Lidah – Siapakah yang Berani Masuk ke Medan Peperangan Ini?

Lidah – Siapakah yang Berani Masuk ke Medan Peperangan Ini?

Yak. 3:6-8 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Di Yakobus 3 dinyatakan dengan jelas bahwa lidah merupakan sesuatu yang tak terkendali dan merupakan sesuatu medan peperangan di mana setiap umat Tuhan akan mengalami pergumulan. Mengapa? Karena dengannya:

  • manusia dapat berdoa, memuji, mengagungkan dan menyembah Tuhan.
  • manusia dapat menyalurkan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dengan pengetahuan, dengan bahasa roh beserta tafsirannya dan menyampaikan nubuat (1 Kor. 12:7-10); melalui bahasa roh dia membangun dirinya sendiri dan melalui nubuat, dia dapat membangun, menasihati dan menghibur sesamanya dan jemaat Tuhan
    (1 Kor.14: 2-4).
  • manusia dapat mengucapkan apa yang dia imani akan terjadi di dalam hidupnya.
    Betapa pentingnya ini dibuktikan dengan bagaimana Tuhan Yesus melihat iman seseorang melalui jawaban dari pertanyaan-pertanyaanNya.

Semua hal-hal di atas adalah mudah dimengerti. Tetapi, bilamana kita renungkan hal-hal tersebut, semua ini adalah bagian penting dari perjalanan umat Tuhan yang penuh kemenangan. Tidaklah heran penguasaan akan apa yang lidah katakan adalah sesuatu medan peperangan. Iblis tidak mau hidup anda, keluarga anda dan jemaat Tuhan untuk dipulihkan seutuhnya oleh kematian Kristus di kayu salib. Bilamana lidah ini terkendali, maka dapat dibayangkan betapa besar kemenangan umat percaya.

Yakobus 3:6&8 mengatakan bahwa lidah tidak dapat dijinakkan oleh seorangpun. Perhatikan: Tak oleh seorangpun. Sangat nyata di hidup kita masing-masing bahwa betapapun kita berusaha menguasai, selalu terkadang ada sesuatu yang kita katakan kurang berkenan di mata Tuhan. Mengapa? Yesus berkata:

Mat. 12:34 “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”

Mat. 15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

Mat. 15:18 “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.”

Sangatlah jelas bahwa yang menjadi permasalahan adalah hati; apa yang lidah nyatakan adalah bersumber dari HATI. Jadi, apakah arti hati? Melaluinya,

  • Tuhan berkenan akan pilihan-Nya.1Sa. 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
  • Tuhan memberikan hikmat, pengajaran dan akal budi.Kel. 35:34 Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.
  • Tuhan menolak seteruNya.Kel. 10:20 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.

    Maka daripada itu, sangatlah amat penting bahwa hati kita bersedia untuk sepenuhnya dikuasai, diolah dan dibentuk oleh Pencipta Agung itu. Ini adalah sesuatu yang tidak langsung terjadi pada saat kita bertobat. Bagaimanakah hal ini bisa terjadi?

    Ul. 30:6 “Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.”

    Rm. 2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Jawaban singkat: Penyunatan hati. Apakah arti sunat hati?

Kol. 2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.

Perhatikan akan hal berikut: Penanggalan akan tubuh yang berdosa.Ya dan benar bahwa dosa kita sudah ditebus oleh kematian Kristus. Tetapi, Kol. 2:11 juga menyatakan bahwa ada proses “penanggalan” akan tubuh yang berdosa. Ini adalah sesuatu yang progresif dan dilaksanakan setelah pertobatan kita dan sampai pada akhir hidup kita di dunia yang fana ini. Kej. 17 menceritakan kisah Abraham yang mendapatkan perintah Tuhan untuk menyunat seluruh lelaki di keluarganya sendiri, keluarga budaknya dan melingkupi dewasa dan anak-anak. Setelah itu, setiap bayi pria bangsa Israel akan juga disunat pada waktu dia berumur 8 hari.

Apakah arti sunat hati (penanggalan akan tubuh yang berdosa) dengan melihat apa yang terjadi di sunat lahiriah?

  • Perjanjian “Covenant” yang menandakan (Kej. 17:12) bahwa perjanjian Allah dengan kita itu kekal. Seperti Abraham diperintahkan untuk menyunat seluruh keluarga dan budak-budaknya, kita dengan SEMUA yang kita punya akan setia dan turut akan perintah-Nya. Apakah dengan sepenuh hati (dan bukan karena tradisi atau latah) kita bersedia berjanji untuk setia kepadaNya dan memulai proses penanggalan tubuh yang berdosa ini?
  • Sunat terjadi di umur 8 hari, di usia sangat muda belia. Janganlah karena kita “kasihan” terhadap umat Kristen yang baru, maka kita menunda-nunda proses ini. Janganlah berpikir seperti berikut, “Nanti saja kalau dia sudah lebih tahan sakit”. Tidak! Perlu segera diajarkan bahwa hidup yang lama perlu segera ditanggalkan.
  • Sunat adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan tidak mudah. Perlu umat Kristen dewasa melindungi dan menjaga “bayi Kristen” yang sedang menjalani hal tersebut. Dan, meskipun menyakitkan, umat Kristen dewasa bergembira dan memuji Tuhan karena mereka mengerti implikasi dari peristiwa ini.
  • Sunat dilakukan di satu anggota tubuh yang menentukan “kesuburan dan buah” dari insan ini pada waktu dia menginjak usia dewasa. Bilamana hati kita tidak mengalami ini, maka buah-buah dari hidup Kristiani kita di masa depan akan terpengaruh. Juga ini dilakukan atas sesuatu anggota tubuh yang “tersembunyi dan penuh rahasia”. Janganlah umat Kristen yang lebih dewasa membeberkan proses ini kepada pihak-pihak lain yang tidak ikut berkepentingan. Jaga!

Bilamana setiap insan bersedia untuk menyatakan dan meminta kepada Tuhan agar supaya penyunatan hati dan penanggalan tubuh yang berdosa, maka penulis percaya bahwa cepat atau lambat hati kita bakal dirombak. Berdoalah supaya hati kita masing-masing mulai “diolah” olehNya. Adakan perjanjian denganNya. Ini lebih dari keselamatan. Memang, ini akan menyakitkan. Tetapi, jangan kuatir, umat percaya dan terutama, Roh Kudus, akan menjaga, membimbing dan melindungimu. Maka dari lidah kita akan keluar sumber air yang menyejukkan, berkat, hormat, sembah, puji syukur, karunia-karunia dan kerendahan hati. Halleluya!

Published in: on April 2, 2007 at 11:02 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/02/lidah-siapakah-yang-berani-masuk-ke-medan-peperangan-ini/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: