Bab 2

2.  HUKUM  DAN  ANUGERAH

 

Hukum Allah dan anugerahNya tidaklah berlawanan. Sebagian orang menganggap karena kita diselamatkan oleh anugerah (Efesus 2:8) kita tidak perlu mengikut hukum Allah yang suci. Sebagian lagi telah menduga bahwa semua hukum yang di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah anugerah bukan hukum. Pertanyaan kita satu-satunya seharusnya, apa dikatakan Alkitab?

 

1. Kepada berapa orang Allah, telah menyatakan anugerahNya?

“Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.” Titus 2:11.

Catatan: Anugerah adalah kemurahan yang tidak pada tempatnya dan kasih Allah. Itu adalah kuasa Allah yang bekerja dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Apabila orang berdosa yang bertobat menerima Kristus Allah memperhitungkan kebenaran Yesus Kristus menjadi kebenarannya.

 

2. Apakah Musa menyadari anugerah Allah?

“Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru,” ‘Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya.'” Keluaran 34:6.

 

3. Apakah Nuh hidup di bawah anugerah?

“Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.” Kejadian 6:8.

 

4. Cara-cara apakah yang telah digunakan Allah untuk membuat anugerahNya tersedia bagi umat manusia?

“Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena la telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.” Roma 3:24, 25.

 

5. Apakah sebagian dari kasih anugerah?

Anugerah memberikan pengampunan atau penghapusan dosa-dosa yang lalu (Roma 3:25). Itu membawa hidup kekal kepada orang percaya (Roma 5:21). Orang percaya menghentikan dosa (Roma 6:1-2, I Yohanes 3:6 “…setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi”), dan melakukan pekerjaan yang diperkenan  Allah (Efesus 2:8-10). Penurutan kita kepada kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam hukumNya adalah buah yang otomatis dari keselamatan kita.

 

6. Apakab Daud mengetahui fakta bahwa keselamatan datang oleh anugerah?

“Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya.” Roma 4: 6, 7.

 

7, Apakah orang percaya di bawah hukum atau di bawah anugerah?

“Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” Roma 6:14. 

Catatan: Orang-orang yang di bawah anugerah adalah orang-orang yang telah mati kepada dosa. Baca Roma 6:3-1. Tidak ada orang yang dapat diselamatkan dengan cara penurutan kepada hukum Allah; hanya dengan anugerah Allah. Dan barangsiapa yang menerima pengampunan anugerah Allah, bukan lagi di bawah penghukuman Taurat/hukum Allah.

 

8. Bagaimana keadaan orang-orang yang di bawah hukum? –

“Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.” Roma 3:19.

Catatan: Orang-orang yang melanggar hukum Allah bukanlah di bawah anugerah. Mereka adalah di bawah penghukuman hukum itu, dan dengan demikian mereka bersalah di hadapan Allah.

 

9. Apakah anugerah meniadakan hukum?

“Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!” Roma 6:15

 

 

Kesimpulan

Yakobus menceritakan kepada kita siapa pembuat hukum itu. “Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan.” Yakobus 4:12. Kristuslah yang sanggup menyelamatkan. 

 Yang sanggup membinasakan juga adalah Kristus (Matius 10:28). Oleh karena itu pembuat anugerah adalah juga pembuat hukum. Allah memberikan hukum-hukumNya pada kita untuk melindungi dan menjaga kita di jalan kehidupan, sama seperti kita membangun pagar penghalang di jembatan-jembatan dan jalan-jalan di pegunungan untuk menjaga supaya kita jangan jatuh dari jalan.

Published in: on April 10, 2007 at 8:04 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/10/bab-2-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: