segala kebebasan tsb di atas, Allah juga memberi larangan. Dengan demikian, kebebasan yang diberikanNya bukanlah kebebasan yang tanpa batas. Setelah bersabda bahwa semua buah pohon di taman boleh dimakan buahnya dengan bebas, Allah melanjutkan: &#8220;tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati&#8221; (2:17). Lalu apa yang terjadi? Sekalipun banyak pilihan yang dapat dinikmati, dan hanya sedikit larangan yang mengakibatkan kematian, ternyata manusia memilih untuk melanggar larangan tsb. Akibat pelanggaran tsb di atas, semua manusia harus binasa karena dosa dan pelanggaran2nya. Itu juga yang ditegaskan oleh rasul Paulus: &#8220;Upah dosa adalah maut&#8221; (Ro.3:23a). Namun demikian, Alkitab menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan manusia tsb binasa dalam dosa2nya. Sebalikny! a, dengan kasih Allah -yang tidak pernah dapat kita pahami sepenuhnya- Allah mengutus Anak TunggalNya untuk menyelesaikan masalah dosa tsb! Dia mati di atas kayu salib demi menggantikan kita manusia berdosa. Hal itu memang telah dinubuatkan oleh Nabi besar Yesaya sekitar 700 thn sebelum peristiwa tsb, atau sekitar 2700 thn yl. Yesaya menulis: &#8220;Dia tertikam karena pemberontakan kita, Dia diremukkan karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya&#8230;&#8221; (Yes.53:5). Hal itu juga yang dikumandangkan oleh Rasul Yohanes ketika dia menulis: &#8220;Karena Allah begitu mengasihi isi dunia ini, sehingga Ia telah mengutus AnakNya yang tunggal, spy setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal&#8221; (Yoh.3:16).</p>
<p>Hidup yang kekal kepada manusia, berarti penderitaan dan kematian bagi AnakNya sendiri. Apakah itu tidak cukup untuk menjelaskan keagungan dan keajaiban kasih Allah tsb? Kasih dan kebaikan Allah yang sedemikian ajaiblah yang terus menerus diserukan oleh rasul Paulus, dan rasul2 lainnya dalam surat2nya. Hal itu pulalah yang diharapkan dan didoakan rasul Paulus untuk dikenali, dihayati dan dialami oleh setiap umat tebusanNya. &#8220;Aku berdoa supaya kamu bersama-sama segala orang kudus dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan&#8221; (Efesus 3:18). Segala puji syukur kepadaNya, dalam sepanjang sejarah Gereja, kasih dan kebaikan Allah itulah yang dialami dan disaksikan ol! eh umat Allah dari segala abad dan tempat hingga saat ini. Kasih dan kebaikan Allah tidak hanya dapat dilihat dari kisah penciptaan dan penebusan yang dikerjakanNya, tetapi juga dapat dilihat dari pemeliharaanNya tiap-tiap hari (providensia Allah). Jadi, sesungguhnya, Alkitab, mulai dari lembar pertama (Kejadian) hingga lembar terakhir (Wahyu) penuh dengan kisah kasih dan pemeliharaan Allah. Mari kita perhatikan bagaimana Alkitab diakhiri dengan janji Allah: &#8220;&#8221;Ya, Aku akan datang segera&#8230; Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin&#8221; (Why:22:20-21).</p>
<p><strong>Berbagai pandangan tentang theodicy</strong></p>
<p>Jika kita semua telah setuju bahwa Allah sungguh-sungguh baik, maka kita sekarang beralih ke bagian kedua dari tema seminar ini, yaitu, bagaimana kita menjelaskan masalah penderitaan dan kejahatan yang ada di dunia ini? Sebagai contoh, bagaimana kita menjelaskan bencana akibat badai Tsunami pada waktu yang lalu? Dari kaca mata ilmiah, barangkali soal Tsunami tsb relatif lebih mudah untuk dijawab. Para ahli dapat menjelaskan bahwa hal itu adalah akibat dari adanya pergeseran lempengan2 bumi di bawah dasar laut yang mengakibatkan gempa berkekuatan tinggi yang sangat keras Selanjutnya, hal itu disusul dengan keluarnya (dimuntahkannya) magma yang sangat besar dari bawah dasar lautan yang mengakibatkan badai dan gelombang besar, yang! disebut dengan Tsunami. Maka akibatnya bisa dipahami. Gelombang Tsunami yang memiliki kecepatan sekitar 900 km/jam tsb akan menghancurkan dan menghanyutkan bangunan, termasuk mahluk hidup, sejauh mana badai gelombang tsb bergerak!</p>
<p>Tapi bagaimana menjelaskan peristiwa tsb dari segi theologis? Sungguh tidak mudah dan tidak sederhana menjelaskannya. Itulah sebabnya, harap jangan ada diantara kita yang menggampangkan dan menyederhanakan masalah tsb. Bagaimanakah manusia memahami keadilan dan kebenaran Allah dalam setiap bencana dan penderitaan yang dialaminya? Sesungguhnya, theodicy merupakan pertanyaan klasik yang terus menerus dipertanyakan di setiap abad dan tempat. Masalah theodicy sungguh tidak mudah dijelaskan. Kita dapat kembali ke abad mula-mula dan memperhatikan pandangan bapak-bapak Gereja seperti Thomas Aquinas, Augustinus, dll yang terus bergumul dengan tema tsb. Demikian juga, theolog-theolog besar abad la! lu seperti Karl Barth mengakui kesulitan dalam menjelaskan hal tsb. Seorang theolog skeptik yang bernama David Hume memberikan pernyataan sbb: &#8220;Apakah Allah ingin mencegah kejahatan tapi Dia tidak sanggup melakukannya? Jika demikian, Dia tidak maha kuasa. Atau, Dia sebenarnya sanggup melakukannya tetapi tidak menghendakinya? Jika demikian, Allah itu jahat. Atau Allah itu memiliki keduanya, Allah sanggup mencegah kejahatan dan penderitaan dan juga berkeinginan untuk melakukannya, jika demikian, mengapa ada penderitaan?&#8221;[1]</p>
<p>Karena kita sedang membahas satu tema yang sangat besar yang berhubungan erat dengan tema lain yang juga sangat besar, yaitu Allah dan alam (ciptaan), maka kita maklum jika para ahli theologia memberikan pandangan yang berbeda-beda. Karena itu berbagai teori dimunculkan. Pandangan-pandangan itulah yang mau kita pelajari dalam seminar ini, setelah itu, melihat masalah tsb dari pengajaran Alkitab.</p>
<ul>
<li><strong>Mempertanyakan kemahakuasaan Allah.</strong><br />
Salah satu cara yang dianggap dapat menyelesaikan masalah penderitaan/kejahatan tsb di atas adalah pandangan yang sangat berbau filsafat, yang disebut dengan &#8220;Finitisme&#8221;, yaitu pandangan yang menolak kemahakuasaan Allah. Menurut pandangan ini, Allah memang berkehendak untuk mencegah segala macam kejahatan dan penderitaan, di mana hal itu secara jelas telah dinyatakan bertentangan dengan kehendakNya. Namun demikian, adanya kejahatan dan penderitaan di dunia ini Ã¢â‚¬â€œyang kian hari bahkan semakin buruk- menunjukkan bahwa memang Allah tidak mahakuasa. Edgar S. Brightman, seorang professor dalam bidang filsafat dari Universitas Boston mengembangkan konsep Allah yang terbatas tsb sebagai jawaban! terhadap masalah kejahatan.[1] Menurut Brightman, Allah bekerja dalam &#8220;a given context&#8221;, atau konteks yang sudah dari &#8220;sono&#8221; nya. Apa yang disebutnya dengan &#8220;uncreated laws of reason Ã¢â‚¬â€œlogic, mathematical relations, and the Platonic Ideas&#8221; merupakan bagian dari kekekalan. Karena itu, dalam &#8220;a given context&#8221; tsb ditemukan dua kriteria berikut. Pertama, segala unsur dan elemen dalam konteks tsb bersifat kekal yang berada di dalam pengalaman Allah. Kedua, semua elemen tsb bukan merupakan produk dari sebuah kehendak! atau aktivitas yang menciptakannya. Brightman mengatakan: &#8220;&#8230; we should speak of a God whose will is finite&#8221;.[2]Pandangan yang berdekatan dengan pandangan ini adalah paham dualisme, seperti yang dianut oleh Zoroastrianisme dan Manichaenisme. Menurut pandangan ini, alam dan dunia semesta tidak dikendalikan oleh satu kekuatan besar, tetapi mereka melihat adanya dua &#8220;ultimate principles&#8221;: kuasa kebaikan dan kuasa kejahatan. Dengan demikian, di dunia ini sedang berjalan dua kerajaan, di mana keduanya berjalan bersama-sama. Tentu saja Allah bertarung dengan kuasa kejahatan tsb. Namun tidak ada kepastian akan hasil yang akan dicapai. Menurut paham ini, Allah memang berusaha untuk menaklukkan kejahatan, dan Dia akan melakukannya sekiranya Dia sanggup. Tapi sayang, dalam kenyataannya, Allah tidak mampu.</p>
<p><em>[1] Edgar S. Brightman, A Philosophy of Religion (Englewood Cliffs, N.J: Prentice-Hall, 19400, 336.<br />
[2] Ibid, 311-12.</em></li>
<li><strong>Mempertanyakan fakta kejahatan</strong><br />
Pandangan lain yang diambil untuk menyelesaikan masalah kejahatan adalah dengan menyangkali adanya (fakta) kejahatan itu sendiri. Sebagai contoh, filsuf Benedict Spinoza menegaskan bahwa hanya ada satu substansi dalam alam semesta, yaitu substansi Allah. Segala sesuatu terjadi sebagai akibat dari substansi Allah tsb. Allah telah dan sedang mengendalikan segala sesuatu yang berakhir kepada kesempurnaan.[3] Logika yang diberikan oleh Mary adalah, jika Allah adalah sumber dan penyebab segala sesuatu, maka hal itu pasti baik. Lalu dari mana asalnya kejahatan itu? Dia sendiri menjawab pertanyaan tsb dengan mengatakan: &#8220;It never originated or existed as an entity. It is but a false belief&#8221;.[4] Itulah sebabnya, menurut pandangan ini, jika seseorang itu sakit, tidak perlu pergi ke dokter untuk mencari kesembuhannya. Pandangan ini menganjurkan untuk mencari jawaban di dalam pengenalan akan kebenaran, yaitu menyadari bahwa penyakit itu sebenarnya tdk ada, itu hanyalah sebuah khayalan. Jika penyakit itu dilihat sebagai sesuatu khayalan, tidak nyata, maka sebenarnya tidak ada pengaruhnya yang secara nyata bagi kita Ã¢â‚¬â€œtidak lagi dirasakan, atau hilang rasa sakit tsb. Bahkan kematian itu pun dianggap sebagai satu ilusi[5], di mana menurut mereka, Alkitab menegaskan bahwa kematianpun akan ditiadakan dan dihancurkan.</li>
<li><strong>Mempertanyakan defenisi ttg Allah yang baik</strong><br />
Pandangan ketiga yang diambil untuk menyelesaikan masalah kejahatan adalah berhubungan dengan defenisi &#8220;kebaikan Allah&#8221;. Sebagaimana telah dibahas di atas, pada umumnya orang Kristen menerima ajaran tentang Allah yang baik. Hal itu sesuai dengan penegasan Alkitab itu sendiri. &#8220;Sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun temurun&#8221; (Maz.100:5), demikian bunyi sebuah Mazmur yang sangat terkenal. Karena itu, jika ada masalah yang terjadi yang kemudian meragukan sifat Allah yang baik tsb, hal itu bukan masalah kebaikan Allah, tetapi ada yang salah dalam pemahaman kita tentang konsep &#8220;kebaikan&#8221; tsb. Sebagai contoh, Gordon H. Clark, seorang theolog Calvinist yang sangat menonjol, menegaskan ba! hwa segala sesuatu terjadi di bawah kendali Allah. Tidak ada satupun di dunia ini terjadi di luar kehendak Allah.[1] Tidak ada satupun yang mutlak bersifat independen yang tidak tergantung kepada Allah. Hanya Allah sendiri yang mutlak. Lalu bagaimana dengan keberadaan dosa? Sekalipun pandangan ini tidak mengatakan bahwa Allah sebagai pencipta dosa, namun dengan tegas Clark mengatakan bhw &#8220;God is the ultimate cause of sin, not the immediate cause of it&#8221;. Clark membedakan dua hal dalam hubungannya dengan kehendak Allah. Pertama, &#8220;preceptive&#8221; will of God dan kedua, &#8220;decretive&#8221; will of God. Kehendak Allah yang pertama, yaitu &#8220;preceptive&#8221; will, merupakan kehendak Allah yang dinyatakanNya secara jelas dalam perintahNya. Misalnya, perintah 10 hukum Taurat yang harus dilaksanakan oleh umatNya. Sedangkan yang kedua, &#8220;decretive&#8221; will, adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi yang tidak secara langsung diperintahkan oleh Allah. Sebagai contoh, Allah tidak pernah berbuat dosa, manusialah yang berdosa, tetapi itu terjadi di dalam &#8220;decretive&#8221; will of God. Demikian juga, bukan Allah yang menyalibkan Yesus, tetapi Yudas yang menyerahkanNya ke tangan orang2 jahat. Karena itu, Yudas harus bertanggung jawab atas penyaliban Yesus. Namun demikian, Allah telah menetapkan sejak kekekalan bahwa itu pasti akan terjadi.Mari kita perhatikan syllogisme Clark berikut:</p>
<dd>Whatever happens is caused by God<br />
Whatever is caused by God is good.<br />
Whatever happens is good.<em>[1] Gordon H. Clark, Religion, Reason, and Revelation (Philadelphia: Presbyterian and Reformed, 1961), 221.</em></p>
<p>Apa yang bisa kita pelajari dari syllogisme tsb?</p>
</dd>
</li>
<li><strong>Penderitaan adalah akibat dari hukuman Allah</strong><br />
Salah satu teori yang dominan dan umum dikenal dan dianut oleh sebagian orang adalah memahami bencana tsb sebagai peringatan atau hukuman Allah. Jika demikian halnya, maka tindakan yang paling tepat untuk meresponi bencana yang demikian adalah, merenung, memeriksa diri dan bertobat dari segala pelanggaran dan dosa-dosa. Barangkali, hal itulah yang seringkali membuat banyak orang tiba-tiba menjadi sedemikian religious ketika bencana menimpanya. Dari sini saya mengerti jika akibat Tsunami yang sangat dahsyat tsb di atas, sebuah TV swasta menayangkan nyanyian Ebit. G. Ade dan Bimbo, Berlian Hutauruk, Sherina, secara berulang-ulang, di mana syair-s! yair lagunya sedemikian religious dan menyentuh perasaaan. Inti dari nyanyian tsb adalah memohon pengampunan kepada Allah, di mana murkaNya telah turun: &#8220;&#8230; kuabaikan peringatanMu&#8230; tanganMu menghempas di ujung Banda&#8221;, demikian kira-kira syair lagu Sherina. Dalam hal ini, Alkitab memang pernah mencatat adanya penderitaan massal umat manusia sebagai akibat dari kejahatan dan dosa2nya. Kita dapat membaca dalam Perjanjian Lama bahwa peristiwa matinya seluruh manusia di zaman Nuh serta bencana besar Sodom dan Gomora erat hubungannya dengan dosa manusia (Kejadian 6,7,19). Hal itu memang merupakan peringatan dan hukuman dari Allah bagi umat ciptaanNya ketika itu.</li>
<li><strong>Penderitaan/kejahatan merupakan konsekwensi penciptaan</strong><br />
Menurut pandangan ini, Allah memang baik sebagaimana dengan jelas ditegaskan oleh Alkitab. Sekalipun di sana sini ada kejahatan dan penderitaan, namun para ahli theologia, seperti Gottfried von Leibniz mengatakan: &#8220;This is the best of all possible worlds&#8221;. Inilah dunia yang terbaik yang pernah diciptakan oleh Allah. Kita tidak punya dunia lain selain dunia yang kita huni sekarang ini. Di pihak lain, filsuf besar Inggris, John Hick membedakan theodicy dalam dua model.[11] Pertama, model Augustinus di mana kejahatan dilihat sebagai bagian dari ciptaan yang sangat diperlukan demi mencapai tingkat kebaikan yang lebih besar. Sedangkan model kedua adalah yang diberikan oleh Ireneus, di mana kejahaan dilihat sebagai bagian dari proses yang dikerjakan Allah untuk membentuk jiwa manusia.Alkitab menjelaskan bahwa Allah yang menciptakan alam semesta, memandangnya sebagai &#8220;sungguh amat baik&#8221; (Kej.1:31). Sebagaimana telah disebutkan di atas, Allah juga menciptakan manusia dengan kemampuan dan kemauan bebas. Karena itu, manusia dapat dengan bebas untuk memilih berbuat baik atau jahat. Perlu kita camkan bahwa Allah tidak menciptakan manusia yang di satu sisi memiliki kemauan bebas (free will), tapi di sisi lain hanya dapat melakukan yang baik dan tidak mungkin melakukan yang jahat. Jika demikian halnya, sebenarnya Allah tidak menciptakan manusia yang sungguh-sungguh memiliki kemauan bebas. Manusia seperti itu adalah robot. Tetapi Alkitab jelas menunjukkan bahwa Allah tidak menciptakan manusia robot seperti itu, tetapi manusia yang sungguh-sungguh memiliki kemau! an bebas. Dalam kenyataannya, manusia ternyata menyalahgunakan kebebasan tsb dan melanggar perdikutuk dan manusia berdosa yang menghuninya menjadi bagian dari penyebab masalah yang sekaligus mengalami masalah penderitaan tsb. Misalnya, adanya intahNya (Kej.3) di mana akibatnya, manusia dan ciptaan dihukum oleh Allah. Allah bersabda: &#8220;Terkutuklah tanah/bumi karena engkau&#8221; (Kej.3:17). Karena itu, manusia yang berdosa dan diperbudak oleh dosa akan mempengaruhi alam ciptaan Allah tsb. Jadi, dari sini jelas terlihat bahwa keduanya, yaitu bumi yang telah gempa bumi yang meruntuhkan sekitarnya dan gunung merapi yang memuntahkan lahar, dll, merupakan peristiwa alam yang bersifat Ã¢â‚¬ËœwajarÃ¢â‚¬â„¢. Masalah menjadi semakin parah karena ulah/tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya, adanya banjir dan tanah longsor sebagai akibat dari tindakan manusia yg merusak alam secara sewenang-wenang: adanya penebangan pohon secara liar dan tdk bertanggung jawab, pembangunan bangunan2 megah tanpa mempertimbangkan teori keseimbangan lingkungan, adanya selokan/kanal/sungai yang dibiarkan mampat akibat buang sampah secara sembarangan, dsbnya. Jadi sungai, danau, laut, hutan, gunung2 yang sebenarnya memberi kenikmatan dan kehidupan bagi manusia, di sisi lain dapat mengakibatkan penderitaan dan kematian! Demikian juga berlaku dalam penderitaan lainnya, misalnya yang berhubungan dengan kesehatan manusia karena tidak dapat menguasai diri (merokok? Narkoba? Mabuk?), penyakit kelamin dan masalah kelahiran bayi yang tidak normal sebagai akibat dari pelanggaran seksual, masuk penjara karena tertangkap berbuat kejahatan, dan banyak contoh lainnya lagi.</p>
<p>Barangkali ada yang bertanya: &#8220;Apakah Allah tidak berkuasa menciptakan alam semesta sedemikian rupa, sehingga di satu sisi hanya mengakibatkan kebaikan bagi manusia, dan di sisi lain, Allah -dengan kuasaNya yang sedemikian mutlak- mencegah segala kerusakan yang diakibatkannya? Atau, dalam hubungannya dengan manusia, ada juga yang mengatakan: &#8220;Baiklah, Allah memang tidak menciptakan manusia robot, tapi menciptakan manusia yang punya kemauan bebas, yang berpotensi untuk melakukan kebaikan dan kejahatan. Jika demikian halnya, apakah Allah tidak mampu mengendalikan manusia sedemikian rupa sehingga potensi kebaikan ke luar dari dalam dirinya dan dicegah untuk melakukan kejahatan?&#8221;</p>
<p>Untuk menjawab hal tsb, mari kita melihat satu contoh sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari yang sedikit banyak dapat menggambarkan kebenaran hal tsb di atas. Palu memang dibuat untuk tujuan baik oleh pandai besi, yaitu agar kita dapat memukul paku atau memecah batu. Demikian juga besi ditempa menjadi pisau serta diasah hingga tajam supaya kita dengan mudah memotong daging atau ikan. Tapi palu yang sama juga dapat digunakan untuk memukul kepala orang hingga pecah. Demikian juga, pisau yang sama dapat digunakan untuk membunuh orang lain. Jika demikian halnya, barangkali ada yang bertanya: &#8220;Apakah pandai besi tidak dapat menciptakan palu yang sanggup memecah batu, tetapi kemudian palu yang sama berubah menjadi busa ketika digunakan untuk memukul kepala orang?&#8221; Jika kita dapat melihat betapa lucunya pertanyaan tsb, maka sebenarnya kita sedang menemukan hal yang serupa dengan pertanyaan tentang manusia berkemauan bebas namun di sisi lain dijadikan seperti robot.</li>
<li><strong>Penderitaan merupakan misteri Allah</strong><br />
Sejauh ini, kita telah mencoba mendiskusikan berbagai teori yang muncul sepanjang sejarah kehidupan, yang tidak lepas dari penderitaan/kejahatan ini. Namun demikian, barangkali pandangan yang paling aman dalam menjawab masalah kejahatan/penderitaan adalah mengatakan bahwa tidak semua penderitaan yang terjadi di dunia ini dapat dijelaskan secara tuntas dan memuaskan semua orang. Memang Alkitab menegaskan bahwa ada penderitaan karena dosa, tetapi ada juga penderitaan bukan karena dosa, tapi, &#8220;supaya kemuliaan Allah dinyatakan&#8221; (Yoh.9:1-3). Hal ini akan kita bahas ke! mudian. Kembali kepada misteri Allah, saya teringat akan apa yang pernah dikatakan oleh professor saya, Walter Hansen, pada tahun 1989 yang lalu, bahwa &#8220;life is much more beyond logic&#8221;; hidup itu jauh di luar jangkauan pemikiran manusia. Alkitab memang menegaskan bahwa ada hal-hal yang tersembunyi yang tidak pernah mungkin dipahami oleh pikiran kita yang sangat terbatas. Di dalam Taurat Musa, kita membaca penegasan penting berikut: &#8220;Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya&#8230;&#8221; (Ul.29:29).</li>
</ul>
<p><strong>Penderitaan Menurut Alkitab</strong></p>
<p>Apa, mengapa dan bagaimana penderitaan tsb?</p>
<p>Kita telah mendiskusikan di atas berbagai pandangan yang diberikan oleh para ahli yang berkaitan dengan penderitaan. Kita perlu mempelajari pandangan tersebut dengan baik sebelum kita beralih dan menyoroti pengajaran Alkitab, yang merupakan kanon atau standard dalam menilai sesuatu. Dengan demikian pemahaman kita akan Alkitab tidak dimulai dari nol. Artinya, terlepas dari benar atau tidaknya pandangan-pandangan tersebut, apakah itu sesuai dengan Alkitab atau tidak, hal itu tetap kita perlukan. Pandangan itu menolong kita untuk mampu lebih memahami isi Alkitab.</p>
<p>Jika kita meneliti Alkitab, maka ada beberapa hal penting yang dapat kita catat dalam hubungannya dengan penderitaan.</p>
<p>Pertama, Alkitab mengajarkan bahwa penderitaan adalah fakta, bukan imaginasi atau ilusi. Seluruh Alkitab, baik Perjanjian Lama (contoh, Ayub) maupun Perjanjian Baru penuh dengan kisah penderitaan umat Allah (contoh, rasul-rasul di mana beberapa di antara mereka meninggal secara tidak biasa, seperti kisah rasul Petrus yang disalib terbalik). Hal itulah yang dapat kita amati secara sangat jelas dan menyolok dalam seluruh Perjanjian Baru, khususnya dalam tulisan Petrus, Yakobus dan Paulus. Mari kita amati ayat-ayat berikut: 1Pet.1:6-7; 2:18-21;4:12-19; Yak.1:2-4; Fil.1:29. Selain ayat-ayat tsb, jika kita perhatikan dalam surat II Timotius, kita menemukan adanya fakta dan penekanan penderitaan itu pada tiap fasal. Kita juga mengamati bahwa penderitaan itu terjadi secara umum, dialami oleh mereka yang per! caya dan melayani Tuhan Yesus.</p>
<p>&#8220;&#8230; aku menderita&#8221; (II Tim.1:12;2:9)<br />
&#8220;&#8230;ikutlah (Timotius) menderita&#8230; &#8221; (II Tim.2:3; 4:5)<br />
&#8220;setiap orang akan menderita&#8221; (II Tim.3:12)</p>
<p>Kedua, penderitaan (juga berkat) terjadi didalam kedaulatan Allah yang memelihara ciptaanNya, khususnya anak2Nya. Yang kita maksud dengan kedaulatan Allah adalah bahwa Allah bebas bertindak dan memutuskan sesuatu menurut kehendakNya sendiri, dan tidak dipengaruhi oleh oknum lain di luar Dia. Dalam Injil Yohanes kita dapat membaca dialog yang menarik antara Tuhan Yesus dengan rasul Petrus, khususnya dalam kaitannya dengan kematian Yohanes. Sebelumnya, Tuhan Yesus telah menyatakan secara terus terang bagaimana rasul Petrus akan meninggal dunia. &#8220;&#8230; tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak engkau kehendaki&#8221; (Yoh.21:18) Barangkali rasul Petrus penasaran akan isi nubuatan T. Yesus tsb, maka sambil menunjuk kepada! murid lain, yaitu Yohanes, rasul Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus bagaimana dengan kematian Yohanes, kelak. &#8220;Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&#8221;. Menarik sekali membaca jawaban Tuhan Yesus berikut: &#8220;Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal samapai Aku datang, itu BUKAN URUSANMU. Tetapi engkau, &#8220;Ikutlah Aku&#8221; (Baca Yoh.21:21-22).</p>
<p>Menurut tradisi Gereja, memang kita ketahui bahwa nubuatan Tuhan Yesus tersebut sungguh-sungguh terjadi, di mana rasul Petrus mati karena disalibkan, dan disalibkan dengan posisi terbalik, kepala ke bawah dan kaki ke atas. Sedangkan menurut tradisi Gereja juga, rasul Yohanes ditangkap dan dibuang ke pulau Patmos. Di sana lah dia sampai akhir hidupnya.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan kematian tsb, barangkali ada orang bertanya, &#8220;Mengapa ada anak Tuhan yang meninggal secara tidak wajar dan mengerikan Ã‚Â­misalnya apa yang dialami oleh mereka di Aceh sebagai akibat dari bencana Tsunami- sedangkan yang lain meninggal secara normal dan mengakhiri hidupnya dengan Ã¢â‚¬ËœmanisÃ¢â‚¬â„¢ di rumah sakit?&#8221; Atau, dalam kaitannya dengan apa yang disebut orang dengan Ã¢â‚¬ËœnasibÃ¢â‚¬â„¢ Ã‚Â­sekalipun Alkitab tidak mengajarkan adanya nasib- barangkali ada orang yang bertanya, &#8220;Mengapa ada anak Tuhan yang Ã¢â‚¬ËœnasibÃ¢â‚¬â„¢ hidupnya enak: hidup lancar: studi, pekerjaan, keluarga lancar dan kaya lagi; sementara yang lain kelihatannya bernasib Ã¢â‚¬ËœsialÃ¢â‚¬â„¢, terus bergumul dalam keluarga, bergumul dengan penyakit, miskin dan sejenisnya, padahal orang tersebut sangat jelas hidup dengan benar dan mengasihi Tuhan? (Contoh paling jelas adalah kisah kehidupan Ayub yg begitu menderita. Ayub 1:6-12; 21-22). Maka jawabannya, kembali kepada penegasan Yesus tsb di atas: &#8220;Jikalau AKU MENGHENDAKI&#8230;TETAPI ENGKAU IKUTLAH AKU&#8221; (Yoh.21:22). Dengan perkataan lain, hal itu hanya bisa dijelaskan dengan adanya kedaulatan Allah di dalam hidup anak-anak yang dikasihiNya. Dan untuk itu, setiap anak-anakNya diminta untuk taat dan berserah penuh kepada kehendak dan kedaulatanNya yang suci dan mulia tsb. Semua kita diminta untuk percaya penuh kepada kasihNya yang mengatakan: &#8220;.Dan kamu, rambut di kepala mu pun terhitung semuanya&#8221; (Mat.10:30) dan jika Dia berkehendak, dalam masa penderitaan dan aniayapun, Dia sanggup menggenapkan firmanNya yang berkata: &#8220;tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang&#8221; (Luk.21:18)</p>
<p>Hal yang sama juga ditegaskan oleh rasul Paulus. Menarik sekali bagaimana rasul Paulus menghibur dan menguatkan umat Allah yang sedang menderita di kota Roma. Dia tidak mencoba merendahkan penderitaan tsb, seolah-olah hal itu sesuatu penderitaan yang ringan. Dia mengakuinya sebagai penderitaan yang harus dihadapi. Namun demikian, dia mengarahkan hati dan pikiran mereka kepada kasih Allah yang telah dinyatakan di dalam Yesus Kristus. Karena itulah Rasul Paulus menulis: Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Ro.8:31-32).</p>
<p>Rasul Paulus tidak berhenti di sana, tetapi selanjutnya dia menegaskan kembali siapa umat Allah yang menderita tsb di hadapan Allah. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat retorik, Rasul Paulus menegaskan hal-hal yang menarik tentang apa yang telah dilakukan Allah bagi umatNya, termasuk bagi mereka yang menderita di Roma. &#8220;Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?&#8221; (Ro.8:34-35). Rasul tidak berhenti di sini, dia melanjutkan dengan menyebut berbagai-bagai kesulitan dan penderitaan berat yang dialami oleh manusi! a. &#8220;Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: Ã¢â‚¬ËœOleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihanÃ¢â‚¬â„¢ &#8220;. (Ro.8:35-36).</p>
<p>Sangat penting untuk kita perhatikan bahwa penderitaan-penderitaan yang disebut oleh rasul Paulus di atas bukanlah sesuatu yang bersifat hipotesis, pengandaian, seolah-olah penderitaan yang disebut itu belum dialami, atau sesuatu yang masih mungkin dialami atau mungkin tidak. Dalam kenyataannya, rasul Paulus sedang menyebut KENYATAAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH SEDANG DIALAMI oleh umat Allah di kota Roma. Mereka sedemikian menderita karena penolakan dan penganiayaan yang dilakukan oleh mereka yang memusuhi Yesus Kristus, rasul-rasul dan pengikut-pengikutNya ketika itu. Namun demikian, dalam penderitaan seperti itu, rasul Paulus menyatakan kemenangan iman yang melampaui akal manusia untuk mengerti. Kalimat-kalimat rasul Paulus di bawah ini sungguh telah menjadi penghiburan yang luar biasa dahsyatnya bagi umat Allah di sepanjang segala abad dan tempat.</p>
<p>&#8220;Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita&#8221;. (Ro.8:37-39).</p>
<p>Keempat, penderitaan menurut Alkitab, bisa bersifat negatif dan bisa juga positif. Setelah kita melihat ketiga hal sebelumnya, maka penting sekali kita memahami penegasan Alkitab bahwa penderitaan yang dialami oleh umatNya bisa bersifat negatif dan bisa juga bersifat positif. Dengan demikian, kita harus berhati-hati untuk tidak menyamaratakan penderitaan tsb, seolah-olah penderitaan itu pasti karena dosa seseorang. Orang yang menderita itu pasti karena dihukum oleh Allah. Kita harus sungguh-sungguh berhati-hati dengan pemahaman seperti ini.</p>
<p>Alkitab, baik Perjanjian Lama, juga Perjanjian Baru telah mencatat contoh-contoh adanya kesalahan seperti itu. Kita dapat membaca kisah Ayub yang menderita, begitu menderita sehingga orang sangat sulit memahami adanya penderitaan seperti itu. Penderitaan yang sangat berat tsb semakin berat lagi karena adanya tuduhan dari sahabat-sahabat Ayub. Dalam penderitaan yang demikian, kita membaca bagaimana sahabat-sahabatnya memberikan satu pandangan dan pemahaman yang salah kepadanya (Ayub 4-5). Dengan berlagak seperti ahli teologia, salah seorang dari sahabat-sahabat Ayub, yaitu Elifas memberikan pernyataan berikut: &#8220;Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah, dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?&#8221; (Ayub 4:7) Tidak berhenti dengan pernyataan yang agak bernada teologis tsb, Elifas malah melanjutkan tuduhannya dengan mendasarkan tuduhannya dari pengalama! nnya sendiri. &#8220;Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga. Mereka binasa oleh nafas Allah&#8230;&#8221;(Ayub 4:8-9). Sekalipun pemahaman Elifas tsb ada benarnya Ã¢â‚¬â€œsebagaimana akan kita lihat sebentar- namun tidak selamanya demikian. Itulah sebabnya di akhir kisah Ayub tsb, Allah menyatakan bahwa Dia murka kepada Elifas dan kedua sahabatnya karena tidak mengatakan yang benar tentang Allah (Ayub 42:7).</p>
<p>Pemahaman seperti itu (penilaian yg salah terhadap penderitaan spt dilakukan Elifas dkk terhadap Ayub)jugalah yang dikisahkan di dalam Injil Yohanes. Di dalam Injil Yohanes kita membaca satu pemahaman murid-murid yang dipengaruhi oleh pemahaman di zamannya, termasuk pemahaman orang-orang Yahudi (Judaisme). Ketika mereka melihat orang buta, maka murid-muridNya bertanya: &#8220;Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?&#8221; (Yoh.9:2). Menarik sekali memperhatikan bagaimana jawaban Yesus. Dengan jelas dan tegas Dia mengatakan bahwa kebutaan yang dialami oleh orang tsb bukan karena dosa siapapun. Lebih lagi, Yesus bahkan mengatakan satu hal yang barangkali mengejutkan banyak orang, khususnya yang menganut penderitaan sama dengan hukuman Allah. &#8220;Bukan dia dan bukan orang tuanya, tetapi KARENA PEKERJAAN PEKERJAAN ALLA H HARUS DINYATAKAN di dalam dia. Dengan perkataan lain, Allah dapat bekerja menyatakan kemuliaanNya melalui kondisi orang buta tsb. Dan memang, hal itulah yang kemudian terjadi. Ketika orang tsb akhirnya sembuh dan dapat melihat kembali karena kuasa Allah, maka semakin jelaslah pernyataan Yesus sebelumnya bahwa Dia adalah terang dunia, barangsiapa mengikuti Dia, tidak akan berjalan dalam kegelapan (Yoh.8:12). Dengan perkataan lain, kisah penyembuhan orang buta tersebut sehingga dapat melihat kembali menjadi semacam alat peraga bagi Yesus untuk menunjukkan bahwa Dia memang sungguh-sungguh terang dunia. Bukan saja melalui penyakit nama Allah dapat dipermuliakan. Pada pasal berikutnya, Yohanes mencatat bahwa kematian Lazarus pun akan menyatakan kemuliaan Allah (Yoh.11:4).</p>
<p>Hal itu kembali diteguhkan ketika kuasa Allah dinyatakan di dalam kematian Lazarus, yaitu dengan membangkitkannya dari kematian.</p>
<p>Kedua peristiwa tersebut, yaitu mencelikkan mata orang buta dan membangkitkan Lazarus menjadi dua tema penting di dalam Injil Yohanes dalam hubungannya dengan Kristologi. Dia adalah &#8220;terang&#8221; dan &#8220;kehidupan&#8221; sebagaimana ditegaskan di dalam pendahuluan Yohanes (Yoh. 1:4-5). Jadi, dari kedua peristiwa tsb, yaitu melalui kisah penyakit dan kematian Lazarus kita melihat dengan sangat jelas tentang pekerjaan-pekerjaan Allah, yang melaluinya Allah semakin dikenal dan dipermuliakan.</p>
<p>Pengalaman seperti di atas bukanlah hanya pengalaman umat Allah di zaman Alkitab, tetapi juga di masa kini. Itulah sebabnya saya sangat terkesan membaca surat seorang pendeta dan teolog terkenal Indonesia, Dr Eka Darmaputera, yaitu bagaimana dia meresponi penderitaan yang dialami akibat penyakitnya. Surat tersebut dibacakan tgl 9-3-05 di sebuah gereja di Jakarta, yaitu pada saat persekutuan doa yang diadakan khusus untuknya karena kondisi kesehatannya yang semakin parah. Surat tersebut menyebar di berbagai milis dan telah dibaca oleh banyak orang. Banyak orang yang mendapat berkat setelah membaca surat tersebut, di mana dengan penuh kepasrahan dia menjalani hidupnya yang mengidap penyakit, yang dilihat dari segi kaca mata manusia sudah memberi tanda-tanda akan segera kembali kepada Bapa di surga. Dalam kondisi demikian, dia bahkan tidak meminta agar dia sembuh dari penyakit ter sebut, tetapi agar dia dapat mengakhiri hidupnya dengan baik. Perkenankan saya mengutip surat tersebut:</p>
<p>&#8220;Rekan-rekan sepelayanan, kawan-kawan seperjuangan, dan saudara-saudaraku seiman, yang saya kasihi dengan segenap hati!&#8221;</p>
<p>Terpujilah Tuhan, yang telah berkenan mengantarkan saya melalui perjuangan panjang, kurang lebih 21 tahun lamanya! &#8230;</p>
<p>Saudara-saudara sekalian, kini saya telah hampir tiba di penghujung jalan, berada di etape-etape akhir perjalanan hidup saya.</p>
<p>Para dokter telah menyatakan, tak ada lagi tindakan medis yang signifikan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan saya, kecuali &#8211; mungkin transplantasi hati. Dalam situasi seperti itu, ketika tangan dan upaya manusia tak lagi mampu melakukan apa-apa yang bermakna, kita bersyukur karena bagi orang beriman selalu ada yang amat berarti yang dapat dilakukan. Dan itulah yang kita lakukan malam ini: BERDOA. Kita menyatakan penyerahan diri kita, seraya mempersilakan tangan-Nya bertindak dan kehendak-Nya berlaku dengan leluasaÃ¢â‚¬Â¦</p>
<p>Bila anda berdoa untuk saya &#8211; baik di sini maupun di mana saja, saya mohon janganlah terutama memohon agar Tuhan memberi saya kesembuhan, atau mengaruniai saya usia panjang, atau mendatangkan mujizat dahsyat dari langit! Jangan! Biarlah tiga perkara tersebut menjadi wewenang dan &#8220;urusan&#8221; Tuhan sepenuhnya!</p>
<p>Saya cuma mohon didoakan, agar sekiranya benar ini adalah tahap pelayanan saya yang terakhir, biarlah Tuhan berkenan memberikan saya dan keluarga keteguhan iman, kedamaian dan keikhlasan dalam jiwa. Semoga Tuhan berkenan menganugerahi saya perjalanan yang tenang, kalau boleh tanpa kesakitan dan tidak mahal biayanya, sampai saya tiba di pelabuhan tujuanÃ¢â‚¬Â¦ &#8220;</p>
<p>Ketika kita membaca dan merenungkan isi kata demi kata dari surat tsb di atas, tentu kita akan belajar banyak hal, termasuk dlm hal menerima segala kesulitan dan penderitaan dengan segala kepasrahan.</p>
<p>Kiranya iman dan penyerahan yang sama Tuhan karuniakan kepada kita, khususnya ketika kita mengalami masa-masa yang sulit spt Pdt Eka D tsb.</p>
<p>Tetapi barangkali ada di antara kita yang berkata: &#8220;Ah, itukan pak Eka. Atau lebih tepatnya, Pdt Dr Eka Darmaputera. Mana mungkin saya bisa seperti dia, pendeta dan ahli theologia tsb? Tentu dia bisa bersikap demikian. Dia sudah mempelajarinya, dia juga sudah mengkhotbahkannya. Karena itu, dia harus menulis demikian&#8221;. Bagi saya, terus terang saja, sebenarnya tidak ada keharusan bagi Dr Eka untuk bersikap dan menulis demikian, walaupun dia seorang pendeta dan doktor theologia kenamaan di republik ini. Dalam kenyataannya, berapa banyak pendeta yang memiliki kesaksian hidup seperti pak Eka? Sungguh, tidak banyak. Tidak enak menuliskan adanya kekecewaan-kekecewaan jemaat terhadap mereka yang disebut hamba Tuhan, juga yang ahli theologia. Kegagalan pendeta dan hamba-hamba Tuhan memang bukan untuk disebarluaskan. Saya sendiri merasa bahwa menyebarluaskan kegagalan pendeta, apalagi dalam bentuk tertulis bisa menjadi alat yang ampuh di tangan si jahat (setan) untuk menghancurkan pekerjaan Tuhan, baik secara umum, juga di dalam diri pendeta atau hamba Tuhan tsb. Karena itu, melakukan hal-hal seperti itu dapat juga merupakan kerja sama dengan si iblis, disadari atau tidak disadari.</p>
<p>Sebenarnya apa yang membuat Eka bersikap dan menulis seperti itu? Bukan karena dia pendeta dan ahli theologia. Saya mengamati bahwa sikapnya yang demikian adalah sebagai hasil keputusannya dan komitmennya kepada Tuhan. Ya, komitmennya untuk tetap setia kepada Tuhan, baik di saat suka dan duka, termasuk ketika penyakit menggerogoti seluruh hidupnya. Jika demikian halnya, maka sebenarnya, bukan hanya pendeta atau ahli theologia yang dapat bersikap demikian, tetapi juga jemaat biasa, atau jemaat pada umumnya. Karena itulah saya juga ingin menuliskan kisah berikut yang juga sangat menarik dan patut kita ketahui dan teladani.</p>
<p>Saya tidak tahu berapa banyak di antara kita yang mengenal pasangan suami istri yang juga sangat mengasihi Tuhan; namanya adalah Antonius dan Jeni Putri Tanan. Saya mengenal keluarga tsb, khususnya Jeni, karena kami selama bertahun-tahun bersekutu dan berjuang bersama-sama di persekutuan kampus. Kehidupan keluarga tsb juga patut diteladani, khususnya dalam menyikapi kesulitan dan penderitaan hidup. Sebagian dari kisah hidup mereka dalam mengiring Tuhan telah diterbitkan dalam buku kecil yang berjudul: &#8220;Tangan dan Penyertaan Tuhan&#8221;.Antonius dan Jeni menikah dalam usia yang relatif tua, yaitu masing-masing telah berusia lebih dari 30 tahun. Karena itu, kita mengerti jika mereka menulis bahwa dalam usia seperti itu memiliki anak adalah sebuah hal yang memiliki urgensi tinggi. Setelah melalui berbagai proses medis, akhirnya anak pertama mereka, Joshua lahir pada tahun yang ketiga setelah pernikahan mereka. Tentu saja mereka sangat bahagia menyambut kelahiran anak tsb. Bahkan ketika bayi itu masih dalam kandungan, sudah terlihat betapa bahagianya mereka. Hal itu tercermin dari agenda harian mereka. &#8220;&#8230; Seorang laki-lakikah engkau atau seorang perempuankah engkau&#8230;? kami belum tahu&#8230; Tetapi, apapun yang Tuhan berikan akan kami sambut dengan sukacita&#8230;Cukup lama kami menantikanmu. Berita kedatanganmu menjadi berita gembira bagi opa-omamu, om-tantemu&#8230;&#8221;.[2] Namun apa yang terjadi kemudian? Bayi yang sudah sekian lama ditunggu hanya berumur 10 hari. Joshua yang lahir tsb ternyata mengidap penyakit yang sangat langka, yaitu Hiersprung, yakni penyakit pada usus besarnya. Setelah begumul dengan iman dan berjuang dengan mengerahkan segala kemampuan medis, akhirnya Joshua meninggal di ruang ICU. Tentu itu merupakan pengalaman yang sangat berat bagi keluarga yang hidup benar dan mengasihi Tuhan. Perjuangan selanjutnya dari keluarga tersebut telah dituangkan dengan sangat baik dalam buku kecil tsb. Apakah mereka menyesali hidup mereka yang beriman dan melayani Tuhan? Bagaimana reaksi mereka terhadap penderitaan tsb? Menarik sekali menyimak tulisan mereka pada penutup buku tsb. &#8220;&#8230; kami sekeluaga memiliki hidup yang bahagia karena kami memiliki Kristus. Memiliki Kristus bukan berarti bahwa hidup kami terbebas dari hambatan dan kesulitan. Memiliki Kristus berarti bahwa ketika kami menghadapi kesulitan, Ia berjanji melalui firmanNya bahwa Ia sendiri yang akan menyokong dan menolong kami&#8230;&#8221;.[3]</p>
<p>Kiranya, pengalaman dan kesaksian hidup keluarga tsb juga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya yang hidup mengasihi dan melayani Tuhan, namun kelihatannya menjalani hidup sulit dan penuh penderitaan.</p>
<p><em>Antonius &amp; Jeni Putri Tanan, Tangan Penyertaan Tuhan (Jakarta: Metanoia, 2004).<br />
Ibid, hal.3.<br />
Ibid, hal. 49.</em></p>
<p>Kelima, penderitaan menurut Alkitab merupakan suatu keharusan, bukan pilihan yang boleh ada atau tidak ada. Barangkali ada orang yang tidak setuju dengan pandangan ini, khususnya kelompok yang mengajarkan apa yang dikenal dengan teologi sukses. Menurut pandangan tersebut, Allah sedemikian baik, karena itu Dia tidak akan membiarkan umat ciptaanNya menderita. Sebaliknya, Allah akan terus menerus mengaruniakan keberhasilan kepada setiap umatNya yang hidup berkenan kepadaNya. Penderitaan dinilai sebagai bukti adanya hukuman dan absennya berkat Allah. Namun pandangan seperti itu dapat dengan tegas ditolak, karena jelas tidak sesuai dengan pengajaran firman Tuhan. Dengan jelas rasul Paulus menulis: &#8220;Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk dia. (Fil.1:29). Bahkan menarik untuk diamati bahwa di dalam surat penggembalaan kepada Timotius kita menemukan penegasan adanya penderitaan tersebut dalam tiap fasal:</p>
<p>&#8220;&#8230; Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini&#8230;&#8221; (II Tim.1:12)</p>
<p>&#8220;Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus&#8221; (II Tim.2:3). &#8220;Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita&#8221; (II Tim.2:9)</p>
<p>&#8220;Setiap orang yang mau hidup beribadah dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya&#8221; (II Tim.3:12).</p>
<p>&#8220;Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal&#8230; sabarlah menderita&#8221; (II Tim.4:5).</p>
<p>Jadi, melihat semua ayat-ayat tersebut di atas, maka sesungguhnya kita tidak perlu meragukan adanya penderitaan tsb. Penderitaan tersebut pasti dialami oleh setiap umat Allah, termasuk hamba-hamba Allah yang sungguh-sungguh. Hal itu sangat jelas dari kata ganti yang digunakan dalam ayat-ayat tersebut di atas: &#8220;aku menderita &#8221; (II Tim.1:12 dan 2:9); &#8220;Ikutlah menderita&#8221; (2:3) dan &#8220;Tetapi kuasailah dirimu&#8221; (4:5). &#8220;Setiap orang&#8221; (3:12). Penderitaan apakah yang dimaksud dalam penderitaan tersebut? Hal itu tidak dapat dipastikan. Kita mengamati di dalam Alkitab dan juga dalam sejarah Gereja bahwa penderitaan tersebut dapat beraneka rupa:</p>
<p>Penderitaan secara phisik (aniaya)<br />
Penderitaan secara kejiwaan (stress-tertekan)<br />
Penderitaan secara rohani (bergumul dan berjuang secara rohani)</p>
<p>Keenam, penderitaan bukanlah sebuah pengorbanan, tetapi dapat dilihat sebagai tukar nilai, yaitu untuk menerima bagian yang lebih baik. Menarik sekali membaca perumpamaan tentang kerajaan sorga yang dikisahkan oleh Tuhan Yesus pada Mat.13: 44-46.</p>
<p>&#8220;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.&#8221;</p>
<p>Sungguh sangat menantang untuk mengamati istilah-istilah yang digunakan di dalam ayat-ayat tersebut di atas: &#8220;harta terpendamÃ¢â‚¬â„¢, &#8220;sukacita&#8221;, &#8220;mutiara yang indah&#8221;, &#8220;sangat berharga&#8221;. Perasaan sukacitalah yang membuat orang tersebut menjual seluruh miliknya demi memiliki harta terpendam yang sangat berharga dan sangat mahal tersebut. Hal yang sama dilakukan oleh pedagang yang mencari mutiara tersebut. Setelah ditemukannya, maka dia menjual seluruh miliknya. Apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut? Pengorbanankah? Tentu saja tidak. Hal itu adalah hal yang wajar, menjual sesuatu yang kurang berharga untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga. Jadi, tindakan orang tersebut, yang menjual seluruh miliknya adalah wajar. Jika dia tidak melakukan hal itu, justru merupakan suatu tindakan kebodohan. Demikian juga dengan hal kerajaan sorga sebaga imana dikisahkan oleh Tuhan Yesus. Kita harus bersukacita karena kerajaan itu. Bukan itu saja, kita harus bersikap benar, sedemikian menghargainya, sehingga kita rela melepaskan apa saja demi kerajaan sorga tersebut. Demikian juga, dalam penderitaan yang kita alami demi kerajaan sorga, hal itu adalah sesuatu tukar nilai untuk memperoleh sesuatu yang jauh lebih besar.</p>
<p>Kedelapan, penderitaan sebagai panggilan.</p>
<p>Setelah kita melihat bahwa penderitaan tsb dilihat sebagai kasih karunia, maka rasul Petrus juga menyatakan kebenaran yang menarik lainnya, yaitu, bahwa penderitaan tsb sebagai panggilan. Dia menulis: &#8220;Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya&#8221;. (1Pet.2:21)</p>
<p>Apa yang ditegaskan oleh rasul Petrus tsb memang benar. Dalam keempat Injil (Mat s/d Yoh) kita mengamati bahwa Tuhan Yesus yang adalah Tuhan dan menjadi teladan yang sempurna bagi kita, juga menderita. Penderitaan Yesus tsb ditegaskan adalah demi dan untuk umat yang dikasihiNya, demi kita semua. Karena itu, kita juga dipanggil untuk menderita demi Dia. Jika penderitaan adalah merupakan sebuah panggilan, maka seharusnya itu dijalani dengan penuh ketekunan dan ketabahan. Jangan melarikan diri dari panggilan yang seharusnya diterima dan menggantikannya dengan segala kedagingan dan kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Sebab jika melarikan diri dari panggilanNya, itu berarti kita telah melakukan pelanggaran dan dosa. Sebaliknya, jika kita setia menjalani panggilan kita, sekalipun itu tidak sulit dan p enuh penderitaan, hal itu merupakan satu kemuliaan dihadiratNya, sebagaimana Tuhan Yesus memuliakan Bapa melalui ketaatanNya yang sempurna hingga mati di kayu salib. Sesungguhnya, hal itulah yang ditegaskan oleh rasul Paulus ketika dia menulis: &#8220;Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari penderitaan kami&#8221; (2 Kor.4:17)</p>
<p>Kesembilan, penderitaan adalah harga yang harus dibayar.</p>
<p>Di dalam Injil Lukas, kita membaca seruan Tuhan Yesus yang sangat jelas dan tegas: &#8220;Barangsiapa mau mengikut Aku, Dia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku&#8221; (Luk.9:23). Jadi, dari seruan Tuhan Yesus tsb terlihat dengan sangat jelas adanya keharusan dalam penderitaan, yang merupakan harga yang harus dibayar oleh setiap pengikutNya yang sejati. (Luk.9:23).</p>
<p>Ada yang menafsirkan bahwa ayat tsb merupakan &#8220;persyaratan&#8221; menjadi pengikut Yesus. Namun demikian, saya tidak setuju dengan pendapat yang demikian. Sebab jika kita menyebut itu sebagai persyaratan, maka itu berarti bahwa kita menjadi pengikut atau murid Yesus karena memenuhi syarat. Padahal, Alkitab menyatakan dengan sangat jelas bahwa sebenarnya dari diri kita sendiri kita tidak pernah memenuhi syarat di hadapanNya. Karena itu, saya melihat ayat yang ditulis oleh dokter Lukas tsb bukan sebagai &#8220;persyaratan&#8221;, tetapi sebagai &#8220;tuntutan&#8221; atau &#8220;harga yang harus dibayar&#8221;. Artinya, sekalipun keselamatan adalah karena anugerah, namun kita tetap dituntut untuk rela membayar harga sebagai pengikut atau muridNya. Hal itu jugalah yang ditegaskan oleh rasul Petrus. Dia menulis: &#8220;Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan , yaitu Roh Allah ada padamu&#8221; (1Pet.4:14 band. Mat.5:11).</p>
<p>Seorang pernah berkata: &#8220;To accept Christ costs nothing. To follow Christ, costs something. To serve Christ costs everything&#8221;.</p>
<p>Memang benar, untuk menerima Yesus, kita tidak perlu membayar apa-apa. Kita menerima Yesus dengan iman saja. Kita tidak perlu membayar apa saja untuk keselamatan kita, karena Yesus sendiri telah membayar itu. Akan tetapi, jika kita telah mengaku sebagai pengikut Yesus, kita harus membayar sesuatu. Maksudnya, kita harus meninggalkan kebiasaan lama kita yang tidak berkenan kepadaNya. Sebab jika hal itu tetap kita lakukan, maka akibatnya dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain. Sedangkan untuk menjadi pelayan Kristus, kita harus rela membayar dengan apa saja: pikiran, tenaga, uang&#8230; bahkan nyawa!</p>
<p>Jika kita perhatikan ayat tsb di atas, maka rasul Petrus menulis agar orang percaya berbahagia jika dinista demi nama Kristus. Mengapa? Dia memberikan alasan yang sangat menarik: &#8220;sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu&#8221;. Apa artinya?</p>
<p>Untuk mengerti hal tsb, saya teringat pengalaman yang disaksikan oleh hamba Tuhan yang bernama Watchmen Nee. Dia adalah seorang lulusan dari Fakultas Hukum dari sebuah universitas terkenal di Cina. Namun demikian, dia tidak bekerja sebagai ahli hokum dalam bidang profesi hukum, karena dia terpanggil menjadi hamba Tuhan. Pada satu kali, setelah melayani dari pedalaman, maka dia berkunjung ke kampus asalnya (almamaternya). Pada kesempatan itu, dia beruntung karena bertemu dengan professor yang dulu dikaguminya sewaktu dia masih kuliah. Ketika professornya menanyakan pekerjaannya, maka Watchmen Nee menjelaskan bahwa dia menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan, di mana dia baru saja kembali dari pelayanan di sebuah daerah yang sulit di pedalaman.</p>
<p>Setelah memberitahukan hal itu, ternyata professor tsb tidak memberi penghargaan, akan tetapi sebaliknya, dia mengatakan kalimat yang sangat menyakitkan bagi Watchmen Nee: &#8220;Dulu saya mengira bahwa seorang mahasiswa yang sangat cemerlang akan berkarya dengan cemerlang di negeri ini. Ternyata, apa yang saya lihat sekarang? Di hadapan saya adalah seorang mantan murid saya yang kurus dan kelihatan lesu yang baru saja kembali dari pedalaman&#8221;. Selanjutnya, professor tsb memberikan pertanyaan yang menurut pengakuan Watchmen Nee sangat menyakitkan dan merendahkan dirinya: &#8220;Dengan cara seperti inikah engkau telah memboroskan dan menyia-nyiakan hidupmu?</p>
<p>Ketika Watchmen Nee pulang ke rumahnya dengan perasaan yang sangat sedih karena sedemikian direndahkan oleh mantan dosen yang dulu dikaguminya, maka kemudian, Watchmen Nee mengatakan bahwa segera setelah itu, dalam dirinya muncul suatu sukacita yang sangat besar yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Watchmen Nee menulis: &#8220;Ketika itu, saya baru mengerti apa artinya Roh kemuliaan ada padamu. Rupanya, ketika kita dihina dan menderita demi Dia, maka Roh kemuliaan itu segera bekerja di dalam diri kita mengerjakan sukacita. Roh itu menghibur dan menguatkan kita atas pekerjaan mulia yang telah kita kerjakan.</p>
<p>Bicara mengenai penderitaan dan penolakan, Billy Graham pernah menulis kalimat yang sangat menarik dan menantang mengenai hal tsb. Beliau menulis sbb:</p>
<p>Dulu, Tuhan Yesus telah dihina, ditolakÃ¢â‚¬Â¦ dan menderita demi kita. Kini, biarlah kita juga rela dihina, ditolak&#8230; dan menderita demi Dia&#8221;.</p>
<p>Billy Graham melanjutkan bahwa kita menderita karena mengikuti Tuhan Yesus, di mana diri dan ajaranNya ditolak oleh dunia. Jadi, semakin kita meninggikan Yesus dan ajaranNya, semakin keraslah penolakan itu terjadi kepada kita. Kita hidup dalam lingkungan yang memiliki nilai yang terbalik dengan dunia sekitar kita: apa yang kita tinggikan dan agungkan mereka rendahkan dan anggap hina! Apa yang kita rendahkan dan tinggalkan, itulah yang ditinggikan dan dikejar oleh orang-orang di sekitar kita. Bukankah hal itu secara Ã¢â‚¬ËœwajarÃ¢â‚¬â„¢ dapat mengerjakan konflik dan penderitaan?</p>
<p>Kesepuluh, penderitaan dan kesulitan menjadi alat Allah utk memurnikan, menguji dan menyempurnakan iman kita.</p>
<p>Seorang pernah mengatakan bhw nelayan yang baik tidak pernah dihasilkan dari pelayaran tanpa ombak dan badai. Demikian juga, orang Kristen yang dewasa tidak pernah dihasilkan dari kehidupan tanpa tantangan, kesulitan dan masalah. Dalam kenyataannya, kita menyaksikan bahwa Tuhan Yesus menderita, bahkan mengakhiri hidupNya mati di kayu salib. Tentu kita semua yakin bahwa hal itu dideritaNya sama sekali bukanlah karena ada sesuatu yang tidak beres atau kesalahan di dalam diriNya. Justru sebaliknya, karena Dia hidup benar, dan dengan tegas menegur manusia termasuk pemimpin-pemimpin agama di zamanNya maka Dia menerima perlawanan yang keras serta dimusuhi oleh mereka yang iri hati kepadaNya. Demikian juga, rasul-rasul mengalami hal yang sama. Justru dari pengalaman seperti itulah rasul-rasul memberikan nase hatnya yang sangat indah dan menantang. Rasul Petrus yang banyak menderita kesulitan dan penderitaan itu menulis: &#8220;Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu&#8211;yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api&#8211;sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1Pet.1:6-7; 1Pet.4:12). Demikian juga rasul Yakobus menulis: &#8220;Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan i tu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun&#8221; (Yak.1:2-4). Hal yang sama dituliskan oleh penulis kitab Ibrani ketika dia menegaskan bahwa sekalipun pada mulanya ganjaran itu tidak mendatangkan sukacita, namun hasilnya kelak akan mendatangkan buah kebenaran: &#8220;Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. &#8221; (Ibr.12:11)</p>
<p>Sebenarnya, pengajaran seperti itu tidak hanya kita temukan di dalam Alkitab Perjanjian Baru, tetapi hal itu telah kita temukan juga di dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama kita melihat kehidupan Ayub yang sedemikian menderita, namun kemudian dibenarkan dan dipuji di hadapan Allah(1:6-12; 21-22; 42:7-17). Jika kesulitan, penderitaan seperti itu kita bandingkan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh dan Nias, maka kita juga belajar sesuatu hal yang sangat berharga. Sebagai contoh, dalam sebuah stasiun TV swasta ditayangkan bahwa seorang yang telah kehilangan 70 (tujuh puluh) orang anggota keluarganya masih mampu untuk bertahan, bahkan menjadi anggota relawan. Ketika dia ditanya mengapa menjadi relawan dan bagaimana perasaannya setelah kehilangan seluruh anggota keluarganya, maka dia dengan sangat tenang menjawab: &#8220;Ikhlas, dan pasrah kepada Allah&#8221;.</p>
<p>Apa yang dapat kita pelajari dari keyakinan dan keikhlasan seperti itu? Bandingkan kenyataan tsb dgn fakta orang2 gila di negara lain sebagai akibat dari penderitaan dan korban Tsunami. Jadi, terlihat dengan sangat jelas daya tahan yang melampaui akal yang diberikan oleh iman dan kepasrahan kepada Allah tsb. Sekiranya iman dan penyerahan seperti itu dimiliki oleh semua umat manusia yang percaya kepadaNya maka tidak perlu muncul masalah-masalah baru seperti terjadinya depressi, gila tsb di atas.</p>
<p>Kesebelas, Alkitab dengan jelas memberitahukan kepada kita bahwa sekalipun kita berusaha untuk memahami segala kesulitan dan penderitaan tsb, namun penderitaan tetap mengandung misteri, di mana kita sulit memahaminya sepenuhnya.</p>
<p>Sejauh ini kita telah berusaha untuk memahami makna penderitaan dan kesulitan yang dialami oleh manusia termasuk mereka yang percaya kepada Allah. Kita telah melihat berbagai kemungkinan dapat terjadi yang menyebabkan terjadinya penderitaan tersebut. Namun setelah melihat hal-hal tersebut di atas, kita harus mengakhiri usaha memahami penderitaan tsb dengan sebuah sikap jujur dan mengakui bahwa tidak semua kesulitan dan penderitaan dapat dijelaskan secara logis dan rasional. Hal itu sebenarnya wajar saja. Karena apa? Karena kita sedang membicarakan aspek kehidupan manusia yang sangat rumit dengan hubungannya kepada alam dan Allah yang tidak terbatas dan tidak terduga pengertian serta keputusanNya.</p>
<p>Hal rahasia Allah inilah yang juga diakui dan diserukan oleh rasul Paulus ketika dia mencoba memahami ajaran keselamatan bangsa Israel serta seluruh umat pada umumnya. Padahal, aspek keselamatan tsb hanyalah salah satu bagian kecil dari kehidupan manusia. Hal itu juga merupakan bagian kecil dari seluruh rancangan Allah. Meskipun hal itu merupakan bagian kecil, namun ketika rasul Paulus mendiskusikan hal keselamatan tsb di dalam tiga fasal penuh (Ro.9-11), namun dia mengakhiri dengan seruan terkenal berikut:</p>
<p>&#8220;O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!&#8221; (Ro.11:33).</p>
<p>Di dalam Perjanjian Lama, kita juga dapat menemukan hal yang sama. Ketika pemazmur mencoba memahami penderitaan orang benar dan kemujuran orang fasik, maka dia seolah-olah menyesali keberadaannya, seolah-olah dia menyesal sebagai orang benar. &#8220;Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagiÃ¢â‚¬Â¦(Maz.73:13-14). Selanjutnya, dalam usaha memahami penderitaan orang benar dan kemujuran orang fasik tsb, pemazmur menulis: &#8220;Ã¢â‚¬Â¦ aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. &#8221; (73:22).</p>
<p><strong>Bagaimana Sikap Kita Menghadapinya?</strong></p>
<p>Kita telah membahas secara panjang lebar tentang mengapa terjadi kesulitan dan penderitaan di dunia ini, termasuk dalam diri umat Allah. Kita telah mencoba memahaminya, baik dari pemahaman para ahli theologia, maupun dari pengajaran Alkitab itu sendiri. Berbagai teori telah kita lihat bersama, berbagai fakta dan pengajaran Alkitab juga telah kita soroti. Sebagai hasil dari pengamatan tsb, kembali kita mengakui bahwa memang tidak ada penjelasan yang sederhana. Itulah sebabnya, sejak dari awal tulisan ini telah saya tegaskan supaya dalam membicarakan penderitaan tsb, jangan ada di antara kita yang mencoba menyederhanakan. Selain tidak sederhana, penderitaan tsb juga tidak dapat kita pastikan karena apa; apakah karena dosa sebagai hukuman Tuhan, ataukah karena ujian iman, atau karena apa. Lalu apa yang p asti? Jawabnya adalah, penderitaan tsb pasti akan dialami, baik itu dipahami atau tidak dipahami.</p>
<p>Jika demikian halnya, bagaimana sikap kita menghadapi kesulitan dan penderitaan jika hal itu terjadi kepada kita? Sebagai umat tebusan yang sangat dikasihiNya, apa yang harus kita lakukan dalam menyikapi penderitaan tsb? Bagaimana sikap yang berkenan dan tidak mendukakanNya ketika kita mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidup dan pelayanan kita sendiri? Di atas, kita banyak membaca surat rasul Petrus, yaitu rasul yang memang sangat banyak mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidup dan pelayanannya. Karena itu, kita akan melihat beberapa saran praktis dari rasul Petrus dan rasul lainnya dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan tsb.</p>
<p>Pertama, rasul Petrus menasehatkan agar kita jangan heran menghadapi kesulitan penderitaan tsb.</p>
<p>Dia menulis kepada seluruh umat yang tersebar di perantauan (diaspora): &#8220;Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Ã¢â‚¬Â¦ (1Pet.4:12) Menarik sekali mengamati ayat tsb, karena dalam ayat ini rasul Petrus mengingatkan kita agar jangan melihat kesulitan, penderitaan atau Ã¢â‚¬Ëœnyala siksaanÃ¢â‚¬â„¢ sebagai hal yang &#8220;seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa&#8221;. Dengan perkataan lain, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hal itu adalah sesuatu yang biasa, bukan luar biasa. &#8220;Jangan heran, hal itu adalah biasa&#8221;, demikian rasul Pet rus. Apa yang terjadi dengan orang percaya pada umumnya? Jika mereka menderita karena imannya atau karena ketaatannya kepada Allah, mereka heran dan tidak menganggapnya sebagai hal yang biasa. &#8220;Mengapa harus terjadi kesulitan seperti ini kepada saya? Mengapa saya dikucilkan di kantor dan dalam pergaulan? Jika Tuhan mengasihi saya, mengapa penyakit ini menimpa saya?&#8221;, demikian pertanyaan sebagian orang. Sementara yang lainnya bertanya: &#8220;Jika Tuhan mahakuasa mencegah segala kesulitan, mengapa banyak umat yang menderita karena imannya? Mengapa banyak Gereja yang dibakar massa? Mengapa terjadi Tsunami yang mengorbankan lebih dari dua ratus ribu penduduk di Aceh? Mengapa&#8230;? Mengapa&#8230; Mengapa&#8230;&#8221; Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang muncul, baik itu yang sempat terucapkan maupun yang belum sempat, sebagai akibat dari keheranan yang terjadi ketika kesulitan dan penderitaan tiba. Karena itu, biarl ah perintah firman Tuhan tsb di atas kita camkan dan kita mohon kekuatan dari padaNya untuk mentaatinya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/304/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/304/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=304&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mengapa-ada-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menerima Roh Kudus</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/menerima-roh-kudus/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/menerima-roh-kudus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/menerima-roh-kudus/</guid>
		<description><![CDATA[Menerima Roh Kudus

Firman : Yohanes 20:19-23
Suatu peristiwa besar terjadi bahkan baru pertama kalinya dialami oleh murid-murid Yesus, dan juga merupakan suatu peristiwa penting dalam Kekristenan, yaitu peristiwa kebangkitan Yesus Kristus. Ada banyak orang tidak mempercayainya, itulah sebabnya mereka berkata, orang Kristen itu adalah seorang yang bodoh sebab menyembah seorang Nabi dan menjadikan-Nya Tuhan, dan mempercayai-Nya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=301&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Menerima Roh Kudus</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Firman : Yohanes 20:19-23</p>
<p>Suatu peristiwa besar terjadi bahkan baru pertama kalinya dialami oleh murid-murid Yesus, dan juga merupakan suatu peristiwa penting dalam Kekristenan, yaitu peristiwa kebangkitan Yesus Kristus. Ada banyak orang tidak mempercayainya, itulah sebabnya mereka berkata, orang Kristen itu adalah seorang yang bodoh sebab menyembah seorang Nabi dan menjadikan-Nya Tuhan, dan mempercayai-Nya telah bangkit dari kematian. Namun sesungguhnya orang Kristen bukanlah orang bodoh, karena Alkitab adalah kebenaran dan telah mencatat bahwa Yesus adalah Tuhan yang telah mati untuk menebus dosa manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Dalam Kis. 4:12 dikatakan dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang olehnya kita dapat selamat selain di dalam nama Yesus Kristus. Dan Ia yang telah mati itu juga telah bangkit, ini berarti membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan.</p>
<p>Kita percaya, kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan, dan sekaligus merupakan jaminan untuk kita hidup berkemenangan. Disaat murid-murid-Nya diliputi oleh ketakutan terhadap ancaman orang Yahudi, Yesus datang dan mengurapi mereka dan berkata; terimalah Roh Kudus. Tetapi rasa takut membuat diantara murid-murid Yesus meragukan kebangkitan-Nya (Thomas), hal yang sama sering dialami banyak orang percaya, mereka meragukan kuasa kebangkitan Yesus, karena hatinya telah dikuasai oleh ketakutan, sehingga akibatnya sulit bagi mereka untuk mengalami kuasa pertolongan Tuhan.</p>
<p>Sekarang kita pelajari perkara-perkara penting dibalik kalimat yang diucapkan Yesus; Terimalah Roh Kudus:</p>
<ul>
<li>Menerima Roh Kudus adalah kebutuhan mutlak bagi setiap murid Kristus. Ada banyak orang mau mengikuti Yesus tetapi tetap hidup dalam dosa, Mereka mau ikut sejauh Yesus mau tolong dia, berkati dia, lindungi dia, tetapi ia sendiri tidak mau hidup tunduk kepada kehendak Tuhan. Dan seorang murid berbeda dari sekedar seorang pengikut, sebab seorang murid adalah seorang yang mau belajar dan hidup disiplin termasuk disiplin terhadap waktu, itulah sebabnya seorang murid pasti mengalami pertumbuhan. Dan Yesus bukan mencari pengikut tetapi cari murid, Yesus bukan mengutus pengikut tapi mengutus murid. Alkitab mencatat, Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam segala perkara, dan memimpin kita kepada seluruh kebenaran.</li>
<li>Menerima Roh Kudus dan menerima Kristus adalah dua pengalaman yang berbeda. Setelah kita terima Kristus maka dengan demikian Roh Kudus sudah ada dalam kita, tapi persoalannya apakah kita mau hidup dipimpin-Nya..?! karena kenyataannya ada di antara orang percaya yang tidak mau hidup dipimpin Roh Kudus. Perbedaan pengalaman penerimaan Roh Kudus dengan menerima Kristus dapat kita bandingkan dengan apa yang dikatakan Paulus di dalam Kis. 19: 1,2. Jadi, penerimaan Kristus terjadi melalui proses pertobatan dan dibaptis selam, sementara proses menerima Roh Kudus terjadi pada peristiwa baptisan Roh Kudus yang dilakukan oleh Yesus sendiri. Dipimpin Roh Kudus mutlak bagi kita, sebab seorang yang tidak dipimpin Roh Kudus betul tahu kebenaran tapi tidak bisa hidup di dalamnya.</li>
<li>Menerima Roh Kudus adalah awal memasuki hidup Ilahi (Yehezkiel 37:9). Orang Israel sebetulnya adalah umat yang sedang berjalan (hidup), tapi dihadapan Tuhan mereka seperti tulang-tulang kering (mati), karena bagi Tuhan mereka tidak berarti apa-apa, tidak berguna karena hidup dalam ketakutan. Kemudian Tuhan menghembuskan nafas hidup-Nya yaitu Roh Kudus yang membuat mereka hidup kembali dan menjadi kuat serta berani melangkah di dalam Tuhan. Menerima Roh membuat kita hidup, dan memiliki keberanian, dan hidup dalam buah-buah Roh Kudus (Gal. 5: 22,23), seseorang dapat dikenal melalui buahnya karena itu berbahagialah kita yang memiliki buah-buah Roh Kudus, karena itulah ciri khas kehidupan ilahi.</li>
<li>Menerima Roh Kudus bukti bahwa pekerjaan-Nya tidak dapat dibatasi (Yoh. 20:23). Salah satu bukti, Roh Kudus akan memberikan kemampuan bagi kita untuk mengampuni orang lain sehingga karenanya dosa kita juga diampuni Tuhan. Bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil, ketika kita menerima Roh Kudus kita dapat mempercayainya, itulah sebabnya orang yang dipimpin Roh Kudus akan berserah sepenuhnya pada pertolongan Tuhan.<strong>Kesimpulan</strong><br />
Menerima Roh Kudus mutlak, juga merupakan suatu hal yang dijanjikan Tuhan pada kita. Kehadiran Roh Kudus menjadikan kita hidup dalam-Nya, yang kemudian menuntun kita menjadi murid Kristus yang sejati, juga dapat hidup dalam buah-buah Roh yang merupakan ciri khas kehidupan Ilahi, sehingga akhirnya kita dapat mengalami mujizat-mujizat Tuhan. Sebab bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/301/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/301/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=301&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/menerima-roh-kudus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencomot Ayat Diluar Konteks</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mencomot-ayat-diluar-konteks/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mencomot-ayat-diluar-konteks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mencomot-ayat-diluar-konteks/</guid>
		<description><![CDATA[Mencomot Ayat Diluar Konteks

&#8220;&#8230; Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar balikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=300&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Mencomot Ayat Diluar Konteks</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">&#8220;&#8230; Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar balikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain .&#8221; (2Petrus 3:15-16) Rasul Petrus dalam suratnya menulis nasehat kepada pembacanya agar berhati-hati dalam menafsirkan surat atau firman Tuhan, soalnya ia menunjuk pada nasib surat Paulus yang sekalipun ada hal-hal yang mudah dimengerti, ada juga hal-hal yang sukar difahami, sehingga mereka yang tidak memahami dan tidak teguh imannya bisa memutar balikkannya dan menjadi kebinasaan bagi mereka sendiri.</p>
<p>Dalam menafsirkan ayat-ayat Alkitab, memang ada ayat-ayat yang mudah dimengerti dari teks itu sendiri, namun ada bagian-bagian yang sukar dimengerti sehingga kalau dimengerti dari sebagian teks itu sendiri, artinya bisa jauh dari pengertian sebenarnya bila dimengerti dengan melihat konteks ceritanya.</p>
<p>Dalam usaha merendahkan ´nama Allah´ menjadi sekedar ´nama berhala´, pemuja nama Yahweh sering mencomot ayat-ayat sepotong dan memisahkannya dari konteks berita lengkapnya. Beberap contoh di bawah ini bisa kita lihat:</p>
<ul>
<li>&#8220;Nama ´Allah´ telah dikenal dan dipakai sebelum Al-Quran Diwahyukan..&#8221; (Ensiklopedia Islam, h.23).</li>
<li>&#8220;Allah bagi orang-orang pra-Islam dikenal sebagai dewa yang mengairi bumi.&#8221; (Passing Over, h.84).</li>
<li>&#8220;Allah adalah nama Dewa yang disembah penduduk Mekah . &#8221; (Agama-agama Manusia, h.258)</li>
</ul>
<p>Ayat-ayat potongan di atas kemudian ditafsirkan bahwa sebenarnya nama Allah adalah nama ´dewa air´ yang disembah penduduk Mekah pada masa pra-Islam (jahiliah) sebelum kehadiran Islam. Tidak tanggung-tanggung potongan itu dikutip dari buku-buku tenar yang ditulis oleh tokoh-tokoh agama seperti misalnya Johan Efendi dan Huston Smith, sehingga kelihatannya benar dan meyakinkan. Namun, kalau kita membaca konteksnya, potongan ayat-ayat ini bisa berbicara lain. Lihatlah ayat konteksnya berikut (yang Bold/Underline potongan yang dicomot):</p>
<li>&#8220;Nama ´Allah´ telah dikenal dan dipakai sebelum Al-Quran diwahyukan; misalnya nama Abd Al-Allah (hamba Allah), nama ayah nabi Muhammad. Kata itu tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang, oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan.&#8221; (Ensiklopedia Islam, h.23).</li>
<li>&#8220;Allah bagi orang-orang Arab pra-Islam dikenal sebagai dewa yang mengairi bumi sehingga menyuburkan pertanian dan tumbuh-tumbuhan serta memberi minum ternak. Islam datang untuk mengubah konsep yang selama ini diyakini oleh orang Arab. Yaitu Allah dalam Islam dipahami sebagai Tuhan Yang Mahaesa, tempat berlindung bagi segala yang ada . Maka ia pun meyakini Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi serta segala yang ada ini. Tergolonglah Ibrahim sebagai penganut agama ´Hanif´ yang terbebas dari kemusyrikan&#8221; (Passing Over, h.84-85,87).</li>
<li>&#8220;Allah adalah nama dewa yang disembah penduduk Mekah . Secara harfiah, Allah berarti &#8220;Tuhan yang satu dan pasti satu.&#8221; Bukan suatu Tuhan, karena hanya ada satu Tuhan. Tuhan yang esa. Tuhan kemudian menciptakan dunia, dan sesudahnya manusia. Siapakah nama dari manusia pertama ini? Adam. Keturunan Adam kemudian sampai kepada Nuh, yang mempunyai seorang putra yang bernama Shem. Dari sinilah asal usul kata &#8220;Semit&#8221;. Seorang semit secara harfiah berarti seorang keturunan Sem. Seperti juga halnya dengan orang Yahudi, orang Arab memandang dirinya sendiri sebagai kaum Semit. Keturunan Shem dapat ditelusuri sampai kepada Ibrahim, dan kita masih dapat menemukan menemukan adanya suatu tradisi yang sama.&#8221; (Agama-Agama Manusia, h.258,255)Dari konteks tulisan yang memperluas pengertian, kita dapat mengerti bahwa ´Allah´ adalah pencipta langit dan bumi ´rumpun Semitik´ (yang dalam dialek Ibrani dikenal sebagai El/Elohim/Eloah dan dalam dialek Aram-Siria disebut ´Alaha&#8221;), yang menciptakan Adam dan keturunanya Nuh yang memperanakkan Sem dan dari keturunannya lahir Ibrahim (Abraham dalam Alkitab). Dari keturunan Ibrahim yaitu ´kaum hanif´ Islam mengenal Allah monotheisme Abraham dan yang dipercayai oleh Islam. Memang diakui bahwa pada masa pra-jahiliah, nama itu merosot ditujukan pada berbagai nama berhala impor seperti dewa air, dewa bulan, dewa kesuburan, tapi melalui kaum hanif yang masih memurnikan ajaran monotheisme Ibrahim lalu kemerosotan masa jahiliah itu dipulihkan. Dari berita yang lengkap juga diketahui bahwa nama itu bukan monopoli Arab dan Islam karena juga digunakan oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, untuk memanggil Tuhan.
<p>Al-Quran menunjukkan bahwa Muhammad sendiri menyebut bahwa nama ´Allah´ sudah dipergunakan bersama umat beragama Yahudi dan Kristen pada saat Islam lahir, itu berarti sudah digunakan oleh penganut agama Yahudi dan Kristen yang berbahasa Arab jauh sebelum kehadiran Islam.</p>
<p>&#8220;(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah. Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.&#8221; (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40)</p>
<p>Kasus ini mengingatkan kita agar kita berhati-hati dalam menafsirkan suatu karya tulis, karena penafsiran sempit dengan mencomot ayat diluar konteksnya, yang menghasilkan kesimpulan ´Allah´ adalah nama dewa air/bulan, bisa memutar balikkan kebenaran dan menjadi fitnah bila telah dimengerti secara kontekstual. Karena itu, dalam membaca karya-karya sastra, kita perlu melihatnya secara kontekstual dan menghindari penafsiran sepotong dengan mencomot kutipan keluar dari kalimatnya secara utuh.</li>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/300/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/300/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=300&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mencomot-ayat-diluar-konteks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Ke Sorga atau Ke Neraka Selamanya?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mau-ke-sorga-atau-ke-neraka-selamanya/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mau-ke-sorga-atau-ke-neraka-selamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mau-ke-sorga-atau-ke-neraka-selamanya/</guid>
		<description><![CDATA[Mau Ke Sorga atau Ke Neraka Selamanya?

Apa yang terjadi jika seorang yang beriman meninggal dan apa yang terjadi bila seorang yang tidak beriman meninggal ? Alkitab cukup jelas tentang hal ini. Di 2 Korintus 5:8 kita baca: &#8220;Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.&#8221;
Di Filipi pasal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=299&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Mau Ke Sorga atau Ke Neraka Selamanya?</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Apa yang terjadi jika seorang yang beriman meninggal dan apa yang terjadi bila seorang yang tidak beriman meninggal ? Alkitab cukup jelas tentang hal ini. Di 2 Korintus 5:8 kita baca: &#8220;Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.&#8221;</p>
<p>Di Filipi pasal 1 kita juga menemukan bahasa yang sama. Ketika kita diselamatkan, kita diberikan kebangkitan roh yang baru dimana kita juga mendapatkan hidup yang kekal. Kematian jasmani adalah pemisahan roh dari tubuh, jadi roh kita meninggalkan tubuh kita yang akan dimasukkan ke dalam kubur, dan roh kita akan pergi untuk hidup dan memerintah bersama dengan Kristus di sorga. Dan di 1 Tesalonika 3:13 kita baca: &#8220;Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.&#8221;</p>
<p>Dan di 1 Tesalonika 4:13-15 kita baca: &#8220;Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.&#8221;</p>
<p>Pada hari terakhir, Kristus akan datang dengan semua orang kudus-Nya, yaitu mereka yang sudah mati dan diselamatkan, yang dalam keadaan roh tetap hidup bersama dengan-Nya di sorga. Dan pada hari terakhir, tubuh mereka semua akan dibangkitkan untuk mendapatkan tubuh yang baru yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa, dan mereka akan kembali menjadi satu kepribadian yang utuh lagi.</p>
<p>Di pihak lain, ketika seorang yang belum diselamatkan meninggal, rohnya tidak menerima kehidupan yang kekal, jadi dia tidak dapat masuk ke dalam sorga. Rohnya akan dipisahkan dari tubuhnya, tubuhnya akan ditaruh didalam kuburan, persis seperti tubuh orang yang beriman dimasukkan dalam kuburan, tetapi roh orang yang tidak beriman akan pergi ke suatu &#8220;tempat sunyi&#8221; (Mazmur 115:17). Dan disitu mereka &#8220;tidak mempunyai kesadaran apa-apa&#8221; (Wahyu 20:5) sampai pada hari pengadilan terakhir ketika mereka akan dibangkitkan dan berdiri sebagai kepribadian yang utuh di hadapan takhta pengadilan Tuhan. Di Yohanes 5:28-29 Tuhan berkata: &#8220;Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.&#8221;</p>
<p>Mereka yang telah meninggal dunia dan tidak diselamatkan akan dibangkitkan untuk diadili dan mereka akan diadili bersama-sama dengan semua orang yang tidak diselamatkan yang masih hidup di bumi ketika Kristus datang kembali untuk yang kedua kalinya. Mereka yang diadili sudah pasti akan ditemukan bersalah atas dosa-dosa mereka dan kemudian hukuman dijatuhkan yaitu dibuang ke neraka untuk selama-lamanya.</p>
<p>Sedangkan untuk sekarang ini, mereka yang sudah mati tapi tidak diselamatkan tidak dapat langsung pergi ke neraka sebab mereka belum resmi diadili, dan mereka akan diadili pada hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kita semua sungguh-sungguh memerlukan Juruselamat untuk menebus dosa-dosa kita sebab pilihannya adalah amat mengerikan untuk direnungkan.</p>
<p>Saya mempunyai pertanyaan, anda berkata kalau seorang yang belum diselamatkan mati dia akan pergi ke tempat yang sunyi. Tetapi pendeta di gereja saya berkata bahwa orang yang belum diselamatkan akan disiksa sampai hari terakhir, dan Wahyu 20:13-14 mendukung hal ini.</p>
<p>Tidak, itu tidak bisa terjadi seperti itu. Orang-orang yang tidak diselamatkan tidak bisa dijatuhi hukuman sebelum mereka diadili, jadi harus ada pengadilan terlebih dahulu dan pengadilan itu akan dilangsungkan pada hari terakhir. Tuhan tidak bisa memasukkan seseorang ke dalam neraka sebelum mereka diadili dan ditemukan bersalah. Mari kita lihat Wahyu 20:13-14, tetapi sebelumnya mari kita baca Wahyu 20:5:</p>
<p>&#8220;Tetapi orang-orang mati yang lain [yaitu orang-orang yang tidak diselamatkan] tidak bangkit [yaitu mereka tidak mempunyai kesadaran apa-apa] sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p>Hal ini terjadi sampai habisnya masa &#8220;seribu tahun&#8221; secara rohani, dan ini adalah &#8220;kesempurnaan masa&#8221; (completeness) yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk mereka. Kemudian di ayat 13 kita baca:</p>
<p>&#8220;Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya [ini berarti bagaimanapun mereka mati dan dikubur sewaktu mereka meninggal dunia, Tuhan mampu untuk membangkitkan mereka pada hari terakhir], dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Sekarang anda lihat neraka adalah berarti &#8220;berada di bawah murka Tuhan&#8221;, dan sebetulnya setiap orang yang belum diselamatkan mereka masih berada dibawah murka Tuhan. Mereka belum dibuang ke dalam neraka karena mereka harus diadili terlebih dahulu. Semua orang yang secara fisik hidup di bumi dan belum diselamatkan secara spiritual mereka juga berada di neraka. Ungkapan &#8220;maut&#8221; menunjuk kepada dunia orang mati dan ungkapan &#8220;kerajaan maut&#8221; menunjuk kepada dunia orang yang masih hidup tetapi belum diselamatkan. Itulah mengapa kita baca di ayat 11 dan 12:</p>
<p>&#8220;ada suatu takhta putih yang besar, dan orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab.&#8221;</p>
<p>Jadi mereka yang tidak diselamatkan akan berdiri di depan tahta pengadilan itu pada hari terakhir, mereka sudah pasti akan ditemukan bersalah dan kemudian dibuang ke dalam lautan api, yaitu dihukum untuk selama-lamanya, apinya tidak akan padam dan asapnya akan membubung terus untuk selama-lamanya (Wahyu 14:11, Yesaya 66:24).</p>
<p>Bisakah anda memberitahukan kepada saya dimana dikatakan bahwa orang mati yang belum diselamatkan pergi ke tempat sunyi?</p>
<p>Ya, ini ada tertulis di dalam kitab Mazmur. Sebelumnya kita sudah lihat di Wahyu 20:5, bahwa &#8220;orang-orang mati yang belum diselamatkan tidak bangkit&#8221;, atau mereka tidak mempunyai kesadaran apa-apa sampai pada hari terakhir, dan kemudian di Mazmur 115:17, kita baca:</p>
<p>&#8220;Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan [tidak juga - KJV] semua orang yang turun ke tempat sunyi,&#8221;</p>
<p>Orang mati yang dimaksud di bagian yang pertama adalah orang-orang yang &#8220;mati secara rohani&#8221; tetapi masih hidup didunia ini, sedangkan bagian yang kedua menyatakan bila orang yang belum diselamatkan meninggal dunia, roh mereka akan pergi ke tempat &#8220;tempat sunyi&#8221;. Kemudian perhatikan di ayat berikutnya kita baca di ayat 18:</p>
<p>&#8220;tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!&#8221;</p>
<p>Anda lihat kalau kita sudah diselamatkan, kita menerima &#8220;kebangkitan jiwa yang baru&#8221;, dimana bersamaan dengan itu kita juga diberikan hidup yang kekal. Jadi ketika kita tubuh fisik kita mati, hidup kita tidak akan berakhir, karena kita masih akan mempunyai kesadaran (didalam roh). Kita akan terus memuji Tuhan karena para malaikat akan menjemput jiwa kita untuk dibawa masuk ke dalam surga, dimana kita akan hidup dan memerintah bersama dengan Kristus sampai pada hari terakhir. Dan di hari terakhir nanti kita baru akan menerima kebangkitan tubuh yang baru, yaitu, tubuh yang sudah dimuliakan dan tidak dapat binasa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/299/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/299/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=299&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/mau-ke-sorga-atau-ke-neraka-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Jabatan Dari Allah</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lima-jabatan-dari-allah/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lima-jabatan-dari-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lima-jabatan-dari-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Lima Jabatan Dari Allah

Pengajar &#8220;Dan Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=298&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Lima Jabatan Dari Allah</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry"><strong>Pengajar</strong> &#8220;Dan Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, &#8230;&#8221; (Efesus 4:11-13)</p>
<p>&#8220;Christ chose some of us to be apostles, prophets, missionaries, pastors, and teachers, so that his people would learn to serve and his body would grow strong. This will continue until we are united by our faith and by our understanding of the Son of God. Then we will be mature, just as Christ is, and we will be complitely like him.&#8221; (Ephesians 4:11-13; CEV)</p>
<p>Shalom, Saudara dan saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,</p>
<p>&#8220;Guru kencing berdiri, murid kencing berlari&#8221;, begitulah kata peribahasa kita orang indonesia. saya belum pernah lihat orang kencing sambil berlari. mungkin maksudnya adalah sang guru melakukan sesuatu dengan baik, sedangkan murid tentu harus belajar dari gurunya. Alkitab berkata: Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya (Luk 6:40). Kita semua adalah murid, dan siapakah guru kita? Tuhan Yesus!</p>
<p>Tuhan Yesus berkata: Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan padamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan. (Mat 11:28-30)</p>
<p>Setelah kita belajar pada Yesus, ada beberapa dari kita yang tertarik untuk mengajarkan pula pada orang lain. Hanya saja, kita harus ingat, bahwa apa yang kita ajarkan bukanlah berasal dari diri kita, melainkan tetap berpusat pada Firman Tuhan sendiri. Dalam sejarahnya umat Israel memelihara hukum Musa, para imam membuat peraturan- peraturan kecil yang akhirnya dibakukan dalam adat istiadat dan banyak diantaranya yang sebenarnya melanggar hukum Taurat itu sendiri. Yesus mengecam mereka, yang memelihara adat istiadat yang jelas-jelas melanggar hukum Allah sendiri.</p>
<p>Yang kedua, seorang pengajar seharusnya juga menjadi teladan. Perkataan Yesus penuh dengan kuasa, karena apa yang diajarkanNya, itu juga yang dilakukanNya. Ia tidak hanya mengajarkan untuk mengasihi musuh, tetapi juga mempraktekkan ajaranNya sendiri ketika Ia berada diatas kayu salib. Orang tua akan sulit mengajar anaknya untuk tidak berbohong, kalau mereka sendiri ternyata sering melakukannya. Yesus berkata bahwa kalau orang buta menuntun orang buta, tentu keduanya akan jatuh kedalam lubang. Oleh karena itu, jadikanlah Firman Tuhan sebagai pedoman utama dalam hidup ini. (Firman-Mu, p´lita bagi kakiku, terang bagi jalanku&#8230;.)</p>
<p>Yang ketiga, kita cenderung untuk melihat kesalahan orang lain daripada diri kita sendiri. Ini namanya egonya manusia. Ke-aku-an di dalam diri kita. Adam dan Hawa tidak mengakui dirinya bersalah ketika Tuhan bertanya kepada mereka, tetapi malah tunjuk pihak lain. Kita sebagai keturunannyapun demikian. Seringkali pula kita hanya melihat selumbar pada mata saudara kita, tanpa menyadari bahwa di dalam mata kita sendiri ada balok. Saya pribadi, sedapat mungkin memberikan tulisan yang saya sendiri sudah alami, dan selalu berpegang pada dasar Firman Tuhan. Jadi, kalau ada yang tersinggung dengan tulisan saya, dimohon untuk tidak protes kepada saya, tetapi proteslah kepada Tuhan Yesus.</p>
<p>Yang keempat. Ada warning dari Yakobus. Dia berkata: Jangan ada diantara kita yang mau jadi guru, sebab seorang guru akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat (Yak 3:1). kenapa begitu? sebab seorang guru kemungkinan besar akan mengajarkan sesuatu kepada orang lain &#8220;beban-beban yang berat&#8221; dan meminta orang lain tersebut untuk memikulnya, padahal dirinya sendiri tidak mau memikulnya. Klop dengan Lukas 6:38b : Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.</p>
<p>Nah, paling enak belajar ama Tuhan Yesus. syaratnya guampangg, tinggal percaya aja. Just believe the Word! Buat kita-kita yang suka jadi pengajar, siap-siaplah untuk dihakimi oleh kata-kata kita sendiri. Amien.</p>
<p><strong>Gembala</strong><br />
&#8220;Dan Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, &#8230;&#8221; (Efesus 4:11-13)</p>
<p>&#8220;Christ chose some of us to be apostles, prophets, missionaries, pastors, and teachers, so that his people would learn to serve and his body would grow strong. This will continue until we are united by our faith and by our understanding of the Son of God. Then we will be mature, just as Christ is, and we will be complitely like him.&#8221; (Ephesians 4:11-13; CEV)</p>
<p>Shalom, Saudara dan saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,</p>
<p>Buat kita-kita yang pernah merasakan tinggal di pedalaman, pasti tahu yang namanya gembala. bahasa kerennya: tukang ngangon wedus. sayangnya, disini jarang ada peternakan domba, jadi kita cuma bisa pelajari dari saudara sepupunya, kambing. tapi kali ini, kita belajar tentang gembalanya dulu.</p>
<p>Bicara soal gembala, kita ingat bahwa Yesus pernah berbicara tentang hal ini di dalam Yoh 10:1-21. Tuhan Yesus memberi perumpamaan dan kemudian mengatakan bahwa diriNya adalah pintu. dan hanya domba yang masuk melaluiNya yang akan menemukan padang rumput. Keselamatan masuk sorga hanya lewat Yesus. tidak ada jalan lain. Kemudian Yesus mengatakan diriNya sebagai gembala yang baik. Jadi, ada 2 macam gembala, yaitu yang baik dan yang tidak baik.</p>
<p>&#8220;Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.&#8221; (Yoh 10:11-12)</p>
<p>Dalam gereja manapun, pasti ada jabatan gembala/pastor. Jabatan ini bukan hanya sekedar panggilan, tetapi juga ada tanggungjawab yang harus dipikul dan Allah sendiri yang menuntutnya. Yesus adalah Gembala Agung (I Pet 5:4) dan pemimpin gereja adalah gembala-gembala kecilNya. Gembala yang baik adalah seorang gembala yang rela menyerahkan nyawanya buat melindungi domba-dombanya. Amien? Kalau ada serigala trus gembalanya kabur, itu namanya bukan gembala yang baik. Nah, buat kita-kita, para dombaNya, selidiki benar-benar, apakah gembala gereja kita baik atau tidak.</p>
<p>Selain itu, kita juga kudu kenal suara gembala kita (ay 14). maksudnya, apa yang ia ajarkan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Kita kan dombanya Allah, kalau kita saja nggak kenal suara Yesus lewat firmanNya, gimana kita bisa bedain suara gembala yang baik dan yang jahat? iya nggak? Kemudian gembala tsb juga akan mengumpulkan domba-domba lain untuk membawanya ke kandangnya (ay 16). artinya, gerejanya makin lama makin banyak jemaatnya.</p>
<p>Nah, sekarang kita bicara mengenai karakter seorang gembala. rasul petrus adalah contoh yang baik. Tuhan Yesus bertanya kepadanya tiga kali dan diakhiri dengan statemen: Gembalakanlah domba-dombaKu. Petrus mengajarkan dalam kitabnya, I Petrus 5:2-3, yaitu: Jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela. Jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Jangan bisanya cuma nyuruh ama prentah aja, tapi juga harus jadi teladan. Begitulah pesan dari petrus.</p>
<p>Penting bagi kita sebagai domba-dombaNya untuk memiliki seorang gembala yang baik di dalam dunia ini. Mengapa demikian? karena kita sebagai domba tentu butuh makan rumput yang enak dan minum dari air yang tenang (iman semakin bertumbuh, pengharapan semakin besar, dan kasih semakin nyata) . Kita butuh perlindungan dari gembala kita dari serangan jahat. selain itu, apa yang gembala kita miliki, bisa ikut transfer ke kita-kita juga. Misalnya, kalau gembalanya takut sama setan, maka domba-dombanya pun begitu. kalau gembalanya kena sakit kanker, dombanya pun bisa ikut-ikutan kena kanker. Percaya atau tidak, demikianlah kenyataannya. Makanya petrus bilang kepada para gembala: jadilah teladan.</p>
<p><strong>Penginjil</strong><br />
&#8220;Dan Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, &#8230;&#8221; (Efesus 4:11-13)</p>
<p>&#8220;Christ chose some of us to be apostles, prophets, missionaries, pastors, and teachers, so that his people would learn to serve and his bo403would grow strong. This will continue until we are united by our faith and by our understanding of the Son of God. Then we will be mature, just as Christ is, and we will be complitely like him.&#8221; (Ephesians 4:11-13; CEV)</p>
<p>Syalom, Saudara dan saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,</p>
<p>Nah, kalau jabatan yang satu ini, nggak usah pusing-pusinglah, pasti setiap denominasi gereja mengakuinya. Bahkan tahun-tahun belakangan ini sedang booming. Dari sekolah-sekolah untuk menjadi penginjil sampai kursus kilat alkitab mengajarkan kita untuk mewartakan kasih Kristus kepada setiap orang yang kita kasihi. Apa pasal? soalnya ini menyangkut perintah Tuhan Yesus sendiri, yang terkenal disebut sebagai &#8220;amanat agung&#8221;! Pergilah! Beritakan kabar baik pada dunia! Jadikan semua bangsa muridKu! Lakukan semua yang telah Ku ajarkan! Babtislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus! Dan ketahuilah, Aku akan menyertaimu sampai pada akhir jaman!</p>
<p>Bagi kita orang Kristen yang percaya ama Firman Tuhan (lho? emangnya ada, orang kristen yang gak percaya ama firmanNya?), jaminan Keselamatan itu hanya lewat Yesus. Kita bisa yakin masuk sorga bukan karena rajin ke gereja, seneng nyanyi lagu rohani, haleluya setiap kali ngomong, nyumbang buat gereja, apal isi alkitab, aktip pelayanan, tapi karena kasih karunia, karena anugerahNya kita boleh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat atas diri kita pribadi. Nah, lewat iman keselamatan inilah kita bertolak. Orang yang belum percaya Yesus belum diselamatkan! tidak bisa masuk sorga! Kedengarannya memang terlalu lancang, tapi begitulah kenyataannya. Tuhan yang bilang begitu, bukan saya, kok.</p>
<p>Kata Yesus kepadanya: &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221; (Yohanes 14:6)</p>
<p>Nah, untuk jabatan yang satu ini, pendeta gak protes, soalnya gak bakalan melampaui wewenang dan pamornya pendeta. Padahal, jabatan &#8220;pendeta&#8221; tidak pernah ada dalam lima jabatan Allah. &#8220;pendeta&#8221; hanyalah gelar buatan manusia, supaya diakui dan dihormati para manusia.</p>
<p>Jadi, siapapun bisa jadi penginjil. tak perlu sekolah teologia, tak perlu ditahbiskan, tinggal pakai gelar Ev. secara instant (evangelist=penginjil). Apa sih kriterianya menjadi seorang ev.? simple. Sudah pernah merasakan kasih Kristus, percaya bahwa Yesus satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, dan rindu memberitakan kasih Tuhan kepada orang lain yang belum mengenal siapa Yesus. Punya beban secara pribadi bahwa ia harus membalas kebaikan Tuhan Yesus. tidak pakai embel-embel. Seorang Kristen sejati adalah suratan Kristus yang terbuka, kata alkitab. artinya, Kristus terpancar lewat kehidupan kita sebagai pelaku firman. Saling mengasihi dan mengampuni.</p>
<p>Lalu, bagaimana sih, caranya untuk menjadi penginjil yang baik? nah, yang ini saya serahkan ke tangan kalian masing-masing. pelajari Yoh 4:1-42. Perhatikan bagaimana caranya Ev. Yesus Kristus sedang beraksi menginjili perempuan berdosa dari Samaria. Selamat mempelajari!</p>
<p><strong>Orang-orang Kudus</strong><br />
&#8220;Dan Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, &#8230;&#8221; (Efesus 4:11-13)</p>
<p>&#8220;Christ chose some of us to be apostles, prophets, missionaries, pastors, and teachers, so that his people would learn to serve and his body would grow strong. This will continue until we are united by our faith and by our understanding of the Son of God. Then we will be mature, just as Christ is, and we will be complitely like him.&#8221; (Ephesians 4:11-13; CEV)</p>
<p>Shalom, Saudara dan saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,</p>
<p>Ayat diatas berbicara tentang lima jabatan yang ditunjuk Allah sendiri untuk memperlengkapi siapa? orang-orang kudus. siapakah orang- orang kudus tsb? Ya, ayat tersebut mengacu pada: kita! orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.</p>
<p>Banyak orang kristen yang sudah alergi mendengar kata &#8220;orang kudus&#8221;. Dunia ini penuh dengan komentar-komentar negatif seperti: ah, sok suci kamu!, atau: kayak orang bener aja kamu ini!, dan kritik miring lainnya sehingga dalam pikiran kita menyimpulkan bahwa orang kudus hanya ada di sorga.</p>
<p>Saya sendiri masih malu mengakui bahwa saya adalah orang kudusNya, tetapi memang begitulah kata Tuhan kepada kita. Kekudusan yang kita peroleh bukan karena usaha kita, tetapi semata-mata karena anugrah Tuhan Yesus, karena saya percaya kepadaNya, mengakui semua dosa saya, maka darahNya menyucikan saya dari segala dosa saya. Hidup masa lalu saya yang penuh dosa telah mati, terkubur dalam babtisan dan sekarang saya hidup untuk Yesus, untuk memberitakan kasihNya.</p>
<p>Lalu seseorang akan protes kepada saya, apakah saya sekarang sudah tidak berdosa lagi? Jujur saya katakan, sekali-kali masih, tetapi bedanya sekarang saya benci dosa. ketika saya jatuh berdosa, saya tidak mau lama-lama berkubang dalam dosa tersebut, tetapi buru-buru saya akui kepada Tuhan dan meninggalkan dosa tersebut. Pertobatan tetap kita lakukan setiap hari. Tuhan Yesus mengajari kita berdoa Bapa kami agar di praktekkan setiap hari, percaya bahwa Tuhan mengampuni dosa kita sama seperti kita mengampuni kesalahan orang lain kepada kita.</p>
<p>Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (I Yoh 1:9)</p>
<p>Ketika kita baru percaya dan dibabtis, kita terlahir sebagai bayi rohani yang baru. roh manusia kita yang lama telah mati karena dosa adam, oleh karena itu kita harus dilahirkan kembali. Dan sebagai bayi rohani, kita butuh makanan rohani dari para pengajar, gembala, penginjil, rasul dan nabi yang telah ditunjuk oleh Allah supaya kita semakin dewasa dan mengerti akan Allah lewat firmanNya.</p>
<p>Kita adalah masing-masing sebagai anggota dalam Tubuh Kristus. Kristus adalah kepalanya. Kita adalah sel-selnya. Tahukah anda bahwa setiap hari, jutaan sel dalam tubuh anda mati dan juga diperbaharui secara bersamaan? Tubuh kita pun memiliki banyak anggota, dan masing- masing memiliki fungsinya. Sel yang sudah dewasa akan berfungsi dengan baik dalam melayani tubuh. Demikian juga masing-masing dari kita yang sudah dewasa rohani memiliki tujuan yang sudah Tuhan tetapkan, sebagai apapun itu, haruslah kita terima dengan rasa syukur.</p>
<p><strong>Yesus Kristus</strong><br />
&#8220;Dan Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, &#8230;&#8221; (Efesus 4:11-13)</p>
<p>&#8220;Christ chose some of us to be apostles, prophets, missionaries, pastors, and teachers, so that his people would learn to serve and his body would grow strong. This will continue until we are united by our faith and by our understanding of the Son of God. Then we will be mature, just as Christ is, and we will be complitely like him.&#8221; (Ephesians 4:11-13; CEV)</p>
<p>Shalom, Saudara dan saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,</p>
<p>Yesus datang ke dunia sebagai manusia. Ia adalah Firman Allah yang hidup, sudah ada sejak semula dan selalu bersama-sama dengan Allah dan Ia adalah Allah. Namun, Ia rela menanggalkan semua atribut ke- Allah-an Nya dan mengambil rupa sebagai seorang hamba. Apa yang Dia lakukan sebagai seorang manusia?</p>
<ul>
<li>Yesus adalah seorang Nabi. Banyak orang menganggap Dia sebagai Yohanes pembabtis, Elia, ataupun salah seorang nabi. Dan memang benar, bahwa Yesus adalah seorang nabi. Ia diutus oleh Allah Bapa dan melakukan semua yang dikehendakiNya. Dan sebagai seorang nabi, Ia bernubuat, tentang apa yang terjadi pada Yerusalem, apa yang terjadi dengan dunia ini, hari kiamat, bahkan Ia menubuatkan kematianNya dan kebangkitaNya sendiri.</li>
<li>Yesus adalah seorang Rasul. Ia bukan saja diutus oleh Allah, tetapi juga bahwa Ia datang dari Allah. Ia adalah pemilik kerajaan Sorga, dan juga pencipta dumia ini, namun walaupun Ia datang ke dunia, dunia tidak mengenalNya. Ia membuktikan kerasulannya dengan mengadakan banyak tanda dan mujizat. Orang sakit disembuhkan, orang lumpuh bisa berjalan, orang mati dibangkitkan, air berubah menjadi anggur, berjalan diatas air, memberi makan 5000 orang, menghardik badai, mengusir setan-setan, dsb.</li>
<li>Yesus adalah seorang Penginjil. Setelah Ia dibabtis oleh Yohanes pembabtis, Ia pun mulai melakukan pekerjaanNya sebagai pemberita kabar baik. Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat! Lalu Ia membuat banyak orang menjadi percaya kepadaNya dan murid-murid Yesus membabtis mereka. Yesus datang bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa, agar423404a mau berbalik dari jalan mereka yang jahat. Seringkali Yesus berkata: Dosamu telah dihapus, pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi, atau imanmu telah menyelamatkan engkau.</li>
<li>Yesus adalah seorang Gembala. Yesus adalah gembala yang baik, dan gembala yang baik rela memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Ia membuktikan ajaran kasih yang selalu diberitakannya. Lewat kitab para nabi sebelumnya, Ia tahu bahwa Ia harus merelakan nyawaNya demi menebus semua dosa manusia. Ia adalah kurban yang kudus, lahir tanpa dosa, hidup tanpa dosa, dan mati untuk menanggung semua dosa. Adam, manusia pertama, jatuh dalam dosa dan begitupun semua keturunannya. Tidak ada kurban yang sempurnya dari manusia berdosa, kecuali Allah sendiri yang turun tangan, merelakan diriNya menjadi manusia.</li>
<li>Yesus adalah seorang Pengajar. Matius 5-7 tentang kotbah di bukit adalah bukti bahwa Yesus mengajar orang banyak. Mereka kagum kepada Yesus, karena Ia mengajar tidak seperti ahli Taurat. Ia mengajar dengan kuasa. Kata-kataNya penuh kuasa, sebab apa yang Ia ajarkan berasal dari Bapa di Sorga. Yesus adalah gambaran utuh dari Allah yang tidak kelihatan. Siapa yang melihat Yesus, sama saja dengan melihat Allah Bapa (Yoh 14:7). Dan sebagai seorang pengajar, Ia juga melakukan apa yang diajarkanNya. Ia menyatakan dirinya sebagai sang Kebenaran, artinya samasekali tidak ada dusta dalam diriNya.</li>
</ul>
<p>Tuhan Yesus memberkati.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/298/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/298/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=298&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lima-jabatan-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lidah &#8211; Siapakah yang Berani Masuk ke Medan Peperangan Ini?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lidah-siapakah-yang-berani-masuk-ke-medan-peperangan-ini/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lidah-siapakah-yang-berani-masuk-ke-medan-peperangan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lidah-siapakah-yang-berani-masuk-ke-medan-peperangan-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Lidah &#8211; Siapakah yang Berani Masuk ke Medan Peperangan Ini?

Yak. 3:6-8 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=297&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Lidah &#8211; Siapakah yang Berani Masuk ke Medan Peperangan Ini?</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Yak. 3:6-8 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Di Yakobus 3 dinyatakan dengan jelas bahwa lidah merupakan sesuatu yang tak terkendali dan merupakan sesuatu medan peperangan di mana setiap umat Tuhan akan mengalami pergumulan. Mengapa? Karena dengannya:</p>
<ul>
<li>manusia dapat berdoa, memuji, mengagungkan dan menyembah Tuhan.</li>
<li>manusia dapat menyalurkan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dengan pengetahuan, dengan bahasa roh beserta tafsirannya dan menyampaikan nubuat (1 Kor. 12:7-10); melalui bahasa roh dia membangun dirinya sendiri dan melalui nubuat, dia dapat membangun, menasihati dan menghibur sesamanya dan jemaat Tuhan<br />
(1 Kor.14: 2-4).</li>
<li>manusia dapat mengucapkan apa yang dia imani akan terjadi di dalam hidupnya.<br />
Betapa pentingnya ini dibuktikan dengan bagaimana Tuhan Yesus melihat iman seseorang melalui jawaban dari pertanyaan-pertanyaanNya.</li>
</ul>
<p>Semua hal-hal di atas adalah mudah dimengerti. Tetapi, bilamana kita renungkan hal-hal tersebut, semua ini adalah bagian penting dari perjalanan umat Tuhan yang penuh kemenangan. Tidaklah heran penguasaan akan apa yang lidah katakan adalah sesuatu medan peperangan. Iblis tidak mau hidup anda, keluarga anda dan jemaat Tuhan untuk dipulihkan seutuhnya oleh kematian Kristus di kayu salib. Bilamana lidah ini terkendali, maka dapat dibayangkan betapa besar kemenangan umat percaya.</p>
<p>Yakobus 3:6&amp;8 mengatakan bahwa lidah tidak dapat dijinakkan oleh seorangpun. Perhatikan: Tak oleh seorangpun. Sangat nyata di hidup kita masing-masing bahwa betapapun kita berusaha menguasai, selalu terkadang ada sesuatu yang kita katakan kurang berkenan di mata Tuhan. Mengapa? Yesus berkata:</p>
<p>Mat. 12:34 “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”</p>
<p>Mat. 15:11 &#8220;Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.&#8221;</p>
<p>Mat. 15:18 &#8220;Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.&#8221;</p>
<p>Sangatlah jelas bahwa yang menjadi permasalahan adalah hati; apa yang lidah nyatakan adalah bersumber dari HATI. Jadi, apakah arti hati? Melaluinya,</p>
<ul>
<li>Tuhan berkenan akan pilihan-Nya.1Sa. 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: &#8220;Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.&#8221;</li>
<li>Tuhan memberikan hikmat, pengajaran dan akal budi.Kel. 35:34 Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.</li>
<li>Tuhan menolak seteruNya.Kel. 10:20 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.
<p>Maka daripada itu, sangatlah amat penting bahwa hati kita bersedia untuk sepenuhnya dikuasai, diolah dan dibentuk oleh Pencipta Agung itu. Ini adalah sesuatu yang tidak langsung terjadi pada saat kita bertobat. Bagaimanakah hal ini bisa terjadi?</p>
<p>Ul. 30:6 &#8220;Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.&#8221;</p>
<p>Rm. 2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.</li>
</ul>
<p>Jawaban singkat: Penyunatan hati. Apakah arti sunat hati?</p>
<p>Kol. 2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.</p>
<p>Perhatikan akan hal berikut: Penanggalan akan tubuh yang berdosa.Ya dan benar bahwa dosa kita sudah ditebus oleh kematian Kristus. Tetapi, Kol. 2:11 juga menyatakan bahwa ada proses &#8220;penanggalan&#8221; akan tubuh yang berdosa. Ini adalah sesuatu yang progresif dan dilaksanakan setelah pertobatan kita dan sampai pada akhir hidup kita di dunia yang fana ini. Kej. 17 menceritakan kisah Abraham yang mendapatkan perintah Tuhan untuk menyunat seluruh lelaki di keluarganya sendiri, keluarga budaknya dan melingkupi dewasa dan anak-anak. Setelah itu, setiap bayi pria bangsa Israel akan juga disunat pada waktu dia berumur 8 hari.</p>
<p>Apakah arti sunat hati (penanggalan akan tubuh yang berdosa) dengan melihat apa yang terjadi di sunat lahiriah?</p>
<ul>
<li>Perjanjian &#8220;Covenant&#8221; yang menandakan (Kej. 17:12) bahwa perjanjian Allah dengan kita itu kekal. Seperti Abraham diperintahkan untuk menyunat seluruh keluarga dan budak-budaknya, kita dengan SEMUA yang kita punya akan setia dan turut akan perintah-Nya. Apakah dengan sepenuh hati (dan bukan karena tradisi atau latah) kita bersedia berjanji untuk setia kepadaNya dan memulai proses penanggalan tubuh yang berdosa ini?</li>
<li>Sunat terjadi di umur 8 hari, di usia sangat muda belia. Janganlah karena kita &#8220;kasihan&#8221; terhadap umat Kristen yang baru, maka kita menunda-nunda proses ini. Janganlah berpikir seperti berikut, &#8220;Nanti saja kalau dia sudah lebih tahan sakit&#8221;. Tidak! Perlu segera diajarkan bahwa hidup yang lama perlu segera ditanggalkan.</li>
<li>Sunat adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan tidak mudah. Perlu umat Kristen dewasa melindungi dan menjaga &#8220;bayi Kristen&#8221; yang sedang menjalani hal tersebut. Dan, meskipun menyakitkan, umat Kristen dewasa bergembira dan memuji Tuhan karena mereka mengerti implikasi dari peristiwa ini.</li>
<li>Sunat dilakukan di satu anggota tubuh yang menentukan &#8220;kesuburan dan buah&#8221; dari insan ini pada waktu dia menginjak usia dewasa. Bilamana hati kita tidak mengalami ini, maka buah-buah dari hidup Kristiani kita di masa depan akan terpengaruh. Juga ini dilakukan atas sesuatu anggota tubuh yang &#8220;tersembunyi dan penuh rahasia&#8221;. Janganlah umat Kristen yang lebih dewasa membeberkan proses ini kepada pihak-pihak lain yang tidak ikut berkepentingan. Jaga!</li>
</ul>
<p>Bilamana setiap insan bersedia untuk menyatakan dan meminta kepada Tuhan agar supaya penyunatan hati dan penanggalan tubuh yang berdosa, maka penulis percaya bahwa cepat atau lambat hati kita bakal dirombak. Berdoalah supaya hati kita masing-masing mulai &#8220;diolah&#8221; olehNya. Adakan perjanjian denganNya. Ini lebih dari keselamatan. Memang, ini akan menyakitkan. Tetapi, jangan kuatir, umat percaya dan terutama, Roh Kudus, akan menjaga, membimbing dan melindungimu. Maka dari lidah kita akan keluar sumber air yang menyejukkan, berkat, hormat, sembah, puji syukur, karunia-karunia dan kerendahan hati. Halleluya!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/297/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/297/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=297&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lidah-siapakah-yang-berani-masuk-ke-medan-peperangan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kristus Bangkit, Soraklah, Haleluya!</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kristus-bangkit-soraklah-haleluya/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kristus-bangkit-soraklah-haleluya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kristus-bangkit-soraklah-haleluya/</guid>
		<description><![CDATA[Kristus Bangkit, Soraklah, Haleluya!

Hari ini, 27 Maret Ã¢â‚¬Ëœ05 saya bersyukur dipercayakan untuk melayani sebuah kebaktian paskah berbentuk KKR di sebuah Gereja megah di ibukota, Jakarta. Sekitar lima ratusan lebih umat bersorak sorai merayakan hari kebangkitan Kristus tsb. Setahun yang lalu, saya juga menikmati keindahan dari peristiwa yang sama, di mana hari raya paskah dirayakan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=296&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Kristus Bangkit, Soraklah, Haleluya!</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Hari ini, 27 Maret Ã¢â‚¬Ëœ05 saya bersyukur dipercayakan untuk melayani sebuah kebaktian paskah berbentuk KKR di sebuah Gereja megah di ibukota, Jakarta. Sekitar lima ratusan lebih umat bersorak sorai merayakan hari kebangkitan Kristus tsb. Setahun yang lalu, saya juga menikmati keindahan dari peristiwa yang sama, di mana hari raya paskah dirayakan pada dini hari di sebuah gereja yang sangat megah di Singapura, dihadiri oleh sekitar 400 orang jemaat. Ketika pada umumnya masyarakat setempat tertidur lelap, ratusan jemaat tsb dengan gegap gempita mengumandangkan nyanyian-nyanyian kemenangan! Jadi, kemegahan dan keagungan ibadah bukan saja karena kondisi Gerejanya yang sedemikian megah, tetapi juga karena umat yang bersorak sorai menyanyikan Ã¢â‚¬Å“Kristus Bangkit, Soraklah, Haleluya!Ã¢â‚¬Â Suasana memang menjadi saling mendukung karena sekitar 40 orang anggota paduan suara, yang mayoritas adalah mahasiwa/i dari universitas terkenal, dgn pakaian seragam putih hitam berdiri di depan jemaat dengan posisi saling berhadapan.</p>
<p>Sungguh sangat indah dan bahagia, saya sulit melukiskannya dgn kata2, ketika lagu tsb dikumandangkan secara bersama dan bersahut-sahutan antara ratusan jemaat dgn paduan suara tsb. Kebaktian yg berjalan 2 jam tsb diakhiri dgn suasana ceria, penuh sukacita sambil bersalaman mengucapkan, Ã¢â‚¬Å“Selamat PaskahÃ¢â‚¬Â, Ã¢â‚¬Å“Kristus BangkitÃ¢â‚¬Â. Menyaksikan hal itupun memberi sukacita tersendiri, yaitu ketika melihat jemaat dari berbagai usia spt remaja, pemuda hingga orang tua, dan latar belakang tingkat pendidikan dan sosial, spt siswa mahasiwa, alumni&#8230; serta Ph.D(cand)/Ph.D yg memiliki reputasi tinggi menyatu di dalam semangat persaudaraan. Semua bersama-sama menikmati betapa indahnya berita kebangkitan Kris tus itu. Dalam hati saya berpikir, berita kebangkitan bukan hanya milik orang sederhana atau orang2 terpelajar, miskin atau konglomerat, melainkan milik mereka yang beriman.</p>
<p><strong>Dasar Yang Teguh</strong></p>
<p>Jika demikian halnya, mengapa masih ada orang yang meragukan peristiwa tsb? Seperti saya sebut di atas, jawabannya sederhana: krn mereka tidak mau beriman, atau barangkali mrk tidak mampu beriman. Apakah menerima fakta kebangkitan Kristus merupakan suatu kebodohan? Saya harus menjawab dengan tidak! Buktinya? Banyak orang terpelajar di bawah kolong langit ini, termasuk jemaat tersebut di atas, yg dengan segenap hati dapat menerima kebangkitan itu dan mensyukurinya. Memang kita harus mengakui dengan jujur bahwa ada juga orang2 yg ahli meragukan dan menolak berita tersebut. Sebutlah misalnya seorang yg bernama Gerd Ludemann, professor PB dari Univ. Gottingen yg pemikirannya dipengaruhi oleh David Hume, di mana Ludemann menolak peristiwa kebangkitan Kristus tsb. Bagi Ludemann, kebangkitan itu tidak lebih dari halusinasi saja, atau visionary. Krn itu, dia menulis: Ã¢â‚¬Å“We can no longer take the statements about the resurrection of Jesus literally&#8230; the tomb of Jesus was not empty, but full, and his body did not disappear but rotted awayÃ¢â‚¬Â[1]</p>
<p>Adakah dasar yang logis untuk menerima kebangkitan tsb? Tentu ada. Masalahnya adalah, apakah orang/ahli tsb memiliki kesediaan utk menerimanya? Atau, apakah yg dpt dikelompokkan ke dalam Ã¢â‚¬Å“masuk akalÃ¢â‚¬Â tsb. Bagi David Hume, the Socttish philosopher yg terkenal itu semua yg namanya mukjizat, yg tdk dpt dijelaskan dengan rasio atau Ã¢â‚¬Å“scienceÃ¢â‚¬Â tdk masuk akal. Ã¢â‚¬Å“Miracle is a violation of the laws of nature&#8230;Ã¢â‚¬Â demikian Hume.[1][2] Karena itu tdk ada gunanya mengatakan bhw Allah telah membangkitkan Yesus yg mati itu dari kubur. Hume menuntut penjelasan Ã¢â‚¬ËœilmiahÃ¢â‚¬â„¢ bgmn tubuh Yesus yg sdh mati tsb Ã¢â‚¬ËœberubahÃ¢â‚¬â„¢ menjadi tubuh lain (yg disebut kebangkitan). Karena itu, tdk ada gunanya mulut sampai berbusa atau tangan sampai Ã¢â‚¬ËœlumpuhÃ¢â‚¬â„¢ menulis penjelasan2 tentang mukjizat kepadanya. Itu hanya membuang2 waktu yg sangat berharga. Mengapa? Karena apa yg kita anggap ilmiah dan logis, bagi Hume dan pengikutnya bisa jadi tidak logis. Bagi Hume, realita tsb hanya ada di dalam logika dan science. Tdk ada realita yg lain di luar itu. Allah terlibat dalam alam semesta? Tdk mungkin. Krn jk demikian, kita harus mengurung Allah dan menjelaskannya ke dalam kategori ilmiah/logis. Itu berarti Allah yg tdk terbatas itu harus juga Ã¢â‚¬ËœdimasukkanÃ¢â‚¬â„¢ ke dalam rasio yg terbatas! Apakah itu logis? Bagi kita tidak, tapi Hume itulah yg logis!</p>
<p>Karena itu, mari kita lupakan Hume, Ludemann dan semua pengikut2nya. Mari kita maju di dalam pengenalan dan iman kita secara bersama-sama. Kembali kepada pertanyaan di atas, adakah dasar yg teguh bagi kita yg dpt dinikmati baik iman maupun akal? Sekali lagi saya jawab dengan penuh keyakinan dgn, ada. Dan sebenarnya itulah yg dijelaskan oleh penulis2 Alkitab. Sebenarnya, jk kita mengamati semua tulisan2 mrk, baik PL maupun PB, mk kita akan melihat bhw mrk itu menulis bukan hanya dgn iman, tapi juga dengan akal; bukan hanya dengan akal, tapi juga dengan iman.</p>
<p>Barangkali ada yang berkata: Ã¢â‚¬Å“Ah, Alkitab? Bukankah laporan Alkitab ttg kebangkitan, berbeda-beda?Ã¢â‚¬Â Memang itu jugalah reaksi Ludemann, dan pengikut2nya. Baginya keempat Injil tdk dpt dipercaya, krn mrk menceritakan hal2 yg berbeda-beda, masing2 dgn versinya. Pandangan yg sama juga pernah ditegaskan oleh almarhum Wismoadi, guru besar STT Jkt, dlm bukunya Ã¢â‚¬Å“Di Sini KutemukanÃ¢â‚¬Â itu. Namun, bagi saya, tentu juga bagi banyak orang, perbedaan penulisan dari penulis2 Injil, termasuk rasul Paulus sebenarnya tidak cukup kuat utk menyangkal kebangkitan tsb. Seharusnya, sebaliknya yg terjadi. Mari kita ambil sebuah contoh, tentang Perdana Menteri dari SÃ¢â‚¬â„¢pura yg datang ke Indonesia. Apakah kita mengharapkan bhw semua koran akan menulis peristiwa yg sama dgn cara yg ! sama? Apakah tdk mungkin terjadi bhw Kompas menyoroti percakapan politik di Cendana, Suara Pembaruan menyoroti percakapan business di hotel Hilton, dan pos Kota menceritakan makan ikan di Muara Angke? Jika terjadi perbedaan laporan seperti itu, apakah itu pertanda bhw pemimpin SÃ¢â‚¬â„¢pura tsb sebenarnya tdk benar2 datang ke Indonesia? Atau sebaliknya, perbedaan laporan tsb meneguhkan fakta kedatangannya?</p>
<p>Secara jujur saya mengatakan bhw setelah meneliti dan mengamati kisah kebangkitan Kristus yg disampaikan oleh keempat Injil, tidak ada masalah bagi saya untuk menerimanya. Sebaliknya saya sangat diteguhkan olehnya. Dan ternyata saya tdk sendiri, krn banyak ahli yg jauh lebih senior dari saya dan yang telah lama Ã¢â‚¬ËœmenyelamÃ¢â‚¬â„¢ di Ã¢â‚¬Ëœsamudera rayaÃ¢â‚¬â„¢ Perjanjian Baru, dengan segenap hati mereka menerima pernyataan Alkitab tsb. Prof. William Lane Craig secara khusus telah meneliti hal tsb dan hasil karyanya dapat dibaca di dalam bukunya, Ã¢â‚¬Å“Assessing the New Testament Evidence for the Historicity of the Resurrection of JesusÃ¢â‚¬Â, yg merupakan volume ke 16 dari Studies in the Bible and Early Christianity tsb. Buku setebal 442 halaman tsb sepenuhnya m! erupakan pertanggung jawaban imannya kepada peristiwa kebangkitan tsb yg dpt dibaca oleh mrk yg menerima atau menggugat berita penting tsb. Mk wajarlah jk pd 18-9-1997 di St Thomas More Society of Boston College, Lane lah yg diundang utk menjawab serta menantang kembali Gerd Ludemann yg menolak kebangkitan tsb. Dlm buku tsb di atas dia menegaskan betapa akurat dan dapat dipercayanya laporan keempat Injil tsb.</p>
<p>Karena itu, marilah kita lihat fakta-fakta yg sangat penting mengapa kita menerima kebangkitan Yesus tsb. Kita dapat mencatat fakta kubur kosong, batu yg terguling serta adanya perempuan2 yg menjadi saksi kubur kosong tsb. Keempat penulis Injil menyoroti hal itu bersama-sama. Di dalam penulisan tsb, mrk juga memiliki keunikan masing2. Injil Markus misalnya mencatat kekwatiran perempuan2 tsb, tentang siapa yg akan menggulingkan batu besar yg menutup kubur Yesus tsb. (Mark.16:3). Sedangkan Injil Matius menjelaskan bagaimana batu yg besar itu bisa terguling krn adanya gempa bumi yg hebat dan turunnya malaikat Tuhan dari langit. Yg menarik adl, bhw Matius mencatat bukan saja batu itu terguling MELAINKAN MALAIKAT MENDUDUKINYA! Apa gerangan yg mau disampaikannya? Biarlah orang yg percaya merenungkannya. Sedangkan Injil Yohanes sendiri mencatat hal yg kelihatannya kecil namun penting, yaitu adanya kain kapan terletak di tanah dan kain peluh yg mengikat kepala Yesus, berada dekat kain kapan itu (Yoh.20:5,6). Apa pula yg mau disampaikan oleh fakta tsb? Bahwa kebangkitan adalah metaphora? Biarlah orang yg beriman merenungkan dan memikirkannya. Apakah dengan demikian kita dpt mengatakan bhw kain kapan yg mengikat tubuh Yesus yg mati serta kain peluh pengikat kepala itu kempes karena tubuh tsb telah bertransformasi menjadi tubuh kebangkitan? Banyak perenungan dpt terjadi bagi kita yg memang mempercayai Alkitab dgn segenap hati.</p>
<p>Sebagaimana telah saya tuliskan di atas, apakah penerimaan kpd kubur kosong itu adalah bukti kelemahan intelektual dan hanya mengandalkan apa yg disebut dgn iman atau percaya saja pdhal sebenarnya dia hanyalah Ã¢â‚¬Å“dongeng dan kisah ciptaan hasil imaginasi para rasul yg frustrasi dan perlu mengalami pemeriksaan ilmu jiwa?Ã¢â‚¬Â Saya harus menjawab dgn tegas, tidak! Karena kita dpt mencatat pandangan orang2 yang benar-benar ahli, di mana keahliannya diakui oleh seluruh ahli sejagad. Untuk itu, kita dapat menyebut beberapa nama spt John A.T. Robinson, N.T. Wright dari Cambridge University atau seorang ahli dari Austria yg bernama Jacob Kremer, yg telah mengkhususkan dirinya meneliti kebangkitan tsb. Menurut Kremer, &#8220;By far most exegetes hold firmly to the reliability of the biblical statements concerning the empty tomb&#8221;.[5] (Hampir semua ahli berpegang teguh dan percaya kpd pernyataan2 Alkitab mengenai kubur kosong). Prof J.A.T Robinson malah menegaskan lebih jauh lagi ketika dia mundur ke belakang terhadap fakta penguburan Yesus yg dipertanyakan oleh sebagian ahli sbgmn John Dominic Crossant dan Barbara Thiering tsb di atas. Dia menulis, &#8220;The burial of Jesus in the tomb is Ã‚Â´one of the earliest and best attested facts about JesusÃ‚Â´ &#8220;[6] Demikian juga, N.T. Wright, jagoan Perjanjian Baru dari Inggris tsb dalam bukunya setebal 817 halaman itu secara khusus membahas tentang kebangkitan Yesus secara ilmiah dan pendekatan Alkitabiah. Menarik sekali, dalam buku yg berjudul Ã¢â‚¬Å“The Resurrection of the Son of GodÃ¢â‚¬Â tsb dia malah mengacu kepada seorang theology dan penulis Yahudi yg bernama Pinchas Lapide yang mengakui kebangkitan Yesus secara tubuh (hal.721).</p>
<p>Jika hal tsb di atas digabungkan dgn nubuatan Alkitab, baik di PL maupun PB, mk iman kita akan semakin diteguhkan. Bukankah hal itu telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya kira2 700 thn sebelumnya? &#8220;Ia akan meniadakan maut utk seterusnya dan Tuhan Allah menghapuskan air mata&#8230;&#8221; (Yes.25:8). Bahkan Yesus sendiri telah berkali-kali menubuatkan hal itu, bhw Dia akan diserahkan&#8230; akan mati dan akan bangkit pada hari yg ketiga. Setidaknya hal itu telah dicatat empat kali oleh Injil Matius: 16:21; 17:22-23; 20:17-19; 26:1-2.</p>
<p>Selanjutnya, Alkitab, khususnya keempat Injil mencatat penampakan Yesus yg bangkit itu. Hal itu dilakukanNya secara berulang-ulang dan kepada orang yg berbeda-beda. Injil Yohanes secara khusus mencatat penampakan Yesus kpd Maria Magdalena yg terus menerus setia mendampingi dan melayani Yesus (20:11-18). Maria inilah yg setelah dilepaskan dari perbudakan roh jahat, dengan setia mengiring Yesus hingga Yesus disalibkan dgn begitu mengenaskan di bukit Golgota. Pdhal, ketika itu murid2 Yesus sendiri, kecuali Yohanes, begitu ketakutan dan pergi entah ke mana.</p>
<p>Injil Lukas yg kelihatannya telah mengantisipasi keraguan orang2 di kemudian hari telah mencatat tantangan Yesus kpd murid2Nya utk melihat tangan dan kakiNya. &#8220;Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, krn hantu tdk ada daging dan tulangnya spt yg kamu lihat pdKu&#8221; (24:39). Tidak cukup di sana, Lukas masih mencatat satu pembuktian secara ilmiah lainnya ketika Yesus makan ikan di hadapan murid2 (24:42-43).</p>
<p>Tentu fakta inipun dpt ditolak oleh seorang yg bernama Ludemann, krn baginya itu adl karangan Lukas semata.</p>
<p>Karena itu dia menulis setengah melawak bhw di sana Lukas toh tdk menjelaskan apakah Yesus masih perlu pergi ke toilet setelah makan ikan itu! Tapi kita tidak perlu pusing dgn orang2 spt itu, termasuk para pengikut2nya yg membeo saja. Pd kenyataannya, William Lane Craig sendiri yg telah melakukan research ilmiah secara jujur telah mengungkapkan karyanya sbgmn kita sebutkan di atas. Dalam buku tsb dia menegaskan,</p>
<dd>&#8220;The majority of New Testament scholars today -not conservatives, not fundamentalists- concur with the facts of Jesus honorable burial, his empty tomb, his postmortem appearances&#8230; and the best explanation for those four facts is that God raised Jesus from the dead&#8221;.Itulah sebabnya kita melihat perubahan yg sangat besar dan mendasar dlm diri para rasul, sekalipun sebelumnya mrk tdk dpt membohongi diri bhw mrk sempat kecewa krn kematian Yesus yg sedemikian tragis dan memalukan!</p>
<p>Namun setelah kebangkitan Yesus itu dan setelah penampakan Yesus kpd diri mrk, dgn berani mereka, khsusnya rasul Petrus yg pernah menyangkal gurunya itu berkhotbah di hadapan ribuan orang2 Yahudi yg baru bbrp wkt yl menyalibkan Yesus tsb.</p>
<p>Mari kita perhatikan kenyataan ini: tema khotbah paling awal rasul Petrus ketika itu bukanlah berpusat kpd kematian Yesus, tetapi kepada kebangkitanNya. Dia bahkan menggabungkankebangkitan itu dgn nubuatan Mazmur yg dpt kita lihat pd Kis.2:25-28. Di tengah2 ribuan massa yg menyalibkan Yesus, Petrus dgn berani mengkhotbahkan kebangkitan Mesias! (Kis.2:31) Sekiranya Yesus tdk bangkit, jk kubur Yesus masih ada pd orang2 Yahudi itu, apakah Petrus berani berkhotbah ttg kebangkitan tsb? Jika pemberitaan tentang kebangkitan adl kebohongan di mana sebenarnya orang2 Yahudi memiliki dan mengetahui tempat kuburan Yesus, tentu dengan sangat mudah orang2 Yahudi akan mentertawakan Petrus serta orang2 Kristen. Mereka akan dengan mudah membantah pemberitaantsb serta mempermalukan orang2 Kristen dgn menunjukkan kubur Yesus yg mereka miliki tsb. Tp kenyataannya, tidaklah demikian.</p>
<p>Apakah yang kita lihat di dalam Alkitab? Bukannya orang2 Yahudi berhasil mempermalukan orang2 Kristen dgn menunjukkan kuburan Yesus, tetapi sebaliknya, orang2 Yahudi yang mengarang cerita bahwa kubur Yesus dicuri oleh murid2 (Mat.28:11-15). Sekalipun tentu sangat sulit menerima cerita bohong tsb, karena kubur Yesus dijaga sedemikian ketat (Mat.27:62-66) sementara murid2 sedemikian lemah dan tak berdaya, namun demikian cerita itu tetap diciptakan demi melepaskan diri dari kondisi kepepet. Inti yang mau saya sampaikan adalah ini: bukannya orang2 Yahudi dan musuh2 Kristen berhasil menunjukkan kuburan Yesus, tetapi, mengarang cerita yg sangat sulit diterima akal.</p>
<p>Jk kita beralih dari Petrus kpd rasul Paulus, mk kita juga melihat penegasannya ttg kematian dan kebangkitan Yesus tsb. Dia bahkan mengatakan hal itu sbg berita yang &#8220;sangat penting&#8230;&#8221; (1Kor.15:3-4). Untuk itu, dia juga menjelaskan bukti2 dari peristiwa Yesus menampakkan diriNya kpd orang yg berbeda-beda pd wkt yg berbeda-beda, termasuk kpd dirinya sendiri (ay.5-8). Dari semua penampakan itu, salah satu kalimat yg SANGAT PENTING DIAMATI adl kalimat berikut, &#8220;Sesudah itu Ia menampakkan diri kpd lebih dari LIMA RATUS saudara sekaligus; KEBANYAKAN DARI MRK MASIH HIDUP SAMPAI SEKARANG, ttp bbrp telah meninggal&#8221; (1Kor.15:6).</p>
<p>Pernyataan di atas sangat penting. Penegasan itu melawan teori halusinasi sbgmn dituduhkan oleh theolog tertentu termasuk Ludemann. Apakah mungkin terjadi halusinasi kepada 500 orang pd saat yg sama? Jawabnya tentu tidak. Selanjutnya, jk sekiranya ada keraguan terhadap kebangkitan Yesus, mk ketika rasul Paulus menulis kitab tsb, mk berhentilah segala keraguan itu dengan menanyakan langsung kpd saksi mata yg MASIH HIDUP tsb. Dengan perkataan lain, segala debat, keberatan dan tantangan terhadap kebangkitan Yesus telah dipatahkan oleh rasul Paulus dgn tulisannya tsb. Jika demikian halnya, boleh dikatakan bahwa debat meragukan dan menolak kebangkitan Yesus SDH DITUTUP pada abad pertama dengan KEMENANGAN DI PIHAK PRO KEBANGKITAN.</p>
<p>Apa yg terjadi dgn sekarang? Ketika saya dgn seorang teman (ketepatan pendeta dari sebuah gereja besar) berdebat berjam-jam ttg kebangkitan Yesus, mk dengan emosi tinggi dia berkata: &#8220;Buktikan kpd saya bahwa Yesus bangkit&#8230;&#8221; Tentu saya mengalami kesulitan melakukan itu, khususnya jk kita bicara dari segi saksi mata. Itulah sebabnya dia merasa menang. Karena itu, saya memintanya untuk tidak terlalu cepat tertawa dan merasa menang karena saya kemudian balas menantangnya: &#8220;Masalahnya, bukan pada saya, tapi pada diri anda. Buktikan kpd saya bahwa Yesus tdk bangkit&#8221;. Hasilnya? Dia pun bungkem dan hanya bisa mengarang cerita spt pemimpin2 tsb di atas.</p>
<p>Tapi lain halnya pd abad pertama ketika rasul Paulus menulis kitab di atas. Kebangkitan dpt dibuktikan oleh saksi mata yg MASIH HIDUP KETIKA ITU. Sebaliknya, pemikiran ketidakbangkitan Kristus dipatahkan.</p>
<p>Ada lagi tuduhan yang aneh yang sengaja diberikan oleh mrk yg meragukan kebangkitan Yesus tsb. Mereka mengatakan bhw hal itu adl dongeng ciptaan orang2 Kristen. Tp sesungguhnya, tuduhan spt ini pun dpt dgn mudah ditolak, karena dalam masa kurang dari 30 thn sejak kematian dan kebangkitan Kristus, berita itu telah dituliskan oleh keempat penulis Injil: Mat, Mark, Luk dan Yohanes. Dalam kurun wkt singkat spt itu tidak mungkin menciptakan sebuah dongeng, di mana saksi mata masih cukup banyak yang hidup. Bahkan jika kita perhatikan surat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, dia menulis: Ã¢â‚¬Å“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, Ã¢â‚¬Â¦ bhw Kristus mati karena dosa-dosa kitaÃ¢â‚¬Â¦ ia telah dibangkitkan pada hari yg ketigaÃ¢â‚¬Â¦(1 Kor.15:3-4). Menarik sekali membaca kalimat tsb di atas, di mana itu termasuk merupakan pengakuan kepercayaan paling awal dari Gereja mula-mula. Menurut para ahli, pengakuan itu diduga sdh menyebar di berbagai jemaat mula-mula pada thn 35 M. Jadi, jk rasul</p>
<p>Paulus bertobat pd tahun 32, maka 3 thn kemudian, pengakuan tsb diterima oleh rasul Paulus dan kemudian dituliskannya. Selang waktu tiga tahun sungguh merupakan waktu yang terlalu dekat untuk menciptakan sebuah dongeng.</p>
<p>Bagaimana caranya orang2 liberal menjelaskan hal itu? O&#8230; Ã‚Â´gampangÃ‚Â´ saja. Dengan ringan Ludemann dpt mengatakan bhw Paulus itu aneh dan mengalami gangguan jiwa yg perlu dibawa ke RS jiwa. Mengapa? Krn tdk mungkin seorang yg tadinya begitu keras menentang kekristenan tiba2 berubah sedemikian jadi pembela nomor satu! Tdk heran jk mrk ini akan membuat berbagai teori, spt rasul Paulus stress berat krn berbagai hal, mengalami visionary, terancam hidupnya, dstnya&#8230;</p>
<p>Tapi kita juga punya penjelasan yg cukup kuat utk menyanggah tuduhan tsb di atas. Krister Stendahl, theolog Swedia yg boleh dikatakan tdk seinjili orang2 Injili pada umumnya (utk tdk mengelompokkannya juga kpd theolog liberal spt Ludemann) pernah menulis bhw Paulus tdk mengalami masalah spt dituduhkan tsb, krn itu tdk perlu dia menulis hal2 yg aneh2. Stendahl menulis:</p>
</dd>
<dd>&#8220;&#8230; he experiences no troubles, no problems, no qualms of conscience. He is a star pupil, the student to get thousand dollar graduate scholarship in GamalielÃ‚Â´s Seminary&#8230; Nowhere in PaulÃ‚Â´s writings is there any indication&#8230; that psychologically Paul had some problem of conscience&#8221;.[7]Setelah melihat betapa kuatnya dasar yang kita miliki untuk menerima kebangkitan tsb, sekarang kita melihat apa makna praktis dari kebangkitan tsb kepada kita. Bagi saya secara pribadi, kebangkitan Yesus mengandung makna yg sangat penting, yang berhubungan dgn doktrin- doktrin penting kekristenan.</p>
<p>Pertama, kebangkitan Yesus berhubungan dengan ajaran Kristologi. Kebangkitan tsb menyatakan identitas diri Yesus Kristus. Seluruh pendiri agama, betapapun besarnya mereka itu, mereka memiliki nasib dan kondisi yang sama: mereka semua berada di dalam kuburan. Tetapi Yesus mengosongkan kuburan. Ini kembali membuktikan keAllahanNya. Di dalam Kristologi, dikenal dua macam pendekatan: pendekatan dari atas, yaitu Kristologi dari atas (Christology from above) dan pendekatan dari bawah, yaitu Kristologi dari bawah (Christology from below). Pendekatan Kristologi dari bawah melihat kebangkitan Yesus sebagai klimaks penyataan diri Yesus sbg Tuhan. Rasul Petrus menulis: Ã¢â‚¬Å“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus) (Kis.2:36). Pemimpin-pemimpin agama Yahudi menyalibkan Dia, tetapi Allah membangkitkanNya. Itu berarti bhw pernyataan Tuhan Yesus selama hidupNya benar adanya. Jk sekiranya Yesus adl pembohong spt tuduhan mrk yg memusuhiNya, mk Allah akan membuktikan Ã¢â‚¬ËœkebohonganÃ¢â‚¬â„¢ tsb dgn membiarkanNya tetap di dalam kuburan. Tetapi Yesus tdk bohong, Dia benar2 bangkit; Dia membuktikan diriNya sbg Allah yang melampaui nabi-nabi. Karena itu, biarlah kita menyembah dan melayani Dia seumur hidup kita.</p>
<p>Kedua, kebangkitan Yesus berhubungan dengan bibliology (ajaran ttg Alkitab). Sejak PL sdh dengan sangat jelas dinubuatkan bahwa ttg kematian dan kebangkitan Yesus tsb. Itulah sebabnya rasul Paulus menulis bahwa hal itu Ã¢â‚¬Å“sesuai dengan kitab suciÃ¢â‚¬Â (1Kor.15:3-4). Ketika rasul Paulus mengatakan bhw maut telah ditelan oleh kematian Yesus, dia mengacu kepada nubuatan nabi Yesaya dan Hosea (1Kor.15:54-55; Yes.25:8; Hos.13:14). Demikian juga, ketika rasul Petrus berkhotbah tentang kebangkitan Yesus, dia mengacu kepada nubuatan2 yang telah ditulis di dalam Perjanjian Lama (Kis.2:23-36). Sebagaimana telah sy tulis di atas, Injil Matius sendiri mencatat berkali-kali tentang kematian dan kebangkitan Yesus tsb (Matius: 16:21; 17:22-23; 20:17-19; 26:1-2. Lihat juga Yoh.10:17-18). Jadi, dengan kebangkitan Yesus tsb, maka pernyataan2 Alkitab di dalam PL terbukti benar, semua digenapi. Dengan demikian, kita dapat semakin mengandalkan firman Tuhan sbg landasan yg teguh bagi iman dan hidup kita.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Secara jujur saya mengatakan bhw kita dpt menulis secara panjang lebar tentang kebangkitan Kristus tsb. Sy bersukacita memberitahukan bahwa di dalam perjalanan menjelajah di dalam dunia theologia yang sedemikian rumit, sy mengamati bhw sekalipun ada segelintir org yg meragukan dan menolak kebangkitan Kristus tsb, namun sangat banyak ahli-ahli theologia di bawah kolong langit ini yang membangun iman dan hidupnya di atas dasar Kristus yg bangkit tsb. Sy telah berjumpa dgn mrk secara pribadi dan mengamati sorot mata mrk yg dgn jujur menyatakan iman dan kepercayaan mrk. Jd, kita tidak sendirian mengimani tema yg sangat penting tsb. Banyak hal yg dpt kita bicarakan ttg iman dan pengajaran mrk. Tetapi kita akhiri di sini saja pembahasan tema, yang oleh rasul Paulus ditegaskan sebagai tema &#8220;yang sangat penting&#8221; tsb.</p>
<p>apa yg sedang terjadi. Dia hanya dpt berteriak dengan sedih mengatakan, &#8220;Dari mana datangnya hidup dan kemana dia pergi&#8230;?&#8221; Ilmu filsafatnya BUNGKEM DAN TDK BERDAYA menghadapi kematian Anne. Tdk demikian dgn Injil yg diberitakan oleh rasul Paulus.</p>
<p>Akhir kata, jika kita berada di kapal Titanic yg besar itu, kita dpt menari dan bermain sepuasnya tanpa perlu memikirkan apa yg terjadi bbrp jam lagi atau esok hari. Lain halnya ketika diberitahukan bhw Titanic bbrp jam lagi akan tenggelam! Orang2 akan terlalu bodoh terus bermain-main dan menari-nari. Mrk semua, ya semua harus segera bertindak, berhenti dari segala permainan mrk&#8230;. berlari keluar secepat-cepatnya dan mencari kapal kecil yg dpt memberi harapan agar terlepas dari maut (sekalipun usaha itu tetap tdk pasti)!</p>
<p>Berita kebangkitan bukan sekedar harapan. Itu adl kepastian. Ya kepastian kehidupan kekal bagi mereka yg percaya dan menerima Dia, dan kepastian kebinasaan bagi mereka yg mengeraskan hati dan menolak!</p>
</dd>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/296/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/296/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=296&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kristus-bangkit-soraklah-haleluya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenaikan Yesus Kristus</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kenaikan-yesus-kristus/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kenaikan-yesus-kristus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 11:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kenaikan-yesus-kristus/</guid>
		<description><![CDATA[Kenaikan Yesus Kristus

Kelihatannya, kisah kenaikan Yesus Kristus tidak dilihat begitu penting sebagaimana kisah kematian dan kebangkitanNya. Hal itu bisa dilihat dari sikap umat untuk menyikapinya. Kelihatannya, sepi saja. Syukur di berbagai negara, seperti Indonesia hal itu masih diperingati dan dijadikan hari libur nasional. Lain halnya di Singapura. Hari kenaikan tersebut bukan hari libur. Itulah sebabnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=295&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Kenaikan Yesus Kristus</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Kelihatannya, kisah kenaikan Yesus Kristus tidak dilihat begitu penting sebagaimana kisah kematian dan kebangkitanNya. Hal itu bisa dilihat dari sikap umat untuk menyikapinya. Kelihatannya, sepi saja. Syukur di berbagai negara, seperti Indonesia hal itu masih diperingati dan dijadikan hari libur nasional. Lain halnya di Singapura. Hari kenaikan tersebut bukan hari libur. Itulah sebabnya, kantor-kantor dibuka seperti biasanya. Sebagian theolog memang melihat hari kenaikan tersebut tidak begitu penting. Bahkan ada yang meragukan dan menolak peristiwa tsb dan menganggapnya hanya sebagai karangan dan dongeng dari Gereja mula-mula. Apa alasan mereka? Tentu ada, dan mungkin banyak; antara lain, mereka mengatakan bahwa hal itu tidak ditemukan secara jelas tertulis dalam keempat Injil.</p>
<p>Lalu apa dasarnya menerima dan mempercayai hari kenaikan tersebut? Sebenarnya, jika mau mempercayainya, ada satu bagian Alkitab yang sangat jelas menuliskan kisah tsb. Dokter Lukas dengan sangat jelas dan cukup detail menuliskan kisah tersebut pada volume kedua dari tulisannya, yaitu pada Kisah Para Rasul 1:6-11.</p>
<p>Berdasarkan kisah tersebut di atas, kita dapat belajar beberapa hal penting.</p>
<p><strong>Pertama, kenaikan Yesus tsb menegaskan akan fakta kebangkitanNya. </strong></p>
<p>Dengan sangat jelas dokter Lukas menuliskan bahwa kenaikan Tuhan Yesus tersebut merupakan satu kesatuan dengan kematian dan kebangkitanNya. Hal itulah yang ditulisnya, menjadi latar belakang dari kisah kenaikan tersebut. Menarik sekali bagaimana dokter Lukas memulai kitab Kisah Para Rasul tsb. Dia menulis: “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat (1:1-2). Jadi, dokter Lukas tidak hanya menulis pende ritaan, kematian dan kebangkitan Yesus, tetapi SAMPAI PADA HARI IA TERANGKAT. Dalam ayat berikutnya kita membaca bagaimana kisah kebangkitan Yesus merupakan satu fakta sejarah, dan bukan ilusi semata. Hal itu dengan jelas dinyatakan dengan pembuktian Yesus sendiri bahwa Dia hidup. Hal itu juga menjadi sorotan dokter Lukas, seolah-olah dia sedang mengantisipasi adanya orang-orang yang meragukan dan menolak kebangkitan tsb. “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia MEMBUKTIKAN, bahwa IA HIDUP. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (3). Penampakan diri dalam waktu yang cukup lama, yaitu selama 40 hari dan kepada orang yang berbeda-beda, tentu jauh dari tuduhan sementara orang, bahwa itu ad alah halusinasi. Dengan demikian, kita melihat bahwa kenaikan Yesus tersebut menjadi PEMBUKTIAN selanjutnya bahwa Yesus yang mati itu, benar-benar telah bangkit; karena hanya orang yang sudah bangkitlah dapat naik ke surga. Tanpa kebangkitan tidak akan pernah ada kenaikan. Jadi, Yesus bukan saja bangkit dari kubur, sesuatu yang belum dimiliki oleh pendiri-pendiri agama lain. Tapi lebih dari situ, Dia juga telah naik ke surga. Dia naik melampaui segala sesuatu. Dengan demikian, apa yang diberitakanNya selama 40 hari secara terus menerus, yaitu tentang KERAJAAN ALLAH, bukanlah sebuah ilusi atau impian semata. Dalam kenyataannya, apa yang Dia khotbah tersebut, sebentar lagi, Dia akan dan sedang menuju ke sana.</p>
<p><strong>Kedua, kisah kenaikan tsb menunjukkan betapa pentingnya tugas memberitakan Injil.</strong></p>
<p>Hal itu terlihat dengan sangat jelas di dalam cara dan metode penulisan Lukas tsb. Di dalam ayat 9 kita membaca: “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka”. Jadi, kita membaca bahwa Tuhan Yesus terangkat “sesudah Ia mengatakan demikian”. Mengatakan apa? Jawabnya ada pada ayat 8: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi SAKSIKU di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.&#8221; Dengan perkataan lain, pesan atau perintah terakhir yang diberikan oleh Tuhan Yesus SEBELUM kenaikanNya ke surga adalah agar menjadi saksiNya. Hal itu dimulai dari tempat di mana mereka berada (Yerusalem), meluas ke seluruh propinsi ( Judea) hingga seluruh bumi. Penting untuk diamati bahwa kota Samaria, yang biasanya dihindari oleh orang-orang Yahudi juga disebut. Dengan demikian, tidak ada daerah atau kota di mana Injil tidak diberitakan. Jadi, dari hal di atas kita melihat bahwa penginjilan bukan sesuatu yang boleh ada atau tidak. Tugas memberitakan Injil diberikan oleh Yesus sebagai sebuah KEHARUSAN. Hal itu juga yang pernah ditegaskan oleh salah seorang rasul besar bernama Paulus. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor.9:16b).</p>
<p>Kiranya kenyataan tsb cukup bagi kita untuk menyingkirkan segala teori dan usaha untuk mengurangi semangat kita untuk memberitakan Injil. Kiranya perintah Tuhan Yesus tsb yang diberikan PERSIS SEBELUM kenaikanNya ke surga kita nilai dan sikapi SEMAKIN SERIUS. Dengan demikian, dengan segala doa, dana dan daya, kita kerahkan untuk meresponi perintah tsb. Jika kita amati pasal-pasal berikutnya, memang kita melihat bagaimana rasul-rasul dan orang percaya sangat serius melakukan tugas penginjilan tsb. Karena itulah kita dapat membaca statistik Lukas mengenai pertumbuhan Gereja yang sedemikian pesat. Lukas memulai dengan 120 orang (Kis.1:15), selanjutnya sebagai hasil KKR (kebaktian kebanguna rohani) yang dipimpin rasul Petrus, jemaat menjadi 3000 (tiga ri bu) jiwa (2:41). Jumlah tsb meningkat lagi secara tajam menjadi “kira-kira 5000 (lima ribu) orang LAKI-LAKI” (4:4). Jadi, jumlah besar tsb, belum termasuk perempuan. Pertumbuhan jemaat terus terjadi. Karena itu, rupanya, dokter Lukas kewalahan untuk memberikan statistik detail. Itulah sebabnya, jumlah angka yang jelas, terakhir kita temukan pada Kisah 4 tsb, di mana selanjutnya dokter Lukas menggunakan istilah “jumlah murid makin bertambah” (6:1)</p>
<p>Selanjutnya, dari kisah tersebut di atas, kita perlu mewaspadai dua hal. Pertama, kita membaca satu PEERTANYAAN ANEH yang diberikan kepada Yesus. &#8220;Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?&#8221; (6). Pertanyaan tersebut diberikan bukan pada awal pelayanan Yesus, tetapi justru di akhir, yaitu pada saat-saat terakhir di mana kenaikan Yesus tinggal dalam hitungan detik. Apakah yang ada dalam pikiran orang banyak ketika itu? Soal pemulihan KERAJAAN ISRAEL! Bukan soal KERAJAAN ALLAH, sebagaimana hal itu terus menerus ditegaskan dan ditekankan Yesus selama sisa 40 (empat puluh) hari Dia tinggal di dunia. Sungguh menyedihkan. Dengan perkataan lain, orang yang berkumpul di situ hingga detik terakhir mereka bersama Yesus masih terus mener us berpusat kepada hal-hal duniawi, bukan kepada hal-hal surgawi. Itulah sebabnya kemudian Tuhan Yesus menegur mereka dan untuk saat terakhir kembali mengarahkan hati dan pikiran mereka kepada KERAJAAN ALLAH, yaitu untuk memberitakan Injil (8).</p>
<p>Hal tersebut juga menjadi pelajaran dan koreksi bagi kita agar kita memeriksa diri kita masing-masing. Setelah kita mengenal Tuhan Yesus dan mendengar segala pengajaranNya, sejauh mana hati dan pikiran kita semakin menyatu dengan visi dan ambisi ilahi. Sejauh mana hati kita bersemangat serta berkobar-kobar dalam hal PENGGENAPAN KERAJAAN ALLAH tsb. Apakah doa, dana dan diri kita sudah semakin terpusat untuk hal tsb? Jika ternyata, kita masih memiliki ambisi2 duniawi bahkan semakin dikuasai oleh ambisi-ambisi demikian, biarlah kita dengan segera membuang dan meninggalkan itu dan dengan segala kerendahan hati memohon rahmatNya agar RohNya bekerja menguasai diri kita untuk hidup menjadi saksiNya (8).</p>
<p>Hal kedua yang perlu kita waspadai adalah SIKAP ANEH yang ditunjukkan oleh umat di ayat 10. “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka”. Apa maksud ayat tsb? Di sana firman Tuhan mencatat bahwa mereka yang berkumpul ketika itu “sedang menatap ke langit” (kai hos atenizontes esan eis ton ouranon).</p>
<p>Barangkali ada yang bertanya: “Apa salahnya menatap ke langit? Bukankah itu mencerminkan kekaguman mereka kepada Yesus, Tuhan mereka? Bukankah itu juga mencerminkan kerinduan mereka kepada Yesus, di mana mereka ingin terus bersama-sama dengan Tuhannya? Jika itu yang menjadi pertanyaan kita, maka ternyata hal itu adalah sala2h. Salah bukan menurut saya, tetapi menurut Tuhan. Setidaknya hal itu kita lihat dengan jelas dari kisah tsb. Kita melihat dii sana bahwa Tuhan ‘terpaksa’ harus mengutus “dua orang yang berpakai n putih” untuk menegur mereka dan berkata: &#8220;Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.&#8221; (11).</p>
<p>Sebenarnya, saya sependapat bahwa tidak salah mengagumi dan merindukan kebersamaan dengan Yesus. Saya justru melihat bahwa hal itu harus kita lakukan dan kita tumbuh kembangkan. Kita jangan menjadi orang yang cuek dan tidak perduli kepada Yesus yang telah sedemikian baik dan berbuat segalanya bagi kita. Jangan juga kita biarkan hati ki369dingin dan membeku sehingga tidak bergairah dan tidak merindukan Yesus. Saya melihat bahwa yang menjadi masalah adalah ketika mereka terus menerus mengagumi dan merindukan Yesus dengan “menatap ke langit”, sedemikian rupa, sehingga mereka melupakan tugas yang telah diberikan kepada mereka, yaitu untuk pergi segera. Pergi bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk bersaksi bagi Dia, yang mereka kagumi tsb. Bersaksi untuk memberitakan KERAJAAN ALLAH di Yerusalem, seluruh Judea dan Samaria&#8230; sampai ke ujung bumi. Itulah sebabnya kedua orang utusan tsb harus turun dan ‘mengusir’ mereka dari bukit kemuliaan, yaitu tempat Yesus naik ke surga tsb.</p>
<p>Jadi, ada dua hal yang harus kita waspadai. Pertama, agar kita jangan hidup ‘terlalu’ duniawi, sehingga kita hanya memikirkan kerajaan duniawi, yaitu pemulihan ‘kerajaan-kerajaan’ kita. Terus berpikir dan bertanya tentang pekerjaan kita, business kita, sehingga kita lupa akan Kerajaan Allah. Kedua, agar kita jangan hidup ‘terlalu’ rohani, dengan terus menerus memandang ke langit. Terus menerus beribadah, dari satu tempat ibadah ke tempat ibadah yang lain; sedemikian rupa, sehingga kita melupakan tugas kita untuk bersaksi bagi dunia, untuk terlibat di dalam dunia, melakukan segala sesuatu secara kongkrit, demi pemulihan dunia ini.-</p>
<p>Selamat memperingati dan merayakan hari kenaikan Kristus!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/295/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/295/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=295&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kenaikan-yesus-kristus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Orang Percaya</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kemenangan-orang-percaya/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kemenangan-orang-percaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 10:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kemenangan-orang-percaya/</guid>
		<description><![CDATA[Kemenangan Orang Percaya

Konsep Perjanjian Lama mengartikan Paskah sebagai Hari Pembebasan mereka di dalam perbudakan, dalam Perjanjian Baru juga demikian, Paskah merupakan pembebasan orang-orang percaya dari &#8220;perbudakan&#8221; dosa dan maut, semestinya manusia itu mati karena dosa; namun kemenagan Tuhan Yesus di atas kayau salib telah membebaskan kita dari kematian itu. Yesus telah menang atas dosa-dosa umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=294&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Kemenangan Orang Percaya</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Konsep Perjanjian Lama mengartikan Paskah sebagai Hari Pembebasan mereka di dalam perbudakan, dalam Perjanjian Baru juga demikian, Paskah merupakan pembebasan orang-orang percaya dari &#8220;perbudakan&#8221; dosa dan maut, semestinya manusia itu mati karena dosa; namun kemenagan Tuhan Yesus di atas kayau salib telah membebaskan kita dari kematian itu. Yesus telah menang atas dosa-dosa umat manusia secara universal, artinya setiap orang yang percvaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Peringatan Paskah juga merupakan suatu pesta kemenangan besar Yesus Kristus, sekaligus Kemenangan besar bagi orang-orang percaya. Yesus bukan hanya menang atas kematiaan-Nya saja di dalam Kubur, tetapi sekaligus menang atas dosa manusia. Inilah salah satu dasar Iman Kepercayaan orang Kristen yang tidak boleh dilupakan. Makanya ketika Dokter Lukas mengatakan dalam bagian ini bahwa &#8220;;Ia Tidak Ada di sini, Ia Telah Bangkit&#8221; (Lukas 24:6), haruslah diyakini bahwa Yesus Kristus benar-benar telah bangkit dari kubur, di gua itu sudah kosong, yang ada hanay kain kafan bekas pembalut mayat Tuhan Yesus. Tidak ada sejengkal-pun alasan yang boleh membatalkan pernyataan ini.</p>
<p>Di dalam Teologia Apologetika, Yesus diyakini sebagai Anak Allah, kokoh atau hancurnya konsep ini sangat tergantung dan erat hubungannya dengan Kebangkitan Yesus Kristus. Kalau kita perhatikan 1 Korintus 15 :7 di sini rasul Paulus mengatakan “Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” Karena itu, Kebangkitan patutlah dianggap sebuah bukti tentang Pribadi Kristus yang Ilahi, Kemesiasan-Nya dan Kuasa-Nya menyelamatkan manusia dari dosa. Tanpa Kebangktan, itu berarti Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang tidak bedanya dengan para tokoh-tokoh agama. Kebangkitan-Nya sekaligus membuktikan Ia Hidup.</p>
<p>&#8220;Kemenangan Orang Percaya&#8221; demikianlah judul tulisan ini. Tentu ada orang yang bertanya, apa sih bukti kemenangan itu, bukankah Yeus disalibkan di bukit Golgota? Ada orang berpendapat bahwa kubur Yesus yang kosong belum tentu merupakan indikasi Yesus bangkit, barangkali Yesus melarikan diri sebab Dia hanya semaput (pinsan), sekarang sudah siuman lalau pergi melarikan diri?. Atau, karena kepiawaian Yesus, maka Ia telah mengelabui orang-orang yang telah menyalibkan Dia, sesungguhnya yang disalibkan itu orang lain? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak orang-orang yang tidak percaya akan Kebangkitan bukan? Hal ini bisa kita maklumi, sebab kejadian Kebangkitan Yesus Kristus telah berlalu dua ribu tahun lebih, dan mereka yang tidak senang akan hal ini pasti punya banyak alasan dan cerita untuk menghancurkan Kebanaran ini. Jangankan orang-orang modern sekarang ini banyak yang tidak percaya, orang-orang yang hidup pada jaman Yesus-pun ada yang tidak percaya akan Kebangkitan ini. Salah satunya justru orang yang paling dekat dengan Yesus yakni murid-Nya yang bernama Tomas. Demikian kata Tomas, &#8220;Sebelum aku sendiri memasukkan jari tangan ke dalam telapak tangan bekas paku Tuhan Yesus dan memasukkan tanganku ke dalam perut bekas tusukan tombak, aku tidak percaya Yesus sudah bangkit&#8221; (lihat Yohanes 20:25) Sehubungan dengan Kemenangan orang Percaya ini, saya mencatat tiga hal yang akan kita soroti lebih mendetail.</p>
<p><strong>I. Kemenangan Orang Percaya, buktinya Batu Besar Penutup Kubur Terguling</strong></p>
<p>Di dalam Injil Matius 28 :2 tercatat &#8221; Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya&#8221; Sedangkan Markus mencatat, setelah lewat Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki mayat Yesus. Di tengah perjalanan, mereka bertanya siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita? Mereka sadar, bahwa ada yang kurang dari antara mereka yakni tidak membawa teman-teman pria. Sebab sesungguhnya batu penutup pintu kubur itu cukup berat untuk di geser. Namun apa boleh buat, saat ini sudah hampir tiba di Kubur. Satu hal yang sangat mengagetkan mereka semua adalah, ternyata batu besar dan berat itu sudah terguling dan kubur dalam keadaan terbuka. Ini berarti ada sesuatu sedang rterjadi di dalam Kubur itu.</p>
<p>Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan peristiwa yang penting dan dahsyat. Begitu kuat-Nya kuasa Kebangkitan itu telah mendorong dan menggeser batu penutup kubur sekaligus menghancurkan penghalang itu dan membuat terobosan baru. Bagaimana dengan kita semua? Sesungguhnya apa yang menjadi penghalang kita dalam hidup ini supaya bisa menaruh kepercayaan seratus persen kepada Tuhan? Apa yang senantiasa menjadi penghalang, membnuat kita tidak setia kepada Tuhan. Sanggupkah kita menggulingkan batu penghalang hidup kita ini?</p>
<p>Pernah suatu hari dalam percakapan dengan salah seorang jemaat gereja, saya begitu kaget sebab saya menemukan ada jemaat yang sudah puluihan tahun berbakti di gereja tetapi dia belum dibaptis. Danm tatkala kita coba bertanya alasannya, terlalu banyak yang beralasa bahwa &#8221; orang tua kami masih hidup&#8221;. Kita lihat bahwa jawabannya itu tidak sejalan dengan pertanyaannya bukan? Namun setelah saya coba selidiki latar belakangnya, ternyata memang orang tuanya belum percaya, sehingga apabila orang tuanya masih hidup, pastilah mereka marah sekali kalau anak-anaknya percaya Yesus, sebab apabila mereka sebagai orang tua meninggal, tidak ada yang menyembayangi. Tetapi kalau dipikirkan kembali, bukankah dia sebagai anak juga sangat &#8220;kejam&#8221;, rela kalau orang tuanya meninggal tanpa Tuhan Yesus. Apalagi kalau orang tuanmya mengetahui akan Kebenaran ini, tentu mereka akan &#8220;sakit hati&#8221; pada anak-anaknya. Bukankah bagi jemaat tersebut. Orang tunya sebagai &#8220;batu besar penghalang&#8221; , yang harus segera digeser. Yang harus segera diubah konsepnya, sehingga yang tadinya penghalang dengan kekuatan Tuhan telah menjadi pendukung.</p>
<p><strong>II. Kemenangan Orang Percaya, buktinya: Yesus tidak ada di dalam Kubur lagi</strong></p>
<p>Lukas mencatat dalam bacaan tadi, &#8220;Pagi-pagi benar mereka, dalam hal ini para wanita itu yakni Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus dan Salome dan wanita-wanita lainnya berangkat menuju ke kubur. Kenyataan yang mereka hadapi adalah, Batu Penutup Kubur itu telah tergeser dari tempatnya; dan satu hal yang paling penting lagi mayat Yesus sudah tidak ada di dalam. Bagi murid-murid Yesus yang saat itu penuh ketakutan, barangkali mendapat sedikit penjelasannya saja, mereka sudah bisa mengerti dan menerima dan percaya peristiwa Kebangkitan itu. Sebab memang Yesus pernah menceritakan kepada mereka kronologisnya.</p>
<p>Namun fakta yang terjadi di lapangan beda, Tomas yang seringkali disebut Didimus itu masih ragu akan hal ini. Seorang ahli Teologia dari Amerika John F Walvoord menjelaskan perdebatan serta keraguan dan kecurigaan ini sebagai berikut :</p>
<p>Ada orang yang mengatakan bahwa murid-murid Yesus itu sesungguhnya telah datang ke kubur yang salah, sehingga wajar kalau tidak menemukan Yesus di sana. Apakah ini benar, bagaimana penjelasannya? &#8220;Kira-kira tigapuluhan tahun yang lalu, saya masih ingat cerita dari nenek saya mengenai kuburan orang-tuanya. Beliau mengatakan bahwa, kubur orang-tuanya hampir tidak ditemukan, karena tanda berupa patokannya hilang. Jadi ada kemungkinan pergi ke kubur yang salah. Di jaman sekarang ini, kuburan sudah di tata rapi, bahkan ada alamat dan nama bloknya. Misalnya di Jawa-Timur saja kuburan di Gunung Gansir atau Sentong Lawang sudah ada namanya, Blok A, Villa Masa Depan Sejahtera&#8221; atau entah nama apa lagi, sehingga orang-orang lebih gampang menemukannya. Namun, apakah benar murid-murid itu salah? Jawabannya tidak, sebab malaikat-malaikat ada di kubur itu, tidak mungkin malaikat berada pada kubur yang keliru bukan. Selain itu di sana juga ada para serdadu, jadi tidak mungkin mereka menjaga kubur orang lain, apa kepentingannya dengan kubur orang lain, sudah pasti itu kubur Yesus, walaupun pada waktu itu tidak diberi nomor Blok dan nama Villa.</p>
<p>Sementara itu ada lagi yang mengatakan bahwa para serdadu itu sendirilah yang telah mengarang cerita untuk meyakinkan orang banyak bahwa mayat Yesus benar-benar telah dicuri oleh seseorang tatkala mereka sedang tidur. Apabila kasus ini benar-benar terjadi, maka para serdadu itu pasti akan dihukum mati; sebab mereka yang diberi tanggung-jawab untuk menjaga tetapi kenyataannya mereka tidur. Sebaliknya menurut catatan Injil Matius, mereka itu disuap dengan uang untuk menyebarkan cerita bohong itu. Hal ini jelas merupakan suatu usaha untuk menutupi fakta kebenaran dengan mengandalkan uang. Tentunya para serdadu itu akan dijamain keselamatannya ats hukuman yang berlaku pada waktu itu.</p>
<p>Kurangnya bukti untuk mengadakan klaim bagi orang-orang yang berusaha menggugat kebangkitan-Nya membuat kita menerima catatan tentang Kebangkitan itu. Jikalau Kebangkitan itu tidak ajaib dan begitu penting sehingga menjadi dasar yang kokoh bagi seluruh iman Kristen, maka tentulah Kebangkitanm itu tidak pernah dipersoalkan. Sekali lagi murid-murid Yesus tidak mungkin mencuri mayat Guru-nya; dan kalau musuh-musuh Tuhan 269243g telah mengambil mayat-Nya, tentulah mereka akan mengeluarkannya kembali tatkala berita tentang Kebangkitan mulai tersebar. Kubur kosong merupakan saksi bisu yang yang tidak dapat disangkal tentang kenyataan Yesus Bangkit dari kubur-Nya.</p>
<p>Kalau kita semua megerti penjelasan dan pembelaan yang sederhana ini tentang Kebenaran akan Kebangkitan Yesus, mengapa kita masih belum mau percaya? Yesus bangkit menciptakan harapan baru bagi para pengikutnya, tadinya suam-suam kukuh sekarang berkobar lagi. Tadinya sudah hampir putus asa, sekarang tidak lagi.</p>
<p><strong>III. Kemenangan Orang Percaya, buktinya: Yesus Bangkit dan Menampakkan Diri-Nya</strong></p>
<p>Seperti biasanya, diantara murid-murid Yesus yang paling aktif, agresif dan penuh inisiatif adalah Simon Petrus. Kadang kala Yesus meras jengkel terhadap tinmgkah lakunya ini. Pada saat Yesus mau kembali Ke Yerusalem, Petrus yang menarik tangan Yesus; waktu itu Yesus memarahi dia. Sewaktu perajurit itu menangkap Yesus di Taman Getsemani, Petrus mengeluarkan pedang dan dipotong sehelai telinga perajurit itu. Nah, tatklala Petrus mendengar Yesus sudah bangkit (lihat ay. 12), ia langsung bangun dan pergi ke kubur. Kalau kemarin sewaktu di Taman Getsemani tatkala Yesus berdoa Petrus dan kawan-kawan selalau tertidur, seakan-akan semangatnya sudah pudar, tetapi pagi ini nampaknya ada perubahan. Benar, Petrus tidak menemukan mayat Yesus, ia hanya melihat kain Kafan saja. Bagi orang banyak pada waktu itu, peristiwa Kebangkitan ini merupaka cerita &#8220;omong kosong&#8221;( ay.11), tetapi kesaksian para murid ini tentunya akan membuktikan bahwa Kebangkitan Yesus bukan Omong Kosong.</p>
<p>Ditambah lagi Yesus menampakkan diri buat orang banyak. Ada tujuh belas kali Tuhan Yesus menampakkan diri sesudah kebangkitannya sampai setelah IA naik ke surga.</p>
<p>Penampakan yang pertama : Ditujukan kepada Maria Magdalena, mereka piker dia Tukang Kebun (Lihat Yohanes 20:11-17 dan Markus 16:9-11).</p>
<p>Penampakan yang kedua: Ditujukan kepada para wanita lain yang kembali ke kubur ( Matius 28:9-10)</p>
<p>Penampakan yang ke tiga: Yesus memperlihatkan Diri-Nya kepada Petrus pada suatu sore (Lihat Lukas 24:23 dan 1 Korintus 15:5)</p>
<p>Penampakan yang ke empat: Ditujukan kepada mereka yang berjalan menuju ke Emaus (Markus 16:12-13, Lukas 24:13-35)</p>
<p>Penampakan yang ke lima: Ditujukan kepada ke sepuluh murid Tuhan Yesus, waktu itu Tomas tidak ada di tempat, sehingga sebelum Tomas melihat sendiri ia tidak percaya. (Lukas 24:36-43 dan Yohanes 20: 19-23)</p>
<p>Pernampakan ke enam: Kembali ditujukan kepada murid-murid-Nya, dan saat itu Tomas sudah hadir (Yohanes 20:26-29)</p>
<p>Penampakan ke tujuh: Penampakan ini ditujukan kepada tujuh orang murid di Laut Galilea, waktu itu terjadilah penangkapan ikan yang penuh mujijat (Lihat Yohanes 21:1-23).</p>
<p>Penampakan ke delapan : Yesus menampakan diri secara umum, kepada lima ratus orang dan diikuti oleh Paulus (1 korintus 15:6)</p>
<p>Penampakan ke sembilan : Ditujukan kepada Yakobus saudara Yesus sendiri (1 korintus 15:7). Ada orang mengatakan bahwa Yakobus itu tidak percaya sebelum Kebangkitan Tuhan Yesus (Yohanes 7:3-5), tetapi setelah Yesus Bangkit, ia terhitung sebagai orang percaya.</p>
<p>Penampakan ke sepuluh : Kembali Yesus memperlihatkan Diri-Nya kepada ke sebelas murid-murid-Nya di bukit Galilea, ada perintah yang Agung yang sering disebut Amanat Agung untuk memberitakan Injil disampaikan kepada murid-murid pada saat ini (Matius 28:16-28)</p>
<p>Penampakan ke sebelas: Tatkala Yesus naik ke surga. Dari Bukit Zaitun IA Menampakkan Diri-Nya (Lukas 24:44-53 dan Kisah Para Rasul 1:3-9). Penampakan ini adalah penampakan yang terakhir sebelum Yesus naik ke Surga.</p>
<p>Penampakan ke dua belas: Yesus menampakkan Diri-Nya kepada Stefanus yang mati Martir (lihat Kisah Para Rasul 7:55-56). Selanmjutnya penampakan yang berbeda sifatnya untuk menguatkan fakta Kebangkitan Yesus.</p>
<p>Penampakan ke tiga belas: Penampakan ini ditujukan kepada rasul Paulus, waktu itu masih bernama Saulus. Di perjalanan ke Damsyik, sesungguhnya Saulus mempunyai rencana jahat terhadap orang-orang percaya, namun Yesus memperlihatkan Diri-Nya kepada Saulus, ia tersungkur dan bertobat/ (Kisah Para Rasul 9:3-6;22:6-11;26:13-18).</p>
<p>Penampakan ke empat belas: Sekali lagi penampakan itu ditujukan kembali kepada rasul Paulus ketika di Arabia (Kisah Para Rasul 20&#8243;24; 26:17).</p>
<p>Penampakan ke lima belas: Ditujukan lagi kepada Paulus tatkala di Bait Allah, Paulus diingatkan oleh Yesus bahwa penganiayaan terhadap orang-orang percaya sudah segera tiba (Kisah Para Rasul 22&#8243;17-21).</p>
<p>Penampakan ke enam belas: Kepada Rasul Paulus, waktu itu ia berada di dalam penjara di Kaisaria, dikatakan bahwa Tuhan datang berdiri disisinya dan memberitahu Paulus bahwa ia harus menyaksikan Injil di kota Roma ( Kisah Para Rasul 23:11)</p>
<p>Penampakan ke tujuh belas: Waktu itu ditujukan kepada rasul Yohanes, waktu itu ia berada di pulau Patmos ( Wahyu 1:12-20).</p>
<p>Inilah fakta, bahwa &#8220;Kubur Yesus Yang Kosong, Bukan Omong Kosong&#8221;. Berdasarkan Kebenaran inilah, maka kita juga berani mempertarukan seluruih hidup kita kepada Tuhan. Sebagai orang percaya kita menyembah kepada Allah yang hidup, bukan yang mati tetap di Kubur. Masih ragukah anda akan kebenaran ini? Mari, tambahkan dam bangkitkan kembali semangat yang sudah letih dan lelah, kobarkan semangat Kebangkitan ini.</p>
<p>Apa yang bisa kita pelajari? Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Ia hidup, dan kita sebagai Umat-Nya bersandar sepenuhnya kepada-Nya yang Hidup pasti tidak sia-sia. Ini bukan &#8220;Omong Kosong&#8221;, Yesus yang telah mati di kayu salib demi kita, maka kita harus hidup bagi Dia yang sudah bangkit. Ini komitmen penting dalam seluruih aspek hidup kita, dan ingat komitmen kita seharusnya bukan komitmen yang omong kosong. Banyak orang yang senantiasa hidup dengan Komitmen yang omong kosong, padahal ngakunya itu merupakan prinsip hidupnya. Prinsip hidup yang omong kosong adalah Hari ini kita katakan &#8220;tidak&#8221; tetapi keesokan harinya terlalu gampang berubah menjadi &#8220;ya&#8221;. Komitmen yang bukan omong Kosong yakni, hari ini kita katakan &#8220;ya&#8221; besok dan selama-lamanya tetap katakan &#8220;ya&#8221;. Kiranya Tuhan memberikan pertolongan kepada kita untuk senantiasa hidup dalam Komitmen yang benar, baik dalam pelayanan, bertutur kata, memegang prinsip dan sebagainya. Bukan Omong Kosong, Semoga!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/294/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/294/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=294&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kemenangan-orang-percaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekayaan</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kekayaan/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kekayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 10:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kekayaan/</guid>
		<description><![CDATA[Kekayaan


Riches donÃ‚Â´t make a man rich. They only make him busier.
&#8211; Christopher Columbus &#8211;Kalimat yang bijak, ini menarik sekali untuk dicermati. Contohnya; apabila seseorang naik strata sosialnya dari keadaan biasa-biasa lalu menjadi kaya, tentu mereka akan disibukkan untuk membelanjakan uangnya, mereka akan membeli mobil yang lebih bagus, rumah yang lebih besar/ mewah, jalan-jalan ke luar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=293&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Kekayaan</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">
<dd><em>Riches donÃ‚Â´t make a man rich. They only make him busier.</em><br />
&#8211; Christopher Columbus &#8211;Kalimat yang bijak, ini menarik sekali untuk dicermati. Contohnya; apabila seseorang naik strata sosialnya dari keadaan biasa-biasa lalu menjadi kaya, tentu mereka akan disibukkan untuk membelanjakan uangnya, mereka akan membeli mobil yang lebih bagus, rumah yang lebih besar/ mewah, jalan-jalan ke luar negeri, beli ini, beli itu, pendeknya mereka akan membeli gaya hidup yang mencerminkan mereka itu punya duit.</p>
<p>Namun apakah arti kekayaan yang dimaksud Tuhan? tentu bukanlah kekayaan harta materi semata. Keselamatan adalah harta terbesar kita. Kita menjadi pewaris kerajaan surga, menjadi anak-anak Allah.</p>
<p><strong>1. KONSEP KEKAYAAN</strong></p>
<p><strong>1.A. ALAM SEMESTA SEBAGAI GAMBAR KEMULIAAN ALLAH</strong></p>
<p>Sejak Allah menciptakan alam semesta, Allah melengkapi alam semesta dengan kekayaan. Seluruh kekayaan dalam alam semesta dibuat oleh Allah untuk menggambarkan kemuliaan-Nya. Berbagai sumber alam disediakan Allah untuk memperkaya kehidupan manusia di muka bumi, tumbuh-tumbuhan, hewan, hingga bahan-bahan pertambangan yang pada waktunya bermanfaat bagi kemajuan dan kelangsungan hidup manusia di bumi. Tuhan sudah menyediakan segala kebutuhan manusia sejak saat manusia pertama itu diciptakan, bahkan Tuhan memberkati manusia dengan berkelimpahan :</p>
<p>Kejadian 1:11,16-18,20,24,29-31</p>
<p>1:11 Berfirmanlah Allah: &#8220;Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.&#8221; Dan jadilah demikian.<br />
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.<br />
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,<br />
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.<br />
1:20 Berfirmanlah Allah: &#8220;Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.&#8221;<br />
1:24 Berfirmanlah Allah: &#8220;Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.&#8221; Dan jadilah demikian.<br />
1:29 Berfirmanlah Allah: &#8220;Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.<br />
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.&#8221; Dan jadilah demikian.<br />
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.</p>
<p><strong>1.B. UKURAN KEKAYAAN</strong></p>
<p>Ukuran kaya menurut Allah tidak seperti ukuran manusia, Tuhan tidak melarang kekayaan. Tuhan mengajar agar anak-anaknya mencari dahulu jenis-jenis kekayaan yang bisa dibawa kedalam kekekalan.</p>
<p>Matius 6:19-20</p>
<p>6:19 &#8220;Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.<br />
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.</p>
<p>Allah tidak mengajarkan kita untuk mengejar kekayaan duniawi. Allah akan memberkati keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Kekayaan adalah berkat Tuhan semata :</p>
<p>Filipi. 4:19<br />
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.</p>
<p>Amsal 10:22<br />
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.</p>
<p><strong>1.C. MAKSUD BERKAT KEKAYAAN</strong></p>
<p>Kita banyak menjumpai orang-orang kaya dan terkenal, sepertinya tidak lagi ada kesusahan dalam hidupnya. Tetapi kemudian kita mendapati mereka tidak dapat menikmati hidupnya karena takut bangkrut, atau mengalami kecemasan-kecemasan lainnya. Ada banyak juga orang punya jabatan, tetapi sebentar saja namanya tidak disebut orang lagi; banyak orang terkenal yang selalu disanjung-sanjung orang, akhirnya mati bunuh diri. Sia-sia sekali keadaan tersebut.</p>
<p>Jika kita memiliki harta, maka kita harus minta kuasa untuk dapat menikmatinya. Ada orang yang diberi harta oleh Tuhan tetapi tidak bisa menikmatinya. Kita berusaha tapi jangan mengejar kekuasaan atau harta sebab kenyataannya banyak orang yang menderita karena harta. Manusia juga jika mati tidak membawa harta. Mintalah kepada Tuhan agar kita dapat menguasai diri untuk menikmati berkatNya.</p>
<p>Pengkhotbah 6:1,2</p>
<p>6:1 Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:<br />
6:2 orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.</p>
<p>Jika kita diijinkan untuk memiliki kekayaan, kita harus sadar bahwa semuanya karena anugerah Allah saja. Sebab bagi umat Tuhan, harta dunia, apapun bentuknya, bukanlah tujuan akhir hidup ini.</p>
<p>Yakobus 2:5<br />
Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?</p>
<p>Kekayaan yang datang dari Tuhan, dapat dinikmati sebagai karunia :</p>
<p>Pengkhotbah 5:17-18</p>
<p>5:17 Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.<br />
5-18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya&#8211;juga itupun karunia Allah.</p>
<p><strong>2. KEKAYAAN DARI TUHAN</strong></p>
<p>Bolehkah kita meminta kekayaan? Baiklah kita belajar dari Raja Salomo : Tuhan sangat memberkati Salomo dengan berkelimpahan, tidak ada raja yang lebih kaya daripada Salomo, tetapi apakah Salomo pernah memohon-mohon supaya dia menjadi kaya? Mari kita lihat apa yang diajarkan dalam Alkitab :</p>
<p>1 Raja-raja 3:3-15</p>
<p>3:3 Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.<br />
3:4 Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.<br />
3:5 Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: &#8220;Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.&#8221;<br />
3:6 Lalu Salomo berkata: &#8220;Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.<br />
3:7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.<br />
3:8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.<br />
3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?&#8221;<br />
3:10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.<br />
3:11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: &#8220;Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,<br />
3:12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.<br />
3:13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.<br />
3:14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.&#8221;<br />
3:15 Lalu terjagalah Salomo; ternyata ia bermimpi. Sekembalinya ke Yerusalem, berdirilah ia di hadapan tabut perjanjian Tuhan, dipersembahkannya korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan, kemudian ia mengadakan perjamuan bagi semua pegawainya.</p>
<p>Hikmat adalah sebuah kekayaan yang lebih besar daripada harta duniawi. Salomo tahu apa yang baik untuk dirinya. Kekayaan itu hal yang mudah bagi Allah. Mengapa Allah memberikan berkat yang sungguh berkelimpahan kepada Salomo sedangkan dia tidak pernah memohonkannya?, kita baca lagi pada ayat 3 &#8220;Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan&#8221;. Allah sungguh bersuka cita akan cara hidup Salomo, dan ketika berdoa Salomo tidak meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri, tetapi suatu permohonan yang bermanfaat untuk orang lain, Allah dibuat kagum oleh Salomo, perhatikan ayat 9 &#8220;Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?&#8221;</p>
<p>Jadi kekayaan adalah hal yang sepele buat Tuhan, Allah kita Allah yang kaya, maka sebagai anak, hendaklah kita tahu dan mengerti apa yang Tuhan mau. Berkat tidak selalu berupa materi, Hikmat adalah sebuah berkat yang lebih dari kekayaan.</p>
<p>Pengkhotbah 7:11-12</p>
<p>7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.<br />
7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.</p>
<p>Kekayaan adalah dari Tuhan! Janganlah menganggap kekuatan kita yang menjadikan kita kaya.</p>
<p>Ulangan 8:17<br />
Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.</p>
<p>Bagaimana sikap kita terhadap kekayaan ? Maka ijinkan saya memberi ulasan sebagai berikut :</p>
<p>2.A. Berkat kekayaan<br />
2.B. Allah mau kita kaya, dalam arti bagaimana?<br />
2.C. Nasehat Allah tentang kekayaan<br />
2.D. Berbagi berkat</p>
<p><strong>2.A. BERKAT KEKAYAAN</strong></p>
<p>Tidak ada salahnya kita menjadi kaya, banyak orang suka menjadi kaya, banyak umat Allah diceritakan di Alkitab bahwa mereka itu kaya dan diberkati dan mereka itu orang-orang kesayangan Tuhan. Diantaranya adalah Abraham dan Yosafat :</p>
<p>Kejadian 13:2<br />
Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya</p>
<p>2 Tawarikh 18:1<br />
Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.</p>
<p>Dengan kekayaan kita bisa memuliakan Allah dengan harta kita :</p>
<p>Amsal 3:9-10</p>
<p>3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,<br />
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.</p>
<p>Berkat kepada manusia itu ada didalam rencana Allah, Allah tahu menyediakan apa yang baik untuk manusia :</p>
<p>Imamat 26:1-13</p>
<p>26:1 &#8220;Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.<br />
26:2 Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN.<br />
26:3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya,<br />
26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.<br />
26:5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.<br />
26:6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.<br />
26:7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.<br />
26:8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.<br />
26:9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.<br />
26:10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.<br />
26:11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.<br />
26:12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.<br />
26:13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.&#8221;</p>
<p>Ulangan 28:1-14</p>
<p>28:1 &#8220;Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.<br />
28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:<br />
28:3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.<br />
28:4 Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.<br />
28:5 Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.<br />
28:6 Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.<br />
28:7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.<br />
28:8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.<br />
28:9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.<br />
28:10 Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.<br />
28:11 Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu&#8211;di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.<br />
28:12 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.<br />
28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,<br />
28:14 dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.&#8221;</p>
<p>Amsal 3:16<br />
Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.</p>
<p>Amsal 13:22<br />
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.</p>
<p>Maleakhi 3:10-12</p>
<p>3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.<br />
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.<br />
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.</p>
<p>Firman Allah tersebut hebat bukan? Saya yakin ayat-ayat tersebut merupakan favorit, hidup didalam jaminan Allah, oh sungguh indah sekali. Maka janganlah takut akan apa yang akan kita makan dan kita pakai esok hari, kita ada didalam pemeliharaannya. Hidup sejahtera damai dalam Kristus pasti kita punyai!</p>
<p>Allah tentu senang memberkati manusia, saya sangat percaya itu. Tetapi Allah lebih senang ketika Dia mendapati anak-anakNya itu tidak memprioritaskan kebutuan jasmani saja, tetapi selalu mencari kebenaran Allah dan hidup menurut ajaranNya :</p>
<p>Matius 6:33<br />
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.</p>
<p>Yohanes 10:10<br />
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.</p>
<p>Allah kita adalah Allah yang berkelimpahan. Allah sanggup memberkati kita dengan berkat jasmani yang cukup untuk kita hidup bahkan berkelimpahan.</p>
<p><strong>2.B. Allah mau kita kaya, dalam arti bagaimana ?</strong></p>
<p>Manusia jatuh miskin karena dosa. Keterpisahan manusia dari kemuliaan Allah adalah hal termiskin yang dialami manusia. Akibat dosa masuk ke dalam dunia dan mencemari segala ciptaan, Allah mengutuk tanah, yaitu tempat penambangan dan pengembangan kekayaan di bumi :</p>
<p>Kejadian 3:1-7,17-19</p>
<p>3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: &#8220;Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?&#8221;<br />
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: &#8220;Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,<br />
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.&#8221;<br />
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: &#8220;Sekali-kali kamu tidak akan mati,<br />
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.&#8221;<br />
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.<br />
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.<br />
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: &#8220;Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:<br />
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;<br />
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.&#8221;</p>
<p>Allah murka dan mengutuk &#8220;tanah&#8221; sebagai akibat perbuatan dosa. Tapi ternyata kutukan Allah tidak meredakan niat jahat manusia untuk selalu berbuat dosa. Manusia semakin jatuh dalam berbagai tindakan dosa. Sehingga pada jaman Nuh, Allah menghukum manusia dengan air bah dan menenggelamkan dunia (baca kitab Kejadian 6).</p>
<p>Allah Maha Adil; perbuatan dosa harus ada hukumannya, kutuk terhadap perbuatan dosa ada sebagai konsekwensi dari perbuatan manusia yang tidak taat perintah Allah. Tetapi sungguh luar biasa bahwa Allah mempunyai sifat Maha Kasih. Wujud kasihnya itu : Allah punya rencana untuk menyelamatkan manusia dari dosa yang menyebabkan kemiskinan dalam arti luas :</p>
<p>Kejadian 3:15<br />
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.&#8221;</p>
<p>Sehingga begitu usai penghukuman, Allah sekali lagi menegaskan janji dengan memberkati dan memelihara kembali ciptaan-Nya.</p>
<p>Kejadian 8:17-19,22</p>
<p>8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.&#8221;<br />
8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.<br />
8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.<br />
8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.&#8221;</p>
<p>Berkat dan janji ulang pemeliharaan-Nya meneguhkan bahwa kekayaan diberikan Allah sekali lagi bagi manusia di dalam dunia. Apakah berkat terbesar setelah kejatuhan manusia? Yesus Kristus datang kedunia!</p>
<p>Yohanes 3:16<br />
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.</p>
<p>2 Korintus 8:9<br />
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.</p>
<p>Kadang kadang orang berkata &#8220;Saya sungguh percaya Tuhan akan memberkatimu dan membuat usahamu berhasil&#8221; atau &#8220;Tahun ini kamu akan menerima berkat yang berlipat kali ganda&#8221; Ini adalah pikiran yang bagus, tapi ini bukan pikiran Injil. Pikiran Injil adalah yang seperti Paulus ajarkan &#8221; Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.&#8221; (Efesus 1:3).</p>
<p>Dari penjelasan-penjelasan ini, tentu kita akan paham bahwa kekayaan terbesar adalah ketika kita mempunyai hubungan yang baik dengan Allah. Ketika kita dibenarkan kembali oleh pengorbanan Yesus Kristus. Kita adalah anak-anak Allah, kita adalah pewaris, kekayaan dan kehormatan adalah milik kita!</p>
<p><strong>2.C. NASEHAT ALLAH TENTANG KEKAYAAN</strong></p>
<p>Alkitab banyak sekali memperingatkan kita akan bahaya dari kekayaan atau keinginan untuk menjadi kaya secara jasmani. Seringkali harta adalah penyebab kejatuhan manusia; sebagai berikut :</p>
<p>Mat. 6:21 / Luk. 12:34<br />
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.</p>
<p>Ulangan 6:10-12</p>
<p>6:10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu&#8211;kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;<br />
6:11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami&#8211;dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,<br />
6:12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.</p>
<p>Amsal 23:4-5</p>
<p>23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.<br />
23:5 Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.</p>
<p>Pengkhotbah 5:9-16</p>
<p>5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.<br />
5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?<br />
5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.<br />
5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.<br />
5:13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.<br />
5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.<br />
5:15 Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?<br />
5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.</p>
<p>Yeremia 9:23-24</p>
<p>9:23 Beginilah firman TUHAN: &#8220;Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,<br />
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.&#8221;</p>
<p>Yehezkiel 7:19<br />
7:19 Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.</p>
<p>Matius 6:19-24</p>
<p>6:19 &#8220;Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.<br />
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.<br />
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.<br />
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;<br />
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.<br />
6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&#8221;</p>
<p>Matius 13:22,<br />
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.</p>
<p>Luk 6:24,<br />
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.</p>
<p>Lukas 12:16-21</p>
<p>12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: &#8220;Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.<br />
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.<br />
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.<br />
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!<br />
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?<br />
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221;</p>
<p>Lukas 21:34-36</p>
<p>21:34 &#8220;Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.<br />
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.<br />
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.&#8221;</p>
<p>1 Timotius 6:6-10</p>
<p>6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.<br />
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.<br />
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.<br />
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.<br />
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.</p>
<p>1 Timotius 6:17-19</p>
<p>6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.<br />
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi<br />
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.</p>
<p>Yakobus 1:9-11</p>
<p>1:9 Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi,<br />
1:10 dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.<br />
1:11 Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.</p>
<p>Yakobus 5:1-3</p>
<p>5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!<br />
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!<br />
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.</p>
<p>Menjadi kaya adalah suatu berkat, tetapi kita harus berhati-hati dalam menerima, mengelola dan memelihara kekayaan itu. Allah kita Allah yang baik dan menjanjikan kebutuhan jasmani yang cukup, maka janganlah kawatir akan kebutuhan materi :</p>
<p>Matius 6:25-34</p>
<p>6:25 &#8220;Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?<br />
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?<br />
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?<br />
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,<br />
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.<br />
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?<br />
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?<br />
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.<br />
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.<br />
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.&#8221;</p>
<p>Salomo mengatakan bahwa kekayaan yang disimpan pemiliknya mendatangkan kecelakaan. Salomo sendiri mengalaminya, kekayaan dan kemasyuran Salomo tiada tertandingi tetapi dia tidak menikmatinya. Karena itu, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya harta yang Tuhan berikan. Muliakanlah Allah dengan hartamu.</p>
<p>Pengkhotbah 5:11-12</p>
<p>5-11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.<br />
5-12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.</p>
<p>Orang yang cinta akan uang tidak akan pernah puas. Maka yang terutama adalah kejarlah harta surgawi yang membawa kebahagiaan dan hidup yang kekal :</p>
<p>Pengkhotbah 5:9-110</p>
<p>5-9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.<br />
5-10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?</p>
<p><strong>2.D. BERBAGI BERKAT</strong></p>
<p>Mazmur 41:2<br />
Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.</p>
<p>Kata lemah berasal dari bahasa Ibrani: dal, yang berarti rendah, miskin, tak berdaya, atau lemah. Tapi arti yang paling tepat untuk ayat ini adalah miskin, mengingat banyak referensi ayat yang menunjuk bahwa Allah menaruh perhatian yang tinggi terhadap kaum miskin.</p>
<p>Ulangan 15:11<br />
Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.&#8221;</p>
<p>Orang-orang yang kaya kurang menyukai judul/ perinkop dalam Injil Lukas 18:18-27 &#8220;Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah&#8221;</p>
<p>Lukas 18:18-27</p>
<p>18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: &#8220;Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;<br />
18:19 Jawab Yesus: &#8220;Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.<br />
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.&#8221;<br />
18:21 Kata orang itu: &#8220;Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.&#8221;<br />
18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: &#8220;Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.&#8221;<br />
18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.<br />
18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: &#8220;Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.<br />
18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.&#8221;<br />
18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: &#8220;Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?&#8221;<br />
18:27 Kata Yesus: &#8220;Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.&#8221;</p>
<p>Ah.. Tuhan Yesus kok keras amat sih? Permintaan Yesus sangat tidak masuk akal. Apakah benar begitu?</p>
<p>Marilah kita pahami apa dasar Yesus berkata demikian. Ada tiga kemungkinan tujuan yang mendasari permintaan Yesus itu :</p>
<p>a.. Pertama, Yesus hendak menguji orang kaya itu, apakah ia memprioritaskan kehidupan kekal &#8211; seperti yang ia minta kepada-Nya &#8211; lebih dari kekayaannya? b.. Kedua, Allah menaruh perhatian terhadap orang miskin dengan menyuruhnya membagi-bagikan hasil penjualan semua hartanya kepada orang miskin. c.. Ketiga, ada keinginan orang kaya ini untuk dipuji oleh Yesus bahwa dia sudah melakukan semua Hukum Taurat.</p>
<p>Kalau Saudara adalah orang kaya, apa yang akan saudara lakukan apabila Yesus mengajukan permintaan yang sama?</p>
<p>Marilah kita pahami ayat dibawah ini :</p>
<p>Amsal 19:17<br />
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.</p>
<p>Ketika kita menaruh belas kasihan, dan memberkati orang miskin, kita membuat Tuhan berhutang kepada kita! Wow! Karena itu jangan heran bila orang yang menyebar harta dengan membagi-bagi hartanya kepada fakir miskin, mereka justru bertambah kaya :</p>
<p>Amsal 11:24<br />
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.</p>
<p>Tuhan tidak suka orang yang pelit, tetapi Tuhan memberkati orang-orang yang dermawan, menaruh belas kasihan kepada orang-orang malang dan perlu bantuan. Berkat Tuhan tidaklah untuk dinikmati sendiri, muliakanlah Allah dengan berkat itu, dan Tuhan akan merasa berhutang jika tidak memberkati kita.</p>
<p>Sudahkan kita berbagi kepada orang miskin? Kepada orang yang perlu bantuan? Kalau belum, inilah saatnya Anda menabur berkat. Inilah saatnya kita memiutangi Tuhan. Dan nantikanlah janji-Nya bahwa Ia akan mengembalikan berkat yang kita tabur dengan berkelimpahan.</p>
<p>Amsal 22:9<br />
Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.</p>
<p>Berbahagialah orang yang benar, orang-orang yang mengasihi orang yang malang. Tuhan memberikannya berkat yang berlimpah!</p>
<p>Mazmur 112 BAHAGIA ORANG BENAR</p>
<p>112:1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.<br />
112:2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.<br />
112:3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.<br />
112:4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.<br />
112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.<br />
112:6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.<br />
112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.<br />
112:8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.<br />
112:9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.<br />
112:10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.</p>
<p>Kasih kita kepada orang yang malang, diperhitungkan Tuhan dalam penghakiman terakhir :</p>
<p>Matius 25:31-40</p>
<p>25:31 &#8220;Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.<br />
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,<br />
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.<br />
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.<br />
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;<br />
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.<br />
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?<br />
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?<br />
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?<br />
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.</p>
<p>Maka kerjarlah harta yang bisa dibawa saat kita dihakimi nanti. Karena Tuhan memperhitungkan kasih yang kita berikan kepada orang lain.</p>
<p><strong>3. TENTANG UANG</strong></p>
<p>Dalam memenuhi kebutuhan hidup kita perlu uang, untuk kebutuhan rumah tangga, makan, pakaian, pendidikan, apapun kegiatan kita semuanya perlu dana. Untuk pemenuhannya Allah memerintahkan manusia untuk bekerja :</p>
<p>2 Tesalonika 3 : 10<br />
&#8230; &#8220;jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.&#8221;</p>
<p>Amsal 6:6-11</p>
<p>6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:<br />
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,<br />
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.<br />
6:9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?<br />
6:10 &#8220;Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring&#8221; &#8211;<br />
6:11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.</p>
<p>Uang itu penting, tetapi lebih penting lagi bagaimana cara menggunakannya dengan baik. Dalam pelayanan pengabaran Injil tidak dipungkiri akan perlunya uang, setiap kegiatan dalam pelayanan bagi Tuhan memerlukan uang, pelayanan untuk orang miskin, yatim piatu, pendidikan, dan pekerjaan-pekerjaan sosial lainnya memerlukan uang. Orang sering enggan membicarakan soal uang dalam pekerjaan pelayanan bagi Tuhan. Namun hal ini sesungguhnya penting untuk dibicarakan dan penting untuk dimengerti.</p>
<p><strong>3.A. ESENSI UANG </strong></p>
<p>Semua kegiatan kita, semua pelayanan pekerjaan Tuhan, pada kenyataannya juga membutuhkan uang. Alkitab menilai uang sebagai hal yang positif, sebagai nilai tukar yang praktis :</p>
<p>Ulangan 14:25<br />
maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu,</p>
<p>Yang negatif bukan uangnya melainkan sikap terhadap uang, yaitu &#8220;cinta-uang&#8221; yang bisa menjadi akar setiap kejahatan. Kita tidak boleh mengabdikan diri sebagai hamba uang dan menjadikannya &#8220;Mamon&#8221; atau berhala.</p>
<p>Matius 6:24<br />
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&#8221;</p>
<p>Yang salah pula, bila kita tamak dan mengandalkan uang lebih dari pada Allah</p>
<p>1 Timotius 6:17<br />
Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.</p>
<p><strong>3.B. Tentang Persembahan : </strong></p>
<p>Apakah Tuhan butuh uang?</p>
<p>Mengapa Allah memerintahkan kita memberikan persembahan untuk pekerjaanNya ? Bukankah Dia kaya dan berkuasa? tidak bisakah Allah secara langsung menyediakan kebutuhan-kebutuhan itu dengan cara yang ajaib, semudah membalik tangan? Tentu Allah bisa, tetapi Dia tidak mau. Allah suka bekerja sama dengan manusia, Allah tidak mau bekerja sendiri, Ia ingin melibatkan manusia untuk melakukan pekerjaannya. Salah satu contohnya , kita baca cerita dibawah ini :</p>
<p>Markus 6:35-44 :</p>
<p>6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: &#8220;Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.<br />
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.&#8221;<br />
6:37 Tetapi jawab-Nya: &#8220;Kamu harus memberi mereka makan!&#8221; Kata mereka kepada-Nya: &#8220;Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?&#8221;<br />
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: &#8220;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&#8221; Sesudah memeriksanya mereka berkata: &#8220;Lima roti dan dua ikan.&#8221;<br />
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.<br />
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.<br />
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.<br />
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.<br />
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.<br />
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.</p>
<p>Untuk memberi makan 5000 orang laki-laki (belum termasuk wanita dan anak-anak), Yesus memerlukan persembahan dari apa yang kita punya, persembahan itu dari &#8220;seorang anak&#8221; dari persembahan yang sangat kecil ini, cuma &#8220;5 ketul roti dan 2 ekor ikan&#8221;. Dan dari situ Yesus baru mau melakukan mujizat berkat yang sungguh besar. Tuhan selalu menggunakan campur tangan manusia : &#8220;berapa roti yang kamu punya?&#8221; Dalam memberikan berkat, Allah selalu meminta apa yang ada di tanganmu, apa yang ada di genggamanmu? Apakah yang harus kita lakukan ? berikanlah persembahan yang terbaik yang kita punya.</p>
<p>Allah suka kita terlibat dalam pekerjaanNya sebagai suatu maksud bahwa manusia adalah partner Allah atau rekan sekerja Allah, bukan sekedar ciptaanNya dan bertindak sebagai robot saja.</p>
<p><strong>3.C. Persembahan sebagai tanda ketaatan &amp; tanda kasih kepada Tuhan </strong></p>
<p>Raja Daud sangat terkenal akan pengungkapan kasihnya kepada Tuhan yang banyak ditulisnya dengan indah dalam kitab Mazmur. Kecintaannya kepada Tuhan secara otomatis juga diwujudkan dalam pemberian persembahan yang penuh sukacita dan tulus.</p>
<p>1 Tawarikh . 29:9<br />
Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.</p>
<p>1 Tawarikh. 29:17<br />
Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.</p>
<p>Apabila kita benar-benar mengasihi, tentu kita tidak akan pernah memperhitungkan apa yang kita beri. Apabila kita mempunyai anak dan mencintainya, pernahkan kita menghitung-hitung berapa biaya makan, pakaian, pendidikan untuk anak-anak kita? Tentu tidak, bahkan kita memberi yang terbaik untuk mereka, membekali mereka untuk hari depan dengan hal yang terbaik yang kita punya.</p>
<p>Apakah engkau mengasihi Allah? Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Dia telah memberikan bagianNya yang terbaik yang Dia punya. Pengorbanan Yesus Kristus yang membuahkan keselamatan yang kekal bagi manusia!</p>
<p><strong>3.D. Pamrih dalam memberi persembahan </strong></p>
<p>Secara tidak sadar banyak pengkotbah akhir-akhir ini membawa pola pikir jemaatnya untuk memberikan pesembahan kepada Tuhan supaya kita diberkati. Pengajaran di balik mimbar yang saat ini menggejala, dan cenderung menitik-beratkan pada berkat secara materi. Hal ini akan membawa jemaat pada pola pikir dan moral materialisme &#8220;berilah maka kau akan diberkati berlipat kali ganda&#8221; seperti ajakan salesman perusahaan dana investasi. Bahkan seperti menganggap Tuhan itu tidak beda dengan illah-illah lain yang memberikan rejeki. Ini bahkan memberhalakan Tuhan!</p>
<p>Saya mengharap anda tidak terlampau cepat merasa aman dan bebas dari bahaya penyembahan berhala, hanya karena anda tidak menyimpan satu patung pun dan menyembahnya. Tetapi ketika kita menganggap bahwa Allah hanya sebagai sumber berkat, kita memberhalakan Dia menjadi illah yang sama dengan kepercayaan lain, sama dengan patung-patung, sama dengan dewa ini dan dewi itu.</p>
<p>Kelihatannya benar walaupun para pengkotbah menggunakan banyak ayat-ayat yang mendukung yang diambil dari alkitab tentang pemberian persembahan supaya kita diberkati . Namun Allah adalah selalu menepati janjinya, tidak pernah ada janjinya yang tidak pernah ditepati :</p>
<p>Bilangan 23:19<br />
&#8220;Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?&#8221;</p>
<p>Raja Salomo mengatakan bahwa<br />
1 Raja-raja 8:56<br />
&#8220;Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.</p>
<p>Tuhan tidak akan berbohong, ini adalah satu-satunya hal yang Tuhan tidak bisa lakukan, karena berbohong bukanlah sifat Tuhan. Apa yang telah difirmankanNya tidak akan ada yang tidak digenapi!</p>
<p>Tetapi bagaimana dengan manusia? Ada banyak tendensius dari manusia untuk memanfaatkan (to abuse) sifat Firman yang kekal ini. Manusia memberikan persembahan kepada Tuhan karena punya maksud &#8220;tidak mau miskin dan ingin selalu diberkati dengan berkelimpahan&#8221; namun dalam mempersembahkannya tidak dilakukan dengan tulus dan kasih. Ini tentu menyakiti hati Tuhan, ayat-ayat Alkitab yang sering dimanfaatkan untuk meraup rejeki, contohnya adalah :</p>
<p>Maleakhi 3:10-12</p>
<p>3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.<br />
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.<br />
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.</p>
<p>Amsal 3:9-10</p>
<p>3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,<br />
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.</p>
<p>2 Korintus 9:6<br />
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.</p>
<p>Walaupun Tuhan berjanji demikian, namun janganlah kita memberikan persembahan kepada Tuhan atas dasar pamrih supaya diberkati lebih ; &#8220;kalau aku memberi perpuluhan maka Allah akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadaku sampai berkelimpahan&#8221; Ini jelas perbuatan jahat dimata Tuhan.</p>
<p>Tidak salah apabila jemaat diajar &#8220;berilah maka engkau akan diberi&#8221;. Tidak salah mereka diajar dalam hal &#8220;perpuluhan yang mendatangkan berkat berlimpah&#8221; Tetapi hendaknya hal itu diimbangi dengan pengajaran pembentukan hati yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika mereka memberi, mereka memberi dengan hati yang mengasihi, bukan dengan tujuan untuk mendapat imbalan dari apa yang diberikannya. Penonjolan berkat jasmani dijadikan suatu bukti bahwa Allah mengasihi kita. Itu adalah penonjolan yang keliru. Maka secara tidak sengaja, jemaat digiring pada kehidupan yang materialisme. Jemaat yang kaya, merasa lebih diberkati dibandingkan jemaat yang miskin.</p>
<p>Saya percaya bahwa ada pahala/ reward untuk setiap ketaatan yang tulus dalam pemberian persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, asalkan kita melakukan dan memberikan dengan motivasi yang benar. Berilah persembahan itu karena engkau benar-benar mengasihi Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan semata. Sedangkan ketaatan dengan motivasi adalah sebuah egoisme ; mau memberi persembahan karena yakin betul Allah akan memberkati dengan berlipat kali ganda. Berikan persembahan itu karena engkau mengasihi Tuhan, titik!</p>
<p>Yohanes 14:15<br />
14:15 &#8220;Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.</p>
<p>1 Korintus 10:31<br />
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.</p>
<p>Marilah kita pelajari kisah Ananias dan Safira :</p>
<p>Kisah Para Rasul 5 : 1-11</p>
<p>5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.<br />
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.<br />
5:3 Tetapi Petrus berkata: &#8220;Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?<br />
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.&#8221;<br />
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.<br />
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.<br />
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.<br />
5:8 Kata Petrus kepadanya: &#8220;Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?&#8221; Jawab perempuan itu: &#8220;Betul sekian.&#8221;<br />
5:9 Kata Petrus: &#8220;Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.&#8221;<br />
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.<br />
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.</p>
<p>Apa yang menyebabkan mereka mati? Mereka memberi persembahan dengan pamrih. Untuk dipuji manusia bahwa mereka sungguh mengasihi Tuhan. Seolah-olah mereka telah mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk pekerjaan Tuhan. Seolah-olah mereka yang paling mengasihi Tuhan.</p>
<p>Tuhan tidak mempersoalkan berapa besar jumlah persembahannya, tetapi memperhatikan maksud persembahan itu. Apakah persembahan itu diberi dengan hati yang tulus atau bukan. Maka berhati-hatilah dalam memberikan peresembahan, lakukan semua dengan kerelaan hati dan dengan kemampuan yang kita punya.</p>
<p><strong>3.E. Tentang Perpuluhan</strong></p>
<p>Ada banyak perselisihan pendapat tentang perpuluhan, banyak diskusi yang membahas tentang pro-kontra perpuluhan dan sering dibahas oleh kita orang-orang Kristen. Saya ingin menjawabnya dengan apa yang tertulis dalam Alkitab :</p>
<p><strong>3.E.1. Di dalam perjanjian lama : </strong></p>
<p>Perpuluhan bukan hak manusia, dan itu mutlak :</p>
<p>Imamat 27:30-33</p>
<p>27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.<br />
27:31 Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.<br />
27:32 Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN.<br />
27:33 Janganlah dipilih-pilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan janganlah ditukar; jikalau orang menukarnya juga, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus dan tidak boleh ditebus.&#8221;</p>
<p>Karena perpuluhan adalah milik Tuhan, maka jika kita tidak memberikannya sama dengan merampas milik Allah, seperti disebutkan dalam :</p>
<p>Maleakhi 3:8<br />
Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: &#8220;Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?&#8221; Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!</p>
<p><strong>3.E.2. Di dalam perjanjian baru :</strong></p>
<p>Yesus tidak pernah secara spesifik mengajarkan tentang perpuluhan, malahan Yesus mengajarkan bahwa seluruh apa yang kita punya harus dipersembahkan, bukan cuma sepersepuluhnya ! :</p>
<p>Matius 19:21-24</p>
<p>19:21 Kata Yesus kepadanya: &#8220;Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.&#8221;<br />
19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.<br />
19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.<br />
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.&#8221;</p>
<p>Tentang persembahan, Tuhan Yesus mengajar sesuatu yang sangat menarik :</p>
<p>Markus 12:41-44</p>
<p>12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.<br />
12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.<br />
12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.<br />
12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.&#8221;</p>
<p>Gereja Tuhan seringkali hanya mengajarkan bagaimana mempersembahkan 10% dari berkat Tuhan, sedangkan gereja tidak pernah mengajarkan bagaimana menggunakan yang 90%. Ada banyak pengertian yang sudah mengakar dihati kita bahwa persembahan cukup dengan perpuluhan 10 % buat Tuhan, sisanya punya saya!</p>
<p>Saya pernah mendengar cerita dari seorang ibu, yang sangat kecewa kepada saudaranya yang menjadi majelis di suatu Gereja. Ketika ibu ini memohon belas kasihan meminjam uang dari saudaranya, untuk membayar biaya rumah sakit anaknya. Saudaranya ini menolak dengan alasan uang yang dia punya sekarang ini untuk bayar perpuluhan di Gereja, karena ini adalah milik Tuhan maka saudaranya itu tidak mau memberikannya dan lebih taat kepada ketentuan akan pembayaran perpuluhan, maka dengan hati yang sedih dan kecewa Ibu ini keluar dari rumah saudaranya dan mencari bantuan dari orang lain.</p>
<p>Apabila kita dihadapkan kepada kasus ini, apakah yang harus kita perbuat? Kalau memberi pinjaman artinya tidak bayar perpuluhan. Jawabannya mari kita baca contoh-contoh di Alkitab :</p>
<p>Perpuluhan tidak mempunyai arti apa-apa, di hadapan TUHAN, jika dilakukan tanpa disertai dengan rasa keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan :</p>
<p>Matius 23:23<br />
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.:</p>
<p>Perpuluhan tidak mempunyai arti apa-apa, di hadapan TUHAN, jika tidak dilakukan sikap rendah hati. Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang baik tentang orang farisi yang munafik dalam melakukan perpuluhan (perhatikan ayat 12) :</p>
<p>Lukas 18:9-14</p>
<p>18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:<br />
18:10 &#8220;Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.<br />
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;<br />
18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.<br />
18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.<br />
18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.&#8221;</p>
<p>Tuhan Yesus memberikan rumusan yang jelas tentang Persembahan. Perpuluhan bukan semata kewajiban yang hanya sekedar ditaati dalam memenuhi Hukum Tuhan atau hanya sekedar rasa tanggung jawab untuk membayar. Persembahan harus keluar dari kehendak hati yang rela dan suka cita</p>
<p>2 Korintus 9:7<br />
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.</p>
<p>Bandingkan dengan :</p>
<p>Ulangan 12:7,11</p>
<p>12:7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.<br />
12:11 maka ke tempat yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah kamu bawa semuanya yang kuperintahkan kepadamu, yakni korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu dan segala korban nazarmu yang terpilih, yang kamu nazarkan kepada TUHAN.</p>
<p>Ulangan 14:26<br />
14:26 dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu.</p>
<p>Maka Perpuluhan janganlah dianggap sebagai iuran yang memaksa setiap anggota, atau sebagai hal seperti membayar pajak/ tax 10% . Kasih kepada Tuhan dan sesama, kerelaan dan rasa suka cita lebih dari sekedar angka 10% , itulah maksud Allah.</p>
<p><strong>4. MAMON</strong><br />
Mamon berasal dari bahasa Aram &#8220;mamona&#8221; dan dalam bahasa Yunani disebut &#8220;mamonas&#8221; yang berarti keuntungan atau kekayaan. Maka setiap orang yang mencintai uang, dia sedang menyembah mamon.</p>
<p>Matius 6:24<br />
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&#8221;</p>
<p>Lukas 16:11<br />
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?</p>
<p><strong>4.A. CINTA AKAN MAMON</strong><br />
Banyak sekali umat Tuhan bahkan yang sudah menjadi pelayan Tuhan tergelincir akan masalah ini, kita bahkan sering mendengar cerita buruk tentang banyak hamba Tuhan besar yang tidak beres dalam masalah uang. Bayak orang melakukan tindak kejahatan, merampok, mencuri, membunuh, menipu dan lain-lain, semata-mata karena uang :</p>
<p>1 Timotius 6:10-19</p>
<p>6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.<br />
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.<br />
6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.<br />
6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:<br />
6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,<br />
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.<br />
6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.<br />
6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.<br />
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi<br />
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.</p>
<p>&#8220;akar segala kejahatan ialah cinta uang&#8221; Uang seringkali menjadi faktor utama yang membuat orang mudah jatuh dalam dosa. Maka tidak heran kalau ada banyak orang kristen yang sinis jika berbicara soal uang, katanya itu &#8220;duniawi&#8221;.</p>
</dd>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/293/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/293/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=293&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kekayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>