<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Pelayanan Gereja</title>
	<atom:link href="http://hkbp.wordpress.com/category/pelayanan-gereja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	<description>Give The Best For GOD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hkbp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/742913894b0781f1638ee93983ee8ed7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Pelayanan Gereja</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hkbp.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu HKBP Taman Mini" />
		<item>
		<title>Kesatuan dalam Persekutuan</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kesatuan-dalam-persekutuan/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kesatuan-dalam-persekutuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kesatuan-dalam-persekutuan/</guid>
		<description><![CDATA[Kesatuan dalam Persekutuan

Gereja bukan sekadar organisasi saja, namun Gereja merupakan kumpulan anggota gereja yang menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu yang lazim diantara mereka yankni hidup bersekutu mempelajari firman Tuhan. Apa beda Perusahaan (Organisasi) dan Gereja? Dalam suatu organisasi kalau salah satu departemennya &#8220;mogok&#8221; paling-paling yang mogok itu di PHK, kita cari orang lain yang menggantikan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=379&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Kesatuan dalam Persekutuan</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Gereja bukan sekadar organisasi saja, namun Gereja merupakan kumpulan anggota gereja yang menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu yang lazim diantara mereka yankni hidup bersekutu mempelajari firman Tuhan. Apa beda Perusahaan (Organisasi) dan Gereja? Dalam suatu organisasi kalau salah satu departemennya &#8220;mogok&#8221; paling-paling yang mogok itu di PHK, kita cari orang lain yang menggantikan, sebab banyak yang sedang antri untuk bekerja. Tetapi di dalam Gereja kalau ada salah satu anggotanya mogok, kita akan usahakan supaya dia kembali. Kita akan berusaha memahami kesulitannya, kita akan mendoakan dia, kita akan menolong dia, kita akan besuk dia, kita akan turut simpati keadaannya.</p>
<p><em>Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah</em><br />
(Efesus 2:19). Kesatuan dan kebersamaan orang-orang percaya di dalm Kristus disebut persekutuan</p>
<p>Kata yang dipakai untuk persekutuan dalam bahasa Yunani adalah Koinonia yang berasal dari kata dasar koinos yang berarti lazim atau umum. Artinya berkaitan dengan kebersamaan. Adapun kata lain yang dihubungkan dengan koinonia, yakni koinonos yang berarti, sekutu atau kawan sekerja. Kata lainnya yang seringkali dikaitkan dengan koinonia adalah allelous ( berarti satu terhadap yang lain) . Kata ini dipakai dengan pengertian hubungan yang timbal balik. Yesus berkata<br />
<em>Aku memberikan perintah baru kepada kamu yaitu, supaya kamu saling mengasihi sama seperti aku telah mengasihi kamu, demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi </em>(Yohanes 13:34-35)</p>
<p><strong>Apa saja yang harus ada di dalam menjalin Kesatuan dalam persekutuan Kristen?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Harus saling mengasihi </strong><br />
Kebenaran ini ditemukan di dalam perintah baru yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 13 (lihat kutipan di atas) Hal saling mengasihi tidak hanya terdapat dari injil dan surat-surat Yohanes (13:34-35; 15:12, 17 cf, 1 Yohanes 3:11,23; 4,7 11-12 dan Yoh 5) melalinkan dalm surat-surat Paulus juga <em>Janganlah berhutang apapun kepada siapa juga, kecuali berhutang kasih terhadap satu sama lain, sebab orang yang mengasihi sesama manusia sudah memenuhi semua hukum Musa</em> (Roma 13:8 BIS ; 1 Tes 3:12 dan 4:9)Mengasihi bukan hanya sekadar simpati saja ataupun dalam perkataan saja. Kasih itu dinyatakan dalam perkataan dan perbuatan. Yohanes mengatakan Anak anakku, janganlah kita hanya sekadar mengatakan bahwa kita mengasihi orang lain; marilah kita sungguh-sungguh mengasihi mereka dan menunjukkan kasih kita dengan perbuatan kita ( 1 Yohanes 3:18). Semua ini dapat dilakukan dengan cara praktis seperti pemberian uang ataupun makanan kepada saudara-saudara seiman yang membutuhkan. Saling mengasihi merupakan suatu tanda bahwa orang-orang Kristen adalah benar-benar pengikut Kristus. Kita tidak mungkin bersekutu tanpa adanya kasih.</li>
<li><strong>Harus saling melayani</strong><br />
Tuhan Yesus adalah teladan kita dalam pelayanan. Dia memperlihatkan keteladanan seorang hamba dengan menanggalkan jubahnya, dan berpakaian seperti seorang hamba membasuh karti murid-murid-Nya. <em>Aku telah meberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah kuperbuat kepadamu</em> (Yoh 13:15. Pelayanan adalah akibat dari kasih, sehingga ada orang mengatakan kamu bisa melayani tanpa kasih, tetapi engkau tidak mengasihi tanpa melayani Paulus sendiri pernah mengatakan <em>Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih</em> (lihat Galatia 5 :13)</li>
<li><strong>Harus saling membantu menanggung beban</strong><br />
(Galatia 6:2)<em> Hendaklah kalian saling membantu menanggung beban orang supaya dengan demikian kalain mentaati perintah Kristus.</em> Perintah ini merupakan perintah praktis yang dirangkai oleh Paulus secara relasional. Tema gereja kita tahun ini adalah Gereja adalah Keluarga Allah, dimana orang-orang Kristen itu merupakan anggota Keluarga Allah, keyakinan ini seharusnya tidak berhenti dalam suatu teori yang mati atau dalam perdebatan teologis, melainkan harus teraplikasi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang percaya yang hidup dalam persekutuan mestinya memiliki karakter-karakter dasar Kristiani yakni rendah hati, lemah lembut, sabar dan mengasihi. Dengan adanya karakter dasar itulah memungkinkan kita untuk turut meraskan kesulitan orang lioan, bukan hanya itu kita juga akan membantu mereka.</li>
<li><strong>Harus saling mengampuni</strong><br />
Mengampuni dan melupakan, dua hal yang berbeda, orang yang melupakan saja belum tentu mengampuni, tetapi yang paling penting adalah walaupun kita tidak melupakannya tetapi ada pengampunan. Tuntutannya dalam satu tubuh Kristus yang hidup dalam persekutuan adalah saling mengampuni. Bagaimana kita bisa bersekutu dengan tenang, kalau di depan kita masih ada musuh.Suatu sore saya pulang dari gereja di Surabaya, udara waktu itu sangat panas dan saya merasa haus, lalu saya melihat di Kulkas masih sisa sebuah Mangga, kan di sana terkenal Mangga Mana Lagi. Lalu langsung saja tangan saya meraih Mangga itu dan ambil pisau untuk mengupas kulitnya, namun karena terburu-buru, kupasan pertama saja telah melukai tangan saya. Namun karena Mangga itu begitu enak, maka dengan tangan yang sudah tergores pisau, darah mengalir sedikit, tangan saya saja memegang Mangga, sekarang tanpa mengupas kulitnya langsung saja dimakan. Pertanyaannya, tatkala tangan kanan saya memotong tangan kiri saya, apakah tangan kiri saya langsung akan membalas menggores tangan yang kanan? Tentu tidak saudara, mengapa? Karena akan terjadi kesakitan lebih mendalam lagi. Demikian juga kita yang merupakan anggota tubuh Kristus, semakin kita saling menyakiti maka semakin sakit, itu sebabnya Paulus mengingatkan kita,<em> Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu</em> (lihat Efesus 4:31-32 cf. Kolose 3:12-13 dan kembali ke Efesus 4:1-3)</li>
<li><strong>Harus saling mengaku dosa dan saling mendoakan</strong><br />
<em>Hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh&#8230;</em><br />
(Yakobus 5:16). Seorang Kristen boleh mengaku dosanya kepada yang lain dan menerima bahwa dosanya itu telah diampuni oleh Yesus (lihat 1 Yohanes 1:9).Konsep keimaman orang-orang percaya sangat penting di sini, namun dalam praktek kehidupan sehari-hari, jarang sekali orang-orang Kristen mengaku dosanya kepada saudara seiman. Orang-orang tidak percaya satu dengan yang lain, nah kalau ada itu dalam kesatuan tubuh, itu artinya ada masalah. Kalau misalnya tangan saya yang tergores pisau gara-gara Mangga Harum Manis itu tidak boleh diketahui sakitnya oleh tubuh bagian yang lain, maka itu berarti ada masalah, mungkin karena ada urat yang kejepit atau yang terpotong. Yakobus mencatat dalm suratnya bahwa <em>Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yak 5:16b).</em></li>
<li><strong>Harus saling menasihati</strong><br />
Menasihati sesama tidak perlu sampai dengan memakai gaya emosi atau marah besar, cukup dengan bisik-bisik. Mengapa demikian? Sebab jujur saja tidak semua orang mau dinasehati. Karena semua merasa lebih dari pada yang lain. Sebagai tubuh Kristus, anggota keluarga Allah tidak bisa demikian, semua harus tumbuh dan sama merata sesuai dengan keberadaannya. Jikalau ada seorang anak, yang tubuhnnya mulai besar, lalu tangannya dan kakinya serta kepalannya tetap kecil, maka sebagai orang tua, ia akan bawa anak ini ke dokter, untuk mengobatinya, karena itu abnormal, tidak mestinya demikian. Demikain juga kalau ada salah satu anggota tubuh kita bersalah (sakit), perlu diobati = dinasehati.</li>
<li><strong>Harus saling menghiburkan</strong><br />
Mana lebih gampang Menangis bersama atau bersukacita bersama?? Tidak gampang ikut bersuka-cita dengan orang lain, tatkala orang lain berhasil, tatkala orang lain sukses, ; sering kali yang ada dalam pemikiran kita adalah, mengapa tidak saya yang sukses? Mengapa tidak saya yang berhasil? Keegoisan kita begitu berpengaruh dalam kehidupan kita, sehingga membuat kita tidak bisa menerima kesukacitaan orang lain. Rasaul Paulus hendak menghancurkan tembok keegoisan itu.Mari kita baca !</p>
<dd>Tesalonika 4: 18 <em>Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain Orang-orang di Tesalonika pada waktu itu kebingungan tentang kedatangan Kristus sehubungan dengan kematian beberapa orang dari antara mereka. Tetapi Paulus menjelaskan bahwa kedatangan Yesus tidak hanya menyangkut orang-orang yang masih hidup melainkan orang-orang mati juga. Mari, salinglah menghibur.</em>Kiranya melalui tulisan ini, setiap kita rindu meyatukan diri dalam persekutuan, dengan kesatuan kita akan kokoh, kuat dan tak tergoyah. Masih ingatkah anda akan Bhinneka Tunggal Ika? Bersatu kita teguh, bercerai kita rubuh.</p>
</dd>
</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/379/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/379/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=379&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kesatuan-dalam-persekutuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Integritas Orang Percaya</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/integritas-orang-percaya/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/integritas-orang-percaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/integritas-orang-percaya/</guid>
		<description><![CDATA[Integritas Orang Percaya

Philipi 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
Integritas orang percaya, realita atau ilusi?
Pertanyaan ini muncul karena di lapangan sulit sekali kita bertemu dengan orang percaya yang benar-benar dikategorikan berintegritas. Sering yang kita temukan adalah, orang percaya yang integritasnya polesan atau tempelan. Mengapa kita katakan demikian? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=378&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Integritas Orang Percaya</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry"><strong>Philipi 2:5</strong><br />
<em>Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.</em><br />
<strong>Integritas orang percaya, realita atau ilusi?</strong><br />
Pertanyaan ini muncul karena di lapangan sulit sekali kita bertemu dengan orang percaya yang benar-benar dikategorikan berintegritas. Sering yang kita temukan adalah, orang percaya yang integritasnya polesan atau tempelan. Mengapa kita katakan demikian? Sebab kenyataannya kebanyakan orang percaya itu &#8216;kelihatan&#8217; nya sebagai orang percaya hanya pada hari Minggu dan di gereja saja, sedangkan kalau berada di lokasi lain, sangat sulit dibedakan antara orang percaya maupun yang bukan?</p>
<p>Setiap pagi, begitu kita buka mata dan melangkah masuk ke kantor atau duduk di bangku kuliah, kita sudah menemukan berbagai macam orang percaya dengan sifat yang kadang sulit dibedakan dengan mereka yang di luar sana. Ciri-ciri khasnya menjadi pudar begitu saja, keputusan-keputusan yang diambil juga tidak ada bedanya, bahkan kadang menyerempet sehingga bertentangan dengan apa yang di ajarkan oleh Alkitab. Ketika mendapat teguran, mereka malah membela diri, masalah bisnis jangan disamakan dengan hal-hal rohani.</p>
<p>Ternyata kita sering keliru, sebab orang-orang di luar justru tidak memisahkan kita dari status, justru ia tahu kita ini orang percaya, dan karena kita ini orang percaya maka ia percaya pada kita, sehingga bersedia kerja sama usaha. Tatkala kita membuka kerja sama usaha dengan orang lain, maka mereka berkata, ini dia orang gereja, jangan takut mereka pasti orang baik-baik. Lalu permisi tanya, apakah benar tidak boleh takut atau curiga terhadap orang percaya? Celakanya orang-orang percaya kadang tidak dapat dipercaya!!</p>
<p>Secara definisi kata integritas berasal dari bahasa Inggris yakni integrity, yang berasal dari akar kata integer yang mana artinya menyeluruh, lengkap atau segalanya. Ini adalah bentuk ketaatan secara keagamaan terhadap kode moral, nilai dan kelakuan. Kalau kita peragakan , maka integritas ini melebihi karakter seseorang, aksi yang dapat dipercaya (trustworthy action) dan komitmen yang bertanggung jawab (responsible commitment). Kalau boleh ditentukan, maka integritas itu adalah standard terhadap anti suap (incrorruptibility) menolak melakukan kesalahan terhadap kebenaran, bertanggung-jawab atau janji (pledge)</p>
<p>Sebagai contoh coba kita lihat<br />
<strong>Ulangan 32:4</strong> <em>Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. </em></p>
<p>Dan lihat juga,</p>
<p><strong>Ayub 1:1 </strong><em>Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.</em><br />
<strong>Titus 1:8</strong><em>melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri,</em><br />
<strong>Titus 2:12</strong><em>Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.</em></p>
<p>Kehidupan model begini harus dimiliki oleh orang-orang yang mengaku percaya, dalam hal ini percaya bahwa Yesus itu juruselamatnya.</p>
<p>Integritas Kristen merupakan paket hidup yang standard bagi orang Kristen normal. Integritas Kristen juga merupakan image atau gambaran kehidupan orang percaya yang hidupnya memiliki Yesus Kristus. Hal itu akan tercermin di dalam kelakuan sehari-harinya, baik di tempat umum maupun di tempat terpencil sekalipun.</p>
<p><strong>INTEGRITY IS DISCIPLINED BEHAVIOR</strong></p>
<p><em>(Integritas Mendisiplinkan Kelakuan)</em></p>
<p>Kita ini secara tidak langsung setiap hari selalu mengambil keputusan, saya kurang tahu untuk hari ini saja sudah ada berapa keputusan penting yang sudah anda ambil. Bangun dari tempat tidur saja itu merupakan suatu keputusan, ia akan menjadi orang Kristen yang berintegritas tinggi kalau setiap hari memiliki kebiasaan bangun pagi, namun integritasnya akan dipertanyakan apabila setiap hari bangunya kesiangan.</p>
<p>Sebagai seorang mahasiswa, tatkala semua teman-teman di kampus berlaku curang sewaktu ujian, lalu bagaimana dengan anda? Apakah tetap disiplin untuk taat pada peraturan sekolah? Apakah anda merasa tersendiri dan ditinggalkan kalau harus mengambil keputusan yang beda dari orang-orang? Atau juga</p>
<p><strong>Jos 24:14</strong><br />
<em>Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. </em></p>
<p><strong>Jos 24:15</strong><br />
<em>Tetapi jika kamu siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!&#8221;</em></p>
<p>Pada waktu Yosua<br />
<strong>Yosua 24:15</strong><br />
<em>Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau Allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!&#8221;</em></p>
<p><strong>Rut 1:16</strong><br />
<em>Tetapi kata Rut: &#8220;Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;</em></p>
<p>Menjadi siapa kita ini tergantung apa yang menjadi keputusan di dalam kita, tatkala kita memilih untuk berbuat yang tidak baik , maka sorotan dari masyarakat sudah langsung menilai kita. Seorang pria yang memutuskan untuk mengisap rokok, bahkan kadang juga ganja, maka sekitar masyarakat sudah menilainya .</p>
<p><strong>INTEGRITY IS DETERMINED BEHAVIOR</strong></p>
<p>(Integritas Menentukan Kelakuan)</p>
<p>Kondisi kehidupan manusia itu berbeda-beda, demikian juga masalah yang dihadapinya, namun ada kunci kode Integritas Kristen yang tidak boleh beda. Pada waktu menghadapi persoalan dan kelakuan yang kita ekspresikan ke orang-orang itu sangat kelihatan sekali. Nah orang percaya, mestinya memiliki ekspresi yang sudah dipatron dalam Alkitab.</p>
<p>Dalam kitab Daniel 3:1 Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. Semua rakyat diminta untuk menyembah patung yang dibuatnya. Namun Sadrak, Mesakh dan Abednego teman-temannya Daniel ini tidak bersedia menyembah pada patung itu. Lalu raja menjdai marah, kemudian ia bertnaya , lihat<br />
<strong>Daniel 3:14</strong><br />
<em>berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: &#8220;Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?</em></p>
<p>Lanjutkan lihat<br />
<strong>Daniel 3:15</strong><br />
<em>Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?&#8221; Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: &#8220;Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.&#8221;</em></p>
<p><strong>Titus 1 :12</strong><br />
<em>Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.</em></p>
<p>Pernah terjadi di Tiongkok, ada sebuah penjara yang narapidananya pada lari keluar, padahal tembok penjaranya tinggi, dikunci dengan gembok raksasa, penjaganya juga banyak. Mengapa demikian? Ternyta setelah diselidiki, yang bermasalah adalah integritas penjaga pintu penjara itu, ia dapat dibeli dengan uang, sehingga pintu yang digembok dengan gembok raksasa itu dapat dibuka begitu saja. Integritas seseorang, menentukan kelakuannya, kalau integritasnya tinggi, pastilah ia tidak bakal tergoda dengan uang itu.</p>
<p><strong>INTEGRITY DEMONSTRATED BEHAVIOR</strong></p>
<p>(Integritas Mendemonstrasikan Kelakuan)</p>
<p>Integritas adalah lifestyle (gaya hidup) karakter yang tinggal di dalam diri seseorang yang mengaku dan taat pada Tuhan.<br />
<strong>1 Yohanes 2 :5-6</strong><br />
<em>Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.</em></p>
<p>Pada tahun 1943, tentara pendudukan Jepang mengirim ratusan musuh nasional&#8221; Amerika dan Eropa ke tempat penampungan di Propinsi Shantung di Cina. Selama berbulan-bulan mereka harus menahan kebosanan, frustrasi, kepadatan yang berlebihan, dan ketakutan. Pertentangan kepribadian timbul, kemarahan meledak. Beraneka macam pertengkaran picik.</p>
<p>Tetapi menurut catatan seorang tawanan, ada seorang pria yang &#8220;tanpa diragukan lagi adalah seorang yang sangat didambakan, dihormati dan dicintai&#8221;, Eric Liddell, seorang misionaris dari Skotlandia.</p>
<p>Seorang pelacur dari Rusia belakangan mengenang bahwa Liddell adalah satu-satunya pria yang mau melakukan sesuatu untuknya tanpa menginginkan bayaran setimpal. Saat ia pertama kali tiba di tahanan, sendiri dan dihina, Liddell membuatkan rak baginya.</p>
<p>Tawanan yang lain mengatakan bahwa,&#8221;Ia memiliki ketenangan, cara yang penuh humor untuk menghadapi kemarahan yang menggebu-gebu.&#8221; Pada salah satu pertemuan yang penuh amarah dari para tahanan, semua orang menginginkan agar seseorang mau melakukan sesuatu kepada anak-anak remaja yang bermasalah. Liddell memecahkan masalah tersebut. Dia mengadakan bermacam olahraga, bermacam ketrampilan dan kelas-kelas untuk anak-anak, dan mulai menghabiskan waktu malamnya bersama mereka.</p>
<p>Liddell mendapatkan kemasyuran dan pujian pada Olimpiade tahun 1924, mendapat medali emas pada lomba lari 400 meter. Tetapi pada saat yang tegang lainnya ia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pemenang dalam perlombaan Kristiani, yang dikagumi oleh hampir semua tahanan duniawi.</p>
<p>Apa yang membuat Liddell begitu istimewa? Pernah terjadi, ada perlombaan lari 100 m,yang menurut perkiraan Liddell bakal menang , namun ia tidak mau ikut bertanding karena perlombaannya di hari Minggu. Mengapa? Karena Liddell mau ke gereja hari Minggu. Penggemarnya kecewa berat, ada yang marah juga padanya. Anda dapat menemukan rahasianya,. Mengapa Liddell begitu terpuji akhirnya? Ia mendemontrasikan kelakuannya, inilah Integritas dia.</p>
<p>Saya sering menemukan banyak angggota gereja yang tidak hadir ke gereja pada hari Minggu, ketika ditanya ia menjawab dengan gampang saja, tidak bisa bangun, soalnya pagi sekali. Saya juga bingung, jam 10.00 pagi kebaktian masih terlalu pagi? Lalu yang lain berkata ada tamu datang ke rumah. Bukankah justru kalau ada tamu datang, inilah kesemptan membawa tamunya ke gereja, sekaligus memperkenalkan gereja anda? Yang lain lagi berkata ada pertandingan olah-raga? Wah ini mirip Liddell, Kalau Liddell yang merupakan pertandingan besar saja, ia tidak bersedia tanding karena hari Minggu, lalau mengapa anda tidak dapat menolaknya? Apa yang kita kerjakan, tatkala kita mendemonstrasikan kelakuan, maka terlihat seberapa integritas kita?</p>
<p>Lalu yang menarik dari Lidell yang lain adalah, setiap jam 6 pagi hari. Itulah saat dia berjalan berjingkat-jingkat melewati teman-temannya yang sedang tidur, duduk di meja, dan menyalakan sebuah lampu kecil untuk menerangi buku catatan dan Alkitabnya. Eric Liddell mencari anugerah dan kekuatan setiap hari dari kekayaan firman Tuhan Allah. Chariots of Fire merupakan film yang sangat terkenal untuk menceritakan riwayatnya</p>
<p>Setiap kita membutuhkan Kehidupan yang berintegritas. Contoh konkretnya kehidupan Tuhan Yesus sampai ajalnya tetap menjadi standard yang benar dan lengkap bagi orang percaya? Integritas kehidupan kemanusiaan Tuhan Yesus sungguh bertahan sampai akhir hidupNya di dunia.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/378/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/378/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=378&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/integritas-orang-percaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal Ajaib Bernama Gereja</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/hal-ajaib-bernama-gereja/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/hal-ajaib-bernama-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/hal-ajaib-bernama-gereja/</guid>
		<description><![CDATA[Hal Ajaib Bernama Gereja

Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mengasihiku dan memeliharaku. Dia telah memeliharaku secara jasmani dan juga secara rohani. Dia telah memberikan aku sebuah keluarga jasmani yang rela dan tidak malu untuk merawat dan membesarkan seorang anak yang bermasalah sepertiku. Dan bukan itu saja, Dia telah memberikanku sebuah keluarga rohani, dimana aku bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=377&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Hal Ajaib Bernama Gereja</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mengasihiku dan memeliharaku. Dia telah memeliharaku secara jasmani dan juga secara rohani. Dia telah memberikan aku sebuah keluarga jasmani yang rela dan tidak malu untuk merawat dan membesarkan seorang anak yang bermasalah sepertiku. Dan bukan itu saja, Dia telah memberikanku sebuah keluarga rohani, dimana aku bisa memiliki dan mendapatkan kasih sayang ilahi lewat pribadi-pribadi yang telah rela dan tidak malu untuk merawat dan membesarkan seorang anak yang bermasalah sepertiku. Seperti halnya keluarga jasmaniku telah mendidikku dan membentukku sehingga aku menjadi manusia yang beradab secara rohani, demikian pula keluarga rohani, yang menyebut diri mereka gereja, telah meletakan dasar-dasar untuk aku bisa beradab berhubungan denganMu ya Tuhanku. Sebagaimana aku didisiplin ketika aku masih balita, aku pun juga didisiplin di dalam keluarga rohani. Sebagaimana aku diberi nutrisi yang baik oleh keluarga jasmani, demikian juga aku diberi makan susu-susu penggemuk yang diberikan lewat keluarga rohaniku yang mengasihi dan merawatku. Mereka adalah orangtuaku, patronku, dan pencetakku. Mereka adalah sumber kepercayaanku yang paling dasar dan hakiki. Aku tahu mereka tidak akan membalikan badan kepadaku. Mereka adalah sang pahlawan sejati bagi hidupku, meskipun mereka dibenci orang lain, mereka tetap adalah orangtua yang melahirkanku, merawat dan membesarkanku. Merekalah jati diriku, merekanya identitasku, merekalah yang membuat aku seperti mereka. Mereka tidak pernah salah. Mereka adalah Jagoanku. Jangan harap ada yang menjelekan orangtuaku dihadapanku, karena aku tidak akan pernah memaafkannya.</p>
<p>Setelah aku mulai beranjak besar dan dewasa, aku mulai dimasukan ke dalam sekolah oleh orangtuaku. Mereka ingin aku lebih pintar dari mereka. Mereka ingin aku sukses dan berhasil dan menjadi kebanggaan mereka. Mereka menginginkan segala yang baik bagiku sehingga terkadang mereka melakukan hal-hal yang salah. Mereka bersedia curang demi cinta buta mereka kepadaku. Mereka bersedia memanjakan dan menuruti apa yang kumau, karena akulah mereka dan merekalah aku. Aku terkadang benci melihat aksi jijik mereka, namun mereka lakukan itu semua bagiku, untukku, dan karenaku. Aku dijadikan alasan. Aku dibela tanpa batas oleh mereka. Padahal aku tidak suka yang mereka contohkan. Mereka munafik dan tidak adil. Sebagaimana keluarga jasmani, demikian pula keluarga rohani.</p>
<p>Aku mulai semakin pintar, pintar, dan pintar karena aku tidak lagi belajar dari orangtuaku. Aku belajar dari segala sesuatu yang membuat aku semakin berpengetahuan. Aku sekarang lebih pintar dari orangtuaku. Aku lihat semakin hari, semakin bodohlah orangtuaku. Mereka tidak seperti yang aku pikirkan dahulu. Mereka tidaklah sempurna. Mereka penuh cacat. Mereka penuh intrik, manipulasi, dan muslihat. Mereka adalah bodoh, tidak beradab, dan ignorant (masa bodoh). Mereka hancur dihadapanku. Kutahu semua cacat mereka. Kutahu kalau mereka sangatlah munafik. Kutahu mereka sangatlah bodoh. Kutahu aku bukanlah lagi mereka dan mereka bukanlah lagi aku. Aku ingin lari meninggalkan mereka. Aku tidak suka ada di dekat mereka karena akan berselisih paham selalu. Aku mau kabur. Aku mau kehidupanku. Aku mau bebas. Sebagaimana keluarga jasmani, demikian pula keluarga rohani.</p>
<p>Semakin aku dewasa, semakin aku sadari. Aku tidaklah tidak menjadi seperti mereka, tetapi aku semakin seperti mereka setiap hari. Bekas yang sama. Luka yang sama. Cacat yang sama. Aku juga munafik seperti mereka. Aku juga penuh intrik, manipulasi, dan muslihat seperti mereka. Aku juga bodoh, tidak beradab, dan ignorant seperti mereka. Cetak-cetak itu mulai tampak dihidupku. Aku bukanlah mereka, tetapi aku semakin mulai seperti mereka. Sebagaiman keluarga jasmani, demikian pula keluarga rohani.</p>
<p>Aku bersyukur pada Tuhan yang telah memberikanku keluarga yang tidak sempurna, supaya aku bisa belajar akan ketidaksempurnaanku. Aku bersyukur akan keluarga yang penuh intrik, manipulasi, dan muslihat karenanya aku bisa lepas dari jerat orang licik dan si licik, supaya aku bisa tahu semuya strategi mereka. Aku bersyukur untuk keluarga yang bodoh, tidak beradab, dan ignorant karena aku bisa semakin menjadi dewasa, pribadi utuh, mandiri, independen, dan mengenal kebenaran dan sang benar. Sebagaimana keluarga jasmani, demikian juga keluarga rohani.</p>
<p>Semakin kulihat kebelakang, semakin kucinta keluargaku. Merekalah yang membuat aku menjadi sempurna, dan sempurna, dan semakin sempurna. Merekalah yang aku butuhkan untuk membuat aku menjadi manusia dewasa yang penuh dan utuh. Merekalah dengan segala kelemahan dan cacatnya, telah menjadi malaikat penolong di tengah kesunyian dunia. Di saat aku jatuh, dan remuk, dan hancur, semakin aku tahu bahwa kelurgaku selalu akan menerima aku sepenuhnya kerena mereka sama seperti aku, telah jatuh, remuk, dan hancur.</p>
<p>Semakin kumerenung, semakin kebersyukur. Keluargaku adalah yang terbaik bagiku. Masa bodoh dengan segala kelemahan dan ketidaksempurnaan mereka. Masa bodoh dengan segala kesalahan mereka yang kutahu. Karena kutahu sesuatu: Mereka akan tetap sempurna bagiku meski dalam segala ketidaksempurnaan mereka. Mereka adalah keluargaku. Masa bodoh semua pengetahuan. Masa bodoh dengan kebenaran. Masa bodoh realitas. Mereka akan selalu menjadi yang terbaik bagiku karena aku juga akan menjadi yang terbaik bagi mereka apapun yang terjadi. Terima kasih Tuhan untuk keluargaku dan gerejaku.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/377/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/377/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=377&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/hal-ajaib-bernama-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gereja, Perpustakaan dan Minat Baca</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-perpustakaan-dan-minat-baca/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-perpustakaan-dan-minat-baca/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-perpustakaan-dan-minat-baca/</guid>
		<description><![CDATA[Gereja, Perpustakaan dan Minat Baca

Dalam perspektif kristen, gereja bukan hanya berarti bangunan tempat umat Kristen beribadah. Gereja adalah persekutuan yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang (I Petrus 2:9-10). Jadi gereja tidak semata-mata persekutuan biasa yang dibentuk, dipimpin oleh sekelompok orang. Gereja adalah persekutuan milik Allah yang diberi mandat oleh Allah untuk menebarkan syalom [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=376&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Gereja, Perpustakaan dan Minat Baca</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Dalam perspektif kristen, gereja bukan hanya berarti bangunan tempat umat Kristen beribadah. Gereja adalah persekutuan yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang (I Petrus 2:9-10). Jadi gereja tidak semata-mata persekutuan biasa yang dibentuk, dipimpin oleh sekelompok orang. Gereja adalah persekutuan milik Allah yang diberi mandat oleh Allah untuk menebarkan syalom di tengah-tengah sejarah dunia. Ada aspek vertikal/transendental yang penting digarisbawahi ketika kita berbicara tentang gereja. Gereja ada oleh karena kuasa Allah. Gedung gereja dapat saja ditutup, dirusak/dibakar oleh siapapun, tetapi sebagai persekutuan milik Allah gereja tak pernah bisa dihabisi &#8211; kecuali atas kehendak Allah. Itulah sebabnya &#8220;gereja liar&#8221; tak pernah ada. Istilah itu amat menyinggung perasaan umat Kristus. Keresmian sebuah gereja sama sekali tidak pernah berada pada manusia, atau kuasa apapun, apalagi pada sebuah SKB; tapi pada Yesus Kristus Raja dan Kepala Gereja.</p>
<p>Gereja-gereja di Indonesia menyadari ia adalah bagian tak terpisahkan dari seluruh bangsa Indonesia. Ia lahir dari tengah- tengah bangsa Indonesia sebagai buah pekerjaan Roh Kudus, dan telah ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dan menjadi berkat bagi semua di dalam Negara Pancasila, yang sedang memulihkan diri dari berbagai krisis multi-dimensi, dijiwai oleh semangat reformasi yang dipelopori mahasiswa tahun 1997. Kehidupan gereja-gereja sering mengalami kemerosotan tingkat solidaritas satu terhadap yang lain, yang ikut melemahkan gereja dalam memenuhi tugas panggilan dan pengutusan di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Gereja juga tidak jarang terjebak dalam pemahaman tentang spiritualitas yang sempit dan gereja formalisme di mana secara formal gereja itu ada tapi tidak fungsional untuk berperan di tengah-tengah masyarakat</p>
<p><strong>Perpustakaan </strong></p>
<p>Salah satu bentuk interaksi gereja dengan masyarakat luas, sejak masa-masa yang lampau adalah buku. Ketika pada bulan Oktober 1946 didirikan penerbit BPK Gunung Mulia, dimaksudkan agar gereja mampu memperkenalkan nilai-nilai kekristenan dalam bentuk tulisan dalam sebuah negara Indonesia yang merdeka.</p>
<p>Peran para kolportir yang membawa buku-buku kerohanian kepada masyarakat luas amat penting maknanya dalam memperkenalkan kekristenan dan sekaligus memperluas wawasan para pembaca dengan nilai-nilai kekristenan. Relasi gereja dengan dunia buku menjadi sesuatu yang tak terbantahkan.</p>
<p>Alkitab menyatakan &#8220;pada mulanya adalah Firman&#8221;. Firman, kata menjadi unsur fundamental dalam kedirian manusia. Kata berarti bahasa, dan bahasa melahirkan buku. Dalam konteks itu buku adalah bagian integral dari degup kehidupan umat. Bagaimana perhatian gereja terhadap perpustakaan? Apakah perpustakaan telah dilihat sebagai bagian dari upaya gereja untuk mengembangkan wawasan warga jemaat? Secara umum dapat dikatakan gereja/jemaat belum memberi perhatian yang lebih sungguh terhadap pengadaan/pelayanan perpustakaan. Perpustakaan masih dilihat sebagai barang mewah dan tidak dipahami sebagai alat penopang bagi pelayanan gereja.</p>
<p>Dalam era informasi, perpustakaan memegang peranan amat penting dan strategis, yaitu sebagai agen perubahan, agen pembangunan, agen budaya dan pengembangan iptek. Perpustakaan dapat mengubah nilai, mencerahkan, mengajarkan sehingga wawsan seseorang lebih luas dan mendalam. Perpustakaan memiliki nilai-nilai yang positif dalam kehidupan umat jika dikelola dengan baik dan profesional. Beberapa nilai perpustakaan adalah: nilai pendidikan, nilai informasi, nilai ekonomi, nilai sejarah dan dokumentasi, nilai demokrasi dan keadilan, nilai perubahan, nilai hiburan atau rekreasi, nilai sosial dan budaya.</p>
<p><strong>Minat Baca </strong></p>
<p>Mereka yang memanfaatkan perpustakaan akan mendapatkan nilai-nilai tersebut bagi kehidupanannya. Perpustakaan memiliki makna penting bagi masyarakat, bahkan dapat membantu dalam pelaksanaan pelayanan jemaat. Maka kehadiran perpustakaan dalam kehidupan gereja/jemaat sangat dibutuhkan. Gereja perlu membentuk komisi/panitia khusus dalam rangka pengelolaan perpustakaan.</p>
<p>Perpustakaan berkaitan erat dengan minat baca. Walaupun ada perpustakaan dengan jumlah buku yang lengkap, jika minat baca tidak ada, maka perpustakaan itu akan sepi pengunjung. Oleh karena itu, program perpustakaan mesti dibarengi dengan peningkatan minat baca. Program ini dapat dilakukan dalam kerja sama antarkomisi/bidang pelayanan yang ada di jemaat.</p>
<p>Bagi remaja, pemuda, wanita, pria dalam rangka HUT Gereja, atau Hari Raya gerejawi dapat dilakukan perlombaan meringkas/meresensi buku. Minat baca warga gereja harus dipacu agar mengalami pencerahan dan pencerdasan dalam kehidupannya. Perlu dorongan dari lembaga gerejawi kepada gereja/jemaat agar memahami perpustakaan sebagai bagian dari program pelayanan gereja.</p>
<p>Hubungan akrab gereja dengan buku mesti dibina kembali, paket buku untuk pimpinan jemaat perlu diprogramkan; bantuan kepada gereja/jemaat tidak harus dalam bentuk dana tapi buku-buku yang bermutu untuk menjadi modal awal perpustakaan. Buku dan membaca buku mesti menjadi bagian integral dari kehidupan warga gereja; Pengetahuan, wawasan, imajinasi, dapat diperoleh melalui membaca buku. Seorang tokoh pernah berucap: &#8220;mencintai kegiatan membaca adalah mengubah jam-jam penuh kebosanan dengan jam-jam penuh kesenangan&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/376/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/376/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=376&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-perpustakaan-dan-minat-baca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gereja telah Menjadi Musuh Allah?</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-telah-menjadi-musuh-allah/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-telah-menjadi-musuh-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-telah-menjadi-musuh-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Gereja telah Menjadi Musuh Allah?

Tahun 2005 telah kita lewati separuhnya&#8230; Tanda-tanda transformasi yg dicanangkan oleh para pemimpin umat bahwa negeri ini akan terjadi transformasi pada tahun ini belum juga kunjung tiba! Kita semua patut merenungkan kembali, terlebih para pemimpin umat Tuhan, kenapa transformasi belum terjadi di negeri ini? Apa salah kita sehingga Tuhan belum melawat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=375&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Gereja telah Menjadi Musuh Allah?</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Tahun 2005 telah kita lewati separuhnya&#8230; Tanda-tanda transformasi yg dicanangkan oleh para pemimpin umat bahwa negeri ini akan terjadi transformasi pada tahun ini belum juga kunjung tiba! Kita semua patut merenungkan kembali, terlebih para pemimpin umat Tuhan, kenapa transformasi belum terjadi di negeri ini? Apa salah kita sehingga Tuhan belum melawat negeri ini?</p>
<p>Semua usaha telah dilakukan melalui berbagai macam conference, pertemuan2 akbar di berbagai kota2 besar di seluruh Indonesia, entah sudah menghabisi dana berapa M? Hasilnya belum terasa dan mubazir? Terjalinnya kesatuan gereja2 hanya sebatas dipertemuan dan conference secara ceremonial saja! Supaya dilihat umat bersatu? Tetapi kenyataan masyarakat gereja dan pemimpin umat yang membuat kerajaan surga terpecah2, masing2 berdiri di atas prinsip2 denominasi dan bukan di atas kebenaran firman Tuhan, prinsip2 denominasi yang memecah belah gereja, mereka yang sering merasa gerejanya yang paling benar dan diberkati di dalam Tuhan, justru prinsip inilah yang membuat tembok pemisah antara satu gereja dan gereja lainnya, gereja terpecah-pecah. Dan pemimpin umat harus bertanggung jawab kepada Tuhan, karena Tuhan menghendaki gereja bersatu, sebagaimana doa Tuhan Yesus ketika Dia masih melayani di dunia, &#8220;Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa , di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.&#8221; (Yoh. 17 : 21)</p>
<p><strong>Kita telah menjadi musuh Allah?</strong></p>
<p>Bagaimana transformasi bisa terjadi? Gereja telah berpaling dari kasih, di saat-saat saudara2 kita di Nias dan Aceh sedang mengalami bencana musibah, yang harus kita tolong dan bantu, justru para pemimpin umat sibuk dengan conference2 dan pertemuan2 yang katanya untuk menyongsong transformasi menuju Indonesia baru! Saat ini gereja hanya sedang concern di perobahan secara physik yang dapat dilihat oleh kasad mata, agar dipandang dunia dan sibuk dengan hal-2 seperti orang duniawi, pertemuan2 diadakan di hotel2 mewah dan bermalam di hotel2 berbintang, bukankah itu sama seperti orang duniawi? Gereja sendiri yang melakukannya dan mencontoh orang2 dunia, gereja tidak sadar telah menjadi musuh Allah! Karena firman Tuhan yang mengatakan, &#8220;Hai kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barang siapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.&#8221; (Yakobus 4:4).</p>
<p>Gereja harus mengfokuskan dahulu membangun spiritual umat Tuhan, menjadikan umat yang dewasa rohaninya, dan harus dimulai para pemimpin umat untuk benar2 hidup dalam kebenaran firman Tuhan, bukan untuk mempertahankan prinsip gerejanya yang paling benar, karena si Iblis akan menaruhkan prinsip2 yang berbeda2 agar dapat memecah belah gereja.</p>
<p><strong>Gereja harus menjadi pelaku Firman.</strong></p>
<p>Pemimpin umat yang sering mengatakan, &#8220;Kita harus menjadi pelaku Firman&#8221;, tetapi masih sering terdengar bahwa bukannya menjadi pelaku melainkan menjadi pendebat firman, seperti ahli2 Taurat dan orang2 Farisi yang berdebat tentang firman, mempertahankan prinsip kebenaran dan berdiri di atas prinsip denominasi gerejanya, dan memandang orang lain itu sesat.</p>
<p>Mari kita tinggalkan perbedaan2 kita dan menjadi pelaku2 firman, dan menyebarkan Kasih Tuhan kepada saudara2 kita yang terabaikan di desa, lereng2 gunung, yang membutuhkan pertolongan dan menjadi mitra kerja Tuhan, justru pemimpin2 umat Tuhan harus turun, jangan hanya berkhotbah atau mengadakan seminar dan conference2 di hotel-hotel mewah, cobalah turun ke pelosok-plosok desa dan bukankah lebih baik membangun kesejahteraan umat, supaya semuanya bisa menjadi saksi untuk Tuhan?</p>
<p><em>&#8220;Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.&#8221; (Galatia 6: 2)</em></p>
<p>Transformasi akan terjadi dari para pemimpin umat dahulu dan umat Tuhan dan masyarakat dan negara, dan ini bisa terjadi kalau gereja sudah menjadi pelaku Firman.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/375/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/375/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=375&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-telah-menjadi-musuh-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gereja dan Pendidikan</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pendidikan/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Gereja dan Pendidikan

Krisis yang menghantam Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini telah mengantar bangsa dan negeri ini pada kondisi yang amat memprihatinkan. Realitas yang sedemikian itu hampir terjadi di semua aspek. Media massa menurunkan laporan yang amat transparan dan rinci tentang carut-marut wajah Indonesia, tanpa harus merasa risih dan rikuh. Dilaporkan misalnya Indeks Pembangunan Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=374&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Gereja dan Pendidikan</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Krisis yang menghantam Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini telah mengantar bangsa dan negeri ini pada kondisi yang amat memprihatinkan. Realitas yang sedemikian itu hampir terjadi di semua aspek. Media massa menurunkan laporan yang amat transparan dan rinci tentang carut-marut wajah Indonesia, tanpa harus merasa risih dan rikuh. Dilaporkan misalnya Indeks Pembangunan Manusia mengalami kemerosotan dari 0,684 ke 0,682 sehingga peringkat Indonesia turun dari posisi 110 menjadi 112 dari 175 negara di dunia (Kompas, 10-07-2003).</p>
<p>Meski angka sering tidak menunjukkan fakta senyatanya, namun dengan mata telanjang dapat dilihat penurunan kualitas manusia Indonesia terjadi di mana-mana. Hal ini dapat dilacak dari kondisi masyarakat kelas bawah yang tidak da- pat lagi menjangkau pelayanan kesehatan, tidak dapat lagi membeli kebutuhan pokok sehari-hari dengan layak, dan tidak dapat lagi menjangkau pelayanan pendidikan.</p>
<p>Upaya bunuh diri yang dilakukan seorang anak SD beberapa waktu lalu, maraknya aksi teror, kekerasan, pembunuhan adalah contoh paling segar tentang rendahnya, bahkan makin tidak beradabnya manusia Indonesia. Dalam hal korupsi misalnya &#8220;prestasi&#8221; Indonesia amat memalukan. Menurut laporan media massa baru-baru ini Indonesia menempati peringkat keenam sebagai negara terkorup di dunia.</p>
<p>Menanggapi kondisi ini, Nurcholish Madjid dengan amat keras menyatakan bahwa Allah melaknat yang menyuap, yang menerima suap dan yang menjadi perantara suap-menyuap.</p>
<p>Menurut Nurcholish, rakyat Indonesia harus melaksanakan ajaran Allah di dalam kehidupannya, dan dengan cara itu bangsa Indonesia yang paling korup sekaligus bangsa paling laknat, bisa diakhiri.</p>
<p>Ironisnya korupsi bahkan bisa terjadi dalam jumlah besar justru di kantor-kantor pemerintah yang mengurusi soal-soal keagamaan. Apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam kehidupan bangsa ini? Orang banyak kemudian dengan mudah mempertanyakan tentang dunia pendidikan, bahkan menuding bahwa pendidikan tidak berhasil mendidik bangsa ini. Padahal dunia pendidikan juga memiliki masalah-masalah yang tidak kecil dan sederhana. Para pakar dan birokrat pendidikan mencatat beberapa permasalahan mendasar yang sejak lama digumuli dunia pendidikan.</p>
<p>Meski pun belum maksimal, namun pelaksanaan wajib belajar 9 tahun telah berhasil mendorong perluasan kesempatan belajar di SD dan SLTP. Krisis ekonomi sejak pertengahan 1997 berdampak buruk tersebut karena terjadi penurunan angka partisipasi murni yang berakibat tingginya angka putus sekolah dan menurunnya murid baru.</p>
<p>Mutu pendidikan adalah aspek yang tidak dapat dipisahkan dari pemerataan dan perluasan kesempatan belajar. Asumsinya, perluasan dan pemerataan pendidikan yang bermutu akan mendorong terwujudnya kelompok masyarakat yang bermutu.</p>
<p>Relevansi pendidikan berkaitan dengan sejauhmana lulusan suatu sekolah dapat langsung diserap oleh dunia kerja pada umumnya lebih-lebih dewasa ini perkembangan iptek berjalan dengan amat cepat. Masalah relevansi secara umum lebih mengarah pada pendidik- an kejuruan dan profesional yang berorientasi pada penyiapan tenaga kerja terdidik pada berbagai tingkatan untuk mengisi kesempatan kerja.</p>
<p>Permasalahan akibat pengelolaan pendidikan yang sangat sentralistis, kurang berkembangnya kemampuan daerah dalam mengatur dan mengelola sektor pendidikan di daerah. Selain itu, selama ini sekolah juga tidak mempunyai otonomi dalam mengelola sekolah, sekolah hanya menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat yang lebih tinggi.</p>
<p>Soal pembiayaan tidak terlalu mudah apalagi jika sekolah-sekolah tidak memiliki kreativitas dalam menggalang dana di tengah masyarakat. Masalah-masalah makro dunia pendidikan akan lebih rumit dan kompleks lagi jika lebih menukik pada problema yang dihadapi oleh sekolah-sekolah Kristen khususnya dalam mengimplementasi UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.</p>
<p>Dalam UU No 20 Tahun 2003 eksistensi perguruan swasta terdapat dalam Pasal 55 Ayat (1) masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama&#8230;Penjelasan ayat tersebut: &#8220;Kekhasan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat tetap dihargai dan dijamin oleh undang-undang ini&#8221;.</p>
<p><strong>Dasar yang Kukuh</strong></p>
<p>Pasal ini memberikan dasar yang kukuh dan legitim bagi sekolah-sekolah Kristen untuk memberikan kontribusi optimal dan terbaik bagi upaya pencerdasan bangsa.</p>
<p>Dalam peraturan pemerintah nanti mesti terjamin bahwa sekolah-sekolah Kristen memiliki otonomi, kemandirian untuk mengekspresikan ciri-khasnya dengan leluasa. Pemerintah dan masyarakat menghargai dan menjamin eksistensi sekolah Kristen berdasarkan undang-undang.</p>
<p>Pada tanggal 13-16 Oktober 2003 di Manado diselenggarakan Sidang Pengurus Pleno (SPP) III Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia yang diikuti oleh utusan MPK Wilayah seluruh Indonesia dan lembaga-lembaga mitra yang bergerak di bidang pendidikan. SPP III MPK di Indonesia harus meneguhkan kembali komitmen lembaga pendidikan Kristen di Indonesia, yaitu bahwa melalui ciri-khasnya sekolah-sekolah Kristen akan terus memberi kontribusi bagi pencerdasan bangsa.</p>
<p>Pendidikan Kristen perlu dibangun dengan mengembangkan: lingkungan sekolah yang aman dan tertib, ada visi dan target mutu yang ingin dicapai, ada kepemimpinan yang kuat, adanya komitmen dari kepala sekolah, guru, dan para siswa untuk berprestasi, adanya pengembangan staf sekolah yang terus-menerus sesuai dengan tuntutan iptek, adanya pelaksanaan evaluasi yang terus-menerus terhadap berbagai aspek akademik dan administratif, dan pemanfaatan hasilnya untuk penyempurnaan/ perbaikan mutu, dan adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orangtua murid/masyarakat.</p>
<p>Dalam rangka implementasi UU Sisdiknas dan era otonomi daerah di sektor pendidikan, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sosialisasi kritis tentang materi UU Sisdiknas; pemberdayaan wilayah/lembaga pendidikan: education watch/advokasi dan bantuan hukum pendidikan, mencermati perda di daerah, mencermati/mengkaji Rancangan PP.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/374/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/374/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=374&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gereja dan Pelayanan Inklusif</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pelayanan-inklusif/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pelayanan-inklusif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pelayanan-inklusif/</guid>
		<description><![CDATA[Gereja dan Pelayanan Inklusif

Gereja pelayanan saya, bertempat di pinggir utara sebuah taman
bernama Southside Park. Itu sebabnya, gereja putih kecil itu disebut
Park-view. Gereja saya beranggotakan orang-orang keturunan Asia,
namun di sampingnya ada gereja Katolik Meksiko besar. Gereja itu
merupakan salah satu tempat paling suci bagi orang-orang Meksiko di
seluruh Amerika Serikat, sehingga setiap minggu 6.000 jemaat datang
untuk mengikuti kebaktian, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=373&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Gereja dan Pelayanan Inklusif</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Gereja pelayanan saya, bertempat di pinggir utara sebuah taman<br />
bernama Southside Park. Itu sebabnya, gereja putih kecil itu disebut<br />
Park-view. Gereja saya beranggotakan orang-orang keturunan Asia,<br />
namun di sampingnya ada gereja Katolik Meksiko besar. Gereja itu<br />
merupakan salah satu tempat paling suci bagi orang-orang Meksiko di<br />
seluruh Amerika Serikat, sehingga setiap minggu 6.000 jemaat datang<br />
untuk mengikuti kebaktian, yang semuanya diselenggarakan dalam<br />
bahasa Spanyol.</p>
<p>Di sebelah timur taman Southside Park, ada gereja Baptis dengan<br />
jemaat kecil beranggota keturunan Eropa dan sebuah jemaat African<br />
Methodist Episcopal yang didirikan sekitar 100 tahun yang lalu oleh<br />
seorang budak yang dibebaskan di bagian selatan Amerika Serikat.</p>
<p>Di sebelah barat taman tersebut, berdiri dua &#8220;gereja&#8221; asal aliran<br />
Shinto Jepang, yaitu &#8216;Tenrikyo&#8217; dan &#8220;Konko&#8221;. Kalau belok kiri dari<br />
situ, lalu berjalan kaki seratus meter, kelihatan jemaat kecil<br />
Katolik Portugis bernama Fatima, dan di seberang jalan ada sebuah<br />
mesjid orang-orang Pakistan. Tidak jauh, menyeberangi jalan besar<br />
ada tempat beribadah agama Buddha yang sangat besar.</p>
<p><strong>Beriman Tetapi Terpisah</strong><br />
Ketika saya berjalan di &#8220;kampung&#8221; downtown itu kok semua kelihatan<br />
rukun dan beraneka ragam, seolah-olah ideal Amerika tercapai di<br />
situ. Memang, kota Sacramento ini pernah dicap oleh majalah Time<br />
sebagai kota yang paling beraneka ragam dan rukun dari segi suku dan<br />
ras di Amerika Serikat, karena sebenarnya tidak ada mayoritas etnis<br />
di kota itu. Ini nampak dalam jumlah pernikahan yang lintas-budaya<br />
dan antara ras.</p>
<p>Namun demikian, kenapa setiap kelompok etnis mempunyai jemaat<br />
sendiri? Kenapa, kalau kita memasuki gereja beranggota keturunan<br />
Afrika, kita tidak melihat orang-orang Kristen dari ras yang lain.<br />
Kenapa kalau kita memasuki gereja Katolik &#8220;Guadalupe&#8221; yang menganut<br />
tradisi Meksiko, hampir tidak ada orang yang berasal dari negara<br />
selain Meksiko itu? Kenapa, kalau ada pengunjung orang putih di<br />
jemaat Asia yang saya gembalakan (yang kini secara resmi disebut<br />
multi-cultural Asian, bukan lagi Japanese-American seperti dulu),<br />
mereka tidak pernah kembali.</p>
<p>Jawabannya cukup mudah dicari: karena di gedung gereja kita ingin<br />
menemui orang seperti kita sendiri. Di gereja kita tidak sanggup<br />
merasa asing. Gereja adalah tempat di mana rasa memiliki diharapkan<br />
akan paling murni. Anggota jemaat kita merupakan cermin di mana kita<br />
memandang wajah sendiri.</p>
<p>Dalam buku mereka berjudul United by Faith, the multiracial<br />
congregation as an answer to the problem of race (New York: Oxford<br />
University Press, 2003) para penulis mengutarakan hasil penelitian<br />
mereka. Mereka menyatakan bahwa jemaat yang beraneka ragam dapat<br />
menjawab persoalan rasisme dan sukuisme.</p>
<p>Mereka memberikan contoh jemaat Antiochia dan Korinthus, pada zaman<br />
kuno sebagai gereja yang mempersatukan sejumlah kelompok dari<br />
beberapa latar belakang etnis. Para penulis juga menjelaskan bahwa<br />
pada permulaan sejarah Amerika Serikat, jemaat-jemaat tidak<br />
dipisahkan atas dasar ras, tetapi atas dasar kelas. Baru setelah<br />
periode kolonial selesai, gereja dengan suku tersendiri mulai<br />
berkembang sesungguhnya.</p>
<p>Di Indonesia, perbedaan ras tidak begitu main peranan, meskipun<br />
masih cukup sering orang dipandang rendah karena warna kulit, daerah<br />
asal dan lain sebagainya. Ternyata kita mengetahui bahwa jemaat yang<br />
beraneka ragam dari segi suku dan budaya tidak gampang dikembangkan,<br />
karena dalam kebaktian tradisi budaya dan bahasa memiliki fungsi<br />
penting.</p>
<p>Tidak jauh dari jemaat saya-jalan kaki dua puluh menit ke utara-ada<br />
taman lagi. Taman ini lebih besar dan menarik, karena di pusatnya<br />
ada gedung Capitol, markas besar pemerintahan bagian negeri<br />
California. Di Capitol itu, ada kantor Gubernur dan pemain film<br />
berotot besar yang terkenal, yaitu Arnold Schwarzenegger.</p>
<p>Barangkali dari jendela kantornya, Arnold dapat melihat gedung<br />
jemaat Presbyterian Westminster. Di sana, ada juga tempat kumpulan<br />
jemaat kecil orang Indonesia. Pada perayaan Natal lalu, banyak orang<br />
Indonesia datang dari seluruh California Utara: termasuk wakil<br />
Konsul RI dari San Francisco. Juga, ada wanita Indonesia yang<br />
berjilbab, mereka datang untuk menghormati sesama warga negara<br />
Indonesia. Yang mempersatukan mereka bukan agama, tetapi kebangsaan<br />
(dan juga sedikit: masakan Indonesia yang lezat).</p>
<p>Rasa kebangsaan kadang lebih menyatukan kita daripada agama dan<br />
iman. Rupanya agama banyak memisahkan kita. Memang ini periode<br />
konyol. Di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, rupanya<br />
fundamentalisme sangat berkuasa dan suara orang moderat kurang<br />
terdengar.</p>
<p>Bagi saya, Indonesia masih merupakan salah satu harapan dunia,<br />
karena kerukunan jauh lebih membudaya daripada radikalisme. Saya<br />
berpendapat bahwa budaya Asia Tenggara yang begitu mementingkan dan<br />
merayakan anak-anak kecil, tidak mungkin menonjolkan jiwa pahit.<br />
Negara berbudaya seperti itu akhirnya akan mementingkan perdamaian<br />
dan kerukunan.</p>
<p><strong>Jemaat Beraneka Ragam</strong><br />
Namun politik negara selalu berubah. Tidak mungkin kita<br />
mempercayakan politik untuk selalu mempersatukan kita dalam negara<br />
kita masing- masing. Persatuan manusia pasti berakar lebih dalam.</p>
<p>Seharusnya, iman kita juga bisa mempersatukan manusia. Jemaat-<br />
jemaat yang tidak dapat mengafirmasikan seluruh manusia sebagai anak-<br />
anak Allah tidak boleh disebut orang-orang beriman. Para penulis<br />
buku &#8220;United by Faith&#8221; menegaskan bahwa gereja-gereja &#8220;&#8230;..<br />
seharusnya merupakan tempat di mana manusia merasa diangkat secara<br />
rohani dan diafirmasi secara pribadi&#8230;&#8221; (hal. 134) Implikasi<br />
gagasan itu adalah bahwa semua mahluk patut diafirmasi. Dengan kata<br />
lain, gereja harus bersikap dan bersifat inklusif, bukan eksklusif.</p>
<p>Para penulis &#8220;United in Faith&#8221; (DeYoung, Emerson, Yancey, dan Chai<br />
Kim) menekankan, bahwa jemaat beraneka ragam dari segi suku dan<br />
budaya akan menjadi pedoman untuk masyarakat secara umum. &#8220;Jemaat-<br />
jemaat multirasial kemungkinan besar akan menjadi persekutuan<br />
paralel dalam masyarakat yang rasistis. Jemaat-jemaat itu akan<br />
menjadi tempat di mana mereka yang ingin mempelopori pola<br />
persekutuan inklusif secara rasial &#8230;menemukan perlindungan dari<br />
masyakat yang terpolarisir..&#8221; (hal. 141).</p>
<p>Walaupun masalah rasisme atau sukuisme di Indonesia tidak setajam<br />
seperti di Amerika Serikat, peraneka ragaman institut di Indonesia<br />
pasti juga masih mengalami hambatan tertentu.</p>
<p><strong>Otentik dan Mendamaikan</strong></p>
<p>Para penulis buku di atas yakin, bahwa persekutuan-persekutuan<br />
beriman harus harus menjadi teladan:&#8221;masa depan kekristenan dalam<br />
abad kedua puluh satu bergantung pada contoh-contoh praktis dan<br />
hidup beriman yang otentik dan mendamaikan. (Hal. 143) Kata-<br />
kata &#8220;otentik&#8221;(authentic) dan &#8220;mendamaikan&#8221; penting<br />
sekali. &#8220;Authentic&#8221; berarti &#8220;tangan asli&#8221; tetapi dalam konteks ini<br />
juga berimplikasi &#8220;berhati asli&#8221; atau &#8220;berjiwa asli.&#8221; Apa maksudnya<br />
iman yang otentik?</p>
<p>Jawabannya wajar; kalau kita kembali ke iman yang &#8220;tangan<br />
asli&#8221;, &#8220;berhati asli&#8221; ataupun &#8220;berjiwa asli&#8221; kita kembali ke suatu<br />
pemahaman yang mendahului ras dan kelas dan agama pun. Kita kembali<br />
ke gagasan bahwa manusia diciptakan bersatu dan setaraf. Dengan kata<br />
lain, yang mempersatukan kita bukan suku kita atau daerah asal kita<br />
atau bahasa kita atau kelas ekonomis atau pendidikan atau kebangsaan<br />
atau pun agama. Yang mempersatukan kita secara &#8220;otentik&#8221; adalah<br />
warisan kita bersama sebagai ciptaan sayangan dari Yang Mulia.</p>
<p>Gereja dan Pelayanan inklusif di Indonesia Dalam masyarakat yang<br />
beraneka ragam, dari segi budaya atau pun dari segi agama, pelayanan<br />
bermutu adalah sarana utama orang beriman untuk menunjukkan kasih<br />
kepada mereka yang menderita. Pelayanan bermutu berarti pelayanan<br />
yang mulai dengan kebutuhan penderita secara menyeluruh.</p>
<p>Gereja jangan mengatakan dengan sikapnya, &#8220;Inilah pelayanan kami,<br />
terserah anda mau menerimanya atau tidak. Datanglah kepada kami dan<br />
kami akan melayanimu sesuai dengan minat, kemampuan dan pendidikan<br />
kami&#8221;.</p>
<p>Sebaliknya, gereja hendak menjawab kebutuhan mereka yang menderita<br />
secara yang kreatif dengan datang kepada penderita. Walaupun tidak<br />
dijelaskan dalam buku &#8220;United by Faith&#8221;, orang-orang beriman hanya<br />
dapat mempersatukan kembali manusia kalau kasih para pelayan beriman<br />
merupakan kasih yang sungguh-sungguh, tanpa kesombongan dan paksaan<br />
atau agenda tersembunyi.</p>
<p>Keaslian sikap para pelayan selalu akan nampak pada yang membutuhkan<br />
pelayanan. Gereja hanya akan inklusif kalau pelayan-pelayan beriman<br />
sungguh dalam menunjukkan kasih. Tanpa kasih yang murni, kata-kata<br />
orang beriman akan seperti gaung saja, dan pelayanan mereka akan<br />
berjiwa kosong.</p>
<p>Hanya kasih yang tulus dalam pelayanan gereja dapat mengarahkan<br />
masyarakat menuju kerukunan. Selalu akan terdapat perbedaan antara<br />
manusia, tetapi pada dasarnya seluruh manusia mengerti apa itu kasih<br />
yang sungguh-sungguh, dan siapa pelayan yang tulus itu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/373/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/373/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=373&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-pelayanan-inklusif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gereja dan Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-bahasa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Gereja dan Bahasa Indonesia

Persatuan bangsa yang menjadi cita-cita dan kerinduan para pendiri negara kita, sering kali dipandang hanya dari satu segi, tidak dilihat secara holistik dan komprehensif. Pertentangan antar-suku, agama, ras dan golongan acap dianggap sebagai satu-satunya persoalan yang sangat krusial yang bisa memicu disintregasi bangsa. Padahal soal persatuan bangsa turut ditentukan juga oleh adanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=372&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Gereja dan Bahasa Indonesia</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Persatuan bangsa yang menjadi cita-cita dan kerinduan para pendiri negara kita, sering kali dipandang hanya dari satu segi, tidak dilihat secara holistik dan komprehensif. Pertentangan antar-suku, agama, ras dan golongan acap dianggap sebagai satu-satunya persoalan yang sangat krusial yang bisa memicu disintregasi bangsa. Padahal soal persatuan bangsa turut ditentukan juga oleh adanya bahasa nasional, yang menjadi bahasa persatuan di suatu negara. Bagi masyarakat Indonesia, adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sangat penting. Persatuan bangsa memang terus-menerus perlu dijaga, dipelihara dan dilestarikan, justru dalam konteks masyarakat Indonesia yang serbamajemuk. Salah satu sarana untuk pelestarian persatuan itu adalah bahasa Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian, penyadaran untuk menggunakan serta menguasai bahasa nasional menjadi hal yang sangat penting, mendasar dan strategis. Dalam sebuah tulisan di tahun 1966 Prof. Dr Ihromi, M.A. ahli bahasa Semit Universitas Indonesia dan pernah mengajar di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta menyatakan, bahasa Indonesia memainkan peranan yang sangat penting dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.</p>
<p>Menurut Dr Ihromi, kesadaran tentang pentingnya peranan bahasa nasional lebih ditimbulkan lagi oleh penghargaan dari luar; terutama sekali melalui percakapan dengan tokoh Gereja Sri Lanka. Tokoh Sri Lanka itu dalam percakapan dengan Dr. Ihromi mengagumi peranan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan mengkhawatirkan adanya pertentangan-pertentangan mengenai bahasa dan tulisan di Sri Lanka antara orang-orang yang berbahasa Singal dan Tamil.</p>
<p><strong>Pemersatu</strong></p>
<p>Dalam Kongres Bahasa Indonesia yang berlangsung di Jakarta tanggal 14 &#8211; 17 Oktober 2003 semangat para peserta untuk memahami bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa benar-benar hidup dan mewarnai suasana kongres. Itulah sebabnya ketika seorang penceramah menyatakan agar bahasa daerah bisa juga digunakan dalam forum-forum peradilan misalnya, agar proses peradilan dapat lebih dipahami oleh penutur bahasa daerah tersebut, peserta dari floor dengan tegas menolak hal itu. Ia menyadarkan penceramah bahwa dalam konteks seperti itu, bahasa daerah bisa menjadi elemen yang merusak persatuan bangsa.</p>
<p>Dalam kongres itu Menteri Pendidikan Nasional menegaskan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang sekaligus juga bahasa negara, sebab itu setiap orang dituntut untuk menguasai bahasa Indonesia agar ia dapat menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Bahasa asing memang perlu di era globalisasi, tetapi sejalan dengan itu, kata Menteri, kita harus menanamkan kecintaan, kebanggaan dan kesetiaan kita terhadap bahasa nasional dan bahasa daerah. Hubungan timbal balik antara bahasa asing, nasional dan daerah perlu diatur sehingga terjadi keseimbangan dan keharmonisan dalam pengajaran dan pemakaiannya.</p>
<p>Wacana yang berkembang dalam Kongres Bahasa selain pemikiran-pemikiran bagaimana pengajaran bahasa dan sastra dilakukan lebih baik di lembaga-lembaga pendidikan, adalah juga perlunya ada ketentuan perundangan yang mengatur tentang kebahasaan.</p>
<p>Pemikiran tentang undang-undang kebahasaan ini telah muncul sejak Kongres Bahasa 5 tahun yang lalu mengingat makin parahnya penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat, termasuk yang dilakukan oleh para pemimpin.</p>
<p>Undang-undang tentang bahasa merupakan tindak lanjut dari rumusan pasal 36 C UUD 1945 yang berbunyi: &#8220;Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan diatur dengan undang-undang&#8221;.</p>
<p><strong>Kekacauan</strong></p>
<p>Kesalahan penggunaan bahasa Indonesia terjadi hampir setiap saat, di setiap tempat di semua aras dan oleh setiap orang. Cobalah simak pembacaan berita pada televisi, begitu sering terjadi kesalahan dan atau kerancuan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Cobalah dengarkan pidato-pidato dan juga kotbah-kotbah di gereja: berapa banyak kesalahan berbahasa yang terjadi di sana, cobalah cermati ungkapan protokol/pembawa acara di suatu pesta atau di suatu acara gereja. Kerancuan penyebutan istilah/kata terjadi a.l. pada kata : &#8220;identitas&#8221; (sering disebut indentitas), &#8220;Plaket&#8221; (sering disebut plakat), &#8220;faksi&#8221; sering dikacaukan dengan fraksi.</p>
<p>Kekacauan penggunaan kata terjadi pada kata &#8220;merubah&#8221;, yang seharusnya mengubah. Di dalam kebaktian minggu, seorang penghkotbah memulai kotbah dengan mengatakan &#8220;Saudara-saudara yang terkasih&#8221; seharusnya &#8220;Saudara-saudara yang saya kasihi&#8221;.</p>
<p>Gereja, umat Kristen dan lembaga-lembaga kristiani bisa berperan banyak dalam rangka pelestarian bahasa Indonesia atau dalam rangka penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
<p>Gereja/lembaga kristiani bisa melakukan pelatihan kebahasaan bagi para pejabat gereja; para pendeta dilengkapi dengan Kamus Bahasa Indonesia; dokumen-dokumen tertulis yang dikeluarkan gereja harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lembaga Alkitab Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu lembaga kristiani yang sejak berpuluh tahun memberi perhatian terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah bahkan bahasa-bahasa asing.</p>
<p>Penerjemahan Alkitab dari bahasa Ibrani dan Yunani ke bahasa Indonesia, penerjemahan Alkitab bahasa Indonesia kebahasa-bahasa daerah adalah wujud kepedulian LAI terhadap upaya pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia.</p>
<p>Pada awal bulan ini LAI telah menyelenggarakan kebaktian syukur berkenaan dengan terbitnya Alkitab dwi-bahasa: bahasa Arab dan Indonesia. Penerjemahan ini menggunakan Good News Arabic &#8211; Lembaga Alkitab Libanon 1997 dimaksudkan sebagai upaya melengkapi para mahasiswa teologi dalam studi mereka. Bahasa adalah cermin budaya bangsa, pemakaian bahasa Indonesia secara baik dan benar seharusnya adalah bagian dari rasa bangga sebagai bangsa.</p>
<p>Namun kondisi realistik yang kita temui dalam pengalaman praktis, belum sepenuhnya mengarah pada ideal-ideal diatas.</p>
<p>Selain memang ada tahap penguasaan bahasa Indonesianya masih perlu dipacu; tak jarang ada yang merasa rendah diri jika menggunakan bahasa Indonesia. Gereja dan umat Kristen Indonesia dapat memainkan peran signifikan dalam upaya mendorong masyarakat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/372/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/372/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=372&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/gereja-dan-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fundamentalisme dan Tanggapan Gereja Asia</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/fundamentalisme-dan-tanggapan-gereja-asia/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/fundamentalisme-dan-tanggapan-gereja-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 12:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/fundamentalisme-dan-tanggapan-gereja-asia/</guid>
		<description><![CDATA[Fundamentalisme dan Tanggapan Gereja Asia

Fenomena fundamentalisme timbul sebagai produk modernitas yang telah menyebabkan situasi hidup manusia berubah. Fundemantalisme terkait erat dengan upaya kelompok atau masyarakat tertentu yang terkait dengan upaya pencarian identititas diri. Kelompok-kelompok fundamentalisme memiliki ciri tertentu antara lain: konservatif, liberal, etnosentris, integratif, dogmatik, fanatik, militan dan sebagainya. Akhir-akhir ini fundamentalisme menjadi bagian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=371&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">Fundamentalisme dan Tanggapan Gereja Asia</h2>
<p><!-- start main content --><!-- begin content --></p>
<p class="entry">Fenomena fundamentalisme timbul sebagai produk modernitas yang telah menyebabkan situasi hidup manusia berubah. Fundemantalisme terkait erat dengan upaya kelompok atau masyarakat tertentu yang terkait dengan upaya pencarian identititas diri. Kelompok-kelompok fundamentalisme memiliki ciri tertentu antara lain: konservatif, liberal, etnosentris, integratif, dogmatik, fanatik, militan dan sebagainya. Akhir-akhir ini fundamentalisme menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kenyataan hidup religius di seluruh dunia. Beberapa dari antara kelompok fundamentalis yang terkenal adalah kaum muslim shiite di Iran, Sudan, Pakistan, Liberia, juga sekarang sudah masuk ke Indonesia; kelompok-kelompok fundamentalis Kristen Protestan seperti: Religious Right di Amerika Utara, Gush Emumin, champions of Hindutva di India, Soka Gokkai Budhis di Jepang, Temple Mount dan Heredim di Israel, Dukwah di Malaysia, Sikh di Punjabi.</p>
<p>Fundamentalisme adalah fenomena multidimensional. Ia merupakan produk dari lingkungan sosio budaya dan politik ekonomi yang khas dengan perwujudan yang spesifik serta ditandai dengan faktor-faktor, psikologis, kultural, religius, ekonomi, politik dan sejarah. Fundamentalisme merupakan akibat dari simptom ketertutupan identitas sosial atau individual manusia. Seorang fundamentalis memandang nilai atau ideologi tertentu sebagai non negotiable yang harus dilindungi secara sempurna dalam perubahan situasi apapun. Mereka takut kehilangan nilai-nilai primordial. Dalam praktek untuk mempertahankan nilai atau ideologi kaum fundamentalis seringkali bertindak agresif dan destruktif.</p>
<p>Beberapa kejadian kekerasan akhir-akhir ini seperti aksi terorisme memiliki background fundamentalisme agama. Al-Qaida di Afghanistan, Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Jemaah Islamiyyah di Indonesia dan beberapa kelompok yang sudah disebutkan di atas telah menebar problem sosial di berbagai belahan dunia. Perjuangan kelompok fundamentalisme mengancam hidup bersama. Keharmonisan hidup beragama di negara-negara yang bernuansa plural ada dalam kondisi kritis. Gereja di Asia yang hidup dalam pluralisme agama perlu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggapi fundamentalisme agama.</p>
<p>Untuk menghambat perkembangan fundamentalisme, Gereja di Asia pertama, membutuhkan teologi pluralisme. Teologi ini berpendapat bahwa perbedaan agama tidak ada tetapi perbedaan tanggapan pada misteri Ilahilah yang ada. Manusia dalam perbedaan budaya, situasi dan waktu mengalami dan mengekspresikan hubungan antara yang terbatas dan tak terbatas secara berbeda. Maka pluralitas termasuk bagian dari struktur realitas yang dirasakan oleh manusia selama hidup. Realitas tidak bisa tidak berdimensi plural sekaligus singular. Kedua dimensi ini dalam tataran realitas selalu berada dalam ketegangan dialektis. Singularitas hanya bisa dipahami bersama pluralitas dan pluralitas hanya dipahami dalam singularitas. Namun demikian singularitas tidak sama dengan pluralitas. Ketegangan antara pluralitas dan singularitas inheren pada aspek sosialitas manusia terutama budaya dan Agama. Problem pluralitas terjadi ketika singularitas dipertahankan dan problem singularitas terjadi ketika pluralitas dipertahankan.</p>
<p>Kedua, Gereja di Asia perlu menampilkan teologi inklusif dan merelativir pernyataan-pernyataan yang ekslusif. Dalam masyarakat pluralistik religius, orang harus menerima dimensi kesadaran diri yang baru bahwa semua manusia berelasi sebagai ciptaan Tuhan. Meskipun banyak agama cenderung membentuk sebutan-sebutan eksklusif bagi Kebenaran Ilahi. Eksklusivitas semacam ini mempersempit hubungan Tuhan dengan semua orang dalam pluriformitas dan membangun benteng bagi masa depan agama. Tuhan bersifat absolut karena itu manusia dapat mengalami, menangkap dan mengekspresikan Tuhan itu secara relatif. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa apa yang relatif tidak dapat diabsolutkan. Kenyataan pluralisme agama hendaknya mengarah pada dialog yang kreatif untuk saling memperkaya dan membentuk masyarakat yang manusiawi.</p>
<p>Ketiga, Gereja di Asia hendaknya mempertimbangkan kembali metodologi-evangelisasi. Dalam konteks perkembangan fundamentalisme, kaum kristiani perlu memahami evangelisasi sebagai shering iman atau pengalaman akan Allah dan injil dengan penganut agama lain. Evangelisasi bukan berarti mengkristenkan orang yang sudah beragama, melainkan sebagai upaya tranformatif bagi manusia. Pewartaan injil hendaknya bersifat dialogis.</p>
<p>Keempat, Gereja Asia hendaknya terlibat dalam keprihatinan dunia. Agama yang benar adalah agama yang mampu menuntun semua orang pada keterlibatan dan kerjasama yang kreatif dalam memecahkan problem-problem hidup. Tujuan keterlibatan Gereja dalam wilayah sosial, pendidikan dan politik harus menjadi pembebasan masyarakat yang total. Memperjuangkan hak asasi dan keadilan menjadi praksis pembebasan Gereja dalam dunia.</p>
<p>Gereja Asia dalam kondisi plural dan ancaman fundamentalisme agama harus mengambil sikap lebih terbuka, dialogis terhadap kelompok iman lain. Dialog merupakan tindakan yang tepat dalam relasi antara kristianitas dengan agama lain. Namun tindakan dialogis Gereja di Asia perlu berorientasi pertama-tama bukan demi dirinya sendiri tetapi bagi kepentingan manusia secara universal. Karena itu sikap dialog Gereja mesti dibangun di atas dasar, antropologis, sosiologis, budaya, dogma dan teologi. Dengan demikian Gereja Asia dapat diterima oleh agama lain dan dapat menyumbangkan nilai-nilai positif yang mengarah pada hidup bersama yang lebih baik.</p>
<p>Berhadapan dengan pluralitas, tantangan bagi kristianitas adalah komitmen pada imannya sendiri dan terbuka pada iman lain. Bagaimana kaum kristiani sungguh-sungguh mengikatkan diri pada Kristus dan terbuka pada agama-agama lain? Kaum kristiani dituntut untuk terbuka pada sapaan Allah melalui penganut dan tradisi agama lain. Dengan kata lain kemuridan (discipleship) kristiani membutuhkan dialog. Konsili Vatikan II telah menyatakannya dengan jelas bahwa keterbukaan pada iman lain sebagai bagian esensial dari Gereja yang bersifat global.</p>
<p>Komitmen Gereja ini membuka pintu yang lebar bagi agama-agama lain di Asia untuk berdialog. Lantas bagaimana genesis dialog ini bisa terjadi? Genesis dialog paling konkret terjadi di Asia (locus dialog). Tidak ada cara lain bagi Gereja di Asia untuk hidup selain dengan upaya genesis dialog. Teologi di Asia punya peran besar dalam genesis dialog. Teologi -sebagai refleksi sistematis atas pengalaman iman-harus mempunyai orientasi pada genesis dialog. Teologi kristiani di Asia berjuang untuk merefleksikan pengalaman imannya (genesis iman ) dan sekaligus terbuka pada iman lain (genesis dialog).</p>
<p><strong>GENESIS DIALOG</strong></p>
<p>Genesis dialog dapat kita artikan sebagai asal-usul dari dialog. Dari mana datangnya dialog?Apa yang menjadi cikal bakal dialog dan bagaimana masa depan dialog? Lantas bagaimana isi dan bentuk dialog yang pas dengan lokus dialog? Pertanyaan dasar ini perlu kita gali dalam rangka membangun dialog antar agama baik dan berguna.</p>
<p><strong>Motivasi dan Orientasi : Keselamatan Universal</strong></p>
<p>Motif dialog Gereja dengan agama lain pertama-tama berdasar pada segi antropologis. Dalam perjumpaan seorang individu dengan individu lain, mereka pasti saling belajar. Demikian juga dalam dialog antaragama, kelompok agama tertentu tidak hanya sampai pada penghargaan yang tinggi pada agama lain, tetapi juga memahami diri mereka sebagai orang beriman secara lebih mendalam. Manusia secara esensial sebagai pengada sosial, adalah makhluk dialog yang selalu membutuhkan perspektif lain dan pertanyaan yang mengejutkan. Melalui percakapan orang bertumbuh secara emosional dan intelektual. Dialog merangkulkan kita satu sama lain; dialog menuntut rasa percaya dan resiko dari setiap partisipan2.</p>
<p>Dialog tidak hanya sebagai perangkat diskusi atau klarifikasi pendapat, tetapi sebagai tindakan religius, tindakan iman (yang datang dari pendengaran), penghargaan timbal-balik atas kondisi manusia. Melalui keragaman sudut pandang dan pertanyaan-petanyaan yang tak terduga orang beriman berhadapan dengan batas-batas pengandaian, prinsip dan horison; orang beriman diajak membuka diri untuk mempelajari hal-hal yang baru dan lebih mendalam. Kebuntuan yang kita hadapi hanya dapat terbuka jika ada orang tidak berpikir sama dengan kita. Teologi agama-agama merefleksikan pengalaman iman yang konkret dan plural seperti penderitaan dan ketidakadilan. Keprihatinan teologi agama-agama terhadap problem manusiawi dan ekologis. Teologi agama juga senantiasa merefleksikan tradisi agama secara universal3.</p>
<p>Ada tahapan dalam evolusi teologi agama-agama yang menandai perubahan sikap kaum kristiani terhadap agama lain setiap tahapan memiliki orientasi masing-masing. Pertama, model eklesiosentris. Model ini lahir pada awal berdirinya Gereja dan berpuncak pada konsili Trente. Model ini menekankan bahwa rencana keselamatan hadir secara eksklusif bagi Gereja. Semboyan yang terkenal dari St. siprianus: EXTRA ECCLESIAM NULLA SALUS menjadi spiritualitas hidup Gereja. Oleh Kristus Gereja menjadi tangan kanan pelaksanaan karya kesel596tan. Gereja menjadi sakramen Kristus di dunia. Meskipun model ini sangat bersifat eksklusif karena berdasar pada pemikiran patristik, namun konsili Trente telah memiliki pemahaman bahwa rahmat Allah juga bekerja secara tak kelihatan pada orang-orang kafir.</p>
<p>Kedua, model kristosentris. Di Era 60 an Karl Rahner mencoba mendalami karya Otto Karrer yang menyatakan bahwa agama lain juga dapat menjadi jalan keselamatan (Heilswege). Tindakan penyelamatan Allah itu bersifat universal, sehingga ia dapat mewujudkankan dirinya (inkarnasi) dalam komunitas lain di luar Gereja. Dengan demikian jika kita sungguh yakin bahwa Allah berhendak menyelamatkan semua orang maka kitapun harus memandang agama lain sebagai kendaraan yang membawa orang pada keselamatan. Pandangan Rahner ini secara substansial menjadi spirit bagi konsili Vatikan II. Gereja konsili Vatikan II membawa kaum kristiani pada penerangan yang agung bahwa agama lain bukan dunia kegelapan karena terang Sabda dan Roh bersinar juga di dalam agama lain.</p>
<p>Kristus lebih besar daripada Gereja dan tidak dapat dipasung di dalam mereka.</p>
<p>Ketiga, teosentrik (pluralisme mistik). Model ini cenderung menekankan pendekatan mistik pada agama dan perjumpaan antaragama. Agama dipahami sebagai misteri. Pada pengalaman religius yang otentik dan dialog agama, kaum teosentris yakin ada pengalaman akan Mysterion. Meskipun para mistikus dan filsuf Barat berpendapat bahwa misteri ini hanya dapat ditangkap melalui wujud historis, mediasi verbal, tetapi juga selalu melampaui mediasi dan wujud apapun. Kaum teosentris percaya bahwa meskipun manusia tidak dapat mendefinisikan esensi semua agama dan tidak dapat mengungkapkan kembali kekayaan ekspresi agama yang beranekaragam terdapat Theos atau Mysterion, Kekososongan / Kepenuhan dalam semua pengalaman religius.</p>
<p>Keempat, adalah model soteriosentris (pluralisme etis). Menurut model ini, pusat atau basis atau titik pijak dialog kristiani dengan orang beriman lain bukan Gereja atau Kristus, bahkan Allah tetapi Kerajaan Allah. Dalam perjumpaan kita dengan yang lain motivasinya bukan kehadiran Kristus Anonim dalam agama lain atau keyakinan mereka pada pengada yang tertinggi melainkan harapan, semangat, keinginan mereka untuk mencapai keselamatan. Kaum kristiani melambangkan keselamatan itu dengan kerajaan Allah. Oleh karena itu seorang Kristen yang sosterisentris akan memandang penganut lain bukan sebagai calon anggota Gereja, kristen anonim atau teis anonim tetapi sebagai kolaborator dalam peningkatan hidup manusiawi.</p>
<p>Sejalan dengan para ahli kitab suci dan teolog kontemporer yang menyampaikan kepada kita pemahaman Yesus sendiri tentang Basilea tou Theou, kaum soteriosentris memahami soteria atau kerajaan Allah sebagai realitas yang esensial termasuk keberadaan hidup manusia di dunia. Kerajaan Allah berarti penegakan hidup dan penolakan mekanisme dan struktur sosial yang mematikan baik manusia maupun lingkungan. Tanpa promosi keadilan dan kepenuhan hidup soteria tidak sejalan dengan visi Yesus.</p>
<p>Tahap keempat mempunyai orientasi yang mirip dengan teologi pembebasan. Karena itu pada tahap keempat ini dialog agama perlu menimba spirit dari teologi pembebasan. Soteria atau keselamatan dalam teologi pembebasan terjadi dalam realitas (kini dan sini), dan sekaligus bersifat eskatologis. Karena itu ketidakadilan, kemiskinan adalah bentuk anti soteria. Dengan terang teologi pembebasan, dialog antaragama perlu berorintasi pada upaya mengatasi problem-problem sosial yang merupakan wujud dari anti soteria.</p>
<p><strong>Isi dan Bentuk Dialog :Kristologi Sakramental dan De-absolutisasi Yesus Kristus</strong></p>
<p>Isi pokok dialog antaragama adalah pengalaman iman dan bentuk yang paling dasar adalah sharing. Pengalaman iman itu terkait dengan gambaran-gambaran religius. Sehingga ketika orang membagikan pengalaman iman, secara tersirat memaparkan imajinasi imannya. Gambaran atau imajinasi iman menyebabkan pengalaman religius menjadi lebih hidup. Semua gambaran iman kristiani itu berpusat pada Yesus kristus sebagai simbol Allah. Gambaran tentang Yesus dalam iman kristiani tentu saja selalu mendapat arti yang baru, sesuai dengan konteks zaman, sosial, budaya dan politik. Dengan demikian kaum kristiani tiap generasi, atau dalam konteks budaya yang baru mempunyai jawaban sendiri atas pertanyaan Yesus kepada para murid:&#8221;Menurut kamu siapakah aku&#8221;(Mrk 8:27)4.</p>
<p>Jika pertanyaan Yesus tentang diriNya ditempatkan dalam konteks pluralisme agama maka gambaran kita tentang Yesus harus dikomunikasikan. Untuk itu bagaimana pemahaman tentang imaginasi dalam iman-komitmen kristiani membantu kita untuk terbuka pada imaginasi iman yang lain? Beberapa teolog seperti Roger haight, Edward Schillebeeckx, Paul F. Knitter mengusulkan isi dan bentuk dialog dari sudut pandang kristologi sakramental. Pendekatan kristologis sakramental menggambarkan Yesus pertama-tama bukan sebagai pribadi yamg hidup di Palestina 2000 tahun yang lalu, tetapi sebagai simbol yang universal.</p>
<p>Menurut Paul F. Knitter Gereja Kristen perlu mengembangkan dan mewartakan kristologi sakramental. Dengan kristologi ini, kita memahami Yesus (putera Allah) dan apa yang ia lakukan (menyelamatkan dunia) dengan mengalami dan merefleksikan bagaimana Dia sungguh dan nyata menjadi sakramen Allah bagi dunia. Sesuatu menjadi sakramen ketika mengantarai, mewujudkan, melambangkan realitas Allah bagi kita. Pemahaman Yesus sebagai sakramen Allah berarti, kita dapat memahami keilahian dan peranannya sebagai penyelamat sehingga kita kita sungguh terikat padaNya tetapi sekaligus terbuka pada sakramen lain, karena Allah dapat menggunakan seluruh sejarah5.</p>
<p>Mengenai keilahian Yesus, Edward Schillebeeckx dan Roger Haight menekankan bahwa doktrin Yesus sebagai putera Allah berakar di dalam pengalaman Yesus sebagai sakramen. Para ahli kitab suci perjanjian baru kontemporer nampaknya setuju: kaum Kristiani tidak mewartakan bahwa Yesus adalah putera Allah karena Yesus mengatakan begitu kepada mereka tetapi karena mereka merasakannya demikian. Berjumpa dengan Yesus bagi mereka sama dengan berjumpa dengan Allah. Yesus sungguh ilahi, karena ia adalah simbol atau sakramen Allah. Kristologi sakramental dapat juga menjelaskan Yesus sebagai Penyelamat dengan cara yang lebih bebas dari pada penjelasan tradisional yang menggunakan model satisfaksi dan substitusi.</p>
<p>Menurut model satisfaksi, peran penyelamatan Kristus dijelaskan secara prinsipil sebagai causa efficiens (penyebab efisien). Sebagai penyebab efisien, Yesus menyelamatkan kita karena ia menyebabkan segala sesuatu, atau melakukan sesuatu-sering dipahami sebagai suatu tindakan yang dalam cara tertentu &#8220;mereparasi&#8221;; hubungan antara Allah dan manusia. Sebagai penyebab sakramental, Yesus menyelamatkan kita karena karena ia memperlihatkan atau mewahyukan sesuatu; sebagai sakramen (sacramentum), Dia melambangkan sesuatu yang sudah ada (res sacramenti).</p>
<p>Pendekatan kristologi sakramental terbuka pada iman lain. Karena itu keunikan gambaran iman Kristiani perlu dipertimbangkan kembali, dalam rangka dialog. Penyebab efisien secara intrinsik bersifat singular. Tetapi penyebab sakramental secara potensial bersifat plural. Apa yang telah diwahyukan dalam sejarah dapat diwahyukan lagi. Apa yang telah diketahui dalam suatu budaya, dapat diketahui dalam budaya lain secara berbeda. Bahkan lebih secara mendalam, ketika isi dari apa yang diwahyukan menjadi tidak terbatas dan misteri kehadiran dan cinta ilahi selalu dinamis.</p>
<p>Esensi suatu dialog kristologis ialah bahwa suatu pemahaman dan tindakan mengikuti Yesus membutuhkan perjumpaan dengan yang lain, yakni dalam hubungan dan percakapan dengan mereka yang berjalan dalam jalan iman yang lain. Mungkin alasan yang paling mendasar adalah kristologi sakramental tidak hanya memahami posibilitas tetapi probabilitas, bahkan nesesitas, dari simbol-simbol atau sakramen-sakramen ilahi dalam keseluruhan sejarah. Perspektif ini memperlihatkan bahwa Yesus adalah seseorang yang yang mewujudkan keterbukaan pada yang lain. Dia mewujudkan dirinya dalam seluruh waktu. 6 Konsekuensi pendekatan sakramental adalah de-absolutisasi Yesus Kristus. Kaum Kristiani mengakui bahwa Yesus adalah Kristus. Namun keyakinan ini tidak membatasi makna intervensi Allah dalam sejarah manusia. Kristus bukanlah prinsip abstrak atau penampakan Allah yang hanya dihadirkan oleh simbol-simbol sebagai alfa dan omega. Tetapi dia adalah simbol yang hidup bagi totalitas realitas: manusia, yang ilahi dan alam semesta. Sehingga pertanyaan tetap terbuka apakah nama yang melebihi segala nama ini (Ef 1:21) dapat diatributkan dengan realitas lain seperti Krishna, Purusha, Isvara.Mengapa keabsolutan Yesus dalam iman kristiani perlu dikoreksi kembali. Alasannya setiap kristologi bersifat lokal dan ephemeral namun tetap berdasar pada kejadian konkret manusia historis Yesus, inkarnasi, karya pelayanan, salib dan kebangkitan. Karena itu kristologi setiap saat bisa berubah sesuai dengan konteks hidup manusia. Yesus adalah simbol Allah yang hidup secara dinamis dan mengatasi ruang dan waktu. Dengan demikian kristologi perlu membahasakan kembali Yesus Kristus dalam tek597s pluralisme7.</p>
<p>Kristologi sakramental membuka ruang untuk berdialog dengan agama lain. Dengan dialog kristologi ini, umat kristiani dimampukan untuk setia pada Yesus dan terbuka kepada umat beriman lain. Dengan kata lain dialog kristologi memperteguh dialog Gereja. Namun ada hambatan dalam dialog kristologi baru-baru ini akibat dari dokumen Dominus Jesus yang dimunculkan oleh kongregasi ajaran iman. Dokumen ini menimbulkan reaksi dari kalangan intern maupun ekstern Gereja. Dari beberapa komunitas katolik dengan tegas mengatakan &#8220;Yang seperti ini bukan iman kami&#8221;. Persoalan ini timbul oleh satu kata: &#8216;hanya&#8217;. Kristus merupakan satu-satunya pembawa keselamatan dari Allah. Dokumen ini jelas bisa menjadi penghalang dalam dialog antaragama. Karena itu kristologi perlu menempatkan Yesus bukan sebagai tokoh penyelamat yang absolut. Tetapi merupakan simbol/sakramen Allah yang universal.</p>
<p><strong>Bentuk Baru Dialog Interreligius</strong></p>
<p>Saat ini dunia kita menghadapi krisis yang menantang dan menuntut tanggapan dari semua agama. Dalam bukunya yang terbaru, Hans KÃ¯Â¿Â½ng menyuarakan tantangan dan program supaya bangsa- bangsa dan agama-agama di dunia tidak hanya memperhatikan persoalannya sendiri. Dia berpendapat bahwa bangsa-bangsa dunia akan mampu menghadapi dan mengatasi krisis yang mengancam umat manusia jika menyepakati etika global dalam teori dan praksis. Namun kesepakatan ini tidak tercapai kecuali ada kerja sama di antara agama-agama. Dengan demikian tidak ada damai, kesatuan, dialog di antara bangsa-bangsa kecuali ada damai kesatuan dan dialog di antara agama-agama. Lantas bagaimana program Hans ini dapat diwujudkan? Paul Knitter mendukung proyek King dengan menegaskan dialog antaragama yang bertitik tolak pada persoalan problem manusia dan lingkungan hidup8.</p>
<p>Menurut Paul Knitter berpendapat bahwa salah satu alasan mayor mengapa terjadi perpecahan dan perselisihan karena agama-agama tidak melaksanakan misinya dengan baik. Padahal agama punya potensi dan nilai-nilai yang dapat menciptakan kesatuan dan damai di antara umat manusia. Mengapa agama tidak menjalankan misinya? Mengapa agama-agama lebih mudah saling berseteru daripada bekerjasama. Lebih jauh orang dapat bertanya: mengapa dialog belum terjadi? Ada banyak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Namun tidak ada cara lain selain dengan dialog. Persoalan-persoalan yang ada harus dilihat sebagai kairos untuk &#8216;membebaskan&#8217; atau &#8216;menebus&#8217; agama dari situasi yang menyedihkan ini.</p>
<p>Realitas penderitaan manusia, ketidakadilan struktural dan problem ekologis membutuhkan pembebasan. Upaya pembebasan yang universal membutuhkan dialog agama yang universal. Dengan demikian pembebasan menjadi alasan dasar dialog antar agama. Peran agama-agama untuk membebaskan manusia dari penderitaan terkait erat dengan pesan keselamatan yang menjadi misi utamanya. Karena itu dialog dapat berpusat pada pembebasan. Para teolog pembebasan seperti Boff dan Gutierez dialog merupakan langkah kedua. Menurut mereka perjumpaan tidak mulai dengan percakapan mengenai doktrin atau ritual, bahkan doa atau meditasi (meskipun semua elemen ini sangat mendasar), tetapi dimulai dengan praksis liberatif. Mereka ikut serta di dalam usaha untuk membebaskan diri mereka atau orang lain dalam konteks hidupnya secara bersama-sama9.</p>
<p>Setiap agama diajak untuk bekerja sama dalam upaya mengidentifikasikan dan memahami penyebab penindasan atau penderitaan yang mereka hadapi. Mereka perlu berbagi analisis sosial ekonomi dan upaya pemecahan masalah dengan diinspirasikan oleh pemahaman-pemahaman religius. Kemudian partner dialog diajak untuk melakukan aksi bersama. Praksis liberatif berarti mengenal dengan dan belajar dan beri mereka semangat dalam praksis liberatif.</p>
<p>Apa yang menjadi pengalaman teologi pembebasan Kristiani dapat diwujudkan dalam dialog antaragama. Komunitas basi Kristiani Amerika Latin dapat menjadi model bagi dialog antaragama yang berpusat pada pembebasan. Dalam kelompok kecil akar rumput, kaum kristiani bertemu untuk membaca kembali kitab suci dan keyakinan mereka dalam cahaya penindasan dan usaha untuk mengatasinya. Dalam konteks Asia yang plural menjadi kelompok basis manusia. Kelompok ini tidak hanya mengumpulkan orang dari macam-macam agama yang membagikan suatu komitmen untuk untuk bekerja dengan mereka yang tertindas dan mengatasi penderitaan.</p>
<p><em>1. Christ and Culture, Ed. Jacob Kavunkal &amp; F. Hrangkhuma, St. Pauls Bandra, Bombay, 1994, hal. 115-116.</em><em>2. Many Paths, Eugene Hillman, Orbis Book, Mary Knoll, New York, 1989, hal. 60-61.</p>
<p>3. Mission and Dialog, ed. Leonardo N. Mercado &amp; James Knight, Divine Word, Manila, hal.186-196.</p>
<p>4. Commitment to One-Openess to Other, Paul Knitter, Horizons, Xavier University, 2001, hal. 255.</p>
<p>5. Ibid. hal. 263.</p>
<p>6. Ibid. 264.</p>
<p>7. Many Paths, Eugene Hillman, Orbis Book, Mary Knoll, New York, 1989, hal. 55-56</p>
<p>8. Interreligius dialogue and the unity of humanity, Paul Knitter, Journal of Dharma, Xavier university, hal. 282.</p>
<p>9. Ibid. 287-289</p>
<p></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/371/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/371/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=371&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/fundamentalisme-dan-tanggapan-gereja-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>6 Pilar Penyangga Perkawinan</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/6-pilar-penyangga-perkawinan/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/6-pilar-penyangga-perkawinan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 08:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/6-pilar-penyangga-perkawinan/</guid>
		<description><![CDATA[6 Pilar Penyangga Perkawinan
      Di masa pacaran, boleh jadi cinta memang sejuta rasanya. Namun ketika memasuki perkawinan, modal cinta saja tak cukup untuk mempertahankan kelangsungan sebuah keluarga. Dalam mencari pasangan hidup, budaya Jawa mengenal sejumlah kriteria yang dikenal dengan istilah bobot, bibit, bebet. Namun pada kenyataannya, banyak orang beranggapan salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=257&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 class="page-title">6 Pilar Penyangga Perkawinan</h2>
<p><!-- start main content -->      <!-- begin content -->Di masa pacaran, boleh jadi cinta memang sejuta rasanya. Namun ketika memasuki perkawinan, modal cinta saja tak cukup untuk mempertahankan kelangsungan sebuah keluarga. Dalam mencari pasangan hidup, budaya Jawa mengenal sejumlah kriteria yang dikenal dengan istilah bobot, bibit, bebet. Namun pada kenyataannya, banyak orang beranggapan salah satunya saja sudah cukup memenuhi kriteria pasangan hidup. &#8220;Cari pasangan ya lihat pribadinya dong! Punya mobil pribadi, rumah pribadi, dan kalau perlu vila pribadi!&#8221; ujar seorang perempuan tanpa maksud bergurau. &#8220;Kalau menurut saya sih, yang penting harus punya tanggung jawab,&#8221; sela seorang teman bicaranya. &#8220;Yang paling penting ya cinta dong!&#8221; yang lain menyergah tak kalah semangat.</p>
<p>Sebetulnya apa saja sih pilar penyangga yang kokoh bagi kelanggengan sebuah perkawinan? Benarkah cinta bisa diandalkan? Sepenuhnya ditentukan oleh kelimpahan materi? Bagaimana soal komitmen dan tanggung jawab? Seberapa penting aspek kepribadian kedua belah pihak? Bagaimana dengan hal-hal lain, bisakah diabaikan?</p>
<p>&#8220;Proses menimbang-nimbang memang seharusnya sudah dimulai sebelum suami-istri memasuki gerbang pernikahan,&#8221; kata Titi P. Natalia, M.Psi. Meski ia tak menyangkal banyak pasangan yang tidak &#8220;sempat&#8221; melewati proses seleksi. Meminjam istilah anak zaman sekarang, ada tahapan yang mesti dilalui, yakni koleksi, seleksi, baru resepsi. Akan tetapi Titi mengingatkan agar kita tidak perlu lagi menoleh ke belakang hanya untuk mempertanyakan apakah tahapan-tahapan tersebut sudah dilalui atau belum. &#8220;Sebaiknya lihat saja ke depan. Komitmen dan kesungguhan suami istrilah yang paling dibutuhkan begitu janur kuning sudah dipasang melengkung,&#8221; tandasnya.</p>
<p><strong>6 Pilar Yang Dibutuhkan</strong></p>
<p>Pilar-pilar yang dibutuhkan demi kokohnya sebuah pernikahan memang tidak sedikit.<br />
Berikut di antaranya:</p>
<ul>
<li> Latar belakang keluarga Tak bisa dipungkiri</li>
<p>latar belakang keluarga kedua belah pihak pastilah memegang peran penting. Yang termasuk di sini antara lain suku, bangsa, ras, agama, sosial, kondisi ekonomi, pola hidup dan sebagainya. Namun bukan berarti pasangan dengan latar belakang yang sangat berbeda dan bertolak belakang tidak mungkin bersatu. Hanya saja mereka mesti lebih siap dituntut berupaya lebih keras dalam proses penyesuaian diri.</p>
<li> Kesetaraan</li>
<p>Kesetaraan akan mempermudah suami istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Adanya kesetaraan dalam banyak hal dapat meminimalkan friksi yang mungkin timbul. Kesetaraan ini antara lain meliputi kesetaraan pendidikan, pola pikir dan keimanan.</p>
<li> Karakteristik individu</li>
<p>Setiap individu memiliki karakteristik yang unik dan ini menjadi salah satu pilar yang menentukan langgeng tidaknya sebuah rumah tangga. Individu dengan karakter sulit yang bertemu dengan individu yang juga berkarakter sulit, tentu lebih berat dalam mempertahankan pernikahannya. Sebaliknya, yang berkarakter sulit bila bertemu dengan pasangan yang berkarakter mudah, tentu proses penyesuaian yang harus dijalaninya bakal lebih mulus.</p>
<li> Cinta</li>
<p>Jangan anggap sepele kata yang satu ini. Walaupun tidak berwujud, cinta dapat dirasakan. Pernikahan tanpa cinta bisa dibilang ibarat sayur tanpa garam, serba hambar dan dingin. Cinta yang dimaksud adalah cinta yang mencakup makna melindungi, memiliki tanggung jawab, memberi rasa aman pada pasangan dan sebagainya.Ada yang bilang, setelah sekian tahun menikah cinta biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Sementara yang tersisa tinggal tanggung jawab. Benarkah? &#8220;Tidak harus seperti itu karena cinta bisa dipupuk supaya terus subur. Apalagi menjalani tanggung jawab akan terasa lebih ringan kalau ada cinta di dalamnya,&#8221; ujar Titi. Meski tentu saja, mempertahankan rumah tangga tidak cukup bermodalkan cinta semata!</p>
<li> Kematangan dan motivasi</li>
<p>Kematangan suami/istri memang ditentukan oleh faktor usia ketika menikah. Mereka yang menikah terlalu muda secara psikologis belum matang dan ini akan berpengaruh pada motivasinya dalam mempertahankan biduk rumah tangga. Namun usia tidak identik dengan kematangan seseorang karena bisa saja orang yang sudah cukup umur tetap kurang memperlihatkan kematangan.</p>
<li> Partnership</li>
<p>Pilar rumah tangga berikutnya adalah partnership alias semangat bekerja sama di antara suami dan istri. Tanpa adanya partnership, umumnya rumah tangga mudah goyah. Selain itu perlu &#8220;persahabatan&#8221; yang bisa dirasakan keduanya. Coba bayangkan, alangkah nikmatnya bila masalah apa pun yang menghadang senantiasa dihadapi bersama dengan seorang sahabat.</ul>
<p><strong>Bila Terjadi Kepincangan</strong></p>
<p>Idealnya, ucap Titi, semua pilar tersebut sama-sama ikut menyangga bangunan rumah tangga agar segala sesuatunya menjadi lebih kokoh dan kuat. Namun dalam realitas sering terdapat kepincangan di sana-sini, entah dalam hal motivasi, kesetaraan dan sebagainya. Kalau hal seperti ini yang terjadi, apa yang harus dilakukan?</p>
<p>&#8220;Semua terpulang pada tujuan pernikahan itu sendiri. Kalau memang tujuan mereka jelas dan motivasi suami maupun istri kuat, tentu akan ada Ã¯Â¿Â½usahaÃ¯Â¿Â½ dari kedua belah pihak untuk menyelaraskan semuanya,&#8221; jawab psikolog yang antara lain berpraktik di Empati Development Center. Keduanya akan bersedia menerima pasangannya, apa pun adanya. &#8220;Tapi ingat, menerima di sini bukan berarti pasrah begitu saja lo, melainkan harus ada penyesuaian di sana-sini yang bisa diterima bersama.&#8221;</p>
<p>Mengarungi biduk perkawinan tanpa masalah memang mustahil karena friksi-friksi sangat mungkin muncul kapan saja dan mencakup aspek apa saja. &#8220;Namun sekali lagi kembali pada usaha suami dan istri untuk mempersepsikan perbedaan yang ada. Apakah perbedaan itu akan dibesar-besarkan atau dicarikan jalan keluarnya.&#8221;</p>
<p>Saat menentukan pilihan mungkin saja calon suami/istri adalah yang terbaik. Namun dalam perjalanan hidup perkawinan mereka, di mata istri atau suami, ternyata pasangannya bukan lagi yang terbaik. Lo, kok bisa begitu? &#8220;Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang dinamis. Selalu saja ada perubahan. Oleh karena itulah dibutuhkan kesadaran kedua belah pihak untuk terus-menerus menyesuaikan diri.&#8221;</p>
<p>Singkatnya, walaupun semua pilar yang disebutkan itu ada dalam rumah tangga, tidak ada jaminan bahwa pernikahan ini akan mulus tanpa batu sandungan. Namun setidaknya dengan adanya pilar-pilar kokoh tadi, suami dan istri akan dipermudah dalam mengarungi bahtera rumah tangga.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/257/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/257/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=257&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/6-pilar-penyangga-perkawinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>