Kekayaan

Kekayaan

Riches don´t make a man rich. They only make him busier.
— Christopher Columbus –Kalimat yang bijak, ini menarik sekali untuk dicermati. Contohnya; apabila seseorang naik strata sosialnya dari keadaan biasa-biasa lalu menjadi kaya, tentu mereka akan disibukkan untuk membelanjakan uangnya, mereka akan membeli mobil yang lebih bagus, rumah yang lebih besar/ mewah, jalan-jalan ke luar negeri, beli ini, beli itu, pendeknya mereka akan membeli gaya hidup yang mencerminkan mereka itu punya duit.

Namun apakah arti kekayaan yang dimaksud Tuhan? tentu bukanlah kekayaan harta materi semata. Keselamatan adalah harta terbesar kita. Kita menjadi pewaris kerajaan surga, menjadi anak-anak Allah.

1. KONSEP KEKAYAAN

1.A. ALAM SEMESTA SEBAGAI GAMBAR KEMULIAAN ALLAH

Sejak Allah menciptakan alam semesta, Allah melengkapi alam semesta dengan kekayaan. Seluruh kekayaan dalam alam semesta dibuat oleh Allah untuk menggambarkan kemuliaan-Nya. Berbagai sumber alam disediakan Allah untuk memperkaya kehidupan manusia di muka bumi, tumbuh-tumbuhan, hewan, hingga bahan-bahan pertambangan yang pada waktunya bermanfaat bagi kemajuan dan kelangsungan hidup manusia di bumi. Tuhan sudah menyediakan segala kebutuhan manusia sejak saat manusia pertama itu diciptakan, bahkan Tuhan memberkati manusia dengan berkelimpahan :

Kejadian 1:11,16-18,20,24,29-31

1:11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:20 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”
1:24 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian.
1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

1.B. UKURAN KEKAYAAN

Ukuran kaya menurut Allah tidak seperti ukuran manusia, Tuhan tidak melarang kekayaan. Tuhan mengajar agar anak-anaknya mencari dahulu jenis-jenis kekayaan yang bisa dibawa kedalam kekekalan.

Matius 6:19-20

6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Allah tidak mengajarkan kita untuk mengejar kekayaan duniawi. Allah akan memberkati keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Kekayaan adalah berkat Tuhan semata :

Filipi. 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Amsal 10:22
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

1.C. MAKSUD BERKAT KEKAYAAN

Kita banyak menjumpai orang-orang kaya dan terkenal, sepertinya tidak lagi ada kesusahan dalam hidupnya. Tetapi kemudian kita mendapati mereka tidak dapat menikmati hidupnya karena takut bangkrut, atau mengalami kecemasan-kecemasan lainnya. Ada banyak juga orang punya jabatan, tetapi sebentar saja namanya tidak disebut orang lagi; banyak orang terkenal yang selalu disanjung-sanjung orang, akhirnya mati bunuh diri. Sia-sia sekali keadaan tersebut.

Jika kita memiliki harta, maka kita harus minta kuasa untuk dapat menikmatinya. Ada orang yang diberi harta oleh Tuhan tetapi tidak bisa menikmatinya. Kita berusaha tapi jangan mengejar kekuasaan atau harta sebab kenyataannya banyak orang yang menderita karena harta. Manusia juga jika mati tidak membawa harta. Mintalah kepada Tuhan agar kita dapat menguasai diri untuk menikmati berkatNya.

Pengkhotbah 6:1,2

6:1 Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:
6:2 orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Jika kita diijinkan untuk memiliki kekayaan, kita harus sadar bahwa semuanya karena anugerah Allah saja. Sebab bagi umat Tuhan, harta dunia, apapun bentuknya, bukanlah tujuan akhir hidup ini.

Yakobus 2:5
Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?

Kekayaan yang datang dari Tuhan, dapat dinikmati sebagai karunia :

Pengkhotbah 5:17-18

5:17 Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
5-18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itupun karunia Allah.

2. KEKAYAAN DARI TUHAN

Bolehkah kita meminta kekayaan? Baiklah kita belajar dari Raja Salomo : Tuhan sangat memberkati Salomo dengan berkelimpahan, tidak ada raja yang lebih kaya daripada Salomo, tetapi apakah Salomo pernah memohon-mohon supaya dia menjadi kaya? Mari kita lihat apa yang diajarkan dalam Alkitab :

1 Raja-raja 3:3-15

3:3 Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.
3:4 Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.
3:5 Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”
3:6 Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
3:7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
3:8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”
3:10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
3:11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
3:12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.
3:13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.
3:14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.”
3:15 Lalu terjagalah Salomo; ternyata ia bermimpi. Sekembalinya ke Yerusalem, berdirilah ia di hadapan tabut perjanjian Tuhan, dipersembahkannya korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan, kemudian ia mengadakan perjamuan bagi semua pegawainya.

Hikmat adalah sebuah kekayaan yang lebih besar daripada harta duniawi. Salomo tahu apa yang baik untuk dirinya. Kekayaan itu hal yang mudah bagi Allah. Mengapa Allah memberikan berkat yang sungguh berkelimpahan kepada Salomo sedangkan dia tidak pernah memohonkannya?, kita baca lagi pada ayat 3 “Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan”. Allah sungguh bersuka cita akan cara hidup Salomo, dan ketika berdoa Salomo tidak meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri, tetapi suatu permohonan yang bermanfaat untuk orang lain, Allah dibuat kagum oleh Salomo, perhatikan ayat 9 “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”

Jadi kekayaan adalah hal yang sepele buat Tuhan, Allah kita Allah yang kaya, maka sebagai anak, hendaklah kita tahu dan mengerti apa yang Tuhan mau. Berkat tidak selalu berupa materi, Hikmat adalah sebuah berkat yang lebih dari kekayaan.

Pengkhotbah 7:11-12

7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

Kekayaan adalah dari Tuhan! Janganlah menganggap kekuatan kita yang menjadikan kita kaya.

Ulangan 8:17
Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.

Bagaimana sikap kita terhadap kekayaan ? Maka ijinkan saya memberi ulasan sebagai berikut :

2.A. Berkat kekayaan
2.B. Allah mau kita kaya, dalam arti bagaimana?
2.C. Nasehat Allah tentang kekayaan
2.D. Berbagi berkat

2.A. BERKAT KEKAYAAN

Tidak ada salahnya kita menjadi kaya, banyak orang suka menjadi kaya, banyak umat Allah diceritakan di Alkitab bahwa mereka itu kaya dan diberkati dan mereka itu orang-orang kesayangan Tuhan. Diantaranya adalah Abraham dan Yosafat :

Kejadian 13:2
Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya

2 Tawarikh 18:1
Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.

Dengan kekayaan kita bisa memuliakan Allah dengan harta kita :

Amsal 3:9-10

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Berkat kepada manusia itu ada didalam rencana Allah, Allah tahu menyediakan apa yang baik untuk manusia :

Imamat 26:1-13

26:1 “Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
26:2 Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN.
26:3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya,
26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.
26:5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.
26:6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.
26:7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
26:8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
26:9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.
26:10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.
26:11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.
26:12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.
26:13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.”

Ulangan 28:1-14

28:1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
28:3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
28:4 Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
28:5 Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
28:6 Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
28:7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
28:8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
28:9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
28:10 Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.
28:11 Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.
28:12 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.
28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
28:14 dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

Amsal 3:16
Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Amsal 13:22
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Maleakhi 3:10-12

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Firman Allah tersebut hebat bukan? Saya yakin ayat-ayat tersebut merupakan favorit, hidup didalam jaminan Allah, oh sungguh indah sekali. Maka janganlah takut akan apa yang akan kita makan dan kita pakai esok hari, kita ada didalam pemeliharaannya. Hidup sejahtera damai dalam Kristus pasti kita punyai!

Allah tentu senang memberkati manusia, saya sangat percaya itu. Tetapi Allah lebih senang ketika Dia mendapati anak-anakNya itu tidak memprioritaskan kebutuan jasmani saja, tetapi selalu mencari kebenaran Allah dan hidup menurut ajaranNya :

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Yohanes 10:10
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Allah kita adalah Allah yang berkelimpahan. Allah sanggup memberkati kita dengan berkat jasmani yang cukup untuk kita hidup bahkan berkelimpahan.

2.B. Allah mau kita kaya, dalam arti bagaimana ?

Manusia jatuh miskin karena dosa. Keterpisahan manusia dari kemuliaan Allah adalah hal termiskin yang dialami manusia. Akibat dosa masuk ke dalam dunia dan mencemari segala ciptaan, Allah mengutuk tanah, yaitu tempat penambangan dan pengembangan kekayaan di bumi :

Kejadian 3:1-7,17-19

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Allah murka dan mengutuk “tanah” sebagai akibat perbuatan dosa. Tapi ternyata kutukan Allah tidak meredakan niat jahat manusia untuk selalu berbuat dosa. Manusia semakin jatuh dalam berbagai tindakan dosa. Sehingga pada jaman Nuh, Allah menghukum manusia dengan air bah dan menenggelamkan dunia (baca kitab Kejadian 6).

Allah Maha Adil; perbuatan dosa harus ada hukumannya, kutuk terhadap perbuatan dosa ada sebagai konsekwensi dari perbuatan manusia yang tidak taat perintah Allah. Tetapi sungguh luar biasa bahwa Allah mempunyai sifat Maha Kasih. Wujud kasihnya itu : Allah punya rencana untuk menyelamatkan manusia dari dosa yang menyebabkan kemiskinan dalam arti luas :

Kejadian 3:15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Sehingga begitu usai penghukuman, Allah sekali lagi menegaskan janji dengan memberkati dan memelihara kembali ciptaan-Nya.

Kejadian 8:17-19,22

8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”
8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.
8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Berkat dan janji ulang pemeliharaan-Nya meneguhkan bahwa kekayaan diberikan Allah sekali lagi bagi manusia di dalam dunia. Apakah berkat terbesar setelah kejatuhan manusia? Yesus Kristus datang kedunia!

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

2 Korintus 8:9
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

Kadang kadang orang berkata “Saya sungguh percaya Tuhan akan memberkatimu dan membuat usahamu berhasil” atau “Tahun ini kamu akan menerima berkat yang berlipat kali ganda” Ini adalah pikiran yang bagus, tapi ini bukan pikiran Injil. Pikiran Injil adalah yang seperti Paulus ajarkan ” Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” (Efesus 1:3).

Dari penjelasan-penjelasan ini, tentu kita akan paham bahwa kekayaan terbesar adalah ketika kita mempunyai hubungan yang baik dengan Allah. Ketika kita dibenarkan kembali oleh pengorbanan Yesus Kristus. Kita adalah anak-anak Allah, kita adalah pewaris, kekayaan dan kehormatan adalah milik kita!

2.C. NASEHAT ALLAH TENTANG KEKAYAAN

Alkitab banyak sekali memperingatkan kita akan bahaya dari kekayaan atau keinginan untuk menjadi kaya secara jasmani. Seringkali harta adalah penyebab kejatuhan manusia; sebagai berikut :

Mat. 6:21 / Luk. 12:34
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Ulangan 6:10-12

6:10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu–kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
6:11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami–dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
6:12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Amsal 23:4-5

23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
23:5 Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

Pengkhotbah 5:9-16

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
5:10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
5:13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.
5:15 Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Yeremia 9:23-24

9:23 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Yehezkiel 7:19
7:19 Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.

Matius 6:19-24

6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Matius 13:22,
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Luk 6:24,
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Lukas 12:16-21

12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Lukas 21:34-36

21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

1 Timotius 6:6-10

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

1 Timotius 6:17-19

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Yakobus 1:9-11

1:9 Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi,
1:10 dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.
1:11 Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

Yakobus 5:1-3

5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.

Menjadi kaya adalah suatu berkat, tetapi kita harus berhati-hati dalam menerima, mengelola dan memelihara kekayaan itu. Allah kita Allah yang baik dan menjanjikan kebutuhan jasmani yang cukup, maka janganlah kawatir akan kebutuhan materi :

Matius 6:25-34

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Salomo mengatakan bahwa kekayaan yang disimpan pemiliknya mendatangkan kecelakaan. Salomo sendiri mengalaminya, kekayaan dan kemasyuran Salomo tiada tertandingi tetapi dia tidak menikmatinya. Karena itu, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya harta yang Tuhan berikan. Muliakanlah Allah dengan hartamu.

Pengkhotbah 5:11-12

5-11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
5-12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.

Orang yang cinta akan uang tidak akan pernah puas. Maka yang terutama adalah kejarlah harta surgawi yang membawa kebahagiaan dan hidup yang kekal :

Pengkhotbah 5:9-110

5-9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
5-10 Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?

2.D. BERBAGI BERKAT

Mazmur 41:2
Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.

Kata lemah berasal dari bahasa Ibrani: dal, yang berarti rendah, miskin, tak berdaya, atau lemah. Tapi arti yang paling tepat untuk ayat ini adalah miskin, mengingat banyak referensi ayat yang menunjuk bahwa Allah menaruh perhatian yang tinggi terhadap kaum miskin.

Ulangan 15:11
Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”

Orang-orang yang kaya kurang menyukai judul/ perinkop dalam Injil Lukas 18:18-27 “Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah”

Lukas 18:18-27

18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18:19 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”
18:21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
18:27 Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Ah.. Tuhan Yesus kok keras amat sih? Permintaan Yesus sangat tidak masuk akal. Apakah benar begitu?

Marilah kita pahami apa dasar Yesus berkata demikian. Ada tiga kemungkinan tujuan yang mendasari permintaan Yesus itu :

a.. Pertama, Yesus hendak menguji orang kaya itu, apakah ia memprioritaskan kehidupan kekal – seperti yang ia minta kepada-Nya – lebih dari kekayaannya? b.. Kedua, Allah menaruh perhatian terhadap orang miskin dengan menyuruhnya membagi-bagikan hasil penjualan semua hartanya kepada orang miskin. c.. Ketiga, ada keinginan orang kaya ini untuk dipuji oleh Yesus bahwa dia sudah melakukan semua Hukum Taurat.

Kalau Saudara adalah orang kaya, apa yang akan saudara lakukan apabila Yesus mengajukan permintaan yang sama?

Marilah kita pahami ayat dibawah ini :

Amsal 19:17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Ketika kita menaruh belas kasihan, dan memberkati orang miskin, kita membuat Tuhan berhutang kepada kita! Wow! Karena itu jangan heran bila orang yang menyebar harta dengan membagi-bagi hartanya kepada fakir miskin, mereka justru bertambah kaya :

Amsal 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Tuhan tidak suka orang yang pelit, tetapi Tuhan memberkati orang-orang yang dermawan, menaruh belas kasihan kepada orang-orang malang dan perlu bantuan. Berkat Tuhan tidaklah untuk dinikmati sendiri, muliakanlah Allah dengan berkat itu, dan Tuhan akan merasa berhutang jika tidak memberkati kita.

Sudahkan kita berbagi kepada orang miskin? Kepada orang yang perlu bantuan? Kalau belum, inilah saatnya Anda menabur berkat. Inilah saatnya kita memiutangi Tuhan. Dan nantikanlah janji-Nya bahwa Ia akan mengembalikan berkat yang kita tabur dengan berkelimpahan.

Amsal 22:9
Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Berbahagialah orang yang benar, orang-orang yang mengasihi orang yang malang. Tuhan memberikannya berkat yang berlimpah!

Mazmur 112 BAHAGIA ORANG BENAR

112:1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
112:2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
112:3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
112:4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
112:6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
112:8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
112:9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
112:10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Kasih kita kepada orang yang malang, diperhitungkan Tuhan dalam penghakiman terakhir :

Matius 25:31-40

25:31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Maka kerjarlah harta yang bisa dibawa saat kita dihakimi nanti. Karena Tuhan memperhitungkan kasih yang kita berikan kepada orang lain.

3. TENTANG UANG

Dalam memenuhi kebutuhan hidup kita perlu uang, untuk kebutuhan rumah tangga, makan, pakaian, pendidikan, apapun kegiatan kita semuanya perlu dana. Untuk pemenuhannya Allah memerintahkan manusia untuk bekerja :

2 Tesalonika 3 : 10
… “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

Amsal 6:6-11

6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
6:9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
6:10 “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” —
6:11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Uang itu penting, tetapi lebih penting lagi bagaimana cara menggunakannya dengan baik. Dalam pelayanan pengabaran Injil tidak dipungkiri akan perlunya uang, setiap kegiatan dalam pelayanan bagi Tuhan memerlukan uang, pelayanan untuk orang miskin, yatim piatu, pendidikan, dan pekerjaan-pekerjaan sosial lainnya memerlukan uang. Orang sering enggan membicarakan soal uang dalam pekerjaan pelayanan bagi Tuhan. Namun hal ini sesungguhnya penting untuk dibicarakan dan penting untuk dimengerti.

3.A. ESENSI UANG

Semua kegiatan kita, semua pelayanan pekerjaan Tuhan, pada kenyataannya juga membutuhkan uang. Alkitab menilai uang sebagai hal yang positif, sebagai nilai tukar yang praktis :

Ulangan 14:25
maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu,

Yang negatif bukan uangnya melainkan sikap terhadap uang, yaitu “cinta-uang” yang bisa menjadi akar setiap kejahatan. Kita tidak boleh mengabdikan diri sebagai hamba uang dan menjadikannya “Mamon” atau berhala.

Matius 6:24
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Yang salah pula, bila kita tamak dan mengandalkan uang lebih dari pada Allah

1 Timotius 6:17
Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

3.B. Tentang Persembahan :

Apakah Tuhan butuh uang?

Mengapa Allah memerintahkan kita memberikan persembahan untuk pekerjaanNya ? Bukankah Dia kaya dan berkuasa? tidak bisakah Allah secara langsung menyediakan kebutuhan-kebutuhan itu dengan cara yang ajaib, semudah membalik tangan? Tentu Allah bisa, tetapi Dia tidak mau. Allah suka bekerja sama dengan manusia, Allah tidak mau bekerja sendiri, Ia ingin melibatkan manusia untuk melakukan pekerjaannya. Salah satu contohnya , kita baca cerita dibawah ini :

Markus 6:35-44 :

6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
6:37 Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Untuk memberi makan 5000 orang laki-laki (belum termasuk wanita dan anak-anak), Yesus memerlukan persembahan dari apa yang kita punya, persembahan itu dari “seorang anak” dari persembahan yang sangat kecil ini, cuma “5 ketul roti dan 2 ekor ikan”. Dan dari situ Yesus baru mau melakukan mujizat berkat yang sungguh besar. Tuhan selalu menggunakan campur tangan manusia : “berapa roti yang kamu punya?” Dalam memberikan berkat, Allah selalu meminta apa yang ada di tanganmu, apa yang ada di genggamanmu? Apakah yang harus kita lakukan ? berikanlah persembahan yang terbaik yang kita punya.

Allah suka kita terlibat dalam pekerjaanNya sebagai suatu maksud bahwa manusia adalah partner Allah atau rekan sekerja Allah, bukan sekedar ciptaanNya dan bertindak sebagai robot saja.

3.C. Persembahan sebagai tanda ketaatan & tanda kasih kepada Tuhan

Raja Daud sangat terkenal akan pengungkapan kasihnya kepada Tuhan yang banyak ditulisnya dengan indah dalam kitab Mazmur. Kecintaannya kepada Tuhan secara otomatis juga diwujudkan dalam pemberian persembahan yang penuh sukacita dan tulus.

1 Tawarikh . 29:9
Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.

1 Tawarikh. 29:17
Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.

Apabila kita benar-benar mengasihi, tentu kita tidak akan pernah memperhitungkan apa yang kita beri. Apabila kita mempunyai anak dan mencintainya, pernahkan kita menghitung-hitung berapa biaya makan, pakaian, pendidikan untuk anak-anak kita? Tentu tidak, bahkan kita memberi yang terbaik untuk mereka, membekali mereka untuk hari depan dengan hal yang terbaik yang kita punya.

Apakah engkau mengasihi Allah? Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Dia telah memberikan bagianNya yang terbaik yang Dia punya. Pengorbanan Yesus Kristus yang membuahkan keselamatan yang kekal bagi manusia!

3.D. Pamrih dalam memberi persembahan

Secara tidak sadar banyak pengkotbah akhir-akhir ini membawa pola pikir jemaatnya untuk memberikan pesembahan kepada Tuhan supaya kita diberkati. Pengajaran di balik mimbar yang saat ini menggejala, dan cenderung menitik-beratkan pada berkat secara materi. Hal ini akan membawa jemaat pada pola pikir dan moral materialisme “berilah maka kau akan diberkati berlipat kali ganda” seperti ajakan salesman perusahaan dana investasi. Bahkan seperti menganggap Tuhan itu tidak beda dengan illah-illah lain yang memberikan rejeki. Ini bahkan memberhalakan Tuhan!

Saya mengharap anda tidak terlampau cepat merasa aman dan bebas dari bahaya penyembahan berhala, hanya karena anda tidak menyimpan satu patung pun dan menyembahnya. Tetapi ketika kita menganggap bahwa Allah hanya sebagai sumber berkat, kita memberhalakan Dia menjadi illah yang sama dengan kepercayaan lain, sama dengan patung-patung, sama dengan dewa ini dan dewi itu.

Kelihatannya benar walaupun para pengkotbah menggunakan banyak ayat-ayat yang mendukung yang diambil dari alkitab tentang pemberian persembahan supaya kita diberkati . Namun Allah adalah selalu menepati janjinya, tidak pernah ada janjinya yang tidak pernah ditepati :

Bilangan 23:19
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”

Raja Salomo mengatakan bahwa
1 Raja-raja 8:56
“Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.

Tuhan tidak akan berbohong, ini adalah satu-satunya hal yang Tuhan tidak bisa lakukan, karena berbohong bukanlah sifat Tuhan. Apa yang telah difirmankanNya tidak akan ada yang tidak digenapi!

Tetapi bagaimana dengan manusia? Ada banyak tendensius dari manusia untuk memanfaatkan (to abuse) sifat Firman yang kekal ini. Manusia memberikan persembahan kepada Tuhan karena punya maksud “tidak mau miskin dan ingin selalu diberkati dengan berkelimpahan” namun dalam mempersembahkannya tidak dilakukan dengan tulus dan kasih. Ini tentu menyakiti hati Tuhan, ayat-ayat Alkitab yang sering dimanfaatkan untuk meraup rejeki, contohnya adalah :

Maleakhi 3:10-12

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Amsal 3:9-10

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Walaupun Tuhan berjanji demikian, namun janganlah kita memberikan persembahan kepada Tuhan atas dasar pamrih supaya diberkati lebih ; “kalau aku memberi perpuluhan maka Allah akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadaku sampai berkelimpahan” Ini jelas perbuatan jahat dimata Tuhan.

Tidak salah apabila jemaat diajar “berilah maka engkau akan diberi”. Tidak salah mereka diajar dalam hal “perpuluhan yang mendatangkan berkat berlimpah” Tetapi hendaknya hal itu diimbangi dengan pengajaran pembentukan hati yang berkenan kepada Tuhan. Sehingga ketika mereka memberi, mereka memberi dengan hati yang mengasihi, bukan dengan tujuan untuk mendapat imbalan dari apa yang diberikannya. Penonjolan berkat jasmani dijadikan suatu bukti bahwa Allah mengasihi kita. Itu adalah penonjolan yang keliru. Maka secara tidak sengaja, jemaat digiring pada kehidupan yang materialisme. Jemaat yang kaya, merasa lebih diberkati dibandingkan jemaat yang miskin.

Saya percaya bahwa ada pahala/ reward untuk setiap ketaatan yang tulus dalam pemberian persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, asalkan kita melakukan dan memberikan dengan motivasi yang benar. Berilah persembahan itu karena engkau benar-benar mengasihi Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan semata. Sedangkan ketaatan dengan motivasi adalah sebuah egoisme ; mau memberi persembahan karena yakin betul Allah akan memberkati dengan berlipat kali ganda. Berikan persembahan itu karena engkau mengasihi Tuhan, titik!

Yohanes 14:15
14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

1 Korintus 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Marilah kita pelajari kisah Ananias dan Safira :

Kisah Para Rasul 5 : 1-11

5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”
5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Apa yang menyebabkan mereka mati? Mereka memberi persembahan dengan pamrih. Untuk dipuji manusia bahwa mereka sungguh mengasihi Tuhan. Seolah-olah mereka telah mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah untuk pekerjaan Tuhan. Seolah-olah mereka yang paling mengasihi Tuhan.

Tuhan tidak mempersoalkan berapa besar jumlah persembahannya, tetapi memperhatikan maksud persembahan itu. Apakah persembahan itu diberi dengan hati yang tulus atau bukan. Maka berhati-hatilah dalam memberikan peresembahan, lakukan semua dengan kerelaan hati dan dengan kemampuan yang kita punya.

3.E. Tentang Perpuluhan

Ada banyak perselisihan pendapat tentang perpuluhan, banyak diskusi yang membahas tentang pro-kontra perpuluhan dan sering dibahas oleh kita orang-orang Kristen. Saya ingin menjawabnya dengan apa yang tertulis dalam Alkitab :

3.E.1. Di dalam perjanjian lama :

Perpuluhan bukan hak manusia, dan itu mutlak :

Imamat 27:30-33

27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
27:31 Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.
27:32 Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN.
27:33 Janganlah dipilih-pilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan janganlah ditukar; jikalau orang menukarnya juga, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus dan tidak boleh ditebus.”

Karena perpuluhan adalah milik Tuhan, maka jika kita tidak memberikannya sama dengan merampas milik Allah, seperti disebutkan dalam :

Maleakhi 3:8
Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3.E.2. Di dalam perjanjian baru :

Yesus tidak pernah secara spesifik mengajarkan tentang perpuluhan, malahan Yesus mengajarkan bahwa seluruh apa yang kita punya harus dipersembahkan, bukan cuma sepersepuluhnya ! :

Matius 19:21-24

19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Tentang persembahan, Tuhan Yesus mengajar sesuatu yang sangat menarik :

Markus 12:41-44

12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Gereja Tuhan seringkali hanya mengajarkan bagaimana mempersembahkan 10% dari berkat Tuhan, sedangkan gereja tidak pernah mengajarkan bagaimana menggunakan yang 90%. Ada banyak pengertian yang sudah mengakar dihati kita bahwa persembahan cukup dengan perpuluhan 10 % buat Tuhan, sisanya punya saya!

Saya pernah mendengar cerita dari seorang ibu, yang sangat kecewa kepada saudaranya yang menjadi majelis di suatu Gereja. Ketika ibu ini memohon belas kasihan meminjam uang dari saudaranya, untuk membayar biaya rumah sakit anaknya. Saudaranya ini menolak dengan alasan uang yang dia punya sekarang ini untuk bayar perpuluhan di Gereja, karena ini adalah milik Tuhan maka saudaranya itu tidak mau memberikannya dan lebih taat kepada ketentuan akan pembayaran perpuluhan, maka dengan hati yang sedih dan kecewa Ibu ini keluar dari rumah saudaranya dan mencari bantuan dari orang lain.

Apabila kita dihadapkan kepada kasus ini, apakah yang harus kita perbuat? Kalau memberi pinjaman artinya tidak bayar perpuluhan. Jawabannya mari kita baca contoh-contoh di Alkitab :

Perpuluhan tidak mempunyai arti apa-apa, di hadapan TUHAN, jika dilakukan tanpa disertai dengan rasa keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan :

Matius 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.:

Perpuluhan tidak mempunyai arti apa-apa, di hadapan TUHAN, jika tidak dilakukan sikap rendah hati. Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang baik tentang orang farisi yang munafik dalam melakukan perpuluhan (perhatikan ayat 12) :

Lukas 18:9-14

18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
18:10 “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Tuhan Yesus memberikan rumusan yang jelas tentang Persembahan. Perpuluhan bukan semata kewajiban yang hanya sekedar ditaati dalam memenuhi Hukum Tuhan atau hanya sekedar rasa tanggung jawab untuk membayar. Persembahan harus keluar dari kehendak hati yang rela dan suka cita

2 Korintus 9:7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Bandingkan dengan :

Ulangan 12:7,11

12:7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.
12:11 maka ke tempat yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah kamu bawa semuanya yang kuperintahkan kepadamu, yakni korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu dan segala korban nazarmu yang terpilih, yang kamu nazarkan kepada TUHAN.

Ulangan 14:26
14:26 dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu.

Maka Perpuluhan janganlah dianggap sebagai iuran yang memaksa setiap anggota, atau sebagai hal seperti membayar pajak/ tax 10% . Kasih kepada Tuhan dan sesama, kerelaan dan rasa suka cita lebih dari sekedar angka 10% , itulah maksud Allah.

4. MAMON
Mamon berasal dari bahasa Aram “mamona” dan dalam bahasa Yunani disebut “mamonas” yang berarti keuntungan atau kekayaan. Maka setiap orang yang mencintai uang, dia sedang menyembah mamon.

Matius 6:24
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Lukas 16:11
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

4.A. CINTA AKAN MAMON
Banyak sekali umat Tuhan bahkan yang sudah menjadi pelayan Tuhan tergelincir akan masalah ini, kita bahkan sering mendengar cerita buruk tentang banyak hamba Tuhan besar yang tidak beres dalam masalah uang. Bayak orang melakukan tindak kejahatan, merampok, mencuri, membunuh, menipu dan lain-lain, semata-mata karena uang :

1 Timotius 6:10-19

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

“akar segala kejahatan ialah cinta uang” Uang seringkali menjadi faktor utama yang membuat orang mudah jatuh dalam dosa. Maka tidak heran kalau ada banyak orang kristen yang sinis jika berbicara soal uang, katanya itu “duniawi”.

Published in: on April 2, 2007 at 10:59 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/kekayaan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: