<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://hkbp.wordpress.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	<description>Give The Best For GOD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 05:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hkbp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/742913894b0781f1638ee93983ee8ed7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini &#187; Sejarah</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hkbp.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu HKBP Taman Mini" />
		<item>
		<title>Pengaruh Iman Pada Imu Pengetahuan dan Pengaruh Ilmu Pengetahuan Pada Iman</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/pengaruh-iman-pada-ilmu-pengetahuan-dan-pengaruh-ilmu-pengetahuan-pada-iman/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/pengaruh-iman-pada-ilmu-pengetahuan-dan-pengaruh-ilmu-pengetahuan-pada-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 07:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/pengaruh-iman-pada-ilmu-pengetahuan-dan-pengaruh-ilmu-pengetahuan-pada-iman/</guid>
		<description><![CDATA[   “PENGARUH IMAN PADA ILMU PENGETAHUAN DAN PENGARUH ILMU PENGETAHUAN PADA IMAN”


Sejak awal sejarah umat manusia, manusia telah memperhatikan alam semesta, dan dirinya sendiri dan bertanya-tanya akan banyak hal. Ini berlainan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang.  Ini menghasilkan ilmu pengetahuan, agama dan kebudayaan.
 1. PENGARUH IMAN PADA ILMU PENGETAHUAN.

Ilmu Pengetahuan bermula dari filsafat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=404&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>  <tt><font color="#cc00cc"><font face="Bauhaus 93" size="6"> “PENGARUH IMAN PADA ILMU PENGETAHUAN DAN PENGARUH ILMU PENGETAHUAN PADA IMAN”<br />
</font><font face="Arial" size="3"><br />
</font></font><font color="#000080" face="Arial" size="3"><br />
Sejak awal sejarah umat manusia, manusia telah memperhatikan alam semesta, dan dirinya sendiri dan bertanya-tanya akan banyak hal. Ini berlainan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang.  Ini menghasilkan ilmu pengetahuan, agama dan kebudayaan.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="4"><strong> 1. PENGARUH IMAN PADA ILMU PENGETAHUAN.<br />
</strong></font><font color="#000080" face="Arial" size="3"><br />
Ilmu Pengetahuan bermula dari filsafat Yunani kuno. Pada abad ke-6 sebelum Kristus, Thales dari Milletos mengamati alam semesta ini dan mengatakan: “Semua adalah air”. Seorang filsuf lainnya Anaximandros berpendapat bahwa: “Semua adalah yang tak terbatas (to apeiron)”.  Filsuf lainnya lagi, Anaximenes mengatakan: “Semua adalah udara”. Kemudian timbul filsuf-filsuf lain dan yang paling berpengaruh pada ilmu pengetahuan alam manusia ialah Aristoteles yang hidup diabad ke-4  sebelum Kristus. Pengetahuan ilmu pengetahuan alam praktis dikembangkan oleh Archimedes. Silahkan baca buku Filsafat Yunani untuk detail lebih lanjut.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Yang mau saya tekankan disini ialah pengaruh iman pada ilmu pengetahuan Setelah Thales mengamati alam semesta ini ia mulai kembangkan pikiran dan kesimpulan-kesimpulannya. Mengapa ia lakukan itu? Karena ia percaya bahwa alam semesta ini dapat dimengerti oleh otaknya. Tanpa kepercayaan ini ia<br />
tidak akan buat kesimpulan-kesimpulan dan teori-teori atau filsafat-filsafat.  Bahwa alam semesta dapat dimengerti akal manusia tidak dapat dibuktikan tetapi harus diterima dengan iman. Ini iman pertama yang<br />
paling mendasar dari ilmu pengetahuan alam. Thales sangat terkesan akan air. Ia tentu sering melihat hujan. Pulau Miletos dikelilingi laut. Air kalau dipanaskan jadi uap air. Uap air kalau mendingin jadi air kembali. Thales menambah iman kedua ialah bahwa semua adalah air. Anaximandros setuju dengan<br />
Thales bahwa alam ini dapat dimengerti oleh otak manusia. Tetapi ia tidak setuju dengan iman Thales yang kedua bahwa semua adalah air. Ia masukkan dalam filsafatnya iman keduanya sendiri ialah bahwa semua adalah ketidak terbatasan. Iman kedua Anaximenes adalah udara. Filsuf-filsuf berikutnya memasukkan imannya sendiri dalam filsafatnya. Makin lama makin banyak dan makin kompleks.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Kepercayaan atau iman ini: “ialah bahwa alam semesta dapat dimengerti oleh manusia” diteruskan dari generasi kegenerasi. Kemudian Galileo dan Newton mengambil alih iman ini begitu saja dan menambah iman baru: “Apa yang berlaku kemarin, juga berlaku hari ini dan besok”. Mereka kembangkan rumus-rumus yang mereka percaya berlaku selamanya. Ini iman kedua. Para ilmuwan selanjutnya mengambil alih iman ini dan dalam perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang sesungguhnya ilmu pengetahuan manusia<br />
dipengaruhi oleh iman tambahan mereka sampai sekarang. Makin lama makin besar pengaruh iman pada ilmu pengetahuan.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Pengaruh iman pada teori-teori manusia ditunjukkan a.l. oleh Alfred North Whitehead dan Albert Einstein.  Iman ini dalam ilmu pengetahuan disebut juga presupostions, preassumptions (asumsi mula) atau axioms. Kalau ada satu saja asumsi mula yang salah, maka salahlah seluruh teori atau filsafat yang dibangun diatasnya. Apakah ada cara untuk menguji teori-teori ilmiah dengan cara yang lebih dapat diandalkan? Menurut saya ada, ialah dengan prinsip verifikasi dan/atau falsifikasi.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3"><strong> PRINSIP VERIFIKASI DAN FALSIFIKASI.</strong></font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Pada tahun 1895 di-Universitas Wina diberikan matapelajaran “filsafat ilmu pengetahuan induktif”. Kehormatan mengajar diberikan kepada seorang akhli fisika Ernst Mach (1838-1916). Dengan demikian ilmu pengetahuan mulai disoroti secara filosofis. Sejak 1922 pelajaran diberikan oleh Moritz Schlick (1882—1936), seorang akhli fisika. Schlick mengumpulkan beberapa dosen dari jurusan lain. Setiap minggu mereka jumpa untuk membahas secara filosofis jurusan masing-masing. Diantaranya terdapat akhli matematika Kurt Goedel, Hans  Hahn, Rudolf Carnap dll . Diantara akhli-akhli ilmu exakta tersebut ada seorang sosiolog Otto Neurath (1882-1945).  Ludwig von Witgenstein dan Karl Popper mempunyai pengaruh yang besar, tetapi tidak pernah jadi anggota kelompok ini. Mula-mula filsafat yang dikeluarkan<br />
kelompok ini bernama filsafat dari lingkungan Wina (der Wiener Kreis). Tetapi kini lebih dikenal sebagai positivisme logis (logical positivism). Banyak sekali makalah makalah dan buku-buku yang ditulis kelompok ini. Yang paling  menyolok ialah bahwa mereka sangat tekankan prinsip verifikasi. Mereka katakan: “Suatu ucapan yang tidak dapat diverifikasi ialah ucapan yang tidak bermakna”. Karl Popper menunjukan bahwa sebuah teori tidak pernah dapat diverifikasi (dibuktikan benar) tetapi teori yang bermakna seharusnya<br />
dapat difalsifikasi (dibuktikan salah).</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Positivisme Logis kemudian mempunyai pengaruh yang sangat besar pada perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu pengetahuan alam khususnya., diseluruh Eropah Barat bahkan diseluruh dunia sampai sekarang. Prinsip verifikasi dan/atau falsifikasi dapat seleksi teori-teori yang<br />
“benar” dan teori-teori yang “salah”. Yang “benar” diteruskan dan dikembangkan, sampai ia terbukti salah. Yang salah masuk tong sampah atau maksimal sejarah masa lampau.  Buah dari ilmu pengetahuan alam ialah Teknologi dan kedokteran. Keduanya maju dengan pesat, sangat pesat, makin lama makin pesat.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3"><strong> METAFISIKA.</strong></font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Lawan dari positivisme logis adalah metafisiska. Metafisika disini mungkin mempunyai arti yang sedikit lain daripada metafisika dari Aristoteles. Seorang metafisikus percaya bahwa apa yang masuk keakalnya adalah juga benar walaupun tidak dapat diverifikasi dan/atau falsifikasi.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Albert Einstein menunjukkan bahwa berapa positifnyapun seorang ilmuwan mengaku, kalau ia buat teori, maka didalam teorinya ada unsur-unsur metafisis. Einstein mengakui bahwa dalam teori-teorinya sendiri ada unsur metafisis. Seorang ilmuwan lain yang juga sangat terkenal Wernher von Heisenberg menunjukkan betapa miskinnya ilmu pengetahuan manusia bila hanya yang dapat diverifikasi/falsifikasi saja yang dianggap bermakna.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Saya mengakui apa yang ditunjukkan kedua ilmuwan besar itu adalah benar. Tetapi saya juga tunjukkan bahwa sebuah teori yang masuk akal menurut seorang, belum tentu masuk akal untuk orang lain. Hal itu sangat tergantung pada asumsi-asumsi mula (preassumptions, presuposition) yang diambilnya sebelum ia menyelidiki sesuatu. Saya telah tunjukkan bahwa Thales dari Milletospun telah mempunyai mempunyai asumsi mula bahwa alam semesta ini dapat dimengerti sebelum ia mulai filsafatnya.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Contoh: Persoalan “Teori Evolusi versus Teori Kreasi”:</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Kalau seorang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka tidak masuk keakalnya bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan. Baginya lebih masuk keakalnya kalau alam semesta ini selamanya ada, atau berevolusi perlahan-lahan dari sebuah gumpalan masa yang sangat padat. Ini adalah hakekat dari “The Big<br />
Bang Theory”.  Inilah hakekat dari teori evolusi.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Kalau seorang percaya bahwa Tuhan itu ada, maka masuk keakalnya bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta. Kalau seorang percaya Tuhan yang mempunyai kesanggupan tak terbatas, masuk keakalnya bahwa Tuhan dapat menciptakan alam semesta dalam waktu sekejap. Tetapi kalau asumsi mulanya ialah bahwa Tuhan hanya lebih besar sedikit dari manusia, maka hal itu tidak masuk keakalnya. Yang lebih masuk keakalnya ialah kalau Tuhan menciptakan alam semesta sedikit, sedikit dalam waktu sangat lama. Kalau ia percaya ada Tuhan seperti disaksikan Alkitab, maka masuk keakalnya bila Tuhan ciptakan alam semesta dalam waktu enam hari seperti disaksikan Alkitab. Inilah hakekat dari teori kreasi.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Seorang yang percaya  pada Tuhan Alkitab, tetapi percaya juga teori evolusi akan berusaha untuk mengkompromikan keduanya. Inilah yang dilakukan a.l. oleh  seoarang rohaniwan Katolik Pater Tijlhard de Chardin S.J.  Kompromi ini diambil alih oleh beberapa rohaniwan Katolik lain termasuk Paus Yohannes<br />
Paulus II, dan (sayangnya) juga oleh beberapa teolog protestan.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Baik teori evolusi, maupun teori kreasi tidak dapat diverifikasi atau difalsifikasi. Keduanya hanya soal lebih masuk akal yang mana menurut Anda. Sebelum Anda mengambil keputusan tanya dahulu apa asumsi-asumsi mula Anda?</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Sesungguhnya perdebatan evolusi/kreasi adalah perdebatan ilmiah atau perdebatan agama?</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Kesimpulan pasal I:</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Sebuah teori ilmiah seharusnya dapat diverifikasi dan/atau difalsifikasi, walaupun dalam teori yang  manapun ada unsur metafisik dan unsur iman. Kalau sebuah teori  sama sekali tidak dapat diverifikasi dan/atau falsifikasi.<br />
seperti umpamanya teori evolusi/kreasi, maka sesungguhnya ia sudah keluar dari bidang ilmiah dan masuk bidang agama atau kepercayaan atau filsafat.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="4"><strong> II. PENGARUH ILMU PENGETAHUAN PADA IMAN.</strong></font></tt></p>
<p><tt></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3"><strong> AGAMA.</strong></font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Sejak semula manusia sudah penuh pertanyaan mengenai alam semesta dan dirinya sendiri. Siapakah sesungguhnya saya ini? Mengapa saya ada disini? Setelah mati kemana saya? Manusia membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi banyak pertanyaan manusia tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan. Manusia<br />
butuh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.  Manusia butuh agama yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia ini. Manusia tidak puas dengan ilmu pengetahuan saja.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Pernyataan-pernyataan agama pada umumnya tidak dapat diverifikasi dan/atau falsifikasi. Umpama mengenai keberadaan Tuhan. Inipun sesungghunya tidak dapat dibuktikan, tidak dapat diverifikasi /falsifikasi. Argumen kosmologis teleologis dsb dari Thomas Aquinas telah dibantah oleh filsuf-filsuf lain.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Bertrand Russel membahas soal ini dengan cara yang sederhana sekali. Siapa yang ciptakan alam semesta?. Tuhan! Siapa yang ciptakan Tuhan? Tuhan selamanya ada. Kalau ada yang selamanya ada, mengapa harus Tuhan? Mengapa bukan alam semesta saja? Keduanya sama logis atau sama onlogisnya. Keduanya sama-sama tidak dapat diverifikasi/falsifikasi. Karena Tuhan tidak kelihatan tetapi materi nyata, maka lebih masuk akal untuk mengatakan materi selamanya ada.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Agama adalah kepercayaan yang tidak dapat  diverifikasi/falsifikasi, jadi adalah kepercayaan non-ilmiah. Luther dan Calvin tidak pernah berpretensi bahwa teologi mereka “ilmiah”. Apalagi teolog-teolog sebelum mereka seperti Agustinus dan Thomas Aquinas, walaupun mereka mungkin terpengaruh filsuf-filsuf seperti Plato dan Aristoteles.<br />
</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3"><br />
<strong> PENGARUH ILMU PENGETAHUAN PADA AGAMA KRISTEN.<br />
</strong><br />
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang amat pesat menimbulkan kekaguman umat manusia kepada ilmu pengetahuan. Ini mempengaruhi seluruh kehidupan dan jalan pikiran umat manusia termasuk beberapa teolog. Metode-metode ilmu pengetahuan mereka berusaha trapkan kepada Alkitab. Ini<br />
kemudian mereka sebut sebagai: “Studi Kritis Alkitab”.  Kemudian lagi mereka kembangkan apa yang kini ada yang sebut sebagai teologi modern dan ada yang<br />
sebut teologi liberal.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Sejak abad ke-18 ada teolog yang berpretensi bahwa mereka adalah juga “ilmuwan” karena mereka trapkan metode-metode “ilmiah” dalam studi mereka. Mula-mula jumlah teolog seperti itu sedikit, tetapi kemudian makin lama makin banyak. Yang menolak kesimpulan-kesimpulan mereka mereka ejek sebagai<br />
kuno, primitip, cupat, tertutup, orthodox atau fundamentalis. Sedangkan yang mau terima mereka puji sebagai berani, terbuka, modern dsb. Hal itu berlangsung sampai dengan sekarang.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Yang paling gigih mengembangkan “Studi Kritis Alkitab” ialah Tubingen Schule di-Tubingen, Jerman Barat.  Pengaruh teolog-teolog Tubingen ini kemudian mempengaruhi seluruh Eropah Barat dan kemudian Amerika Serikat.  Pengaruh ini juga masuk Indonesia melalui beberapa STT.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3"><strong> PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA “DER WIENER KREIS” DAN “DER TUBINGEN KREIS”.</strong></font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Pengaruh teolog-teolog Tubingen  dalam bidang teologi, mungkin dapat disamakan dengan pengaruh para ilmuwan dari Wina dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Mungkin mereka dapat juga disebut teolog-teolog dari lingkungan Tubingen (Der Tubingen Kreis). Keduanya mempunyai pengaruh yang sangat besar pada Eropah Barat, Amerika Serikat dan kemudian seluruh dunia.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Tetapi perbedaan yang sangat menyolok ialah karena pengaruh DER WIENER KREIS ilmu pengetahuan alam dan teknologi menjadi sangat maju terutama di-Eropah Barat dan Amerika Serikat, sedangkan karena pengaruh DER TUBINGEN KREIS gereja-gereja menjadi sangat sepi terutama di-Eropah Barat dan Amerika Serikat.<br />
</font></tt></p>
<p style="word-spacing:0;line-height:100%;margin-top:0;margin-bottom:0;">  <tt><font color="#000080" face="Arial" size="3"><br />
<strong> KRITIK ATAS “KRITIK ATAS”.</strong><br />
(Critique on “Higher Criticism).</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Praktis semua kesimpulan “Studi Kritis Alkitab” tidak dapat diverifikasi dan/atau diverifikasi.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Contoh: Teori JEDP</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Seorang dokter Perancis, Jean d’Astruc pada tahun 1753 mempelajari Pentateuch dalam bahasa Ibrani. Ia mengamati bahwa kadang-kadang penulis pakai istilah Jehovah atau YHWE untuk Allah, kadang-kadang Elohim. Ia masih percaya bahwa Pentateuch ditulis oleh Musa, tetapi ia tarik kesimpulan bahwa<br />
Musa memakai dua sumber, ialah sumber J dan sumber E. Kemudian kesimpulan d’Astruc ini dianggap normatif, artinya dijadikan pegangan studi lebih lanjut. Hupfeld dan Welhausen kemudian tambah-tambah spekulasi-spekulasi metafisis d’Astruc dengan spekulasi-spekulasi metafisis mereka sendiri menjadi 4 sumber ialah JEDP.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Kritik: Darimana d’Astruc tahu Musa pakai dua sumber? Mungkin Allah memberi Musa wahyu untuk memakai YHWE dan Elohim sebagai gambaran lanjutan pengertian manusia mengenai Allah Tritunggal. Masakini, kalau Anda buat paper, kadang-kadang Anda pakai istilah Tuhan, dan kadang-kadang istilah<br />
Allah. Dalam makalah inipun kedua istilah itu agak campur aduk. Kata orang istilah Tuhan berasal dari terjemahan kata “God” dan kata Allah diambil dari bahasa Arab, tepatnya agama Islam. Benarkah begitu? Apakah dapat disimpulkan saya memakai dua sumber untuk membuat makalah ini, ialah sumber T dan sumber A???? Tentu saja kesimpulan begitu salah.  Kalau d’Astruc salah maka Hupfeld<br />
dan Welhausen juga salah.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Setahu saya tahun 1753 adalah tahun yang paling tua dari studi kritis Alkitab yang diakui teolog-teolog dari Tubingen. Jean d’Astruc bukan orang Jerman tetapi mungkin orang Perancis atau Belgi, lagipula ia bukan teolog tetapi seorang dokter. Tetapi Hupfeld dan Welhaussen mungkin teolog Tubingen. Benarkah? Pada saat ini saya belum punya data lebih lengkap dan terperinci mengenai mereka.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Teori d’Astruc, Hupfeld dan Welhausen tidak pernah dapat diverifikasi dan/atau falsifikasi. Argumen mereka, menurut mereka, “masuk akal”. Ilmiahkah argumen-argumen seperti ini? Seorang positivis jelas akan menolak argumen demikian dan memasukannya sebagai “spekulasi-spekulasi metafisis yang tak bermakna”. Seorang metafisikus mungkin masih dapat terima kalau ia bisa terima asumsi-asumsi mula dari d’Astruc/Hupfeld/Welhausen.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Analisa yang sama dapat dilkukan untuk Injil Sinopsis dengan sumber M, Sumber L dan sumber Q yang diasumsikan para teolog liberal.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Para teolog Tubingen  Schule dll tidak atau kurang mengerti apa itu yang disebut ilmiah. Mereka menerima spekulasi-spekulasi metafisis yang belum tentu benar bahkan tidak pernah dapat dibuktikan benar sebagai kebenaran yang lebih tinggi daripada Firman Allah. Kini saya tidak heran bahwa orang-orang Kristen di-Eropah Barat dan sebagian dari Amerika Serikat tidak ada motivasi lagi untuk kegereja. Gereja liberal makin lama makin sepi pengunjung. Janganlah hal itu sampai terjadi di-Indonesia.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">AGAMA PADA HAKEKATNYA ADALAH IMAN. ILMU PENGETAHUAN PADA HAKEKATNYA ADALAH PENGAMATAN-PENGAMATAN DAN PENYELIDIKAN-PENYELIDIKAN YANG DAPAT DIAMATI DENGAN CERMAT DAN DAPAT DIULANGI.  APA YANG DISEBUT “STUDI KRITIS ALKITAB” OLEH BEBERAPA TEOLOG  DIKIRA ADALAH ILMIAH. TETAPI KESIMPULAN-KESIMPULAN STUDI KRITIS TIDAK DAPAT DIVERIFIKASI ATAU FALSIFIKASI. SESUNGGUHNYA “STUDI KRITIS ALKITAB” BUKAN AGAMA DAN BUKAN ILMU. JADI APA? TIDAK LAIN DARIPADA SPEKULASI-SPEKULASI METAFISIS YANG TIDAK BERMAKNA, ALIAS OMONG KOSONG.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">FIRMAN ALLAH BERADA JAUH DIATAS SPEKULASI-SPEKULASI METAFISIS MANUSIA. METODE ILMIAH SANGAT COCOK UNTUK MENAKLUKAN ALAM (Kejadian 1:28), TETAPI SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DIPAKAI UNTUK MENGRITIK FIRMAN ALLAH.</font></tt></p>
<p><tt><font color="#000080" face="Arial" size="3">Jakarta, September 2000<br />
Revisi I, Juni 2001</font></tt></p>
<p><font color="#000080" face="Arial" size="3"><tt>Stanley I.Sethiadi.</tt></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/404/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/404/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=404&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/pengaruh-iman-pada-ilmu-pengetahuan-dan-pengaruh-ilmu-pengetahuan-pada-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alkitab, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Alam</title>
		<link>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/alkitab-filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-alam/</link>
		<comments>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/alkitab-filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 07:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hkbp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/alkitab-filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-alam/</guid>
		<description><![CDATA[ALKITAB, FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Oleh Ir Stanley I. Sethiadi. 
&#160;

1. PRAKATA.

Pergumulan &#8220;Alkitab, Filsafat dan Ilmu  Pengetahuan Alam&#8221; adalah studi dan pergumulan hidup saya sampai sekarang (tahun  2003). Pada bulan April 1964 (umur 25 tahun) saya lulus dari ITB jurusan  elektroteknik. Antara 1964-1994 saya mendapat nafkah saya dari bidang teknik.  Tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=403&subd=hkbp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><font color="#cc00cc" face="Bauhaus 93" size="6">ALKITAB, FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM<br />
</font></strong></p>
<p><strong><font color="#cc00cc" size="4">Oleh Ir Stanley I. Sethiadi. </font></strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">1. PRAKATA.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Pergumulan &#8220;Alkitab, Filsafat dan Ilmu  Pengetahuan Alam&#8221; adalah studi dan pergumulan hidup saya sampai sekarang (tahun  2003). Pada bulan April 1964 (umur 25 tahun) saya lulus dari ITB jurusan  elektroteknik. Antara 1964-1994 saya mendapat nafkah saya dari bidang teknik.  Tetapi saya senantiasa mengikuti perkembangan mutakhir dari ilmu pengetahuan  alam praktis maupun teoretis. Saya juga mempelajari filsafat terutama filsafat  ilmu pengetahuan. Teologi baru saya pelajari secara serius sejak 1994. Semua  kesaksian dan artikel yang dimuat di-&#8221;Sahabat Surgawi&#8221; semoga jadi berkat bagi  yang membacanya. Semua ini demi kemuliaan nama Allah Tritunggal yang saya  sembah. Kalau ada satu atau lebih orang yang imannya dikuatkan olehnya, maka  tujuan saya tercapai. Semoga ada diantara mereka yang lebih qualified dari saya,  yang tergerak untuk mempelajari dan mengamalkan persoalan ini lebih dalam dan  lebih luas dari saya. </font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Pada saat ini, saya amati ada banyak  sekali salah pengertian dari orang Kristen akan hakekat ketiganya Alkitab,  Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Alam. Banyak teolog (tidak semua) yang mempunyai  persepsi yang salah mengenai apa itu yang disebut &#8220;ilmiah&#8221;. Mulai dari Tubingen  Schule di-Jerman banyak teolog mengira bahwa mereka harus mempelajari Alkitab  secara &#8220;ilmiah&#8221;. Mereka kembangkan apa yang mereka sebut sebagai &#8220;Studi Kritis  Alkitab&#8221; (&#8220;Biblical Critical Studies&#8221;). Mereka kira studi itu adalah ilmiah,  oleh karena itu benar. Mereka lalu kembangkan suatu teologi yang ada yang  menyebut &#8220;Teologi Modern&#8221; dan ada yang sebut &#8220;Teologi Liberal&#8221;. Teologi Liberal  makin lama makin jauh menyimpang dari Alkitab dan tidak lagi menyentuh hati  nurani dan rasio jemaat. Akibat kesalah pahaman ini gereja-gereja di-Eropah  Barat menjadi makin lama makin kosong, ditinggalkan jemaatnya. Di-Amerika  Serikat keadaan belumlah separah Eropah Barat karena disana sekitar tahun 1920,  ada suatu gerakan besar untuk &#8220;Kembali ke-Alkitab&#8221;. Di-Eropah Barat ada juga  gerakan seperti itu, tetapi kecil-kecilan. Di-Indonesia mulai ada teolog liberal  lulusan STT tertentu. Mereka mulai berusaha mempopulerkan teologi liberal yang  mereka anut. Saya merasa sangat terbeban untuk menunjukkan kesalah pengertian  mereka. Semoga Allah melindungi Indonesia dari kebodohan yang terjadi di-Eropah  Barat mengenai hal ini. Dan semoga Eropah Barat boleh sadar akan kekeliruan  mereka dan iman yang benar boleh kembali di-Eropah Barat.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Bila Anda ada pertanyaan yang  berhubungan dengan Alkitab dan Ilmu Pengetahuan Alam terutama teori Heliosentris  dan teori Evolusi yang belum tercakup dalam kesaksian-kesaksian dan  artikel-artikel saya di-Sahabat Surgawi, silahkan hubungi saya. Saya akan jawab  sebaik mungkin dan mungkin jawaban tersebut akan menjadi artikel berikut. Alamat  email saya ialah </font><a href="mailto:Sethiadi@telkom.net">Sethiadi@telkom.net</a><font color="#000080">  atau </font><a href="mailto:Sethiadi@bozz.com">Sethiadi@bozz.com</a><font color="#000080">.  Bagi yang dapat berbahasa Inggris Anda juga dapat hubungi website Institute for  Creation Research di </font><a href="http://www.icr.org/">http://www.icr.org</a>  .</p>
<p><strong><u></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font color="#000080">2. PENGANTAR.</font></p>
<p></u><font size="4"> </font></p>
<p align="justify"><font size="4"><font color="#000080">&#8220;Beranakcuculah dan bertambah banyak;  penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan  burung-burung di udara dan segala binatang yang merayap di bumi&#8221;.</font></font><font color="#000080"> </font></p>
<p></strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">(Kejadian 1:28b).</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Sejak awal terjadinya manusia, sejak  Kejadian 1, Allah telah memerintahkan manusia untuk menundukkan alam dan segala  binatang-binatang. Allah telah memberikan manusia otak untuk dipakai  mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menaklukan alam. Akal manusia adalah  anugerah Allah yang diberikan manusia untuk dipakai untuk mengerti FirmanNya dan  menundukkan alam. Tetapi sayang ada manusia yang memakai akal pemberian Allah  ini untuk melawan Allah. Ada teolog-teolog yang menggunakan apa yang mereka kira  adalah &#8220;metode ilmiah&#8221; untuk mengritik Firman Allah dengan apa yang mereka sebut  &#8220;Studi Kritis Alkitab&#8221;. Hendaknya para teolog tersebut mengerti dahulu dengan  jelas apa itu metode ilmiah. Metode ilmiah sangat baik untuk dipakai menundukkan  alam, tetapi jangan dipakai untuk mengritik Firman Allah dengan &#8220;Studi Kritis  Alkitab&#8221;, terutama apa yang mereka sebut sebagai &#8220;Kritik Atas&#8221; atau &#8220;Higher  Criticism&#8221; yang sangat melemahkan iman, padahal belum tentu benar dan tidak  pernah dapat dibuktikan benar. Saya kini melangkah setapak lebih jauh dengan  mengatakan bahwa kesimpulan &#8220;Higher Criticism&#8221; yang melemahkan iman Kristen  adalah salah.</font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">3. AGAMA KRISTEN DAN ILMU PENGETAHUAN  MULA-MULA .</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Mula-mula tidak ada pertentangan antara  agama Kristen dan ilmu pengetahuan. Adam mungkin hanya makan buah-buah yang  dapat dipetiknya dengan mudah. Itulah &#8220;teknologi&#8221; yang dikuasai Adam. Apakah  &#8220;agama&#8221; Adam? Agama Adam adalah apapun yang diwahyukan Allah kepada Adam. Adam  sudah tahu bahwa ia diciptakan Allah. Ia tahu bahwa ada yang diizinkan Allah dan  ada yang dilarang. Ia juga sudah tahu bahwa melanggar larangan Allah adalah dosa  dan berakibat ia dan Hawa diusir dari taman Firdaus. Zaman Kain dan Habel  teknologi sudah mulai berkembang lebih jauh. Habel menjadi gembala kambing domba  dan Kain menjadi petani (Kejadian 4:2). Teknologi pertanian dan peternakan sudah  mulai dikembangkan. Agama zaman Kain dan Habel juga sudah mulai ada  perkembangan. Mereka sudah mengadakan korban persembahan (Kejadian 4:3,4).</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Kemudian Nuh sudah dapat buat bahtera.  Korban persembahan juga telah menjadi lebih kompleks. Anak-cucu Nuh sudah dapat  buat menara Babel (Kejadian 11). Pada zaman Musa agama berkembang dan dengan  wahyu dari Allah, Musa meletakkan dasar-dasar agama Yahudi dan Kristen.  Orang-orang Mesir waktu itu sudah dapat buat piramida-piramida. </font></p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">4. ZAMAN YUNANI KUNO.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Zaman Yunani kuno mulai abad ke-enam  sebelum Kristus. Orang pertama yang mendapat kehormatan disebut sebagai filsuf  pertama ilmu pengetahuan alam adalah Thales dari Milletos. Thales berpendapat  bahwa asas pertama adalah air. Anaximandros berpendapat asas pertama ialah &#8220;yang  tak terbatas&#8221; (to apeiron). Anaximenes berpendapat asas pertama adalah udara.  Kemudian filsafat berkembang makin lama makin kompleks. Yang paling terkenal  ialah Socrates (470-399). Plato (427-347) dan Aristoteles (384-322). Archimedes  mengembangkan ilmu pengetahuan praktis.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Diduga Socrates hidup semasa dengan  Maleachi, nabi terakhir dari perjanjian lama. Menurut banyak teolog, setelah  Maleachi Allah tidak memberi wahyu sampai kelahiran Yesus Kristus diabad pertama  setelah Kristus.</font></p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font color="#000080">5. ZAMAN PATRISTIK.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Awal berkembangnya agama Kristen pada  abad pertama, sudah ada pemikir-pemikir Kristiani yang menolak filsafat Yunani.  Mereka berpendapat bahwa setelah Allah memberikan wahyu kepada manusia, maka  mempelajari filsafat Yunani yang non-Kristen dan non-Yahudi adalah sia-sia  bahkan berbahaya. Salah seorang pemuka pikiran ini ialah Tertulianus (160-222).  Tetapi pemikir-pemikir Kristen lain ada yang juga mempelajari filsafat Yunani,  a.l. Yustinus Martir (?-165), Klemens dari Alexandria (150-215),  Origines(185-254). Gregorius dari Nanzianza (330-390), Basilius Agung (330-379).  Gregorius dari Nyssa (335—394) menciptakan suatu sintesa antara agama Kristen  dengan kebudayaan Hellenistik (filsafat Yunani), tanpa mengorbankan apapun dari  kebenaran agama Kristen. Tetapi ada juga karangan-karangan yang diduga ditulis  oleh Dionysios yang sangat berbau neoplatonis.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Bapak gereja yang paling besar dari  zaman Patristik ini ialah Augustinus (354-430). Ia menulis a.l.. &#8220;Confesiones&#8221;  (pengakuan-pengakuan), &#8220;De Civitate Dei&#8221; (kota Allah). Augustinus diakui sebagai  Bapak Gereja yang besar oleh orang-orang Katolik Roma maupun orang-orang  Protestan. Dalam teologinya jelas ada pengaruh Plato. Tetapi pada umumnya ia  berpegang ketat pada Alkitab yang diterimanya sebagai Firman Allah.</font></p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">ZAMAN SKOLASTIK DAN ABAD PERTENGAHAN.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Abad ke-5 sampai abad ke-9 terjadi  perpindahan bangsa-bangsa. Suku bangsa Hun pindah dari Asia ke-Eropah. Bangsa  Jerman pindah pindah melewati perbatasan kerajaan Romawi. Dan begitu seterusnya.  Eropah kacau balau. Perkembangan teologi dan filsafat tidak begitu besar. Nama  seperti Boethius (480-534) dan Alcuinus berasal dari masa ini.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Baru pada akhir abad ke-9 muncul  nama-nama yang mempengaruhi teologi dan filsafat seperti Johanes Scotus Eriugena  (810-877), Anselmus dari Canterbury (1033-1109), Petrus Abelardus (1079-1142),  Ibn Sina (980-1037) orang Arab dengan nama latin Avicenna, Ibn Rushd (1126-1198)  juga orang Arab dengan nama latin Averroes,Moses Maimodes (1135-1204) orang  Yahudi, Bonaventura (1221-1274), Albertus Agung (1205-1280) dan yang paling  terkenal ialah Thomas Aquinas (1225-1274). Thomas Aquinas sangat terpengaruh  oleh filsafat Aristoteles. Orang Katolik terima Thomas Aquinas sebagai Bapak  gereja. Orang protestan banyak menolak argumen-argumen Thomas yang terlalu  terpengaruh oleh Aristoteles sehingga kadang-kadang menyimpang dari exegese yang  sehat dari Alkitab.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Yang mau saya tekankan disini adalah  bahwa teologi dan filsafat saling mempengaruhi walaupun ada peringatan dari  Tertulianus akan bahayanya pengaruh filsafat non-Kristen pada iman Kristiani.  Kalau pada zaman Patristik pengaruh Plato yang terasa sangat dominan pada  teologi masa itu, pada zaman abad pertengahan pengaruh Aristoteles yang sangat  dominan.</font></p>
<p><u><strong> </strong></u></p>
<p align="justify"><u><strong><font color="#000080">6. ZAMAN MODERN</font></strong></u><font color="#000080">.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Abad Pertengahan berakhir pada abad  ke-15 dan kemudian disusul dengan zaman Renaissance. Zaman Renaissance  berlangsung pada akhir abad ke-15 dan 16. Kesenian, sastra musik berkembang  dengan pesat. Ada suatu kegairahan baru, suatu pencerahan. Ilmu pengetahuan  mulai dikembangkan oleh Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus  (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1643). </font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Renaissance dilanjutkan dengan abad  rasio (The age of Reason) pada abad ke-17 dan abad pencerahan (The age of  enlightenment) pada abad ke-18. Karya Galileo Galilei diteruskan oleh Sir Isaac  Newton (1642-1727) dll. Filsafat dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1623),  Rene Descartes (1596-1650), Baruch de Spinoza (1632—1677), G.W. Leibnitz  (1646-1716), Blaise Pascal (1633-1662), G. Berkeley (1665-1753), David Hume  (1711-1776), Imanuel Kant (1724-1804) dll.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Newton mengembangkan Fisika Klasik.  Newton sering disebut sebagai Bapak ilmu pengetahuan alam modern. Pada tahun  1687 Newton menulis bukunya yang sangat terkenal : &#8220;Philosophiae naturalis  principia mathematica&#8221;. Ilmu pengetahuan alam berkembang dengan pesat. Makin  lama makin pesat. Timbul suatu optimisme akan kesanggupan manusia. Kewibawaan  gereja menjadi sangat merosot karena peristiwa Copernicus/Galileo. (Lihat  artikel &#8220;Teori Geosentris versus Teori Heliosentris&#8221;).</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Semua perkembangan dalam filsafat dan  ilmu pengetahuan alam ini mempunyai dampak yang sangat besar pada iman orang  Kristen. Para teolog masa itu sangat terpengaruh dengan filsafat dan ilmu  pengetahuan alam masa itu. Ini nampak jelas dalam teologi mereka. Pengaruh ini  ada positifnya tetapi ada juga negatipnya. Pengaruh positip (menurut orang-orang  Protestan) adalah Gerakan Reformasi. Orang-orang Katolik Roma mula-mula sangat  mengutuk gerakan ini.</font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><u><strong> </strong></u></p>
<p align="justify"><u><strong><font color="#000080">7. GERAKAN REFORMASI</font></strong></u><font color="#000080">.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Reformator yang paling besar adalah  Martin Luther (1483-1546). Sebelum Luther sebenarnya sudah ada  reformator-reformator lain seperti John Wycliffe (1325-1384) di-Inggris dan  Johanes Hus (…..-1415) di-Bohemia. Huss dibakar hidup-hidup oleh Paus Johanes  XXIII pada tanggal 6 Juli 1415. Tetapi teologi mereka masih sangat terbatas dan  pengaruh mereka didunia juga masih sangat terbatas. Erasmus (1466- ) juga  mempunyai pengaruh yang besar pada Luther. Mereka adalah perintis reformasi  teologi. Perjuangan Martin Luther diteruskan oleh John Calvin, Zwingli dan  lain-lain. Setelah Luther mengadakan reformasi teologis, berdirilah  gereja-gereja reformasi mula-mula diseluruh Jerman, tetapi kemudian diseluruh  dunia. Pada tanggal 31 Oktober 1514 Luther memasang 95 dalil digereja  Wittenberg. Sampai kini, tanggal 31 Oktober diperingati sebagai hari reformasi.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Disatu pihak gerakan Reformasi kembali  ketafsiran atau exegese yang sehat dari Alkitab. Mula-mula ada satu gereja  reformasi. Tetapi karena banyak orang yang menafsirkan Alkitab, dan tafsiran ini  berbeda-beda diantara para penafsir, gereja reformasi terpecah-pecah lagi  menjadi beberapa denominasi. Denominasi-denominasi ini makin lama makin banyak.  Hal ini berlangsung sampai sekarang.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Abad ke-19 disebut &#8220;The Age of  Ideology&#8221; dan abad ke-20 disebut &#8220;The Age of Analysis&#8221;. Ilmu pengetahuan alam  berkembang dengan sangat pesat. Teknologi dan ilmu kedokteran ialah penerapan  praktis dari ilmu pengetahuan alam berkembang dengan sangat pesat, makin lama  makin pesat.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Dalam artikel &#8220;Pengaruh iman pada ilmu  pengetahuan dan pengaruh ilmu pengetahuan pada iman&#8221;, telah kita bahas saling  mempengaruhi keduanya, Tentu saja keduanya juga terpengaruh perkembangan  filsafat. Waktu trend filsafat adalah pada rationalisme, maka pengaruhnya sangat  besar pada ilmu pengetahuan maupun pada agama.</font></p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font color="#000080">8. KONSEP KEBENARAN DALAM FILSAFAT.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Apakah filsafat dapat membawa manusia  kepada kebenaran? Para filsuf dizaman Yunani kuno, tidak berani mengatakan bahwa  mereka telah memiliki kebenaran. Filsafat berasal dari kata Yunani  Philo=Mencintai dan Sophia=Kebijaksanaan. Seorang filosof atau filsuf adalah  orang yang mengaku mencintai kebenaran. Mereka tidak pernah claim telah mendapat  kebenaran.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Kiita lihat bahwa para filsuf saling  membantah dan saling mengritik satu dengan lain, Umpama waktu rationalisme  Eropah kontinental sedang ngetrend, di-Inggris dikembangkan Empricisme. Sesuatu  biarpun masuk akal, kalau bertentangan dengan pengamatan, yang mana yang &#8220;lebih  benar&#8221;? Kalau orang melempar sepotong kayu kecil dan sebuah batu besar pada saat  yang bersamaan, yang mana akan sampai ketanah lebih dahulu? Rasio dan perasaan  manusia mengatakan batu besar akan sampai lebih dahulu. Tetapi percobaan yang  dilakukan Galileo dari menara Pisa menunjukkan mereka jatuh pada saat yang  bersamaan. Yang mana yang lebih dapat dipercaya? Kesimpulan rational atau  kesimpulan experimental? Tentu saja kesimpulan experimental.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Ilmu pengetahuan alam kemudian memakai  keduanya. Kalau percobaan mendukung kesimpulan rational orang lebih percaya  kesimpulan tersebut. Tetapi kalau percobaan membantahnya, orang lebih percaya  kesimpulan experimental atau kesimpulan empiris. Jadi apakah kesimpulan empiris  &#8220;lebih benar&#8221; dari kesimpulan rational? Galileo dan Newton memang berpendapat  begitu. Para ilmuwan setelah Newton pada umumnya mengambil sikap ini. Imanuel  Kant (1724-1804) berusaha untuk menjembatani rasionalisme dan empiricisme.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Lalu apakah suatu kesimpulan empiris  mutlak benar? Seorang filsuf dari Scotlandia David Hume (1711-1776) telah  memberi peringatan bahwa kesimpulan empiris tidak pernah dapat dibuktikan benar.  Ia menyangsikan bahwa ilmu pengetahuan pernah dapat mencapai kebenaran mutlak.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Kesimpulan umum ialah bahwa filsafat  tidak pernah dapat membawa manusia kepada kebenaran, dalam artikata kebenaran  &#8220;mutlak&#8221;. Kebenaran relatip dan subjektip mungkin ada, tetapi kebenaran objektip  dan mutlak? Tidak ada filsuf yang berani claim bahwa ia telah mendapat kebenaran  mutlak dan objektip.</font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><u><strong> </strong></u></p>
<p align="justify"><u><strong><font color="#000080">9. KONSEP KEBENARAN DALAM ILMU  PENGETAHUAN</font></strong></u><font color="#000080">.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Kalau dalam dunia filsafat para filsuf  saling membantah satu sama lain, lain halnya dengan dunia ilmu pengetahuan  terutama ilmu pengetahuan alam. Orang mengulangi percobaan-percobaan yang  diambil Galileo dan Newton, hasilnya selalu mendukung kebenaran teori-teori dan  rumus-rumus mereka</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Walaupun Galileo dan Newton orang-orang  yang beragama, hasil penemuan mereka sering dipakai orang untuk menyerang agama.  Manusia dengan kecerdasan semata-mata dapat mencapai kebenaran. Tidak diperlukan  wahyu. Kepercayaan akan hasil experimental manusia lebih dapat dipercaya  daripada wahyu. Peringatan David Hume bahwa hasil eksperimen berapapun banyaknya  tidak dapat mencapai kesimpulan yang mutlak benar praktis tidak ada yang gubris.  Deisme, Materialisme, Agnosticisme dan Ateisme tumbuh dengan subur. Kewibawaan  para rohaniwan makin merosot. Kalau zaman Copernicus para ilmuwan mencari  pembenaran dari para Rohaniwan, mulai abad ke-18 sampai sekarang banyak  rohaniwan (tidak semua) mencari pembenaran dari para ilmuwan. Newton dan metode  ilmiah cara Newton sangat didewa-dewakan, termasuk oleh banyak rohaniwan.  Kesimpulan-kesimpulan ilmiah oleh banyak orang, para ilmuwan, para rohaniwan  apalagi kaum awam dianggap mutlak benar. </font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Optimisme bahwa manusia dapat mendapat  kebenaran mutlak dengan metodemetode Newton makin tumbuh awal abad ke-19. Abad  ke-19 disebut orang &#8220;The age of idiology&#8221;. Ilmu Pengetahuan Alam dengan  produknya teknologi dan terapi kedokteran berkembang dengan pesat. Teknologi  mesin, listrik, komunikasi, kimia, ilmu kedokteran dll berkembang dengan sangat  mengagumkan orang. </font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Orang makin yakin akan kebenaran mutlak  dari ilmu pengetahuan alam terutama teori Newton. Teori-teori yang telah  didukung oleh banyak sekali pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan tidak  lagi disebut teori tetapi naik pangkat menjadi hukum. Jadi kita kenal hukum  Newton, hukum Ohm, hukum Mendel dll.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Pada akhir abad ke-19 diamati  gejala-gejala yang mulai menggelisahkan para ilmuwan. Dalam gerakan Mercurius  ada selisih 3 detik radian per abad. Selisih ini memang sangat sedikit, tetapi  menggelisahkan para astronom. Kalau hukum Newton mutlak benar seharusnya tidak  ada selisih itu. Pada perhitungan gaya tarik antar galaxy dengan rumus Newton  ada penyimpangan. Makin besar jaraknya, makin besar penyimpangannya. Waktu itu  dibidang fisika atom orang sudah dapat mempercepat elektron-elektron dalam  accelerator. Pada kecepatan mendekati cahaya kembali diamati  penyimpangan-penyimpangan. Makin mendekati kecepatan cahaya penyimpangannya  makin besar. Par ilmuwan makin gelisah, tetapi belum ada yang tahu jawabannya.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Pada tahun 1905 seorang muda berumur 26  yang tidak dikenal, seorang pegawai kantor paten di-Swiss menulis sebuah artikel  singkat dan mengirimnya kemajalah ilmu pengetahuan alam &#8220;Annalen der Physic&#8221;.  Artikel itu kemudian menggegerkan dunia ilmu pengetahuan alam sedunia. Artikel  itu kemudian dikenal dengan nama &#8220;The Special theory of Relativity&#8221;. Dalam waktu  sangat singkat nama pegawai kantor paten tersebut menjadi terkenal. Namanya  adalah Albert Einstein. Pada tahun 1916 Einstein menulis &#8220;The General theory of  Relativity&#8221;.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Sampai sekarang teori Newton masih  diajarkan disekolah menengah karena relatif mudah dimengerti. Teori relatif  Einstein sangat sulit untuk dimengerti. Tetapi untuk menerangkan ketiga gejala  tersebut diatas, teori Einstein lebih memuaskan daripada teori Newton. Untuk  kecepatan rendah dibandingkan dengan kecepatan cahaya dan jarak dekat  dibandingkan jarak antar galaxy, sampai sekarang orang lebih bnyak pakai teori  Newton. Tetapi untuk menerangkan gejala alam secaara keseluruhan, para ilmuwan  pada umumnya berpendapat bahwa teori Einstein lebih memuaskan daripada teori  Newton. Hal ini mempunyai dampak yang sangat besar dalam pemikiran dunia  intelektual. Peringatan David Hume mau tidak mau dipikirkan orang lagi. </font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Sir James Jean (1877-1946) menulis  (James Jean &#8220;Physics and Philosophy&#8221;, see &#8220;The philosophers of science&#8221;, Random  house, 1954, page 370): &#8220;In real science also a hypothesis can never be proved  true. If it is negatived by future observations we shall know it is wrong, but  if future observations confirm it we shall never be able to say it is right  since it will always be at the mercy of still further observations&#8221;.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Albert Einstein menulis (Albert  Einstein &#8220;Relativity. The Special and the General Theory&#8221;, Bonanza Books, New  York 1952, page 123-124): &#8220;The Theory finds the justifications for its existence  in the fact that it correlates a large number of single observations and it is  just here that the &#8216;truth&#8217; of the theory lies&#8221;.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">David Halliday menulis ( David  Hallliday &#8220;Introductory Nuclear Physics&#8221; John Wiley and Sons, New York, 1958,  page 4) : &#8220;It is the role of theory to give, on the basis of as few hypotheses  as possible, a simple description of as many experiments as possible. The  question of the &#8216;ultimate truth&#8217; of the hypotheses simply does not arise&#8221;. </font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Karl Popper (1902-1994) menulis (Kees  Bertens &#8220;Filsafat Barat Abad XX jilid I, page 73, Gramedia, Jakarta, 1983) :  &#8220;Dengan observasi terhadap angsa-angsa putih -betapapun besar jumlahnya- orang  tidak dapat sampai pada teori bahwa semua angsa berwarna putih. Tetapi cukuplah  satu observasi terhadap seekor angsa hitam untuk menyangkal teori tadi&#8221;.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Stephen Hawking menulis (Stephen  Hawking &#8220;A brief history of time&#8221;, Bantam Books, Toronto, New York, London,  Sydney, Auckland, 1988, page 10): &#8220;Any physical theory is always provisional, in  the sense that it is only a hypothesis: you can never prove it. No matter how  many times the results of experiments agree with some theory, you can never be  sure that the next time the result will not contradict the theory. On the other  hand you can disprove a theory by finding even a single observation that  disagrees with the predictions of the theory.&#8221;</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Praktis semua ilmuwan dan filsuf ilmu  pengetahuan terkemuka dalam abad ke-20 ini menyimpulkan bahwa: </font></p>
<p><strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">SEBUAH TEORI ILMIAH, TIDAK PERNAH DAPAT  DIBUKTIKAN BENAR. MAKSIMAL DAPAT DIKATAKAN IA BELUM TERBUKTI SALAH.</font></p>
<p></strong>  <u><strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font color="#000080">10. PERNYATAAN KEBENARAN YESUS.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Yesus menyatakan : <u><strong>Akulah jalan  dan kebenaran dan hidup</strong></u>. (Yoh 14:14a)</font></p>
<p><u><strong>  </strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Pernyataan diatas adalah pernyataan  Yesus, pernyataan Allah dan bukan konsep manusia. Manusia hanya bisa percaya  atau tidak percaya. Sia-sia manusia mencari kebenaran dalam filsafat, ilmu  pengetahuan atau spekulasi-spekulasi manusia lainnya. Yesus adalah alpha dan  omega. Yesus adalah kebenaran dan kebenaran adalah Yesus.</font></p>
<p><u><strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font color="#000080">11. KESIMPULAN-KESIMPULAN DAN  ANJURAN-ANJURAN.</font></p>
<p></strong></u></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Apa yang diperingatkan Tertulianus pada  abad pertama bahwa bagi orang Kristen mempelajari filsafat Yunani tidak ada  gunanya bahkan berbahaya ada benarnya. Kita lihat dari uraian diatas bahwa bila  seorang teolog terkesan pada filsafat Plato, maka dalam uraian-uraian  teologisnya mau tidak mau ia masukan filsafat Plato (Augustinus). Bila ia  terkesan pada filsafat Aristoteles, ia masukan filsafat dan metode berpikir  Aristoteles dalam teologinya (Thomas Aquinas). Dizaman modern, bila ia terkesan  akan rasionalisme ia masukan filsafat rasionalisme. Demikian dalam teologi  modern kita lihat pengaruh existensialisme, fenomenologisme dll. Kini orang  sedang kembangkan filsafat post modern. Sudah ada teologi yang terpengaruh post  modernisme. Semua itu sudah tidak murni ajaran Allah lagi, tetapi ajaran Allah  dicampur ajaran manusia. Augustinus dan Calvin biarpun tidak dapat menghindarkan  diri dari kepercayaan mereka diluar Alkitab, sangat menghormat Alkitab sebagai  Firman Allah. Jadi dari pelbagai teologi yang ada, teologi Augustinus dan Calvin  relatip murni.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Tentu saja orang tidak dapat menutup  mata akan dunia sekelilingnya termasuk orang Kristen. Tetapi hendaklah  pemikir-pemikir Kristen menyadari akan sejarah pemikiran Kristen seperti telah  saya uraikan diatas sepintas lalu. Orang Kristen, baik filsuf, ilmuwan, teolog,  penatua, aktivis gereja maupun jemaat &#8220;biasa&#8221;, hendaknya menaruh Firman Allah  yaitu Alkitab jauh diatas segala teori-teori buatan manusia. Belajarlah dari  sejarah. Jangan mengutuk, tetapi jangan pula kompromikan Firman Allah dengan  teori manusia yang manapun. Dalam artikel &#8220;Teori Geosentris versus teori  Heliosentris&#8221; kita lihat bahwa kutukan gereja pada teori Geosentris membuat  generasi teolog berikutnya jadi salah tingkah. Kemudian mereka kompromi dengan  teori Heliosentris. Padahal teori Heliosentris dalam pandangan astronomi abad  ke-20/21 sama benarnya atau sama salahnya dengan teori Geosentris. Tetapi  generasi teolog yang kompromikan Alkitab dengan teori Heliosentris tersebut  mengutuk teori evolusi mulai dari Buffon apalagi Darwin (1849). Kemudian  generasi teolog berikutnya lagi jadi salah tingkah dan kompromi lagi. Saya telah  tunjukkan bahwa teori evolusipun belum tentu benar bahkan tidak pernah dapat  dibuktikan benar. Teori ilmiah yang manapun tidak pernah dapat dibuktikan benar.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Setelah saya mempelajari teologi,  walaupun saya tidak pernah dapat gelar apa-apa sampai sekarang, saya juga tarik  kesimpulan bahwa hal yang sama berlaku untuk teologi buatan manusia. Teologi  seseorang sesungguhnya adalah tafsiran orang itu akan Alkitab. Teologi atau  tafsiran Alkitab manusia manapun tidak pernah dapat dibuktikan benar. Teologi  manusia manapun dibiaskan oleh asumsi-asumsi mulanya, oleh  prasangka-prasangkanya, intuisi, perasaan dan pengalaman-pengalamannya, oleh  teori-teori, filsafat-filsafat yang dibacanya. Yang mutlak benar hanyalah Allah.  Kebenaran Allah adalah mutlak dan tak terbatas. Tetapi begitu Allah mau wahyukan  sesuatu kepada manusia, maka haruslah dipakai pengertian-pengertian dan bahasa  manusia yang serba terbatas. Alkitab adalah Firman Allah, tetapi ditulis,  diteruskan, dikutip, diterjemahkan, dicetak dan dibaca oleh manusia yang serba  terbatas. Manusia yang terbatas berusaha mengerti Allah yang tak terbatas. Allah  tidak dapat salah, tetapi manusia dapat salah. Itulah sebabnya tafsiran orang  Katolik sedikit lain dengan orang Protestan dan sedikit lain dengan orang  Kharismatik. Tetapi walaupun tafsiran manusia akan Firman Allah dapat salah,  kita tetap harus berusaha untuk mendapat pengertian yang sebaik-baiknya. Kita  tetap harus berusaha untuk mendapat tafsiran Alkitab yang sebaik-baiknya. Yang  terbaik adalah jangan tafsirkan Alkitab. Terima Alkitab seperti adanya. Saya  setuju usaha manusia untuk mendapat Alkitab yang seasli mungkin. Usaha ini  disebut juga &#8220;Kritik Bawah&#8221; atau &#8220;Lower Criticism&#8221; atau &#8220;Text Criticism&#8221;. Asal  kita ingat bahwa &#8220;Lower Criticism&#8221;-pun kalau itu adalah studi ilmiah maka  kesimpulannya tidak pernah dapat dibuktikan benar, maksimal dapat dikatakan  belum terbukti salah. Walaupun saya mempelajari juga &#8220;Higher Critisism&#8221; (&#8220;Source  Criticism&#8221; dll) saya menolak semua kesimpulan yang melemahkan iman. Terimalah  Alkitab seadanya. Pakailah rasio, perasaan, dan pengalaman Anda untuk lebih  mengerti Firman Allah dengan lebih baik, tetapi jangan kritik Allah dan Firman  Allah seperti dilakukan kaum liberal dan beberapa orang anti-Kristen.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Seorang pemikir Kristen (filsuf,  ilmuwan teolog) tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh para filsuf lain  dari zaman Yunani sampai sekarang. Tetapi terutama bagi seorang teolog  hendaknyalah ia taruh Alkitab jauh diatas filsafat-filsafat, teori-teori serta  spekulasi-spekulasi manusia. Jangan terbalik. Para teolog liberal menaruh  pengetahuan manusia yang tidak seberapa itu diatas Alkitab. Para teolog Injili  biarpun banyak diantara mereka yang mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan,  tetap menaruh Firman Allah diatas filsafat-filsafat dan teori-teori ilmiah  buatan manusia.</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Maka anjuran saya kepada semua orang  Kristen dari denominasi manapun juga (Katolik, Protestan, Pentakosta,  Kharismatik dll) dan dalam jabatan apapun juga, Pemikir Kristen, Dosen Teologi,  Teolog, Pendeta, Penatua, Aktivis gereja atau anggota jemaat &#8220;biasa&#8221; ataupun  simpatisan agama Kristen sbb:</font></p>
<p><font size="4"><strong></p>
<p align="justify"><font color="#000080">JANGAN MENGUTUK TEORI ILMIAH MANAPUN  TETAPI JUGA JANGAN KOMPROMIKAN ALKITAB DENGAN TEORI ILMIAH MANAPUN. ALKITAB  BERADA JAUH DIATAS SPEKULASI-SPEKULASI, TEORI-TEORI ATAU FILSAFAT-FILSAFAT  MANUSIA YANG MANAPUN. </font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p></strong></font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Ditulis : 2001</font></p>
<p align="justify"><font color="#000080">Revisi I : Juni 2003</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hkbp.wordpress.com/403/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hkbp.wordpress.com/403/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hkbp.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hkbp.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hkbp.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hkbp.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hkbp.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hkbp.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hkbp.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hkbp.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hkbp.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hkbp.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hkbp.wordpress.com&blog=928900&post=403&subd=hkbp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/alkitab-filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3eb4b0a4e03f1668270b537504bc3827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hkbp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>