Anak-anak Gunung

Anak-anak Gunung

Suatu pagi dibulan Februari yang cerah, jam baru menunjukan jam 6 pagi… Anak-anak sudah rapi bergerombol didepan gereja dengan seragam dari TK, SD dan SMP. Mereka adalah anak-anak sekolah minggu yang ingin berangkat ke sekolah Dari wajah2 mereka sangat ceria setelah melewati liburan hari minggu, Mereka membiasakan diri berdoa digereja sebelum berangkat ke sekolah yg berjarak 3 km Pagi itu aku berniat bersama-sama mereka untuk pulang setelah pelayanan semalam di desa.

3 tahun yl, Tuhan memanggilku untuk masuk desa ini dalam pelayanan perintisan mereka yang saat ini duduk di SMP masih di SD, adik2 mereka belum bersekolah.. aku ingat diantara mereka masih ada yang bersandal pergi ke sekolah waktu itu. Puji Tuhan kini mereka semuanya sudah bisa bersepatu seperti anak2 dikota, Ada 4 anak yg baru masuk TK kecil bersama-sama kakak-kakaknya. Sepeda ontelpun belum bisa digunakan untuk daerah ini, Biasanya ku masuk desa ini dengan Taft tuaku tahun 81….. Karena terlalu seringnya keluar masuk desa, turun naik gunung,saat ini sering rewel, Minggu ini aku terpaksa harus naik kendaran umum, berjalan kaki utk sampai didesa.

Hatiku kagum memuji Tuhan.. melihat anak-anak ini yang begitu riang gembira menapakkan kakinya ditanah setapak yg masih lembab karena guyuran hujan semalam, mereka sudah menjadi bagian dalam hidupku, terbesit dalam pikiranku, kalau saja anak-2 dikota tinggal didaerah seperti ini pasti mereka tidak bisa kesekolah, karena mereka bukan seperti anak-anak gunung, dikota- anak2 sudah terlalu dimanja, anak2 desa ini mereka sudah terbiasa harus melewati jalan2 setapak yang curam, turun naik perbukitan, melewati sungai dengan jembatan bambu, karena harus memotong pintas kejalan raya yang terdekat. Lia yang terkecil baru berusia 4,5 tahun, aku ter-kagumkagum melihatnya, ia ber-lari2 tidak nampak keletihan, usiaku yang sudah memasuki kepala enam, dengan nafas yg tersengal-sengal ketika harus melewati jalan yang mendaki, anak-anak harus menunggui aku beberapa kali……

Ketika berada didesa jemaat ada yang bercerita baru2 terjadi terhadap penduduk yang sedang mencari rumput ditebing gunung, karena terpeleset masuk kedalam jurang dan ditemukan sudah meninggal dunia. Hatiku pagi itu hanya bisa ber-teriak2 kepada anak2 yang berjalan di-muka “hati-hati”, karena aku sendiri telah beberapa kali terpeleset ingin jatuh. Setiap pagi pergi sekolah dan pulang sekolah mereka harus melewati jalan2 tikus yang membahayakan itu untuk memotong jalan pintas yang terdekat dari desa mereka ke jalan raya, kemudian dari jalan raya baru mereka menantikan kendaraan umum yg akan membawa mereka kesekolah

“Tuhan, tidak ada orang lain yang memperhatikan mereka, Engkau yang menjaga langkah2 kaki mereka agar tidak terjatuh, bahkan kehidupan mereka kelak…jadikan mereka menjadi anak-anakMu yang berhasil untuk membangun keterbelakangan desa mereka. Amin “

Published in: on April 2, 2007 at 6:41 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/anak-anak-gunung/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: