<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Hukum Taurat</title>
	<atom:link href="http://hkbp.wordpress.com/category/hukum-taurat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	<description>Give The Best For GOD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hkbp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/742913894b0781f1638ee93983ee8ed7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Hukum Taurat</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hkbp.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu HKBP Taman Mini" />
		<item>
		<title>Sepuluh Hukum</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/09/sepuluh-hukum/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/09/sepuluh-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 08:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Taurat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/09/sepuluh-hukum/</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh Hukum      Bukanlah KUK.
Allah tidak bermaksud menyusahkan kita ketika memberkan hukum-hukumNya      melainkan merancang suatu kehidupan yang bahagia dengan kita menaati      perintah-Nya. 
HukumNya menjaga      kita dari hal-hal yang buruk.  BACALAH  dan Saudara pasti    [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=391&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><font color="#0000ff" face="Arial"><strong>Sepuluh Hukum      Bukanlah KUK.<br />
Allah tidak bermaksud menyusahkan kita ketika memberkan hukum-hukumNya      melainkan merancang suatu kehidupan yang bahagia dengan kita menaati      perintah-Nya. </strong></font></p>
<p align="center"><font color="#0000ff" face="Arial"><strong>HukumNya menjaga      kita dari hal-hal yang buruk.  BACALAH  dan Saudara pasti      menemukan PANDANGAN BARU terhadap Sepuluh Hukum. </strong></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Hukum ke-1</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Sepuluh Perintah Tuhan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;color:#333333;"> menjadi Kabar Baik!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Keluaran  20:3</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Para ahli yang telah  mempelajari Alkitab secara mendalam telah membuat satu penemuan yang luar biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Jika  dimengerti dengan benar, Sepuluh Hukum yang terkenal dengan “Jangan lakukan ini!”  atau “Jangan lakukan itu!”, yang banyak orang berpikir telah merusak kesenangan  mereka, ternyata menjadi sepuluh kategori Kabar Baik bilamana kita mengerti  mengapa Tuhan memberikan hukum-hukum itu.  Penemuan ini mengangkat beban berat  dari hati-hati yang lelah di muka bumi ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Misalkan,  ketika hukum mengatakan,”Janganlah mencuri!” apa yang sebenarnya dikatakan  adalah bahwa Tuhan akan menyelamatkan anda dari pencurian bahkan mencuri seutas  tali sepatu! </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Anda tidak akan mengalami masalah, bahkan saat anda sendirian di ruangan  bendahara dengan satu juta dollar di meja.  </span><em> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Tuhan akan  menyelamatkan anda dari mencuri.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dan saat  hukum mengatakan,”Janganlah berzinah!”  apa yang sebenarnya dikatakan adalah  bahwa Tuhan akan menyelamatkan anda dari kejatuhan kedalam lubang penipuan,  betapapun nikmatnya godaan seksual itu.  “</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mulut  perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang dimurkai TUHAN akan  terperosok ke dalamnya.” (Amsal 22:14).  Kesengsaraan yang akan anda hindari  sangatlah besar!  Sepuluh Hukum menjadi sesuatu yang tidak pernah dimimpikan  oleh banyak orang : sepuluh pekabaran mujizat dari Kabar Baik yang menyenangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Penemuan  yang Tidak Terduga dari Kabar Baik Baru-Baru Ini!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hal itu menjadi topik yang  dibicarakan di lingkungan tinggi para ahli Alkitab.  Seperti halnya Internet  adalah penemuan yang telah merevolusi komunikasi elektronik modern, demikian  juga penemuan kebenaran Alkitab merevolusi pemberitaan injil ke seluruh dunia.   Orang-orang dibangunkan dari mimpi; Sepuluh Hukum telah menjadi Kabar Baik!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Akhirnya  sekarang kita bisa mengalami kebebasan pemahaman yang dikatakan oleh Alkitab  selama ini tetapi kelihatannya begitu sulit untuk dimengerti: ” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Betapa kucintai Taurat-Mu! <span style="color:#333333;">[tidak banyak di antara kita yang pernah merasakan <em>hal</em> itu!]   </span></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku merenungkannya  sepanjang hari<span style="color:#333333;"> [bosan, kita sudah pikirkan  berkali-kali!] </span>Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada  musuh-musuhku&#8230;.. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku&#8230;.. Aku  lebih mengerti dari pada orang-orang tua&#8230;. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi  langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku!<span style="color:#333333;">  [ini <em>akan </em>menjadi satu mujizat!] </span>Aku beroleh pengertian dari  titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur  119:97-104).<span style="color:#333333;"> </span></span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Banyak orang  tidak pernah menemukan kesenangan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Bahkan  mereka yang ke gerejapun biasanya memiliki hubungan kasih atau benci dengan  Sepuluh Hukum.  Hukum-hukum ini seperti sebuah beban berat, sepuluh ajaran yang  diukir di batu yang dingin, larangan-larangan keras yang menghancurkan semua  kesenangan hidup.  Segala yang sepertinya nikmat untuk dilakukan menjadi “Kamu  tidak boleh!” Sepuluh Hukum seperti penghadang jalan pada tol kebahagiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Namun di  relung hati kita, kita menyadari adalah salah bila kita melanggarnya;  kesengsaraan ada akibatnya baik di kehidupan sekarang ini atau yang akan datang.   Tapi kita tidak tahu bagaimana caranya  mentaati hukum-hukum itu,  apalagi <em> mencintai</em>nya.  Kelihatannya terlalu sulit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Sekarang  tibalah penyingkapan yang fantastis ini :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Sebenarnya  hukum-hukum itu adalah sepuluh jaminan kemenangan.  Dan yang harus kita lakukan  adalah berbeda dengan peraturan “Lakukan ini atau!” yang selama ini kita  pikirkan : tugas kita adalah <em>percaya </em>kepada Berita Baik yang telah Tuhan  taruh di dalamnya.  Kemudian iman akan bekerja untuk menghasilkan kepatuhan  melalui kasih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Pertama-tama  kita dikejutkan oleh penyingkapan : mungkin kita telah salah mengutip Sepuluh  Hukum, tanpa menyadari apa yang sedang kita lakukan.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Siapapun yang telah mengajarkan Sepuluh Hukum itu kepada kita sejak kita masih  kecil biasanya secara tidak sengaja meninggalkan satu ayat yang Tuhan letakkan  pada permulaan sebelum kata-kata larangan itu.  Tinggalkan itu dan sepuluh hukum  itu memang sepertinya menjadi Berita Buruk, satu ”kuk perbudakan”  Banyak orang,  bahkan pendeta-pendeta dan guru-guru, tidak melihat pentingnya ayat pembuka  itu.  Bahkan mereka yang mengklaim dirinya adalah pakar dalam berkotbah ”sepuluh  hukum Tuhan dan iman kepada Yesus” juga tidak melihatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Inilah-ayat yang hilang yang ada pada permulaan Sepuluh Hukum :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lalu Allah  mengucapkan segala firman ini: &#8220;Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau  keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Keluaran 20:1,2)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Ada beberapa kebenaran berkekuatan dinamit yang terdapat di sini yang dapat  menggoncangkan dunia :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Pertama,  Tuhan memberitahu kita bahwa namaNya yang sebenarnya adalah : “Tuhan”.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Di dalam  bahasa Ibrani disebut <em>Yehovah</em> atau <em>Yahweh</em>, sebuah nama yang  memiliki keistimewaan yang menyertainya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Hal itu menandakan hubungan istimewa antara Tuhan dengan manusia yang telah  jatuh.  Nama Yesus dalam bahasa Ibrani artinya, ”Yehova <em>menyelamatkan</em>”.    Jadi Tuhan memberitahukan pada kita siapa Dia yaitu – ”Penyelamat dunia”  (Yohanes 4:42).  Dengan kata lain, sebelum kita mendengar tentang Hukum itu  sendiri, Dia memberikan kesan pada kita dengan injil Kabar Baik.  Dia tidak  mengatakan, ”Saya adalah Hakimmu; tuanmu yang kejam, Pemberi Hukum yang akan  menghukum setiap pelanggaranmu!” Seribu kali, Tidak!  Dia mengatakan kepada  kita, ”Saya adalah <em>Juruselamat</em>mu.  Saya adalah <em>Teman</em>mu.  Saya  berada <em>di sisimu</em>.  Ini ada sesuatu yang <em>baik</em> bagimu!”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kedua, ayat  yang diabaikan ini memberitahu kita bahwa Dia adalah Tuhan dari semua orang,  “Saya adalah Tuhan Allah<em>mu</em>”.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kata  “engkau” adalah <em>engkau</em>, dimanapun engkau berada.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Anda mungkin berkata, ”Maaf, saya tidak pernah menyembah Dia.  Saya seorang  kafir, atau seorang ateis, atau seorang berdosa.  Saya tidak layak menerima Dia  sebagai Tuhan Allah saya, atau Kabar Baik yang saya butuhkan dari Dia asdalah  untuk memberitahukan pada saya bahwa saya memiliki uang satu juta dollar di  bank“.  Baiklah, Dia katakan pada anda, “Saya adalah&#8230;Tuhan<em>mu</em>.  Saya  adalah milikmu, walaupun anda tidak pernah mengenal Saya, walaupun anda berlaku  seperti musuhKu.  Saya adalah ’Tuhan dari semua daging,’ dan ketika orang-orang  menyalibkan Saya, Saya berdoa, ’Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak  mengetahui apa yang mereka perbuat.“  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">“DoaNya  termasuk anda.  Dia mengampuni anda sebelum anda memintanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Bahkan  sebelum Tuhan mengucapkan perintah pertama dari hukumNya, Dia mengkhotbahkan  injil yang dimulai dengan, ”Saya membawa engkau keluar dari tempat perbudakan”.    Ketika Yesus mengajarkan kita berdoa, “Bapa kami yang ada di surga,” yang  dimaksudkan adalah untuk kita semua, betapapun jahatnya, untuk mengingatkan kita  BapaNya adalah Bapa <em>kita</em>.  Ini adalah Kabar Baik yang istimewa itu : <em> Doakan  doa itu dari hatimu, dan hidupmu akan diubahkan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ketiga,  dalam kata pembukaNya Tuhan memberitahu kita bahwa kita tidak termasuk dalam  kerohanian Mesir.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Adalah benar  bahwa kita semua “dilahirkan” di </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">sana.  Mesir  atau Tanah kegelapan bukanlah rumah kita yang sebenarnya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Dia katakan dalam kalimat masa lampau : ”Saya <em>membawa (brought) </em>kamu  keluar dari tanah Mesir”.  Saya telah membebaskan anda; anda seperti seorang  tawanan dalam penjara yang tidak mengetahui bahwa pintu sudah terbuka.   Pekabarannya menyebutkan, ”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah  membuka ikatan-ikatanku! (Mazmur 116:16).  Ketahuilah ini, dan percayalah,  sebelum anda kuatir dengan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Keempat, Tuhan <em>telah </em>membebaskan kamu “dari tempat perbudakan”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Sama halnya Dia memilih bangsa Israel untuk menjadi “anak” Nya, demikian juga  dalam Kristus, Dia telah memilih anda. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">(</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Israel</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">  tidak benar-benar menjadi “budak” di Mesir.  Orang-orang <em>Mesir membuat mereka  berpikir</em> bahwa mereka adalah budak, dan mereka mempercayainya, dan akhirnya  mereka keliru <em>melayani</em> sebagai budak, tetapi sementara itu mereka adalah  orang-orang bebas yang menunggu Musa untuk memberitahu mereka tentang kebenaran,  “Tinggalkan! Keluar – menuju kebebasan di tanah milikmu).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Apa yang  sedang ditunggu-tunggu dunia adalah mendengarkan pekabaran masa lampau tentang  kebebasan.  Bapa mengirim AnakNya dengan misi yang nyata : <em>selamatkan dunia!</em>   Sebelum Dia disalibkan, Dia berdoa kepada  BapaNya, ”Saya telah menyelesaikan  tugas yang Engkau berikan pada Saya” (Yohanes 17:4). </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Bagaimana Dia bisa ucapkan itu bila Dia gagal menyelamatkan dunia?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Orang </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Samaria  adalah yang pertama percaya kepada kebenaran, dimana mereka mengakui bahwa Dia  adalah “Penyelamat dunia” (Yohanes </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">4:42</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">).   Yohanes mengatakan pengorbananNya adalah pendamaian bagi dosa “seluruh dunia” (1  Yohanes 2:2).  Paulus mengatakan Dia telah menjadi “Juruselamat bagi <em>semua </em>orang” (1 Timotius </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">4:10), dan  bahwa Dia telah membawa keselamatan ”kepada setiap orang” (Titus 2:11).  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Dia mati ke dalam kematian terakhir, “kematian kedua,”  “bagi semu orang” (Wahyu  2:11; Ibrani 2:9). </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Semua  termasuk anda!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kelima,  Berita Baik ini adalah Nyata karena Anak Allah telah menjelma menjadi Manusia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Sangat  sederhana.  Seperti halnya orangtua kita pertama, Adam, kepala seluruh bangsa di  bumi, telah membawa “hukuman” pada “setiap orang” demikian juga sekarang ini,  Adam kedua, Kristus, telah membawa “pengadilan….keputusan pembebasan” terhadap  semua orang (Roma 5:15-18).  Itu tidak berarti “semua orang” secara otomatis  akan ke surga; itu berarti bahwa ketika Kristus mati di kayu salib, Dia mati  untuk ”semua orang” dan kecuali mereka tidak percaya dan membuang keselamatan  yang Tuhan telah <em>berikan </em>kepada mereka ”dalam Kristus,” mereka akan  diselamatkan selama-lamanya.  Kehidupan yang telah kita nikmati adalah pemberian  dari Dia, dan Dia selalu maksudkan itu sebagai permulaan dari kekekalan hidup  kita juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Ketika Tuhan menamai Adam, Dia memberikan nama yang sama kepada seluruh umat  manusia.  Tidak ada satu jiwapun yang dilahirkan di planet Mars.  Kita semua  secara alamiah ”di dalam Adam”  Tetapi Bapa mengirim AnakNya ke dalam dunia  untuk menjadi Adam kita yang baru, untuk memecat Adam yang pertama dan  menggantikan tempatnya.  Tuhan tidak dapat memungkiri AnakNya sendiri!  Oleh  karena itu Dia juga telah mengadopsi seluruh umat manusia ”di dalam Kristus”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Seperti halnya Yesus membawa kita ke rumahNya untuk makan malam, dan Bapa  mengatakan,”Baiklah, bawa mereka semua; Saya mengadopsi mereka semua”.  Kita  melihat hal ini dari cerita Yesus saat di baptis.  Saat Dia dibaptiskan di  Sungai Yordan, satu suara terdengar, ”Inilah AnakKu yang Ku-kasih, kepadaNyalah  Aku berkenan” (Matius 3:17). Suara yang sama merangkul <em>anda </em>pada saat  yang sama!  Ini semua ada di kata pembukaan Tuhan pada Sepuluh Hukum.  Kalimat  masa lampau!  Saya telah membawa engkau keluar dari perbudakan.  Mungkin anda  telah di “Mesir” sepanjang hidupmu dan tidak mengetahui kebebasan yang  sebenarnya dalam Kristus!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Hukum yang Pertama Rasanya yang Paling Sulit Dituruti oleh Banyak Orang!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum itu katakan,  ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (keluaran 20:3).  Tetapi sekarang  mari kita lihat bagaimana hal ini menjadi Kabar Baik :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “allah lain dihadapan” Tuhan bisa apa saja (atau siapa saja!) yang menangkap  penyembahan hati kita gantinya penyembahan padaNya.  Kita mungkin tersenyum pada  bangsa Israel zaman dulu yang terus menerus dicobai untuk menyembah  ”patung-patung” yang fantastis yang terbuat dari kayu atau batu, atau bahkan  dari emas atau perak.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Bagaimana  mereka bisa begitu bodoh?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Masalahnya  adalah mereka bayangkan bahwa barang-barang yang tidak berguna itu bisa  menggantikan Tuhan dan memberikan mereka kebahagiaan, sehingga dalam pikiran  mereka patung-patung ini diasumsikan sebagai aura “yang suci”.  Yesaya  menjelaskan betapa bodohnya mereka :”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas,  membuat rantai-rantai perak untuknya” ”Setengahnya dibakarnya dalam api….ia  bahkan memanaskan diri,… dan sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah,…. ia  sujud kepadanya, ia menyembah dan berdoa kepadanya, katanya: &#8220;Tolonglah aku!&#8221; (Yesaya  40:19; 44:16, 17).  Sungguh bodoh!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Tetapi coba kita bayangkan “allah” modern kita yang sekarang bisa menggantikan  Tuhan.  Hal itu akan membuat <em>kita</em> senang : sebuah Rolls Royce baru; baju  baru; rumah baru; satu juta (lebih baik ada sekarang) dollar di bank; wanita  atau laki2 yang bukan pemberian Tuhan (”tidak dapat hidup tanpa dia!”); olah  raga; karir yang egois.  Tidak ada ujung bagi ”allah-allah” kita. Setiap orang  memiliki pencobaan tersendiri atas ”allah lain di hadapanKu”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Namun semua pemujaan berhala meninggalkan perasaan pahit dan tertipu, karena  seperti halnya ilah-ilah orang Israel yang dibuat oleh tangan, setiap “allah”  menjadi debu di tangan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “Tetapi penggodaan itu begitu dasyat!  Bagaimana kita bisa mengatasi perasaan  itu?”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Inilah Kabar Baiknya: ketika kita mengerti dan percaya kepada kata pembukaan  Sepuluh Hukum, saat kita menghargai apa yang telah Anak Tuhan <em>lakukan </em> bagi kita, semua ilah modern ini kehilangan daya pikatnya. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Bukan lagi  salib emas atau perak atau kayu di dalam gereja yang memikat jiwa kita; adalah  pengertian tentang kasih Kristus yang dinyatakan pada salibNya.  Dalam terang  salib Kristus, “ilah” kesayangan kita akan menjadi “debu” bahkan sebelum kita  menyembahnya!  Semua kemegahan yang tadinya menarik kita sekarang telah  kehilangan cahayanya dan kita sebenarnya mulai “</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi  aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus,  sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Galatia 6:14).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Anda mungkin  baru saja bergumul dengan pencobaan yang begitu sulit ditaklukkan untuk  mengesampingkan hal-hal yang anda tidak perlukan, atau orang yang di luar  pernikahan anda, untuk menjadi seorang idola, obyek dari persembahan hati anda  gantinya Juruselamat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Sebelum anda  dicobai untuk mengorbankan jiwa anda, Tuhan menunjukkan sekilas pandangan betapa  luar biasanya Surga itu.<br />
Sebelum anda mengejar beberapa kekayaan dunia, Dia menyatakan kekayaan yang  sebenarnya dari keselamatanNya “dalam Kristus”.<br />
Sebelum anda menyembah “ilah” dunia, Dia tunjukkan betapa berharganya  persahabatanNya yang kekal.<br />
Sebelum anda mencari pemenuhan pada beberapa infatuasi yang terlarang, Dia  tunjukkan pada anda cinta sejati yang kekal dan berharga.<br />
Sebelum anda terpesona oleh “keindahan” lampu-lampu gedung-gedung metropolitan  dunia, Dia tunjukkan pada anda sekilas pandangan kemuliaan kekal dari salib  Yesus!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Semua ini  terdapat di kata berkat pembuka : “Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa engkau  keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan”.  Bagaimana kita bisa menjadi  begitu bodoh untuk membiarkan hal-hal rohani “Mesir” membingungkan dan  mengacaukan kita?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Musa adalah  seorang di dalam Mesir dan juga seorang yang dicobai dari Mesir.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Tetapi dia mengatasi godaan itu!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Ibrani 11:24-26 mengatakan bagaimana Berita Baik di dalam kata pembuka itu  menyelamatkan dia dari jeratan cobaan pemujaan lubang-perbudakan : </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena iman maka  Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun [dia menjauhkan diri  dari karir yang mementingkan diri sendiri] karena ia lebih suka menderita  sengsara dengan umat Allah,&#8230; menganggap penghinaan karena Kristus sebagai  kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia  arahkan kepada upah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Alkitab  memberitahukan kepada kita bahwa Musa dibangkitkan secara khusus, dan sekarang  berada di surga (Yudas 9).  Bayangkan dimana dia berada hari ini bila dia tidak  memikul salib Yesus dan “mengarahkan kepada upah”!  Anda dan saya akan membayar  beberapa sen untuk melihat mummi Musa yang terbungkus di museum Kairo  bersama-sama dengan Firaun-Firaun “agung”, namun ini tak terjadi karena dengan  bijaksana Musa telah mengucapkan “Selamat tinggal!” pada mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Tuhan tidak  pernah meminta kita untuk melepaskan sesuatu kecuali terlebih dahulu Dia  tunjukkan betapa berharganya Pemberian yang <em>telah</em> dia berikan pada kita!   Mungkin kita bisa katakan dengan cara ini : Dia tidak pernah meminta kita  menyerahkan boneka jelek sampai Dia meletakan bayi hidup yang berharga di tangan  kita.  Dia tidak pernah meminta kita untuk menyerahkan mainan mobil dari plastik  sampai Dia menunjukkan pada kita bahwa Dia <em>telah </em>memberikan kepada kita  “Lexus” yang asli dan baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dia tidak  pernah meminta anda untuk menghindar penipuan Setan yang cerdik sampai Dia  menunjukkan terlebih dahulu betapa berharganya Kristus sebagai Juruselamatmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Menerima  warisan kekayaan alam semesta “dalam Kristus” untuk masa kekekalan – ini adalah  sebab dimana anda <em>tidak dapat </em>menaruh ”ilah” lain di hadapan Tuhan saat  anda <em>percaya kebenaran injil</em>.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Ini bukanlah satu perjalanan dengan usaha.  <em>Ini adalah satu perjalanan iman</em>.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Iman adalah seperti dinamit, sangat kuat, dinamit “bekerja”.  Menyelamatkan anda <em>sebelum</em> anda berdosa!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Menyelamatkan anda <em>dari </em>dosa!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Satu  bongkahan kebenaran terdapat di dalam Galatia 5:16, 17.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Bila anda  membiarkan Roh Kudus memegang tangan anda sementara anda memilih untuk berjalan  bersama Dia, anda “tidak [tidak bisa] melakukan kejahatan” yang mana sifat alami  untuk berdosa akan lakukan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<h1 align="center"> <em><span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum ke-2</span></em></h1>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Belajar Untuk Mengenal Tuhan:</span></h1>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Lebih Bernilai Dari Harta  Dunia!</span></h1>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Jangan membuat bagimu  patung yang menyerupai apapun…”</span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Keluaran 20:4-6)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan pendeta atau pastur  sering menanggalkan bagian yang penting dari Sepuluh Hukum itu – kata pembukaan  yang memberikan pada kita Kabar Baik sebelum kita mendengar hukum yang pertama:  “Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari  perbudakan”. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kata “Tuhan” itu  adalah bagian dari nama Yesus yang artinya “Tuhan menyelamatkan.”</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan ingin kita  mendengarkan injil Kabar Baik sebelum kita mulai mendengarkan tentang Hukum!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia memberitahukan anda  bahwa Dia adalah Allahmu, Juruselamatmu, bahkan sebelum anda mengenal Dia,  bahkan saat anda tinggal dalam kegelapan asing dari Dia.  Nama Yesus sendiri  memproklamirkan, SAYA ADALAH Juruselamatmu!  Saya <em>telah</em> membawa <em>kamu</em>  keluar dari perbudakan “Mesir” yang adalah rasa bersalah, ketakutan, kekuatiran  tentang masa depan, ya, dalam penjara dosa. Yang kita semua butuhkan adalah  pengetahuan tentang Kabar Baik itu.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tanpa itu, kita  tidak dapat menuruti hukum Tuhan yang suci, tetapi dengan pengetahuan itu, kita  dapat lakukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Sekali kita telah melihat dan percaya kepada kebenaran tentang apa yang telah  dilakukan Anak Allah dengan pengorbananNya di salib, kita tidak dapat menyembah  “ilah” lain selain Tuhan &#8211; Penebus dan Pencipta – kita di Alkitab   Dia telah  membalikkan “kutukan” yang menimpa umat manusia melalui Adam, sekarang Dia  memperlakukan kita seperti kita tidak pernah berdosa.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia membawa kita  keluar dari “Mesir” dari “tempat perbudakan”.  Saatnya menyampaikan Terima Kasih  kepadaNya!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa yang selalu  kita pikirkan sebagai “perintah kedua” menjadi pernyataan kedua dari Kabar  Baik.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Begini:</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “Jangan membuat bagimu  patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas, atau yang ada di bumi  di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah  kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang  cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan  yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku  menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi  Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku” (Keluaran 20:4-6).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mari  kita lihat Kabar Baik yang terdapat di dalam hukum kedua :</span></strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">        </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Tuhan  dan Juruselamat kita terlalu besar dan luar biasa untuk diwakilkan dalam cara  apapun juga</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia adalah  Pencipta langit dan bumi!  Pencipta Galaksi Bima Sakti!  Lautan samudera  hanyalah sebuah cangkir di dalam tanganNya!  Dan Dia mengenal setiap diri kita,  semua rahasia kita, lebih dari seorang ibu mengenal anaknya.  Bagaimana kita  bisa menarik Dia turun ke tingkat ”apapun” yang dipikirkan oleh manusia?</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.  Dia bukan  saja “besar” dalam pengertian keluasan, kebesaran, dan kekuasaan.  Dia ”besar”  dalam pengertian kasihNya bagi setiap kita adalah pribadi dan tidak pernah  berakhir.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">   Bukan saja Dia gantungkan pada alam yang tiada akhir ini matahari yang tidak  terhitung dan juga Galaksi Bima Sakti, Dia juga merancang dan menciptakan burung  kecil dengan kicauan dan sayap yang indah.  Dan Yesus katakan bahwa bila satu  dari burung itu terbang dan menabrak jendela saya di musim panas dan lehernya  patah serta jatuh, Bapa yang di Surga melihat kebawah dan memperhatikan apa yang  terjadi dan sangat sedih.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah  memberitahu tentang hal ini, Yesus berkata : “bahkan rambut kepalamupun  terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari  pada banyak burung pipit. (Lukas 12:7).  Mengapa, tidak ada satupun astronot di  muka bumi yang dapat memberitahumu tentang berapa banyak matahari dan bintang di  Galaksi Bima Sakti!  Demikian juga ibu manapun di dunia ini yang menghitung  berapa jumlah rambut di kepala anaknya.  Namun walaupun “Tuhan Allahmu”  mengetahui rahasiamu dan bahkan pikiranmu yang memalukan, Dia tetap mengasihi  anda!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.  Tuhan adalah Roh,  tidak mungkin patung atau berhala dapat mewakilkanNya</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.   Dia ingin kita berbakti kepadaNya, tidak kepada berhala yang tidak berguna.   Saat ibu dan ayah mencium bayinya untuk mengucapkan selamat tidur, sering anak  itu ingin ada boneka beruang bersamanya, semacam pengganti ”mama dan papa”.   Tetapi Bapa kita di Surga yang penuh kasih sangat bijaksana untuk tidak  membiarkan kita memiliki benda mati untuk mewakilii diriNya.  Tidak ada Boneka  Bayi ”tuhan” bagi siapapun yang telah belajar Pelajaran Pertama tentang kasih  Allah!</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4.  Boneka Bayi Beruang  atau Boneka Bayi ditaruh di samping tempat tidur karena Ibu dan Ayah tidak bisa  tinggal di kamar tidur sepanjang malam</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.   Tetapi “Tuhan Allah kita” selalu bersama kita, tidak berada di suatu tempat di </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sana : ”Dia sendiri  mengatakan, ” Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali  tidak akan meninggalkan engkau.&#8221; (Ibrani 13:5).  Salah satu nama Yesus adalah  ”Imanuel” yang diterjemahkan, ’Tuhan beserta kita’ (Matius </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1:23</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">).   Daud bertanya, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari  dari hadapan-Mu?&#8230;. Jika aku berkata: &#8220;Biarlah kegelapan saja melingkupi aku,  dan terang sekelilingku menjadi malam; maka kegelapanpun tidak menggelapkan  bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.”  (Mazmur 139:7, 11, 12).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:30pt;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5.  Tetapi kedekatanNya  bahkan lebih besar dari yang dilihat oleh Daud!  Perjanjian Baru menyatakan  bahwa Dia yang datang begitu dekat dengan kita sehingga Dia menjadi salah satu  dari kita (itulah artinya “Imanuel, …Tuhan beserta kita). Sebagai Pencipta dan  Penebus, Dia adalah tanpa dosa, tetapi Dia turut mengambil keberdosaan kita agar  Dia dapat dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, hanya tidak berbuat  dosa (Ibrani </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4:15</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">).   Dia mengalami semua pencobaan dan perasaan kita. Dia bahkan merasakan cangkir  pahit perasaan ditinggalkan.  Dia berseru dengan suara nyaring di salib,  “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).  Dia  merasakannya dan mengatasinya, agar kita tidak pernah merasa ditinggalkan oleh  Tuhan. </span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Mengapa Yesus, Anak Allah, datang ke dunia ini?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bukan saja agar  Dia dapat membawa kita ke surga saat kita mati.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia memiliki tujuan yang  lebih agung.  Malaikat Gabriel memberitahu perawan Maria sebelum kelahiranNya,  ”Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya  dari dosa mereka.&#8221; (Matius 1:21).  Inilah yang dijelaskan oleh rasul Paulus :</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Roh, yang memberi hidup  telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa  yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah  dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang  serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan  hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di  dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh“ (Roma 8:2-4).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Itu adalah satu  pencapaian yang lebih besar daripada membuat Galaksi Bima Sakti!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lebih “mudah” bagi Pencipta  untuk membuat dunia atau sebuah matahari; Dia hanya perlu bersabda – dan akan  terjadi.  Tetapi menumpas dosa dalam tubuh manusia yang sudah jatuh dan berdosa?  “Kutukan” yang ada? Melepaskan kita yang telah jatuh dan berdosa dari kuasa dosa  ?  Itu adalah sesuatu yang tidak dapat Tuhan lakukan hanya dengan <em>berkata</em>  satu kata yang kosong, ”Saya menaklukkan dosa!” <em>Tidak, hal itu tidak akan  berlaku.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia tidak dapat berbohong  atau mengklaim telah melakukan sesuatu yang tidak benar.  Jadi, Dia <em>melakukan</em>nya!  Dia menjadi seorang Bayi di palungan Betlehem, seorang manusia, tumbuh seperti  anak kecil dan menjadi seorang pemuda, mengalami semua pencobaan untuk berdosa  seperti kita, dan katakan,”Tidak!” pada semuanya, bahkan saat Dia digantung di  atas kayu salib.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan di atas salibNya, setan  melontarkan godaan yang paling besar kepada Yesus, mencoba untuk membuat Dia  berdosa terhadap satu hal kecil yang mungkin kelihatannya sepele agar Yesus  gagal dalam misiNya “untuk menyelamatkan umatNya <em>dari</em> dosa mereka”.   Tetapi Yesus menaklukkan setiap pencobaan!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak, tidak ada berhala  atau patung yang dapat mewakilkan pencapaian yang begitu mulia!  Tidak ada satu  malaikatpun di surga yang pernah berpikir untuk menyembah patung dalam rupa  apapun juga.  Mereka tidak dapat melakukannya!  Dan demikian juga anda atau saya,  bila kita memiliki pengertian yang cukup tentang kebenaran Kristus Juruselamat  kita.</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekali kita  mengetahui Kabar Baik ini, kita ingin menyanyikan “Haleluyah” selamanya!  </span></h4>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum kedua bukanlah satu  peringatan kiamat bila kita membungkuk pada berhala, namun merupakan Kabar Baik  dimana kita tidak pernah terlibat dalam penyembahan terhadap berhala apapun atau  bahkan “pemujaan” berhala bila kita ingat kita memiliki seorang Tuhan dan  Juruselamat yang luar biasa.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Saya adalah…..seorang Tuhan  yang cemburu,” sabdaNya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengapa?  Karena  Dia mengasihi kita!  Seorang suami yang benar-benar mencintai istrinya adalah  seorang yang ”cemburu” bila istrinya pergi darinya untuk memberikan perhatian  kepada lelaki lainnya.  Tuhan dan Juruselamat kita (yang namanya adalah ”Domba”)  telah datang begitu dekat kepada kita dan menunggu pada hari kemuliaan itu  dimana kita dapat katakan,”Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,&#8230;&#8230;  Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya [gerejaNya]  telah siap sedia” (Wahyu 19:7).  ”Cemburu” ini adalah suci.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari itu akan  datang segera gerejaNya memilih untuk percaya betapa baiknya Kabar Baik ini, dan  mengijinkan Dia untuk “menyucikan kita dari segala kejahatan”, dimana “kain  lenan” yang dikenakan oleh  “pengantinnya” adalah “ itu adalah   perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus“ (lihat 1 Yohanes 1:9;  Wahyu 19:8).</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi inilah  Kabar Baik yang bahkan lebih baik.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lihatlah janji  pengampunanNya dalam hukum yang kedua.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Walaupun Dia harus  “mengunjungi” kejahatan bapa yang jahat terhadap anaknya bila mereka memilih  untuk tetap membenci kebenaran, menolak belajar kasih karunia yang diketahui  oleh bapanya, tetap Tuhan menunjukkan “kemurahan kepada ribuan [generasi],  kepada mreka yang mengasihiNya dan menurut perintah-perintahNya”.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Satu hari adalah  satu dari 365 bagian dari satu tahun.  Yesaya 61:2 katakan Tuhan katakan  ”pembalasan”Nya adalah seperti satu ”<em>hari</em>” tetapi rahmatnya adalah 365  kali besarnya – <em>sepanjang ”tahun” lamanya</em>.  </span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia mengasihi  untuk mengampuni!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia menyenangi  kemurahan!  Alkitab katakan bahwa Dia “senang” berbuat baik kepada orang-orang  berdosa, menebus mereka dari kehancuran, memperlakukan mereka tanpa pamrih.  ”Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak  dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit  di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan  Dia“ (Mazmur 103:10, 11).  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perhatikan : tidak dikatakan  bahwa kemurahanNya adalah ”besar” atas orang-orang yang melakukan segala sesuatu  dengan benar.  Tidak, kemurahanNya adalah besar atas <em>orang-orang berdosa</em>  yang ”takut akan Dia”, yang memanggil namaNya.  Yoel berkata, ”Barangsiapa yang  berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan” (Yoel </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2:32).  Lukas katakan  musuh-musuh Yesus mengkritik Yesus karena Dia ”menerima orang-orang berdosa”  (Lukas 15:2).  Tetapi itulah sebabnya mengapa Yesus begitu luar biasa!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat mereka katakan hal itu  tentang Dia, Dia merespon dengan menceritakan cerita satu domba yang hilang, dan  bagaimana Gembala Yang Baik meninggalkan 99 yang sudah “selamat” untuk mencari  satu yang hilang.  Itu adalah Yesus yang sedang mencari <em>anda</em>, betapapun  tidak berharga atau berdosanya anda.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Faktanya, saat kita sedang  “senang” ke Disneyland atau bermain golf atau memancing atau bermain games,  Yesus “senang” mencari orang yang tidak bersemangat, orang-orang yang patah hati  yang menghancurkan hidup mereka, pergi jauh, kehilangan perkawinan atau rumah  mungkin, alkoholik, atau narkoba atau kriminal yang telah kehilangan harapan,  dan melalui Roh Kudus Dia membisikkan kata-kata yang membangkitkan semangat  mereka.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Mikha 7:19 katakan Dia “akan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir  laut”.  Itu seperti halnya Dia katakan, ”Akulah Tuhan Allahmu”, Juruselamatmu.   Nama Saya sendiri ”Yesus” telah mengandung arti yang istimewa itu, ”Aku akan  menyelamatkanmu <em>dari </em>dosa-dosamu”  Dan dosa-dosa itu yang telah membawa  begitu banyak perasaan bersalah dan patah hati, saya telah menanggungnya di  punggungKu, jauh di dalam lautan lebih dalam dari pecahan kapal Titanic; tidak  ada seorangpun yang akan dapat menemukannya kembali”.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat Petrus sedang  tenggelam, dia berteriak kepada Yesus, “Tuhan, selamatkan saya!” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan Yesus mendengarkan  doanya segera, menangkap tangannya, dan menaikkan dia.  Dia tidak akan pernah  menolak siapapun :, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,  dan barangsiapa  datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">6:37</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda mungkin bertanya,  “Bagaimana saya bisa yakin bahwa “Bapa” bisa memberikan jaminan saya untuk  selamat?  Kebenarannya adalah Bapa <em>telah</em> memberikan anda pada Yesus!  Dia  “menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan  kebenaran” (1 Timotius 2:4).  Dia telah membayar hukuman dosa-dosamu, mati  kematian kedua dimana dosa-dosamu harus ”bayar”.  Dan walaupun ”upah dosa ialah  maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan <em> kita</em>” Roma 6:23).</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Setiap ucapan Tuhan adalah penting.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia tidak seperti pengacara  yang menyodorkan kontrak dengan cetakan yang rapi kepada anda. Ia TELAH  memberikan pemberian itu kepada anda, bukannya menawarkan bahwa semua itu akan  tersedia jika anda terlebih dahulu melakukan semua hal yang benar untuk layak  menerimanya. Kita semua <em>tidak </em>layak menerimanya, karena Adam telah  memberikan kita “hutang dosa” tetapi Kristus adalah seseorang yang telah  memberikan kita “kasih karunia”. “Tetapi kepada kita masing-masing telah  dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberikan Kristus” (Efesus 4:7).  Kasih karunia membawa “pemberian” yang istimewa – “pembenaran” (Roma 5:15-18).  Bapa di sorga memperlakukan dunia yang penuh dengan orang berdosa seolah-olah  mereka tidak berdosa, “tidak memperhitungkan pelanggaran mereka” (2 Kotintus  5:19). Anda mungkin bertanya mengapa Ia tidak melenyapkan orang-orang jahat yang  terlibat dengan kriminalitas dengan cahaya kemuliaanNya; itulah kasih karunia,  yang diberikan dengan cuma-cuma kepada umat manusia dengan pengorbanan Kristus.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun ketika anda menyadari  kebenaran mengenai kaish karunia itu, anda tidak akan dapat lagi menjalani  kehidupan yang penuh dosa. Bukan ketakutan yang memotivasi anda untuk  mengerjakan kebenaran; namun kasih karunialah yang memotivasi anda. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Karena kasih  karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidikan kita  supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya  kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Titus 2 : 11,12). Simpanlah  hukum kedua di dalam hatimu. <em>“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai  apapun….”. </em>Itu sebuah jaminan!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jadi, Sepuluh Hukum Allah  menjadi Kabar Baik Bagimu!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan telah lelah menulis  hukum-hukum ini di batu. Ini adalah pekerjaan yang tidak berguna! Sekarang Ia  ingin agar hukum-hukum ini tertulis di dalam hati manusia, sehingga kebahagiaan  kta yang terbesar adalah hidup dalam keserasian denganNya dan dalam keserasian  dengan seluruh alam semesta yang luar biasa, dimana oleh karena kasihNya  disediakan untuk kekekalan. Ia akan menulis Sepuluh PerintahNya dalam hati kita,  hanya jika kita memilih untuk membiarkanNya menulis di hati kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h1 align="center"> <em><span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum ke-3</span></em></h1>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum yang Ketiga :</span></h1>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Belajar untuk Murni Sepenuhnya</span></h1>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan menyebut nama TUHAN,  Allahmu, dengan sembarangan, &#8230;”</span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Keluaran 20:7)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita sedang menjelajahi satu  penemuan yang luar biasa tentang Injil : satu pemikiran bahwa “Sepuluh Hukum”  Tuhan yang terkenal dalam realitasnya adalah sepuluh kepastian keselamatan!   Belajar untuk menjadi murni sepenuhnya adalah Kabar Baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selama ratusan tahun  orang-orang berpikir bahwa Sepuluh Hukum adalah sepuluh larangan, peringatan  keras untuk tidak melakukan sesuatu yang secara alamiah ingin kita lakukan,  sepuluh “larangan” tertera di batu yang keras dan menakutkan.  Sementara banyak  orang mendengarkan khotbah atau membaca hukum-hukum itu, mereka menilainya  sebagai menawarkan hati.  Tetapi sekarang dengan penemuan ini bahwa ada  kepastian keselamatan <em>di dalamnya,</em> seluruh dunia dibangunkan untuk  menyadari bahwa Tuhan memiliki Kabar Baik bagi kita di dalam Sepuluh Hukum.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita temukan di hukum pertama  yang mengatakan ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” sebagai satu  kepastian pembebasan dari pemenjaraan yang menyakitkan atas pencarian diri.   Penyembahan pada diri adalah ilah palsu yang menutup pandangan kita dari Allah  yang benar.  Kesia-sian yang tiada akhir yang datang bersama ilusi itu telah  berakhir!  Selamat datang kepada kehidupan baru yang mulia yang bebas dari  kekuatiran tentang ukuran yang tercapai atau tidak!  Hukum yang pertama adalah  kepastian pembebasan dari pemusatan diri yang menyakitkan, satu garansi bahwa  Tuhan akan menyatakan DiriNya begitu jelas pada kita sehingga hati kita tidak  bisa tergila-gila dengan kepalsuan lainnya.</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dunia  ini penuh dengan godaan yang menjanjikan kita kebahagiaan.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi semua itu  meninggalkan kita dalam kehampaan dan putus asa.  Beberapa di antaranya adalah :  uang, mobil, rumah, olah raga, hubungan seks gelap, apa yang kita sebut ”asyik”   Tetapi segala yang dibuat oleh tangan manusia tidak akan pernah memuaskan  kerinduan hati manusia yang paling dalam.  Menemukan Kristus adalah kerinduan  hati anda yang sesungguhnya dan bahwa Dia <em>memberikan </em>diriNya bagimu – ini  adalah satu kepastian baru yang diberikan oleh hukum pertama. Dalam terangnya,  tidak ada kepalsuan yang akan menipu kita lagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita temukan bahwa hukum yang  kedua, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun &#8211; …Jangan sujud  menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya” adalah satu kepastian pembebasan  dari rumah penjara – penjara yang membuat kita lelah dalam mencoba memuaskan  keinginan kita yang tak berujung untuk memiliki lebih banyak lagi agar dapat  mengesankan orang lain.  Tidak ada “buatan” tangan manusia atau pabrik yang  berharga bagi penyembahan hati kita.  Saat kita mengerti kekayaan kerohanian  yang benar dalam Injil, semua “barang” yang dapat dibeli dengan uang adalah  seperti halnya mainan plastik.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dunia ini senantiasa  menjengkelkan kita dengan bujukan untuk membeli ”barang” ini atau itu,  memberitahu kita bahwa kita tidak akan bahagia tanpanya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seringkali tekanan  yang terus menerus begitu serius sehingga merusak kesehatan kita. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penyembahan berhala adalah hal  yang fatal. Tanyakan pada Bill Gates apakah uang triliunan membuat dia  benar-benar bahagia.  Bila dia jujur, dia akan beritahu anda, seperti Solomo di  masa tuanya, “Segala sesuatu adalah sia-sia” (Pengkotbah 12:8).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah anda pernah berdiri di  pinggir jalan dan melihat ke lampu jalanan?  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan kemudian  melihat ke atas pada kemilau yang terang dari sinar sebuah bintang?  ”Hal-hal  dunia tiba-tiba menjadi buram” saat kita telah melihat wajah Yesus, dan dalam  beberapa pelajaran ini kita akan melihat wajahNya dalam Sepuluh Hukum.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum ketiga ini  adalah satu janji tentang kebahagiaan dalam hati kita, begitu dalam sehingga  tidak ada apapun yang bisa membodohi kita untuk berpikir ada yang lebih  berharga.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bunyinya :</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Jangan menyebut  nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN    akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan  sembarangan”  (Keluaran 20:7)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hal ini bukan saja tentang  mengucapkan kata-kata yang salah dengan bibir kita, tetapi lebih dalam lagi.   Hukum itu katakan : jangan berpura-pura menjadi pengikut Tuhan padahal anda tahu  bahwa anda bukanlah pengikutNya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan membuat  atau bahkan membiarkan orang berpikir anda adalah seseorang yang hebat padahal  itu adalah satu kebohongan.  Tuhan telah menaruh pada hukum ini satu kepastian  bahwa Dia akan memberikanmu karakter yang otentik.  Tidak ada kepura-puraan dari  luar; tidak ada yang menutupi cacat di dalam.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Furniture Afrika  Timur mungkin sangat sederhana desainnya, tetapi kayunya sangat kokoh.  Tidak  ada lapisan yang dapat menipu anda saat anda melihat di showroom.  Banyak  interior mobil-mobil baru yang dibalut dengan cat yang menyerupai  kayu keras  (walnut) atau kayu kenari (rosewood) yang sebenarnya itu hanya plastik, yang  kelihatannya seperti kayu mahal; hal ini membuat anda berpikir bahwa anda sedang  mengendarai mobil mahal, tetapi sebenarnya pabrik hanya mengeluarkan sedikit  uang untuk itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi mobil tidaklah penting<em>.   Kita sedang berbicara mengenai karakter yang Tuhan inginkan dalam diri kita.</em>   Bila anda menjadi seorang jutawan, tetapi pada akhirnya anda menyadari bahwa  karakter anda hanyalah suatu imitasi plastik, anda tidak akan bahagia. Jadi,  untuk menyelamatkan kita dari hal yang memalukan sekarang dan pada akhirnya,  Tuhan kita yang terkasih memberikan hukum ketiga ini – satu kepastian bahwa jika  kita percaya pada Injil Kabar BaikNya, Dia akan memberikan jaminan pada kita  untuk membentuk karakter kita penuh kebenaran, jujur, dan suci.  Kita akan  menjadi cahaya mercu suar dalam dunia yang gelap, tempat berlindung bagi  orang-orang yang mencari keselamatan dalam badai.  Tidak ada sesuatu apapun yang  dapat mendatangkan kebahagiaan daripada mengetahui bahwa Tuhan dan manusia  menghormati anda karena kemurnian sepenuhnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dunia telah melewati “Zaman  Batu” dan “Zaman Tembaga”, tetapi sekarang kita sedang berada pada “Zaman  Plastik”.  Batu dan tembaga dapat menanggung ujian api, tetapi plastik tidak  dapat bertahan.  Rasul Paulus berbicara tentang ujian akhir dari karakter yang  harus kita hadapi.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia menyamakan  pembangunan karakter kita sama halnya dengan membangun sebuah rumah.  Ada  ”fondasi” yang telah dibangun – Kabar Baik tentang Yesus menyatakan Dirinya  sebagai fondasi itu : ”Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar  lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus  3:11).  Dia telah membangun ”fondasi” bagi kehidupan kekal bagi setiap umat  manusia, mendemonstrasikan bagi kita bahwa Dia telah berperang bagi kita,  menumpaskan ”kutukan dosa” dalam daging yang berdosa.  Dia telah berjuang keras  dengan meletakkan ”fondasi” bagi istana yang indah-karakter bagi setiap diri  kita.  </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah satu  ilustrasi indah dari Kabar Baik :</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Setiap orang harus memiliki sebuah “rumah” untuk tinggal.  Kita datang ke dunia  tanpa memilikinya, seperti halnya kita datang kedunia dalam keadaan telanjang.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita  tidak tahu bagaimana “membangun” karakter/rumah yang kita butuhkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Yesus datang untuk mengajarkan kita membangun karakter/rumah.  Ya, Dia datang  untuk menyelamatkan kita dan <em>telah </em>menyelamatkan kita; kita “hidup”.   Tetapi pada Hari Penghakiman kita akan sangat malu bila kita tidak melakukan  apapun bagi keselamatan yang telah Dia berikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh  karena itu Yesus datang untuk tinggal bersama kita, mengambil daging bagi  DiriNya, hidup sebagaimana kita hidup, memberi teladan satu karakter yang  sempurna kepada kita.  Kita tidak akan pernah bahagia di Surga kecuali kita  membangun karakter penyangkalan diri seperti Dia yang mana melebihi sekedar  kata-kata yang <em>mengaku </em>sebagai pengikutNya. Ujian terakhir dari  penghakiman terakhir harus <em>mendemonstrasikan</em> bahwa kita berada dalam  kebenaran ini.  Inilah yang dimaksud Paulus dengan “mendirikan sebuah rumah”.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Begitu besar kasih Yesus bagi kita sebagai individu dan pribadi sehingga Paulus  mengatakan bahwa Dia telah membangun “fondasi” untuk “rumah” yang demikian bagi  kita.  Sekarang, setiap hari kita sedang “membangun”nya.  Kenyataan bahwa kita  hidup menunjukkan sesuatu sedang terjadi.  Arsitek akan memberitahu anda bahwa  biaya yang agak besar untuk satu bangunan rumah yang bagus ada di biaya  fondasi.  Pertanyaannya sekarang adalah, “Rumah” jenis apa yang sedang kita  bangun hari demi hari?</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mari kita izinkan  Paulus untuk memberitahu maksudnya :</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “Tiap-tiap orang  harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya… Ada orang  membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata; yang lain akan  menggunakan kayu atau rumput kering atau jerami. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena hari Tuhan akan  menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan  masing-masing orang akan diuji oleh api itu. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika pekerjaan  yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya  terbakar, ia akan menderita kerugian” (1 Korintus 3:10-15).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekarang kita  mulai melihat Kabar Baik apa yang dibawakan oleh hukum ketiga.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah satu  kepastian apabila kita percaya Injil Tuhan, Dia akan memperhatikan agar kita  membangun rumah yang tahan api!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Umpama anda  tidak memiliki rumah.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seseorang telah  membangun fondasi rumah bagimu, sudah siap.  Untuk ilustrasi, mari kita  asumsikan anda malas, dan anda mengumpulkan ranting-ranting dan membangun bagi  anda tempat tinggal yang terbuat dari rumput di atas fondasi batu yang kuat dan  indah.  Kemudian satu hari kebakaran dari hutan menyambar dan ”rumah” anda  menjadi asap.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi tetangga anda membangun  rumah dengan batu, dan saat semuanya berakhir dia masih memiliki rumah.   Bukankah anda akan malu?  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Terlebih bila anda  telah menunjukkan kepada teman-teman anda “rumah indah”, membanggakan keahlihan  anda?  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rumput lebih murah dan mudah ditemukan daripada batu!  Anda  hanya memiliki apa yang <em>kelihatannya</em> seperti sebuah rumah bagus, yang  hanya beratapkan rumput.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan pastur,  pendeta, dan pengkotbah perlu mendengarkan pekabaran ini.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Sebab ia akan  nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh  api itu” (1 Korintus 3:13).  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun pendapat  manusia tentang kita bukanlah menjadi masalah pada Hari Penghakiman itu.  Apakah  kita telah <em>mengaku</em> nama Kristus dengan sembarangan?</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kabar Baik dalam hukum ketiga  memberitahukan kita bahwa Dia akan menyelamatkan kita dari membuat pernyataan  palsu itu : “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan”.  Percaya  “kebenaran Injil”  dan anda akan menemukan bahwa “Injil Kristus….adalah kekuatan  Allah yang menyelamatkan” (</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Galatia  2:5; Roma 1:16).  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari demi hari Roh  Kudus akan memotivasi anda untuk meletakkan batu demi batu.  Anda mungkin tidak  sadar akan kemajuan yang dicapai, tetapi sukacita yang paling menyenangkan  adalah menemukan bahwa akhirnya ”rumah” yang Tuhan sanggupkan anda untuk  ”bangun” adalah satu istana indah yang tidak dapat dimusnahkan oleh ”api”.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Paulus menjelaskan  walaupun secara alami semua kita adalah “orang asing dan pendatang” sekarang ini  kita “bangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus   sebagai batu penjuru, Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun,  menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di dalam Dia kamu juga turut  dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Efesus </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2:19</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">-22).</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini membawa kita  satu langkah lebih jauh.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita bukan saja  sedang membangun sebuah rumah/karakter; apa yang sedang kita bangun pada  akhirnya akan menjadi sebuah bait suci yang akan didiami oleh Tuhan!  Untuk  selama-lamanya!  Oleh karena itu kepastian hukum ketiga adalah pembebasan dari  rasa takut – takut akan api Hari Penghakiman.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam hati setiap orang,  ketakutan berada di bawah permukaan.  Hal ini bisa meracuni sukacita. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “semacam ketakutan melihat pada penghakiman dan  pembalasan yg berkobar-kobar” yang tidak bisa dihindarkan oleh siapapun; ada di  situ, bahkan kadang-kadang saat kita bangun jam 3 pagi.  Sekarang hukum ketiga  melepaskan kita dari ketakutan.  Itu artinya : Anda tidak akan malu pada Hari  Penghakiman! Kabar Baik yang Berharga!</span></p>
<h4> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> lagi  ilustrasi lain yang Tuhan gunakan untuk menolong kita mengerti : Menggunakan  beberapa pakaian untuk menutupi ketelanjangan.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hampir setiap orang pernah  bermimpi berada dalam kerumunan orang-orang tanpa pakaian yang sesuai.   “Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya  ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya”. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Wahyu 16:15).   Hukum ketiga menjadi satu kepastian : Tuhan akan memberikan pada anda pakaian  untuk dipakai!  Adalah melalui percaya kepada Kabar Baik dari kata pembuka  Sepuluh Hukum kita memakai pakaian : ”Melalui kasih karunia engkau <em>telah  diselamatkan</em> melalui iman” (Efesus 2:8, penekanan ditambahkan).  <em>Memakai </em>pakaian yang gratis adalah tugas kita; <em>membangun</em> rumah pada fondasi  gratis yang telah disiapkan adalah tugas kita.  Tetapi bahkan iman melaluinya  kita bangun ”adalah pemberian Tuhan” (ayat 9).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum Tuhan yang  ketiga mengandung satu peringatan yang tidak berani kita acuhkan.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“TUHAN akan memandang bersalah  orang yang menyebut nama-Nya dengan  sembarangan”. (Keluaran  20:7).  NamaNya adalah suci, tidak peduli berapa kali anda telah mengucapkannya  dengan sembarangan.  Saat anda “melihat” apa yang terjadi di salib, bagaimana  Anak Allah mengambil tempat anda, mati untuk kematian kedua, menanggung  persembunyian muka BapaNya – kemudian sesuatu mulai terjadi dalam hati anda yang  keras.  Melumer; airmata keluar dari mata anda.  <em>Tidak pernah lagi anda akan  menyebut nama yang suci itu dalam kemarahan atau dalam senda gurau!</em>   Sekarang anda mulai mengenal Yang “namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib,  Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:6).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekarang bibir  anda, perkataan anda menjadi berubah.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seperti  murid-murid yang bersama dengan Yesus,  orang banyak mengerti bahwa mereka  “berbeda“.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Orang-orang  berkata, &#8220;itu nyata dari bahasamu.&#8221; (Matius 26:73).  Orang yang sombong menjadi  rendah hati, pencabul menjadi suci, kata-kata kotor menjadi bersih.  Ini adalah  Yesus yang menyelamatkan kita <em>dari</em> dosa, sekarang!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Satu hari proses  “membangun” akan segera berakhir.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Satu dekrit akan datang dari  Surga mengenai setiap manusia di bumi. “Berhenti sekarang! Sampai di sini! Apa  yang telah anda bangun, itulah untuk kekekalan!” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita membaca  tentang hari itu di halaman terakhir dari Alkitab :</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Barangsiapa yang  berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah  ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran;  barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.  Sesungguhnya Aku  datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang  menurut perbuatannya”. (Wahyu 22:12,12).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi Kabar Baik  yang sama menembus Sepuluh Hukum bersinar kembali pada halaman terakhir  Alkitab.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan hanya menyiapkan kebahagiaan bagi anda :</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Berbahagialah  mereka yang melakukan perintah-perintahNya. Mereka akan memperoleh hak atas  pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.  Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang  pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan  yang melakukannya, tinggal di luar. ’Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku  untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku  adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang. Roh dan  pengantin perempuan itu berkata: &#8220;Marilah!&#8221; Dan barangsiapa yang mendengarnya,  hendaklah ia berkata: &#8220;Marilah!&#8221; Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang,  dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan  cuma-cuma!“ (Wahyu 22:14-22)</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kata-kata berkat  itu bukan dari penulis miskin!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kata-kata sambutan  itu adalah perkataan Tuhan untuk <em>anda</em> secara pribadi.  Buatlah pilihanmu,  dan katakan, ”Saya datang!”. Tuhan telah berjanji dalam hukum ketiga bahwa Dia  akan memandang anda ”tidak bersalah” selamanya. ”Berbahagialah orang yang  diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi&#8230;.yang kesalahannya Tuhan tidak  perhitungkan” (Mazmur 32:1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum ke-4</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Perintah Hari Sabat Tuhan :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Istirahat bagi  Jiwa-Keduniawianmu </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">yang Letih</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Ingat dan  kuduskanlah hari Sabat” (Keluaran 20:8)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak ada yang  negatif dalam Sepuluh Hukum, walaupun <em>seperti demikian</em> halnya bagi orang  yang belum mengetahui “kebenaran injil” (Galatia 2:5).  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita telah melihat bagaimana  tiga hukum pertama membuka gerbang kebahagiaan,dan bukan sebaliknya.  Demikian  juga halnya dengan hukum yang keempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagaimana hukum keempat dapat menjadi satu kepastian  perteduhan bagi jiwa-jiwa kita?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah satu perintah yang diacuhkan oleh hampir semua  orang di dunia. Mengapa? Apakah karena sulit untuk dituruti?  Tidak; Tuhan  menyanggupkan setiap orang untuk menerima berkat Sabat yang terkandung  didalamnya.  Ini adalah bagian dari kekayaan karunia Tuhan yang diberikan pada  siapapun yang bersedia menerimanya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mari kita baca apa  yang dikatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <strong>enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,</strong> <strong>tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan   sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau  hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di  tempat kediamanmu.</strong> <strong>Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan  bumi, laut dan segala  isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah  sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Keluaran 20:8-11).</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tiada berujung berkat yang terdapat dalam hukum ini!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini hanya beberapa  :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>Berkat perhentian Sabat adalah untuk seluruh dunia.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak ada seorangpun yang terkecuali.  Tuhan sedang berbicara  kepada anda dan saya, bukan kepada orang Yahudi.  Yesus berkata, “Hari Sabat  diadakan untuk <em>manusia</em> dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Markus </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2:27; ”wanita” juga ”dibuat  untuk laki-laki” tetapi perkawinan bukan saja ditujukan untuk orang-orang Yahudi!).  “Laki-laki <em>(man</em>)” berarti semua orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Istirahat” dalam pemeliharaan Sabat adalah kerinduan setiap  hati manusia.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini lebih dari  sekedar tidur siang untuk beristirahat fisik dari pekerjaan. Ini adalah  kedamaian hati. Para jutawan akan memberikan segala sesuatu untuk perhentian  Sabat yang sebenarnya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>Tuhan  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">ber</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">istirahat pada hari Sabat untuk memberkati dan menguduskannya bagi  kita.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena Dia telah  memberikan Sabat sebagai satu hadiah bagi dunia, hal ini dimaksudkan bagi kita  untuk <em>menikmatinya</em>.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda tidak pernah memelihara Sabat sendiri; anda bersekutu <em> denganNya</em>.  “Aku menyertai engkau,” sabdaNya (Yesaya 41:10), dan Yesus  berjanji, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang  kembali kepadamu……Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan  Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama  dengan dia.“ (Yohanes 14:18, 23). Yesus dan Bapa akan tinggal bersama anda! (dan  itu berarti sukacita!).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus berjanji, “Aku menyertai kamu <em>senantiasa</em> sampai  kepada akhir zaman” (Matius 28:20), tetapi hari Sabat membawa kita dalam satu  hubungan yang intim denganNya.  Ini seperti halnya Dia membuat janji dengan kita;  dan bila Dia adalah obyek dari kebaktian kita yang penuh kasih, kita pasti akan  memegang janji itu.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan bukan saja  sesekali; Sabat adalah hari khusus ketujuh dari <em>setiap</em> minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sabat seperti lem yang mengikat semua hari dalam minggu itu  bersama.  Ini memberi alasan bagi seminggu.  Tidak ada satu manusiapun yang  menemukan perhitungan satu minggu;  Itu diberikan Tuhan untuk <em>dunia</em> pada awalnya saat  Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, seperti yang diberitahukan  dalam Kejadian 1.  Sabat adalah memperingati pekerjaan penciptaanNya; Evolusi  tidak akan pernah berada di dunia untuk menipu begitu banyak orang bila saja  dunia “mengingat hari Sabat, menguduskannya”.  Oleh karena itu  Sabat menjadi  “tanda” umat Tuhan, dimana sabdaNya, “Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada  mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui  bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka (Yehezkiel </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">20:12).  “Tanda” Nya adalah  seperti hal tanda tanganNya; ini seperti halnya Dia berkata, “Saya telah mencari  mereka, dan di sini mereka – umatKu yang benar; <em>mereka menyucikan SabatKu</em>.   Hal ini menandakan mereka sebagai khusus Kepunyaanku!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus sendiri menikmati persekutuan dengan umatNya setiap hari sabat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita jarang berpikir tentang sukacita yang dibawakan oleh  kita kepadaNya karena memelihara hari Sabat! Yesaya berkata, “Sesudah kesusahan  jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas” (Yesaya 53:11).  Hari Sabat  adalah seperti sebuah pesta yang meriah; Dia mengundang kita setiap minggu untuk  bertemu denganNya dan umatNya pada hari yang istimewa itu, dan bila anda tidak  berada di </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sana, Dia  sedih karena Dia merindukanmu.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak ada gangguan pada hari “perayaan” itu. ”Di dalamnya  engkau tidak melakukan pekerjaan apapun” Dia berjanji pada kita.  Yehezkiel  menjelaskan hari-hari lain dari sepanjang minggu itu sebagai “enam hari bekerja”  (Yehezkial 46:1).  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada  bermacam-macam gangguan pada hari-hari duniawi itu – beban berat, bisnis,  mencari nafkah, membeli dan menjual, TV dan radio, kekuatiran dan pekerjaan yang  melelahkan kita, berita-berita bencana dan kejahatan. Tidak ada “kedamaian”  dalam dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi pada hari Sabat semua gangguan disampingkan; itu  seperti halnya kita meluangkan waktu satu hari bersama dengan Yesus dalam  rumahNya, kita adalah tamu-tamunya, satu hari dengan hati yang damai, bebas dari  kuatir, pelabuhan berteduh dari amarah badai laut, “sebuah taman dilalui sungai  dari Surga, mata air yang menyejukkan dalam kehidupan yang kering, melelahkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita bahkan dibebaskan dari tagihan-tagihan yang jatuh tempo.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita mengesampingkan semua urusan-urusan kita pada hari Sabat;  kita tidak mau membuat hal ini menganggu kedamaian kita dengan Tuhan karena kita  percaya bahwa Dia akan memelihara kita, Dia akan memberkati pekerjaan kita  selama “enam hari kerja” sehingga kita memiliki kecukupan untuk membayar  tagihan-tagihan tanpa kuatir.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Alkitab  memberitahu kita untuk meninggalkan rencana keuangan dan pembukuan kita sampai <em>setelah</em> Sabat, dan melakukan semua pekerjaan ”pada hari pertama minggu  itu” (lihat 1 Korintus 16:2).  Jadi, hukum keempat yang indah ini menunjukkan  pada kita bagaimana menikmati Sabat dengan Tuhan, bebas dari segala letih lesu,  gangguan duniawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sabat menjadi  seperti satu hari dimana Surga berada di bumi.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Teristimewa  anak-anak yang menaruh hormat dalam rumah sangat menyukai Sabat; mereka tidak  sabar menunggu sampai ”Sabat yang akan datang”.  Saat Yesus berkata, ”Biarkanlah  anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab  orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.&#8221; (Matius 19:14),  Yang dimaksudkanNya adalah : biarkan mereka datang pada hari Sabat.  Tetapi  apabila kita tidak memelihara kesucian Sabat, demikian juga mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari ketujuh hari Sabat yang benar menjadi hari yang paling membahagiakan  dalam minggu itu.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pada kalender yang digunakan oleh hampir di seluruh dunia,  hari ketujuh disebut Hari Sabtu.  Agar lebih meyakinkan, kita bisa memeriksa  kembali dengan membaca Lukas 23:54, yang menceritakan tentang penyaliban Yesus :  “Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai”.  Jutaan orang  memperingati Jumat Agung sebagai penghormatan akan kematian Yesus; hal ini  menunjukkan Sabat yang benar, karena keesokan harinya adalah hari ketujuh hari  Sabat.  (Sebelumnya, Tuhan tidak pernah meminta kita dalam Alkitab untuk  memperingati Jumat Agung sebagai penghormatan pada penyaliban Kristus –  Perjamuan Sucilah yang Kristus tunjukkan untuk diperingati).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan sekali lagi kita bisa menunjukkan hari Sabat yang benar  dengan membaca ayat selanjutnya dalam Lukas : “Perempuan-perempuan yang datang  bersama-sama dengan Yesus…. melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya  dibaringkan.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan setelah  pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat  mereka beristirahat menurut hukum Taurat,” (ayat 55, 56).  Ayat selanjutnya  memberitahu kita kebangkitanNya pada hari Minggu : ”Pagi-pagi benar pada hari  pertama minggu itu mereka pergi ke kubur&#8230;&#8230;. tetapi mereka mendapati batu  sudah terguling dari kubur itu” (Lukas 24:1,2).  Kristus telah bangkit!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Begitu jelas, bahkan seorang anak kecil pun bisa melihatnya  segera <em>: “Hari Sabat menurut hukum” adalah antara Jumat dan Minggu</em>. (“Hari  Tuhan” di Wahyu </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1:10  adalah Sabat, sebab Tuhan menyebut Sabat “Hari KudusKu” Yesaya 58:13).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Itulah sebabnya mengapa hari ketujuh hari Sabat adalah hari  yang paling menyenangkan dalam minggu itu : itu adalah hari dimana Tuhan  menyebutnya “Hari KudusKu”  KehadiranNya ada pada hari Sabat.  Sejauh kita  mengasihiNya, kita juga mengasihi hari suciNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyak orang-orang tulus yang tidak melihat kebenaran ini.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah Tuhan telah  merubah Hari suci SabatNya?  Kita harus berhenti untuk memeriksa beberapa alasan  mengapa hukum-hukum ini dikacaukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak, Tuhan katakan, Dia tidak merubah hukumNya mengenai  Sabat.  ” </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah” (Maleakhi 3:6).  Tidak ada dalam Alkitab  yang menyarankan bahwa Dia telah membuat perubahan dalam hukumNya yang kudus.  ”Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa!” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Mazmur 19:7).  Mengapa Dia  harus merubah sesuatu yang “sempurna”?  Dia begitu mengasihi kita untuk merubah  pemberian berkat ini!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus selalu memelihara hari ketujuh Sabat, sebab kita  membacanya dalam Lukas 4:16. “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan  menurut <em>kebiasaan-Nya</em> pada  hari </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sabat Ia masuk ke rumah ibadat”.   Ya, saat Dia berkata kepada orang Yahudi, “Aku menuruti perintah Bapa-Ku,” Dia  memberitahukan kebenaran (Yohanes 15:10).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semua murid-muridNya mengikuti contohNya dalam memelihara  Sabat pada hari ketujuh.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Contoh, Buku Kisah  menceritakan 84 Sabat yang dipelihara rasul Paulus, tidak ada satupun pada hari  Minggu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Tetapi” seseorang mungkin bertanya, “bukankah ada tentang  hari pertama dari minggu itu yang dipelihara oleh Paulus?” Tidak, Kisah 20:7, 8  memberitahukan <em>Malam minggu</em> dimana Paulus bertemu dengan orang-orang  Kristen di Troas untuk mengucapkan selamat tinggal, karena dia sedang  merencanakan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 16 mil pada esok harinya (Minggu)  ke Miletus, dan mereka tidak akan bertemu dengannya lagi. (Tidak ada rasul yang  akan berjalan sejauh 16 mil pada hari Sabat yang kudus).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lukas menjelaskan pertemuan malam itu sebagai “hari pertama  dari minggu itu” karena Alkitab menjelaskan Sabat dimulai pada saat matahari  terbenam Jumat malam dan berakhir pada matahari terbenam Sabtu malam (Imamat </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">23:32).  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh karena itu,  pertemuan pada “hari pertama minggu itu” adalah Sabtu malam.  Dan Markus 1:32  memberitahukan pada suatu Hari Sabtu ”malam, saat matahari terbenam” Sabat telah  selesai, orang-orang membawa banyak orang sakit kepada Yesus untuk disembuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah cara yang menyenangkan memelihara Sabat, “dari  malam ke malam” dari matahari terbenam sampai matahari terbenam.  Bila anda  mencoba memelihara dari tengah malam ke tengah malam, anda sedang tertidur dan  tidak dapat menyambut hari Tuhan yang kudus dalam keadaan sadar!  Bagaimana anda  bisa menyambut seorang tamu yang istimewa yang datang pada tengah malam  sementara anda tertidur?  Pada Jumat malam saat matahari terbenam keluarga  berkumpul untuk bernyanyi, membaca Alkitab dan dalam doa menyambut datangnya  hari Sabat yang berharga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengapa banyak yang memperingati hari Minggu, bukan hari  Sabat yang suci yang Tuhan “berkati dan kuduskan”?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita harus  memeriksa alasannya.  Ini sangat sederhana : seseorang tanpa otoritas Tuhan  telah merubahnya. Tuhan telah menginstruksikan nabiNya Daniel untuk  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">menubuat</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kan  bahwa hal ini akan terjadi.  Dalam pasal 7, nabi ini menjelaskan munculnya empat  kerajaan dunia dalam sejarah (Babilon, Medo Persia, Yunani dan Roma), setelah  itu akan muncul satu kuasa yang besar, ”tanduk kecil&#8230;mengucapkan perkataan  yang menentang” (ayat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> yang akan menggabungkan gereja dan negara dan akan  ”mengubah waktu dan hukum” (ayat 25).  Baik Daniel dan Wahyu menyatakan bahwa  dia akan menggunakan kuasanya yang besar selama 1260 tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Paulus menjelaskan kuasa yang sama dalam 2 Tesalonika 2:4  yaitu “lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang  disembah sebagai Allah. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan ia duduk di  Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yohanes dalam buku Wahyu menjelaskan kuasa yang sama : “Dan  kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat;….. Dan  kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.  Dan  semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang  namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak  Domba, yang telah disembelih” (13:5-8).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita harus memutuskan “kuasa” yang mana yang akan kita ikuti  – Yang Maha Suci yang menciptakan bumi dalam enam hari dan menguduskan SabatNya  yang suci untuk kita pelihara, atau dia yang berani merubah hukum Tuhan dan  menuntun orang-orang untuk memelihara hari Minggu sebagai gantinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Janganlah kita  takut untuk berbeda dari mayoritas.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus berkata :”  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan  yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang  yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju  kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.&#8221;(Matius 7:13, 14).  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sepanjang sejarah dunia,  prinsip ini adalah benar; Yesus itu nyata, Dia hidup dan melihat, dan Dia selalu  bersama mereka yang sedikit yang mengikutiNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kabar Baiknya adalah Dia mengasihi kita melebihi dari yang  kita pikirkan!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia membayar harga  yang tinggi untuk menebus kita; Dia tidak bisa melupakan kita.  Dia masih  mengasihi kita dan menginginkan agar kita bisa hidup kekal bersamaNya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia sepi tanpa umatNya!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita hidup dalam  hari-hari akhir.  Sekarang, sementara sebagai Imam Besar di Kaabah Tuhan di  Surga, Dia sedang bekerja siang dan malam, untuk menyiapkan orang-orang bertemu  denganNya saat Dia kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi mereka memerlukan persiapan khusus, seperti anak-anak  yang akan berangkat ke sekolah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia akan menjadi Guru kita, dan kita bisa berada dalam  “kelas”Nya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh karena itu,  dari Sabat ke Sabat di seluruh dunia,  Dia bertemu dengan umatNya yang  mengikutiNya sebagai Domba Allah, dan dengan Roh KudusNya Dia mengajar dan  menyiapkan mereka untuk hari besar itu saat Dia kembali.  Tidak ada hal di dunia  yang begitu penting daripada pekerjaan khusus yang sedang berlangsung sekarang!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu  dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu Datanglah kepadaKu,  engkau yang berbeban berat, dan Saya akan memberikanmu istirahat”, Dia sedang  mengundang seluruh dunia untuk menikmati perhentian SabatNya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah  menciptakan bumi dan kita dalam enam hari, Dia istirahat pada hari ketujuh yang  pertama di Eden.  Tetapi ”kita” diciptakan pada hari keenam pada minggu yang  pertama itu, jadi bagi ”kita” Sabat adalah sebuah perayaan bagi semua pekerjaan  yang telah <em>Tuhan</em> lakukan dan ”selesaikan”. ”Kita” tidak melakukan apapun!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sabat tetap menjadi satu “tanda” dari perhentian kita “dalam  Kristus” dan ucapan syukur atas apa yang telah dilakukan bagi kita, bukan  memuliakan apapun yang telah kita lakukan dalam menyelamatkan diri kita sendiri.   Pemeliharaan Sabat yang benar hanya dimungkinkan saat kita mengerti dan  menghargai harga pengorbanan Anak Allah yang begitu besar untuk menyelamatkan  kita.  Hanya saat kita mengizinkan kasih <em>agape</em> untuk “menguasai” diri  kita maka pemeliharan Sabat kita dapat terhindar dari polusi cinta diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk menghargai “lebarnya dan panjangnya dan dalamnya dan  tingginya” kasih <em>(agape)</em> Kristus akan membuat kita memelihara Sabat yang  suci dengan sukacita yang mendalam dalam kehidupan kita.  Dan anak-anak juga  akan menyukai Sabat.  Bila “kuk” Kristus di hadapan mereka adalah “mudah” dan  bebanNya adalah “ringan”, mereka tidak akan sabar menunggu Sabat yang akan  datang.  Mereka akan menikmati menjadi “tamu-tamu” dalam “rumah Tuhan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena pemberian berharga dari pertobatan diterima oleh  umatNya, mereka akan disanggupkan untuk menyiarkan Sabat dengan lebih penuh,  agar banyak orang yang terkasih yang sekarang terpencar seperti  “Babilon” dalam  sebutan Wahyu, akan dapat mendengar “suara” dari Surga yang berkata, “Keluarlah  dari padanya, umatKu”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Baru saja Roh Kudus memanggil seluruh manusia di dunia untuk  memelihara hari SabatNya yang suci, karena hari itu adalah hari istimewa dimana  Dia bertemu dengan mereka untuk mengajar mereka.  Dan hukumNya yang keempat  meyakinkan semua yang percaya, bahwa mereka akan mengerti sukacita pemeliharan  Sabat “dalam Kristus”</span></p>
<table style="border-collapse:collapse;" bgcolor="#ccffff" border="2" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td width="100%">
<p class="MsoNormal">     <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;font-weight:700;">Wacana      Penting!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika      anda ingin mengetahui dengan lebih jelas mengenai latar belakang, sejarah      dan kebenaran hari Sabat, dapatkan :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“The      Truth About Sabbath” (Kebenaran Hari Sabat)          Rp. 10.000,- per buku</span></p>
<p class="MsoNormal">     <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Apa Kata      Mereka tentang Sabat-Minggu”                        Rp.   5.000,- per buku</span></p>
<p class="MsoNormal">     <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Persediaan      terbatas. Untuk pemesanan, hubungi (021) 5826968, Senin-Jumat pukul      09.00-17.00 WIB.</span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum ke-5</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Perintah Yang Tidak <em>Dapat</em>  Dituruti oleh Sebagian Orang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Hormatilah ayahmu dan ibumu….” (Keluaran 20:12)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyak yang merasa sulit untuk menuruti hukum kelima yang  luar biasa dari Sepuluh Hukum.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagi mereka sama  halnya dengan Tuhan meminta mereka untuk melompat ke bulan.  Perintah itu  mengatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “Hormatilah  ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu,  kepadamu.” </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Keluaran  20:12).</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kedengarannya mudah?  Tidak halnya dengan orang-orang ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bila Ibumu dan Ayahmu adalah orang yang baik, setia, pengasih,  anda mungkin merasa mudah untuk “menghormati” mereka.  Bersyukurlah karena hal  ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi bagi yang lainnya, perintah ini adalah sebuah dinding  batu.  Ibunya seorang yang jahat, seorang pecandu alkohol mungkin, pecandu  obat-obatan/narkoba, seseorang yang malas, egois, tidak peduli, atau kejam, orang yang  rasanya tidak mungkin kita “hormati”.  Atau mungkin Ayah yang menjadi masalah :  dia adalah seorang pecandu alkohol, kasar, kejam, egois, mencintai kesenangan  pribadi, tidak mencintai anda, dan dia bahkan meninggalkan anda untuk pergi  bersama wanita lain.  Bagaimana anda <em>dapat</em> “menghormati” atau  menghargainya?  Saat berdoa Doa Bapa Kami, anda merasa sangat sulit mengucapkan,  “<em>Bapa </em>kami yang ada di surga…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Masalah ini adalah penting.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bila anda percaya bahwa Tuhan memberitahu anda untuk  melakukan sesuatu yang tidak dapat anda lakukan, hal ini akan mengecewakan anda.  Anda tidak bisa berbuat apa-apa; bukan salah anda bila orangtua anda tidak  memberikan suasana penuh kasih sayang yang setiap anak dalam dunia ini berhak  dapatkan.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Apa yang akan terjadi pada orang banyak adalah menjauhkan diri dari Tuhan.   Mengapa melayaniNya bila Dia menuntut apa yang tidak dapat anda lakukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi pada saat yang bersamaan, dalam relung hati anda yang  paling dalam, anda merindukan kedamaian dengan Tuhan dan penyembuhan dari jiwa  yang luka.  Anda tidak dapat membuang orangtua dari pikiran anda, walaupun  mereka berada ribuan mil jauhnya.  Selama anda masih hidup, mereka selalu  membayangi anda didalam relung emosi anda sebagai manusia.  Anda tidak pernah  benar-benar bebas; anda memiliki bola dan rantai yang melilit di mata kaki anda.   Bila mujizat menyanggupkan anda untuk mematuhi hukum kelima yang bermasalah itu,  anda melihat ada harapan untuk sanggup mematuhi kesepuluh hukum tersebut dan  bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan telah meyakinkan anda pada hukum kelima itu bahwa Dia  akan menyanggupkan anda untuk “menghormati ayahmu dan ibumu,  agar panjang  umurmu” dan bahagia.  Oleh sebab itu perintah ini mengandung rahasia kehidupan  bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi bagaimana Dia dapat  melakukan mujizat ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pandangan Tuhan terhadap orang berbeda dari kita, dan Dia menyanggupkan  kita untuk memandang seperti halnya Dia.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Dengan kata lain, saat Tuhan melihat seseorang yang  perhitungan, egois, menyebalkan, tidak ada kasih-semuanya ”jelek”, Dia melihat  apa jadinya orang itu nantinya, dengan kasih karuniaNya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Beginilah Tuhan  melihat umat manusia yang berdosa ini, ”tidak memperhitungkan pelanggaran  mereka” (2 Korintus 5:19).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ya, Tuhan  mengasihi manusia, tetapi Dia tidak mencintai kejahatan mereka. Jadi, karena  Kristus memberikan DiriNya bagi keselamatan setiap manusia, Dia melihat dalam  diri setiap manusia apa <em>akan</em>  jadinya manusia itu saat karunia Tuhan  bekerja dalam hatinya. Dia melihat potensi; Dia melihat apa yang akan orang itu  pilih bila keadaan mengizinkan. Banyak orang yang menyebalkan, tidak  menyenangkan, atau suka membantah, ada masalah terpendam yang membuat dia  bersikap demikian</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Misalnya, di  Uganda ada seekor gajah yang sangat menyebalkan yang suka keluar ke jalan utama  dan mengganggu kendaraan bermotor yang lewat.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Akhirnya penjaga harus menembak  binatang itu.  Kemudian mereka menemukan masalahnya : gajah itu memiliki gigi  yang rusak dan sedang sakit gigi.  Biasanya gajah itu jinak.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda belajar dari Alkitab untuk berpikir apa jadinya orangtua anda  jikalau bukan karena masalah-masalah menyakitkan yang telah menyusahkan hati</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <strong>mereka.</strong> Ya, hal ini memerlukan iman dari diri anda, tetapi anda belajar  tentang iman tersebut dari Yesus karena <em>Dia memiliki iman terhadap engkau.</em>  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sementara Yesus  mengampuni kita saat kita tidak patut dikasihi, demikian anda belajar untuk  mengampuni orangtua anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sangat benar bahwa anda tidak memiliki kekuatan dalam diri  anda untuk melakukan hal ini.  Tidak ada buku psikologi yang dapat memberikan  kemampuan itu.  Tetapi inilah yang dilakukan oleh kasih karunia Kristus bagi  kita.  Adalah kepastian dari Tuhan dalam hukum kelima.  Dia katakan, anda akan  belajar menghormati ayahmu dan ibumu, dan anda akan bahagia sekarang dan  selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kasih orangtua pada anak-anaknya bisa berubah; bahkan bila  anaknya jahat, orangtua masih mencintainya.  Sekarang dengan kasih karunia  Juruselamat, memungkinkan juga bagi seorang anak (mungkin yang telah dewasa  sekarang!) untuk mencintai orangtuanya betapapun jahatnya orangtuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di balik mujizat ini kita menyadari bahwa kita seperti gajah yang sedang  terganggu itu</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.   Sesuatu telah menyakitkan kita dan membuat kita terganggu, tetapi kita belajar  dari Alkitab bahwa ada hal-hal yang menyakitkan Yesus juga.  Dia ”dihina dan  dihindari orang” (Yesaya 53:3), disakiti, dihina, ya, disalibkan. Dia memiliki  musuh dan orang-orang yang menyiksa dia, tetapi Dia mendoakan mereka yang  menyalibkan Dia, ”Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang  mereka perbuat” (Lukas 23:34). Sementara kita ingin Tuhan mengampuni kita, tidak  melihat kesalahan dan gantinya mengasihi kita, demikian juga sekarang kita  diberikan kasih dan kasih karunia terhadap orang yang bersalah kepada kita.  Ini  adalah mujizat dari kepastian hukum kelima.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kepastian ini tertanam pada fondasi kebenaran yang kokoh, lebih kokoh  dari bukit-bukit : kasih Tuhan bagi duniaNya yang berdosa</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.  “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan  AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa,  melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).  Dapatkah anda bayangkan  seorang “Bapa” yang lebih luar biasa dari pada Tuhan itu sendiri, Bapa dari  Yesus? Tetapi tunggu, ini ada masalah : ada suatu waktu dimana Bapa begitu jauh  dari Yesus, tidak merespon terhadap permohonanNya, dimana Yesus merasa Bapa  tidak mengasihiNya. Saat Yesus berada di salib, Bapa kelihatan begitu jauh (mungkin  ayah atau ibu anda kelihatan begitu jauh secara emosi!) sehingga Yesus berseru,  “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kemudian, menurut catatan di Mazmur 22:1 dan seterusnya,  Yesus terus berdoa padaNya, tetapi Bapa tidak menjawab : ”Engkau tidak mendengar”  (ayat 2).  Pada saat-saat yang sulit itu, Yesus tidak memiliki bukti yang bisa  dilihat bahwa BapaNya mempedulikanNya!  Jangan menganggap remeh realitas  pencobaan yang Yesus rasakan.  Bila Dia membuka hatiNya bagi pencobaan Setan itu,  Yesus bisa menjadi dendam dan marah.  Tetapi Dia melawan cobaan itu, dan memilih  untuk menciptakan sesuatu dari ketiadaan, mempercayai bahwa BapaNya mengasihiNya  dan mendengarkanNya walaupun tidak ada satu bukti nyata yang bisa mendukung  imanNya. Dia dihina dan dihindari orang, ditinggalkan oleh murid-muridNya  sendiri, surga begitu gelap dalam jiwaNya, namun Dia memilih untuk mempercayai  Bapa-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan kita membaca  sebelum Dia mati di kayu salib, Yesus  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">memperoleh</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> kemenangan.  Sepertinya Dia  sedang berada dalam penderitaan yang sangat dalam, sedang terlempar di atas  tanduk b</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">a</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">nteng Afrika yang liar, ”selamatkanlah aku&#8230;.dari tanduk banteng  liar!” (pasal 21).  ”Aku tidak dapat melihat wajahMu yang penuh kasih,” kata  Yesus, ”tetapi Aku percaya Engkau ada di sana, walaupun sepertinya Engkau tidak  mengasihi Aku, aku percaya dalam kegelapan Engkau  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sungguh </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">mengasihi Saya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seperti seorang  anak yang tidak dapat melihat wajah orangtuanya yang penuh kasih dalam  kegelapan, tetapi percaya bahwa kasihnya adalah nyata.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di atas salib Yesus berseru  agar kita semua mendengar, “Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik  kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajahNya kepada  orang tiu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepadaNya” (ayat  24).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus membangun satu jembatan di atas kegelapan yang kelam  dan dosa (dosa kita, kesalahan kita), dan membuat jalan bagi kita untuk percaya  kepadaNya saat segala sesuatu menjadi gelap bagi kita.  Kita menyebut jembatan  itu “penebusan” atau “rekonsiliasi”.  Sekarang, dapatkah anda membangun satu  jembatan rekonsiliasi antara anda dan orangtua anda, bahkan sepertinya mereka  tidak peduli?  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan bila mereka  telah lama beristirahat, anda dapat menciptakan kembali masalah itu dan menerima  “rekonsiliasi” yang diberikan Kristus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ya, dengan kasih  karunia Kristus Juruselamatmu! Imanmu yang bersandar padaNya dan imanNya adalah  penuh kuasa.  Hal ini juga seperti membangun sesuatu dari apa yang sepertinya  tidak ada. Kasih yang melebihi dari kasih yang kita terima secara manusia (itu  disebut <em>kasih agape</em> dalam Perjanjian Baru), dan mulai melakukan mujizat.   Kasih demikian, yang bermula dari Kristus, mengerjakan mujizat di bumi ini.   Banyak keluarga yang menjadi asing satu sama lain disembuhkan oleh kasih karunia  Kristus ini!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi  umpamanya orangtua anda tetap menolak kasih karunia Kristus yang terpancar dalam  anda?</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Dalam  beberapa kasus, hal ini bisa terjadi, dan kita harus siap, karena Tuhan tidak  dapat memaksa orang sesuai kehendaknya.  Tetapi jangan cepat menyalahkan orang  lain; tetapi apabila hal ini benar kesalahan mereka, rencana susulan Tuhan  terdapat dalam Alkitab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus menjelaskan apabila kita mengasihi mereka di dalam ”rumah” dan ”Jika  mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu  kembali kepadamu” (Matius </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">10:13).  Artinya adalah jikalau  usaha pendamaian dan “menghormati”mu gagal, Roh Kudus akan memberikan <em> kepadamu kedamaian dalam hatimu</em>.  Anda telah memilih untuk “menghormati  ayahmu dan ibumu”, untuk “menghormati” institusi orangtua dan keluarga,  menghormati orangtua yang <em>seharusnya</em> bijaksana dan pengasih oleh karunia  Kristus – adalah rencana Tuhan yang mula-mula bagi umat manusia.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekarang  “hari-harimu” akan “panjang” dan bahagia, seperti kepastian dalam sabda hukum  kelima!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Ada satu pelajaran berharga yang kita pelajari dari hubungan kita dengan  orangtua kita : </span></strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Kita memiliki  ayah yang mengoreksi kita, dan kita menghormatinya&#8230; Memang tiap-tiap ganjaran  pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi  kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang  dilatih olehnya” (Ibrani 12:11).  Kita belajar untuk bersyukur kepada Tuhan atas  ”ganjarannya”! ”Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah  orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah  memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar  oleh ayahnya?” (ayat 6,7).  Kabar Baik Yang Luar Biasa!  Sejuta kali, semua yang  anda pikir ”melawan anda”  adalah ”untuk anda”! ”Ganjaran” yang menyakitkan  ternyata adalah bukti bahwa anda diperlakukan sebagai anak Allah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Apakah kita akan belajar untuk menghormati kakek dan nenek juga?  </span></strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan bisa saja memilih  untuk melipat gandakan manusia di dunia ini dengan cara lain gantinya melalui  keluarga, seperti memasukkan koin dalam mesin.  Tetapi tidak, Dia memilih untuk  membawa setiap anak ke dunia ini melalui keluarga yang hangat dan penuh kasih.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat kita  mulai mengerti rencana keselamatanNya, kita ”menghormati” kebijaksanaanNya.   Dengan demikian, kita diberikan karunia untuk menghormati semua nenek moyang  kita.  Mereka mungkin saja tidak berpendidikan seperti kita, tetapi mereka  melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.  Tuhan katakan tentang  mereka seperti Yesus katakan tentang Maria Magdalena, ”Ia (Maria Magdalena)  telah melakukan apa yang dapat dilakukannya”. (Markus 14:8).  Nenek moyangmu  ”melakukan apa yang dapat mereka lakukan” dan anda menghormati mereka karena  kasih dan kesetiaan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Dengan cara yang sama, anda juga ingin menghormati mereka yang telah digunakan  oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagimu.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah prinsip yang  sama dalam hukum kelima.  Guru-guru anda, pendeta anda, bahkan pemerintah   anda yang telah bekerja bagi anda, layak menerima hormat dan penghargaan.  “Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh  hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN”  (Imamat 19:29).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekali lagi, itulah kepastian yang Tuhan sanggupkan anda  untuk lakukan bila anda percaya Dia telah membawa anda “keluar dari Mesir, dari  tempat perbudakan” “Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada  jalan kebenaran”. (Amsal 16:31). “Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan  keindahan orang tua ialah uban” (</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">20:29).. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Orang  muda” suatu hari akan menjadi “orang tua” dan bila mereka menghormati dan  “menghormati” pimpinan <em>mereka</em>, mereka akan menuai berkat yang sama saat  mereka menjadi tua! Dengan menurut pada prinsip yang terkandung dalam hukum  kelima, anda akan menciptakan surga kecil di sekeliling anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda akan pergi ke  surga, tetapi sekarang anda memiliki surga kecil di sekeliling anda sementara  dalam perjalanan anda!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan telah  memperingatkan kita bahwa pada akhir zaman banyak yang akan kurang iman, </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">yang</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  bilamana mereka memilikinya, akan menyanggupkan mereka </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">taat</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> pada hukum kelima  : “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Manusia akan mencintai dirinya  sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri,  mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak  tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau  berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka  yang baik“ (2 Timotius 3:1-3).  Kondisi yang sangat menyedihkan ini adalah  kegagalan pendeta memproklamirkan Injil Yesus Kristus yang suci dan benar.   Malaikat ke dua dari Wahyu 14 mengingatkan kita , “Babel sudah rubuh, sudah  rubuh,” (ayat 8).  Pelanggaran empat hukum Tuhan yang suci telah mengakibatkan  pelanggaran yang meluas pada enam hukum berikutnya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Faktanya, Tuhan telah menulis Sepuluh HukumNya dalam  rangkaian yang teratur.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yakobus mengatakan  apabila kita melanggar satu, kita telah melanggar semuanya (Yakobus 2:10).   Tetapi hal ini benar adanya apabila kita melanggar hukum yang satu akan membawa  pada pelanggaran ke hukum selanjutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">9.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Faktanya, tidak mungkin melanggar hukum kelima kecuali terlebih dahulu    melanggar hukum keempat.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan telah menaruh  hukum-hukumNya dalam urutan yang berarti.  Apabila kita menjaga kesucian hari  Sabat Tuhan, “hari ketujuh” yang telah dikuduskanNya bagi kita, Dia akan sanggup  memateraikan kita dengan Roh Kudus sehingga keluarga yang bermasalah akan  disembuhkan sementara mereka berkumpul untuk berbakti kepada Tuhan dari Sabat ke  Sabat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adalah kabar baik melihat fakta bahwa di seluruh dunia banyak  orang-orang terkasih yang keluar dari “Babilon” untuk mengambil tempat di antara  “orang-orang kudus” Tuhan yang “menuruti hukum Tuhan dan iman kepada Yesus” (ayat  12).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">10.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></em><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda ingin menjadi  bagian dari mereka!  </span></strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus mengundang anda.  Dia  sedang mengumpulkan semua orang dari segala kesedihan, tempat-tempat yang tidak  bahagia; sekarang mereka menuju sinar terang kasihNya.  Kesukaan dalam  persekutuan dengan mereka yang membagikan ”iman Yesus”.  <em>Tempatmu ada disana,  sedang menunggu anda.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;">Hukum ke-6</span></h1>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;">Perintah yang Dilanggar oleh Manusia Tanpa  Disadarinya</span></h1>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Janganlah membunuh.” (Keluaran 20:13)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dapatkah seseorang  melanggar perintah Tuhan tanpa menyadari apa yang sedang mereka lakukan?  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum keenam mengatakan, </span><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Janganlah membunuh” (Keluaran  20:13).</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagaimana orang bisa melanggar  hukum <em>itu</em> tanpa menyadari apa yang sedang dilakukannya?</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan telah  memaparkan jawabannya untuk dilihat seluruh dunia: hal itu adalah penyaliban  Kristus.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mereka yang  melakukannya telah melanggar hukum keenam!  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yang membunuh Anak Allah adalah  orang-orang Yahudi dan orang-orang Kafir, namun Dia mendoakan mereka, “Bapa,  ampunilah mereka, <em>karena mereka tidak tahu</em> apa yang mereka perbuat”  (Lukas 23:34).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat Yesus berdoa   bagi mereka yang sedang membunuh Dia, doaNya adalah untuk seluruh dunia, karena  secara alami kita pada saat ini tidak lebih baik dibandingkan dengan orang-orang  pada jaman dulu.  Kita bersyukur tidak berada disana untuk mengambil bagian pada  hari itu, tetapi secara prinsip kita <em>berada</em> disana, seperti seorang  Rohaniwan Negro tua yang bertanya, ”Apakah anda berada disitu saat mereka  menyalib Tuhanku?” (</span><span style="font-size:10pt;font-family:Times;color:#333333;">Were  you there when they crucified my Lord? &#8211; judul nyanyian -red)</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Jawabannya adalah, Ya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengapa mereka melakukannya?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena “keinginan daging adalah  perseteruan terhadap Allah“ (Roma 8:7), dan kita semua secara alami dilahirkan  dengan keinginan daging.  “Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang  pembunuh manusia” ( 1 Yohanes 3:15).  Itu adalah “pikiran” yang kita miliki  secara alami sampai, oleh kasih karunia Tuhan, kita belajar tentang Injil dan  diubahkan.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pada saat itulah  doa Yesus bagi kita dijawab, dan <em>kita mengalami atau menerima</em>  pengampunanNya.  Dia mengampuni kita di salib itu; tetapi kita hanya akan  mengerti kedama</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">i</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">n itu  saat kita percaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada seorang  pemikir (Horatius Bonar) yang meragukan bagaimana mungkin dia akan mengambil  bagian dalam penyaliban Kristus bila dia berada disana pada hari itu. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Seluruh jiwaku akan berontak  dan menolak mengambil bagian dalam perbuatan demikian!” dia berkata pada dirinya.   Kemudian satu malam dia bermimpi dimana dia menyaksikan tentara yang kasar,  kejam memalu pergelangan tangan dan kaki Yesus dan mengikatNya di salib. Dalam  kesedihannya (mimpi itu begitu nyata!) Bonar menahan tangan salah satu tentara,  mencekik lehernya dan berteriak padanya, ”Jangan lakukan perbuatan kejam ini!”  Kemudian tentara itu menoleh dan menatap dia, dan dalam kengeriannya dia seperti  melihat dirinya dalam cermin.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Paulus mengerti kebenaran bahwa  “seluruh dunia bersalah di hadapan Tuhan” dan ”tidak ada seorangpun yang benar,  tidak, tidak ada seorangpun : tidak ada yang mengerti” (Roma 3:19, 10, 11).   Kita dilahirkan egois, berpusat pada diri sendiri, dengan dorongan alami untuk  memanjat ke atas, bahkan bila kita harus memanjat melalui orang lain untuk  mencapai tujuan.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perhatikan  perang-perang yang telah menghancurkan planet ini! Tentara yang tidak pernah  ingin membunuh siapapun berperang dengan ganas dalam pertempuran yang sengit dan  menembak ke segala arah.  Banyak orang-orang pemarah telah diselamatkan dari  pembunuhan secara fisik hanya karena tidak ada pistol yang berpeluru di  tangannya untuk digunakan.  Kita hanyalah seperti anak kecil saat kita katakan,  “Saya tidak akan pernah lakukan itu!” Ingat Petrus? Dia menantang dengan keras  bahwa dia tidak akan pernah menyangkal Tuhannya, namun dia lakukan itu tiga kali  sebelum ayam jantan berkokok besok paginya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Secara alamiah  kita tidaklah lebih baik dari Petrus!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Orang-orang yang  berada dekat dengan penyaliban Kristus menyadari kejahatan mereka saat Petrus  yang bertobat memberitahu mereka, “Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan  ini, menjadi Tuhan dan Kristus”. Dengan terharu mereka berseru, ”Apa yang harus  kami lakukan, saudara-saudara?” Mereka menyadari telah berpartisipasi dalam dosa  yang terbesar sepanjang masa, <em>namun tidak mengetahuinya</em>! Rasul Paulus  berkata, ” Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis  dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu” (Kisah 2:36-38).  </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seperti pohon ara  yang masih berupa biji, demikian juga pembunuhan tertanam dalam pikiran atau  dorongan kebencian.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan  sudah melihat pohon ara yang rimbun dan besar saat biji kecil di tanah itu  bertunas. Yohanes berkata, “Barangsiapa yang membenci saudaranya adalah seorang  pembunuh! (1 Yohanes 3:15).  Yesus katakan, “Kamu telah mendengar yang  difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus  dihukum”. (Matius 5:21, 22).  Sayang sekali orang-orang  yang mendengarkan  perkataanNya tidak menanamkannya dalam hati sebelum mereka melampiaskan  kemarahannya dalam pembunuhan Anak Allah!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kekerasan dalam film dan  program TV adalah roh Setan yang sedang mengambil alih hati manusia.  Kebencian  terpencar dalam mata manusia, dan kebanyakan meledak didalam keluarga.  Dua roh  terkunci dalam pergumulan mematikan-roh Setan dan Roh Kristus.  Hati manusia  adalah arena untuk konflik itu.  Kemarahan bisa dalam bentuk kekerasan yang  berkobar atau dalam bentuk ketidaksukaan dan kejijikan diam-diam, yang berharap  dalam hati agar musuhnya bisa dimusnahkan.  Keduanya adalah dosa pembunuhan yang  dingin, kejam, karena semuanya adalah ”biji-biji” yang menunggu untuk berkembang  menjadi ”pohon ara”.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Orangtua, hati-hati terhadap  benih-benih kecil seperti itu dalam hati anak-anakmu.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kemarahan anak kecil mungkin  kelihatan begitu polos, bahkan lucu, tapi hati-hati: bertahun-tahun kemudian  banyak ayah dan ibu harus duduk di pengadilan melihat anak-anaknya diadili.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sepasang suami istri tidak mau  ke gereja lagi karena pendeta mengkhotbahkan “kesalahan umum” bahwa dosa orang  lain akan menjadi dosa kita karena kasih karunia Kristus.  Pendeta ini sedang  menunjukkan bahwa setiap orang memerlukan Juruselamat, dan kita tidak mengetahui  atau menyadari dalamnya dosa itu yang sedang tersembunyi di bawah permukaan hati  kita sendiri.  Kita berpikir bahwa kita baik-baik saja, tanpa mengetahui apa  yang mampu kita lakukan. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Hal ini menyerang  kami” suami istri berkata, “kami tidak sejahat itu”</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Beberapa waktu  kemudian, saat suaminya sedang merapikan rumput didepan halaman rumahnya,  tetangganya menghampirinya.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Percakapan menjadi tawar dan  pahit, dan dia menjadi marah. Sambil memegang sekop, sang suami hendak menyerang  tetangganya, tapi tiba-tiba mukanya menjadi pucat, dia gemetar, membuang  sekopnya dan lari kedalam rumah. “Mama, saya hampir melakukannya! Saya tidak  pernah bermimpi saya akan begitu marah!”</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “Apakah menurut kamu itu yang  dimaksudkan oleh pendeta tentang kejahatan yang  terpendam dalam hati kita?”  istrinya bertanya. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kemudian mereka  mulai datang ke gereja lagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengertilah dengan  benar, bahwa hukum ke enam adalah Kabar Baik keselamatan yang telah dicapai bagi  kita.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat hukum itu  katakan ”Jangan membunuh” hal ini menjadi satu kepastian bahwa Tuhan akan  menyelamatkanmu dari melakukan kesalahan itu bila anda percaya kalimat pembuka  dari Sepuluh Hukum (Keluaran 20:2). </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Tempat perbudakan” adalah kejahatan pemusatan diri yang kita  bawa sejak lahir sebagai keturunan Adam. Kecintaan pada diri seperti itu  memiliki cengkraman yang tidak dapat dihancurkan kecuali dengan keselamatan dari  Allah.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi Kristus  telah menghancurkan cengkraman itu. Bapa “mengirim” Yesus ”dalam rupa daging  yang berdosa,  karena dosa” agar ”Apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat  karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. supaya tuntutan  hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi  menurut Roh” (Roma 8:3,4).   Itulah berkat kepastian dalam hukum keenam ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Meskipun Kristus  dicobai untuk menjadi marah seperti halnya kita, tapi Dia katakan ”Tidak!” pada  pencobaan dan selalu meletakkan kemarahan manusiaNya dibawah kontrol penuh  kasihNya.  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak ada seorangpun yang mengalami provokasi lebih besar  untuk marah daripada yang Yesus alami; gangguan, oposisi tidak beralasan secara  terus menerus, kebencian dari pemimpin-pemimpin umatNya, semua ini memposisikan  Dia pada tekanan luar biasa untuk menjadi tidak sabar, untuk membiarkan emosinya  melayang.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Murid-muridNya hanya mengalami  tekanan yang sedikit dibandingkan dengan tekanan yang Dia derita.  Satu kali  mereka dikirim ke pedesaan Samaria untuk mencari sebuah penginapan bagi Yesus  bermalam dalam perjalananNya ke Yerusalem.  Orang-orang Samaria dipenuhi pikiran  sempit serta prasangka buruk dan menolak untuk “menerimaNya” “Dan ketika  murid-muridNya Yakobus dan Yohanes melihat hal ini, mereka katakan, ‘Tuhan,  apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan  mereka, seperti yang dilakukan oleh Elia?&#8221;  Sepanjang masa, berapa banyak orang  yang mengaku Kristen, bahkan ketua gereja, yang memiliki sumbu pendek yang sama  saat mereka  bertemu dengan orang-orang yang tidak setuju dengan cara pandang  mereka! Mungkin mereka tidak punya kuasa untuk menurunkan api dari surga, namun  mereka punya kuasa untuk menjebloskan, orang-orang tidak bersalah ke penjara dan  bahkan membunuh mereka.  Jutaan orang telah mati sahid.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi Yesus tidak membenarkan  kemarahan yang begitu meluap dari pengikutNya, apakah kemarahan itu benar atau  tidak.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia menoleh dan menegur  murid-muridNya yang tidak sabar itu seraya berkata, “Engkau tidak tahu roh apa  yang ada pada dirimu”  Hal yang sama dengan “<em>engkau tidak tahu</em>”   Hukum  keenam adalah salah satu dari yang dilanggar oleh banyak orang Kristen pada   Masa Kegelapan (Dark Ages) dan mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!  Gantinya marah  pada orang-orang di desa ini yang tidak mau “menerima” Dia, Yesus dengan tenang  menarik diri dari situ. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Karena Anak  manusia bukan datang untuk memusnahkan tapi menyelamatkan mereka” (Lukas  9:51-56).  Ada solusi yang lebih baik untuk masalah  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">tersebut </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">daripada marah, ”desa lain”  menyambut Dia.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">KarakterNya yang  tenang dalam menghadapi provokasi adalah pemberianNya kepada setiap orang yang  percaya kepada kalimat Pembuka dari Sepuluh Hukum</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  (Kel 20 : 1, 2)</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.  Sungguh satu berkat!  Anda  menjadi raja atau ratu diantara sesamamu.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda lebih hebat  dari bintang film olah raga, lebih berkuasa dari tentara.  “Orang yang sabar  melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang  merebut kota“ (Amsal 16:32).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Tetapi masalah  saya adalah saya tidak tahu bagaimana mengontrol kemarahan saya!”</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “Saat saya marah,  mata saya menjadi merah, saya mulai gemetar, emosi menjadi liar, dan saya tidak  dapat mengontrol diri saya sendiri!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Ah ya, anda  adalah orang yang memerlukan Kabar Baik dalam hukum ke enam ini!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini bukanlah trik magis yang  Yesus<em> janjikan</em> padamu; ini adalah pembebasan dari dosa yang mengerikan  yang telah Dia berikan kepadamu.  “Saya telah membawa engkau keluar dari ‘tempat  perbudakan’” sabdaNya.  Rantai telah patah; anda dapat katakan, “Aku hendak  hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu” (Mazmur 119:45).  Dengan  kata lain, anda akan berjalan dalam kemerdekaan karena anda “mencari”, bahwa,  anda <em>mencintai</em>, sepuluh kepastian kebenaran oleh iman dalam Kristus.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak semua orang mengerti  betapa baiknya Kabar Baik!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berapa banyak perkawinan yang  tadinya bahagia dirusak oleh salah satu atau kedua pasangan yang meluapkan  kemarahan karena ucapan-ucapan pahit pasangannya.  Kemudian, sekali diucapkan,  kemarahan berubah seperti asap api dan hubungan yang tadinya lembut telah  dibunuh atau setidaknya terluka.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anak-anak dan  orang tua selamanya menjadi asing satu sama lain karena kemarahan ini.   Persahabatan dipisahkan. Perang, pembantaian massa, pembersihan etnis berasal  dari kepahitan ini. “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara  kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam  tubuhmu?” </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Yakobus 4:1).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus dikirim dari Surga dengan  tugas yang khusus untuk “menyelamatkan dunia” dan Dia telah melakukannya!  Dia  telah mematahkan leher setan dan melumpuhkannya.  Setan tidak lagi bisa  memaksakan anda untuk melakukan kehendaknya, dia telah lumpuh. Kristus telah  membebaskan anda; anda tidak lagi berada di ”Mesir” dalam perbudakan dosa.  ”Belajarlah padaKu” sabdaNya, “karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan  jiwamu akan mendapat ketenangan“ (Matius 11: 29,30).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada orang-orang yang tulus dan  baik yang menyadari mereka dirantai di penjara.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mereka tidak ingin  menjadi budak dari nafsu, keinginan, atau emosi kesetanan mereka.  Terhadap  tetangga atau teman sekerja mereka di kantor, mereka tampil seperti ”orang  kudus”.  Tetapi saat mereka berada di rumah, atau di tempat dimana mereka  berpikir bahwa mereka berkuasa, tekanan itu bertambah dan mereka meledak.   Beberapa orang mengeluarkan ribuan dollar untuk ahli jiwa, berharap menemukan  pembebasan.  Kepada semua kita ada Kabar Baik : ” Percayalah kepada Tuhan Yesus  Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.&#8221; (Kisah 16:31).  Ini  adalah, percaya dan hargai apa yang telah Dia tanggung untuk anda.  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Maka anda tidak akan dapat  melanggar hukum keenam :  </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hargai apa yang telah Dia  lakukan dengan pengorbananNya di Getsemani dan di salib.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Biarkan hatimu yang egois  bersatu dengan hatiNya, menjadi seperti Dia.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berlutut disebelahNya sementara  Dia berdoa di Taman Getsemani, “Bukan kehendak saya, tapi kehendakMulah yang  jadi” (Lukas </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">22:42</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perhatikan Dia  sementara Dia menerima kesengsaraan dan kematian di salib, pemisahan kekal dari  BapaNya, demi keselamatanmu.  Kematian yang dia alami bukanlah apa yang kita  sebut ”tidur”  tetapi benar-benar mati.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahkan Diapun mati  untuk kematian keduamu, menanggung kutukan Tuhan, agar anda dapat pergi dengan  bebas.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dosa telah  dikalahkan selamanya!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berlututlah, dan  berterima kasihlah padaNya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sacramento Bee  baru-baru ini menerbitkan sebuat artikel yang berbunyi, “Latihan yang anda  perlukan adalah berlutut dan berdoa”.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ya, bukan  meyakinkan Tuhan atau memohon padaNya untuk memberkati anda (Dia lebih ingin  memberikan berkat daripada keinginan anda untuk menerimanya!), tetapi doamu  adalah mengucap syukur padaNya karena telah membebaskan anda dari “tempat  perbudakan”.  Doa ucapan syukurmu akan menjadi awal dari kesadaran atas  pembebasanmu!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h3 align="center"> <span style="font-size:20pt;">Hukum ke-7</span></h3>
<h3 align="center"> <span style="font-size:20pt;">Hukum Allah yang Manusia Malu untuk Langgar…Namun  Dilanggar</span></h3>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Jangan berzinah.” (Keluaran  20:14)</span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada dua cara untuk menyikapi  Sepuluh Hukum Allah: Anda dapat membacanya menggunakan kacamata hitam Perjanjian  Lama, disertai dengan api, guruh, petir, dan gempa bumi gunung Sinai. Atau anda  dapat membacanya dalam terang Kabar Baik Perjanjian Baru.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Israel zaman kuno membacanya  dengan pola pikir Perjanjian Lama; dan lihat lah sejarah mereka. Mereka jatuh  bangun (kebanyakan jatuh) semenjak di gunung Sinai. Sejarah mereka bagaikan  suatu hari berbadai gelap yang hanya kadang-kadang diterangi oleh seberkas  cahaya injil yang mengintip di celah awan. Akhirnya Israel dan Yudea menjadi  tawanan, bait suci dan </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kota</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Yerusalem dimusnahkan, dan mereka menyalibkan Tuhan dan  Penyelamat mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekarang mari kita menggunakan  kaca  mata Perjanjian Baru untuk melihat hukum ketujuh yang terkenal itu yang membuat begitu  banyak orang gelisah. Ini menjadi sebuah jaminan: anda tidak akan jatuh ke dalam  perangkap tersebut, anda tidak akan dipermalukan atau dikalahkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dikatakan, “Jangan berzinah.”</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kacamata perjanjian lama  membuat kalimat tersebut kelihatan seperti sebuah larangan untuk bersuka-cita  sehingga banyak orang berpikir mustahil menuruti perintah tersebut. Mereka  bertanya, “Apakah Tuhan tidak menginginkan kita bersenang-senang? Apakah Ia  tidak memahami bagaimana kondisi alami kita? </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bukankah</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> telah menciptakan kita sebagaimana kita ada,  laki-laki dan perempuan? </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kenapa</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> menghukum kita ketika kita melakukan apa yang kita  hendak lakukan secara alamiah?”</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertama-tama, Ia tidak  menghukum kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketika Yesus bertemu dengan  perempuan yang tertangkap ‘sedang’ berzinah, Ia berkata, “Akupun tidak menghukum  engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (lihat Yoh </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">8:11</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">). Allah dapat mengampuni dosa tersebut; namun masalahnya  adalah perzinahan melukai kita dan menghancurkan kebahagiaan kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda dapat bertahan hidup jika  lengan atau kaki anda diamputasi, namun luka tersebut akan tetap ada di sana.  Tuhan mengasihani dan tetap mencintai mereka yang jatuh, namun adalah demi  kebahagiaan kita sendiri Allah memberikan hukum ketujuh tersebut untuk mencegah  kita terluka.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menerima panggilan sifat  alamiah kita yang berdosa hanya memberikan kenikmatan sesaat yang pada akhirnya  meracuni pikiran. Bukan hanya perbuatan aktual yg merupakan pelanggaran akan  “hukum kebebasan” Allah (Yak 2:10-12), Yesus juga berkata bahwa bahkan menonton  pornografi adalah dosa: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi  Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta  menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:27,28).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pendahuluan Sepuluh Hukum Allah  memberi jaminan kepada kita bahwa Juruselamat akan mentahirkan sumber dari wujud  manusia – yaitu hati. “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan  melihat Allah.” (Matius 5:8), dan Kabar Baiknya adalah kita tidak perlu menunggu  hingga umur ratusan tahun atau hingga kita tiba di surga agar ayat tersebut  digenapi. Banyak di antara pria atau wanita yang dibebani oleh jeratan pikiran  yang penuh nafsu rindu untuk bebas. Percayalah akan Injil dan anda akan bebas,  demikian bunyi Pendahuluannya! (Tentu saja itu berarti anda harus mengerti Injil. Teruskan membaca.)</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pemahaman hukum ketujuh sebagai  jaminan ketujuh memberi makna sebuah pembaharuan menyeluruh, pembangunan kembali  jiwa dari semula. Banyak di antara kita yang terperangkap dalam zinah karena  mewarisi masa kecil yang menyimpang atau sesat. Jika kita adalah pria, kita  tidak pernah belajar untuk menghargai atau mengerti dunia perempuan; dan jika  kita adalah wanita, kita terbiasa takut akan pria – menginginkan pria tetapi  menolaknya pada waktu yang bersamaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hanya ‘di dalam Kristus’ lah  kita benar-benar nyaman dengan lawan jenis kita. Unsur yang membebaskan kita  adalah kasih (agape) Kristus. Ia masuk jauh ke dalam pikiran kita untuk  memulihkan luka yang mungkin berada terlalu jauh bahkan untuk kita sadari. Yesus  adalah Tabib yang Agung; Ia senang menyembuhkan luka lama.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Tetapi masalah saya, “kata  orang, “adalah bahwa saya jatuh cinta dengan si ini dan itu.” </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa yang anda anggap cinta di  luar pernikahan adalah kepalsuan jika dibandingkan dengan hal yang sesungguhnya;  seks hanya seolah-olah nyata. Gesek seks itu dan anda akan menemukannya tidak  bernilai. Inilah alasan kenapa cinta yang demikian (obsesi) tidak abadi. “Kasih  yang sesungguhnya (agape) tidak berkesudahan” (1 Korintus 13:8). Kasih agape  adalah kasih yang tidak diperoleh sejak lahir, ia tidak pernah datang pada kita  melalui DNA; melainkan harus diimpor dari luar, kita harus “mempelajari”nya. Dan  sumber untuk belajar kasih tersebut adalah Kristus sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika anda mencintai seseorang  dengan agape, anda tidak boleh melukai orang tersebut secara seksual; anda tidak  boleh merampok harga diri yang Tuhan berikan pada orang tersebut. Tidak ada  sifat mementingkan diri dalam agape. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Para</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> wanita, jika ada pria yang mengatakan kepadamu, “Aku cinta  padamu, berikan tubuhmu!” ia sedang memperdayai anda. Ia mungkin sedang  memperdayai diri sendiri juga! (Anda harus menghargai harga diri anda yang Tuhan  berikan). Jika ia benar-benar mencintai anda, ia tidak akan berusaha untuk  menggunakan tubuh anda hingga Tuhan menyatukan anda berdua di pernikahan yang  kudus. Lalu cinta sejati itu tidak akan berkesudahan, dan ia akan melebihi  daripada sekedar seks. Adalah mustahil melakukan zinah atau seks sebelum nikah  jika agape ada di dalam hati!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan para pria, kabur lah  bagaikan kelinci yang ketakutan dari seorang wanita yang berusaha menjerat anda  dalam sensualitas. Jika dipahami dengan benar, hukum ketujuh adalah tentang  kasih yang sejati, karena ia menghindarkan anda dari wanita jahat, dari lidah  penggoda yang membawa pujian.  </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">angan menyimpan nafsu akan kecantikannya di dalam  hati anda, atau membiarkan ia memikat anda dengan bulu matanya. Karena oleh  senjata pelacur, seorang pria akan dibuat bagaikan selapis roti; dan seorang  sundal akan menyantap kehidupan mangsanya yang berharga.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Dapatkah orang membawa api  dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?<br />
Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?<br />
Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang  menjamahnya, luput dari hukuman (Amsal 6:24-29).  </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingat: siapa pun yang bukan  ditentukan oleh Tuhan menjadi isteri anda dalam pernikahan yang kudus pada  hakekatnya adalah “isteri tetangga(sesama)”mu karena ia bukan milikmu.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pendahuluan Sepuluh Hukum  Alllah mengatakan kepada kita bahwa Allah telah menyelamatkan kita dari siksaan  dan hina yang ditimbulkan seks terlarang. Kristus telah mengambil alih tempat  Adam sebagai Kepala baru dari umat manusia; Ia mengambil wujud manusia yang bisa  jatuh dan daging yang berdosa. Dicobai dalam segala hal seperti kita; Ia  menghidupkan kehidupan yang murni dan suci di dalam kita – dimana kebahagiaan  tidak akan ternoda. Dan semua yang Ia capai dalam diriNya telah Dia berikan  secara gratis kepada kita. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada ajaran di seluruh dunia  yang tidak setuju dengan kebenaran alkitabiah ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dikatakan bahwa Yesus adalah  “perkecualian” dari pewarisan daging atau wujud yang seperti kita semua miliki.  Ajaran ini mengajarkan pendapat yang aneh yang tidak diajarkan dimana pun di  dalam firman Allah yang kudus – bahwa ketika perawan Maria dikandung di dalam  kandungan ibunya, sebuah mujizat terjadi sehingga “mengecualikan” ia dari  mewarisi DNA atau gen dan kromosom yang sama yang telah diwarisi secara alami  oleh anak laki-laki atau anak perempuan Adam.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ajaran ini dikenal dengan nama  “The Immaculate Conception,” yang berarti perawan Maria memiliki daging yang  berbeda, wujud manusia yang berbeda, dari yang kita miliki. Ia terlepas dari  pewarisan </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">DNA</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> kita. Dan tentunya, ia memberikan daging yang sama yang tanpa dosa atau  daging yang suci kepada Anaknya, Yesus. Oleh sebab itu ajaran ini berakhir  dengan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak mungkin telah dicobai “dalam  segala hal sama dengan kita,” seperti yang dikatakan Alkitab dalam Ibrani 4:15.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adalah benar bahwa Yesus  sepenuhnya tidak berdosa, karakterNya kudus, Ia benar; namun daging yang Ia  ambil adalah “serupa dengan daging (kita) yang dikuasai oleh dosa,” dan dalam  daging yang sama yang dikuasai oleh dosa itu “Ia telah menjatuhkan hukuman atas  dosa” (Roma 8:3,4). Ia merasakan semua godaan yang kita rasakan namun Ia berkata  “Tidak!” kepada setiap godaan, dan menaklukan dosa dalam daging kita yang telah  jatuh dan berdosa. Pembebasan yang agung!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini berarti bahwa malaikat  telah menyatakan kebenaran sebelum kelahiran Yesus ketika ia berkata kepada  Yusuf, “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka,” bukan dalam  dosa mereka (Matius 1:21). Kita memiliki seorang Juruselamat yang “sanggup  menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia.  Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda telah mendengar cerita  mengenai sebuah desa di bawah tebing dimana orang akan jatuh dari atas tebing  dan terluka. Oleh sebab itu para orang tua di desa tersebut membeli sebuah mobil  ambulance, namun apa yang seharusnya mereka lakukan adalah memasang pagar di  atas tebing. Yesus melebihi dari sekedar sebuah ambulance! Tetapi banyak orang  belum menyadari bahwa Dia adalah pagar di atas tebing. Dia adalah satu-satunya  Juruselamat, dan Dia adalah penyelamat yang sempurna dari dosa, bukan dalam dosa.  Ia tidak membutuhkan siapa pun untuk menolongNya. Tidak ada asisten penyelamat.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika seseorang ditobatkan, itu  tidak berarti ia tidak akan dicobai selamanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Daging atau wujud kita yang  bisa jatuh dan penuh dosa tidak akan dimusnahkan hingga Yesus kembali dan  memuliakan orang-orang kudus yang menungguNya. Hingga saat itu lah daging yang  penuh dosa dapat menjadi tanpa dosa. “Kita semuanya akan diubah, dalam sekejap  mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir” (1 Korintus 15:52).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sementara itu, kita masih  memiliki daging yang dapat jatuh dan penuh dosa yang perlu diatasi. “Sama  seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini” (1 Yohanes 4:17). Yesus berkata  kepada kita, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku  mengutus kamu,” tetapi pada saat yang bersamaan Dia memberikan jaminan kepada  murid-muridNya bahwa Roh Kudus yang sama yang tinggal bersama Dia dan yang telah  menyelamatkan Dia dari pencobaan akan tinggal bersama dengan kita: “Dan sesudah  berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terima lah Roh Kudus” (Yohanes  20:21,22).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah pemberian berharga  yang Yesus telah janjikan kepada semua orang yang percaya akan Dia. “Aku akan  minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,  supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran,…Penghibur, yaitu  Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan  mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang  telah Kukatakan kepadamu” (Yohanes 14:16, 17, 26). Oleh sebab itu Roh Kudus lah  yang merupakan Pendamping Kristus; Allah Bapa telah mengirim Roh Kudus sebagai  perwakilan pribadi Kristus. Jika Yesus hadir secara pribadi di sini, anda dan  saya tidak akan memiliki kesempatan untuk melihatNya, karena akan ada banyak  orang yang memadati kantorNya. Tetapi melalui Roh Kudus, Yesus sendiri akan  datang kepada masing-masing kita yang mau menerimaNya. Ia telah berjanji untuk  menjadi Penolong (Penghibur), yang berarti Ia duduk di samping kita dan tidak  pernah meninggalkan kita. Allah telah berjanji untuk memegang tangan kita,  menguatkan kita ketika kita akan tersandung dan jatuh (lihat Yesaya 41:10,13).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kerinduan manusia akan cinta  adalah kerinduan akan Kristus yang tidak disadari.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketika anda merasa telah  menemukan kebahagiaan dengan memandang wajah seseorang, apa yang dirindukan  dalam hati anda adalah melihat wajah Yesus tersenyum kepada anda. Jangan lah  kita dibingungkan dan disesatkan oleh cinta yang palsu.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa yang paling dirindukan oleh  hati kita adalah “kedamaian bersama Allah.” Mari kita memandang wajahNya yang  tersenyum, maka surga akan dimulai di bumi ini. Roh Kudus akan membimbing kita,  seolah-olah kita adalah murid-murid di sekolah, untuk menjadi bahagia di dalam  pernikahan yang kudus. Kita harus sering memohon ampun kepada sesama, dan  mengampuni orang lain, sama seperti kita menghargai pengampunan Yesus kepada  kita. Kebahagiaan berawal ketika suami dan istri mau berpegangan tangan satu  sama lain dan berlutut bersama dan berdoa bersama kepada Tuhan agar Tuhan  memberkati pernikahan mereka. Allah mau, dan Ia akan lakukan; doa yang Tuhan  paling berkenan untuk kabulkan adalah permintaan doa yang disepakati oleh suami  dan istri!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rumah tangga yang hancur tidak  hanya membawa kesedihan dan penderitaan kepada hati suami dan istri; tetapi juga  melukai Juruselamat. Nama baik Juruselamat terikat erat dengan kebahagiaan rumah  tangga kita. Ia yang menciptakan pernikahan! Kehancuran rumah tangga  mempermalukan Dia. Adalah Setan yang mengatakan kepada semua orang bahwa  pernikahan adalah tanpa harapan, adalah mustahil bagi dua insan untuk bersatu  padu, penciptaan pernikahan oleh Allah adalah suatu kesalahan, bahwa Dia telah  dikalahkan. Setiap saat sebuah rumah tangga hancur, satu suara berpihak pada  tuduhan Setan!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Saya ingin bahagia dan saya  ingin rumah tangga kami tidak terceraikan; tetapi pasangan sayalah yang  menghancurkan kebahagiaan kami!”</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hikmat berharga yang terkenal  didapati di dalam nasehat Paulus: “Karena suami yang tidak beriman itu  dikuduskan oleh isterinya (yang beriman) dan isteri yang tidak beriman itu  dikuduskan oleh suaminya (yang beriman);…Sebab bagaimanakah engkau mengetahui,  hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah  engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?  (1Korintus </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">7:14</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, 16). Sebuah mujizat? Ya, tentu; tetapi mujizat dari rahmat  lah yang Tuhan suka lakukan di akhir zaman ini dimana ada begitu banyak rumah  tangga yang diracuni oleh ketidaksetiaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menurut kalimat di atas, jika  pasangan yang beriman itu mengijinkan Roh Kudus memenuhi hatinya dengan  pengertian dan kerendahan hati dan iman, pasangan yang tidak beriman biasanya  dapat dituntun ke pertobatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Terimalah hukum ketujuh sebagai  sebuah jaminan: percaya bahwa Tuhan telah menuntun anda “keluar dari tirani  rumah tangga,” Ia telah membebaskan anda dari perbudakan dosa di “Mesir,”  percaya bahwa Ia telah menumpahkan darahNya yang berharga untuk menyelamatkan  anda, dan “jangan berzinah.” Jangan juga anda mendukung pasangan anda (atau  siapa pun) untuk berzinah! Kasih Kristus adalah lebih kuat daripada segala  kejahatan yang setan dapat datangkan ke dalam rumah tangga kita; Ia akan  mengubah anda sedemikian rupa dan melelehkan hati anda dari dalam sehingga  perubahan yang besar akan terjadi dalam diri anda hingga pasangan anda akan  jatuh cinta pada anda! (Lihat 1 Korintus 7:12-16).</span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pujilah Tuhan atas  berkat tersebut!</span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">&nbsp;</p>
<p style="margin:0 0 0.0001pt;">&nbsp;</p>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum ke-8</span></h1>
<h1 align="center"> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Bagaimana Orang Mencuri dan  Tidak Menyadari Bahwa Mereka Sedang Melakukannya</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Jangan mencuri” (Keluaran  20:15)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika anda tidak pernah mencuri sesuatu, mungkin anda lahir di  Mars, karena di bumi &#8220;Tidak ada yang benar, seorangpun tidak” (Roma </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3:10), dan semua anak laki-laki  dan perempuan dari Adam disini telah “jatuh ke bawah hukuman Allah” (ayat 19).  Kita semua memerlukan seorang Juruselamat! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum kedelapan dari Sepuluh Hukum Allah berbunyi, <strong>“Jangan  mencuri.”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyak orang melanggar hukum tersebut tanpa menyadarinya.  Mereka berpikir bahwa mustahil menuruti  hukum itu sepenuhnya. Tetapi, jika  dipahami dengan benar, hukum tersebut adalah sebuah jaminan akan keselamatan  dari mencuri, bukan sebuah larangan yang memberatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Alasan kenapa orang berpikir bahwa adalah mustahil untuk  menurutinya adalah karena mereka tidak memahami Supuluh Hukum yang Allah berikan  kepada kita di gunung Sinai. Mereka melupakan sebagian dari ucapan Allah pada  saat itu. Di pendahuluan Sepuluh </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum Ia berkata: “Akulah TUHAN,  Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Keluaran  20:1,2).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam kalimat  tersebut Ia telah memperkenalkan diriNya sebagai Juruselamat kita.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia telah  menyelesaikan sesuatu, Ia telah menyerahkan diriNya sebagai korban bagi kita;  bagi masing-masing kita Ia “telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut” (Yesaya  53:12). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Upah dosa ialah  maut” (Roma 6:23), tetapi Kristus telah mengambil “upah” tersebut pada diriNya,  dan telah menerima “upah” yang berupa maut bagi “semua manusia” (Ibrani 2:9).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di kalimat pembukaan Sepuluh Hukum yang berharga ini, Tuhan  tidak ingin kita beranggapan bahwa Dia baru mau  menjadi  Juruselamat kita kalau kita telah melakukan semuanya dengan benar dan tidak pernah  mencuri sepeser pun. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia ingin kita  melihat</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Dia</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> sebagaimana Ia  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">ada yaitu</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> “Juruselamat dunia” dan juga Juruselamat kita  (Yohanes 4:42).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jadi, ketika</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  kita ingat akan pendahuluan Sepuluh Hukum </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">bersama</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  dengan </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">isi </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kesepuluh  hukum tersebut, Ia mengatakan kepada kita, “Sekarang anda tidak akan pernah  mencuri. Tidak akan ada noda seperti itu dalam catatan  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">hidup </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">anda. Anda akan  menegakkan kepala dimana saja, dan selalu! Aku akan menyelamatkan kamu dari dosa  itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kabar Gembira yang  luar biasa!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mencuri adalah  dosa; tetapi malaikat yang berbicara dengan Yusuf tepat sebelum Yesus dilahirkan  menjanjikan, “Ia akan menyelamatkan umatNya <u>dari</u> (bukan dalam) dosa mereka”  (Matius 1:21). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bilamana  kita memikirkan tentang perintah ini, “Jangan mencuri,” bisa jadi kita  menghabiskan waktu merenungkan kembali segala macam cara yang dapat kita lakukan  untuk melanggar perintah tersebut, betapa mudahnya kita membawa diri ke dalam  kesalahan mencuri tanpa menyadari apa yang sedang kita lakukan. Ada ribuan cara!  Lebih baik, mari kita merenungkan kembali betapa besar keselamatan yang Kristus  berikan bagi  kita: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Akar dari  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> mencuri</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> adalah keinginan untuk memiliki sesuatu yang tidak Allah  berikan kepada kita.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ini adalah akar yang  akan dikeluarkan oleh Injil Kristus dari dalam hati kita. Roh Kudus segera  mengingatkan kita bahwa ketika Yesus berada bersama kita di dunia, Ia berkata,  “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak  mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Matius 8:20). Meskipun Ia adalah  seorang tukang bangunan yang ahli (Ia adalah seorang tukang kayu) Ia tidak  memiliki rumah, tidak ada perumahan; Ia tidak memiliki rekening di bank. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketika Ia  disalibkan, semua kekayaan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Nya</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> hanyalah pakaian yang dikenakanNya. Karena Ia  mengetahui kedamaian sejati, sehingga Ia dapat mengatakan dalam kebenaran,  “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun  seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada  kekayaannya itu” (Lukas 12:15).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Paulus mengetahui  kedamaian sejati yang sama ketika ia barkata bahwa “Segala sesuatu kuanggap  rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, …dan menganggapnya sampah,  supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:8). </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menurut ayat itu, hubungan  gelap kita yang tidak berkesudahan dengan materialisme sedang dicampakan ke  dalam tempat sampah. Tidak ada kesenangan dalam kerinduan akan kekayaan yang  berkelanjutan terus menerus. Oleh sebab itu, kita diberi semangat untuk membaca  Kabar Baik ini: “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan  besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak  dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1  Timotius 6:6-8).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kegagalan kita  untuk membayar pajak secara jujur kepada pemerintah adalah bentuk pencurian yang  diselamatkan oleh Kristus.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Yesus mengajar bagaimana membayar pajak secara jujur ketika Ia berkata,  “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar” (Matius  22:21). Ia sedang berbicara mengenai pemerintahan kekafiran Roma pada zamanNya!  Alasannya adalah karena Tuhan telah mengurapi berdirinya pemerintahan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasul Paulus yang terinspirasi  menerangkan mengapa: “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di  atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan  pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Oleh sebab itu siapa pun  yang menolak otoritas yang berkuasa (gagal membayar pajak secara jujur ) adalah  &#8220;menolak pengurapan Allah.” Dan Paulus melanjutkan dengan berkata bahwa mereka  yang tidak jujur terhadap pemerintah akan mendatangkan hukuman atas dirinya.  “Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya  jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah?  Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena  pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat,  takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah  adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Inilah sebabnya Paulus berkata  bahwa siapapun yang mengikuti Yesus dengan sungguh-sungguh, ia akan jujur  terhadap pemerintah “bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh  karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena  mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua  orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak,  cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang  berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.  Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu  saling mengasihi” (Roma 13:1-8).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>“Tetapi,” beberapa orang mengatakan, “pemerintah tidak jujur; politikus  mencuri harta negara; polisi menerima suap.”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semua ini mungkin benar, tetapi  firman Allah tetap benar di atas segalanya. Jika tidak ada pemerintahan,  masyarakat akan berada dalam anarkis, jiwa dan harta benda seseorang tidak akan  aman. Tuhan dapat menganugerahkan berkatNya kepada sebuah pemerintahan, atau Ia  dapat juga menahan berkatNya; secara lebih menyeluruh hal ini bergantung pada  kejujuran dasar dari rakyatnya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setiap bangsa sangat memerlukan  keberadaan sebuah gereja yang murni yang “memelihara hukum Allah dan memelihara  iman terhadap Yesus.” Seluruh populasi penduduk memperoleh keuntungan dari  hadirnya hamba Allah, meskipun jumlah mereka dalam proporsi yang kecil. Apakah  anda ingat bagaimana Allah berfirman Dia akan menghindarkan Sodom jika ditemukan  10 orang yang benar di dalamnya? Jangan lupa bahwa para politikus, pegawai  pemerintah- semuanya berasal dari orang-orang biasa. Kabar Baik yang berharga  dari Injil yang murni ini selalu mengangkat moril orang-orang. Tidak peduli  dimana dan negara mana anda tinggal, bersyukur kepada Allah untuk ukuran  kedamaian dan kemanan yang anda nikmati sekarang! Dan ketika anda membayar pajak  anda, layangkan doa untuk pemerintahanmu dan para aparatnya. Maka anda akan  menerima berkat!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seseorang yang menghargai keselamatan dalam Kristus juga mengembalikan  dengan sukacita perpuluhannya, atau sepersepuluh dari segala “kelimpahannya”  kepada Allah. </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Ketika Yesus berkata, “</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berikanlah  kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar,” Ia juga berkata,  “[Berikanlah] kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Matius  22:21). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Pertanyaan segera timbul, Kenapa kita harus memberikan sesuatu kepada Allah?  Jawabannya adalah, Dengan membayar perpuluhan kita tidak memberikan apapun  kepada Allah, kita hanya mengembalikan sepersepuluh dari apa yang telah Ia  berikan kepada kita, dan ini sebagai pengakuan bahwa segala kepemilikan kita  berasal dari Dia, “pencipta langit dan bumi” (Kejadian 14:19). Tuhan berkata,  “Akulah yang empunya seluruh bumi” (Keluaran 19:5) dan Ia mengklaim, “Punya  Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung” (Mazmur 50:10).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>Jika Allah memberikan sebuah hadiah untuk anda, bukankah berdosa jika  kita tidak mau mengakuinya?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Daud berdoa, “Mata sekalian  orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya;  Engkau yang membuka tanganMu dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup” (Mazmur  145:15,16) Ayat ini memberi gambaran bahwa Tuhan sedang berlutut dan membukakan  tanganNya bagi kita agar kita memakan dari tanganNya, sama seperti burung yang  memakan dari tangan anda. Bukankah seharusnya kita mengucapkan “Terima Kasih?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Membayar  perpuluhan kepada Allah sama seperti halnya kita mengucapkan, “Terima kasih, ya  Tuhan! Saya memilih untuk ‘ingat kepada Tuhan, Allah[ku], sebab Dialah yang  memberikan kepada[ku] kekuatan untuk memperoleh kekayaan’” (Ulangan 8:18).  Ketika kita lupa, kita menimpakan segala masalah pada diri kita sendiri. Oleh  sebab itu, adalah kemurahan dan ampun bagi kita ketika Tuhan berkata, “Haruslah  engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang  tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun” (Ulangan 14:22). “Demikian juga segala  persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari  buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan”  (Imamat 27:30).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>Tetapi apa yang Tuhan lakukan dengan perpuluhan ini, toh Dia sudah  memiliki semuanya?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jawabannya adalah:  Ia memberikan kepada hambaNya yang menghabiskan waktu mereka sepenuhnya untuk  mengabar Injil. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia  berkata, “Sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan  di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang  dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan” (Bilangan </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">18:21</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">). Dan rencana yang telah diberkati untuk mendukung pelayanan  yang kudus ini dibawa ke gereja Perjanjian Baru: “Demikian pula Tuhan telah  menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan  Injil itu” (1 Korintus </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> 9:14).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hal ini sangat serius dimana  jika kita lalai untuk mengembalikan sepersepuluh yang kudus kepadaNya, Ia  menganggap bahwa kita telah merampokNya: “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun  kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: &#8220;Dengan cara bagaimanakah kami menipu  Engkau?&#8221; Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! ” (Maleakhi  3:8).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt 0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita dapat membaca keseluruhan pasal untuk melihat bagaimana  Tuhan menjanjikan kekayaan sesaat jika kita “membawa seluruh persembahan  persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di  rumah-Ku” (ayat 10). Dan Tuhan memang memberkati! “</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada  yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa,  namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan” (Amsal  11:24, 25). Tetapi alasan mengapa kita memberi perpuluhan dan persembahan bukan  lah demi imbalan ekonomis tertentu – itu hanya akan menjadi “mementingkan diri  yang terselubung.” Alasan sesungguhnya adalah untuk menyatakan syukur kepadaNya  yang telah membawa kita keluar dari “perbudakan” rohani Mesir, dan yang telah  menyelamatkan kita untuk selama-lamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kabar Baiknya adalah Roh Kudus  akan senantiasa memotivasi kita untuk setia dalam mengembalikan perpuluhan dan  persembahan supaya kita dapat merasakan nikmatnya menjadi bebas! Belajar untuk  memberi tanpa mementingkan diri adalah sebuah mujizat bagi kita semua yang pada  dasarnya adalah makhluk egois!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perintah kedelapan adalah pertahanan abadi terhadap doktrin palsu yang  kadang-kadang muncul sebagai “Aliran komunis.” </span></strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyak orang yang jujur dan tulus telah berasumsi bahwa  komunisme adalah rencana terbaik untuk mencapai kesamaan di antara manusia. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi  ketika kita mempelajari Alkitab, kita menemukan bahwa Allah mengakui hak  kepemilikan pribadi. Yang disebut “komunisme” pada permulaan gereja ketika para  rasul “memiliki kepunyaan bersama” dan tidak ada yang berkata “bahwa sesuatu  dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri,” adalah suatu sikap berbagi (sharing)  secara sukarela pada saat mendesak. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sikap itu didorong oleh kasih persaudaraan (Kisah </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4:32-34). Bukan pemerintah  mengambil secara paksa kepemilikan seseorang dan diberikan kepada orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Petrus memberitahu Ananias dan  Safira bahwa Tuhan mengakui kepemilikan mereka (Kisah 5:4) karena Ia telah  memberikan manusia kuasa atas seluruh bumi. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tuhan telah  memberi manusia hak atas buah usahanya. “Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang  dengan makanan” (Amsal 28:19). Tuhan tidak memaksa orang itu untuk memberikan  kepada mereka yang tidak mengerjakan tanahnya, namun adalah benar Ia meminta  kita untuk membantu orang lain yang memerlukan bantuan dengan murah hati. Kasih  Kristus akan mengakhiri kemiskinan di seluruh dunia! Kasih Kristus akan  menyembuhkan kekejaman Kapitalisme dan Komunisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>Di dalam semua urusan bisnis, Tuhan mengajar umatNya agar bersikap jujur  sepenuhnya, dan juga bermurah hati. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">S</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">uatu  takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar”  adalah cara Allah berbisnis (lihat Lukas </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">6:38</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">). Norman Rockwell melukis sebuah lukisan yang terkenal,  lukisan dari seorang pedagang yang sedang menimbang daging pilihan pelanggan  perempuannya di atas sebuah timbangan. Ketika si pedagang sedang melihat ke atas  timbangannya ia dengan cerdik menekan ke bawah timbangannya dengan jari untuk  membuat barang belanjaan perempuan itu bertambah berat. Pada saat yang bersamaan  si pelanggan perempuan itu juga melihat ke atas timbangan, tetapi ia menekan ke atas timbangannya  dari bawah untuk membuat barang belanjaannya menjadi lebih ringan daripada yang  sesungguhnya supaya ia boleh membayar lebih sedikit dari harga belanjaan yang  sesungguhnya. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi Tuhan  berkata, “Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari  padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain” (Imamat 25:14).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">9.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span>Mengapa kita seringkali merasa khawatir  </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kalau-kalau </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">mendapat barang di bawah nilai  barang yang sesungguhnya?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Atau sama  khawatirnya </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">jangan sampai</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> menjual barang melebihi nilai barang yang sesungguhnya? </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengapa kita membual ketika  kita membeli sesuatu lebih rendah dari nilai barang yang sesungguhnya? “’  Pembeli selalu mengeluh tentang mahalnya harga. Tetapi setelah membeli, ia  bangga atas harga yang diperolehnya.”  (Amsal </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">20:14 BIS</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">). Alasannya? Pada dasarnya ini adalah ketidakpercayaan kita  yang mendalam- meragukan bahwa Allah akan memelihara kita dengan memberikan  semua yang kita butuhkan. Tidak ada miliyuner  yang akan menawar harga seikat  wortel karena dia tahu dia mampu membayarnya dengan harga berapapun. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita perlu ingat  bahwa karena kita adalah anak-anak Allah, maka kita adalah “miliyuner.” ”Segala  sesuatu adalah milikmu&#8230;.baik dunia hidup ataupun&#8230;..baik waktu sekarang,  maupun waktu yang akan datang- semuanya kamu punya. Dan kamu adalah milik  Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” (1 Korintus 3:21-23).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">10.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Berjudi, baik legal maupun tidak legal, adalah pelanggaran hukum kedelapan.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika jutaan manusia  masing-masing membayar satu dolar ke lotere dan kemudian seseorang yang  “beruntung” memenangkan jackpot, itu bukan uangnya – di pandangan Allah. Uang  tersebut sesungguhnya adalah milik orang lain dan kita seharusnya tidak tergoda  untuk mengambil bagian dalam uang itu. Berjudi bukan “olahraga”, melainkan sifat  mementingkan diri yang tidak terkendali atau liar. Hanya ada segelintir orang  yang memenangkan jackpots sementara orang banyak sering kehilangan tabungan  hidup dan penghasilannya yang dibutuhkan oleh keluarga mereka untuk makanan dan  tempat tinggal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada daya pikat yang fatal dalam  judi yang mengatakan kepada korban mengenai obsesi ini, “Hanya masukkan beberapa  dolar dan mungkin anda akan menang.” Jadi secara terus-menerus si korban dari  penipuan ini membayar dan membayar hingga akhirnya ia tertekan. Tragedi dari  judi adalah mengenaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mungkin boleh dikatakan bahwa  jika para korban tidak menggunakan akal sehatnya, maka itu adalah kesalahan  mereka; mereka seharusnya lebih tahu. Tetapi masalahnya adalah judi telah  menjadi candu yang setara dengan alkohol atau heroin. Pecandu judi sampai pada  titik dimana mereka tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. Seperti sedang  mengejar akan sesuatu yang bukan milik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada kelepasan yang mulia di  dalam hukum kedelapan yang merupakan jaminan kita tidak akan terbawa ke dalam  dosa pelanggarannya. Roh Kudus meletakkan dalam hati orang percaya sebuah  kebencian untuk mengambil apa pun yang bukan milik kita. Sekali lagi ini adalah  mujizat kasih anugerah! Kasih akan memotivasi kita untuk membantu pencandu  alkohol  tidak minum-minum, meskipun ia adalah pecandu; kasih juga akan memotivasi kita  untuk membantu pecandu apa pun yang telah kehilangan kuasa pengendalian diri  yang diberikan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">11.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mungkin  pencuri yang paling terkenal sepanjang sejarah adalah salah satu di antara 12  murid Yesus – Yudas Iskariot.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Yohanes memberitahukan kepada kita bahwa Yudas adalah bendahara di antara  murid-murid Yesus dan secara diam-diam ia menggunakan uang perbendaharaan untuk  kepentingannya sendiri. Hatinya selalu mengingini milik orang lain; dan ini yang  akhirnya mendorong dia untuk mengkhianati Anak Manusia (Yohanes 12:6).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Roh Kudus meninggalkan kisah  Yudas dalam catatan agar kita belajar sebuah pelajaran Kabar Baik. Setelah ia  dibayar “tiga puluh keping perak” (harga seorang budak!), ia begitu menderita  atas apa yang telah ia lakukan sehingga ia pergi ke Dewan Sanhedrin dan  melemparkan uang perak itu ke lantai lalu pergi dari situ dan menggantung diri.  Sekarang ia membenci uang haram yang bukan haknya sejak semula!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah kita begitu berbelas kasihan kepada kita: Roh Kudus-Nya  akan mengajar kita sekarang, sebelum terlambat, untuk belajar membenci apa pun  yang bukan hak milik kita. Beginilah caranya Ia akan memelihara berkat yang  telah dijanjikan yang terdapat di dalam hukum kedelapan – “Jangan mencuri.” Ia  menyelamatkan kita dari dosa yang menghancurkan Yudas Iskariot. Itu adalah  sesuatu yang patut disyukuri hingga kekekalan! Berterima kasih kepada Allah atas  seorang Juruselamat yang indah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:18pt;font-family:Times;color:#333333;">Hukum ke-9</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;color:#333333;">Keselamatan dari Dosa Yang Telah  Diperbuat Setiap Orang.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:14.4pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">“Janganlah engkau  mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.” Keluaran 20:16</span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:14.4pt;" align="center"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dua dari Ke Sepuluh Hukum berbicara tentang  bagaimana kita mempergunakan lidah kita, yaitu : Hukum ketiga mengatakan jika  kita percaya akan Kabar Baik tentang Yesus Kristus kita tidak akan berbuat salah  dengan menyebut nama Tuhan dengan sia-sia, dan hukum ke sembilan akan menjadi  jaminan yang indah bagi mereka yang mengerti dan percaya betapa baiknya Kabar  Baik itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">“Janganlah engkau mengucapkan saksi  dusta” </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Keseluruhan Alkitab, baik Perjanjian Lama  maupun Baru, bila dimengerti dengan baik, adalah Kabar Baik, bukan Kabar Buruk.  Tuhan bukanlah Pemberi Hukum yang kejam yang menekan kita lewat sekumpulan  peraturan yang mustahil untuk dipatuhi, dengan ancaman hukuman mati terbayang di  benak kita, Dia justru adalah Penyelamat agar kita terhindar dari melanggar  peraturan-peraturan tersebut. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dia ingin agar kita terhindari dari kematian,  Dia telah bertujuan agar setiap manusia dapat menikmati hidup kekal, karena  “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang  menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan  kebenaran”  (I Timotius 2: 3,4). Kristus telah bersedia untuk menjadi  “Juruselamat <em>semua manusia</em>,” menurut I Timotius 4:10, “terutama untuk  mereka yang percaya”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ketika Allah Bapa mengirim Yesus Kristus ke  dunia ini, Dia memberikan Yesus tugas khusus – turun ke dunia yang terhilang dan <em>menyelamatkannya</em>. Yesus berkata, “[Aku datang] untuk menyelamatkan dunia  ini” (Yohanes </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">12:47</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">). Dia bukannya mencoba menemukan cara agar  kita tidak bisa ke surga, justru sebaliknya, Dia sedang berusaha  untuk  mempersiapkan  kita agar masuk ke dalamnya. Allah “telah memilih kita sebelum  dunia dijadikan, …. telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk  menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (Efesus 1: 4,5).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “Tapi bukankah akan ada penghakiman  yang mengerikan ketika kita semua diperiksa dengan ketat menurut Hukum Allah?”</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ya, tetapi ‘jika seorang berbuat dosa, kita  mempunyai seorang pengantara [seorang pengacara yang membela!] pada Bapa, yaitu  Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita” ( I  Yohanes 2 : 1,2).  Dan agar pembaca tidak merasa kuatir kalau-kalau Sang  Pengacara Agung ini tidak membela kasus mereka masing-masing, maka Yohanes  manambahkan “dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh  dunia”  Dia telah siap menjadi Pembela-mu.jika engkau tidak menolak-Nya.  Beberapa terdakwa dalam persidangan ada yang memecat pengacara mereka dan  mengalami kekalahan dalam kasus mereka..Jangan memecat Yesus!  Biarkan Dia  memgang kasus anda.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Yesus telah menjadi Pemimpin yang baru dari  seluruh umat manusia. Dia memecat Adam, pemimpin pertama kita yang telah membawa  kita ke dalam dosa, dan telah menggantikan posisi Adam.Sehingga engkau dan saya, kita  semua telah mempunyai  hak kesulungan di dalam Dia, sama seperti Esau putra Isak telah mempunyai hal  kesulungan yang diberikan padanya. Tidak seorang pun di surga ataupun di dunia  yang dapat mencabut hak kesulungan Esau kecuali tindakan Esau sendiri yang  membuangnya. Ketika ia menjualnya untuk  memuaskan rasa laparnya, kita membaca,  “Esau memandang ringan hak kesulungannya” (Kejadian 25:34).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Paulus mengamarkan  kita, “Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang  rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.” (Ibrani  12:16). Bukankah akan menyakitkan hati bila pada penghakiman terakhir ketika  kita berdiri di hadapan Tahta Putih Allah yang agung, menyadari bahwa Dia  sebenarnya telah memberikan kita hadiah hidup kekal seperti Dia memberikannya  pada Esau, tetapi kita menjualnya untuk sekedar harta dunia! Untuk menyelamatkan  kita dari kepedihan akhir tersebut, saat ini Dia mengirimkan pesanNya melalui  firmanNya yang menjadi  Kabar yang Sangat Baik. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Melanggar hukum yang ke-sembilan adalah  suatu dosa yang akan mengakibatkan banyak orang kehilangan jiwa mereka; tetapi  tersedia jalan keselamatan untuk terhindar dari dosa tersebut.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ketika Allah berkata, “Janganlah mengucapkan  saksi dusta,” Dia bermaksud bahwa kita tidak akan mengucapkan sedikitpun  kebohongan, tidak pernah memberikan kesan yang salah bahkan meski hanya lewat  anggukan kepala kita. Hukum itu juga melarang bergosip, termasuk merusak  reputasi seseorang dengan berdiam diri pada saat orang tersebut menghadapi  tuduhan – padahal kita mengetahui sesuatu yang baik yang seharusnya kita katakan.  Kita dapat “mengucapkan saksi dusta” cukup hanya dengan berdiam diri pada saat  seharusnya kita dapat berbicara untuk menyelamatkan reputasi seseorang.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Perintah ini menjadi jaminan bahwa kita  mempunyai Juru Selamat yang akan menyelamatkan kita dari pelanggaran tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kita harus “berkata benar seorang kepada yang  lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu  gerbangmu” (Zakaria </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">8:16). Semua dosa  bersaksi dusta sebenarnya berasal dari Setan “Ia adalah pembunuh manusia sejak  semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.  Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah  pendusta dan bapa segala dusta” (Yohanes 8:44). “Orang yang dusta bibirnya  adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya” (Amsal  12:22). “Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang  menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” (19:5). Kita baca bahwa  Allah sebenarnya membenci “lidah dusta, …hati yang membuat rencana-rencana yang  jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang  menyembur-nyemburkan kebohongan” (</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">6 : 17</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">-19). Tetapi ingat, meskipun Allah membenci  dusta, Alkitab memberikan jaminan pada kita bahwa Dia mengasihi para pendusta,  dan mencari mereka untuk menyelamatkan mereka dari berbuat dusta.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">  sejumlah orang yang tulus sedang bersaksi dusta namun mereka tidak menyadari apa  yang mereka lakukan tersebut.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Mereka termasuk diantara sejumlah orang yang  Yesus doakan ketika Ia disalib, “Yesus berkata: &#8220;Ya Bapa, ampunilah mereka,  sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.&#8221; (Lukas 23:34). Kadang-kadang  orang tua mengajarkan anak-anak mereka untuk berbohong. Tapi Allah tetap  mengasihi mereka dan berusaha menyadarkan mereka. Beberapa orang mengalami “buta  warna”, sehingga mereka tak dapat membedakan lampu merah dan lampu hijau, dan  akibatnya mengalami kecelakaan. Allah berbelas kasihan kepada orang-orang  semacam itu, tetapi terlebih dari itu Dia telah menjanjikan untuk memberikan Roh  Kudus kepada mereka yang tidak tahu membedakan mana yang benar dan mana yang  salah. Dia ingin menjadi Guru mereka. Kiranya mereka mau mendengarkan Dia!. Pada  hari Penghakiman, kelalaian terdahap kebenaran tidak dapat dibiarkan. Puji Tuhan,  sekarang kita memiliki kesempatan lain untuk belajar, ‘pergi bersekolah” dengan  Yesus sebagai Guru kita. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dalam dua pasal terakhir dari Alkitab kita  mendapatkan tiga buah peringatan/amaran yang memberitahukan kita bahwa “setiap  orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya” tidak akan dapat memasuki  kerajaan kekekalan (Wahyu </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">22:15). Buku-buku  dan film-film yang menceritakan kebohongan sangat “disukai” oleh mereka yang  tidak berdamai dengan Allah. Jadi kita lihat bahwa masalah yang serius bukan  hanya “<em>melakukan</em> suatu kebohongan”, tetapi juga sama seriusnya adalah “<em>menyukai</em>  suatu kebohongan”. Jauh sebelum bibir kita mengatakan dusta, jika hati kita  tidak jujur, kita sudah berdosa. “Tuhan, …siapa yang boleh diam di gunung-Mu  yang kudus? Yaitu dia …yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya” (Mazmur  15: 1,2). “Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat  adalah orang bebal.” (Amsal 10:18). Dengan kata lain, kita dapat tersenyum pada  orang lain, menepuk punggungnya, menjabat tangannya, namun “menyembunyikan”  kebencian terhadapnya di dalam hati kita, semua ini telah melanggar hukum ke  sembilan.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Perhatikanlah hal ini : tidaklah mungkin  bagi kita yang hidup untuk mematuhi hukum ke sembilan kecuali kita sudah  benar-benar bertobat dari dasar hati kita. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Iri hati terhadap seseorang yang lebih menawan  atau lebih baik dari kita, bahkan keinginan untuk melihat orang tersebut jatuh  – semua ini terjadi sebelum suatu perkataan diucapkan! Dan kita semua tahu   bagaimana dalamnya masalah ini di dalam hati kita. Sungguh benar apa yang Roma  3:10 katakan, &#8220;Tidak ada yang benar, seorang pun tidak”. Untuk itulah kita perlu  berdoa ”Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku” (Mazmur  141:3). “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah  pikiran-pikiranku” (Mazmur 139: 23, 24). Kita tidak mau apa yang Mazmur 140:4  terjadi pada diri kita, hal yang sebenarnya  terdapat pada setiap manusia secara  alamiah “bisa ular senduk …ada di bawah bibirnya!” Oh, kita sungguh pelu Juru  Selamat! Dan sekali lagi syukur pada Tuhan, kita punya Seorang Juru Selamat!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dapatkan kita bersaksi dusta dengan  mengucapkan sesuatu yang menyenangkan orang lain ?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ya, jika kita berbicara dengan maksud menjilat.  Memuji wajah seseorang dan kemudian mentertawakan dia di belakangnya adalah  telah bersaksi dusta. “Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di  depan kakinya” (Amsal 29:5). Daud menceritakan kesengsaraan yang dialaminya.  “Mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya  lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.” (Mazmur  55:22). Kita tidak menyadari betapa masalah ini berakar di dalam diri kita.  Sangat mudah mengucapkan “Selamat pagi!” kepada seseorang meskipun di dalam hati  kita berharap dia mendapatkan balasan yang sepatutnya dia peroleh! Hukum ke  sembilan memanggil kita untuk bersikap jujur dengan sepenuhnya dalam hubungan  kita dengan orang lain. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “Tetapi jika anda mengetahui seseorang sedang  melakukan kesalahan, bagaimana anda dapat bersikap jujur dan menyenangkan pada  saat yang sama ?” Anda dapat berdoa untuk orang itu seperti yang Yesus lakukan  untuk orang-orang jahat yang menyalibkan Dia, Ya bapa, ampunilah mereka, karena  mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Hal itu tidak akan menobatkan  seseorang, kecuali jika ada kasih Kristus di hati anda. Jika kasih itu ada di  sana, maka Roh Kudus akan mengajarkan dengan tepat apa yang harus anda lakukan  untuk bisa tetap jujur namun juga penuh kasih terhadap orang tersebut. Anda bisa  menolong orang itu, tetapi jika tidak pun, anda akan merasa bahagia, karena hati  nurani anda bersih. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Lidah adalah alat yang seringkali  digunakan untuk melanggar hukum ke sembilan. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Amsal </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">10:19 berkata,  “:Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya,  akan diketahui” “Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu  lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, … biarlah perkataanmu  sedikit” (Pengkhotbah 5;1). </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Jika kita merasa betapa mudahnya kita tergoda  untuk memperdaya, kita dapat ingat nasihat yang baik yang diberikan oleh rasul  Yakobus yang akan menyelamatkan kita dari kekacauan hidup kita. “Barangsiapa  tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga  mengendalikan seluruh tubuhnya… kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan  oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut  kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh,….  Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.  Lidah  pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan …ia sendiri dinyalakan oleh  api neraka” (Yakobus 3: 2-6). Korek api bisa digunakan untuk hal yang baik atau  buruk, tergantung keinginan dan hati dari orang yang menggunakannya!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Sesungguhnya terdapat Berita Baik untuk kita  semua. Hukum ke sembilan menjadi suatu jaminan bagi mereka yang percaya kepada  Pembukaan dari Sepuluh Hukum yang menyatakan, Tuhan Allah-mu” telah membawa  engkau keluar dari “rumah perbudakan” ini, yang mana di dalamnya termasuk  kebiasaan-kebiasaan buruk yang bertentangan dengan hukum ke-sembilan, meski itu  sudah tertanam dalam diri kita. Dia menyelamatkan lidah karena Dia pertama kali  menyelamatkan hati!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kristus datang ke dunia ini dan mengenakan  sifat alamiah kita yang berdosa pada sifat alamiah diri-Nya yang tidak berdosa,  Dia hidup seperti kita hidup di dunia dan masyarakat yang jahat, dan selalu  mengatakan “Tidak!” pada godaan untuk berbohong atau bahkan memberikan kesan  yang salah pada orang lain. Dia menemukan sumber dosa kita yang sebenarnya dan  mengalahkannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum  Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan  mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai  dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging” (Roma  8:3). Dan untuk apa Dia melakukan hal yang begitu indah ini ? Ayat 4 memberitahu  kita, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup  menurut daging, tetapi menurut Roh.” (ayat 4).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dalam istilah yang sederhana, hal ini  mempunyai arti yang sama dengan Pembukaan dari Sepuluh Hukum :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Dia telah membawa kita “keluar dari tanah Mesir,  rumah perbudakan!” Anda dan saya tidak perlu terperdaya lagi. Dia telah berjanji  untuk membuat kita menjadi jujur dari dasar hati kita yang terdalam, dari dalam  ke arah luar. Suatu berkat yang sangat berharga!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Tetapi ada yang berkata, “Adalah sukar untuk  selalu jujur terus menerus! Kita hidup di suatu dunia yang penuh dengan penipuan,  dan anda harus berkompromi atau anda tidak akan dapat maju! Bagaimana mungkin  saya menjadi berbeda?” Jawabannya adalah  &#8211; Yesus Sendiri yang akan membuatnya.  Dia pernah hidup di dunia yang sama, dalam budaya yang penuh penipuan. Yesus  bisa menghindari diri-Nya dari hukuman jika pada akhirnya Dia mau berdiam diri  ketika Imam Besar menuntut jawaban dari-Nya “Katakan pada kami, apakah Engkau  Anak Allah?” Yesus harus memberikan jawaban yang benar, dan harga yang harus  dibayarNya adalah hidup-Nya sendiri melalui penyaliban. Tetapi dengan melakukan  itu Dia mendapatkan hak menjadi Juru Selamat kita!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kepada mereka yang menganggap kejujuran sebagai  hal yang penting, bersikap jujur terus menerus adalah salah satu berkat yang  paling berharga. Tidak ada dari kita yang menerima sifat seperti itu secara  lamiah dari keturunan atau DNA, kita harus “belajar” dari Yesus. Sifat seperti  itu adalah pemberian semata melalui  anugrah-Nya, yang diambil dari surga. “  Sisa </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> Israel … tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut  mereka tidak akan terdapat lidah penipu” (Zefanya 3:13). Pencapaian yang  demikian menakjubkan akan membuat Setan sangat marah, karena dia percaya bahwa  tidaklah mungkin bagi setiap mahluk hidup untuk menjadi benar-benar jujur.  Jangan percaya apa yang dia minta anda untuk percaya!.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kitab Wahyu menggambarkan orang-orang yang pada  akhir zaman mengijinkan Roh Kudus untuk membentuk mereka, mengajar dan melatih  mereka, untuk menjadi seperti Kristus dalam sifat mereka. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “Aku melihat,” Kata Yohanes, “sesungguhnya,  Anak Domba berdiri di bukit Sion [simbol dari gereja] dan bersama-sama dengan  Dia seratus empat puluh empat ribu orang … Mereka adalah orang-orang yang  mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. ..Dan di dalam mulut mereka  tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela di hadapan tahta Allah” (Wahyu 14:  1-5). Kita tidak dapat membuang bagian manapun dari firman Tuhan. Telah tertulis  di sini untuk kita percayai. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ini adalah <em>kelompok orang</em> yang berbeda  dari orang-orang lain sepanjang zaman, karena “mereka menyanyikan nyanyian baru  di hadapan tahta”. <em>Nyanyian baru</em> berarti suatu <em>pengalaman baru</em>,  dan suatu pengalaman baru berarti mereka telah mendengar dan  menerima <em>pesan  yang baru</em>, proklamasi yang segar dari “firman yang kekal”, yang dengan indah  telah menggenapi apa yang harus dicapainya. Ya, “karena Injil adalah kekuatan  Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” (Roma </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">1:16</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Tapi ada proklamasi yang lebih jelas dari  firman tersebut! Luther, Calvin dan para Reformator abad 16 melihat terang yang  besar ini dan mereka menjadi berkat bagi dunia. Tetapi pada hari-hari akhir ini  dimana kita hidup, pada jaman dimana pesan dari tiga malaikat dalam Wahyu 14  disampaikan dan salah satu pesan dibawa oleh malaikat ke ermpat pada pasal 18 –  “firman yang tak berkesudahan” itu sekarang semakin diungkapkan dengan melimpah.  Tujuannya bukan hanya sekedar menyiapkan manusia untuk kematian, tetapi untuk  menyiapkan seluruh tubuh Kristus untuk diubahkan tanpa mengalami kematian.  Sayangnya, beberapa orang akan menolak pekabaran di akhir zaman ini sebagai  pekabaran dari Kristus, Imam Besar kita, tetapi akan ada banyak orang yang akan  mengagungkan Dia dengan mengijinkan Roh Kudus bekerja di hati mereka. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;"> “Tapi orang-orang ini adalah pendosa  secara alamiahnya, sama seperti anda dan saya.”</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Ya betul, tapi orang-orang tersebut telah  mengijinkan Yesus untuk menyelamatkan mereka dari melakukan dosa untuk  seterusnya.. Mereka tidak mempunyai pengalaman yang lebih, pendidikan yang lebih  atau kelebihan-kelebihan lain dari orang lainnya, mereka hanya telah <em>melihat</em>  sesuatu, <em>memahami</em> sesuatu, yang orang-orang dari zaman lampau tidak dapat  melihatnya. Paulus mendoakan kita ketika berkata,  “Itulah sebabnya aku sujud  kepada Bapa, … Aku berdoa supaya oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan  kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.[agape], .. supaya kamu bersama-sama  dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan  tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia  melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh  kepenuhan Allah” (Efesus </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">3: 14</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">-19).  Itu berarti, bersiap untuk kemuliaan dari kedatangan Yesus yang kedua!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Saat ini ada tiga malaikat yang pergi ke setiap  penjuru dunia ini, menyerukan pesan yang sangat berharga ini. Segera akan  menyusul malaikat yang ke empat, dan akan ada Suara dari langit yang ditujukan  pada setiap penduduk dunia, “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya [Babilon]  supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan  turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18:4).</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Suara itu berbicara pada anda!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:14.4pt;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Suara itu menceritakan Kabar baik bahwa Kristus  telah menyelamatkan anda dari melanggar hukum yang ke-sembilan! Anda dapat  menjadi manusia baru, anda tidak perlu tinggal di “Mesir” yang usang dan gelap,  karena Dia telah membebaskan anda!. Pintu penjara kini telah terbuka,  berjalanlah menuju sinar matahari!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum ke-10</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Hukum yang Membangunkan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> <span style="font-size:20pt;font-family:Arial;">Setiap Orang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Jangan mengingini  …….apapun yang dipunyai sesamamu.&#8221; (Keluaran 20:17  )</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sepuluh Hukum  adalah Kabar Baik tentang apa yang Juruselamat lakukan.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebagian besar  orang melihat Sepuluh Hukum sebagai peraturan keras yang tidak mungkin dituruti,  meskipun demikian Allah memberikannya pada umat-Nya di Gunung Sinai sebagai  sepuluh pesan mulia dari Kabar Baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah berfirman,  “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana  Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“ (Keluaran 19:4).  Pikirkan bayi elang yang berusaha belajar terbang; bayangkan itu adalah anda.  Anda mengepakkan sayap secara panik dalam ketakutan sewaktu anda melihat dasar  tanah semakin mendekat; kemudian datanglah sang ibu dengan sayapnya yang  terkembang gagah di bawahmu. Dia terbang di bawahmu dan membawamu pulang dengan  aman. Inilah yang Juruselamat lakukan untuk setiap manusia yang bersedia  membiarkan-Nya melakukan hal itu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Itulah arti dari kata “succor” dalam Ibrani 2:18 : “Sebab  oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat <em> menolong (succour)</em> mereka yang dicobai.” Ya, dosa telah menghancurkanmu;  anda akan jatuh; tetapi inilah Aku, Aku telah membayar harga untuk menebusmu.  Percayalah kepadaKu, dan Aku meyakinkanmu bahwa kamu tidak akan pernah melakukan  perbuatan jahat yang telah diperingatkan oleh Sepuluh Hukum untuk kamu lawan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Orang-Orang perlu  tahu hal ini!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jutaan orang  tertangkap seperti seekor lalat di sarang laba-laba dalam keputusasaan, berpikir  bahwa tidaklah mungkin mengalahkan godaan untuk berdosa. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mereka perlu tahu kebenaran tentang Penyelamat ini yang telah  membawa kita keluar dari perbudakan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum ke-sepuluh adalah yang terkuat dari seluruh Sepuluh  Hukum, hukum yang membidik tepat ke tingkat paling sensitif dari kesadaran kita.  Dikatakan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Jangan  mengingini …….” apapun atau siapapun yang dipunyai sesamamu.&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk memperjelas hal ini, Allah menjelaskan beberapa hal  yang kita tidak boleh “ingini.” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Kata itu berarti  berhasrat, mau memiliki, mau menikmati apa yang bukan milik kita). Ide tersebut  merangkum keseluruhan dari sembilan hukum yang lain, tapi menuju ke akar  masalahnya – hasrat yang membakar jauh di dalam hati jauh sebelum sesuatu  diucapkan atau dilakukan untuk mengungkapkannya. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketamakan adalah ”<strong>tindakan dalam sebuah telur</strong>.” Orang  yang tamak adalah seorang pencuri <em>di dalam</em> rumah; seorang pencuri adalah  seorang yang tamak <em>di luar</em> rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebagai contoh, hukum ke-10 mengatakan, “Jangan mengingini….istri  sesamamu.” (bisa saja sama halnya dengan mengatakan, “suami sesamamu”). Hal ini  berbicara tentang berahi yang tertanam jauh di dalam hati dimana tidak ada orang  lain yang bisa melihat atau menebaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus mengerti hukum ke-10 ini ketika Dia mendefinisikan apa  itu perzinahan yang sebenarnya atau persetubuhan di luar nikah: “Kamu telah  mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang  yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di  dalam hatinya.” (Matius 5:27,28). Itulah inti dari pornografi. Itulah ketamakan  (menginginkan milik orang lain)!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Wow! Tidak ada kata yang terucap, tidak ada tindakan yang  dilakukan; seluruhnya rahasia; “wanita” (atau pria) itu bahkan tidak tahu apa  yang ada di hatimu; meskipun demikian, menurut Yesus, dosa telah dilakukan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyak orang “baik-baik” membayangkan bahwa mereka bukan  pelanggar hukum Allah yang jujur karena tindakan mereka (mereka pikir) adalah  baik. Mereka membual tentang “kebenaran” mereka. Tetapi hukum ke-10 ini adalah  hukum yang membangunkan mereka pada kebenaran tentang diri mereka sendiri.  Mereka belum pernah melihat itu sebelumnya, tetapi ada kanker jauh di dalam hati  mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saulus dari </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tarsus adalah seorang yang  demikian sebelum dia menjadi Paulus sang rasul.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah memberitahu kita bahwa “tentang kegiatan aku penganiaya  jemaat, …….tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat, aku tidak bercacat” (Filipi  3:5,6). Dia bukan hanya baik-baik saja, tetapi bangga karenanya. Tetapi suatu  hari dia menemukan hukum ke-10 ini. Hukum ini sudah ada di </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sana jauh sebelumnya, dia hanya  tidak melihatnya. Ini bukanlah seperti sebuah kapak yang memotong rubuh sebuah  pohon atau beberapa dahan terlepas daripadanya; ini adalah seperti menggali  keluar akarnya sendiri. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ya, kerinduan  rahasia itu, berahi itu berada jauh di dalam hatinya! </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kanker itu berada di </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sana</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">! Dia tidak pernah melihatnya sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasul Paulus memberitahu kita hasil penemuannya:  ”Dahulu aku  hidup tanpa hukum Taurat. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Akan tetapi  sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah  yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada  kematian.” </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Roma  7:9,10). Tiba-tiba saya menemukan diri saya sendiri terhukum, katanya. Semua  khayalan diri saya hilang; Saya  adalah seorang pendosa! Pada akhirnya saya  melihat diri saya sendiri berdiri telanjang di hadapan penghakiman Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Karena aku juga  tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: &#8220;Jangan  mengingini (hukum ke-10!)&#8221; </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(ayat 7). Akhirnya Saulus dari </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tarsus</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  disadarkan dan ditobatkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hasilnya adalah dia berlutut dan mengakui dirinya sebagai  orang berdosa yang membutuhkan kemurahan Allah. Dia membaca kembali mazmur  penyesalan dari Daud, karena perzinahannya dengan Batsyeba, dan pembunuhan  suaminya, Uria orang Het. “Ya Allah, Aku pikir aku baik-bak saja sementara  hatiku keras dan bangga karena tindakan luarku terlihat ‘benar’. Sekarang aku  melihat dosa Daus sebagai dosaku; Aku tidak lebih baik dari dia. Ampuni aku, dan  sucikan hatiku!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penemuan Paulus adalah penemuan setiap pria dan wanita juga.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita menjalani hidup dipenuhi dengan diri kita sendiri,  merasa secara rohani bahwa kita “kaya, telah memperkaya diri dan tidak  kekurangan apa-apa,” sementara secara tidak disadari dalam pandangan Surga kita  “melarat, malang, miskin, buta dan telanjang” (Wahyu 3:17).  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Dosa…..yang ada di dalam aku&#8230;&#8230;..Di dalam aku, yaitu di  dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang  ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang  aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku  kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Dosa…….. yang diam di dalam aku……..Aku  melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku  menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku,  manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma  7:17-24)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di sinilah Paulus berdoa dengan segenap perasaan dan air mata,  seperti Daud yang berdoa ”Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,  basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar  kegirangan dan sukacita, ……….Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,  hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan  perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari  hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah  kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku  dengan roh yang rela!” (Mazmur 51:7-12). Doa seperti itu tidak akan pernah tidak  dijawab!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penemuan kebenaran ini adalah sebuah pengalaman yang berharga.  Tidak ada yang harus dihindari, tetapi disambut. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kehidupan kekal  dimulai ketika kita melihat dan mengakui kebenaran itu. Bahkan para pendeta,  gembala jemaat, dan rasul – semuanya berada dalam kondisi yang sama. Kita semua  membutuhkan Seseorang yang ”akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa  mereka,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Imanuel&#8221; &#8211;yang berarti: Allah menyertai kita.” (Matius  1:21,23).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum ke-10  mengkhotbahkan Injil kepada kita – ketika hal itu dimengerti sebagai sebuah  jaminan di bawah Perjanjian Baru. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berjanji untuk memelihara hukum  Allah tidak membawa kebaikan apa-apa bagi kita. Janji kita kepada Allah seperti  sejerat pasir. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yang penting  adalah percaya apa janji Allah bagi kita: “Jangan mengingini.” Dengan kata lain,  Sang Juruselamat mengatakan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku  akan mengambil alih nafsu egois yang ada di dalam hatimu;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku  akan membersihkan pikiranmu;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku  akan membebaskanmu dari perbudakan perzinahan atau apapun bentuk keinginan  berahi;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aku  tidak dapat membuatmu tidak mungkin dicobai, tetapi aku dapat memberikanmu kasih  karunia yang akan ”mengajarimu untuk berkata ”Tidak” terhadap hasrat yang tidak  suci dan duniawi, dan untuk menghidupkan pengendalian diri, kehidupan yang suci  dan jujur di zaman sekarang ini” (Titus 2:11,12)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang pria muda  menulis surat kepada kami.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia terganggu, khawatir. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Ini adalah  masalahku siang dan malam, memikirkan tentang wanita. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya melihat mereka setiap  waktu dalam mata pikiran saya. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya tidak dapat  menoleh ke arah lain saat saya menatap seorang wanita. Masalah itu turun jauh ke  dalam diriku, sampai ke bawah jari kaki. Apa yang dapat saya lakukan? Saya  menyadari bahwa Yesus berkata semuanya ada di dalam hati; dan saya tahu di  situlah tempatnya! Tolong saya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seringkali seseorang adalah budak dari pornografi yang  dibencinya. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia sama seperti  kebiasaan dalam kerajaan Romawi kuno – seorang pembunuh dirantai ke mayat korban  pembunuhannya. Paulus berseru, ”Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh  maut ini?  &#8230;&#8230;&#8230;.Dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.” </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Roma 7: 24,25). </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda membawa  polusi itu di sekitar anda, terantai kepada anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi ada Kabar Baik yang kokoh. Paulus mengakui bahwa  dengan sekedar mengutip hukum baginya tidak menolong apa-apa. “Perintah yang  seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.  Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh  perintah itu ia membunuh aku.” (Roma 7: 10,11).  Anda dapat berkhotbah tentang  api dan belerang neraka dan menakutkan orang-orang, tapi hal itu tidak merubah  hati. Ketakutan bukanlah motivasi yang berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi Paulus menjelaskan sesuatu yang berhasil: “Roh, yang  memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum  maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya  oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri  dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah  menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat  digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.”  (Roma 8:2-4) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mari kita analisa apa yang dikatakannya, karena ini adalah  kebenaran yang ”paling berharga” :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum ke-10  tidak bisa menyelamatkan siapapun (tidak ada satu hukumpun yang dapat  menyelamatkan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tetapi Allah mengirimkan Anak-Nya untuk memecahkan masalah paling  mendasar kita, turun ke bawah jari kaki dosa. </span></em> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus mencapai prestasi yang  indah ini dengan menimpakan kepada diri-Nya tubuh berdosa yang sama seperti yang  kita miliki. Karena itu Dia menghadapi dan memikul semua pencobaan yang kita  miliki, termasuk yang dihadapi oleh pria muda yang menuliskan surat ke kami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yesus telah menang dan mengalahkan dosa di dalam tubuh kita yang telah  jatuh dan berdosa. </span></em> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidaklah benar bahwa Perawan  Maria memberikan kepada-Nya tubuh (daging) yang berbeda dengan yang kita semua  miliki. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Nama-Nya adalah “Allah beserta kita,” bukan Allah jauh dari kita. Tidaklah adil  bagi Yesus untuk menipu kita, berpura-pura berada  ”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">dalam </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> semua hal digoda  seperti kita, tetapi tanpa dosa” jika Dia memalsukannya dan berusaha mendapatkan  ”pengecualian” dari warisan DNA seperti yang kita semua miliki. Jika Yesus  melakukan hal itu, Setan akan berteriak kepada surga bahwa Yesus  mendiskualifikasi diriNya sendiri untuk menjadi Juruselamat kita terhadap dosa!  Setan akan menuntut bahwa dia telah menemukan hal yang mengalahkan pemerintahan  Allah, dan akan berarti bahwa Setan akan menjadi penguasa alam semesta ini  (beberapa orang berpikir dirinyalah penguasa, tapi mereka salah mengerti).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Semua pencapaian luar biasa yang Kristus menangkan dalam “daging” kita adalah  dengan maksud bahwa “ketentuan hukum akan kekudusan/kebenaran </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> dapat</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> dipenuhi  di dalam kita.” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Dosa telah ditaklukkan selamanya, dimana akar kejijikan dari nafsu yang egois di  dalam hati kita telah ditarik keluar. Semua doa yang berlinangkan airmata untuk  “sebuah hati yang bersih” telah dijawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.25in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Hidup baru seperti apa yang kita hidupi sekarang?</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  Kita ”tidak berjalan seperti kehendak daging, tetapi seperti kehendak Roh  Kudus.” Sangat sederhana:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda  berjalan di bawah pimpinan Roh Kudus;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda  membiarkan Roh Kudus memegang tanganmu;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Langkah demi langkah, saat demi saat, kasih karunia mengajarkan anda untuk  mengatakan ”Tidak” kepada setiap pencobaan;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anda  mendengarkan Roh Kudus;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan  anda berkata ”Tidak!” pada pencobaan;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin-left:0.5in;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Times;">-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Sekarang anda katakan, ”Terima kasih, Allah, untuk menyelamatkan jiwaku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun di sini kita perlu mengerti bahwa pencobaan bukanlah  dosa; dosa hanya datang saat kita berkata “Ya!” kepadanya. Seribu godaan tidak  sama dengan satu dosa. Kita tidak boleh mengharapkan Allah melakukan hal yang  Dia sudah katakan tidak akan Dia lakukan; Dia tidak akan mengambilkan keputusan  bagi kita, Dia tidak akan mengambil kebebasan kita untuk memilih. Tetapi ketika  Kristus memberikan diri-Nya untuk kita di kayu salib, Dia membeli sesuatu yang  berharga untuk setiap diri kita: <em>Dia memberikan kita kuasa memilih. Ya, kita  memilih surga atau neraka.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jadi kami katakan kepada pria muda yang menulis </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">surat: jangan berdoa supaya  Allah merubahmu menjadi sebuah batu atau pohon supaya kamu tidak dicobai; Dia  tidak menginginkan patung di kerajaan-Nya. Dia menginginkan orang-orang yang  hidup di sana! Kasih karunia-Nya akan mengajar anda, sama seperti guru sekolah  mengajarmu bagaimana menulis ABC; Dia akan mengajarmu mengatakan “Tidak!” untuk  setiap pencobaan. Bahkan sebelum  kamu mulai berdoa, Roh Kudus sudah “mengajar” anda untuk mengatakan “Tidak!”  Anda tidak perlu kelelahan berdoa supaya Dia menolongmu. </span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekarang buat  keputusan untuk mendengarkan-Nya, untuk mengatakan “Tidak!” kepada Setan.  Kemudian, langkah selanjutnya timbul: berterima kasih kepada Allah untuk  kemenangan yang Dia telah janjikan untuk diberikan kepadamu ”di dalam Kristus”  dan terus katakan ”Tidak!” terhadap pencobaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setan adalah musuh yang dikalahkan; dia tidak dapat memaksamu  untuk melanggar.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Arti dari kata “ketamakan” adalah menginginkan dalam jumlah  yang banyak segala sesuatu yang Allah lihat tidak cocok untuk diberikan kepadamu  sekarang, dan mungkin tidak baik untuk anda miliki sekarang. Anda mungkin  berpikir ketamakan terselubungmu tidak mungkin terungkap. Setan akan berusaha  dengan susah payah dan mencoba kemampuan terbaiknya untuk melemahkan anda. Tapi  ingat perlawanan yang Yesus lakukan dengannya; ingat salib-Nya ketika Dia  memilih untuk mati dibandingkan mengalah terhadap Setan. Yang kita bicarakan di  sini adalah tentang inti sari, dasar pokok dari penyelamatan, perbedaan antara  surga dan neraka, antara kehidupan atau kutukan yang abadi.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada ribuan hal yang dapat  membuat kita untuk tergoda “tamak” – apapun milik sesama yang tidak kita miliki. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rumah,  mobil, baju, pekerjaan, posisi – ya, surat kabar dan televisi penuh dengan iklan  memikat yang bertujuan untuk menciptakan nafsu ketamakan di dalam hati kita. Ini  adalah perbudakan yang tidak pernah berakhir yang terus akan memikat kita,  membuat kita selalu tidak bahagia, selalu menghendaki hal yang lain, selalu  mencari, tidak pernah puas. ”Kirimkan kami emas, karena kami orang Spanyol  mempunyai penyakit yang hanya bisa disembuhkan oleh emas.” adalah pesan tertulis  dari Cortez kepada Montezuma, penguasa Meksiko. Kebahagiaan yang sejati terletak  pada ”Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.  Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat  membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1 Timotius  6:6-8) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pemenuhan kepuasan  yang diberkati! Yesus Kristus menyelamatkan kita “Jagalah dirimu, supaya hatimu  jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi  dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu  jerat.” (Lukas 21:34).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kabar Baik yang sesungguhnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hukum ke-10 memberitahu anda bahwa anda memang telah berdosa;  bahwa sesungguhnya anda memang mempunyai sifat alami dosa. Tetapi ia juga  memberikan anda Kabar Baik bahwa anda memiliki seorang Juruselamat yang  “menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.” (Ibrani  7:25). Siapapun anda, dimanapun anda berada, nyanyikan lagu pujian kepada Domba  Allah. Ucapkan terima kasih, bahkan jika anda berpikir mengucapkannya terlebih  dahulu; kebenarannya adalah, anda <em>tidak </em>berterima kasih kepada-Nya  sebelumnya, anda berterima kasih kepada-Nya karena telah menumpahkan darah-Nya  yang berharga kepadamu di kayu salibNya, <em>lama sebelum anda menyadarinya</em>!  Membutuhkan waktu yang lama bagi anda untuk memahami dan menghargainya, tetapi  terima kasih Allah, anda telah memulainya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kehidupan kekal  telah dimulai bagi anda.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/391/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/391/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=391&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/09/sepuluh-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>