Bab 7

7. METERAI DAN KETAATAN

 

 

 

 

 

 

Pada topik “Monumen” Bab 8 (hal 6) telah diulas mengenai Meterai Allah, saat ini kita akan melihat lebih jauh lagi pentingnya meterai ini khususnya menjelang akhir dunia ini dan hubungannya dengan ketaatan.

 

1. Apakah Allah mempunyai satu tanda/meterai/cap yang khusus untuk umatNya menjelang kedatangan Kristus kedua kalinya?

Wahyu 7:3 katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

Wahyu 7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

Catatan : Pada waktu seseorang menyerahkan hidupnya pada Kristus, ia dimeteraikan dengan Roh Kudus (Efesus 1:13). Menjelang kedatangan Kristus ke-2, satu pemeteraian khusus diadakan sebelum Allah mengizinkan pengrusakan ke atas bumi ini.

 

2. Apakah yang terjadi pada mereka yang tidak menerima meterai ini?

Wahyu 9:4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

 

3. Apakah isi dari meterai yang terdapat di dahi itu?

Wahyu 14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Wahyu 22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Catatan : Nama mewakili identitas seseorang, khususnya dalam hal ini adalah tabiat dari Allah sendiri sudah tertanam dalam pikiran kita. Dahi melambangkan pikiran, lebih jauh lihat no: 6.

 

4. Apakah Iblis juga mempunyai meterai atau tanda di dahi ini?

Wahyu13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,

Wahyu17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”

Catatan : Iblis membuat meterai tandingan bagi mereka yang tidak mengikuti Allah.

 

5. Apa aplikasinya dari memiliki tanda di dahi dan di tangan?

Wahyu14:9 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,

Wahyu: 20 4 “… yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun”.

Catatan : Tanda atau meterai adalah bukti kepemilikan. Dahi melambangkan pikiran/ tabiat dan tangan melambangkan tindakan/pekerjaan. Menerima tanda di dahi berarti menyetujuinya dalam hati, sedangkan tanda di tangan berarti mewujudkannya dalam tindakan.

 

6. Bagaimana hubungan tanda di dahi (lambang tabiat) dengan kepatuhan kepada perintah-perintah Allah?

Ibrani 8 :10 (Yeremia 31:33) “… Aku akan menaruh hukum-Ku (TauratKu) dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Ulangan 6:5 -8 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, …haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Ulangan 11:18.. Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.
Catatan : Akal budi atau dahi menjadi lambang tempat ditaruhnya hukum-hukum Tuhan yang di-intisarikan dalam Hukum Kasih (Ulangan 6:5), yang kemudian dikutip Kristus pada Matius 22: 37.

Pada bab-bab sebelumnya telah dipelajari bahwa hukum Allah adalah pantulan dari tabiat Allah. Hukum-hukum Tuhan yang sudah tertanam dalam dahi (pikiran /akal budi/hati) menjadi ciri umat Tuhan akhir jaman. Kata-kata pada “tangan dan dahi” banyak diulang kembali pada kitab Wahyu.

 

7. Bagaimana ciri-ciri umat sisa menjelang kedatangan Kristus ke-2?

Ada 2 ciri disebutkan :

Wahyu12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Wahyu: 14 12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Catatan : Seperti Setan memburu umat Tuhan mula-mula (perempuan dalam Wahyu 12:13), kini di akhir jaman, ia memburu umat keturunan yang sisa dari perempuan itu (King James : “the remnant of her seed”). “Sisa” berarti adalah mempunyai ciri-ciri yang sama seperti “yang mula-mula”. Seperi umat Tuhan mula-mula yang menuruti hukum demikian juga umat pada akhir jaman.

Bagi mereka yang ‘menuruti hukum’ karena mengasihi (dengan iman kepada) Yesus, mereka inilah yang mempunyai hak atas pohon kehidupan dan memasuki kota Yerusalem baru.

Wahyu 22:14 (King James Bible): Blessed are they that do his commandments, that they may have right to that tree of life, and may enter in through the gates into the city.

 

8. Mungkinkah bagi kita untuk menuruti hukum /perintah-perintah Allah?

I Yohanes: 5 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

Ulangan: 30 :11-14.Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. …Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Catatan: Kalau hukum Tuhan sudah ada di hati kita (Ibrani 8:10), menjadi bagian dari hidup kita, akan lebih sulit untuk melanggar daripada menurutinya.

 

9. Apakah tanda dari mengenal dan mengasihi Allah?

I Yohanes 2 3-4. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

I Yohanes 5: Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

II Yohanes1: 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Yohanes 14:15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Yohanes: 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Keluaran 20:6 ” …yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku

Ulangan 11:1. “Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.

Ulangan: 30 16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya,

Yosua 22:5 Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.”

Nehemia 1:5. kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,

Daniel 9 :4. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Catatan : Pada banyak bagian Alkitab, mengasihi selalu dihubungkan dengan ketaatan terhadap perintah-perintah Tuhan.

 

10. Bagaimana rasul Yakobus menghubungkan iman dengan perbuatan?

Iman seseorang akan terpantul melalui perbuatannya.

“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? …Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? “…Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna”. Yakobus 2:14, 20,22.

 

Kesimpulan

Mentaati perintah-perintah Tuhan adalah suatu buah / hasil yang otomatis dari kasih kita kepada Tuhan. Kita mengasihi Tuhan adalah karena Dia telah terlebih dulu mengasihi kita memberikan nyawanya ganti kita. I Yohanes 4:10.

Published in: on April 10, 2007 at 8:16 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/10/bab-7/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: