Keluarga dan Alkitab

Keluarga dan Alkitab


“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” [ II Timotius 3:15 ].

Ayat diatas menegaskan bahwa Kitab Suci dapat memberi hikmat dan menuntun orang kepada keselamatan. Membangun keluarga yang dapat mengekspresikan Allah yang adalah Keluarga Sejati, tidak mungkin terlepas dari peran Kitab Suci (Alkitab). Keluarga yang mengekspresikan Allah, tentu harus berlimpah dalam hikmat serta keselamatan Kristus. Disinilah Alkitab mendapatkan perannya yang sangat penting. Tetapi, apakah Alkitab itu, dan bagaimana Alkitab dapat memberi hikmat serta menuntun seseorang kepada keselamatan? Apakah setiap orang yang membaca Alkitab, sudah pasti memperoleh hikmat Kristus?

Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah dan karenanya tidak terdapat kesalahan didalamnya. Yang mungkin terjadi adalah orang memiliki sikap yang salah dalam membaca Alkitab. Tidak setiap orang yang membaca Alkitab, pasti memperoleh hikmat Kristus dan mengalami keselamatan. Injil Yohanes mencatat kesalahan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dalam mendekati Kitab Suci. Yohanes 5:39-40 menyatakan, “â€Â¦walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu”. Jadi, mungkin saja terjadi bahwa seseorang membaca Alkitab, namun tidak bertemu dengan Firman Yang Hidup itu yaitu Kristus Yesus.

Tetapi kita lihat bahwa peranan Alkitab dalam kehidupan Timotius, sangat efektif. Mengapa demikian? Kami percaya bahwa salah satu sebabnya adalah karena neneknya, Lois dan ibunya, Eunike adalah orang-orang yang memiliki iman yang tulus ikhlas (II Timotius 1:5). Sejak masa kecilnya, Timotius sudah diperkenalkan dengan Kitab Suci. Keluarga Timotius adalah keluarga yang mencintai Alkitab. Keluarga yang mencintai Alkitab adalah keluarga yang bertumbuh didalam hikmat Kristus, dimana pada waktunya keluarga ini dapat mengekspresikan Allah. Tetapi kita lihat disini kuncinya bahwa baik nenek, ibu atau orang tua haruslah seorang yang beriman.

Bagaimana dengan keluarga-keluarga Kristen ? Apakah para orang tua adalah orang-orang yang beriman dan mencintai Alkitab? Sudahkah anak-anak sejak masa kecilnya diperkenalkan dengan Alkitab? Perlu ditegaskan lagi disini bahwa suasana keluarga yang cinta Alkitab, harus diciptakan oleh para orang tua. Karena bapa berfungsi sebagai imam bagi keluarganya, maka kecintaan keluarga pada Alkitab menjadi tanggung jawabnya. Ini bukan berarti seorang bapa harus menjadi ahli teologi. Membaca Alkitab dan bertemu dengan berbagai aliran teologi, sangatlah disayangkan. Seorang bapa harus memiliki sikap sedemikian sehingga ketika ia mendekati Alkitab, maka ia bertemu dengan Firman Yang Hidup itu. Sikap yang benar dari seorang bapa terhadap Alkitab ini, akan menular pada seluruh anggota keluarga. Dengan demikian keluarga ini dibangun dalam hikmat Kristus, serta bertumbuh dalam keselamatanNya.

Published in: on April 2, 2007 at 8:14 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/keluarga-dan-alkitab/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: