Keberhasilan dan Kegagalan Hawa (1)

Keberhasilan dan Kegagalan Hawa (1)

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup” [Kejadian 3:20]

Keberhasilan dan kegagalan merupakan sesuatu yang sangat tergantung sudut pandang seseorang. Artinya, bagi seseorang, perkara tertentu merupakan keberhasilan, tetapi bagi yang lainnya, perkara itu merupakan kegagalan.

Pada umumnya, penilaian Tuhan berbeda dengan penilaian manusia. Bagi manusia sesuatu itu gagal, tetapi bagi Tuhan berhasil. Sebagai contoh, mari kita melihat kehidupan dan pelayanan Yesus. Setelah Yesus melayani bangsa Yahudi selama kurang lebih tiga tahun, Ia ditangkap oleh para pemimpin agama Yahudi serta diserahkan kepada bangsa Roma untuk disalibkan. Satu orang muridNya mengkhianati Dia. MuridNya yang lain menyangkal Dia tiga kali. Semua muridNya pergi meninggalkan Dia di Taman Getsemani ketika Ia ditangkap. Bahkan di kayu salib, Bapa di Sorga meninggalkan Dia sehingga Ia berseru, “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Menurut sudut pandang manusia, dimana keberhasilan Yesus? Bagi manusia dengan akal sehat, tentu menilai dan harus menilai, bahwa Mahkamah Agama Yahudi dengan Bait Sucinya yang megah itu, telah sukses menyingkirkan “si-penyesat”. Tetapi bagaimana menurut penilaian Bapa di Sorga? Menurut penilaianNya, kematian Yesus merupakan awal kemenangan yang akan berakhir dengan hancurnya musuh terakhir yaitu maut, sehingga Allah menjadi semua didalam semua.

Mengapa renungan keluarga ini dimulai dengan mengungkapkan keberbedaan penilaian manusia dengan Tuhan? Karena dalam renungan ini, dan beberapa renungan selanjutnya, kita akan melihat keberhasilan dan kegagalan para wanita ( isteri) yang tercatat dalam Alkitab, maka diharapkan, penilaian kita sesuai dengan penilaian Tuhan, supaya kita semua dapat membangun keluarga yang berhasil menurut penilaian Tuhan.

Sekarang kita akan mulai dengan keberhasilan Hawa sebagai isteri Adam. Adam memberi nama (memberi identitas diri ) kepada isterinya sebagai ibu semua yang hidup ( Hawa=life / hidup ). Sesungguhnya, nama yang diberikan Adam kepada isterinya ini, mengungkapkan iman Adam. Secara manusia, seharusnya Hawa ini adalah ibu dari segala yang mati. Mengapa? Karena manusia telah jatuh kedalam dosa, dan upah dosa adalah maut ( kematian rohani yang berproses kepada kematian jasmani ). Tetapi kita lihat disini iman Adam dan respon Hawa, yaitu bahwa Hawa menundukkan diri, serta mengaminkan dan menerima nama yang diberikan suaminya. Kerelaan Hawa menerima serta mengaminkan iman suaminya, ternyata membuahkan hasil. Hawa melahirkan Habel, seorang yang hidup dalam pandangan Allah. Dan ketika Habel dibunuh oleh Kain, kembali Hawa melahirkan Set, yang juga melahirkan Enos, yang memanggil nama Tuhan ( Kej. 4:25 ).

Bagaimana respon para isteri kristen terhadap iman suaminya? Mungkin banyak isteri kristen yang mengaminkan iman suaminya, tetapi tidak jarang juga yang bersikap dingin dan bahkan menertawakan. Semoga tidak ada isteri kristen, seperti isteri Ayub yang berkata pada suaminya, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”

Published in: on April 2, 2007 at 11:41 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/keberhasilan-dan-kegagalan-hawa-1-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: