Pembuatan Hari Sabat

1. PEMBUATAN HARI SABAT

Hari Sabat perhentian adalah salah satu dari karunia Allah yang terbesar kepada umat manusia. Kebanyakan orang Kristen setuju bahwa pemeliharaan hari Sabat adalah bagian penting dari penyembahan Allah meskipun sebagian lagi menganggap bahwa Sepuluh Hukum (dimana pengudusan Sabat merupakan salah satunya) sudah tidak berlaku lagi (Mengenai Hukum Taurat silakan pelajari dalam topik Hukum Allah).

1. Siapa yang membuat hari Sabat?

Yesus Kristuslah yang membuatnya. Baca Yohanes l:l-3, 10, 14. Catatan: Nyata menurut lbrani 1:1, 2 bahwa Allah menciptakan dunia melalui Kristus. Karena Kristus adalah agen yang aktif, Dia membuat hari Sabat.

2. Kapan hari Sabat dibuat?

Pada waktu penciptaan. Baca Kejadian 2:1-3 dan Keluaran 20:8-11.

Sebenarnya Allah sudah selesai mencipta dalam enam hari, tapi Ia masih tambahkan satu hari sehingga 1 minggu yang kita kenal sekarang terdiri dari 7 hari. Pada hari yang ketujuh Ia berhenti dari pekerjaan-Nya, Ia memberkati dan menguduskan hari tersebut.

3. Bagaimana hari Sabat dibuat?

“Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah la pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah la berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu.” Kejadian 2:1-3.

4. Dari apa hari Sabat dibuat?

Allah membuat hari Sabat dari hari. Hari yang Dia gunakan adalah hari ketujuh. Baca Kejadian 2:2, 3.

5. Kapan hari-hari penciptaan dimulai dan diakhiri?

Baca Kejadian 1:5, 8, 13 dan lain-lain. Tiap hari penciptaan dimulai pada saat matahari dengan bagian yang gelap, karena kegelapan di sini yang pertama, dan diakhiri dengan matahari terbenam berikutnya. Oleh:karena itu, hari Sabat hari ketujuh harus disucikan dari matahari terbenam ke matahari terbenam. Dengan nyata semua hari dikira dari matahari terbenam ke matahari terbenam.

6. Hari apakah sebenarnya hari Sabat itu?

Ada tiga cara untuk mengenalnya :

a. Berdasarkan Alkitab

Tidak ada keraguan dalam dunia keKristenan bahwa Yesus bangkit hari Minggu yang dikenal sebagai “Easter Sunday”. Kita lihat Matius 28:1 : “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Pada Alkitab Kabar Baik, yang ditulis menggunakan bahasa sehari-hari, frasa “hari pertama dalam minggu itu” diterjemahkan menjadi “hari Minggu”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hari pertama dalam satu minggu adalah hari Minggu. Dalam versi bahasa Inggrisnya (Revised Standard Version) disebut “the first day of the week”. Dalam “The Living Bible” atau “New English Bible” atau “Today’s English Version” disebut “on Sunday”.

Kembali kepada Matius 28:1, dikatakan “Setelah hari Sabat lewat …”, maka berarti hari sebelum hari Minggu adalah hari Sabtu.

b. Berdasarkan Ilmu Bahasa

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal 763 terdapat kata “Sabat – Sabtu; hari ketujuh (hari Tuhan beristirahat sesudah menciptakan alam semesta, menurut kitab Taurat).”

Kamus bahasa Inggris “Webster’s Dictionary” menulis “Sabbath, the seventh-day of the week” dan “Sunday, the first day of a week.”

Ada 108 bahasa di dunia mengartikan hari Sabtu sebagai “hari Sabat”. Beberapa contoh : bahasa Portugis dan Spanyol menyebutnya “Sabbado”; bahasa Rusia menyebutnya “subbata”; bahasa Bulgaria katakan “Shubbuta”, orang Arab penyebutnya “As-Sabt”. Khusus dalam bahasa Arab, hari pertama (Minggu) adalah Ahad, yang berasal dari kata “wahid” artinya satu. Hari Senin dari kata “isnain” yang artinya dua. Hari Selasa, dari kata “tsalasa” artinya tiga, dst. Berarti hari ketujuh adalah hari Sabtu.

c. Melihat kehidupan bangsa Yahudi

Dimana saja penganut agama Yahudi berada di dunia ini, mereka selalu beribadah pada hari Sabtu. Hal ini telah berlangsung turun temurun dan tidak pernah berubah.

Referensi :

“Kitab Ajaib” dr. Kathleen H.L. Kuntaraf, MPH dan Jonathan Kuntaraf, D Min, hal 224-225

“Hari Yang Hampir Dilupakan” Mark A. Finley, hal 28 – 29

7. Untuk siapa hari Sabat dijadikan?

“Lalu kata Yesus kepada mereka, hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” Markus 2:27.

Hari Sabat untuk manusia bukan bangsa tertentu, pada waktu Allah membuatnya (l;ihat no 1) belum ada bangsa apapun.

8. Siapa Tuhan atas hari Sabat?

“Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Markus 2:28.

Catatan : Meskipun Tuhan Yesus menjadikan semua hari, namun Dia diper-Tuhan-kan dan dimuliakan pada hari Sabat, sehingga rasul Yohanes menyebut hari itu dengan sebutan ‘hari Tuhan’ (Wahyu 1:10).

9. Untuk berapa lama hari Sabat dimaksudkan untuk disucikan?

Hari Sabat itu akan disucikan sampai selama-lamanya. Baca Yesaya 66:22, 23.

Kesimpulan

Hari Sabat hari ketujuh dibuat oleh Yesus Kristus pada waktu penciptaan. Itu harus disucikan sepanjang masa, dan harus dikuduskan selama satu hari penuh (dari matahari terbenam sampai ke matahari terbenam).

2. HARI SABAT SEBELUM DI SINAI

Sepuluh Hukum Allah tidaklah baru dimulai di Sinai, demikian pula hukum keempat mengenai hari Sabat. Mengenai Sepuluh Hukum dapat dipelajari dalam topik “Hukum Allah”.

1. Apa keluhan Firaun kepada Musa?

Tetapi raja Mesir berkata kepada mereka, “Musa dan Harun, mengapakah kamu bawa-bawa bangsa ini melalaikan pekerjaannya? Pergilah melakukan pekerjaanmu!” Lagi kata Firaun: “Lihat sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksanya?” Keluaran 5:4, 5.

Catatan: Firaun mempersalahkan Musa membuat perhentian bagi bangsa itu. Mengapa mereka berhenti bekerja? Perkataan yang digunakan dalam bahasa Ibrani untuk perhentian adalah perkataan untuk perhentian hari Sabat. Musa memerlukan pembaharuan hari Sabat.

2. Sesudah Allah membawa Israel keluar dari Mesir syarat-syarat apa yang diletakkan Allah jika mereka mengharapkan perlindunganNya yang terus menerus?

“Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mataNya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintahNva dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku, Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” Keluaran 15:26.

3. Dalam turunnya hujan roti dari sorga apa yang ingin dibuktikan Allah?

Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar clan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukumKu atau tidak.” Keluaran 16:4.

4. Perintah apa diberikan Allah yang berhubungan dengan makanan mereka pada hari sebelum hari Sabat?

Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan Tuhan, besok adalah hari perhentian penuh, Sabat yang kudus bagi Tuhan, maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah, dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.” Keluaran 16:23.

Catatan: Semua pembakaran dan masakan untuk hari Sabat harus dilakukan hari sebelumnya. Kemudian pada hari Sabat baca apa yang dikatakan Musa kepada mereka dalam Keluaran 16:25, 26.

5. Apakah semua orang melakukan apa yang telah dikatakan Allah melalui Musa?

Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya. Sebab itu Tuhan berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintahKu dan hukumKu?” Keluaran 16:27, 28.

Catatan : Perkataan “Berapa lama lagi” menyatakan bahwa perintah mengenai perhentian di hari ketujuh sudah ada sebelum pemberian manna.

6. Apakah hari Sabat suatu institusi baru dan apakah hukum Allah sesuatu yang tidak dikenal?

Kata-kata Keluaran 15:26 serupa dengan kata-kata yang digunakan kepada Abraham beberapa tahun sebelumnya ketika Allah telah mengatakan: “Karena Abraham telah mendengarkan firmanKu dan memelihara kewajibannya kepadaKu, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukumKu.” Kejadian 26:5

Catatan: Dalam pengaturan manna harus turun enam hari dan tidak ada pada hari Sabat Allah mengajarkan kepada Israel dua pelajaran penting: supaya bergantung kepada Allah dan menurut Dia.

7. Apakah ada bukti historis bahwa hari Sabat sudah diperingati sebelum dinyatakan di Sinai?

Para ahli misiologi mengakui pengaruh Ibrani di antara orang Afrika. … W.W.Oliphant, salah seorang pemimpin gerja Afrika pada tahun-tahun pertama abad kedua puluh, mengatakan bahwa “Hari Sabat di Etiopia telah dipelihara sejak zaman Nimrod, kira-kira tahun 2140 BC. (Baca Kej 10, 8, 9), yaitu 700 tahun sebelum Musa lahir … Orang-orang Afrika atau orang Etiopia telah menjadi pemelihara hari Sabat sejak zaman Nimrod, anak Kusyi.” – Charles E. Bradford, hal 26.

Kesimpulan

Allah telah memberikan kepada Israel suatu pertunjukkan visual (yang dapat dilihat) untuk menghormati hari Sabat. Sebagaimana Allah telah berhenti pada hari ketujuh dari seluruh rangkaian penciptaan, maka perhentian itu juga menjadi milik ciptaanNya yang dijadikan di hari-hari sebelumnya.

Published in: on April 12, 2007 at 4:05 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/pembuatan-hari-sabat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: