Menyerah Di Sungai Yabok

Menyerah Di Sungai Yabok

Kej 32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”

Kisah pergumulan Yakub melawan Allah di sungai Yabok merupakan salah satu kisah seru yang terdapat di Alkitab. Namun kisah ini juga mengandung sebuah pelajaran penting yang dapat diaplikasikan dalam hidup kekristenan kita. Sama seperti Yakub, kita semua satu waktu akan dibawa pada ‘Sungai Yabok’ yang berarti tempat pengosongan/pelepasan.

Yabok juga melambangkan kematian terhadap diri sendiri dimana kita berhenti berusaha mengandalkan kekuatan diri kita. Allah ingin membawa kita ke sebuah tempat dimana kita akan mati terhadap diri sendiri dan mati terhadap cara lama kita yang mengandalkan kekuatan diri sendiri.

Beberapa tahun belakangan ini saya menemukan adanya sebuah trend pekerjaan baru dalam dunia bisnis yaitu pekerjaan motivator.

Hal ini juga ditandai dengan banyaknya terbit buku-buku motivasional yang kemudian menjadi best seller. Juga banyak bermunculan perusahaan-perusahaan baru yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia.

Saya tidak bermaksud mengatakan semua yang berkaitan dengan hal itu salah dan tidak berkenan kepada Tuhan tetapi kita harus waspada sebab bila tidak, kita bisa terjebak ke dalam pengajaran new age yang inti pengajarannya adalah meng-allahkan manusia.

Salah satu motivator terkenal di Indonesia mengajarkan sebuah prinsip tentang perlunya kerja keras dan ketekunan dengan memakai perumpamaan sebuah besi batangan bila diasah terus bisa menjadi sebuah jarum

Saya sangat setuju perlunya kerja keras dan ketekunan dalam hidup ini tetapi hal itu harus dilakukan dalam roh penyerahan kepada Allah bukan dengan memakai kekuatan sendiri.

Perbedaannya memang sangat tipis sehingga banyak anak Tuhan yang tidak menyadari bahwa bila tidak hati-hati memakai prinsip itu kita bisa keluar dari jalur yang berkenan kepada Allah.

Sekali lagi saya tidak ingin menghakimi mereka yang terlibat dalam dunia permotivatoran tetapi saya hanya ingin mengajak kita waspada untuk tidak menerima sebuah pengajaran tanpa mengujinya dengan kebenaran Alkitab.

Alkitab mengajarkan kita untuk tidak mengandalkan kekuatan diri kita sendiri melainkan harus mengandalkan Tuhan sepenuhnya.

Hidup kerohanian saya berubah 180 derajat di tahun 1998 saat Tuhan melawat saya lewat buku berjudul ´Roh Kudus´ karangan Billy Graham.

Salah satu prinsip yang mengubah hidup saya dari buku itu adalah prinsip penyerahan hidup kepada Tuhan. Oswald Chambers mengatakan salah satu hal yang paling sulit dilakukan orang Kristen adalah menyerah.

Natur dosa yang kita miliki membuat kita cenderung untuk memakai kekuatan sendiri daripada menyerah untuk mengandalkan Allah.

Oh mungkin di mulut kita bisa saja berkata “aku mengandalkan Tuhan” namun pada kenyataannya kita tetap saja berusaha memakai kekuatan sendiri sehingga Tuhan akan mengijinkan kita mengalami kegagalan demi kegagalan supaya dengan itu kita belajar untuk mengandalkanNya. Dibutuhkan waktu dan penderitaan untuk membuat kita benar-benar menyerah kepada Tuhan sepenuhnya.

Saya dengan yakin berani mengatakan pernyataan ini sebab saya sendiri mengalaminya secara nyata. Oleh karena itu sama seperti Yakub yang diijinkan mengalami krisis dan situasi terjepit baru bisa menyerah kepada Allah maka seringkali Tuhan juga memakai metoda yang sama.

Kadang tampaknya Tuhan seperti menjebak kita dalam situasi yang begitu terjepit sehingga kita tidak punya pilihan lain kecuali menyerah.

Pernahkah anda mengalami hal yang seperti itu ? Saya sering mengalaminya.

Penulis kitab Ibrani mengatakan karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya (Ibr 11:21).

Di akhir hidupnya Yakub memberkati keturunannya dan menyembah kepada Allah sebab orang ini yang dahulunya dikenal sebagai penipu telah diproses dan diremukkan sedemikian rupa oleh Allah. Inilah tujuan Tuhan memproses dan meremukkan hidup kita yaitu agar hidup kita dapat menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.

Proses pengisian dalam diri kita selalu diawali terlebih dahulu dengan proses pengosongan.

Hanya melalui penyerahan hidup maka kita dapat memperoleh kehidupan yang sejati.

Prinsip ini mungkin berbeda dengan banyak prinsip yang pernah anda terima sebelumnya namun inilah prinsip yang Alkitabiah.

Berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan menyerah untuk mengandalkan Tuhan sepenuhnya itulah kunci untuk memperoleh kehidupan yang sejati !

Published in: on March 29, 2007 at 11:11 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/03/29/menyerah-di-sungai-yabok/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: