Tuhan Mempunyai 1001 Jalan Menjawab Doa Kita

Tuhan Mempunyai 1001 Jalan Menjawab Doa Kita.

Seringkali kita menghadapi situasi dimana kita meminta sesuatu dari Tuhan, tapi kelihatannya seolah-olah doa kita tidak sampai keatas, boro-boro menerima jawabannya. Jangan mempersalahkan Tuhan, karena Dia berkata kalau bapak kita di dunia yang jahat pun pasti tidak akan memberikan batu apabila anaknya meminta roti, atau kalajengking gantinya ikan yang diminta. Masakan Bapa yang disorga yang adalah Pewujudan dari kata “Kasih” yang sempurna, karena Tuhan itu Kasih adanya, lebih keras hatiNya dan lebih kejam dari bapak duniawi!

Pada tahun 1975 saya tiba di Sydney untuk melanjutkan study di perguruan Avondale College dalam jurusan Theology. Karena saya tidak mendapat bea siswa dari manapun, maka saya terpaksa harus mencari pekerjaan untuk menutupi uang kuliah dan ongkos hidup yang cukup mahal di Australia. Di kampus Avondale College ada sebuah pabrik makanan sehat Sanitarium yang produknya ada dijual di banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Alangkah kecewanya saya ketika kami melamar untuk bekerja disitu, tapi ternyata ada peraturan mereka bahwa mahasiswa dari Avondale College hanya boleh salah satunya yang bekerja di pabrik itu, kalau bukan isteri, maka suaminya saja. Ini tentu saja berat bagi kami, karena kami membawa dua orang anak yang masih di bangku SD, dan kami ingin sekolahkan di sekolah swasta Kristen, berhubung di sekolah pemerintah disini

tidak diajarkan agama.

Sebab itu kami terpaksa merubah rencana untuk berkuliah disekolah itu dan berusaha masuk di salah satu universitas yang ada di kota Sydney. Kami terkecewa untuk kedua kalinya ketika supervisor saya, seorang wanita asal Inggris di Departement Pendidikan Australia mengatakan dengan ketus bahwa saya harus kembali ke Indonesia kalau tidak jadi kuliah di perguruan yang saya pilih sebelum tiba disini. Tapi heran bercampur sukacita saya mendapat seorang pembela yang tak disangka-sangka. Seorang supervisor lain di kantor itu langsung mendekati saya ketika menunggu lift untuk membawa turun ke bawah. Beliau membisikkan kepada saya untuk kembali ke kantornya minggu berikutnya, karena rupanya dia akan menggantikan supervisor yang ketus tadi, dan berjanji akan berusaha menolong saya seberapa dapat.

Minggu berikutnya saya bertemu dengan Dr. Kevin Smith, seorang keturunan Yahudi – Inggris dan beragama Katolik, yang menggantikan supervisor saya yang terdahulu itu. Ketika mengetahui bahwa saya ex-siswa Sekolah Katolik sejak SD hingga di bangku SMA I, dengan ramah tamah dan bersungguh-sungguh menolong saya untuk mendaftar di Macquarie University pada jurusan Bahasa Inggris dan Linguistics. Jadi saya berkuliah sambil bekerja di Rumah Sakit Advent di utara Sydney, sementara isteri saya juga mendapat pekerjaan full time disitu.

Sebenarnya daerah utara kota Sydney itu termasuk daerah yang mewah dan mahal, tapi sekali lagi kemurahan Tuhan ditunjukkan karena dengan tidak disangka-sangka kami mendapat sebuah flat yang letaknya hanya sepelempar batu dari tempat kami bekerja dan anak-anak kami bersekolah, yaitu Wahroonga Adventist Primary School.

Dua tahun kemudian, setelah saya menyelesaikan kuliah, isteri saya mengambil cuti sebulan ke Jakarta menengok keluarga. Ketika itu ada sebuah kongres evangelisasi anggota awam yang diadakan di salah satu gereja di Wahroonga. Dalam kongres itu ada seorang anggota dari Murwillumbah yang bersaksi bahwa dia mempunyai warung kecil di kota itu dan menaruh traktat dan buku-buku yang berisi kabar selamat yang ditawarkan secara gratis bagi langganannya. Satu hari seorang hippy mengambil sebuah buku yang berjudul “The Desire of Ages”. Setelah membaca buku itu dia memberikan kepada kawannya, dan begitu seterunya, sehingga dua tahun kemudian, diantara para hippy itu ada duapuluh lima orang yang bertobat dan menerima Tuhan.

Saya sangat terharu mendengar cerita itu dan berpikir alangkah bahagianya kalau seandainya kami bisa membuka warung makan yang kecil di Sydney dan berbuat seperti itu sebagai usaha penginjilan. Waktu itu isteri saya tinggal di rumah seorang pamannya yang cukup berada. Saya berdoa supaya Tuhan menggerakkan hatinya untuk memberikan pinjaman kepada kami sebagai modal membuka usaha rumah makan itu. Heran dan ajaib sungguh cinta Tuhan. Tanpa sepengetahuan isteri saya apa yang saya doakan itu, telah dijawab Tuhan tapi dalam cara yang tak terpikirkan kami. Seorang teman bekas sebangku sekolah di Surabaya dulu, dengan tidak disangka-sangka, dan tidak dimintakan pertolongannya, telah menyerahkan kepadanya lima batang emas yang kami jadikan modal dasar (initial capital) dalam membuka usaha kami. Selama sebelas tahun dari tahun 1977 sehingga tahun 1988 kami telah mengusahakan Lynn Lee Vegetarian Foods di Sydney.

Sebenarnya saya hanya berdoa untuk mendapat sebuah rumah saja agar diusia senja nanti kami boleh mempunyai tempat berteduh dari hujan dan teriknya matahari yang dapat kami sebut milik sendiri. Dia malah mengaruniakan kami lebih dari itu.

Kami berhasil menyekolahkan anak kami yang berdua. Yang pria, Victor Lee, sekarang menjadi pendeta dari Strathfield Chinese SDA Church yang ada di Sydney.

Karena mengambil jurusan Inggris dan Linguistics gantinya melanjutkan dibidang Theologia, saya kemudian dapat menggunakannya dalam mengajar bahasa Inggris disamping menjadi pendeta di Indonesia, Malaysia, dan Macau, bahkan juga di Australia ini. Ketika di Macau disampingnya mengajar bahasa Inggris, saya juga menjadi chaplain dari Sekolah SMP/SMA Escola Segundaria Sam Yuk de Macau selama 7 tahun. Sekolah itu terdiri dari 100% siswa non-Advent. Selama 7 tahun kami menyaksikan sekitar 70 jiwa dibaptiskan ke dalam gereja kita dan 5 diantaranya adalah menjadi guru di sekolah itu sampai sekarang.

Kalau saya melihat kebelakang pada langkah-langkah perjalanan hidup saya yang lampau, saya hanya dapat katakan bahwa Tuhan itu sungguh baik, maha bijaksana, mahakasih dan sangat ajaib! Sekarang saya sedang dalam status semi-pensiun, dan membantu sebagai pengkhotbah sukarela sebulan sekali di beberapa gereja Advent yang ada di Sydney, disamping mengajar bahasa Inggris juga secara sukarela dibeberapa gereja kami yang menyelenggarakan Kursus Bahasa Inggris bagi migrants. Saya juga melakukan pekerjaan sukarela sebagai independent self-supporting missionary. Banyak sekali yang saya dapat saksikan mengenai kasih kemurahan dan keajaibanNya tapi mungkin kali ini cukup sekian saja.

Saya hanya ingin menambahkan bahwa nama “Yesus” dalam bahasa Mandarin adalah “Yesu”, dituliskan dengan dua kata:

“Ye” adalah terdiri dari “dua telinga” yang berdampingan, dan “Su” terdiri dari gambar “ikan dan batang padi atau gandum”. Dengan kata lain, Dia selalu terbuka telingaNya mendengar doa kita, dan menyediakan kebutuhan kita sehari-hari berupa makanan, yaitu nasi atau roti (gandum) dengan “lauk pauknya”(ikan). Tapi janganlah paksakan Dia untuk menjawab sesuai dengan pikiran kita, melainkan serahkan Dia melakukan kehendakNya bagi kita, karena Dia tidak pernah meleset dalam memberikan yang terbaik.

Kiranya kasih karuniaNya selalu menjadi bagian anda sekalian!

Published in: on April 12, 2007 at 3:58 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://hkbp.wordpress.com/2007/04/12/tuhan-mempunyai-1001-jalan-menjawab-doa-kita/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: